Anda di halaman 1dari 9

TUGAS HAK ASASI MANUSIA

RESUM MODUL 5

DISUSUN OEH :
1. MIARTI (836905335)
2. EFA (836905138)
3. SOHIFAH WARDANI (836905485)

PROGRAM STUDI S.1 PGSD


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP)
UNIVERSITAS TERBUKA
MODUL 5
HAM dalam Konstitusi NKRI dan Peraturan Perundang-undangan

KEGIATAN BELAJAR 1
HAM dalam Konstitusi Negara Republik Indonesia

Konstitusi dalam bahasa inggris constitution, artinya undang-undang dasar. Dalam


bahasa belanda Grondwet adalah undang-undang dasar dalam bahasa jerman
konstitusi dikenal dengan sebutan Grundgesetz (Grund = dasar dan gesets = undang-
undang).
A. BAGAIMANA PERJALANAN SEJARAH HAM DALAM KONSTITUSI
NEGARA KITA?
Menurut pandangan Soepomo dan Kubu Soekarno, hak asasi manusia atau
HAM itu sangat identik dengan paham ideologi yang cenderung Liberalisme dan
individualisme.
UUD 1945 disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945. Hak asasi manusia
ditempatkan sangat penting oleh para pendiri negara (the founding father).
Khususnya terhadap pembukaan UUD 1945 tidak boleh dilakukan amandemen
yang secara eksplisit memuat hal-hal sebagai berikut.
1. Kemerdekaan ialah hak segala bangsa (pembukaan UUD 1945, alinea
pertama).
2. Penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan
perikemanusiaan dan perikeadilan (pembukaan UUD 1945, alinea pertama).
3. Melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia
(pembukaan UUD 1945,alinea keempat)
4. Memajukan kesejahteraan umum (pembukaan UUD 1945, alinea keempat)
5. Mencerdaskan kehidupan bangsa (pembukaan UUD 1945 alinea keempat)
6. Ikut melaksanakan ketertiban dunia (pembukaan UUD 1945, alinea keempat)

B. BAGAIMANA KAITAN HAK ASASI MANUSIA DENGAN HUKUM


Stahl menyebut adanya emppat unsur dari reckestast yaitu
1. adanya pengakuanhak asasi manusia [HAM]
2. adanya pemisahan kekuasaan untuk menjamin hak-hak tersebut
3. pemerentah berdasarkan peraturan-peraturan[wetmutigheil van bestuur]
4. adanya peradilan tata usaha negara
Dalam rule of law menurut A V Diccy mengandung tiga unsuryaitu
1. hak asasi manusia dijamin lewat undang-unndang
2. persamaan kedudukan dimuka hukum
3. supremasi aturan-aturan hukum serta tidak adanya kesewenang-wenangan
tanpa aturan yang jelas.
Pembagian hak sebagaimana dikemukakan Maurice Cranston yang dikutip A.
Mansur Effendi dan Taufani (2017:74-75), menurutnya hak dapat dibagi dalam
dua kategori, yaitu:
1. Hak yang berkaitan dengan pengadilan dalam arti hak yang dimiliki tetapi
tidak mesti dinikmati.
2. Sudah pasti dimiliki (dikuasai)
Maurice Cranston membagi hak tersebut menjadi legal rights dan moral rights
1. Legal rights terdiri dari hak
a. Hak yang dinikmati setiap orang yang diberikan oleh konstitusi/UUD dan
ditegakkan oleh pengadilan
b. Hak (asli) anggota masyarakat yang diubah atau ditiadakan oleh sebuah
rezim
c. Dipampang oleh negara-negara demokrasi dan dituangkan dalam undang-
undang dasar dalam bentuk bebas bergerak, bicara, berkumpul dalam
kenyataannya penguasa menekankan para warga negara untuk
melaksanakan hak-hak tersebut.
d. Hak khusus yang tidak dimiiki setiap orang bersifat eksklusif (dimiliki
kalangan tertentu)
e. Hak yang diberikan atas status dan jabatan orangnya bersifat istiewa
2. Moral right merupakan hak yang disusun terbalik terdiri atas hak
a. Seperangkat hak moral yang timbul dari kenyataan akibat posisi, tugas,
profesi, dari seseorang.
b. Seperangkat hak dimiliki oleh sekelompok warga masyarakat karena
memiliki peran tertentu.
c. Hak asasi dimiliki semua orang tanpa kecuali
Reformasi dalam aspek poitik menyangkut isu nasional (muladi: 2007:43)
1. Amandemen UUD 1945
2. Pengadilan KKN
3. Perubahan UU bidang poitik
4. Pencabutan Dwi Fungsi Militer
5. Otonomi daerah
Reformasi aspek ekonomi meliputi
1. UU NO 5 thn 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan
curang
2. UU NO 38 thn 1999 tentang perindungan konsumen
3. PP 17 thn 1996 tentang hak tanggungan
4. UU no 38 thn 1996 tentang hak tanggungan
5. UU no 4 thn 1998 tentang kepailitan
6. UU no 42 thn 1999 tentang jaminan Fiducisa
Aspek Hukum meliputi
1. Pemberantasan KKN (UU no 28 thn 1999) tentang penyelenggaraan
nnegara yang bersih dan bebas KKN
2. Pengamanan Lingkungan Hidup (UU no 23 thn 1997) tentang pengelolaan
lingkungan hidup
3. Pengayoman Hak asasi manusia(mahfud, 2000:34)

C. PASAL-PASAL TENTANG HAM DALAM UUD 1994


1. Pasal 28 A ayat 1
2. Pasal 28 B ayat 1,2
3. Pasal 28 c ayat 1,2
4. Pasal 28 D ayat 1,2,3,4
5. Pasal 28 E ayat 1,2,3
6. Pasal 28 F ayat 1
7. Pasal 28 G ayat1,2
8. Pasal 28 H ayat 1,2,3,4
9. Pasal 28 I ayat 1,2,3,4,5
10. Pasal 28 J ayat 1,2
KEGIATAN BELAJAR 2
HAK ASASI MANUSIA DALAM BERBAGAI DOKUMEN INDONESIA

A. HAK ASASI MANUSIA DALAM PANDANGAN IDEOLOGI DI DUNIA


Pertama pandangan liberalisme merupakan paham yang bertumpu kepada
falsafah individualisme yang mengedepankan kebebasan orang per orang
Kedua HAM menurut pandangan sosialis komunis
Ketiga HAM menurut pandangan negara-negara dunia ketiga
Dasasila bandung (bandung declaration) mengandung prinsip-prinsip
1. Menghormati hak-hak dasar manusia seperti yang tercantum dalam asas
tujuan PBB
2. Menghormati kedauatan dan integritas teritorial semua bangsa
3. Mengakui persamaan suku-suku bangsa dan persamaan bangsa besar maupun
kecil
4. Tidak melakukan intervensi atau campur tangan dalam soa negara-negara
lain
5. Menghormati hak tiap bangsa untuk mempertahankan diri sendirian atau
secara kolektif yang sesuai dengan piagam perserikatan bangsa-bangsa
6. Tidak menggunakan peraturan-peraturan dari pertahanan kolektif untuk
bertindak bagi kehidupan khusus dari salah satu negara-negara besar
7. Tidak melakukan tekanan-tekanan terhadap negara lain
8. Menyelesaikan segara perselisihan internasional dengan jalan damai,
perdamaian, persetujuan arbritase,
9. Memajukan kerjasama untuk kepentingan bersama
10. Menghormati hukum dan kewajiban internasional

B. SISTEM HUKUM DAN SISTEM POLITIK PERSPEKTIF HAK ASASI


MANUSIA
Melalui etika politik yang lebih manusiawi tentunya dibarengi dengan
profesionalisme serta mengindahkan cara-cara yang lebih baik :
1. Legal
2. Jujur
3. Cerdas
4. Akuntabel
5. Elegan
6. Adil

C. POSISI PADA TRANSISI POLITIK SENTRALISTIS KE SISTEM POLITIK


DEMOKRATIS
Demokrasi menghendaki adanya perubahan dari pemerintahan yang
asalnya diktator, otoriter,sentralistis atau absolut berganti menjadi pemerintahan
yang berdasarkan kehendak rakyat
Terkait dengan partisipasi poitik masyarakat menurut jeffery m.paige
membedakan menjadi 4;
1. Partisipasi poitik dengan pengetahuan / kesadaran masyarakat tinggi dan
kepercayaan yang tinggi pula terhadap sistem poitik yang berlaku
2. Partisipasi politik tinggi tetapi kepercayaan kepada sistem politik rendah
3. Partisipasi politik dengan kesadaran politik rendah dan kepercayaan tinggi
terhadap sistem poitik yang ada
4. Partisipasi poitik dalam masyarakat yang rendah kesadaran poitiknya dan
kepercayaannya

D. UNDANG-UNDANG RI NOMOR 5 TAHUN 1998


Undang-undang yang terdiri dari 33 pasal ini alasan indonesia menjadi
negara pihak dalam konvensi:
1. Pancasila sebagai falsafah dan pandangan hidup bangsa indonesia dan
undang-undang dasar 1945 sebagai sumber dan landasan hukum nasional
2. Dalam rangka pengalaman pancasila dan pelaksanaan 1945
3. Penyempurnaan perundang-undangan nasional tersebut akan meningkatkan
perlindungan hukum secara efektif
4. Suatu masyarakat yang tertib, teratur,dan berbudaya
5. Pengesahan dan pelaksanaan isi konvensi secara bertanggung jawab
menunjukkan kesungguhan indonesia dalam upaya pemajuan dan
perlindungan ham
E. UNDANG-UNDANG NOMOR 9 TAHUN 1998 TENTANG
KEMERDEKAAN MENYAMPAIKAN PENDAPAT DI MUKA UMUM
Kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak asasi
manusia yang dijamin oleh hukum

F. UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 1999


TENTANG PENGESAHAN ILO CONVENTION NO 138 CONCERNING
MINIMUM AGE FOR ADMISSION TO EMPLOYENT (KONVENSI ILO
MENGENAI USIA MINIUM UNTUK DIPERBOLEHKAN BEKERJA)
Pokok-pokok konvensi adalah
1. Negara anggota ILO yang mengesahkan konvensi ini wajib menetapkan
kebijakan nasional untuk menghapuskan praktek mempekerjakan anak dan
meningkatkan usia minimum untuk diperbolehkan bekerja
2. Untuk pekerjaan-pekerjaan yang membahayakan kesehatan, keselamatan,
atau moral anak harus diupayakan tidak boeh kurang 18thn
3. Negara anggota ILO yang mengesahkan konvensi ini wajib menetapkan usia
minimum untuk diperbolehkan bekerja aturan mengenai jam kerja dan
menetapkan hukuman atau sanksi guna menjamin peaksanaannya
4. Negara anggota ILO yang mengesahkan konvensi ini wajib melaporkan
pelaksanaannya

G. UNDANG-UNDANG NO 1 TAHUN 2000 TENTANG PELARANGAN DAN


TINDAKAN SECARA PENGHAPUSAN BENTUK-BENTUK PEKERJAAN
TERBURUK UNTUK ANAK
Pokok-pokok konvensi
1. Negara anggota ILO yang mengesahkan konvensi ini wajib mengambi
tindakan segera dan efektif untuk menjamin pelarangan dan penghapusan
bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak
2. Anak berarti semua orang yang berusia dibawah 18 thn
3. Bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak
4. Negara anggota ILO yang mengesahkan konvensi ini wajib menyusun
program aksi untuk menghapus bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak
5. Negara anggota ILO yang mengesahkan konvensi ini wajib mengambil
langkah-langkah agar ketentuan konvensi ini dapat ditetapkan secara efektif
termasuk pemberian sanksi pidana
6. Negara anggota ILO yang mengesahkan konvensi ini wajib melaporkan
pelaksanaannya

H. KEPPRES NO 83 TAHUN 1998 TENTANG KEBEBASAN BERSERIKAT


DAN PERLINDUNGAN HAK UNTUK BERORGANISASI
Kepres ini berisi 21 pasal tentang kebebasan berserikat yang diatur bab 1 pasal 1
Ketetapan MPR nomor XVII/MPR/1998 isi ketetapan tersebut adalah
1. Menugaskan kepada lembaga-lembaga tinggi negara dan seluruh aparatur
pemerintahan untuk menghormati,menegakkan dan menyebarluaskan
pemahaman mengenai hak asasi manusia kepada seuruh masyarakat
2. Menugaskan kepada presiden dan DPR untuk meratifikasi berbagai
instrumen hak asasi manusia internasional selama tidak bertentangan dengan
pancasila dan UUD 1945
3. Membina kesadaran dan tanggung jawab masyarakat sebagai warga negara
untuk menghormati, menegakkan, dan menyebarluaskan hak asasi manusia
melalui gerakan kemasyarakatan
4. Melakukan penyuluhan, pengkajian, pemantauan, dan peneitian serta
menyediakan media tentang hak asasi manusia yang ditetapkan dengan
undang-undang
5. Menyusun naskah hak asasi manusia
6. Isi beserta uraian naskah hak asasi manusia sebagai bagian yang tidak
terpisahkan dari ketetapan ini.