Anda di halaman 1dari 7

BAB I

( AKUNTANSI KEUANGAN DAN STANDAR AKUNTANSI )

Laporan keungan dan pelaporan keuangan


Karakteristik penting akuntansi adalah : pengidentifikasian , pengukuran , dan
pengkomunikaian informasi keuangan tentang entitas ekonomi kepada pihak yang
berkepentingan. Akuntansi keuangan (financial accounting ) adalah sebuah proses yang buntuk
berakhir pada pembuatan laporan keuangan menyangkut perusahaan secara keseluruhan untuk
digunakan baik oleh pihak-pihak internal maupun eksternal. Sebaliknya akuntansi majerial
( managerial accounting ) adalah proses pengidentifikasian , pengukuran , penganalisaan , dan
pengkomunikasian informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen untuk merencanakan ,
mengendalikan dan mengevaluasi operasi sebuah organisasi. Laporan keuangan merupakan
merupakan sarana pengomunikasian informasi keuangan utama kepada pihak-pihak diluar
perusahaan. Laporan keuangan ( financial statements ) yang sering disajikan adalah 1) neraca 2)
laporan laba- rugi 3) laporan arus kas 4) laporan ekuitas pemilik dan pemegang saham.
Beberapa informasi keungan hanya dapat atau lebih baik disajikan melalui pelaporan
keungan ( financial reporting ) , bukan melalui pelaporan keungan formal. Contoh – contohnya
meliputi surat presiden direktur atau skedul tambahan dalam laporan tahunan korporsi ,
prospektus , laporan yang dikeluarkan kepada badan-badan pemerintah , siaran berita , perkiraan
manajemen , dan pernyataan mengenai dampak sosial atau lingkungan perusahaan. Informasi
semacam itu mungkin wajib dikeluarkan karena adanya keputusan pemerintah , peraturan , atau
hukum tak tertulis atau karena manajemen ingin mengungkapkannya secara sukarela .

Akuntansi dan alokasi modal


Karena sumber daya yang terbatas, maka manusia berusaha mengawetkan dan menggunakan
secara efektif. Penggunaan sumber daya secara efisien juga menentukan apakah sebuah bisnis
akan sukses dan tumbuh. Fakta ini menempatkan beban berat pada profesi akuntansi.
Akuntan harus mengukur kinerja secara akurat, wajar, dan tepat waktu, agar para manajer dan
perusahaan yang tepat mampu menarik modal investasi. Sebagai contoh, informasi keuangan
yang relevan dan dapat dipercaya memungkinkan investor dan kreditor membandingkan laba
serta aktiva yang dimiliki perusahaan seperti IBM, McDonald’s, Microsoft, dan Ford. Karena
para pemakai tersebut dapat menilai pengembalian serta resiko relative yang berhubungan
dengan peluang investasi, maka mereka dapat menyalurkan sumber daya secara lebih efektif.

Tantangan yang dihadapi akuntansi keungan


Pelaporan keuangan di A.S. sangat dipercaya karena memiliki pasar modal public yang paling
likuid, dalam, aman, dan efisien disbanding Negara manapun dalam sepanjang sejarahnya. Salah
satu penyebab keberhasilan ini adalah karena laporan keuangan dan pengungkapan yang
berhubungan mampu melaporkan serta mengorganisir informasi keuangan dalam bentuk yang
bermanfaat dan handal. Sebagai contoh, bila ‘melompat’ ke tahun 2020, dan melihat kembali
pelaporan keuangan yang ada dewasa ini, inilah yang mungkin dibaca:
 Pengukukuran non keuangan. Laporan keungan tidak menyajikan sejumlah ukuran
kinerja penting yang biasanya dipakai oleh manajemen, seperti , indeks kepuasan
pelanggan , informasi tentang pesanan yang belum di proses dan tingkat penolakan
barang yang dibeli.
 Informasi yang berorientasi kedepan. Laporan keungan tidak menyajikan informasi
yang berorientasi kedepan yang dibituhkan oleh para investor dan kreditor saat ini
maupun potensial. Seorang menyatakan bahwa laporan keuangan pada tahun 2005 harus
dimulai dengan fase “ Dahulu Kala” untuk menandakan pemakaian biaya historis dan
pengakumulasian atas kejadian masa lalu.
 Aktiva lunak. Laporan keuangan berfokus pada aktiva-aktiva keras ( persedian pabrik )
tetapi tidak banyak menyajikan banyak informasi tentang aktiva-aktiva lunak ( tak
berwujud) perusahaan aktiva yang terbaik sering kali tidak berwujud , seperti keahlihan
( pengetahuan)
 Ketepatan waktu. Laporan keungan hanya disajikan secara kuartalan , dan laporan
keungan yang audit hanya disediakan sekali setahu. Tidak banyak laporan keuangan real
time yang tersedia.

Tujuan pelaporan keungan


Dalam upaya membangun ponadasi bagi akuntansi dan pelaporan keuangan , profesi akuntansi
telah mengidentifikasi sekelompok tujuan pelaporan keuangan oleh perusahaan bisnis. Pelaporn
keuangan harus menyediakan informasi yang :
1. Berguna bagi investor dan kreditor saat ini atau potensial dan para pemakai laiinya untuk
membuat keputusan investasi , kredit , dan keputusan serupa secara rasional. Informasi
yang disajikan harus komprehensif bagi mereka yang memiliki pemahaman yang
memadai tentang aktivitas-aktivitas ekonomi dan bisnis serta ingin mempelajari
informasi tersebut secara saksama
2. Membantu investor serta kreditor saat ini atau potensial dan para pemakai lainnya dalam
menilai jumlah, penetapan waktu, dan ketidakpastian penerimaan kas prospektif dari
deviden atau bunga dan hasil dari penjualan, penebusan, atau jatuh tempo sekuritas atau
pinjaman.
3. Dengan jelas menggambarkan sumber daya ekonomi dari sebuah perusahaan, klaim
terhadap sumber daya tersebut (kewajiban perusahaaan untuk mentransfer sumber daya
ke entitas lainnya dan ekuitas pemilik), dan pengaruh dari transaksi, kejadian, serta
situasi yang mengubah sumber daya perusahaan dan klaim pihak lain terhadap sumber
daya tersebut.

Kebutuhan untuk membuat standar


Kontroversi utama dalam penetapan standar akuntansi adalah “Peraturan siapa yang harus
dipatuhi, dan apa peraturannya?” Jawaban atas pertanyaan ini tidaklah jelas karena pemakai
laporan akuntansi keuangan memiliki kebutuhan yang beragam terhadap berbagai jenis
informasi. Untuk memenuhi kebutuhan ini, dan untuk memenuhi tanggung jawab pelaporan
fidusiari, disajikan laporan keuangan bertujuan-umum. Laporan ini diharapkan akan menyajikan
secara wajar , jelas dan lengkap operaasi operasi keuangan perusahaan.
Sebagai akibatnya, profesi akuntansi berupaya mengembangkan seperangkat standar
yang dapat diterima umum dan dipraktekkan secara universal. Tanpa standar-standar semacam
ini , setiap perusahaan akan membuat standar – standar mereka sendiri dn pemakai laporan
keuangan harus dapat memahami praktek-praktek akuntnasi serta pelaporan unik dari setiap
perusahaan. Seperangkat standar dan prosedur umum ini dinamakan dengan prinsip-prinsip
akuntansi yang diterima umum (generally accepted accounting principles- GAAP).

Pihak – pihak yang terlibat dalam penetapan standar


Empat organisasi yang berperan besar dalam pengembangan standar akuntnasi keuangan
(GAAP) di A.S adalah sebagai berikut :
1. Securities and Exchange Commission (SEC)
2. American Institute of Certified Public Accountants (AICPA)
3. Financial Accounting Standards Board (FASB)
4. Governmental Accounting Standards Board (GASB)
Securities and Exchange Commission (SEC)

Persekutuan publik/swasta
Pada saat SEC didirikan, belum ada kelompok publik atau swasta yang menerbitkan standar
akuntansi. SEC mendorong pendirian badan penetapan standar swasta karena percaya bahwa
sektor swasta memiliki sumber daya dan bakat yang dibutuhkan untuk mengembangkan standar
akuntansi yang tepat. Sebagai akibatnya, standar akuntansi secara umum terbentuk dalam sektor
swasta, baik melalui American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) ataupun
Financial Accounting Standards Board (FASB).
Pengawasan SEC
Persekutuan SEC dengan sektor swasta telah berjalan dengan baik. SEC terlibat secara tidak
langsung dalam proses penetapan standar. Secara umum, SEC bergantung pada FASB untuk
mengembangkan standar akuntansi.
Akan tetapi sepanjang sejarahnya keterlibatan SEC dalam penetapan standar akuntansi
bervariasi. Dalam sejumlah kasus , sektor swasta mencoba membentuk standar , tetapi SEC
menolak menerimanya. SEC memiliki mandat untuk mendapatkan prinsip-prinsip
akuntansi.karena itu sektor swasta harus mendengan secara saksam pandangan-pandangan SEC.
Artinya sektor swasta pembuat dan dan pihak yang menerapkan standar. Namum , ketika sektor
swasta gagal menyelesaikan masalah akuntnasi secepat yang dinginkan SEC , persekutuan antara
SEC dan sektor swasta akan menegang. Hal ini terjadi dalam perdebatan terkini tentang
akuntansi untuk penggabungan usaha serta aktiva tidak terwujud , dan menyangkut akuntnasi
untuk transaksi di luar neraca pada entitas bertujuan khusus , yang ditekankan dan kegagalan
enron
Penerapan
Perusahaan yang terdaftar pada bursa saham diwajibkan untuk menyampaikan laporan keuangan
mereka kepada SEC. Jika SEC merasa yakin bahwa bentuk atau isi laporan keuangan
mengandung ketidaksesuaian akuntansi atau pengungkapan, maka SEC akan mengirimkan surat
pernyataan tentang defisiensi itu kepada perusahaan.
American Institute of Certified Public Accountants (AICPA)
American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) adalah organisasi profesi nasional
dari Certified Public Accountants (CPA) yang memiliki peran penting dalam pengembangan
GAAP.
Committee on Accounting Procedures (CAP)
Atas desakan SEC , amerecian institute of certified public accountants (AICPA) membentuk
committe on accounting procedurs (CPA) yang beranggotakan akuntan atau CPA-CPA praktis,
menerbitkan 51 Accounting Research Bulletiens yang meangani berbagai masalah akuntansi
sepanjang tahun 1939sampai 1959.
Accounting Principles Board
Tujuan utama dari Accounting Principles Board (APB) adalah : 1)Mengajukan rekomendasi
prinsip akuntansi secara tertulis. 2) Menentukan praktek akuntansi yang tepat. 3) Mempersempit
area perbedaan serta ketidakkonsistenan dalam praktik. Untuk mencapai tujuan ini , misi APB
adalah mengembangkan konsep kerja konseptual secara keseluruhan untuk membantu
pemecahan masalah yang muncul dan melakukan riset subtantif atas isu-isu yang mengeluarkan
ketetapan.
Financial Accounting Standards Board (FASB)
Rekomendasi wheat committe ini mengakibatkan dibubarkannya APB an dibentuknya struktur
penetapa standar baru yang terdiri dari tiga organisasi-Financial Accounting Fondation ( FAF) ,
Financial accounting Standarts Board (FASB) dan Financial Accounting Standards Advisory
Council ( FASAC ).
Misi organisasi ini adalah membentuk dan memperbaiki standar-standar akuntansi serta
pelaporan keuangan dalam rangka membimbing dan mendidik publik, yang meliputi emiten,
auditor, serta pemakai informasi keuangan. Beberapa perbedaan signifikan antara FASB sendiri
dengan pendahulunya, APB:
1. Ukuran yang lebih kecil. FASB terdiri dari tujuh anggota , sementara keanggotaan APB
relatif besar yaitu 18
2. Keanggotaan Penuh-Waktu, Bergaji. Anggota -anggota FASB mendapat gaji dan bersifat
penuh waktu yang diangkat untuk masa tugas 5 tahun serta dapat di perpanjang. Anggota
APB tidak dibayar dan besifat paruh waktu.
3. Otonomi yang lebih besar. APB merupakan komite senior dari AICPA , sementara FASB
bukan merupakan organ dari organisasi profesi manapun. Anggota -anggota FASB
diangkat dan hanya bertanggung jawab kepada Finnacial Accounting Fondation`
4. Independensi yang Lebih Tinggi. Anggota-anggota APB tetap memegang jabatan lama
mereka. Pada kantor akuntan , perusahaan , atau institusi; sementara anggota FASB di
haruskan memutuskan semua ikatan semcam itu.
5. Representasi yang Lebih Luas. Semua anggota APB harus merupakan CPA anggota
AICPA , anggota FASB tidak harus CPA.
FASB menggunakan standar akuntansi keuangan (finansial accounting standards) dalam
ketetapannya. Jenis-jenis ketetapan utama yang dikeluarkan FASB adalah:
 Standar, Interpretasi, dan Posisi Staf
Standar akuntansi keuangan yang diterbitkan oleh FASB dipandang sebagai prinsip-prinsip
akuntansi yang diterima umum. Interprestasi (interpretation) yang dikeluarkan oleh FASB
merupakan modifikasi atau perluasan dari standar-standar yang ada. Terakhir FASB
menerbitkan posisi staf, yang memberikan pedoman interpretif dan juga perubahan kecil
terhadap standar dan interpretasi.
 Konsep Akuntansi Keuangan
Sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk menyingkir dari pendekatan masalah
permasalah, FASB pada bulan November 1978 menerbitkan serangkaian Statement of
Financial Accounting Concepts sebagai bagian dari proyek kerangka kerja konseptualnya.
SFAC menetapkan tujuan dan konsep fundamental yang akan digunakan FASB dalam
mengembangkan standar akuntansi dan pelaporan keuangan di masa depan.
 Pernyataan EITF (Emerging Issues Task Force Statements)
Adapun tujuan dari gugus tugas ini adalah untuk menciptakan konsensus tentang bagaimana
memperlakukan transaksi keuangan baru dan tidak biasa yang berpotensi menimbulkan
praktek-praktek pelaporan keuangan yang berbeda.
Government Accounting Standards Board (GASB)
Laporan keuangan yang dibuat oleh pemerintah lokal dan negara bagian tidak dapat
diperbandingkan dengan laporan keuanganyang dibuat oleh organisasi bisnis biasa.
Kurangnya komparabilitas ini mencuat pada tahun 1979-an ketika sejumlah kota besar
Amerika seperti New York dan Cleveland hampir bangkrut. Akibatnya Government
Accounting Standards Board (GASB) didirikan.
Pendirian Government Accounting Standards Board (GASB) diwarnai kontroversi.
Banyak pihak percaya bahwa hanya boleh ada satu badan pembuat standar; FASB.
Diharapkan pemisahan pembuatan standar antara GASB, yang berurusan dengan pelaporan
pemerintah lokal dan negara bagian, dan FASB, yang menangani pelaporan dari semua
entitas lain, tidak akan memunculkan konflik
Perubahan Peranan AICPA
AICPA membentuk Accounting Standards Executive Committee (AcSEC) sebagai
komite yang berwenang berbicara atas nama AICPA dibidang akuntansi serta pelaporan
keuangan. AcSEC melakukan hal ini melalui sejumlah metode komunikasi tertulis:
1. Audit and Accounting Guidelines mengikhtisarkan praktek-praktek akuntansi dari
industri tertentu dan menyediakan tuntutan khusus menyangkut masalah-masalah yang
tidak ditangani FASB. Contohnya adalah akuntansi untuk kasino, maskapai penerbangan,
sekolah dan universitas, bank, perusahaan, asuransi, dan banyak lainnya.
2. Statements of Position (SOP) menyediakan tuntutan atas topik-topik pelaporan keuangan
sampai FASB menetapkan standar untuk topik-topik tersebut. SOP bisa memperbaharui,
merevisi, atau mengklarifikasi pedoman-pedoman audit dan akuntansi atau menyediakan
pedoman independen.
3. Practice Bulletins mengindikasikan pandangan AcSEC menyangkut masalah pelaporan
keuangan yang lebih sempit yng tidak ditangani oleh FASB.
Prinsip-prinsip Akuntansi yang Diterima Umum
FASB sedang menyusun sebuah standar, “Hierarki Prinsip-prinsip Akuntansi yang Diterima
Umum,” yang mendefinisikan arti dari prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum. Standar
ini menentukan sumber prinsip-prinsip akuntansi dan kerangka kerja pemilihan prinsip yang
akan digunakan dalam penyusunan laporan keuangan. Standar ini mengelompokkan sumber
utama dari GAAP sebagai berikut: Standar, Interpretasi, dan Posisi Staf FASB; APB Opinions;
dan Accounting Research Bulletins AICPA.

Isu-isu dalam Pelaporan Keuangan


Karena banyak kepentingan bisa dipengaruhi oleh implementasi standar akuntansi, maka
tidaklah mengejutkan jka terdapat debat mengenai siapa yang pantas membuat standar akuntansi
dan kepada siapa harus diterapkan. Beberapa isu penting antara lain:yang lebih sempit, yang
tidak ditangani oleh FASB

Penerapan Standar dalam Lingkungan Politik


Standar akuntansi selain merupakan penemuan dari proses yang teliti dan empiris, juga
merupakan produk yang empiris. Apakah proses politik diperlukan dalam penetapan standar
akuntansi dan pelaporan keuangan? Mengapa tidak? Kita berpolitik di rumah; di sekolah; di
perkumpulan mahasiswa pria, wanita, dan asrama; dikantor; di gereja, kuil, dan mesjid. Politik
ada di mana-mana. Penetapan standar adalah bagian dari dunia nyata, dan kita tidak bisa
menghindari politik serta tekanan politik. Jka kita mempertimbangkan konsekuuensi-
konsekuensi ekonomi dari banyak standar akuntansi, maka tidaklah mengejutkan apabila
kelompok tertentu menjadi sangat kritis dan vokal ketika stanndar dirancang. Hal yanng tidak
boleh dilakukan oleh FASB adalah menerbitkan ketetapan yang semata bermotiff politik.

Kesenjangan Ekspektasi (Harapan)


Pengendalian internal adalah sistem pengecekan dan pencocokan yang dirancang untuk
mencegah serta mendeteksi kecurangan dan kesalahan. Perusahaan memerlukan suatu
pengendalian internal guna menunjukkan apakah ada masalah yang melekat pada cara
perusahaan beroperasi. Namun, masih ada perusahaan yang dilaporkan memiliki kelemahan
pengendalian internal. Kebanyakan masalah muncul pada saat proses tutup buku, defisiensi
pengakuan pendapatan, rekonsiliasi akun, atau yang menyangkut persediaan. Apakah itu cukup?
Kesenjangan Ekspektasi (expectations gap) merupakan apa yang menurut publik harus dilakukan
akuntan, dan apa yang menurut akuntan bisa mereka lakukan, sulit dihilangkan. Kasus-kasus
pelaporan yang curang selalu menimbulkan tanda tanya apakah profesi akuntansi telah berbuat
secara semestinya. Walaupun bisa berkilah bahwa mereka tidak bisa bertanggung jawab atas
setiap kekacauan keuangan, namun profesi akuntansi harus terus berjuang untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat. Pengembangan sistem yang benar-benar transparan, jelas, dan terpercaya
memerlukan sumber daya yang mahal.

Standar Akuntansi Internasional


Saat ini ada dua standar yang diterima untuk digunakan secara internasional- GAAP A.S. dan
Internasional Financial Report Standards (IFRS) yang diterbitkan oleh International Accounting
Standards Boards (IASB) yang bermarkas di London. Perusahaan yang terdaftar di pasar saham
negara lain masih diperbolehkan menggunakan GAAP A.S. Sebaliknya, perusahaan asing yang
terdaftar di pasar modal A.S. diwajibkan untuk merekonsiliasi informasi keuangannya dengan
GAAP A.S. Alasannya adalah bahwa GAAP A.S. lebih ekstensif dan rinci daripada standar
IASB.

Etika dalam Lingkungan Akuntansi Keuangan


Dalam akuntansi, seperti dalam bidang bisnis lainnya, sering ditemukan dilema etika. Sebagian
dari dilema ini adalah sederhana dan mudah diipecahkan. Namun banyak diantaranya kompleks
dan tidak mudah. Sensitivitas etika dan proses pemiliihan alternatif ini bisa diperumit oleh
tekanan-tekanan yang mungkin berbentuk tekanan waktu, tekanan kerja, tekanan klien, tekanan
pribadi, dan tekanan rekan kerja.