Anda di halaman 1dari 2

Review Paper Chemical Reviews

‘Cooperativity Principles in Self-Assembled Nanomedicine’


Oleh Faisal Tahir Rambe (13714011)

Nanomedicine (pengobatan nano) adalah sebuah disiplin ilmu yang mengaplikasikan


prinsip-prinsip nanosains dan nanoteknologi dalam pencegahan, diagnosis, dan pengobatan
penyakit. Pengobatan nano bekerja dengan penyusunan komponen-komponen molekuler
secara mandiri, yang nantinya akan membentuk nanomaterial untuk aplikasi biomedis.
Karena itu, kooperativitas (kemampuan untuk berikatan) dari komponen-komponen tersebut
menjadi sangat penting. Pada review paper yang di-review di sini, terdapat analisis
komprehensif dari prinsip-prinsip kooperativitas pada nanostruktur yang terbentuk secara
mandiri.
Nanomaterial memegang peranan penting dalam pengobatan, dan sejumlah
nanosistem telah dikembangkan untuk penginderaan biokimia, pencitraan molekuler,
diagnosis penyakit, dan pengobatan. Dalam pengobatan nano, self-assembly merupakan
proses yang sangat penting. Self-assembly termasuk proses bottom-up, karena dengan proses
ini terbentuk struktur-struktur nanomaterial (kompleks nano) yang terdiri dari blok-blok
molekuler, yang memiliki fungsi tertentu dalam pengobatan nano.
Dalam proses pengobatan nano diperlukan kooperativitas molekuler, sebab kompleks
nano yang terbentuk memiliki sifat-sifat yang berbeda dari blok-blok penyusunnya. Dalam
tubuh manusia, prinsip self-assembly ini sebenarnya sudah digunakan secara alami,
contohnya pengangkutan oksigen dalam darah oleh hemoglobin. Pada review paper ini,
pembahasan tentang pengobatan nano berfokus pada prinsip bottom-up dan ilmu material
yang digunakan.
Selain pengangkutan oksigen oleh hemoglobin, secara alami, di dalam tubuh manusia
terdapat berbagai proses self-assembly berbasis prinsip bottom-up. Di antara contohnya yaitu
pelipatan rantai protein, pelipatan rantai RNA, katalisis enzim, adhesi sel, dll. Terdapat
beberapa jenis interaksi antarblok yang umum terjadi dalam self-assembly, yaitu interaksi
hidrofobik, ikatan hidrogen, interaksi elektrostatis, penumpukan π-π, dll.
Dalam proses pengobatan nano, self-assembly secara alami tidak cukup. Karena itu,
diperlukan pembuatan nanostruktur sintetis. Dalam pembuatannya, diperlukan kooperativitas
antarmolekul, di antaranya pelipatan protein, aktivasi saluran-saluran ion, atau dehidrasi
polimer termoresponsif (responsif terhadap temperatur). Kooperativitas ini dapat dihitung
secara kuantitatif.
Apa saja manfaat dari kooperativitas antarmolekul nano dalam pengobatan? Prinsip
ini bermanfaat dalam beberapa hal, di antaranya mempercepat sampainya obat ke sel-sel
kanker untuk membunuhnya, membantu proses sensor biologis dan pencitraan molekuler,
digitalisasi sensor ambang batas pH untuk pencitraan jenis-jenis kanker, dll. Hingga saat ini,
penggunaan nanosains dan nanoteknologi dalam pengobatan masih sangat terbatas, karena
beberapa tantangan yang belum teratasi, di antaranya belum terungkapnya mekanisme
molekuler dari pelipatan molekul protein, dll.