Anda di halaman 1dari 1

RUMAH SAKIT ISLAM SURAKARTA RM.2020.

34c
Jalan Jenderal Ahmad Yani Pabelan, Kartasura, Sukoharjo 57162 Label PASIEN
Telp. (0271) 710571 Fax (0271) 710572, Nama :
Email : info@rsiyarsis.com Website : rsiyarsis.com
Tgl Lahir/Jenis Kelamin :
Register :
Ruang : Tanggal : Jam : (Harap diisi atau menempelkan stiker bila ada)

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN (D.0003)


Diagnosis Keperawatan Luaran Keperawatan Intervensi Nama
(SDKI) (SLKI) (SIKI) & TT
Gangguan Pertukaran Gas Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama Pemantauan Respirasi
(D.0003) X jam, diharapkan pertukaran gas Observasi
(L. 0051) meningkat sesuai dengan kriteria hasil :  Monitor frekuensi, irama,
Definisi : kedalaman dan upaya nafas
Kelebihan atau kekurangan Pertukaran Gas (L. 0051)  Monitor pola nafas (spt bradipnea,
oksigenasi dan/atau *1=Tidak pernah; 2=Jarang; 3=Kadang-kadang; takipnea, hiperventilasi, Kussmaul,
eliminasi karbondioksida 4=Sering; 5=Selalu [sesuai dengan rentang yang Cheyne-Stokes, Biot, ataksik)
pada membrane alveolus- diharapkan]  Monitor kemampuan batuk efektif
kapiler  Monitor adanya produksi sputum
KRITERIA HASIL 1 2 3 4 5  Monitor adanya sumbatan jalan
b/d: Kesadaran meningkat nafas
 Ketidakseimbangan Dipsneu menurun  Palpasi kesimetrisan ekspansi paru
ventilasi-perfusi Bunyi nafas tambahan  Auskultasi bunyi nafas
 Perubahan membrane menurun Terapeutik
alveolus-kapiler Pusing menurun  Atur interval pemantauan respirasi
d.d Gejala & Tanda Penglihatan kabur sesuai kondisi pasien
Mayor menurun
 Dispnea Diaforesis menurun
Terapi Oksigen
 PCO2 Gelisah menurun
Observasi
Nafas cuping hidung
meningkat/menurun  Monitor kecepatan aliran oksigen
 PO2 menurun menurun
 Monitor aliran oksigen secara
 Takikardia PCO2 membaik
periodik dan pastikan fraksi yang
 pH arteri PO2 membaik
Takikardi membaik diberikan cukup
meningkat/menurun Terapeutik
PH arteri membaik
 Bunyi nafas tambahan Sianosis membaik  Bersihkan sekret pada mulut,
Minor Pola nafas membaik hidung dan trakea, jika perlu
 Pusing Warna kulit membaik  Pertahankan kepatenan jalan nafas
 Penglihatan kabur Dukungan ventilasi
 Sianosis Observasi
 Diaforesis  Monitor adanya kelelahan otot
 Gelisah bantu nafas
 Nafas cuping hidung Terapeutik
 Pola nafas abnormal  Berikan oksigenasi sesuai
(cepat/lambat, kebutuhan (nasal kanul,masker
regular/irreguar, wajah, masker rebreathing atau
dalam/dangkal) non rebreathing
 Warna kulit abnormal  Berikan bantuan resusitasi, jika
(mis. Pucat, kebiruan) perlu
 Kesadaran Edukasi
menurunmenurun  Ajarkan pasien batuk efektif
 Ajarkan pasien melakukan
relaksasi nafas dalam
Kolaburasi
 Kolaburasi pemberian obat

Anda mungkin juga menyukai