Anda di halaman 1dari 1

RUMAH SAKIT ISLAM SURAKARTA RM.2020.

34c
Jalan Jenderal Ahmad Yani Pabelan, Kartasura, Sukoharjo 57162 Label PASIEN
Telp. (0271) 710571 Fax (0271) 710572, Nama :
Email : info@rsiyarsis.com Website : rsiyarsis.com
Tgl Lahir/Jenis Kelamin :
Register :
Ruang : Tanggal : Jam : (Harap diisi atau menempelkan stiker bila ada)

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN (D.0001)


Diagnosis Keperawatan Luaran Keperawatan Intervensi Nama
(SDKI) (SLKI) (SIKI) & TT
Bersihan Jalan Nafas Tidak Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama Manajemen Jalan Nafas
Efektif (D.0001) X jam, diharapkan Bersihan Jalan Nafas Observasi
Definisi : (L.0002) meningkat sesuai dengan kriteria hasil :  Monitor pola napas (frekuensi,
kedalaman, usaha nafas)
Bersihan Jalan Nafas (L.0002)  Monitor bunyi napas tambahan
*1=Tidak pernah; 2=Jarang; 3=Kadang-kadang; (mis. Gurgling, mengi, wheezing,
4=Sering; 5=Selalu [sesuai dengan rentang yang ronkhi kering)
b.d diharapkan]  Monitor sputum (jumlah, warna,
 Spasme jalan nafas aroma)
 Hipersekresi jalan nafas KRITERIA HASIL 1 2 3 4 5 Terapeutik
 Disfungsi Batuk Efektif  Pertahankan kepatenan jalan
 Neuromuskuler Produksi sputum
meningkat napas dengan head-tilt dan chin-
 Benda asing dalam jalan menurun lift (jawthrust jika curiga trauma
nafas Dispnea menurun servikal)
Sianosis menurun
 Adanya jalan nafas  Posisikan semi-fowler atau
Tidak ada kesulitan
buatan fowler
bicara
 Sekresi yang tertahan  Berikan minum hangat
Gelisah berkurang
 Hiperplasia dinding jalan  Lakukan fisioterapi dada, jika
Frekuensi nafas
nafas perlu
membaik
 Proses infeksi  Lakukan penghisapan lendir
Pola nafas membaik
 Respon alergi kurang dari 15 detik
 Proses infeksi  Lakukan hiperoksigenasi sebelum
 Efek agen farmakologis penghisapan endotrakeal
(mis. Anestesi)  Keluarkan benda padat dengan
 Merokok aktif forsep McGill
 Merokok pasif  Anjurkan asupan cairan 2000
 Terpajan polutan ml/hari sesuai toleransi jantung
d.d gejala dan tanda  Berikan oksigen, jika perlu
Mayor: Edukasi
 Batuk tidak efektif  Ajarkan teknik batuk efektif
 Tidak mampu batuk Kolaborasi
 Sputum berlebih  Kolaborasi pemberian
 Mengi, wheezing dan bronkodilator, ekspektoran,
atau ronkhi kering mukolitik, jika perlu
 Mekonium di jalan nafas  Pemantauan Respirasi
(pada neonatus) Observasi
Minor:  Monitor frekuensi, irama,
 Dispnea kedalaman dan upaya nafas
 Sulit bicara  Monitor adanya sumbatan jalan
 Ortopnea nafas
 Gelisah  Auskultasi bunyi nafas
 Sianosis  Monitor saturasi oksigen
 Bunyi nafas menurun  Monitor hasil x-ray thoraks
 Frekuensi nafas berubah Terapeutik
 Pola nafas berubah  Atur interval pemantauan
respirasi sesuai kondisi pasien