Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

EKONOMI KOPERASI DAN UMKM


KINERJA KOPERASI INDONESIA

Dosen Pengampu :
Sulaiman Lubis ,SE.MM


Disusun oleh :

Sri Hutajulu
7203210044



MAHASISWA PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN KELAS B
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN (2020)




KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang
Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia –Nya,
sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini.
Dalam makalah ini saya membahas mengenai KINERJA
KOPERASI INDONESIA
Dalam menyusun makalah ini, saya menyadari akan banyak
bantuan dari berbagai pihak baik secara langsung maupun
tidak langsung, maka pada kesempatan yang baik ini
sayanmengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
mendukung dalam penyelesaian makalah ini.
Saya menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih
jauh dari sempurna, maka guna penyempurnaan isi makalah
ini saya mengharapkan saran dan kritik yang membangun
dari berbagai pihak. Dan saya mengharapkan agar makalah
ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak.


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Koperasi merupakan usaha bersama dari sekelompok orang
yang mempunyai kepentingan yang sama dengan tujuan
meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Koperasi di
Indonesia saat ini telah berkembang dengan pesat karena
para anggotanya yang terdiri dari masyarakat umum telah
mengetahui manfaat dari pendirian koperasi, yang dapat
membantu perekonomian dan mengembangkan kreatifitas
anggota.
Upaya dari pendirian koperasi ini sangat
menguntungkan bagi masyarakat untuk lebih memahami
koperasi. Tujuan koperasi sebagai perusahaan atau badan
usaha bukan semata-mata hanya orientasi laba, melainkan
juga pada orientasi manfaat. Karena itu, dalam banyak kasus
koperasi, manajemen koperasi tidak mengejar keuntungan
sebagai tujuan utama perusahaan karena mereka bekerja
didasari dengan pelayanan.

B. Rumusan Masalah

1. Apa saja variabel kinerja koperasi dan pengukuran
kinerja koperasi
2. Bagaimana kelembagaan, keanggotaan, volume usaha,
permodalan, asset dan SHU Koperasi?
3. Apa yang dimaksud efisien koperasi dan klasifikasi
koperasi


C. Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini:
1. Untuk mengetahui variabel kinerja koperasi dan prinsip
pengukuran kinerja koperasi
2. Untuk mengetahui kelembagaan permodalan koperasi
3. Untuk mengetahui efklasifikasi koperasi





BAB II

PEMBAHASAN

Variabel kinerja koperasi dan prinsip pengukuran kinerja koperasi
1. Variabel kinerja
Secara umum, variabel kinerja koperasi yang diukur untuk melihat
perkembangan dan pertumbuhan (growth) koperasi di Indonesia terdiri
dari kelembagaan (jumlah koperasi per provinsi, jumlah koperasi per jenis
/ kelompok koperasi, jumlah koperasi aktif dan non aktif), keanggotaan,
volume usaha, permodalan, asset dan sisa hasil usaha.

2. Pengertian Pengukuran kinerja
Pengukuran kinerja merupakan suatu alat manajemen yang digunakan
untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan akuntabilitas.
Pengukuran kinerja adalah proses dimana organisasi menetapkan
parameter hasil untuk dicapai oleh program, investasi, dan akuisi yang
dilakukan. Proses pengukuran kinerja seringkali membutuhkan
penggunaan bukti statistik untuk menentukan tingkat kemajuan suatu
organisasi dalam meraih tujuannya. Tujuan mendasar dibalik
dilakukannya pengukuran adalah untuk meningkatkan kinerja secara
umum.
Dalam pengukuran kinerja terdapat beberapa prinsip-prinsip yaitu:
• Seluruh aktivitas kerja yang signifikan harus diukur.
• Pekerjaan yang tidak diukur atau dinilai tidak dapat dikelola karena
darinya tidak ada informasi yang bersicfat obyektif untuk
menentukan nilainya.
• Kerja yang tak diukur sebaiknya diminimalisir atau bahkan
ditiadakan.
• Keluaran kinerja yang diharapkan harus ditetapkan untuk seluruh
kerja yang diukur.
• Hasil keluaran menyediakan dasar untuk menetapkan akuntabilitas
hasil alih sekedar mengetahui tingkat usaha.
• Mendefinisikan kinerja dalam artian hasil kerja semacam apa yang
diinginkan adalah cara manajer dan pengawas untuk membuat
penugasan kerja operasional.
• Pelaporan kinerja dan analisis variansi harus dilakukan secara
periodik.
• Pelaporan yang kerap memungkinkan adanya tindakan korektif
yang segera dan tepat waktu.
• Tindakan korektif yang tepat waku begitu dibutuhkan untuk
manajemen kendali.

Kelembagaan, Keanggotaan, Permodalan, Volume Usaha, Asset dan
SHU
1. Kelembagaan
Organisasi koperasi adalah alat untuk mencapai tujuan. Sedangkan
struktur organisasi adalah susunan dan hubungan antar komponen dan
antar posisi dalam sebuah perusahaan. Struktur organisasi mencerminkan
herarki organisasi dan struktur wewenang serta garis koordinasi dan
tanggung jawab
Tujuan dan fungsi koperasi
Sebelum membahas tujuan dan fungsi sebuah lembaga koperasi, secara
garis besarnya lembaga koperasi merupakan sebuah lembaga keuangan
yang berazaskan kekeluargaan dan bergotong-royong. Dan tujuannyapun
tak lain untuk meningkatkan taraf ekonomi anggotanya dan masyarakat
sekitar.

Ada 3 hal penting tujuan sebuah lembaga didirikan :
a. Memaksimumkan Keuntungan, sebuah lembaga harus mampu
memaksimalkan keuntungan yg didapat untuk meningkatkan kualitasnya,
anggota maupun sekitarnya.
b. Memaksimumkan Nilai Perusahaan, setelah sebuah lembaga
mendapatkan keuntungan maksimal, lembaga itupun harus
melaksanakan nilai2 yang diemban sejak didirikan.
c. Meminimumkan Biaya, untuk melaksanakan ke2 poin tersebut
sebuah lembaga harus mampu memanfaatkan resource yang ada
ataupun yang terbatas untuk mengefisiensikan pelaksanaannya.[6]

2. Keanggotaan Koperasi
Anggota koperasi merupakan pemilik dan juga pengguna jasa koperasi.
Dalam koperasi ada pula anggota luar biasa. Dikatakan luar biasa bila
persyaratan untuk menjadi anggota tidak sepenuhnya dapat dipenuhi
seperti yang ditentukan dalam anggaran dasar.
Syarat Keanggotaan Koperasi:
a. Setiap warga negara Indonesia (WNI) yang mampu melakukan
tindakan hukum atau badan hukum koperasi yang memenuhi
persyaratan.
b. Menerima landasan dan asas koperasi.
c. Bersedia melakukan kewajiban-kewajiban dan hak-haknya sebagai
anggota.


Sifat Keanggotaan Koperasi Berikut ini sifat keanggotaan koperasi.
a. Terbuka dan sukarela.
b. Dapat diperoleh dan diakhiri setelah syarat-syarat dalam anggaran
dasar terpenuhi.
c. Tidak dapat dipindahtangankan.
Berakhirnya Keanggotaan Koperasi Keanggotaan koperasi dinyatakan
berakhir apabila seperti berikut ini.
a. Meninggal dunia.
b. Meminta berhenti karena kehendak sendiri.
c. Diberhentikan pengurus karena tidak memenuhi syarat
keanggotaan.
Kewajiban Anggota Koperasi Tercantum dalam Pasal 20 UU No. 25 Tahun
1992 Berikut ini kewajiban bagi anggota koperasi.
a. Mematuhi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga serta
keputusan yang telah disepakati rapat anggota.
b. Berpartisipasi dalam kegiatan usaha yang diselenggarakan
koperasi.
c. Mengembangkan dan memelihara kebersamaan berdasarkan atas
asas kekeluargaan.
Hak Anggota Koperasi Menurut Pasal 20 UU No. 25 Tahun 1992 Selain
mempunyai kewajiban, anggota juga mempunyai hak seperti berikut ini.
a. Menghadiri dan menyatakan pendapat serta memberikan suara
dalam rapat anggota.
b. Memilih dan atau dipilih menjadi anggota pengurus atau
pengawas.
c. Meminta diadakan rapat anggota menurut ketentuan dalam
anggaran dasar.
d. Mengemukakan pendapat atau saran kepada pengurus di luar
rapat anggota baik diminta maupun tidak diminta.
e. Memanfaatkan koperasi dan mendapat pelayanan yang sama
antaranggota.
f. Mendapatkan keterangan mengenai perkembangan koperasi
menurut ketentuan dalam anggaran dasar.
Permintaan Menjadi Anggota Koperasi
Setiap orang yang ingin menjadi anggota koperasi perlu mempelajari
lebih dahulu maksud dan tujuan koperasi tersebut, terutama mengenai
syarat-syarat keanggotaan dan hak serta kewajibannya sebagai anggota.
a. Jika persyaratan sudah diterima, selanjutnya calon mengisi
formulir pendaftaran dikoperasi tersebut.
b. Jika pengurus menyetujui perminyaan calon anggota, maka
selanjutnya harus diberitahukan kepada yang bersangkutan mulai saat
tersebut dapat diterima menjadi anggota koperasi.
c. Bila permohonan seseorang menjadi anggota koperasi ditolak,
maka pencalonannya sebagai anggota dapat diajukan kembali dalam RA
yang akan datang, dan keputusannya akan mengikat pengurus untuk
memenuhinya.
Bukti Keanggotaan Koperasi
Buku daftar anggota merupakan salah satu yang ditetapkan oleh UU
Koperasi, karena buku daftar anggota memuat tentang nama lengkap,
umur, mata pencaharian, tempat tinggal, tanggal masuk menjadi anggota,
cap ibu jari kiri atau tanda tangan anggota, sebab diberhentikannya
seorang anggota, tanda tangan ketua dan tanggal dibubuhinya tanda
tangan tersebut.

Arti Modal Bagi Koperasi
Maksud dari pemberian penekanan tersebut adalah untuk menjelaskan
bahwa koperasi itu bukanlah kumpulan dari modal (pemodal), seperti
halnya pada perseroan terbatas, dimana besar kecilnya modal yang
ditanam oleh peserta atau pemilik modal tersebut menentukan besar
kecilnya hak suara seseorang anggota dalam kebijaksanaan dan dalam
pengelolaan usaha perusahaan.
Modal jangka panjang diperlukan untuk penyediaan fasilitas fisik bagi
koperasi, seperti untuk pembelian tanah, gedung, mesin-mesin dan
kendaraan-kendaraan yang diperlukan oleh koperasi.[8]
Modal jangka pendek diperlukan oleh koperasi untuk membiayai kegiatan
operasional koperasi, seperti gaji, pembelian, bahan baku, pembayaran
pajak dan asuransi, biaya penelitian, dsb. Dalam koperasi tersebut adalah
koperasi simpan pinjam modal ini diperlukan untuk pemberian pinjaman
kepada anggota-anggota, modal kerja ini disebut juga sebagai circulating
capital.[9]
Dana pendirian atau pengorganisasian (organizational funds) digunakan
untuk membiayai pengeluaran koperasi selama dalam proses pendirian
atau pengorganisasian, sebelum organisasi bisa beroperasi seperti untuk
izin pendirian, izin usaha, pembuatan anggaran dasar dan rencana kerja,
dsb.
Menurut klasik, modal diartikan sebagai hasil produksi yang digunakan
untuk memproduksi lebih lanjut. Dalam perkembangannya, pengertian
modal mengarah kepada sifat non-physical, dalam arti modal ditekankan
kepada nilai, daya beli atau kekuasaan memakai atau menggunakan yang
terkandung dalam barang modal.

Klasifikasi Koperasi
1.Klasifikasi Koperasi Menurut Fungsinya
a. Koperasi Konsumsi (Pembelian)
Koperasi konsumsi adalah koperasi yang fungsinya untuk membeli atau
pengadaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan anggotanya
sebagai konsumen.
b. Koperasi Distribusi (pemasaran)
Koperasi Distribusi atau penjualan atau pemasaran adalah koperasi yang
fungsinya untuk mendistribusikan barang dimana anggotanya berperan
sebagai penjual barang dan jasa kepada konsumen. Anggota koperasi
berperan sebagai pemasok barang atau jasa.
c. Koperasi Produksi
Koperasi produksi adalah koperasi yang fungsinya untuk menghasilkan
barang dan jasa dimana anggotanya bekerja sebagai pegawai atau
karyaan yang akan menghasilkan suatu produk tertentu. Produk ini
kemudian akan diserahkan kepada distributor untuk dijual kepada
konsumen.



d. Koperasi Jasa
Jasa adalah koperasi yang fungsinya untuk penyelenggaraan atau
pelayanan jasa yang dibutuhkan oleh anggotanya. Anggota koperasi jasa
berperan sebagai pemilik dan pengguna layanan jasa koperasi.
Koperasi yang menjalankan hanya salah satu dari beberapa fungsi di atas
disebut koperasi tunggal, sedangkan koperasi yang menjalankan lebih
dari satu fungsi diatas disebut koperasi serba usaha.

2. Klasifikasi Koperasi Menurut Tingkat dan Luas Daerah Kerjanya
a. Koperasi primer adalah koperasi yang anggotanya minimal adalah
20 individu.
b. Koperasi Sekunder adalah koperasi yang terbentuk dari gabungan
badan-badan koperasi sehingga memiliki cakupan wilayah yang luas dan
anggota yang banyak jika dibandingkan koperasi primer.
Koperasi sekunder dapat dibagi lagi menjadi :
· Koperasi pusat, yaitu koperasi yang anggotanya minimal 5 koperasi
primer.
· Koperasi Gabungan, merupakan koperasi yang anggotanya paling
sedikit 5 koperasi primer.
· Koperasi Induk, merupakan koperasi yang anggotany terdiri dari
minimal 3 koperasi gabungan.

3. Klasifikasi Koperasi Menurut Status Keanggotaannya
a. Koperasi Produsen adalah koperasi yang anggotanya berperan
sebagai produsen (menghasilkan suatu barang atau jasa tertentu.
b. Koperasi Konsumen adalah koperasi yang anggotanya berperan
sebagai konsumen yang menggunakan atau membeli barang dan jasa
untuk memenuhi kebutuhannya.

4. Klasifikasi Koperasi berdasarkan pendekatan menurut tempat tinggal
a. Koperasi desa adalah koperasi yang anggota-anggotanya terdiri
b. Koperasi Unit Desa ini lahir berdasar Instruksi Presiden Republik
Indonesia No.4 Thun 1973, adalah bentuk antara dari Badan Usaha Unit
Desa (BUUD) sebagai suatu lembaga ekonomi berbentuk koperasi, yang
pada tahap awalnya merupakan gabungan dari koperasi koperasi
pertanian atau koperasi desa dalam wilayah Unit Desa, yang dalam
perkembangannya kemudian dilebur atau disatukan menjadi satu KUD.


BAB III

PENUTUP

Kesimpulan:
Koperasi merupakan sebuah lembaga keuangan yang berazaskan
kekeluargaan dan bergotong-royong. Dan tujuannyapun tak lain
untuk meningkatkan taraf ekonomi anggotanya dan masyarakat
sekitar. Inti dari koperasi adalah kerjasama, yaitu diantara
anggota dan para pengurus dalam rangka mewujudkan
kesejahteraan anggota dan masyarakat serta membangun
tatanan perekonomian nasional. Keanggotaan koperasi bersifat
sukarela dan didasarkan atas kepentingan bersama sebagai
pelaku ekonomi. Melalui koperasi, para anggota ikut aktif untuk
memperbaiki kehidupan masyarakat melalui karya dan jasa yang
disumbangkan.

Saran :
Suapaya meningkatkan perekonomian Indonesia , dibutuhkan kinerja
koperasi yang memiliki skill tinggi sehingga perekonomian di
Indonesia bisa meningkat juga .