Anda di halaman 1dari 2

Analisa hasil uji sumur merupakan salah satu metode dalam teknik perminyakan yang

dilakukan untuk menentukan atau mengetahui penyebab masalah yang terjadi pada lubang sumur ,
baik itu reservoir minyak maupun reservoir gas.

Analisa hasil uji sumur sendiri bertujuan untuk menentukan kemampuan suatu formasi
berproduksi atau untuk mengetahui kinerja dari sumur . Sebelum melakukan pengujian sumur
adakalanya harus menganalisa informasi sumur seperti gradient static, tekanan pada perforasi
,temperature formasi, temperature di permukaan , aliran fluida (gas,minyak,dan air), tekanan alir,
tekanan alir di kepala sumur, kedalaman sumur, dan produktivitas indeks. Apabila analisa dilakukan
dengan baik dan di kerjakan dengan teratur maka didapat banyak informasi penting seperti
permeabilitas formasi, kerusakan formasi disekitar lubang sumur akibat pemboran dan komplesi ,
atau saat produksi , tekanan reservoir dan batas-batas reservoir.

Dalam pengujian sumur terdapat beberapa data yang perlu diketahui sebelum pengukuran
yakni tekanan alir dan tekanan statik dimana dalam pengukuran ini harus ada beberapa parameter
penunjang seperti faktor koreksi, defleksi, modulus element, sehingga dalam pengukuran dapat
melihat kandungan suatu sumur tersebut bisa berupa gas, minyak bahkan air.

Pada prinsipnya analisa hasil uji sumur dilakukan dengan metode yang sangat sederhana
yaitu dengan memberikan gangguan kesetimbangan tekanan terhadap sumur yang akan di analisa,
hal ini dilakukan dengan memproduksi dengan laju aliran konstan (draw down) atau penutupan
sumur (build up). Dengan adanya perubahan tekanan akan disebarkan keseluruh reservoir dan hal
ini setiap sat dengan mencatat tekanan lubang bor selama produksi berlangsung.

Analisa hasil uji sumur dapat dilakukan dengan beberapa tes yang dapat dilihat dari jenis
metode well test yaitu Drill Stem Test (DST) dan Presssure test, yaitu : Pressure Draw Down, Pressure
Build Up, Type Curve Matching, Multiple Rate Test dan Multiple Well Test.

a. Drill Stem Test

Untuk mendapatkan informasi-informasi yang penting secara langsung mengenai kandungan


fluida dan karakteristiknya, serta tekanan dan waktu reservoir dari formasi yang diperoleh dapat
digunakan untuk mengevaluasi potensi suatu reservoir yang memerlukan investasi yang cukup
besar. Ada beberapa kegunaan DST dan hasil analisanya yaitu menentukan apakah sumur akan
diproduksikan atau ditinggalkan, memilih peralatan untuk well completion, mempertimbangkan
untuk melakukan stimulasi, menentukan kedalaman pemasangan packer, menentukan produktivitas
reservoir dan kapasitas produktif secara optimum, memperkirakan sifat reservoir, merencanakan
program pemboran sumur baru untuk pengembangan lapangan migas.
b. Pressure test

b.1 Pressure Draw Down

Suatu pengujian yang dilaksanakan dengan membukan sumur dan mempertahakan laju
produksi tetap selama pengujian berlangsung. Sebagai syarat awal, sebelum pembukaan sumur
tersebut tekanan harus seragam diseluruh reservoir yaitu dengan menutup sumur sementara waktu
agar dicapai keseragaman tekanan di reservoirnya.

b.2 Pressure Build Up

Suatu teknik pengujian transien tekanan yang paling dikenal dan banyak dilakukan orang.
Pada dasarnya , pengujian ini dilakukan pertama-tama dengan memproduksi sumur selama selang
waktu tertentu dengan laju aliran tetap , kemudian menutup sumur tersebut . Penutupan sumur ini
menyebabkan naiknya tekanan yang dicatat sebagai fungsi waktu.

b.3 Type Curve Matching

Salah satu teknik yang digunakan untuk seperti build up, type curve telah menganalisa hasil
tekanan pada suatu sumur, drawdown, dan interferace test. Sampai saat ini, dikembangkan untuk
berbagai macam geometri termasuk juga untuk sumur peretakan (fractured wells), untuk berbagai
bentuk daerah pengurasan, dan untuk semua derajat kerusakan atau perbaikan sumur. Pada
umumnya kebanyakan type-curve digunakan untuk menentukan permeabilitas formasi, mengetahui
kerusakan dan perbaikan formasi, menentukan titik awal dari interval waktu tenagh untuk suatu
analisa Horner, menentukan sifat-sifat antar sumur.

b.4 Multiple Rate Testing

Uji pada sebuah sumur yang dilakukan dengan laju aliran yang bervariasi. Pengukuran laju
aliran dan tekanan yang teliti merupakan sesuatu hal yang penting untuk berhasilnya analisa pada
setiap transient well test. Pada multiple rate test, pengukuran laju aliran lebih kritis dibandinngkan
dengan pengukuran pada test yang konvensional atau pada test dengan laju aliran yang tetap,
seperti drawdown dan buildup.