Anda di halaman 1dari 1

Muhammad Nur Rafli

17043020
Kasus korupsi telah menjadi masalah yang selalu ada di setiap negara, tak terkecuali di
Indonesia. Korupsi berarti penyalahgunaan kekuasaan oleh seorang pegawai atau pejabat peme-
rintah untuk mendapatkan tambahan pendapatan dari publik. Kedudukan publik dijadikan lahan
bisnis untuk memperoleh pendapatan sebesar-besarnya. Korupsi dapat mencakup pencurian aset,
kecurangan pajak, kecurangan akuntansi, penyuapan dan pencucian uang.
Kasus-kasus yang ada memicu terbentuknya sebuah prinsip yang menjadi dasar dan
pedoman sebuah organisasi agar dapat mengubah cara kerja organisasi dengan sistem tata kelola
yang baik, membuat pemerintah memiliki akuntabilitas, dan membangun masyarakat untuk ikut
berperan (berpartisipati) membuat sistem baru yang bermanfaat secara umum. Prinsip tersebut
adalah Good Governance. Dalam konteks sektor publik, Good Governance merupakan tata
kelola pemerintahan yang baik seperti Pemerintahan yang effektif, effesien, akuntabel dan
bertanggung jawab. Tata pemerintahan mencakup seluruh mekanisme, proses dan lembaga-
lembaga dimana warga dan kelompok-kelompok masyarakat mengutarakan kepentingan mereka,
menggunakan hak hukum, memenuhi kewajiban dan menjembatani perbedaan-perbedaan
diantara mereka.
Menurut saya, upaya yang dapat dilakukan untuk dapat meminimalisir korupsi dari
perspektif Good Governance adalah sebagai berikut. Pertama, dengan menjalankan prinsip-
prinsip Good Governance secara optimal, mencakup partisipasi, penegakan hukum transparansi,
daya tanggap, berorientasi pada konsensus, keadilan, efektifitas dan efisiensi, akuntabilitas, dan
visi strategis. Kedua, melakukan pengoptimalan sistem anggaran, termasuk didalamnya mulai
dari penerapan perencanaan, pertanggungjawaban dan pengelolaan, evaluasi. Ketiga, dalam
pengelolaan keuangan negara, pemerintah wajib memastikan telah dikelola secara tertib, taat
pada peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung
jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. Keempat, menutup kemungkinan
bagi para pejabat untuk melakukan tindakan-tindakan korupsi dengan mengurangi otoritas penuh
mereka, baik dalam merumuskan kebijakan maupun dalam mengelola keuangan. Dan kelima,
menegakkan akuntabilitas para pejabat pemerintah dengan memperkuat pengawasan dan menja-
lankan mekanisme hukuman. Mungkin itu pandangan dari saya terkait cara meminimalisir
korupsi dari perpektif Good Governance.