Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM SPESIALITE DAN TERMINOLOGI KESEHATAN


PRAKTIKUM III
SPESIALITE OBAT SALURAN PENCERNAAN

Disusun oleh :
Nama : Agusnita Kurnia Marganingrum
Nim : 2018.132.058
DIII FARMASI SEMESTER V

PROGAM STUDI DIII FARMASI


POLITEKNIK KESEHATAN PERMATA INDONESIA
YOGYAKARTA
I. TUJUAN PRAKTIKUM
1. Mempelajari jenis obat, bentuk sediaan dan produsen obat saluran pencernaan.
2. Memahami berbagai jenis obat saluran pencernaan sehingga dapat menjelaskan atau
menginformasikannya kepada stakeholder.

II. KONSEP TEORI


Obat yang bekerja pada sistem pencernaan adalah obat yang bekerja pada sistem
gastrointestinal dan hepatobiliar. Obat sistem pencernaan meliputi antitukak, antasida,
antipasmodik, antiemetik, antikolinergik, laksatif, antidiare, hepatoprotektor, dan prokinetik
Golongan untuk obat saluran pencernaan sebagai berikut
1. Obat untuk terapi ulcer
Ulcer atau tukak pada lambung dan usus penyebabnya belum sepenuhnya diketahui.
Adapun penyebabnya yaitu infeksi H.pilory, peningkatan asam lambung, kerentanan
mukosa dan efek samping beberapa obat .
Kebanyakan obat saluran pencernaan diminum 2 jam setelah makan ataupun 1 jam
sebelum makan ,hal ini dimaksudkan untuk obat bekerja secara maksimal bereaksi
dengan asam yang ada didalam lambung sehingga kondisi lambung menjadi netral.
2. Antiemetik (Anti Muntah )
Muntah merupakan suatu cara alamah perlindungan tubuh ,muntah sendiri adalah
aksi pengosongan lambung secara paksa. Perangsangan pada pusat muntah
(chemoreceptor triger zone / CTZ ) dapat menyebabkan lambung dan disusul oleh
pengeluaran isi lambung secara paksa. Obat antimuntah umumnya bekerja
menghambat kerja pada rangsangan CTZ.
3. Antidiare
Diare adalah suatu keadaan saat buang air besar encer atau lembek lebih dari 3 kali
sehari. Secara klinis disebabkan oleh infeksi (bakteri, virus, parasit) dan nonifeksi
(malabsorbsi, defisiensi, keracuan, dll).
4. Laksatif
Konstipasi ialah kesullitan buang air besar/ kesulitan defekasi karena feses mengeras,
otot polos yang lumpuh, dan gangguan refleks defekasi, sedangkan obstipasi ialah
kesuitan defekasi karena obstruksi lumen (intra atau ekstra) usus.
Pada keadaan nrmal usu kolon harus dikosongkan secara teratur, untuk konstipasi
dan obtipasi perjalan feses mengalami penghambatan dan biasanya disertai kesulitan
defekasi.
5. Antispasmodik
Antispasmodik digunakan untuk mengatasi gangguan kontraksi yang berlebih pada
otot polos sauran cerna, karena spasmus atau kejang pada otot polos yang
menyebabkan nyeri .
III. TABEL PENGAMATAN

1. OBAT UNTUK TERAPI ULCER

NAMA PRODUSE
NAMA OBAT BSO DAN KEKUATAN
PRODUK N
ranitidin hcl kalbe farma
RANITIDIN ampul 25mg/ml;tablet 150mg injeksi gratna
hufadine husada
omeprazole dankos
OMEPRAZOLE kapsul 20mg
kapsul farma
Tablet kunyah al.hidroksida 200mg, antasida
ANTASIDA kimia farma
mg.hidroksida 200mg doen
Tablet kunyah al.hidroksida 200mg,
ANTASIDA + pratapa
mg.hidroksida 200mg,simeticone farmacrol f
ANTIFLATULEN nirmala
80mg
SUKRALFAT suspensi 200ml;100ml neciblok syr kalbe farma
Novvell
MISOPROSTOL Tablet 0,2MG Noprostol
farma
famotidine
FAMOTIDINE Tablet salut selaput 20mg,40mg Indofarma
tab
LANSOPRAZOL Lansoprazol
Kapsul 30mg novell
E e kapsul

2. ANTIEMETIK

NAMA
NAMA OBAT BSO DAN KEKUATAN PRODUSEN
PRODUK
AMPUL 1 DEXA
GRANISENTRON GRANON
MG/ML;3MG/3ML MEDICA
DARYA
PYRATHIAZINE TABBLET MEDIAMER
VARIA
domperidon
DOMPERISON tablet 10mg kalbe farma
tablt
kalbe farma
ondancetron hcl
ampul 4mg/2ml;ampul YARINDO
ONDANSENTRON inj
8mg/2ml FARMATAM
ONDARIN
A
METOKLORPRAMI pratapa
tablet 10mg;ampul 5mg sotatic
D nirmala
3. ANTIDIARE

NAMA
NAMA OBAT BSO DAN KEKUATAN PRODUK PRODUSEN
TABLET KAOLIN NEO
KAOLIN + PECTIN 700MG,PECTIN 66MG KAOLANA SANBE FARMA
TABLET ACTIVED
ATTAPULGITE ATTAPULGITE 600MG DIATABS  
KIMIA
ORALIT, FARMA,PHARO
ORALIT SACHET ,SERBUK PHAROLIT S
NEO
ENTROSTO
ATTAPULGITE TABLET P KALBE FARMA
JOHNSON &
LOPERAMIDE HCL TABLET IMODIUM JOHNSON
Zn Sulfat SUSPENSI OREZINC  
ARANG JERAP (carbo
adsorbens )DOEN TABLET NORIT CAPLANG

4. LAKSATIF

NAMA
NAMA OBAT BSO DAN KEKUATAN PRODUK PRODUSEN
DULCOLA SEHERING
X INDONESIA
LAXAMEX KONIMEX
BISAKODIL TABLET 5MG
BICOLAX ARMOXINDO
FIRST
CODILAX MEDIPHARMA
NATRIUM LURIL SULFO
ASETAT TUBE GEL 5ML MICROLAX SOHO
DIOKTIL NATRIUM SULFO
SUKSINAT SUSPENSI 60 ML LAXADINE YUPHARIN
GARAM
GARAM INGGRIS SERBUK KRISTAL INGGRIS USAHA
CAP GAJAH SEKAWAN
5. ANTISPASMODIK

NAMA
NAMA OBAT BSO DAN KEKUATAN PRODUK PRODUSEN
SEHERING
BUSCOPAN INDONESIA
HIOSIN BUTILBROMIDA TABLET 10MG HYOSCOPAN ARMOXINDO
  GITAS INTERBAT
  HYOREX RAMA
PROPANTELIN BROMIDA TABLET SCOPAMIN OTTO
HIOSIN BUTILBROMIDA Tablet metamizole 250mg; hiosin
+ METAMIZOLE 10mg PROCHOLIC MEPROFARM
EKSTRAK KIMIA
EXTRAC BELLADONE  TABLET BELADON FARMA
SYSTABON
PRAMIVERIN   PLAIN MERCK
TABLET SALUT
CHLORDIAZEPOXIDE SELAPUT5MG BRAXIDIN SANBE

MEBEVERINE HCL TAB SALUT SELAPUT 135MG IRBOYSYD FAHRENHEIT

IV. PEMBAHASAN
OBAT UNTUK TERAPI ULCER
Mempunyai beberapa golongan yaitu
1) Anti Hiperaciditas
Obat dengan kandungan aluminium dan atau magnesium ini bekerja secara kimiawi
dengan mengikat kelebihan HCl dalam lambung. Magnesium atau aluminium tidak
larut dalam air dan dapat bekerja lama di dalam lambung sehingga tujuan pemberian
antasida sebagian besar dapat tercapai.
2) Perintang reseptor H2 (antagonis reseptor H2)
Semua antagonis reseptor H2 menyembuhkan tukak lambung dan duodenum dengan
cara mengurangi sekresi asam lambung sebagai akibat hambatan reseptor H2. Contoh
perintang reseptor H2 adalah ratinidin dan simetidin sekarang dikenal senyawa baru
famotidin dan nizatidin.
3) Penghambat pompa proton
Obat-obat ini bekerja pada pompa proton yang merupakan tempat keluarnya proton
(ion H+ ) yang akan membentuk asam lambung. Contoh penghambat pompa proton
adalah omeprazole, lansoprazol, dan pantoprazol.
Adapun Kombinasi yang dipake bersama ANTASIDA
Antasida sering dikombinasikan dengan :
 Anti kolinergik / anti muskarinik
Obat-obat ini bekerja menekan produksi getah lambung dan melawan
kejang- kejang. Contohnya Pirenzepin, Fentonium, ekstrak belladonae.
 Spasmolitik Untuk melemaskan ketegangan otot lambung – usus dan
mengurangi kejang- kejang. Contohnya papaverin.
 Analog Prostaglandin Untuk anti sekresi dan proteksi. Contohnya
Misoprostol.
 Pelindung mukosa Melindungi mukosa dari serangan pepsin dan asam.
Contohnya sukralfat
 Penguat motilitas Contohnya Metoklorpramid, domperidon.
 Zat pembantu Memperkecil gelembung gas yang timbul sehingga mudah di
serap dan dapat mencegah masuk angin, kembung dan sering buang angin
(flatulensi). Contohnya Dimetikon (Dimetilpolisiloksan).
ANTIEMETIK (anti muntah )
Muntah merupakan suatu cara alamah perlindungan tubuh ,muntah sendiri adalah
aksi pengosongan lambung secara paksa. Perangsangan pada pusat muntah
(chemoreceptor triger zone / CTZ ) dapat menyebabkan lambung dan disusul oleh
pengeluaran isi lambung secara paksa. Obat antimuntah umumnya bekerja
menghambat kerja pada rangsangan CTZ/ Antiemetik yang digunakan adalah:
1. Golongan fenotiazin: prometazin, piratiazin.
2. Antagonis reseptor H1: dimenhidrinat, meklizin, cisaprid, domperidon.
3. Antagonis reseptor serotonin: ondansetron, ganisetron, ramosetron,
palonosetron.
ANTI DIARE
Sebelum diberikan obat yang tepat maka pertolongan pertama pengobatan
diare akut seperti pada gastro enteritis ialah mencegah atau mengatasi pengeluaran
cairan atau elektrolit yang berlebihan (dehidrasi) terutama pada pasien bayi dan usia
lanjut, karena dehidrasi dapat mengakibatkan kematian. Pencegahan dehidrasi
dilakukan dengan pemberian larutan oralit.
1. Kemoterapi Untuk terapi kausal yaitu memusnahkan bakteri penyeba penyakit
digunakan obat golongan sulfonamida atau antibiotika
2. Obstipansia Untuk terapi simptomatis dengan tujuan untuk menghentikan diare,
yaitu dengan cara :
 menekan peristaltik usus, misalnya loperamid
 menciutkan selaput usus atau adstringen, contohnya tannin
 pemberian adsorben untuk menyerap racun yang dihasilkan bakteri atau racun
penyebab diare yang lain misalnya, carbo-adsorben, kaolin, attapulgit, tablet zinc.
 pemberian mucilago untuk melindungi selaput lendir usus yang luka. Contohnya
pectin.
3. Spasmolitika Zat yang dapat melemaskan kejang-kejang otot perut (nyeri perut)
pada diare misalnya Atropin sulfa

LAKSATIF (PENCAHAR )
Pencahar atau laxantia adalah obat-obat/zat yang dapat mempercepat peristaltik
usus sehingga mempermudah/melancarkan buang air besar. Mekanisme kerjanya adalah
dengan cara merangsang susunan saraf otonom para-simpatis agar usus mengadakan
gerakan peristaltik dan mendorong isinya keluar.Berdasarkan mekanisme kerja dan sifat
kimianya, pencahar digolongkan sebagai berikut :
1. Zat-zat perangsang dinding usus
 Merangsang dinding usus besar misalnya glikosida antrakinon (rhei,
sennae, aloe, bisakodil, dantron)
 Merangsang dinding usus kecil misalnya oleum ricini /minyak jarak
(sudah tidak dipakai) dan kalomel
2. Zat-zat yang dapat memperbesar isi usus
a. Obat yang bekerja dengan jalan menahan cairan dalam usus secara
osmosis (pencahar osmotik), contohnya magnesium sulfat (garam
Inggris) , natrium fosfat.
b. Obat yang dapat mengembang dalam usus, misalnya agar-agar,
carboksil metil cellulose (CMC) dan tylose.
c. Serat juga dapat digunakan karena tidak dapat dicernakan, seperti
buah-buahan dan sayuran.
3. Zat pelicin atau pelunak tinja Zat ini dapat mempermudah defikasi karena
memperlunak tinja dan memperlicin jalannya defekasi. Contohnya paraffin
cair, suppositoria dengan gliserin, klisma dengan larutan sabun dll.

ANTISPASMODIK
Antispasmodik ialah zat atau obat-obat yang digunakan untuk mengurangi atau
melawan kejang-kejang otot, yang sering mengakibatkan nyeri perut (saluran
pencernaan). Obat golongan ini mempunyai sifat sebagai relaksan otot polos.
Termasuk senyawa yang memiliki efek anti kolinergik, lebih tepatnya anti
muskarinik. Meskipun dapat mengurangi spasme usus tapi penggunaannya dalam
sindrom usus–pencernaan hanya bermanfaat sebagai pengobatan tambahan.
Anti spasmodik digolongkan menjadi:
 Atropin dan kelompok alkaloid. Contoh Atropin Sulfat, extract
belladone.
 Antimuskarinik sintetik. Contohnya Papaverin HCl, Mebeverin HCl ,
Propantelin Bromida, Pramiverin HCl.

V. KESIMPULAN
Efektivitas antasida sangat dipengaruhi oleh waktu minum obat di mana antasida harus
diminum pada saat lambung kosong (2 jam setelah makan dan 1 jam sebelum makan), agar
obat bereaksi dengan asam yang ada di dalam lambung sehingga membuat kondisi lambung
menjadi netral. Kemampuan antasida menetralisir asam lambung disebut kapasitas
penetralan. Hal yang sama dilakukan untuk obat pelindung mukosa.
Pilihan obat sesuai peruntukannya yaitu penghambat sekresi asam, antagonis reseptor H2,
pelindung mukosa, dan analog prostaglandin. Obat anti muntah umumnya bekerja
menghambat rangsangan CTZ. Antiemetik yang digunakan adalah golongan fenotiazin,
antagonis reseptor H1 dan antagonis reseptor serotonin.
Diare adalah buang air besar encer atau lembek lebih dari 3 kali sehari. Secara klinis
disebabkan oleh infeksi dan noninfeksi. Obat untuk terapi diare antara lain pengganti cairan
elektrolit, penghambat motilitas, adsorben, antisekretori, dan antibakteri. Konstipasi adalah
kesulitan defekasi karena feses yang mengeras, otot polos yang lumpuh, dan gangguan
refleks defekasi. Obat-obat laksatif adalah pencahar perangsang, pencahar garam, pencahar
pembentuk masa:, dan pencahar emolien.

VI. DAFTAR PUSTAKA


________. 2014. ISO INDONESIA Informasi Spesialite Obat. Jakarta: PT ISFI Penerbitan.
_________. 2000. Informatorium Obat Nasional Indonesia (IONI). Ditjen Pengawasan Obat
dan Makanan. Jakarta: Depkes RI.
_________. ( ) MIMS
Gan, S. 2000. Farmakologi dan Terapi. Jakarta: Penerbit Kedokteran UI.
Katzung, BG. 2004. Basic and Clinical Pharmacology. Ninth edition. Singapore: Mc. Graw
Hill. Priyanto. 2009. Farmakoterapi dan Terminologi Medis. Jakarta: Penerbit LESKONFI.
Moisio, M.A. 2002. Medical Terminology, A Student-Centered Approach. DelmarbThomson
Learning.

VII. LAMPIRAN