Anda di halaman 1dari 9

BUSINESS PLAN KELOMPOK 1 (HSI : HEKSA SINERGI INDONESIA)

1. DIAN WIJAYANTO

2. VEBY ANDRIA

3. IRWAN PRASETIYAWAN

4. AMAL FITRA IRIANSAH

5. CHRISTINE LYDIA SIBUEA

6. RIDIAN JUNATA

1. SUMMARY
Pada tahap awal kelompok kami telah melakukan capture sebuah perusahaan
yang bergerak dibidang manufacture produk stationery, dengan 3 pengembangan
produk utama, yaitu :

a. Pembuatan Buku Tulis


b. Jasa percetakan buku, kardus makanan dll.
c. Pembuatan gift box untuk christmas season

Pada proses produksinya, main machine yang digunakan adalah printing


machine. Menurut analisa dan evaluasi yang kami lakukan, perusahaan ini masih
memiliki room development yang sangat luas, baik secara market, varian produk
maupun proses produksi.

Dengan ruang pengembangan yang sangat luas, perusahaan ini akan mampu
bersaing menjadi salah satu perusahaan dalam industri yang berkembang pesat
dan sustainable.

Hal-hal yang medukung diantaranya adalah :


- Mesin-mesin otomatis dan canggih yang mampu menghasilkan kapasitas
produksi yang besar.
- Jaringan pemasaran yang tersebar di seluruh indonesia (lokal), dan beberapa
Negara di Eropa, Amerika dan Afrika (overseas market).
- Keuangan perusahaan yang sehat yang di-manage secara prudent.
- Manajemen SDM yang baik semenjak dari rekruitmen, pengembangan, sampai
dengan proses penilaian kerja, promosi dan reward serta punishment yang
jelas.
- Kepedulian dengan lingkungan dengan menerapkan green company dan social
responsibility program.

Selain hal – hal diatas, tentunya ada hal-hal yang masih harus disempurnakan
dan diperbaiki dan dilakukan inovasi lebih lanjut. Oleh karena itu kelompok kami
kan mencoba melakukan ide-ide pengembangan dan menerapkannnya untuk
keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuan di masa depan.

2. START UP BUSINESS
Dengan basic mesin cetak yang dimiliki, kami melihat satu inovasi yang dapat
dikembangkan yaitu dengan pengembangan beberapa produk baru yang akan
sangat diminati pasar, salah satunya yaitu : food/ goods packaging yang akan
sangat dibutuhkan di masa sekarang, dimana kuliner dan belanja bisa dinikmati
dari rumah yang tentunya membutuhkan packaging yang menunjukkan identitas
pedagang. Packaging yang dikembangkan tentu saja yang berhubungan dengan
kertas dan percetakan.

Beberapa aktivitas RnD yang akan dilakukan adalah :


- Riset lapangan yaitu dengan menganalisis produk packaging yang unik,
fleksibel, biaya produksi rendah dan desain yang menarik.
- Membuat desain dengan motif-motif yang unik dan bisa menonjolkan identitas
perusahaan pengguna jasa.
- Teknologi dengan material-material bio-degredeable yang ramah lingkungan.

Inovasi ini dapat sejalan dengan shifting customer behavior yang terjadi
setelah adanya pandemic COVID19, karena saat ini toko atau pedagang yang
mendatangi customer ketika mereka stay at home, lebih praktis dan efisien dan
sejalan pula dengan shifting of life style yang menjadi serba digital.

Inovasi atas produk baru ini juga dapat mengantisipasi penurunan produk buku
tulis di masa depan, ketika digital dan on line akan mendominasi aktivitas kita.

3. Starting New Business


Visi :
- Menjadi perusahaan besar dan berkembang
- Menjadi yang terbaik mengutamakan Kwalitas dan pelayanan
- Menyejahterakan karyawan dan lingkungan
Misi :
- Kerja keras , Tanggung Jawab, berkomitmen dan Jujur
- Kreatif, Inovatif dan Produktif
- Meningkatkan SDM untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik, efisien
dan konsisten

Dengan visi dan misi tersebut maka akan selalu dilakukan pengembangan baik
produk yang ada ataupun produk baru untuk meningkatkan value of company di
masa mendatang.

Pengembangan produk tersebut akan inline dengan infrastruktur yang dimiliki


perusahaan, proses produksi, market demand dan financial yang dimilki
perusahaan.

Beberapa langkah pengembangan tersebut tercakup dalam beberapa aktivitas


perusahaan sebagai berikut :

A. Marketing Plan
Market existing product yang ada di pasaran dilihat dari segi fungsi dan
tampilan kemasan. Di mana fungsi kemasan itu sendiri adalah untuk melindungi
barang dari kerusakan, lebih mudah diangkut dan dipasarkan. Sedangkan dari
tampilan kemasan bagaimana memudahkan client untuk meyakinkan bagaimana
tampilan produk dapat menarik jika dilihat dari sisi pewarnaannya.
Untuk membedakan dari kompetitor lainnya di bidang packaging,
pengembangan dilakukan inovasi teknologi dari fungsi dan tampilan kemasan.
Kemasan yang dapat menjaga barang menjadi lebih awet dan menjaga produk
dari kotoran, kerusakan dan penurunan kualitas produk. Selain itu juga inovasi
dilakukan dengan menjadikan pengemasan yang efisien dan mudah dibuka untuk
mempermudah pendistribusian produk tetapi tidak menurunkan kualitas fungsi
dari kemasan itu sendiri. Teknologi pewarnaan kemasan membuat bagaimana
tampilan produk dapat meyakini pembeli dan keamanan dari pewarnaan kemasan
itu sendiri.

Kemasan akan dibagi menjadi dua kategori, yaitu disposable (kemasan sekali
pakai) dan kemasan yang dapat digunakan berulang kali. Sedangkan berdasarkan
dari sistem kemasnya, dibagi menjadi kemasan primer (yang dapat dipakai
langsung untuk mengemas produk makanan) dan kemasan sekunder (untuk
wadah menjaga barang lainnya, seperti karton, keranjang, dan sebagainya).

Selain itu juga, akan dikembangkan eco-friendly packaging, di mana pasar


sudah banyak melirik produk-produk yang ramah lingkungan dan peduli akan
adanya isu global warming. Inovasi dilakukan dengan mengolah material menjadi
bahan-bahan yang mudah terurai namun tetap aman digunakan terutama untuk
produk makanan. Kemasan dengan penggunaan material dan desain yang tepat
dapat membantu mengurangi risiko kerusakan pada lingkungan.

Segmentasi akan dibagi menjadi dua segmen, yaitu kemasan dengan harga
premium (yang didominasi dengan merek-merek tertentu) dan reguler (dimana
pemainnya sudah cukup banyak di pasaran). Sedangkan target konsumen
ditujukan pada industri-industri kreatif (UMKM), pedagang-pedagang online, dan
industri food and beverage yang akan menjadi target market dalam inovasi
produk baru ini.

Untuk tujuan penetrasi pasar, akan dilakukan penentuan lokasi yang strategis,
baik dari segi pendistribusian produk maupun kemudahan jangkauan dari lokasi
pemasok. Persiapan link google business juga akan dilakukan untuk
mempermudah pencarian buyer ke lokasi pabrik. Dengan jangkauan distribusi
yang sudah ada membantu dalam prospek ke industri-industri yang ditarget. Skill
SDM sales dan customer service juga akan ditingkatkan, baik dari product
knowledge, negotiation skill maupun dalam service quality sehingga target
penjualan dapat dicapai dan positioning tentunya tidak hanya dari segi kualitas
produk, tetapi juga dari segi pelayanan.

B. Operations Plan
1. Latar belakang
Industri pulp dan kertas berkontribusi cukup signifikan bagi perekonomian
nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada tahun 2019, industri
kertas dan barang dari kertas, percetakan dan reproduksi media rekaman
menyumbang 3,95 persem terhadap industri pengolahan nonmigas dengan
pertumbuhan sebesar 8,14 persen. Bahkan, Asosiasi Pulp dan Kertas
Indonesia ( APKI ) menilai permintaan domestik maupun global masih terus
meningkat hingga 2 persen.
Trend Kebutuhan kertas saat ini didominasi untuk packaging (kertas kemas).
Salah satunya diserap oleh industri kertas kemas, yakni berupa kertas medium
dan liner untuk memproduksi kotak karton kemasan.
2. Efisiensi
Program efisiensi yang dilakukan oleh HSI adalah dengan :
1. Penggunaan Gas bumi PGN sebagai pengganti yang selama ini
menggunakan LPG,dengan pertimbangan harga yang lebih murah bila
dibanding dengan LPG.Penggalihan bahan bakar ini akan menghemat
sekitar 40% dari penggunaan LPG.sehingga diharapkan dapat saving untuk
investasi ke depan.
2. Maintenance Alat produksi
Penggunaan alat tehnologi terbaru dengan sistem pemeliharaan rutin alat
produksi dan beberapa otomatisasi mesin.Pemeliharaan mesin yang baik
akan mengurangi defect atau produk cacat.Dengan demikian akan terjadi
efisiensi bahan baku.
Otomatisasi alat dan peremajaan alat yang baru,diharapkan produk yang
dihasilkan sesuai dengan standard produksi.

Dalam industri pembuatan kertas, efisiensi juga dapat dilakukan dari sisi
penggunaan teknologi terbaru. Beberapa produk yang secara khusus
didesain untuk membantu menyelesaikan masalah teknis pada pabrik
pembuatan kertas, yang digunakan untuk membuat proses pembuatan
kertas menjadi lebih efisien. Teknologi tersebut sebagai berikut :
1) Defoamer (Penghilang Busa) untuk Mesin Kertas
Mesin kertas sangat rentan terhadap gangguan kecil yang timbul
karena busa. Sistem sirkulasi tertutup dan penggunaan bahan aditif
kimia dapat menghasilkan banyak busa dalam mesin pembuatan
kertas. Busa dapat menyebabkan penurunan output produksi dan
kualitas kertas akhir.
Bahan ini memiliki keunggulan yang jauh lebih baik dari defoamer
konvensional berbahan dasar air lainnya, sehingga pengeluaran air
yang lebih efektif dan harga yang lebih efisien.
2) Bulking Agent (Peningkat Volume)
Penggunaan bulking agent dapat membuat kertas yang diproduksi
menjadi lebih tebal dan lebih bervolume dengan menggunakan jumlah
bubur kertas asli yang lebih sedikit, sehingga menghemat penggunaan
bahan baku.
Selain itu, penggunaan bulking agent juga membuat hasil produksi,
terutama kertas tisu menjadi lebih nyaman digunakan.
3) Oil & Grease Resistant Agent (Bahan Tahan Minyak dan Lemak)
Bahan ini sesuai standar FDA (Food and Drug Administration, aman
untuk bersentuhan dengan makanan, dan mengandung bahan kimia
yang ramah lingkungan untuk digunakan dalam produksi kertas tahan
lemak.
4) Enzymatic Refining (Penggilingan dengan Enzim)
Serat pulp yang digiling terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam
proses pembuatan kertas akhir akan menghasilkan bentuk lembaran
kertas yang lebih baik, serta sifat lembar yang lebih menguntungkan,
seperti lebih tebal, memiliki kekuatan tarik yang lebih baik, serta tahan
robek.
Teknologi ini dapat mengurangi energi yang diperlukan untuk proses
penggilingan dan/atau mengoptimalkan kekuatan kertas, yang
selanjutnya dapat memperlancar operasi mesin dalam mencetak
kertas secara keseluruhan.
5) Enzymatic Drainage (Pengeluaran Air dengan Enzim)
Kertas daur ulang akan memiliki kualitas yang baik ketika
sistem enzymatic drainage ditingkatkan kualitasnya dan serat
dimodifikasi, sehingga menjadi bernilai tambah.
Teknologi ini dapat meningkatkan kualitas akhir kertas daur ulang dan
mampu menciptakan kondisi yang efisien bagi proses pengolahan,
yang mencakup keuntungan-keuntungan proses pengeluaran air pada
kertas yang lebih baik, operasi mesin yang lebih lancar dalam
mencetak kertas dan penghematan uap dalam proses pengeringan.

3. Pengadaan bahan baku


Pertimbangan bahwa Pengadaan bahan baku kurang lebih 30 % s/d 40%
adalah suplier dari luar negeri dengan salah satu kendala adalah harga kertas
di luar negeri lebih murah dibanding dalam negeri.mendorong PT. HSI untuk
meningkatkan kerjasama dengan suplier lokal,selain itu PT.HSI memproduksi
subsitusi bahan baku dengan bahan baku lokal.

4. Akuisisi/ pembangunan Pabrik


Untuk menambah kualitas dan kuantitas dari produksi dibutuhkan
kestabilan dan harga yang lebih murah dibandingkan apabila tergantung
dari produsen luar. Salah satu opsi adalah mengambil alih atau mengikat
kontrak panjang dengan suatu perusahaan produksi bahan baku kertas
yang memiliki track record dan kinerja yang handal. Akan tetapi apabila
memungkinkan dapat merencanakan membangun Pabrik kertas sendiri
dengan harapan dapat menjamin suplai bahan baku ke pabrik dan juga
dapat mencetak profit tambahan dari penjualan di bahan baku kertas itu
sendiri. Adapun perkiraan dari kebutuhan dana tersebut dapat dirinci
sebagai berikut :

1 Land Factory (Min 100.000 m2) ≈ 100.000 m2 x Rp. 500.000 ≈ 50,000,000,000


2 Mesin ≈ USD 55 Juta ≈ 797,500,000,000
3 SDM (600 Pekerja) @rata 5 juta rupiah) ≈ 3,000,000,000
4 Perijinan ≈ 1,000,000,000
5 Energi (Listrik & Gas) ≈ 3,000,000,000
6 Transportasi ≈ 5,000,000,000

859,500,000,000
Informasi didapat dari : PT Parisindo Pratama yang memproduksi kertas di Kab. Bogor

Hal ini harus diselaraskan dengan kekuatan financial dan planning dari
marketing untuk bersaing dalam dunia bahan baku kertas.
Di rencana kedua dengan menggunakan Pabrik kertas tersebut untuk
membuat Kertas Daur Ulang, baik dari bahan baku yang cacat produksi
(salah cetak, salah ukuran dsb) maupun juga menggunakan masukan dari
kertas bekas dari luar. Kertas ini dapat dipergunakan dalam penggunaan
sebagai pembungkus atau tempat pengganti plastik pembawa belanjaan
yang pangsa pasar di Eropa dan Amerika sangat besar sehingga prinsip
Zero Waste dapat diterapkan dalam hal ini dan juga mencetak segmen
penjualan yang baru.

C. Financial Plan
Dalam rencana financial ini target utama kami adalah meningkatkan Company
Gross Profit Margin (EBITDA), beberapa cara yang dapat ditempuh diantaranya:
a. Increase sales volume
b. Reduce raw material price dan production cost

Salah satu upaya menurunkan harga raw material adalah memproduksi bahan
baku sendiri, yang mana berarti kita harus mulai berpikir untuk membangun
pabrik kertas sendiri yang menurut proyeksi investasi yang dibutuhkan bisa
mencapai IDR 700 Milyar (exclude working capital).

Adapun dana diperkirakan dengan menggunakan retained earning dan bank


loan. Perhitungan apabila melakukan Invetasi sebesar IDR 700 bio, dibiayai
dengan retained earning sebesar 30%, maka perusahaan membutuhkan Bank
Loan sebesar IDR 490 Milyar.
Biaya Bank Loan IDR 490 milyar dengan angsuran 8 tahun dan tingkat suku
bunga 10% p.a adalah sbb :
 Biaya bunga : 10%× IDR 490 milyar = IDR 49 Milyar per annum
 Biya pokok : IDR 490 milyar ÷ 8 = IDR 61,25 per annum
 Bunga dan pokok : IDR 110,25 per annum

Repayment capability :
Sales : IDR 1.135 Milyar
EBITDA : IDR 211 Milyar

Debt Service Coverage Ratio :

EBITDA 211 milyar


= = 1,9, karena masih diatas 1,2 maka investasi ini
P+ I 110.25 milyar
acceptable.
Dari perhitungan di atas perusahaan ini juga masih memiliki peluang apabila
akan meningkatkan modal kerja melalui Bank Loan, namun rencana ke depan
menggandeng Private Equity Company akan lebih menguntungkan selain
mendapat kecukupan dana pihak Private Equity akan ikut pengelolaan dalam
peningkatan sales, EBITDA dan penurunan cost perusahaan untuk meningkatkan
Future Value perusahaan.

Adapun untuk proyeksi Cash flow existing Financial adalah sbb :

Cash Flow (IDR Mio) Jan-Dec 18 Jan-Dec 19 Jan-Dec 20


OPERATING EBITDA 148,238 212,018 293,027
Interest Expense (54,279) (45,098) (43,509)
Taxes (14,523) (30,881) (49,878)
Installment loan (25,815) (28,065) (35,044)
Cash After Primary Obligations 53,621 107,975 164,596
Capex – Net  (39,590) (111,924) (74,161)
Long term Investment 0 0 0
Due to Affiliate / Group 0 0 0
Cash Before capex financing 14,031 (3,949) 90,435
Additional LT Loan/Bond/ Notes 0  22,113  11,743
Cash Before WCR 14,031 18,164 102,177
Change in WCI (12,060) (99,058) (93,754)
Change in Other  65,825 (132,496) 126,744
Cash After WCR 67,796 (213,390) 135,168
Change in ST Bank Loan (73,132) 139,865 6,443
Change in Loan from SH / Group 0 0 0
Change in equity / Reserves 0  31,355 0
Dividend Payment 0 0 0
Cash Surplus (Deficit) (5,336) (42,170) 141,611
Beginning Cash 109,590 104,254 62,084
Ending Cash 104,254 62,084 203,695
 Sebagian besar Capex Spending merupakan pembelian Mesin Produksi, dengan otomasi yang meningkatkan
efisiensi produksi.
 Financial Perusahan sangat fit dengan kas setelah kewajiban positif.