Anda di halaman 1dari 33

PANDUAN PENULISAN SKRIPSI

I. FORMAT ISI SKRIPSI


Bagian isi merupakan bagian utama dari laporan riset yang terdiri dari:
Bab I Pendahuluan
1. Latar belakang
Latar belakang berisi:
 Gambaran masalah yang akan diteliti
 Konsep atau teori yang mendasari penelitian
 Penelitian terkait/terdahulu yang mendasari masalah penelitian.
 Fenomena dari hasil studi pendahuluan dilokasi penelitian
 Pentingnya meneliti masalah
2. Rumusan masalah
Rumusan masalah berisi inti fenomena yang diuraikan cukup satu paragraf. Rumusan masalah
penelitian dinyatakan dalam bentuk kalimat tanya.
3. Tujuan penelitian
Tujuan penelitian merupakan pernyataan peneliti mengenai hasil akhir yang akan dicapai
pada akhir penelitian ini. Tujuan penelitian sebaiknya dibedakan antara tujuan umum dan tujuan
khusus.
1) Tujuan umum
Tujuan umum lebih menekankan pada aspek manfaat luas yang diharapkan dari hasil
penelitian.
2) Tujuan khusus
Tujuan khusus menekankan pada hal-hal spesifik yang akan dicapai melalui penelitian.
Tujuan khusus biasanya berisi karakteristik responden (uraikan) dan pernyataan lebih
terperinci tentang sub-variabel penelitian yang mengarahkan peneliti untuk menjawab
masalah penelitian. Tujuan penelitian sebaiknya dinyatakan dalam kalimat yang jelas dan
spesifik, sehingga tidak memberikan pengertian ganda (ambiguous).

Catatan: Pada penelitian kualitatif, tujuan penelitian tidak dibagi menjadi tujuan umum dan
tujuan khusus.
4. Manfaat penelitian
Manfaat penelitian merupakan pernyataan rinci dan eksplisit kontribusi hasil penelitian
dalam pengembangan teori, perumusan kebijakan atau aplikasi hasil penelitian untuk
meningkatkan kinerja, efisiensi dan pemerataan kesehatan pada tingkat individu maupun
organisasi.
Manfaat penelitian terdiri dari:
1) Manfaat bagi perkembangan Ilmu Keperawatan
Peneliti harus menjelaskan kontribusi penelitian yang akan dilakukan untuk perkembangan
Ilmu Keperawatan
2) Manfaat bagi institusi yang menjadi tempat penelitian
Peneliti harus menggambarkan manfaat yang akan diperoleh institusi yang menjadi tempat
penelitian.
3) Manfaat bagi masyarakat (termasuk responden)
Peneliti harus menggambarkan manfaat yang akan diperoleh masyarakat
4) Manfaat bagi penelitian berikutnya
Peneliti harus menggambarkan manfaat bagi penelitian berikutnya.

Contoh 1 (Penelitian Kuantitatif):

“Perbandingan Efektivitas Kompres Hangat dan Kompres Dingin terhadap Penurunan


Dismenorea pada Remaja Putri”

a. Tujuan Umum
Untuk menganalisis perbandingan kompres hangat dan kompres dingin terhadap
penurunan dismenorea pada remaja putri
b. Tujuan Khusus
1) Mendeskripsikan karakteristik responden
2) Mendeskripsikan skala nyeri sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok
kompres hangat
3) Mendeskripsikan skala nyeri sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok
kompres dingin
4) Menganalisis perbedaan skala nyeri sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok
kompres hangat
5) Menganalisis perbedaan skala nyeri sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok
kompres dingin
6) Menganalisis perbandingan skala nyeri sebelum perlakuan pada kelompok kompres
hangat dan kelompok kompres dingin
7) Menganalisis perbandingan skala nyeri sesudah perlakuan pada kelompok kompres
hangat dan kelompok kompres dingin

Contoh 2 (Penelitian Kualitatif):


“Studi Fenomenologi: Pengalaman Pasien Kanker Stadium Lanjut yang Menjalani
Kemoterapi”

Tujuan Penelitian:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengalaman pasien kanker stadium
lanjut yang menjalani kemoterapi

5. Keaslian Penelitian
Pernyataan tentang keaslian penelitian meliputi identifikasi perbedaan- perbedaan penelitian
dengan penelitian-penelitian terdahulu. Perbedaan dengan penelitian terdahulu dapat
meliputi kerangka teori, penerapan teori dalam situasi spesifik atau populasi khusus, atau
generalisasi teori pada populasi yang lebih luas, rancangan penelitian, instrumen penelitian,
dan teknik analisis atau pemodelan data. Keaslian penelitian dapat ditulis secara narasi atau
dalam bentuk tabel (pilih salah satu)
Contoh penulisan keaslian penelitian dalam bentuk narasi:
Untuk mendapatkan data keaslian penelitian dilakukan pencarian artikel melalui beberapa
‘search engine’ yaitu: Science Direct, PubMed, Emerald, SpringerLink, The Cochran, Ebscohost,
ProQuest, dan Google Scholar. Juga dilakukan dengan menggunakan website universitas dan
jurnal yang berkaitan dengan menyusui seperti: perpustakaan UNRI, perpustakaan UGM,
perpustakaan UI, Paediatrics, Journal of Nutrition, The Lancet, dan lainnya.
Pencarian menggunakan kata kunci exclusive breastfeeding, breastfeeding intervention,
breastfeeding promotion, multilevel breastfeeding, dan complex intervention beserta terjemahan
kata tersebut. Hasil pencarian mendapatkan sejumlah 202 judul yang berkaitan dengan intervensi
peningkatan menyusui dan menyusui eksklusif serta promosi multilevel. Berdasar judul-judul
tersebut kemudian ditelaah keterkaitan dengan penelitian ini dan mendapatkan 88 abstrak yang
relevan. Dari fulltext artikel tersebut, pada beberapa artikel tersebut di bawah dirasa terdapat
beberapa kesamaan, tetapi juga perbedaan yang dapat menunjukkan keaslian penelitian ini.
1. Penelitian berjudul ‘Promotion of Breastfeeding Intervention Trial (PROBIT): A randomized
trial in the Republic of Belarus‘ (Kramer et al., 2000; Kramer et al., 2001a; Kramer et al.,
2003; Kramer et al., 2007b; Kramer et al., 2007a) tahun 2001- 2007 merupakan penelitian
intervensi kompleks di bidang promosi ASI terbesar dengan randomisasi yang melibatkan
17.795 ibu. Penelitian tersebut melakukan intervensi dengan menggunakan model BFHI
WHO/UNICEF. Sebanyak 31 rumah sakit dan poliklinik dirandomisasi untuk menerima
pelatihan BFHI pada petugas medis, bidan dan perawat (sebagai kelompok eksperimen) atau
meneruskan kegiatan rutinnya (kelompok kontrol). Hasil yang diukur adalah efeknya terhadap
durasi menyusui, prevalensi ASI eksklusif dan predominan ASI pada usia anak 3 dan 6 bulan,
pertumbuhan anak, kejadian infeksi saluran pencernaan, infeksi saluran pernafasan, alergi,
dan atopic eczema, serta efek jangka panjang pada status gizi anak dan tekanan darah.
Persamaan dengan penelitian yang dilakukan ini adalah menggunakan model BFHI dengan
sampel ibu dan melihat efeknya terhadap ASI eksklusif, dan status gizi bayi. Walaupun
penelitian ini nonrandomisasi dan besar sampel jauh lebih kecil, namun penelitan ini
menyertakan konsep perubahan budaya, yaitu norma menyusui yang ada:
(a) pada keluarga melalui ayah dan nenek, (b) pada masyarakat melalui kiai,
kader, dukun bayi, kepala desa, dan (c) pada kebijakan pelayanan kesehatan melalui staf
puskesmas dan staf kecamatan. Di samping itu, penelitian ini melakukan analisis faktor
pengaruh pada durasi menyusui eksklusif dan waktu penyapihan.

2. Penelitian berjudul Breastfeeding among low income, African-American women: power,


beliefs and decision making (Bentley et al., 2003) merupakan review artikel yang
mengaplikasikan pendekatan sosioekologi untuk melakukan review faktor determinan
menyusui yang dikelompokkan dalam level individu, interpersonal, masyarakat, organisasi,
dan kebijakan mengemukakan konsep promosi multilevel. Persamaan dengan penelitian yang
dilakukan ini adalah penggunaan pendekatan sosioekologi dengan multilevel. Perbedaannya
adalah bahwa penelitian tersebut tidak melakukan intervensi promosi ASI secara multilevel
tetapi melakukan review artikel (Bentley et al., 2003) tetapi bukan meta analisis dan penelitian
ini melakukan intervensi promosi multilevel serta menganalisis faktor yang berpengaruh pada
durasi menyusui eksklusif.
3. Evaluation of the breastfeeding intervention program in a Korean community health center
(Kang et al., 2005) merupakan penelitian promosi untuk meningkatkan durasi menyusui.
Persamaan dengan penelitian yang dilakukan ini adalah melakukan intervensi melalui
puskesmas. Perbedaannya adalah:
a. penelitian yang dilakukan menggunakan kelompok kontrol dan pengumpulan data oleh
enumerator, sedangkan penelitian tersebut tanpa kelompok kontrol dan pengumpulan data
oleh petugas puskesmas,
b. penelitian ini melakukan intervensi di puskesmas dan level di bawahnya,
c. penelitian ini menganalisis faktor yang berpengaruh pada durasi menyusui eksklusif, dan
d. penelitian ini menekankan juga pada menyusui ekskusif dan memprediksikannya untuk
durasi menyusui.

4. Penelitian berjudul Efficacy of breastfeeding support provided by trained clinicians during an


early, routine, preventive visit: a prospective, randomized, open trial of 226 mother-infant
pairs (Labarere et al., 2005) memberikan akses dukungan untuk menelepon peer, kunjungan
rawat jalan pada 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 bulan usia bayi untuk kelompok kontrol dan untuk
kelompok perlakuan menambah fasilitas konseling dengan dokter anak atau dokter keluarga
dalam 2 minggu setelah melahirkan. Dokter anak dan dokter keluarga mendapat pelatihan 5
jam tentang program menyusui. Persamaan dengan penelitian yang dilakukan ini adalah:
menggambarkan survival probability dari menyusui eksklusif menggunakan Kaplan-Meier
dan Cox- regresi untuk menilai efek promosi. Perbedaannya adalah: (a) nonrandomized trial,
(b) menganalisis faktor yang berpengaruh pada durasi menyusui eksklusif serta waktu
penyapihan, sedangkan penelitian tersebut menganalisis faktor-faktor determinan ASI
eksklusif pada usia bayi 4 minggu.

5. Penelitian berjudul Promoting growth and development of infants by a multidisciplinary


team, in the community of Paraisópolis (Torres et al., 2004) mengimplementasikan
program-program untuk meningkatkan ikatan ibu-bayi, promosi ASI eksklusif 6 bulan, dan
pendidikan kepada ibu yang dilakukan oleh tim multidisiplin. Persamaan dengan penelitian
yang dilakukan ini adalah: (a) melakukan intervensi multipel melalui pendidikan ibu,
meningkatkan pelayanan kesehatan, dan promosi ASI eksklusif 6 bulan yang dilakukan tim
multidisiplin, (b) tidak melakukan randomisasi, (c) penelitian longitudinal dengan setting di
masyarakat, dan (d) mengetahui efek prevalensi ASI eksklusif dan pertumbuhan.
Perbedaannya adalah: (a) penelitian tersebut merupakan action research tanpa kelompok
kontrol, sedangkan penelitian ini menggunakan nonrandomized pretest posttest control
group- (b) penelitian tersebut melakukan intervensi pelatihan memasak untuk mendukung
pertumbuhan anak, penelitian ini melakukan intervensi multilevel pada menyusui eksklusif
pada ibu, ayah, nenek, tokoh masyarakat, petugas kesehatan, dan penentu kebijakan, dan (c)
penelitian ini menganalisis faktor yang berpengaruh pada durasi menyusui eksklusif dan
waktu penyapihan.

Berdasar tinjauan beberapa penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa penelitian ini
belum pernah dilakukan oleh peneliti lain. Penelitian ini berbeda dengan penelitian lain dari
konsep promosi multilevel dan pelibatan kiai untuk menciptakan norma. Konsep promosi
multilevel menggunakan pendekatan yang komprehensif menyentuh hampir semua pengambil
keputusan untuk menyusui melalui beberapa level sejalan dengan level pada faktor determinan
menyusui eksklusif. Pada setiap level intervensi yang dilakukan berbeda dengan berbagai cara,
yaitu advokasi, media advokasi, training pada beberapa level, dan konseling home visit. Intervensi
yang beragam tersebut diharapkan dapat memberikan hasil pada perubahan kebijakan pelayanan
kesehatan ibu dan anak di tingkat puskesmas, pembentukan norma menyusui eksklusif di
masyarakat, dan perubahan perilaku ibu. Pelibatan kiai diharapkan dapat memperbaiki norma
menyusui eksklusif dan mempertahankan durasi menyusui. Kiai di Demak dan daerah sekitarnya
menjadi bagian penting dalam pembangunan karena sudah di data dan dibina melalui pemerintah
daerah. Potensi ini menjadi lebih memungkinkan untuk dimanfaatkan dalam promosi ASI
eksklusif. Penelitian ini direncanakan untuk dapat juga mengungkap faktor yang berpengaruh pada
durasi menyusui eksklusif. Di samping itu, penelitian ini dapat memberikan informasi tentang
pengaruh pemberian menyusui eksklusif pada durasi menyusui.
Contoh penulisan keaslian penelitian dalam bentuk tabel:
Agar keaslian penelitan dapat dibuktikan, peneliti melakukan pencarian literatur melalui
berbagai search engine, website universitas serta jurnal terkait menyusui eksklusif. Setelah
pencarian literature dengan menggunakan kata kunci exclusive breastfeeding, breastfeeding
support, breastfeeding intervention, dan breasfeeding promotion, peneliti menemukan 194 judul.
Berdasar judul-judul tersebut kemudian ditelaah keterkaitan dengan penelitian ini dan
mendapatkan 57 abstrak yang relevan. Melalui hasil fulltext artikel-artikel tersebut, peneliti
menemukan beberapa penelitian yang terkait dengan penelitian ini, yang menggambarkan
persamaan dan perbedaan sehingga dapat menjelaskan keaslian dari penelitian ini, adalah sebagai
berikut:
Tabel 2. Keaslian Penelitian dan Perbandingan dengan Penelitian Sebelumnya
No Judul Penelitian Persamaan Perbedaan
1 The impact of Peer Support  Menggunakan intervensi  Subjek penelitian peer support
Training on Mothers’ pelatihan  Intervensi tidak menggunakan
Attitudes towards and  Desain kuasi eksperimen modul
Knowledge of Breastfeeding  Tempat penelitian di  Output sikap dan pengetahuan
(Kempenaar, & Darwent, masyarakat ibu menyusui.
2011).
2 Community Volunteers Can  Menggunakan intervensi  Melibatkan keluarga dalam
Improve Breastfeeding pelatihan memberikan dukungan
among Children under Six  Menggunakan pemberdayaan  Tidak menggunakan kelompok
Months of Age in the masyarakat kontrol
Demogtaric Republic of  Tempat penelitian di
Congo Crisis (Balaluka et masyarakat
al., 2012)
3 A process-oriented Intervensi menggunakan  Tempat penelitian di RS
Breastfeeding Training pelatihan. menggunakan klp  Subjek penelitian tenaga
Program for Healthcare kontrol kesehatan
Professionals to promote  Output IMD dan durasi
Breastfeeding: an menyusui
Intervention Study (Ekstrom,
Kylberg, & Nissen, 2012).
4 Peer Support for Menggunakan social support  Menggunakan peer support
Breastfeeding Continuation  Systematic review dari
(Jolly et al., 2012), penelitian yang desainnya RCT.
5 The Effectiveness of  Intervensi berupa pelatihan  Multi level intervensi
Multilevel Promotion of  Menggunakan klp kontrol  Output durasi menusui dan
Exclusif Breastfeeding in status gizi bayi
Rural Indonesia (Susiloretni,
Krisnamurni, Sunarto,
Widiyanto, Yazid, Wilopo.,
2013).
6 Knowledge and Skills  Menggunakan intervensi  Tidak menggunakan kelompok
Retention Among Frontline pelatihan kontrol
Health Workers: Community  Menggunakan modul pelatihan  Subjek penelitian petugas
Maternal and Newborn kesehatan masyarakat
Health Training in Rural  Tempat penelitian di
Ethiopia (Gobezayehu, et al., masyarakat
2014).  Output kompetensi peserta
pelatihan
7 Professional Breastfeeding S Output durasi menyusui eksklus  Subjek penelitian tenaga keseha
upport for First- if. tan
time Mother (Fu et al., 2014)  Sasaran ibu postpartum selama
dirawat di RS
 Tempat penelitian di RS
 Tidak menggunakan klp kontrol

8 Intervention Designed to Menggunakan kegiatan  Tidak menggunakan modul


Promote Exclusive penyuluhan pelatihan
Breastfeeding in High-  Systematic review dari
income Countries (Skouteris penelitian yang desainnya RCT.
et al., 2014)
9 A Training Intervention on  Intervensi berupa pelatihan  Tdk menggunakan kelompok
Child Feeding among  Tempat penelitian di kontrol
Primary Healthcare Workers masyarakat  Subjek tenaga kesehatan
in Ibadan Municipality  Output kompetensi peserrta masyarakat
(Samuel, Olaolorun, pelatihan
Adeniyi., 2016).

Berdasarkan penelitian-penelitan terkait tersebut, dapat disimpulkan bahwa


penelitian yang dilakukan ini berbeda dengan penelitian-penelitian yang telah dilakukan
sebelumnya. Secara garis besar, perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang lain, adalah
pada proses penelitian, populasi yang diteliti, intervensi yang diberikan, serta variabel yang
diteliti. Perbedaan dan keterbaruan dari penelitian yang dilakukan juga dalam hal luaran yang
dihasilkan, yaitu menghasilkan buku modul pelatihan promosi ASI eksklusif khusus yang
disesuaikan dengan kebutuhan kader posyandu, buku panduan untuk kader posyandu dalam
memberikan dukungan dan pendampingan menyusui eksklusif di masyarakat. Selain itu
penelitian ini dilakukan dengan dua tahap, yaitu pertama penelitian kualitatif untuk membantu
menyusun media pembelajaran (modul) melalui need assessment, dan kedua penelitian
kuantitatif yang berlokasi di masyarakat. Adapun tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk
mengidentifikasi dampak pelatihan menggunakan modul khusus promosi ASI eksklusif untuk
kader posyandu terhadap pelaksanaan promosi ASI eksklusif di masyarakat yang dilakukan
oleh kader posyandu dan dampaknya pada breastfeeding self efficacy ibu hamil dan menyusui
serta durasi menyusui eksklusif.
Bab II Tinjauan Pustaka
A. Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka adalah pengkajian kembali literatur-literatur yang relevan (review of
related literature) dengan penelitian yang sedang dikerjakan. Istilah lain dari tinjauan pustaka
yang sering digunakan para peneliti adalah studi literatur. Studi literatur yang dibuat dengan
membaca banyak buku, majalah kesehatan, artikel, jurnal penelitian dan sumber lainnya akan
mempermudah peneliti dalam merumuskan kerangka konsep penelitian.
Tinjauan pustaka disusun berdasarkan tujuan penelitian, pertanyaan penelitian, dan
masalah yang akan dipecahkan. Tinjauan pustaka merupakan bagian yang menggambarkan
seluruh konsep, teori dan penelitian terkait yang menjadi dasar penelitian.
B. Kerangka Teori
Kerangka teori terdiri dari semua teori-teori atau isu-isu yang sudah diketahui dan
mutakhir tentang topik yang akan diteliti, yang akan digunakan dalam penelitian. Kerangka
teori disajikan dalam bentuk bagan Kerangka Teori.
Contoh:
Judul skripsi: Pengaruh Pendidikan kesehatan tentang ASI eksklusif terhadap Breastfeeding
self efficacy ibu menyusui.
Kerangka Teori

Motivasi menyusui eksklusif Durasi menyusui eksklusif

Kemampuan:
 Pengetahuan Pendidikan Kesehatan
Breastfeeding self efficacy
 Sikap Tentang ASI Eksklusif
 Keterampilan

Persepsi tentang ASI eksklusf  Pengalaman pribadi


 pengalaman orang lain
 Penilaian orang lain
 Interpretasi kemampuan
diri sendiri

Sumber:
Rosett & Arwady (1987); Dennis & Faux (1999); Gomes & Kirkpatrick (2003, 2008); Bandura
(1986)
C. Kerangka Konsep
Kerangka konsep menggambarkan aspek-aspek yang telah dipilih dari kerangka teori
untuk dijadikan dasar masalah penelitiannya. Kerangka konsep timbul dari kerangka teori dan
berhubungan dengan masalah penelitian yang spesifik. Disusun dalam bentuk skema yang
menggambarkan hubungan variabel yang akan diteliti.
D. Hipotesis / Pertanyaan Penelitian
Hipotesis adalah pernyataan dugaan tentang hubungan antara dua variabel atau lebih.
Hipotesis selalu mengambil bentuk kalimat pernyataan dan secara umum maupun khusus
menghubungkan variabel yang satu dengan variabel lain. Jika penelitian bersifat eksploratif
dan memakai prosedur penelitian kualitatif maka tinjauan pustaka tidak akan menghasilkan
hipotesis tetapi menghasilkan suatu pertanyaan penelitian yang akan dijawab oleh penelitian
yang direncanakan. Pada dasarnya penelitian eksploratif bersifat kualitatif dan
mempertanyakan variabel-variabel apa saja yang terlibat. Sebaliknya penelitian eksplanatori
bersifat kuantitatif dan mempersoalkan hubungan antar variabel. Dugaan sementara tentang
hubungan ini disajikan dalam bentuk hipotesis.
Ada dua kriteria untuk hipotesis dan pernyataan hipotesis yang baik. Pertama, hipotesis
adalah pernyataan tentang hubungan antara variabel-variabel. Kedua, hipotesis mengandung
implikasi yang jelas untuk pengujian hubungan yang dinyatakan itu. Kriteria itu berarti bahwa
pernyataan hipotesis mengandung dua variabel atau lebih yang dapat diukur, atau
berkemungkinan untuk dapat diukur, dan bahwa pernyataan hipotesis menunjuk secara jelas
dan tegas cara variabel-variabel itu berhubungan.
Hipotesis dirumuskan sebagai berikut:
1. Hipotesis Nol (H0)
2. Hipotesis alternatif (Ha)

Bab III Metode Penelitian


Metode Penelitian berisi:
A. Desain dan Metode Penelitian
Desain dan metode penelitian disesuaikan dengan hipotesis yang akan diuji ataupun
pertanyaan penelitian yang akan dijawab. Peneliti dapat mengacu pada rancangan penelitian
yang dijumpai dalam buku-buku metode penelitian kedokteran, kesehatan, sosial, manajemen
ataupun kebijakan.
B. Waktu dan Tempat Penelitian
Bagian ini menjelaskan tentang waktu penelitian dimulai dari pembuatan proposal
sampai penyelesaian laporan yang dapat dituangkan dalam bentuk matrik. Peneliti harus
menjelaskan alasan ilmiah pemilihan tempat penelitian.
C. Populasi dan Sampel.
Peneliti menjelaskan populasi dan sampel yang menjadi subjek penelitian. Bagian ini juga
menjelaskan bagaimana metode pengambilan sampel yang digunakan.
D. Definisi Operasional
Definisi operasional variabel adalah penjelasan tentang bagaimana suatu variabel akan
diukur serta alat ukur apa yang digunakan untuk mengukurnya. Jadi definisi ini mempunyai
implikasi praktis dalam proses pengumpulan data. Definisi operasional variabel bukanlah
definisi teoritis. Tidak semua variabel perlu diberikan definisi operasionalnya; hanya
variabel-variabel yang mempunyai lebih dari satu cara pengukuran, atau variabel yang
pengukurannya spesifik, atau variabel yang belum memiliki alat ukur standar dan perlu
dikembangkan alat ukur oleh peneliti.
E. Instrumen/Alat Pengumpul Data
Instrumen atau alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian dijelaskan secara
terperinci, meliputi bentuk instrumen, bagaimana instrumen disusun, bagaimana skoring atau
penilaian instrumen, dan uji validitas dan reliabilitas (jika dilakukan). Jelaskan deksripsi alat
ukur yang hendak digunakan untuk mengukur variabel penelitian. Alat ukur penelitian bisa
berupa alat ukur standar seperti timbangan, termometer, altimeter, sphymomagnometer,
pengukur volume, dan lain sebagainya. Alat ukur juga bisa berupa indeks, misalnya indeks
massa tubuh, indeks disabilitas, indeks karies, dan lain sebagainya. Alat ukur juga bisa berupa
kuesioner, yang terbagi menjadi kuesioner tertutup dan terbuka. Alat ukur yang berupa
kuesioner lazimnya tidak standar, dalam arti tidak terbakukan untuk bisa digunakan
dimanapun. Dalam banyak penelitian, peneliti ”terpaksa” harus menyusun sendiri kuesioner
tersebut. Jika peneliti mengembangkan sendiri alat ukur yang akan digunakan, misalnya
kuesioner, maka peneliti harus mengkaji apakah alat ukur tersebut ”baik”. Alat ukur disebut
baik jika memiliki dua atribut, yaitu valid (sahih) dan reliabel (terpercaya). Untuk itu, peneliti
harus melakukan kajian untuk mengukur dan meningkatkan validitas dan reliabilitas alat ukur
tersebut, dengan cara melakukan uji coba (try out). Harus dijelaskan bagaimana uji coba
tersebut dilaksanakan, dalam hal: kapan, dengan metode apa, siapa subjek yang dikenai uji
coba, analisis datanya, dan bagaimana hasilnya.
F. Etika Penelitian
Pada bagian ini diuraikan bahwa peneliti telah melakukan langkah-langkah atau
prosedur yang berkaitan dengan etika penelitian, terutama yang berhubungan dengan
perlindungan terhadap subjek penelitian, baik berupa manusia, hewan coba, institusi atau
sistem dalam suatu institusi. Dua pilar etika penelitian adalah Ethical Clearance dan Informed
Consent.
G. Prosedur Penelitian
Bagian ini menjelaskan secara rinci langkah-langkah dalam proses pengumpulan data, dimulai
dari pengurusan izin sampai selesainya pengambilan data.
H. Analisis Data
Peneliti menjelaskan bagaimana data dari hasil penggunaan instrumen dianalisis. Bagian ini
juga menjelaskan teknik atau uji statistik yang digunakan dalam pengolahan data.

Bab IV Hasil Penelitian


Bab ini menjelaskan tentang hasil dari pengumpulan data yang diuraikan sesuai dengan
tujuan khusus penelitian. Data dapat disajikan dalam bentuk tabel, grafik, diagram dan
diinterpretasikan atau dalam bentuk narasi. Yang harus disajikan secara naratif adalah hal-hal
yang menonjol dari data tersebut, misalnya: persentase/frekuensi terbesar, persentase/frekuensi
terkecil, rerata terbesar, rerata terkecil, atau perbedaan (selisih) terbesar, perbedaan terkecil dan
perbedaan atau hubungan yang bermakna. Informasi lain yang lebih detil bisa diperoleh oleh
pembaca dari tabel atau grafik.
Beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat membuat tabel adalah:
1. Data yang disajikan dalam tabel adalah data yang sudah diolah (sudah dikelompokkan dalam
kategori-kategori, interval-interval, atau sudah dihitung ukuran-ukuran deksriptifnya), bukan
data kasar. Data kasar dirangkum dalam sebuah tabel master, yang diletakkan di dalam
lampiran.
2. Kategori dalam tabel bisa menggunakan kolom saja, atau baris saja, atau keduanya, yang
disebut tabel silang (cross tabulation). Kategorinya bisa bersifat kuantitatif, kualitatif, atau
kombinasi keduanya.
3. Kecuali penyajian tabel untuk menghitung odds-ratio (OR) dan risk-ratio (RR), maka variabel
pengaruh diletakkan pada kolom dan variabel terpegaruh pada baris.
4. Tabel harus sederhana agar mudah dipahami oleh pembaca. Artinya, dalam satu tabel jangan
dimasukkan terlalu banyak informasi (maksimal dua variabel). Bila informasi yang akan
disajikan banyak, sajikanlah dalam beberapa tabel.
5. Penyajian tabel harus independen, dalam arti untuk memahami isi tabel pembaca tidak perlu
harus membaca teksnya terlebih dahulu. Agar independen, maka sebuah tabel haruslah
menerangkan dirinya sendiri (self-explanatory). Agar supaya bisa self- explanatory, maka
sebuah tabel haruslah berisi penjelasan yang lengkap, yang berkaitan dengan judul,
kode/simbol yang digunakan, label pada kolom dan baris, dan sumber data.
6. Judul tabel harus dibuat seringkas tetapi sejelas mungkin. Judul lazimnya menjelaskan 3 hal,
yakni apa, dimana dan kapan. Judul tabel ditulis di atas tabel, ditengah (center), 18 dengan
format kerucut terbalik. Bila dalam disertasi dibuat lebih dari satu tabel, maka tabel harus
diberi nomor yang menggunakan angka Arab (bukan angka Romawi).
7. Bila di dalam tabel digunakan simbol-simbol (terutama yang jarang digunakan, misalnya N,
singkatan Newton, ukuran tekanan), haruslah dijelaskan.
8. Kategori atau label sebagai kepala kolom dan baris harus ditulis dengan jelas.
9. Keterangan-keterangan yang berkaitan dengan isi tabel diutlis di bagian bawah kiri tabel.
10. Bila tabel menyajikan data sekunder, harus disebutkan sumber data tersebut. Tujuannya
adalah untuk menghormati hak kekayaan intelektual peneliti atau institusi pemilik data
tersebut. Sumber ditulis di bawah kanan tabel. Bila data yang disajikan adalah data primer
(dikumpulkan sendiri oleh peneliti), maka sumber TIDAK ada.
11. Sebuah tabel tidak boleh dipotong (disajikan pada dua halaman yang berbeda).

Beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat membuat grafik adalah:
a. Sebagaimana halnya dalam tabel, grafik harus dibuat sederhana tetapi jelas. Supaya
sederhana dan jelas, dalam grafik disajikan tidak lebih dari dua variabel saja. Bila variabel
yang hendak disajikan banyak, sajikanlah dalam beberapa grafik.
b. Seperti juga halnya dengan tabel, grafik harus self – explanatory.
c. Jika tidak diperlukan, grafik tidak perlu digambar dalam tiga dimensi.
d. Judul grafik harus ringkas dan jelas (memuat informasi berkenaan dengan apa, dimana,
dan kapan). Berbeda dengan tabel, judul grafik ditulis di bawah grafik, di tengah, dengan
format kerucut terbaik. Bila dalam disertasi dibuat lebih dari satu grafik, maka grafik
harus diberi nomor dengan angka Arab.
e. Judul sebuah grafik tidak menggunakan istilah (kata) grafik, melainkan gambar. Gambar
(figure) mencakup grafik, gambar, skesta, peta, foto dan skema (misalnya kerangka
konsep).

Bab V Pembahasan
Esensi dari pembahasan adalah menjelaskan mengapa hasil penelitian yang dilakukan
seperti itu. Penjelasan harus dibuat bukan hanya jika hasil penelitian tidak sesuai dengan hipotesis,
bahkan jika sesuaipun harus dibuat penjelasannya. Uraian tersebut memuat penjelasan secara
teoritik, tentang mekanisme mengapa hasilnya seperti itu. Uraian juga harus menjelaskan posisi
hasil penelitian ini dengan hasil penelitian-penelitian terdahulu, apakah sama atau berbeda.
Penjelasan mengapa hasil penelitian yang dilakukan seperti itu, dapat dilakukan dengan fokus pada
aspek teoritik dan aspek metodologis. Pada aspek teoritis, perlu dijelaskan dan dibandingkan
antara premis-premis yang sudah digunakan untuk membangun hipotesis dengan kenyataan
empiris di lapangan. Bila teori yang ada masih belum mampu menjelaskan fenomena tersebut,
maka dapat digunakan asumsi-asumsi ilmiah, dengan menggunakan logika, baik deduktif maupun
induktif. Pada aspek metodologis, perlu disadari bahwa tidak ada penelitian yang sempurna.
Ketidaksempurnaan tersebut sedikit banyak akan mempengaruhi hasil penelitian. Dalam kaitannya
dengan hal ini, peneliti perlu mengkaji kemungkinan hasil penelitian tersebut dipengaruhi oleh
kontribusi langkah-langkah metodologis yang telah dilakukan. Misalnya, apakah cara penetapan
variabel benar, instrumen penelitiannya baik, cara pengambilan sampelnya benar, cara analisis
datanya tepat, dan sebagainya. Di bagian akhir pembahasan dapat dituliskan keterbatasan-
keterbatasan penelitian.

Bab VI Kesimpulan dan Saran


Kesimpulan dan saran harus dinyatakan secara terpisah. Simpulan merupakan pernyataan
singkat dan tepat yang dijabarkan dari hasil penelitian dan pembahasan untuk membuktikan
kebenaran hipotesis. Saran dibuat berdasarkan pengalaman dan pertimbangan penulis, ditujukan
kepada peneliti dalam bidang sejenis, yang ingin melanjutkan, atau memperkembangkan
penelitian yang sudah diselesaikan. Saran yang diberikan haruslah operasional dan jelas serta
sesuai dengan manfaat penelitian.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menulis saran:
1. Saran diuraikan secara singkat dengan bahasa yang jelas
2. Saran memiliki sasaran objek yang memiliki otoritas penerapan yang jelas
3. Saran disertai dengan tindakan operasional yang memungkinkan dapat dilakukan
4. Saran disertai dengan kriteria indikator keberhasilan
5. Saran berupa imbauan untuk melakukan penelitian sejenis yang menekankan pada
pendalaman.

CONTOH KESIMPULAN DAN SARAN


Kesimpulan
Setelah dilakukan penelitian tentang hubungan stresor dengan strategi koping pada
mahasiswa Keperawatan Universitas Riau yang sedang melaksanakan tahap profesi, diketahui
bahwa paling banyak responden menunjukkan stresor sedang (36,7%), dimana stresor yang
dianggap berat oleh responden adalah perbedaan pembelajaran di kampus dengan praktik di
lapangan dan ujian tindakan.
Strategi koping yang lebih banyak digunakan responden adalah emotional- focussed coping
(40,5%). Berdasarkan hasil uji statistik dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara stresor
dengan strategi koping mahasiswa Keperawatan Universitas Riau dalam mengatasi stres
melaksanakan tahap profesi (p = 0,424).
Saran
1. Bagi pengembangan ilmu keperawatan
Bidang ilmu keperawatan khususnya keperawatan jiwa hendaknya senantiasa
mengembangkan keilmuannya terkait dengan konsep-konsep stresor dan mekanisme koping
yang terjadi pada kelompok klien yang berada pada kondisi risiko.
2. Bagi Institusi pendidikan
Hasil penelitian ini memfasilitasi secara aktif cara-cara pemecahan masalah dan
strategi koping yang tepat digunakan dalam mengatasi stres mahasiswa. Selain itu, manajemen
waktu, manajemen stres dan kemampuan koping penting dimasukkan ke dalam kurikulum
pendidikan keperawatan. Peneliti juga berharap pihak Prodi dapat membentuk kelompok
dukungan sebaya untuk membantu mahasiswa dalam menghadapi stres yang berat. Dosen dan
pembimbing klinik hendaknya mengurangi perbedaan teori-praktik yang menjadi stresor
utama mahasiswa serta membantu mahasiswa agar dapat melakukan prosedur atau tindakan
keperawatan di depan pasien dengan rasa percaya diri.
3. Bagi mahasiswa
Mahasiswa Keperawatan khususnya yang akan melaksanakan tahap profesi hendaknya
mengetahui stresor-stresor yang biasa dialami selama menjalani tahap profesi sehingga
mahasiswa dapat mempersiapkan diri dan mencegah terjadinya stres saat melaksanakan tahap
profesi. Selain itu, mahasiswa seharusnya lebih sering menggunakan strategi koping yang
adaptif.
4. Bagi peneliti lain
Peneliti lain yang akan melanjutkan penelitian ini hendaknya menambah jumlah
sampel penelitian, serta meneliti stresor mahasiswa yang sedang praktik di Rumah Sakit Jiwa
dan Komunitas. Selain itu, penelitian hendaknya dilakukan di waktu yang tepat, yaitu di tahap
awal profesi.
II. TATA CARA PENGETIKAN SKRIPSI

Tata cara / aturan pengetikan skripsi, meliputi: bahan dan ukuran, pengetikan, penomoran, daftar
dan gambar, dan penulisan nama.
A. Bahan dan Ukuran
1) Naskah diketik menggunakan kertas HVS 80 g/m 2 (untuk laporan skripsi), kertas HVS
70 g/m2 (utk proposal) dan tidak dicetak bolak balik. Ukuran naskah ialah 21 cm x 28
cm dengan ukuran A4
2) Sampul laporan skripsi dibuat hard cover berwarna dark blue (biru dongker), tulisan
tinta emas. Tulisan yang tercetak pada sampul sama dengan yang terdapat pada halaman
judul.
3) Pembatas antar bab menggunakan kertas berwarna biru muda dengan menggunakan logo
Universitas Riau.

B. Pengetikan
1. Pengetikan cover
Pada kulit luar
a. Logo: logo yang ditampilkan adalah lambang Universitas Riau, format gambar (tinggi
4,14 cm; skala 27%, lebar 4,76 cm ; skala 32%), warna logo kuning emas.
b. Judul: ukuran huruf 14 dengan menggunakan huruf kapital, berbentuk piramida
terbalik, maksimal 20 kata dengan jarak tulisan 1 spasi. Judul menggambarkan
masalah penelitian dan tidak diwajibkan mencantumkan tempat penelitian.
c. Diatas judul ditulis: PROPOSAL atau SKRIPSI dengan menggunakan huruf kapital,
ukuran 12, bold.
d. Nama mahasiswa: nama mahasiswa yang melakukan penelitian, tulisan menggunakan
huruf kapital, ukuran 12, bold.
e. Nomor induk mahasiswa: ditulis dalam bentuk singkatan dengan menggunakan huruf
kapital, diikuti tanda baca titik (.), ukuran 12, bold.
f. Nama program studi: ukuran 14 dengan menggunakan huruf kapital, berbentuk
piramida terbalik, jarak tulisan 1 spasi
g. Tahun: ditulis sesuai dengan tahun pengesahan skripsi, ukuran 14
h. Semua huruf dalam cover depan menggunakan times new roman
Kulit dalam
a. Logo: logo yang ditampilkan adalah lambang Universitas Riau, format gambar (tinggi
4,14 cm; skala 27%, lebar 4,76 cm ; skala 32%), warna logo hitam
b. Judul: ukuran huruf 14 dengan menggunakan huruf kapital, berbentuk piramida
terbalik,maksimal 20 kata dengan jarak tulisan 1 spasi. Judul menggambarkan masalah
penelitian dan tidak diwajibkan mencantumkan tempat penelitian
c. Diatas judul ditulis: PROPOSAL/SKRIPSI dengan menggunakan huruf kapital, ukuran
12, bold.
d. Keterangan: menjelaskan tentang persyaratan kelulusan, menggunakan huruf kecil,
menggunakan huruf kapital diawal kata, ditulis miring (italic), ukuran 11
e. Nama mahasiswa: nama mahasiswa yang melakukan penelitian, tulisan menggunakan
huruf kapital, ukuran 12, bold
f. Nomor induk mahasiswa: ditulis dalam bentuk singkatan dengan menggunakan huruf
kapital, diikuti tanda baca titik (.), ukuran 12, bold
g. Nama program studi: ukuran 14 dengan menggunakan huruf kapital, berbentuk
piramida terbalik, jarak tulisan 1 spasi
h. Tahun: ditulis sesuai dengan tahun pengesahan skripsi, ukuran 14
i. Semua huruf dalam cover menggunakan times new roma

2. Pengetikan Kata Pengantar


Judul ditulis menggunakan huruf kapital, times new roman, ukuran 12, bold. Isi
kata pengantar menggunakan bahasa resmi (akademik), mencantumkan gelar akademik
tanpa sebutan bapak/ibu, jarak 1.5 spasi, jumlah halaman maksimal 2.

3. Pengetikan Abstrak
a. Tata cara penulisan: pojok kiri atas ditulis nama program studi dan Universitas Riau
dengan menggunakan huruf kapital, ukuran 12, bold, jarak 1 spasiSkripsi: bulan dan
tahun
b. Nama peneliti tanpa gelar
c. Judul penelitian ditulis menggunakan huruf kapital diawal kata, jarak 1 spasi
d. Cantumkan jumlah halaman depan (angka romawi kecil) + jumlah halaman isi
+ jumlah tabel + jumlah skema + jumlah diagram + jumlah lampiran
e. Isi abstrak tidak menggunakan alinea (rata kiri-kanan)
f. Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
g. Tulisan Abstrak/ Abstract: ditulis ditengah dengan diawali huruf besar dan diikuti oleh
huruf kecil dan di tebalkan. Untuk abstract dalam bahasa Inggris tidak ditulis
dengan huruf italics (miring) kecuali istilah latin/medis.
h. Berisikan: latar belakang, tujuan penelitian, metode, hasil penelitian, kesimpulan dan
saran.
i. Jumlah kata antara 150-250 kata, 1 spasi, 1 paragraf
j. Kata kunci berisi kata-kata inti, disusun sesuai abjad, berjumlah 3-5 kata. Huruf
kapital ditempatkan hanya pada awal kata pertama
k. Daftar pustaka: Jumlah daftar pustaka dan kisaran tahun terbit yang dibuat dalam
kurung.

4. Pengetikan Isi
Jenis huruf yang digunakan adalah Times New Romans ukuran 12 atau Arial
ukuran 11 dan untuk seluruh naskah digunakan jenis huruf yang sama. Spasi yang
digunakan untuk teks dalam naskah disertasi adalah 1,5 spasi dan 1 spasi untuk teks yang
digunakan dalam abstrak. Spasi untuk tabel dan paragraf kuotasi yang digunakan adalah 1
spasi. Pengetikan dengan menggunakan rata kanan kiri.
Bilangan diketik dengan angka, kecuali pada permulaan kalimat yang harus
ditulis dengan lengkap. Angka desimal ditandai dengan koma, kecuali apabila naskah
disertasi ditulis dalam bahasa Inggris. Satuan dinyatakan dengan singkatan resmi tanpa
tanda titik di belakangnya. Misalnya kg, gr, cal dan sebagainya.
Batas tepi pengetikan diatur dari tepi kertas adalah sebagai berikut:
1. Tepi atas dan tepi kiri: 4 cm
2. Tepi bawah dan tepi kanan: 3 cm.
Alinea baru dimulai dari ketikan yang ke-5 dari batas tepi kiri, dan tidak ada
tambahan spasi antara akhir paragraf dan awal paragraf berikut. Awal kalimat harus
menggunakan huruf besar. Bilangan yang memulai suatu kalimat harus ditulis dengan
lengkap. Misal: Sepuluh penyakit terbanyak.
Penulisan judul, sub judul, dan anak sub judul seluruhnya tanpa diakhiri dengan
titik. Judul ditulis dengan huruf besar (kapital), dan diatur supaya simetris dengan jarak 4
cm dari tepi atas. Sub judul ditulis simetris di tengah, seluruh kata dimulai dengan huruf
besar, kecuali kata penghubung dan kata depan, dan seluruhnya diberi garis bawah. Anak
sub judul diketik mulai dari batas kiri dan diberi garis bawah, dengan huruf pertama dengan
huruf besar.
Kalimat pertama dimulai dengan alinea baru. Penulisan sub anak sub judul
dimulai dari ketikan ke-5 diikuti dengan titik dan diberi garis bawah. Kalimat pertama
diketikkan setelah sub anak sub judul dalam baris yang sama.
Apabila dalam penulisan naskah terdapat rincian ke bawah, gunakan nomor urut
dengan angka atau huruf sesuai dengan derajat rincian. Penggunaan tanda baca (misalnya
penghubung) atau simbol lainnya tidak diperkenankan.

C. Penomoran
Penomoran halaman judul hingga abstrak ditulis dalam angka romawi kecil.
Sedangkan bagian-bagian lainnya ditulis dengan angka arab. Pada isi skripsi penomoran
ditulis memakai huruf arab di pojok kanan atas, kecuali setiap halaman bab ditulis pada
tengah bawah. Nomor halaman diketik dengan jarak 3 cm dari tepi kanan dan 1.5 cm dari
tepi atas atau tepi bawah.
Penomoran BAB berkelanjutan dengan angka romawi (I, II, dst), sedangkan Sub BAB
dan bagiannya menggunakan huruf dan angka yang berkelanjutan,
contoh:
A.
1.
a.
1)
a)

Penulisan judul pada bagian Sub BAB ditulis tebal (Bold) sedangkan bagian sub Bab tidak
ditulis tebal.
D. Penyajian Tabel dan Gambar
1. Penomoran: Setiap tabel dan gambar memiliki nomor yang diurut sebagai berikut, Tabel
1, Tabel 2, Tabel 3 atau Gambar 1, Gambar 2, Gambar 3. Pengetikan tidak dihitamkan
ataupun miring tanpa titik.
2. Judul: Diketik dibawah nomor tabel. Judul berisikan variabel yang diteliti tanpa
mencantumkan tempat, tahun dan jumlah sampel. Huruf pertama setiap kata di ketik besar
(kecuali dari, di, dalam dll). Huruf diketik miring.
3. Spasi: Dapat diketik dengan spasi satu, spasi pada tabel dibuat konsisten.
4. Garis: hanya garis horizontal tanpa garis vertikal
5. Huruf: Gunakan Times New Roman untuk teks dan tabel.
6. Setiap penyajian tabel, gambar, skema menggunakan judul huruf Times New Roman
ukuran 12¸dengan jarak 1 spasi.
7. Sumber tabel/gambar/skema harus dicantumkan dibawah tabel/ gambar/ skema.
a. Kutipan dari tabel dalam teks sebaiknya menggunakan nomor tabel
b. Huruf dalam tabel berukuran font 11 pts, spasi 1
c. Keterangan tabel ditulis dibawah tabel yang berisi kesimpulan isi tabel.
d. Tabel boleh mempergunakan singkatan yang sudah distandarisasikan, seperti: No
untuk nomor, % untuk persen, M untuk mean, SD untuk simpangan deviasi di tabel
heading tanpa penjelasan

E. Penulisan Kutipan
Pedoman penulisan kutipan merujuk kepada American Psychological Association (APA) style.
1. Kutipan langsung (Kuotasi)
a. Kutipan singkat
1) Kurang dari 40 kata
2) Diketik dengan tanda kutip ganda pada awal dan akhir kutipan.
3) Kata penting yang ingin ditonjolkan gunakan tanda petik tunggal.
Contoh:
“Satu elemen penting dari ‘komunitas yang sehat’ adalah komunitas yang
kompeten” (Wass, 1994, hal. 37).
Menurut Wass (1994, hal. 37) “Satu elemen penting dari komunitas yang sehat
adalah komunitas yang kompeten”.
F. Kutipan panjang
1. Lebih dari 40 kata
2. Diketik pada paragraf sendiri tidak perlu tanda kutip ganda, diketik satu tab kedalam.
Contoh:
Menurut Cottrel (1976, dalam Wass, 1994) definisi dari komunitas yang kompeten adalah
satu dari beberapa komponen komunitas berikut:(1) mampu berkolaborasi secara efektif
dalam mengidentifikasi masalah dan kebutuhan komunitas; (2) dapat mencapai
kesepakatan dalam penetapan tujuan; (3) dapat menyetujui dan berarti untuk implementasi
tujuan yang disepakati, dan; (4) dapat berkolaborasi secara efektif didalam melakukan
tindakan yang dibutuhkan … (hal. 37-38).
Untuk bagian kalimat yang tidak penting dan akan dihilangkan, maka bagian itu diganti
dengan tiga titik tiga (…), apabila bagian tersebut terletak di akhir kalimat menjadi 4 titik
dengan titik akhir.
3. Kutipan tidak langsung
a) Penulis tidak menggunakan kutipan langsung atau menggunakan ide-ide penulis
artikel lain dan menuangkan dalam bahasanya sendiri. Cukup mencantumkan nama
akhir penulis dan tahun penulisan. Sumber kutipan dapat ditulis pada awal atau akhir
kutipan dan tidak mengaburkan bagian yang dikutip.
b) Jika penulis terdiri atas dua orang, kata penghubung penulis pertama dan kedua
menggunakan ”dan” (tidak menggunakan simbol ”&”, kecuali nama penulis
diletakkan di akhir kalimat dan berada di dalam kurung).
c) Jika penulis lebih dari dua orang, hanya nama belakang penulis pertama yang ditulis
sebagai sumber kutipan, diikuti et al. dan tahun.
d) Jika penulis adalah kelompok (lembaga pemerintah, instansi, perusahaan, asosiasi,
dll), maka nama penulis ditulis dalam bentuk panjang pada kutipan pertama dan dapat
disingkat pada kutipan berikutnya.
e) Penulis dengan nama belakang yang sama, ditulis inisial awal nama penulis
dilanjutkan dengan nama akhir penulis dan tahun.
f) Jika sumber kutipan merupakan literatur terjemahan (buku, artikel, dll), maka yang
disebut sebagai sumber adalah nama penulis asli (bukan penerjemah), diikuti tahun
penerbitan literatur asli (bukan tahun penerbitan hasil terjemahan).
Contoh:
Periode postpartum merupakan jarak waktu antara kelahiran bayi dan kembalinya organ-
organ reproduksi kepada keadaan tidak hamil (Wong, et al, 2006).
Wong, et al (2006) menyatakan bahwa periode postpartum merupakan jarak waktu antara
kelahiran bayi dan kembalinya organ-organ reproduksi kepada keadaan tidak hamil.

Cara menulis sumber kutipan dalam text


o Sumber pertama
Tipe Kutipan Kutipan Format dalam Format dalam
kutipan pertama selanjutnya kurung pada kurung pada
kutipan kutipan
pertama selanjutnya
Satu penulis Walker (2007) Walker (2007) (Walker, 2007) (Walker, 2007)

Dua penulis Walker dan Walker dan (Walker & (Walker &
Allen (2004) Allen (2004) Allen, 2004) Allen, 2004)
Tiga penulis Bradley, Bradley et al. (Bradley, (Bradley et al.,
Ramirez, dan (1999) Ramirez, & 1999)
Soo (1999) Soo, 1999)
Empat penulis Bradley, Bradley et al. (Bradley, (Bradley et al.,
Ramirez, Soo, (2006) Ramirez, Soo, 2006)
dan Walsh & Walsh,
(2006) 2006)
Lima penulis Walker, Allen, Walker et al. (Walker, Walker et al.,
Bradley, (2008) Allen, 2008)
Ramirez, dan Bradley,
Soo (2008) Ramirez, &
Soo, 2008)
Enam penulis Wasserstein et Wasserstein et (Wasserstein (Wasserstein et
atau lebih al. (2005) al. (2005) et al., 2005) al., 2005)
Kelompok World Health WHO (2004) (World Health (WHO, 2004)
(nama Organization Organization
singkatan (WHO, 2004) [WHO], 2004)
sudah dikenal)
Kelompok University of University of (University of (University of
(tanpa nama Pittsburgh Pittsburgh Pittsburgh, Pittsburgh,
singkatan) (2005) (2005) 2005) 2005)

(sumber: American Psychological Association, 2010)


b. Sumber Kedua
1) Penulis mengutip dari kutipan penulis lain
2) Kutipan bisa langsung atau tidak langsung
3) Penulis tetap mencantumkan nama akhir penulis dan tahunnya, selanjutnya
mencantumkan nama akhir dan tahun dimana sumber itu didapatkan.
Contoh: Kutipan langsung
Green dan Kruiter (dalam Wass, 1994, hal. 44) mengemukakan “Pendidikan memegang
peran sentral di didalam promosi kesehatan …”.
Contoh kutipan tidak langsung
Green dan Kruiter (dalam Wass, 1994) mengatakan bahwa dalam promosi kesehatan
faktor pendidikan memegang peranan penting
c. Sumber Kutipan dari Kitab Suci
Contoh:
(Qur’an 5:3-4)
1 Cor. 13:1
d. Sumber kutipan dari komunikasi pribadi
F.A. Nauli (komunikasi pribadi, Februari 12, 2015)
(F.A. Nauli, komunikasi pribadi, Februari 12, 2015)

G. Referensi
1. Referensi yang digunakan harus disebutkan di daftar pustaka dengan menggunakan gaya
penulisan American Psychological Association (APA).
2. Penulisan referensi 1 spasi, baris kedua menjorok kedalam sebanyak lima ketukan (1
tab).
3. Referensi diurutkan berdasarkan urutan abjad, tidak menggunakan angka atau
tanda.
4. Referensi yang digunakan terbaru, minimal 10 tahun terakhir (untuk buku) dan 5
tahun untuk jurnal. Minimal jumalah referensi dari jurnal adalah 10, 5 diantaranya jurnal
dari luar negeri. Jumlah referensi paling sedikit 20 sumber.
5. Referensi yang tidak boleh digunakan pada penyusunan skripsi bersumber dari blogspot,
wordpress, artikel tanpa nama penulis (anonym), artikel popular, dan sumber yang
diragukan keabsahan ilmiahnya.
H. Daftar Pustaka
Teknik penulisan yang digunakan pada daftar pustaka menggunakan gaya penulisan
American Psychological Association (APA). Tata cara penulisan sebagai berikut:
1) Baris pertama dimulai pada pias (margin) sebelah kiri, baris kedua dan selanjutnya
dimulai dengan 5 ketukan ke dalam. Margin rata kiri (align text left).
2) Nama pengarang diawali dengan huruf kapital. Jika ada nama pengarang lebih dari
satu dengan judul yang berbeda, maka nama yang didahulukan adalah tahun terbit
buku.
3) Jarak antara baris pertama dengan baris berikutnya 1 spasi. Jarak dengan nama penulis
berikutnya 1,5 spasi
4) Daftar pustaka diurut berdasarkan abjad huruf pertama nama belakang penulis. Urutan
nama penulis tidak diberi nomor maupun simbol lainnya

1. Unsur-Unsur Daftar Pustaka:


a) Nama penulis yang diawali dengan penulisan nama belakang
b) Tahun terbitan karya ilmiah yang bersangkutan
c) Judul karya ilmiah dengan menggunakan huruf besar untuk huruf pertama judul dan
selanjutnya huruf kecil, ditulis miring. Apabila ada sub judul, diberi titik dua (:) dan
penulisan awal sub judul dengan huruf besar
d) Edisi buku
e) Nama kota tempat terbit
f) Nama penerbit

2. Unsur – Unsur Referensi Internet


a) Nama penulis yang diawali dengan nama belakang
b) Judul tulisan diletakkan diantara tanda kutip
c) Judul karya tulis keseluruhan (jika ada) dengan tulisan miring (italic)
d) Data publikasi berisi protokol, dan alamat, path, tanggal, pesan, waktu akses
dilakukan
3. CONTOH CARA PENULISAN DAFTAR PUSTAKA (APA STYLE)

Jenis Rujukan Format APA


Satu penulis Sukadji, S. (2000). Menyusun dan mengevaluasi laporan
penelitian. Jakarta: UI Press

Dua penulis Koskoff, V. D., & Goldhurst, R. (2008). The dark side of the
house. New York: Dial Press.
Tiga s.d. 6 penulis Akhadiah, S., Arsyad, M.G., & Ridwan, S.H. (2002).
(semua penulis Pembinaan kemampuan menulis Bahasa Indonesia. Jakarta:
dituliskan namanya) Erlangga
Lebih dari 6 penulis Nova, R., dkk. (1993). Panduan penulisan riset. Pekanbaru:
(tuliskan 1 nama UNRI Press
dan seterusnya
ditulis dkk / et al

Lebih dari 1 edisi Giraldi, J. (1999). MLA handbook for writers of research
papers. (5th ed). New York: The Modern Language
Association of America
Penulis dengan Rudi, G. (1997). Bahasa Indonesia di perguruan tinggi.
beberapa buku Jakarta: Gramedia.

(Tulis mulai dari Rudi, G. (1999). Bahasa Indonesia bagi masyarakat umum.
tahun terendah, jika Jakarta: Gramedia.
dengan tahun yang
sama tulis Keraf, G. (1997a). Argumentasi dan narasi. Jakarta:
berdasarkan urutan Gramedia.
abjad pertama dari
judul) Keraf, G. (1997b). Komposisi: sebuah pengantar kemahiran
bahasa. Flores: Nusa Indah.

Alleyne, R. L. (2001). ...................................

Alleyne, R. L., & Evans, A. J. (1999). .......................


Penulis berupa tim Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
atau lembaga atau Universitas Indonesia. (2002). Panduan teknis penyusunan
institusi skripsi sarjana sains. Jakarta: UI Press.

Biro Pusat Statistik. (1993). Struktur ongkos usaha tani padi


dan palawija 1990. Jakarta: BPS
Jenis Rujukan Format APA
Buku terjemahan Creswell, J. W. (2002). Metodologi penelitian dengan
pendekatan kualitatif dan kuantitatif (Hendra Teguh & Roni
Antonius, Penerjemah.). Jakarta: KIK Press.

Artikel atau bab Eiser, S., Redpath, A., & Rogers, N. (1987). Outcomes of
dalam buku yang early parenting : Knowns and unkwons. In A. P. Kern & L.S.
diedit Maze (Ed). Logical thinking in children (pp. 58-87). New
York: Springer.

Serial/ berjilid Sadie, S. (ed.). (1980). The new grove dictionary of music
and musicians. Vol. 15. London: Micmillan.

Atau

Sadie, S. (ed.). (1980). The new grove dictionary of music


and musicians. (Vol. 15, hlm. 3-66). London: Micmillan

Makalah seminar, Budiman, M. (1996, Maret). The relevance of


konferensi, dan multiculturalism to Indonesia. Makalah pada Seminar Sehari
sejenisnya tentang Multikulturalisme di Inggris, Amerika, dan
Australia. Universitas Indonesia, Depok.

Artikel Dari Jurnal Fagard, R. H. (2002). Epidemiology of hipertension in


elderly. American Jurnal of Geriatric Cardiology, 11(1), 23-
28.

Artikel dari Majalah Greenberg, G. (13 Agustus 2001). As good as dead: Is there
really such a thing as brain death? New Yorker, 36-41.

Artikel Dari Surat Albert, E. (15 Juli 2003). Resiko kematian. Kompas, hal. 1-8.
Kabar
Obat yang baru dipromosikan secara tajam menurunkan
Artikel dari surat risiko kematian akibat gagal jantung. (15 Juli 1993).
kabar, tanpa penulis Kompas, hal. 1-8.

Karya lengkap dari McNeese, M.N. (2001). Using technology in educational


sumber elektronik settings. October 13, 2001. University of Southern
Mississippi, Educational Leadership and Research.
http://www.dept.usm.edu/~eda/

Penulisan Jurnal Elliot. J. (Agustus, 2001). What you need to know to support
Dari Sumber a woman through childbirth. Journal of Bibliographic
Elektronik
Jenis Rujukan Format APA
Research, 5, 8-9. Diperoleh tanggal 23 Februari 2006 dari
http://www.todaysparent/articles.html.

Penulisan Artikel Budi, R. (2005). Panduan menulis dan mempersentasikan


Dari Sumber karya ilmiah: thesis, tugas akhir, dan makalah. Budi Insan
Elektronik News 2(2). Diperoleh tanggal 1 Oktober 2008 dari
http://budi.insan.co.id/boos/thesis/tulis.pdf

Penulisan Artikel Hilts, P.J. (16 Februari 1999). In forecasting their emotions,
surat kabar most people flunk out. New York Times. Diperoleh tanggal
Dari Sumber 21 November 2000, dari http://www.nytimes.com
Elektronik

Dokumen lembaga NAACP (1999, February 25). NAACP calls for Presidential
dari sumber order to halt police brutality crisis. Diperoleh tanggal 3 Juni
elektronik 2001 dari
http://www.naacp.org./president/releases/police_brutality.ht
m

Wawancara White, Donna. (1992, December 25). Personal interview.


(bukan referensi
pada pembahasan) Hendra Teguh. (4 Mei 2013). Wawancara personal.

I. Bahasa
Bahasa dan ejaan yang digunakan adalah bahasa Indonesia dan mengikuti pedoman
ejaan yang disempurnakan yaitu EYD Tahun 2010. Penggunaan bahasa Inggris
diperbolehkan dengan kaidah bahasa dan ejaan yang digunakan mengacu pada kaidah
dalam bahasa Inggris.
Bentuk kalimat dianjurkan tidak menggunakan orang pertama dan kedua (misalnya
saya, aku, kami, engkau, dan sebagainya), akan tetapi ditulis menggunakan kalimat pasif.
Perkecualiannya adalah penulisan kutipan langsung yang dapat menggunakan orang
pertama dan kedua. Pada kata pengantar, saya diganti dengan kata penulis. Sedapat
mungkin menggunakan istilah Indonesia. Apabila terpaksa menggunakan istilah asing,
istilah tersebut dicetak miring (italic)
III. FORMAT PROPOSAL DAN SKRIPSI

A. Proposal dan Skripsi


Secara lengkap seluruh bagian-bagian dalam proposal dan disertasi adalah sebagai berikut:
Tabel 2. Bagian-bagian dalam proposal penelitian dan disertasi

Proposal Skripsi
Halaman Judul dan lembar Halaman Judul dan lembar persetujuan
persetujuan
Daftar Isi Daftar Isi
Daftar tabel dan grafik (optional)
Daftar singkatan (optional)
Kata pengantar
Abstrak (Indonesia dan Inggris)
BAB I. Pendahuluan BAB I. Pendahuluan
A. Latar Belakang Masalah A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian D. Manfaat Penelitian
E. Keaslian Penelitian E. Keaslian Penelitian
BAB II. Tinjauan Pustaka BAB II. Tinjauan Pustaka
A. Tinjauan Pustaka A. Tinjauan Pustaka
B. Kerangka Teori B. Kerangka Teori
C. Kerangka Konsep C. Kerangka Konsep
D. Hipotesis/pertanyaan penelitian D. Hipotesis/pertanyaan penelitian
BAB III. Metoda Penelitian BAB III. Metoda Penelitian
A. Desain Penelitian A. Desain Penelitian
B. Lokasi Penelitian B. Lokasi Penelitian
C. Populasi dan Sampel C. Populasi dan Sampel
D. Definisi Operasional D. Definisi Operasional
E. Instrumen Penelitian E. Instrumen Penelitian
D. Etika Penelitia D. Etika Penelitia
E. Prosedur Penelitian E. Prosedur Penelitian
F. Analisis Data F. Analisis Data
BAB IV. Hasil Penelitian
BAB V. Pembahasan
BAB VI. Kesimpulan dan Saran
A. Kesimpulan
B. Saran
Daftar Pustaka Daftar Pustaka
Lampiran Lampiran

Masing-masing bagian dalam proposal dan skripsi diuraikan sebagai berikut:

B. Judul dan Lembar Persetujuan


Halaman judul memuat: judul, maksud usulan penelitian, lambang UNRI, nama
dan nomor mahasiswa, institusi yang dituju, dan waktu pengajuan. Contoh halaman judul
dapat dilihat pada lampiran 1. Halaman persetujuan berisi tanda tangan dan tanggal
persetujuan oleh pembimbing disertasi. Contoh halaman persetujuan terdapat pada
lampiran 4-7.

C. Daftar Isi, Pernyataan dan Kata Pengantar


1. Daftar isi merupakan daftar yang menunjukkan isi bagian-bagian dalam disertasi
maupun sub-sub bagiannya beserta nomor halamannya. Contoh lihat lampiran 13
2. Daftar tabel dan grafik tidak selalu harus ada dalam disertasi, tergantung dari banyaknya
tabel dan grafik yang ada. Memuat judul tabel dan nomor halamannya. Contoh lihat
lampiran 14, 15 dan 16.
3. Halaman pernyataan berisi pernyataan bahwa isi disertasi ini bukan merupakan karya
peneliti lain dan tidak mengambil dari karya penelitian lain. Contoh pernyataan
terdapat pada lampiran 8.
4. Kata pengantar merupakan ungkapan yang tulus dari peneliti dan mencakup uraian
refleksi peneliti terhadap keseluruhan proses penelitian yang dilalui, manfaat disertasi
dan apresiasi terhadap pihak-pihak yang mempunyai kontribusi dalam penyelesaian
disertasi (termasuk responden penelitian). Contoh lihat pada lampiran 10.
D. Judul, Abstrak dan Kata Kunci

Judul skripsi adalah bagian yang pertama kali dilihat oleh pembaca (kolega,
pembimbing akademik, pembimbing skripsi, penguji, pembaca makalah, penelusur
artikel, dan yang lainnya). Oleh karenanya judul harus menarik. Menurut Hall (1994),
judul harus memberikan gambaran mengenai keseluruhan yang tercakup dalam skripsi
(“what the paper is all about”), ditulis sesingkat mungkin dan membuat pembaca tertarik.
Bagian kedua yang paling sering dibaca setelah judul adalah abstrak. Abstrak
merupakan ringkasan disertasi atau naskah publikasi yang ditulis dalam 200-250 kata.
Abstrak berisi informasi mengenai mengapa dilakukan penelitian, apa yang dilakukan,
bagaimana hasil dan kesimpulannya. Agar penulisan abstrak mencakup seluruh
informasi tersebut, maka digunakan format structured abstract (Hall, 1994), dengan sub-
sub judul sebagai berikut: 1. Latar belakang (Background) 2. Metode (Methods) 3. Hasil
(Results) 4. Kesimpulan (Conclusion)
Kata kunci adalah kata yang nantinya akan dipergunakan oleh peneliti lain untuk
menelusuri referensi (dan menemukan hasil penelitian kita). Kata kunci dapat terdiri dari
topik penelitian, metode yang digunakan dan setting penelitian. Sebagai pedoman untuk
menyusun kata kunci, dapat merujuk ke MeSH (Medical Subject Heading) yang disusun
oleh National Library of Medicine (1999).

E. Daftar Pustaka
Daftar pustaka mencerminkan kemampuan penelusuran kepustakaan dan wawasan
peneliti terhadap literatur yang berisi teori, konsep ataupun penelitian-penelitian lain yang
telah dilakukan sebelumnya. Referensi dalam daftar pustaka diharapkan berisi literatur
yang paling mutakhir dan mengutamakan referensi berupa hasil-hasil penelitian terutama
yang dipublikasikan di jurnal nasional dan internasional. Referensi yang bersifat umum,
seperti halnya buku-buku metode penelitian atau statistik, tidak perlu dicantumkan kecuali
apabila menggunakan suatu metode atau pengujian yang jarang dipergunakan. Referensi
terutama digunakan untuk menyusun tinjauan pustaka (Bab II) dan pembahasan (bagian
dalam Bab IV). Seluruh referensi yang digunakan dalam teks harus tertulis dalam daftar
pustaka. Sebaliknya, seluruh referensi yang ada dalam daftar pustaka harus pula
digunakan atau dirujuk dalam teks. Referensi yang hanya dibaca oleh peneliti namun tidak
dirujuk dalam teks tidak perlu dicantumkan dalam daftar pustaka. Penulisan referensi
dalam teks dan daftar pustaka merujuk pada Bab III dan Bab IV dalam buku pedoman ini.

F. Lampiran
1. Pada proposal
Lampiran pada proposal terdiri dari format alat ukur/instrument penelitian yang akan
digunakan.
2. Pada Hasil/skripsi
Pada skripsi, lampiran terdiri dari:
a) Surat izin penelitian
b) Format alat ukur/instrumen penelitian yang digunakan.
c) Format informed consent
d) Hasil uji instrument penelitian (uji validitas dan reliabilitas)
e) Etica clearance dari komisi etik
f) Master data
g) Hasil analisis data (output SPSS ataupun analisis transkrip).
h) Foto-foto saat melakukan penelitian
i) Hasil uji plagiasi
j) Dan lain-lain yang dianggap sebagai informasi penting untuk mendukung data yang
disajikan pada skripsi.