Anda di halaman 1dari 7

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

DU PONT

MANAJEMEN KEUANGAN
PT. GUDANG GARAM Tbk. (GGRM)

Oleh:

FENTI
C 202 20 019

MAGISTER MANAJEMEN
FAKULTAS PASCASARJANA
UNIVERSITAS TADULAKO
KOTA PALU
2020
ANALISIS RASIO DU PONT

Analisis Rasio Du Pont adalah rasio keuangan yang memecah/menjabarkan rasio


Return On Asset (ROA) dan Return On Equity (ROE) menjadi beberapa komponen
penting.

1. ROE (Return On Equity)


ROE (Return On Equity) adalah rasio profitabilitas yang mengukur kemampuan
perusahaan untuk menghasilkan laba dari investasi pemegang saham di perusahaan
tersebut. Dengan kata lain, ROE menunjukan seberapa banyak keuntungan yang dapat
dihasilkan oleh perusahaan dari setiap satu rupiah yang diinvestasikan oleh para
pemegang saham. ROE biasanya dinyatakan dengan persentase (%).

TAHU
N PERUSAHAAN ROE
2018 PT. Gudang Garam Tbk (GGRM) 0,17 %
2019  PT. Gudang Garam Tbk (GGRM) 0,21 %

Pada analisis Du Pont Return On Equity (ROE) selama dua tahun, tampak bahwa
ROE GGRM meningkat dari 0,17% menjadi 0,21%. Peningkatan ROE GGRM cukup
besar. Hal ini dikarenakan meningkatnya margin laba dari tahun 2018 ke tahun 2019.
Dari rasio diatas, GGRM berhasil mengelola biaya biayanya sehingga ROE meningkat.
Hal ini berarti GGRM adalah perusahaan yang memiliki tingkat profitabilitas yang baik
dan stabil. ROE GGRM jika dibandingkan dengan ROE PT. HM Sampoerna Tbk pada
tahun 2018 itu jauh lebih kecil. Berarti GGRM memiliki kelemahan dalam hal
memaksimalkan aset asetnya untuk mencapai penjualannya. Sehingga dapat dikatakan
bahwa setiap investasi sebesar 1 rupiah dari pemegang saham menghasilkan peningkatan
keuntungan sebesar 0,17 persen ditahun 2018 dan 0,21 persen di tahun 2019.

2. ROA (Return On Asset)


ROA (Return On Asset) adalah rasio profitabilitas yang mengukur kemampuan
perusahaan menghasilkan laba dari penggunaan seluruh sumber daya atau aset yang
dimilikinya. Sebagai rasio profitabilitas, ROA digunakan untuk menilai kualitas dan
kinerja perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari pemanfaatan aset yang
dimilikinya.

TAHU
N PERUSAHAAN ROA
2018 PT. Gudang Garam Tbk (GGRM) 0,11 %
2019  PT. Gudang Garam Tbk (GGRM) 0,13 %

Pada analisis Du Pont Return On Asset (ROA) selama dua tahun, tampak bahwa ROA
GGRM meningkat dari 0,11% menjadi 0,13%. Peningkatan ROA GGRM relatif tinggi.
Hal ini dikarenakan akibat meningkatnya margin laba dan perputaran aset dari tahun 2018
ke tahun 2019. Dari rasio diatas, menggambarkan bahwa GGRM efektif dalam mengelola
sumber daya atau asset yang dapat meningkatkan penjualannya sehingga menghasilkan
laba dari penggunaan sumber daya atau aset yang baik . Hal ini berarti GGRM adalah
perusahaan yang memiliki tingkat profitabilitas yang baik dalam menghasilkan laba dari
penggunaan assetnya. ROA GGRM jika dibandingkan dengan ROA PT. HM Sampoerna
Tbk pada tahun 2018 itu jauh lebih kecil. Berarti GGRM pada tahun tersebut kurang
efektif dalam mengelola perputaran asetnya.

3. MARGIN LABA
Margin laba adalah profit margin yaitu selisih antara nilai penjualan setelah dikurangi
semua biaya opersional di bagi jumlah penjualan. Perhitungan laba sebagai perbandingan
terhadap penjualan bersih dan modal perusahaan.

TAHUN/AKUN 2018 2019


Laba Bersih 7,793,068 10,880,704
Penjualan  95,707,663 110,523,819
Margin Laba  8,14% 9,85 %

Rasio Margin Laba GGRM di tahun 2018 sebesar 8,14% naik menjadi 9.85% di
tahun 2019. Artinya dari penjualan bersih GGRM mampu menghasilkan laba bersih.
Dilihat dari nilai rasionya GGRM terbilang memiliki Margin Laba yang stabil,
sehingga dapat dikatakan GGRM memiliki manajemen yang bagus dalam menekan
biaya operasional perusahaan sehingga tidak membengkak. Hal ini tampak dari
terjaganya nilai rasio Margin Laba GGRM.

4. PENJUALAN
Penjualan/pendapatan usaha pada GGRM di tahun 2018 sebesar Rp. 95.707.663
dan di tahun 2019 menjadi Rp. 110.523.819 artinya ada kenaikan sebesar 14.816.156
Hal ini disebabkan adanya kenaikan volume penjualan dan penyesuaian harga per
batang rokok. Artinya terjadi peningkatan permintaan atas penjualan produk dari
GGRM yang membuat perusahaan meningkatkan volume penjualannya sehingga
dapat menambah pendapatan dari peningkatan penjualannya tersebut.

5. LABA BERSIH
Laba pada GGRM untuk tahun 2019 sebesar Rp. 10.880.704 meningkat dari tahun
2018 yakni sebesar Rp. 7.793.068. Hal ini mencerminkan kinerja penjualan yang
solid, meningkatnya permintaan akan pasar dan kemampuan perseroan untuk
mengelola beban produksi, beban usaha dan biaya keuangan dengan baik.

6. TOTAL BIAYA
Total biaya adalah kesesluruhan biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk
membeli semua keperluan baik barang dan jasa yang akan digunakan dalam proses
produksi demi menghasilkan/produksi suatu barang. Total fixed cost dihitung untuk
memperoleh factor produksi yang tidak dapat berubah jumlahnya.
TAHUN/AKUN 2018 2019
Harga Penjualan Pokok (HPP) 77,063,336 87,740,564
Administrasi Pemasaran 7,663,757 8,017,423
Bunga 677,562 585,354
Pajak 2,686,174 3,607,032
Total Biaya  88,090,829 99,950,373

Total biaya pada GGRM di tahun 2018 sebesar Rp. 88,090,829 kemudian naik pada
tahun 2019 sebesar Rp.99,950,373. Hal ini terjadi karena meningkatnya HPP akibat
dari naiknya biaya produksi, bunga pajak dan biaya administrasi lainya pada GGRM
tersebut.

7. HPP (Harga Pokok Penjualan)


HPP GGRM pada tahun 2018 Rp. 77.063.336 di tahun 2019 menjadi Rp.
87.740.564 naik sebesar 13,9% hal tersebut dikarenakan adanya kenaikan pajak
rokok, cukai dan PPN serta kenaikan biaya bahan baku, terutama disebabkan oleh
peningkatan volume.

8. ADMINISTRASI PEMASARAN
Peningkatan administrasi pemasaran GGRM tahun 2018 sebesar Rp. 7.663.757
menjadi Rp. 8.017.423 di tahun 2019 disebabkan oleh adanya beban usaha dan
lainnya.

9. PAJAK
Pajak GGRM pada tahun 2018 sebesar Rp. 2.686.174 dan tahun 2019 naik
menjadi Rp. 3.607.032 hal tersebut diakibatkan oleh adanya perubahan kurs dalam
suatu negara lokasi tempat berdirinya perusahaan dan perubahan ekonomi suatu
negara dalam skala makro

10. BUNGA
Beban bunga pada GGRM di tahun 2018 sebesar Rp. 677.562 dan tahun 2019 sebesar
Rp. 585.354

11. PERPUTARAN AKTIVA


Perputaran aktiva adalah rasio aktivitas (rasio efisiensi) yang mengukur kemampuan
perusahaan untuk menghasilkan penjualan dari total asetnya dengan membandingkan
penjualan bersih dengan total aset rata rata. Dengan kata lain rasio ini menunjukan
seberapa efisien perusahaan dapat menggunakan asetnya untuk menghasilkan
penjualan.
AKUN 2018 2019
Penjualan  95,707,663 110,523,819
Total Aktiva 69,097,219 78,647,274
Perputaran Aktiva  1,3852 1,4053

Perputaran aktiva GGRM pada tahun 2018 yaitu 1.3852 dan tahun 2019 sebesar
1.4053. Nilai rasio 1,3 menunjukan bahwa perusahaan memperoleh penjualan yang
nilainya 1,3 kali dari keseluruhan aktiva yang dimiliki di tahun 2018. Sementara nilai
1,4 menunjukan bahwa perusahaan memperoleh penjualan yang nilainya 1,4 kali dari
keseluruhan aktiva yg dimiliki pada tahun 2019. Artinya ada peningkatan yang
relative tinggi di tahun 2019 dari nilai penjualan. Dalam hal ini GGRM cukup efisien
dalam menggunakan asetnya untuk menghasilkan penjualan.

12. TOTAL AKTIVA


Total Aktiva merupakan penjumlahan aktiva lancar dan aktiva tetap serta aktiva tak
berwujud.
AKUN 2018 2019
Aktiva Tetap  23,812,500 26,566,141
Aktiva Lancar 45,284,719 52,081,133
Total Aktiva 69,097,219 78,647,274

Peningkatan Total Aktiva GGRM pada tahun 2019 sebesar Rp.78.647.274 dari jumlah
total aset di tahun 2018 sebesar Rp.69.097.219 yang berasal dari peningkatan aset
lancar dan aset tidak lancar di akhir tahun 2019.

13. AKTIVA TETAP


Jumlah aset tetap GGRM pada tahun 2018 sebesar Rp.23.812.500 dan di tahun 2019
naik menjadi Rp.26.566.141 penambahan jumlah aset tetap naik pada akhir tahun
2019, investasi aset tetap mencakup pembelian dan atau pembaharuan mesin dan
peralatan serta suku cadang sejalan dengan kebutuhan usaha rutin.

14. AKTIVA LANCAR


Aktiva lancar atau aset lancar GGRM di tahun 2018 sebesar Rp.45.284.719 meningkat
pada tahun 2019 sebesar Rp.52.081.133, peningkatan persediaan adalah perubahan
utama di aset lancar di tambah peningkatan kas dan pajak di bayar di muka.

15. KAS DAN SURAT BERHARGA


Kas dan surat berharga GGRM tahun 2018 senilai Rp. 1.612.024 naik menjadi
Rp.3.455.447 pada tahun 2019. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya harga saham
dari perusahaan GGRM di pasar saham
16. PIUTANG
Di tahun 2018 piutang GGRM sebesar Rp.1.725.933 dan di tahun 2019 menjadi
sebesar Rp.1.875.909 gal tersebut terjadi akibat dari penjualan barang dan jasa yang
dilakukan secara kredit yang umumnya dilakukan untuk memperbesar penjualan.

17. PERSEDIAAN
Persediaan GGRM pada tahun 2018 sebesar Rp.38.560.045 meningkat menjadi
Rp.42.847.314 di tahun 2019.hal ini disebabkan
18. Biaya di bayar di muka
Biaya di bayar di muka GGRM tahun 2018 Rp.631.007 dan di tahun 2019 menurun
menjadi Rp.291.026 dikarenakan

19. EKUITAS
Saldo laba GGRM naik 13,2% menjadi Rp.49,7 T mendorong peningkatan ekuitas dari
Rp.45.133.285 di tahun 2018 menjadi Rp.50.930.703 di tahun 2019.