Anda di halaman 1dari 14

CRITICAL BOOK REPORT

TEORI BELAJAR
Dosen Pengampu :

DEWI SYAFRIANI,S.Pd.,M.Pd.

Disusun Oleh:

NAMA : ALFERNANDO GULO


NIM : 4173331005
KELAS : KIMIA DIK. A 2017

KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019
Kata Pengantar
Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan
Rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas Critical Book Report untuk memenuhi
tugas mata kuliah Strategi Belajar Mengajar. Penulis berterima kasih kepada dosen yang
bersangkutan yang sudah memberikan bimbingannya.
Penulis juga menyadari bahwa tugas ini masih banyak kekurangan oleh karena itu penulis
meminta maaf jika ada kesalahan dalam penulisan dan penulis juga mengharapkan kritik dan
saran yang membangun guna kesempurnaan tugas ini.
            Akhir kata penulis ucapkan terima kasih semoga dapat bermanfaat dan bisa menambah
pengetahuan bagi pembaca.

Medan, 13 Mei 2019

Penyusun
Daftar Isi
Kata Pengantar...........................................................................................................................i
Daftar Isi.....................................................................................................................................ii

BAB I : PENDAHULUAN

1.1.............................................................................................................................................Lat
ar Belakang.........................................................................................................................1
1.2.............................................................................................................................................Ru
musan Masalah...................................................................................................................1
1.3.............................................................................................................................................Tuj
uan.......................................................................................................................................1

BAB II : ISI BUKU

2.1 Identitas Buku.....................................................................................................................3


2.2 Ringkasan Isi Buku.............................................................................................................5

BAB III : PEMBAHASAN

3.1..............................................................................................................................................Ke
unggulan Buku....................................................................................................................3
3.2..............................................................................................................................................Ke
lemahan Buku......................................................................................................................5

BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN

4.1..............................................................................................................................................Ke
simpulan..............................................................................................................................3
4.2..............................................................................................................................................Sar
an.........................................................................................................................................5

Daftar Pustaka.........................................................................................................................2

Lampiran.................................................................................................................................20
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Tujuan pembelajaran bukanlah penguasaan materi pelajaran, akan tetapi proses
untuk mengubah tingkah laku siswa sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Pencapaian
tujuan pembelajran merupakan out put/ out come dari sistem yang berjalan. Dalam
sebuah sistem tentu ada input-proses-output. Pembelajaran berada pada posisi tengah
yaitu pada proses. Keberlangsunngan proses sangat dipengaruhi oleh input yang
masukan. Sehingga out put sesuai dengan apa yang diharapkan. Proses akan berjalan
lancar apabila didukung dengan pengetahuan dan komponen-komponen yang memadai.
Banyak pengajar yang dalam melaksanakan belajar mengajarnya tidak bisa
mencapai tujuan/kompetensi yang ditentukan. Penyebabnya adalah pemebelajaran tidak
sesuai dengan karakteristik siswa. Siswa inginnya “begini pengajar melakukan begitu”
tidak ada sinergitas antara pengajar dan siswa. Karakteristik siswa merupakan salah satu
faktor penyebab efektif dan tidaknya pembelajaran.

1.2 Tujuan
1. Mengetahui kekurangan dan kelebihan dari buku
2. Mengetahui perbedaan dari kedua buku
3. Mengusai materi pada buku secara mendalam

1.3 Manfaat
1. Memahami dengan baik materi yang terdapat pada buku
2. Menambah wawasan dengan adanya materi yang disajikan dari buku ini
3. Sebagai bahan pertimbangan buku mana yang lebih baik digunakan sebagai referensi
BAB II

ISI BUKU

2.1. Identitas Buku

Buku 1
Judul Buku : Teori Belajar
Penulis : Iswadi, M.Pd
Penerbit : IN MEDIA
Tahun Terbit : 2017
Tebal Buku : 158 halaman
Kota Terbit : Bogor

Buku 2
Judul Buku : Teori Belajar dan Pembelajaran
Penulis : Prof. Dr. Abdul Hamid K, M.Pd.
Penerbit : Program Pascasarjan Universitas Negeri Medan
Tahun Terbit : 2014
Tebal Buku : 146 halaman
Kota Terbit : Medan
2.2. Ringkasan Isi Buku
Buku I
TEORI BELAJAR BEHAVIORISME
Behavioristik merupakan salah satu aliran psikologi yang memandang individu
hanya dari sisi fenomena jasmaniah, dan mengabaikan aspek-aspek mental. Dengan kata
lain, behavioristik tidak mengakui adanya kecerdasan, bakat, minat dan perasaan individu
dalam suatu belajar. Peristiwa belajar semata-mata melatih refleks-refleks sedemikian
rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu. Dalam konsep behavioral,
perilaku manusia merupakan hasil belajar, sehingga dapat diubah dengan memanipulasi
dan mengkreasi kondisi-kondisi belajar. Teori behavioristik sangat menekankan perilaku
atau tingkah laku yang dapat diamati. Teori-teori dalam rumpun ini sangat bersifat
molekular, karena memandang kehidupan individu terdiri atas unsur-unsur seperti halnya
molekul-molekul. Ada beberapa ciri dari rumpun teori ini, yaitu:
 Mengutamaan unsur-unsur atau bagian-bagian terkecil
 Bersifat mekanistik
 Menekankan peranan lingkungan
 Mementingkan pembentukan reaksi atau respon
 Menekankan pentingnya latihan

Teori belajar behavioristik menjelaskan belajar itu adalah perubahan perilaku yang
dapat diamati, diukur dan dinilai secara konkret. Perubahan terjadi melalui rangsangan
(stimulus) yang menimbulkan hubungan perilaku reaktif (respon) berdasarkan hukum-
hukum mekanistik. Stimulus tidak lain adalah lingkungan belajar anak, baik yang internal
maupun eksternal yang menjadi penyebab belajar. Sedangkan respon adaah akibat atau
dampak, berupa reaksi fisik terhadap setimulans. Belajar berarti penguatan ikatan,
asosiasi, sifat dan kecenderungan perilaku S-R (stimulus-Respon).

Teori belajar behavioristik adalah sebuah terori yang dicetuskan oleh Gage dan
Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Teori ini lalu
berkembang menjadi aliran psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah
pengembangan teori dan praktik pendidikan dan pembelajaran yang dikenal sebagai
aliran behavioristik. Aliran ini menekankan pada terbetuknya perilaku yang tampak
sebagai hasil belajar.
Di dalam buku ini juga dicantumkan beberapa tokoh behavioristik beserta
pemikirannya, antara lain sebagai berikut:
1. Edward Edward Lee Thorndike/Teori Koneksionisme
Menurut Thorndike dasar dari belajar adalah Trial dan error atau aslinya disebut sebagai
learnin by selecting and connecting. Thorndike mengajukan pengertian tersebut dari
eksperimennya dengan Puzzle Box. Atas dasar pengamtannya terhadap bermacam-
macam percobaan, thorndike sampai pada kesimpulan bahwa hewan itu dapat
melepaskan diri dari puzzle box. Selanjutnya dikemukakan bahwa perilaku dari semua
hewan coba itu sama. Thorndike mengajukan tiga macam hokum dalam eksperimennya
yaitu: hukum kesiapan (law of readiness), hukum latihan (law of exercise), hukum akibat
(law of effect).
2. Teori Belajar Menurut Watson
Watson mendefinisikan belajar sebagai proses interaksi antara stimulus dan respon,
namun stimulus dan respon yang dimaksud harus dapat diamati (observable) dan dapat
diukur.
3. Teori Belajar Menurut Clark Hull
Clark Hull juga menggunakan variabel hubungan antara stimulus dan respon untuk
menjelaskan pengertian belajar. Bagi Hull, seperti halnya teori evolusi, semua fungsi
tingkah laku bermanfaat terutama untuk menjaga agar organism tetap hidup.
4. Edwin Guthrie/Kontiguitas
Kunci teori Guthrie terletak pada prinsip tunggal bahwa kontiguitas merupakan fondasi
pembelajaran. Guthrie memandang perilaku sebagai gerakan daripada sebagai respon.
5. Burrhus Frederic Skinner/Operant conditioning
Skinner berpendapat bahwa untuk membentuk tingkah laku tertentu perlu diurutkan atau
dipecah-pecah menjadi bagian-bagian atau komponen tingkah laku yang spesifik. Dari
eksperimen yang dilakukan B.F. Skinner terhadap tikus dan selanjutnya terhadap burung
merpati menghasilkan hukum-hukum belajar, diantaranya: Law of operant conditioning
dan Law of extinction.

 Implikasi Teori Behavioristik dalam Pembelajaran


Ada beberapa implikasi teori behavior dalam pembelajaran, antara lain:
1. Pembelajaran yang dirancang dan berpijak pada teori behavioristik memandang
bahwa pengetahuan adalah obyektif, pasti, tetap, tidak berubah.
2. Peserta didik dianggap sebagai objek pasif yang selalu membutuhkan motivasi
dan penguatan dari pendidik.
3. Teori behavioristik dalam proses pembelajaran dirasakan kurang memberikan
ruang gerak yang bebas bagi peserta didik untuk berkreasi, bereksperimentasi dan
mengembangkan kemampuannya sendiri.
4. Tujuan pembelajaran menurut teori behavioristik ditekankan pada penambahan
pengetahuan, sedangkan belajar sebagai aktivitas “mimetic” , yang menurut
peserta didik untuk mengungkapkan kembali pengetahuan yang sudah dipelajari
dalam bentuk laporan, kuis, atau tes.
5. Evaluasi menekankan pada respon pasif, keterampilan secara terpisah, dan
biasanya menggunakan paper dan pencil test.
 Analisis Tentang Teori Behavioristik
Kaum behavioris menjelaskan bahwa belajar sebagai suatu proses perubahan tingkah laku
dimana reinforcement dan punishment menjadi stimulus untuk merangsang pebelajar
dalam berperilaku.
Teori behavioristik banyak dikritik karena seringkali tidak mampu menjelaskan
situasi belajar. Teori behavioristik banyak dikritik karena seringkali tidak mampu
menjelaskan situasi belajar yang kompleks, sebab banyak variabel atau hal-hal yang
berkaitan dengan pendidikan dan/atau belajar yang dapat diubah menjadi sekedar
hubungan stimulus dan respon. Teori ini tidak mampu menjelaskan penyimpangan-
penyimpangan yang terjadi dalam hubungan stimulus dan respon.

Buku II
TEORI BELAJAR BEHAVIORISME (TINGKAH LAKU)
Menurut teori ini belajar adalah perubahan tingkah laku. Seseorang dianggap telah belajar
sesuatu bila mampu menunjukkan perubahan tingkah laku. Menurut teori ini yang
terpenting adalah masukan/input yang berupa stimulus dan keluaran/output yang berupa
respon. Sedangkan apa yang terjadi di antara stimulus dan respon itu dianggap tak
penting diperhatikan sebab tidak diamati. Yang dapat diamati hanyalah stimulus dan
respon. Disinii terlihat bahwa proses belajar lebih dianggap sebagai suatu proses yang
bersifat mekanistik dan otomatik tanpa membicarakan apa yang terjadi selama itu dalam
diri pebelajar seperti pikiran, dan sebagainya. Teori tingkah laku sering dikritik karena
tidak mampu menjelaskan situasi belajar yang kompleks, sebab banyak hal di dunia
pendidikan yang tidak dapat diubah menjadi sekedar hubungan stimulus dan respon.
Berikut ini dikemukakan beberapa ahli teori behaviorisme (perilaku) yang perlu
diketahui.
1. THORNDIKE (Hukum Pengaruh)
Teori belajar Thorndike disebut “Connectionisme” karena belajar merupakan proses
pembentukan koneksi-koneksi antara stimulus dan respon. Teori ini sering pula disebut
“trial and error learning” individu yang belajar melakukan kegiatan melalui proses “trial
and error” dalam rangka memilih respon yang tepat bagi stimulus tertentu.
2. TEORI IVAN PAVLOP (CLASSICAL CONDITIONING)
Teori ini didasarkan atas reaksi sistem tak terkontrol dalam individu dan reaksi emosional
yang dikontrol oleh sistem urat syaraf otonom serta gerak refleks setelah individu
menerima stimulus dari luar.
3. TEORI JOHN B. WATSON
Watson berpendapat “belajar merupakan proses terjadinya refleks-refleks atau respon-
respon bersyarat melalui stimulus pengganti”. Menurut Watson stimulus dan respon
haruslah berbentuk tingkah laku yang dapat diamati (observable).
4. TEORI EDWIN R. GUTHRIE
Guthrie memperluas penemuan Watson tentang belajar. Ia mengemukakan prinsip belajar
yang disebut “The law of association” yang berbunyi: suatu kombinasi stimulus yang
telah menyertai suatu gerakan, cenderung akan menimbulkan geraka itu, apabila
kombinasi stimulus itu muncul kembali. Dengan kata lain jika pebelajar menegerjakan
sesuatu dalam situasi tertentu, maka nantinya dalam situasi yang sama pebelajar akan
mengulangi hal serupa lagi.
5. TEORI HULL
Clark Hull sangat terpengaruh oleh teori evolusi yang dikembangkan oleh Charles
Darwin. Bagi Hull, seperti dalam teori evolusi, semua fungsi tingkah laku bernanfaat
terutama untuk menjaga kelangsungan hidup. Menurutnya keturunanlah yang
bertanggung jawab terhadap hubungan S-R yang pertama, tetapi kemampua organisme
secara perorangan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya tergantung pada
modifikasi hubungan S-R tersebut.
6. TEORI B.F. SKINNER (Operant Conditioning)
Teori Skinner menyatakan bahwa setiap kali memperoleh stimulus, individu akan
mengadakan respon berdasarkan hubungan S-R. Tingkah laku bukanlah sekedar respon
terhadap stimulus tetapi suatu tindakan yang disengaja atau operant. Operant ini juga
dipengaruhi oleh apa yang terjadi sesudahnya. Jadi operant conditioning atau operant
learning, itu melibatkan pengendalian konsekuensi.
BAB III
PEMBAHASAN

3.1. Keunggulan Buku


Buku 1
1. Penjelasan materi tentang teori belajar Behaviorisme pada buku ini menggunakan bahasa
yang mudah dipahami.
2. Terdapat rangkuman yang berisi garis-garis besar penjelasan materi yang isinya sinkron
dengan penjelasan secara luas pada buku tersebut.
3. Memiliki desain cover yang menarik.

Buku 2

1. Penjelasan materi tentang teori belajar Behaviorisme pada buku ini menggunakan bahasa
yang mudah dipahami.
2. Memiliki desain cover yang menarik.

3.2. Kelemahan Buku


Buku 1
1. Buku tidak dilengkapi soal latihan yang bisa menjadi bahan untuk menguatkan
pemahaman pembaca terhadap isi buku.

Buku 2
1. Penulisan pada buku ini tidak dilakukan secara runtut sehingga menyebabkan pembaca
bingung.
2. Buku ini tidak memiliki rangkuman materi.
3. Buku ini tidak memiliki soal latihan yang bisa menjadi bahan untuk menguatkan
pemahaman pembaca terhadap isi buku.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

4.1. Kesimpulan
Teori belajar menurut para ahli penting untuk diketahui dan dipahami calon
pengajar, dalam hal ini khususnya teori belajar behaviorisme yang bisa membantu calon
pengajar nantinya memahami siswa bukan hanya dari sisi akademisnya tetapi juga dari
sisi psikisnya. Dengan dipahaminya teori belajar, maka akan tecipta para pengajar yang
handal dan menciptakan produk sumber daya manusia yang unggul pula.

4.2. Saran
Untuk pembaca sebaiknya jangan langsung menggunakan makalah ini sebagai
referensi, karena makalah ini masih jauh dari kata sempurna, sebelum digunakan seabagi
referensi ada baiknya dikaji terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahan.
Daftar Pustaka
Hamid, Abdul K., 2014. Teori Belajar dan Pembelajaran. Program Pascasarjana Universitas

Negeri Medan : Medan.

Iswadi., 2017. Teori Belajar. IN Media : Bogor.