Anda di halaman 1dari 3

KKN 62 Mahasiswa UNEJ Berinovasi Dalam Pembelajaran Online Siswa Sekolah Dasar

Selama Pandemi Covid19

Dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), saya menjalankannya di Kabupaten


Sidoarjo. Kabupaten Sidoarjo merupakan sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, yang
berbatasan dengan Kabupaten Surabya dan Gresik di bagian utara, Selat Madura di bagian timur,
Kabupaten Pasuruan di bagian selatan, serta Kabupaten Mojokerto di bagian barat. Kabupaten
Mojokerto terbagi menjadi 18 kecamatan. Kali ini saya melakukan KKN di salah satu
kecamatan, yaitu kecamatan Sidoarjo tepatnya di desa Jati, dimana desa ini berada sekitar 3 km
dari pusat kota.

Perekonomian merupakan suatu hal yang penting untuk dicapai oleh suatu daerah kerena
dengan peningkatan perekonomian dapat menunjukkan pertumbuhan suatu daerah tersebut,
seperti halnya perekonomian yang terdapat di Desa Jati, jauhnya lokasi desa dengan pasar
tradisional sehingga masyarakat di desa tersebut terdorong untuk melakukan kegiatan
perdagangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu juga mulai tumbuh secara
perlahan sektor industri pengolahan, restoran, serta mall yang dapat membuka lapangan
pekerjaan bagi warga sekitar dan dapat meningkatkan perekonomian di desa tersebut.

Pendidikan merupakan suatu hal yang dianggap penting bagi warga di desa Jati. Bagi
masyarakat desa ini, tingkat pendidikan sangat berpengaruh dalam dunia kerja, terutama pada era
modern saat ini. Melalui pendidikan, seseorang akan dapat lebih menerapakan pengetahuannya
dalam kehidupan sehari-hari. Para orang tua menginginkan anak-anak mereka belajar di sekolah
yang layak. Terdapat suatu sekolah dasar negeri yaitu SDN Jati dimana para orang tua
mengirimkan anak-anak mereka untuk belajar ditempat tersebut. Kegiatan tersebut tak lepas dari
adanya peran guru dalam membimbing murid-muridnya. Namun dimasa pandemic Covid19 saat
ini proses belajar mengajar yang semula harus datang ke sekolah kini berubah dengan proses
belajar mengajar di rumah. Dengan perubahan sistem pembelajaran ini, maka guru akan bergerak
lebih ekstra dalam membimbing murid-murid secara online. Hal ini dimulai dari berkoordinasi
dengan orang tua mengenai pembelajaran online melalui social media.

Saat ini guru yang berada di SDN Jati terbilang cukup baik dalam mengajar melalui
media social, namun proses belajar mengajar yang diberikan kurang memiliki inovasi
didalamnya. Para guru memberikan soal pembelajaran masih dengan cara manual, seperti
pembuatan soal oleh guru dengan cara tertulis yang kemudian mendokumentasikannya dengan
cara foto dan mengirimkannya kepada orang tua murid melalui Whatsapp untuk peserta didik
yang memiliki akun Whatsapp memberikan informasi kepada peserta didik yang tidak memiliki
akun Whatsapp. Selain itu, guru juga memberikan tugas dalam bentuk hardcopy dan diambil
secara bergantian oleh perwakilan orangtua peserta didik serta mengantar tugas ke sekolah
setelah dikerjakan. Terkadang guru pengajar memberikan tugas luring yaitu melalui tayangan
televisi atau radio. Maka dari itu diperlukan suatu inovasi untuk mendukung pembelajaran yang
ada di sekolah dasar tersebut.
Melalui kegiatan KKN ini, penulis tergerak untuk belajar sekaligus berusaha untuk
memberikan inovasi pembelajaran bagi sekolah tersebut salah satunya dengan mendampingi dan
membimbing guru dalam menggunakan aplikasi inovatif sebagai wadah dalam pembelajaran.
Mulai tgl 1 Juli hingga 14 Agustus 2020 penulis merencanakan program kerja melalui beberapa
tahapan. Tahap pertama adalah melakukan survey terlebih dahulu mengenai permasalahan
pembelajaran saat pandemi Covid19. Tahap kedua adalah melakukan pendampingan kepada
guru mengenai inovasi pembelajaran online yang berbasis aplikasi seperti Quizizz, Googlemeet,
Googleform, dan Zoom. Tentunya akan dilakukan pula percobaan aplikasi tersebut agar dapat
menentukan pola pembelajaran yang efektif. Pada tahap ketiga menentukan pola pembelajaran
online yang sesuai dengan murid serta dilakukan penerapannya. Tahap keempat akan dilakukan
evaluasi mengenai ada atau tidaknya suatu hambatan selama proses pembelajaran berbasis
aplikasi. Tahap kelima penulis berinisiatif untuk memberikan inovasi pembelajaran mengenai
kesehatan gigi dan mulut, cara mencuci tangan yang baik dan benar, penggunaan masker serta
cara sederhana dalam pencegahan Covid19 agar murid tetap menjaga kesehatan selama pandemi
berlangsung. Pada tahap keenam dilakukan pemantauan pelaksanaan sistem pembelajaran online
yang telah dilakukan. Tahap terakhir adalah sistem pelaporan apakah kegiatan tersebut dapat
berjalan efektif bagi guru dan murid sesuai dengan program yang telah direncanakan. (Nihla
Fitriyani/ KKN 62/ Tri Handoyo, S.P., Ph.D.)