Anda di halaman 1dari 2

Nama : Ari Sutrisno

NIM : 030780101

TUGAS 2 HUBUNGAN INDUSTRIAL

1.Jelaskan peran lembaga – lembaga dalam hubungan industrial nasional dalam


kesepakatan kerja bersama.

Peran lembaga – lembaga dalam hubungan industrial nasional dalam kesepakatan kerja
bersama :

1. Lembaga ini merupakan lembaga kerja sama antara pengusaha danorganisasi


karyawan. Lembaga ini diwajibkan untuk dibentuk olehperusahaan yang memilik
karyawan lebih dari 50 orang atau lebih. Fungsidari lembaga ini adalah sebagai forum
komunikasi dan konsultasi mengenaipermasalahan ketenagakerjaan di perusahaan.
Peranan lembaga kerja samabipartit ini memfokuskan kegiatannya pada fungsi
tradisional dankonvensional, yaitu menampung, membahas, dan menyelesaikan
keluhkesah karyawan, serta mempersiapkan bahan dan memonitor
pelaksanaanperaturan pemerintah dan perjanjian kerja bersama
2. Lembaga Kerja Sama Tripartit yang selanjutnya disebut LKS Tripartit adalah forum
komunikasi,konsultasi dan musyawarah tentang masalah ketenagakerjaan yang
anggotanya terdiri dari unsur norganisasi pengusaha, dan serikat pekerja/serikat
buruh, dan Pemerintah.
Lembaga Kerja Sama Tripartit Sektoral yang selanjutnya disebut LKS Tripartit
Sektoral adalah forum
komunikasi, konsultasi dan musyawarah tentang masalah ketenagakerjaan sektor
usaha tertentu yaLembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial berfungsi
menyelesaikan perselisihan karena perbedaan pendapat antara pengusaha dan
karyawan atau serikat pekerja. Perselisihan tersebut meliputi perselisihan hak,
kepentingan, pemutusan hubungan kerja, dan perselisihan antar serikat pekerja

2.Jelaskan peran pihak ketiga dalam negosiasi, khususnya Mediator dan Arbitrator.

Peran Mediator adalah menyelasiakan sengketa melalui proses perundingan anatar


dua pihak yang bersangketa. Sedangkan Arbritator pada umumnya menyelesaikan sangketa
dengan menerapkan prinsip hukum serta pertimbangan-pertimbangan hukum.

Arbitrase adalah teknik hukum untuk penyelesaian sengketa di luar pengadilan, di


mana para pihak yang bersengketa merujuk ke satu atau lebih orang, yang dengan keputusan
mereka setuju untuk terikat. Arbitrase bisa dikatakan dengan sukarela atau wajib, dan dapat
memiliki arti mengikat atau tidak mengikat. Secara teori, arbitrase adalah proses konsensual;
Partai tidak bisa dipaksa untuk menengahi sengketa kecuali dia setuju untuk melakukannya.
Dalam pelaksanaannya, bagaimanapun, banyak perjanjian arbitrase baik-print akan
dimaksukkan dalam keadaan di mana konsumen dan karyawan tidak punya hak daya tawar.  

Anda mungkin juga menyukai