Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH EKONOMI KOPERASI & UMKM

Koperasi Unit Desa

(Dosen pengampu : Sulaiman Lubis, SE., MM.)

Disusun Oleh :

SRI R HUTAJULU

7203210044

PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita ucapkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat dan
rahmat-Nya, saya bisa menyelesaikan makalah ini. Penulisan makalah ini merupakan salah
satu tugas yang diberikan dalam mata kuliah Ekonomi Koperasi dan UMKM di Universitas
Negeri Medan.
Dalam penulisan makalah ini, saya merasa banyak kekurangan baik pada teknis
penulisan maupun materi, karena keterbatasan pengetahuan. Untuk itu, kritik dan saran yang
membangun dari semua pihak sangat saya harapkan demi penyempurnaan makalah ini.
Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu dalam
menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada Pak Sulaiman Lubis, SE., MM. selaku dosen
mata kuliah Ekonomi Koperasi dan UMKM yang telah memberikan tugas yang berjudul
“Koperasi Unit Desa” dan petunjuk kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan tugas
ini. Akhir kata saya mengucapkan selamat membaca dan semoga materi yang ada di dalam
makalah ini memberikan manfaat dan sumbangan pemikiran bagi pembaca.

Medan , 26 November 2020

Sri R Hutajulu

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................................i
DAFTAR ISI.............................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN..........................................................................................................1
a. Latar Belakang..................................................................................................................1

b. Rumusan Masalah.............................................................................................................1

c. Tujuan...............................................................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN...........................................................................................................3
a. Pengembangan KUD.......................................................................................................3

b. Keberhasilan dan Kekurangan KUD...............................................................................5

c. Permasalahan KUD.........................................................................................................6

d. Program Pembinaan dan Pengembangan KUD..............................................................7

e. Strategi Pembinaan dan Pengembangan KUD................................................................7

BAB III PENUTUP...................................................................................................................9


a. Kesimpulan.......................................................................................................................9

b. Saran.................................................................................................................................9

DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................................10

i
i
BAB I

PENDAHULUAN

a. Latar Belakang
Saat ini kesenjangan ekonomi antara kaya dan miskin masih terjadi dan pemerataan
ekonomi belum sepenuhnya menyentuh sampai pelosok desa. Kita ketahui bahwa sebagian
besar penduduk Indonesia tinggal didaerah pedesaan dan berprofesi sebagai petani kecil
karena lahan yang terbatas dan sempit. Semua masyarakat pedesaan masih berorientasi pada
cara meningkatkkan ekonomi hampir semua sibuk untuk bekerja seperti
bertani,berdagang,berternak dan lain-lain.
Oleh karena itu sudah sewajarnya bila pembangunan pedesaan harus menjadi
prioritas utama dalam rencana strategi dan kebijakan pembangunan di Indonesia. Jika tidak
maka jurang pemisah antara kota dan desa akan semakin tinggi terutama dalam hal
perekonomian.Salah satu unit usaha yang diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi
bangsa, khususnya ekonomi pedesaan adalah Koperasi Unit Desa (KUD), yang telah
terbentuk di masing-masing desa. Dasar terbentuknya KUD di masing-masing desa tersebut
untuk menggerakkan roda ekonomi pedesaan dan juga untuk menunjang pembangunan desa.
Terbentuknya KUD di masing-masing desa, diharapkan mampu membantu masyarakat desa
guna memberikan rasa aman, nyaman dan terpercaya dalam melakukan roda usaha ekonomi
pedesaan.

b. Rumusan Masalah
1. Pengembangan KUD.
2. Keberhasilan dan kekurangan KUD.
3. Permasalahan KUD.
4. Program pembinaan dan pengembangan KUD.
5. Strategi pembinaan dan pengembangan KUD.

c. Tujuan
1. Untuk mengetahui dan memahami koperasi unit desa.

1
2. Untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana KUD dikelola, dibina, dan mampu
menerapkan strategi di perusahaan atau organisasi koperasi dan dapat menunjukkan contoh-
contoh penerapan dalam meningkatkan ekonomi desa.

2
BAB II

PEMBAHASAN

a. Pengembangan KUD
Tahun 1971 peran koperasi ditingkatkan dengan pembentukan Badan Usaha Unit
Desa (BUUD) sebagai persiapan pembentukan KUD. Peranan BUUD adalah sebagai
lembaga penunjang program Bimas yang pola kerjanya dimantapkan oleh Impres Nomer
4/1973 dan Impres Nomer 2/1978. Didalam surat keputusan bersama menteri dalam negeri
dan menteri perdagangan ditentukan wilayah kerja KUD sebagai berikut:
 Berdasarkan potensi ekonomi dan partisipasi masyarakat yang terdapat dalam wilayah
keanggotaan KUD.
 Berdasarkan kemampuan pelayanan yang mampu diberikan KUD yang meliputi
berbagai bidang ekonomi.
Dari keputusan ini dapat disimpulkan bahwa dalam satu wilayah kecamatan
dimungkinkan untuk berdiri lebih dari satu KUD. Pembentukan KUD diarahkan sepenuhnya
kepada keinginan masyarakat desa. Pemerintah hanya berinisiatif agar masyarakat desa
dalam kegiatan ekonominya mau bergabung dalam KUD.
            Koperasi unit desa sebagai satu bentuk koperasi harus tunduk pada Undang-Undang
Nomor 12/1967 dan Undang-Undang Nomor 25/1992 dan berstatus badan hukum. Kegiatan
BUUD dan KUD masih banyak tergantung kepada kemudahan-kemudahan dari pemerintah
seperti penyaluran sarana produksi pertanian, mengadakan pembelian dan penjualan gabah
untuk pengadaan pangan, kredit candak kulak dan kegiatan lain berdasarkan inisiatif KUD
sendiri.
            Pengembangan koperasi unit desa ditujukan untuk menumbuhkan dan meningkatkan
peranan serta tanggung jawab masyarakat pedesaan agar mampu mengurusi diri sendiri
secara nyata serta meningkatkan taraf hidupnya.
KUD sebagai Soko Guru Perekonomian Rakyat, artinya:
 KUD mampu menjadi pusat pelayanan dan wadah utama bagi berbagai kegiatan
ekonomi pedesaan yang efektif dan efisien.

3
 KUD mampu melaksanakan fungsi-fungsi prekreditan, penyediaan sarana produksi,
barang kebutuhan pokok serta jasa lainnya, pengolahan dan pemasaran hasil produksi
serta kegiatan produksi lainnya.
 KUD mampu berswakarsa dan berswakarya dengan jalan memiliki anggota yang aktif
dan jumlah yang cukup memadai, memiliki pengurus yang berjiwa kewirakoperasian,
mempunyai idealisme dan dedikasi, mampu mempekerjakan manager dan staff yang
profesional, memiliki badan pemeriksa yang cakap dan bertanggung jawab serta
memiliki sistem manajemen yang baik.
            Kesejahterahan masyarakat desa akan berkembang secara terus menerus selama cara
kerja KUD tetap baik dan para pengurusnya bekerja dengan jujur serta bertanggungjawab.
Pembangunan masyarakat desa mencakup pembangunan di segala bidang kehidupan
terutama bidang ekonomi, maka semuanya baru dapat dirasakan manfaatnya ketika koperasi
di pedesaan mulai hadir.
Langkah- langkah pengembangan KUD
 Dengan melihat keberadaan KUD yang belum maksimal di masa sulit desa ini, yang justru
sebenarnya melalui KUD mampu menggerakkan roda ekonomi pedesaan, beberapalangkah
perlu dicermati guna meningkatkan keberadaan KUD .
1)      Diperlukan sinergi yang sama antara pemerintah daerah, masyarakat desa danpengurus
KUD.
2)    Visi KUD harus diperluas yakni tidak hanya untuk masyarakat desa setempat sajatetapi
diperluas sampai ke desa lain.
3)      Pengurus KUD hendaknya bertanggung jawab terhadap setiap perubahan yang terjadi.
4)      Masyarakat desa ikut serta membangun dan melakukan kontrol terhadap
kinerjapengurus KUD.
5)      Tumbuhkan ''rasa memiliki yang tinggi'' masyarakat desa terhadap KUD di
erapersaingan yang sangat ketat ini, sehingga dapat menumbuh-kembangkan
perekonomiandesa yang sekaligus pula dapat menumbuh-kembangkan perekonomian
Indonesia dimasa-masa mendatang
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan KUD
Koperasi Unit Desa (KUD) ini pun mempunyai beberapa faktor yang tidak jauh
berbedadalam hal mengembangkan organisasi dengan koperasi. KUD adalah wahana para
petanimencapai harapan agar dapat meningkatkan hasil produksi pertanian juga
sekaligusmeningkatkan kesejahteraan hidup petani pedesaan khususnya di bidang ekonomi.

4
KUDmembutuhkan faktor peran serta anggota, aktivitas dan sumber daya manusia serta
faktoreksternal terhadap kinerja KUD KUD juga dapat menyediakan pupuk dan sarana lain
yangdibutuhkan dalam produksi petani. Pada akhirnya petani akan mendapat keuntungan
baik darisisi penjualan beras dan gabah yang cukup memadai serta tersedianya sarana
produksi pertaniandengan harga yang lebih murah. Tidak hanya menguntungkan bagi petani
saja, namun kegiatanini juga dapat meningkatkan keuangan KUD.
Manfaat yang diberikan KUD dalam pembangunan masyarakat pedesaan:
 KUD sudah mampu memotivasi dan meningkatkan daerah kerja masyarakat desa
 KUD sudah mampu mendekatkan produsen (petani) dengan konsumen
 sudah mampu mengembangkan industry kecil dan pengerajin
 KUD memperkenalkan dan mengajarkan kemajuan teknologi di bidang produksi
 KUD mampu merangsang pertumbuhan kesempatan kerja
Peranan koperasi dalam pembangunan masyarakat desa menurut Muslimin Nasution:
a. Peranan primer antara lain:
 Meningkatkan efisiensi sektor pertanian sehingga memiliki daya tampung yang besar
bagi lapangan kerja di pedesaan
 Mengurangi kebocoran nilai tambah sector pertanian, dimana kelemahan sistem
kelembagaan pertanian dapat diminimisasi
 Menghimpun semua daya masyarakat berpendapatan rendah agar mampu terjun ke
dalam bisnis yang bersekala lebih besar
 Memberi jaminan terhadap risiko yang dihadapi oleh anggota masyarakat
berpendaptan rendah
b. Peranan sekunder antara lain:
 Koperasi berfungsi sebagai penghubung atau sebagai lembaga yang menapung
kegiatan antar sektoral di pedesaan yang dimiliki oleh pengusaha kecil
 Koperasi bertujuan sebagai perangkat penyampaian informasi kepada masyarakat
sampai ke tingkat yang paling bawah

b. Keberhasilan dan Kekurangan KUD


Keberhasilan KUD
    Ukuran keberhasilan koperasi unit desa ditentukan oleh:
1. Baik tidaknya alat perlengkapan organisasi yaitu rapat anggota dalam pengurus
koperasi dan badan pemeriksa koperasi.

5
2. Seberapa jauh kegiatan koperasi unit desa mampu mengelola tugas yang dibebankan
oleh pemerintah seperti pengadaan sarana produksi, kredit candak kulak, partisipasi
anggota dan lain-lain.
Kekurangan KUD
1. Pejabat koperasi sebagai Pembina KUD terlalu cepat memberi bantuan berupa kredit
kepada KUD tanpa disertai pembinaan dan pengawasan yang insentif
2. Penyuluhan mengenai KUD dilakukan sambil lalu tanpa ada koordinasi dengan dinas-
dinas teknis lain.
3. Jumlah tenaga pembina koperasi tidak sebanding dengan luas wilayah dan jumlah
anggota masyarakat yang dilayani.
4. Pejabat koperasi tidak tegas dalam mengambil keputusan terhadap pengurus KUD
yang tidak menjalankan fungsi dengan baik
5. Membeli hasil pertanian dibawah harga pasar
6. Belum mampu bersaing di pasaran
7. Kurangnya permodalan

c. Permasalahan KUD
Untuk mewujudkan KUD agar bisa menjadi soko guru perekonomian rakyat
pedesaan, pemerintah mengadakan program pembinaan dan pengembangan KUD karena
KUD belum mampu menjalankan usahanya secara sendiri apalagi mengembangkannya. Hal
ini disebabkan oleh adanya permasalahan yang cukup berat bagi KUD. Permasalahan terdiri
dari;
a. Permasalahan Ekstern seperti:
 Masyarakat belum mampu sepenuhnya diyakinkan bahwa koperasi merupakan sarana
yang efektif dalam mengatasi kelemahan ekonomis dan dalam meningkatkan
kesejahteraannya.
 Belum adanya rencana induk pengembangan koperasi yang terpadu.
 Belum adanya prasarana yang memadai untuk bisa membangkitkan kegairahan
berkoperasi.
b. Permasalahan Intern seperti:
 KUD lemah dalam organisasi dan manajemen
 Sarana pelayanan dan modal yang belum memadai

6
 Kurangnya pengarahan yang tepat dalam kesinambungan pengembangan kegiatan
ekonomi

Usaha-usaha untuk memecahkan masalah :


 Dengan memberi pelayanan yang baik terhadap kebutuhan anggota
 Mengaktifkan anggota dengan penyuluhan yang intensif
 Mengarahkan KUD pada kemampuannya untuk menjadi koperasi serba usaha dengan
menggunakan potensi daerahnya masing-masing.
 Dengan penyempurnaan organisasi intern dan ekstern KUD
 Dengan memperbaiki manajemen koperasi

d. Program Pembinaan dan Pengembangan KUD


Di Indonesia peranan Pemerintah dalam menggerakan dan mengembangkan koperasi
cukup besar. Campur tangan pemerintah dalam hal ini sifatnya membantu memecahkan
persoalan dan membimbing KUD menuju ke arah organisasi yang lebih otonomi yang
nantinya mampu menjadi soko guru perekonomian rakyat pedesaan.
Untuk membimbing, mendorong, mengembangkan dan membina KUD, dibentuk
BUUD beserta kepengurusannya yang anggotanya terdiri dari unsur-unsur pemuka
masyarakat seperti: Camat, Pamong desa, Guru, Ulama, dll. Pelaksanaan sehari-hari
kebijakan usaha KUD dilaksanakan oleh manager yang mempunyai kemampuan pengelolaan
perusahaan yang mencurahkan waktu sepenuhnya pada pekerjaannya.
Melihat liputan kegiatan yang begitu luas, dari KUD, maka pembinaan KUD sejak
tahun 1972 terus ditingkatkan baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Dari segi kualitas
seperti jumlah anggota, volume usaha, besarnya permodalan, penyaluran sarana produksi
perlengkapan gedung dan kantor. Dari segi kualitas seperti jumlah anggota, volume usaha,
besarnya permodalan, penyaluran sarana produksi perlengkapan gedung dan kantor.
Partisipasi masyarakat dalam KUD bisa diukur dengan mengetahui sejauh mana pengetahuan
masyarakat terhadap manfaat koperasi, pengetahuan anggota terhadap pengurus dan
hubungannya dengan pengurus. Di samping itu juga bisa diukur dari pemenuhan kewajiban
menyetor simpanan, dan frekuansi kunjungan mereka ke KUD.

7
e. Strategi Pembinaan dan Pengembangan KUD
Mengingat luasnya permasalahan yang dihadapi serta keterbatasan dana, daya dan
waktu yang dilakukan suatu strategi yang tepat dalam usaha pembinaan dan pengembangan
KUD strategi pemusatan pelayanan koperasi. Tujuan dari strategi tersebut adalah untuk
mengakomodasikan segala usaha pemerintah dalam mempercepat pengembangan KUD.
Dalam rangka pengembangan KUD, diadakan pengendalian operasional untuk meningkatkan
bimbingan dan penilaian teknis guna kelancaran pelaksanaan program dalam mencapai
tujuan, untuk menyusun laporan rutin dan periodik dalam rangka memonitoring
perkembangan KUD, dan untuk membuat evaluasi atas laporan rutin dalam rangka
mengatasi penyimpangan-penyimpangan dan kelemahan-kelemahan pelaksanaan program
pengembangan KUD sehingga dapat segera diperbaiki dan disempurnakan seawal mungkin.

8
BAB III

PENUTUP

a. Kesimpulan
KUD adalah suatu organisasi ekonomi yang berwatak sosial dan merupakan wadah
bagi perkembangan berbagai kegiatan ekonomi masyarakat pedesaan yang diselenggarakan
oleh dan untuk masyarakat itu sendiri
Salah satu koperasi yang telah lama di Indonesia adalah Koperasi Unit Desa (KUD).
Koperasi Unit Desa adalah suatu organisasi ekonomi yang berasaskan kekeluargaan dan
merupakan wadah bagi pengembangan berbagai kegiatan ekonomi masyarakat pedesaan
yang diselenggarakan oleh dan untuk masyarakat itu sendiri. Aktivitas KUD pada waktu itu
merupakan program pemerintah dalam mewujudkan swasembada beras, meliputi pemberian
kredit pada petani melalui unit desa, serta pengolahan hasil dan pemasaran. Untuk
mendukung pengelolaan KUD, perlu adanya peningkatan mutu SDM yang berkecimpung
dalam KUD melalui pelatihan-pelatihan manajemen koperasi. Secara organisasi dan
kelembagaan, KUD memililki potensi untuk diberdayakan dalam rangka mendukung
pembangunan pertanian dan mendorong KUD melaksanakan aktivitas sesuai kebutuhan
anggota
KUD hendaknya bangkit untuk ikut serta membangun bangsa melalui pembangunan
ekonomi pedesaan. Peran serta pemerintah sebagai penggerak roda ekonomi hendaknya ikut
mendukung keberadaan KUD guna menggerakkan roda ekonomi desa lebih cepat. Demikian
juga, pemerintah bersama-sama masyarakat desa, memilih pengurus KUD yang tentu
memiliki kualitas sumber daya manusia yang profesional. Maju mundurnya KUD, seringkali
disebabkan oleh sumber daya manusia (SDM) yang mengelola KUD tersebut. Jika KUD
dikelola dengan baik, diyakini kemajuan akan tampak dengan jelas. Demikian pula
sebaliknya, jika KUD dikelola tidak secara profesional, maka umur KUD akan tidak
bertahan.

b. Saran
Meskipun penulis menginginkan kesempurnaan dalam penyusunan makalah ini akan
tetapi pada kenyataannya masih banyak kekurangan yang perlu penulis perbaiki. Hal ini

9
dikarenakan masih minimnya pengetahuan penulis. Oleh karena itu kritik dan saran yang
membangun dari para pembaca sangat penulis harapkan sebagai bahan evaluasi untuk
kedepannya.

DAFTAR PUSTAKA

http://amuhni.blogspot.com/2011/12/strategi-pembinaan-dan-pengembangan-kud_26.html
http://dany-fitriansyah.blogspot.com/2012/01/strategi-pembinaan-dan-pengembangan-
kud.html
https://www.coursehero.com/file/p7snqqn/Langkah-langkah-pengembangan-KUD-Dengan-
melihat-keberadaan-KUD-yang-belum/

SELESAI

10