Anda di halaman 1dari 8

884

TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP PENYAKIT GASTRITIS DI


WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAROMBONG KOTA MAKASSAR

* Trimaya Cahya Mulat *


Dosen tetap Akademi keperawatan Sandi Karsa Makassar

Penyakit gastritis adalah suatu penyakit luka atau lecet pada mukosa lambung. Seseorang
penderita penyakit gastritis akan mengalami keluhan nyeri pada lambung, mual, muntah, lemas, kembung,
dan terasa sesak, nyeri pada ulu hati, tidak ada nafsu makan, wajah pucat, suhu badan naik,keringat dingin,
pusing atau bersendawa serta dapat juga terjadi perdarahan saluran cerna.Tujuan : Diketahuinya gambaran
tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap penyakit gastritis di wilayah kerja puskesmas
Barombong Kota Makassar.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif yang akan mengukur atau menilai tingkat
pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap penyakit gastritis di wilayah kerja puskesmas Barombong kota
Makassar.
Hasil penelitian menunjukan gambaran tingkat pengetahuan masyarakat terhadap penyakit gastritis
di wilayah kerja puskesmas Barombong kota Makassar secara umum termasuk dalam kategori baik yaitu
sebayak 51 responden (85,0%). Tetapi masih didapatkan pengetahuan tentang gastritis dalam kategori
buruk yaitu sebanyak 9 responden (15,0%).
Penelitian ini dilakukan selama 10 hari mulai dari tanggal 12 sampai tanggal 21 juni 2014. Selama
penelitian berlangsung, didapatkan sampel yang memenuhi kriteria sebanyak 70 responden. Setelah data
diolah dan dianalisa, maka didapatkan hasil pengetahuan Masyarakat yang baik sebanyak 51 responden
(85,0%), dan pengetahuan masyarakat yang buruk sebanyak 9 responden (15,0%). Sedangkan data yang
menunjukan sikap masyarakat yang baik terhadap penyakit gastritis sebanyak 59 responden (98,3%) dan
sikap masyarakat yang buruk sebanyak 1 responden (1,7%)
Kesimpulan yang diambil dari penilitian ini yaitu semua Responden yang ada di wilayah kerja
puskesmas Barombong Kota Makassar memiliki pengetahuan dan sikap yang baik terhadap penyakit
gastritis. Sedangkan Saran dalam penelitian ini Penelitian ini adalah diharapkan mampu menjadi
sumbangan pemikiran dan mampu memperluas khasanah ilmu pengetahuan serta memberikan manfaat bagi
masyarakat khususnya dibidang kesehatan.

Pendahuluan
A. Latar Belakang Gastritis adalah radang pada jaringan dinding
Tingkat kesadaran masyarakat Indonesia lambung paling sering diakibatkan oleh
masih sangat rendah mengenai pentingnya ketidakteraturan diet, misalnya makan terlalu
menjaga kesehatan lambung, padahal gastritis banyak, terlalu cepat, makan-makanan terlalu
atau sakit maag akan sangat mengganggu banyak bumbu atau makanan yang terinfeksi
aktivitas sehari-hari, baik bagi remaja maupun penyebab yang lain termasuk alkohol, aspirin,
orang dewasa. Gastritis atau dikenal dengan refluk empedu atau terapi radiasi. Gastritis terdiri
sakit maag merupakan peradangan dari dua tipe yaitu gastritis akut dan gastritis kronis.
(pembengkakan) dari mukosa lambung yang Faktor penyebab gastritis akut dan gastritis kronis
disebabkan oleh faktor iritasi dan infeksi. adalah pola makan yang tidak teratur, konsumsi
Bahaya penyakit gastritis jika dibiarkan terus obat penghilang nyeri jangka panjang, konsumsi
menerus akan merusak fungsi lambung dan kopi, alkohol, merokok, stres fisik, stres psikologis,
dapat meningkatkan risiko untuk terkena kelainan autoimun, chrone disease, penyakit bile
kanker lambung hingga menyebabkan reflux, infeksi bakteri, dan penyakit lain seperti
kematian. Berbagai penelitian menyimpulkan HIV/AIDS, infeksi parasit dan gagal hati atau ginjal
bahwa keluhan sakit pada penyakit gastritis (Smaltzer dan Bare, 2012).
paling banyak ditemui akibat dari gastritis Budiman (2013), mengatakan bahwa gastritis
fungsional, yaitu mencapai 70-80% dari ini terbesar di seluruh dunia dan bahkan
seluruh kasus. Gastritis fungsional merupakan diperkirakan diderita lebih dari 1,7 milyar. Pada
sakit yang bukan disebabkan oleh gangguan negara yang berkembang infeksi diperoleh pada
pada organ lambung melainkan lebih sering usia dini dan pada negara maju sebagian besar
dipicu oleh pola makan yang kurang sesuai, dijumpai pada usia tua. Berdasarkan hasil penelitian
faktor psikis dan kecemasan (Saydam, 2011). didapatkan bahwa jumlah penderita gastritis antara
JKSHSK/Volume 1/Nomor 1/Juli 2016. 874-883
885

pria dan wanita, ternyata gastritis lebih banyak Sedangkan menurut yang dipaparkan oleh
diderita pada wanita (Riyanto, 2012). Sudarno, (2010:30) Gastritis merupakan
Menurut data dari World Health Organization gangguan kesehatan terkait dengan proses
(WHO), Indonesia menempati urutan ke empat pencernaan terutama lambung. Lambung bisa
dengan jumlah penderita gastritis terbanyak setelah mengalami kerusakan karena proses peremasan
negara Amerika, Inggris dan Bangladesh yaitu yang terjadi terus-menerus selama hidup. Selain
berjumlah 430 juta penderita gastritis. Insiden itu, lambung bisa mengalami kerusakan jika
gastritis di Asia Tenggara sekitar 583.635 dari sering kosong karena lambung meremas hingga
jumlah penduduk setiap tahunnya (Kemenkes RI, dinding lambung lecet hingga luka.
2012). Gastritis merupakan peradangan yang
Penyakit gastritis termasuk ke dalam sepuluh mengenai mukosa lambung. Peradangan ini
besar penyakit rawat inap di rumah sakit tingkat dapat mengakibatkan pembengkakan mukosa
Provinsi Sulawesi Selatan dengan jumlah pasien lambung sampai terlepasnya epitel akan
yang keluar karena meninggal sebanyak 1,45% dari gangguan saluran pencernaan.pelepasan epitel
jumlah pasien yang keluar (Dinkes Sulsel, 2011). akan merangsang timbulnya proses inflamasi
Menurut data yang diperoleh dari puskesmas pada lambung ( ardian Ratu R & G.Made
Barombong kota Makassar tercatat sebayak adwan,2013).
70orang yang datang berobat dengan keluhan Gastritis atau yang secara umum dikenal
mengalami gastritis mulai dari bulan Februari GHQJDQ LVWLODK VDNLW ³PDDJ´ DWDX VDNLW XOX KDWL
sampai Mei 2015. ialah peradangan pada dinding lambung
Dengan menyimak data-data diatas, maka terutama pada selaput lender lambung ( artikel
penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut tentang penelitian,2013).
³Gambaran Tingkat Pengetahuan dan sikap 2. Penyebab Gastritis
Masyarakat terhadap penyakit Gastritis Di Wilayah Gastritis Helicobacter pylori adalah infeksi
kerja Puskesmas Barombong Kota Makassar´ bakteri yang menyebabkan gastritis kronis,
terutama bagian anturm lambung dan
menyababkan rusaknya ulkus pada usus dua
Tinjauan Pustaka belas jari. Terjadinya adenocarcinoma dan ulcus
1. Pengertian Gastritis pada lambung secara epidemiologis dikaitkan
Penyakit gastritis adalah suatu penyakit luka juga dengan infeksi Helicobacter pylori pada
atau lecet pada mukosa lambung. Seseorang orang dewasa mendekati angka 90%.
penderita penyakit gastritis akan mengalami Sedangkan pada anak-anak prevalensinya lebih
keluhan nyeri pada lambung, mual, muntah, tinggi lagi (Danny,2012).
lemas, kembung, dan terasa sesak, nyeri pada Gastritis terjadi akibat makan tidak teratur atau
ulu hati, tidak ada nafsu makan, wajah pucat, tidak makan apapun dalam waktu relative lama.
suhu badan naik,keringat dingin, pusing atau Akibatnya, kadar asam lambung meningkat
bersendawa serta dapat juga terjadi perdarahan sehingga permukaan lambung terkikis hingga
saluran cerna (Mansyoer, 2012). menimbulkan semacam tukak. Jika pengikisan
Gastritis merupakan suatu peradangan sudah terjadi, gastritis pun akan makin berisiko.
mukosa lambung yang dapat bersifat akut, Gejala penyakit yang muncul tidak lagi sekedar
kronik difus, atau local. Dua jenis gastritis yang mual, muntah ataupun sakit perut, tetapi juga
paling sering terjadi adalah gastritis meningkat hingga feses yang berdarah (
superfisialisakutdan gastritis atrofik kronik Sumanto,2009:124).
(Agus Priyanto,2011). Ada banyak hal yang menjadi penyebab
Gastritis adalah proses inflamasi pada terjadinya penyakit gastritis, namun yang paling
mukosa dan submuksa lambung,. Gastritis umum adalah (penyakitmaag.com) artikel
merupakan gangguan kesehatan yang paling kesehatan 2014.
sering dijumpai di klinik karena a. Jadwal makan yang tidak teratur membuat
diagnosisnyasering hanya berdasarkan gejala lambung sulit beradaptasi dan dapat
klinis bukan pemeriksaan histopatologi (Agus mengkibatkan kelebihan asam lambung dan
Priyanto,2012). akan mengiritasi dinding mukosa lambung.
Gastritis erosive atau ulserasi duodenum Itulah sebabnya salah satu pencegahan
adalah kondisi lambung di mana terjadi erosi gastritis adalah dengan makan tepat waktu.
atau ulserasi lambung atau duodenum yang b. Stress dapat mengakibatkan perubahan
telah mencapai sistim pembuluh darah lambung hormonal di dalam tubuh yang dapat
atau duodenum; dapat terjadi secara akut atau merangsang sel dalam lambung yang
kronis (Agus Priyanto,2012). berlebihan
Gastritis yang dijelaskan oleh Indriasari c. Makanan yang teksturnya keras dan
(2010:111) adalah keadaan tingginya asam dimakan dalam keadaan panas misalnya
lambung, akibatnya perut menjadi kembung bakso
disertai gejala seperti rasa panas di ulu hati dan d. Mengkonsumsi minuman yang
bisa juga sampai nyeri kepala. mengandung kafein seperti kopi dan teh,
JKSHSK/Volume 1/Nomor 1/Juli 2016. 884-891
886

makanan pedas dan asam, dan makanan Pada infeksi sistemik toksik yang di
yang mengandung gas seperti ubi, buncis, hasilkan oleh mikroba akan merangsang
kol dll. peningkatan laju metabolic yang
e. Menurut Ardian Ratu R & G.Made berdampak pada peningkatan aktivitas
Adwan,2013 ada berbagai kasus yang lambung dalam mencerna makanan.
terjadi pada gastritis yang berkaitan dengan Peningkatan HCl lambung dalam kondisi
hal-hal sebagai berikut : seperti ini dapat memicu timbulnya luka
f. Pemakaian obat antiinlamasi nonsteroid. pada lambung.
Pemakaian obat antiinlamasi nonsteroid e. Stres berat
seperti aspirin,asam mefenamat, dan aspilet Stres psikologi akan
dalam jumlah besar dapt memicu kenaikan meningkatkanaktivitas saraf simpatik
produksi asam lambung yang berlebihan yang dapat merangsang peningkatan
sehingga mengiritassi mukosa lambung produksi nassam lambung. Peningkatan
karena terjadinya difusi balik ion hydrogen HCl dapat di rangsang oleh mediator
ke epitel lambung. Selain itu jenis obat ini kimia yang di keluarkan oleh neuron
dapat mengakibatkan kerusakan langsung simpatik seperti epinefin.
epitel mukosa karena dapat bersifat iritatif f. Iskemia dan Syok
dan sifatnya yang asam dapat menambah Kondisi skemia dan syok hipovolemia
derajat keasaman pada lambung. mengancam mukosa lambung karena
g. Konsumsi alcohol berlebihan penurunan perfusi jaringan lambung
Bahan etanol merupakan salah satu bahan yang dapat mengakibatkan nekrosis
yang dapat merusak sawar pada mukosa lapisan lambung.
lambung. Rusaknya sawar memudahkan g. Konsumsi kimia secara oral yang bersifat
terjadinya iritasi pada lambung. asam atau basa
a. Banyak merokok Konsumsi assam maupun basa yang kuat
Asam niikotinat pada rokok dapat seperti etanol, obat-obatan seranggga
meningkatkan adhesi thrombus yang dam hama tanaman. Jenis kimia ini dapat
berkontribusi pada penyempitan merusak lapisan mukosa dengan cepat
pembuluh darah sehingga suplai darah ke sehingga sangat berisiko terjadi
lambung mengalami penurunan. pendarahan.
Penurunan ini dapat berdampak pada h. Trauma mekanik
penurunanan produksi mucus yang salah Trauma mekanik yang mengenai daerah
satu fungsinya untuk melindungi abdomen seperti benturan saat
lambung dari iritasi. Selain itu CO yang kecelakaan yang cukup kuat juga dapat
dihasilkan oleh rokok lebih mudah di menjadi penyebab gangguan keutuhan
ikat Hb daripada oksigen sehingga jaringan lambung. Kadang kerusakan
memungkinkan penurunan perfusi tidak sebatas mukosa, tetapi juga
jaringan pada lambung. Kejadian jaringan otot dan pembuluh darah
gastritis pada perokok juga dapat di picu lambung sehingga pasien dapat
oleh pengaruh asam nikotinat yang mengalami pendarahan hebat. Trauma
menurunkan rangsangan pada pusat juga dapat di sebabkan tertelannya benda
makan, Perokok manjadi tahan lapar asing yang keras dan sulit untuk dicerna.
sehingga asam lambung dapat langsung
i. Infeksi mikroorganisme
mencerna mukosa lambung, bukan
Koloni bakteri yang menghasilkan toksik
makanan karena tidak ada makanan yang
dapat merangsang pelepasan gastrin dan
masuk.
peningkatan sekresi asam lambung
b. Penberian obat kemoterapi seperti bakteri Helicobacter Pylori.
Obat kemoterapi mempunyai sifat dasar 3. Patofisiologi
merusak sel yang pertubuhannya Mukosa lambung mengalami pengikisan
abnormal, kerusakan ini ternyata dapat akibat konsumsi alcohol, obat-obatan
juga mengenai sel inangpada tubuh antiinflamasi nonsteroid, infeksi
manusia. Pemberian kemoterapi dapat helicobacter pylori. Pengikisaan ini dapat
juga mengakibatkan kerusakan langsung menimbulkan reaksi peradangan.
pada epitel mukosa lambung. Inflamasi pada lambung juga dapat di picu
c. Uremia oleh peningkatan sekresi asam lambung. Ion
Ureum pada darah dapat mempengaruhi H+ yang merupakan susunan utama asam
proses metabolisme di dalam tubuh lambung di produksi oleh sel parietal
terutama saluran pencernaan. Perubahan lambung dengan bantuan ensim Na+/K+
ini dapat memicu kerusakan pada epitel ATPase. Peningkatan sekresi lambung dapat
mukosa lambung. di picu oleh peningkatan rangsangan
d. Infeksi sistemik persarafan, misalnya dalam kondisi cemas,

JKSHSK/Volume 1/Nomor 1/Juli 2016. 884-891


887

stress, marah, melalui saraf parassimpatik timbul pada ulu hati, biasanya ringan
vagus akan terjadi peningkatan transmitter dan tidak dapat ditunjuk dengan tepat
asetikolin, histamine, gasstrin releasing lokasinya.
peptide yang dapat meningkatkan sekresi 3) Mual-mual dan muntah
lambung. Peningkatan ion H+ yang tidak di 4) Perdarahan saluran cerna
ikuti peningkatan penawarnya seperti 5) Pada kasus yang sangat ringan
prostaglandin, HCO3+, mucus akan perdarahan bermanifestasi sebagai
menjadikan lapisan mukosa lambung darah samar pada tinja dan secara
tergerus terjadi reaksi inflamasi. fisis akan dijumpai tanda-tanda
Peningkatan sekresi lambung dapat anemia defisiensi dengan etiologi
memicu rangsangan serabut aferen nervus yang tidak jelas.
vagus yang menuju medulla oblongata 6) Pada pemeriksaan fisis biasanya tidak
melalui kemoreseptor yang banyak ditemukan kelainan kecuali mereka
mengandung neurotransmitter epinefrin, yang mengalami perdarahan yang
serotonin, GABA sehingga lambung hebat sehingga menimbulkan tanda
teraktivassi oleh rasa mual dam muntah. dan gejala gangguan hemodinamik
Mual dan muntah mengakibatkan yang nyata seoerti hipotensi, pucat,
berkurangnya asupan nutrisi. Sedangkan keringat dingin, takikardia sampai
muntah selain mengakibatkan penurunan gangguan kesadaran.
asupan nutrisi juga mengakibatkan Hipotensi diakibatkan oleh
penurunan cairan tubuh dan cairan dalam penurunan cairan dalam darah yang
darah (hipovolemia). Kekurangan cairan mengakibatkan terjadinya penurunan
merangsang pusat muntah untuk tekanan darah terhdap dinding pembuluh
meningkatkan sekresi antidiuretik hormone .Perdarahan juga mengakibatkan
(ADH) sehingga terjadi retensi cairan, penurunan sel darah merah dan
kehilangan NaCl, HaHCO3 berlebihan hemoglobin yang menurunkan ikatan
ditambahkan dengan kehilangan natrium oksigen yang sampai ke jaringan. Proses
lewat muntah maka penderita dapat jatuh. metabolisme tubuh yang sebagian besar
Muntah juga dapat mengakibatkan penderita berlangsung secara aerobic untuk proses
kehilangan K+ (hipokalemia) dan penderita kalorigenik menjadi menurun karena
dapat jatuh pada kondisi alkalosis yang penurunan ikatan oksigen. Sebagai
diperburuk oleh hipokalemia. Muntah yang kompensasi pemenuhan kebutuhan
tidak terkontrol juga dapat mengancam jaringan jantungakan berdenyut lebih
saluran pernapasan melalui aspirassi cepat (takikardia).
muntahan.
Perbaikan sel epitel dapat dicapai
apabila penyebab yang menggerus 1. Pengertian Pengetahuan
dihilangkan. Penutupan celah yang luka 3HQJHWDKXDQ DGDODK PHUXSDNDQ KDVLO ³ WDKX ³
dilakukan melalui migrasi sel epitel dan dan ini terjadi setelah orang mengadakan
pembelahan sel yang di rangsang oleh penginderaan terhadap suatu objek tertentu.
insulin dan gastrin (Ardian Ratu R & Pengindaraan terhadap objek terjadi melalui
G.Made Adwan, 2013). panca indra manusia yaitu pengelihatan,
4. Manifestasi Klinis pendengaran, penciuman , rasa dan raba sendiri.
Manifestasi klinis yang muncul berbeda Pada waktu pengindraan sampai menghasilkan
sesuai dengan jenis gastritis (Ardian Ratu R pengetahuan tersebut sangat dipengaruhui
& G.Made Adwan, 2013). Gejala klinis itu intensitas persepsi terhadap objek. Sebagian
antara lain: pengetahuan manusia diperoleh melalui mata
a. Gastritis akut erosive. dan telinga. (Notoatmodjo, 2009 )
Gejala dari gastritis ini sanga bervariasi, 2. Tingkat pengetahuan
mulai dari yang sangat ringan Pengetahuan yang tercakup dalam domain
asimtomatik sampai yang berat dan dapat kongnitif mempunyai 6 tingkat yaitu :
menimbulkan kematian. Penyebab (Notoatmodjo, 2011 )
kematian yang sangat penting adalah a.Tahu ( know )
adanya perdarahan gaster. Gejala yang Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi
sangat mencolok adalah : yang telah dipelajari sebelumnya. Termaksud
1) Hematemesis dan melena yang dapat kedalam pengetahuan tingkat ini adalah
berlangsung sangat hebat sampai mengingat kembali ( recall ) terhadap suatu
terjadi renjatan karena kehilangan uang spesifik dan seluruh bahan yang di
darah. pelajari atau ransangan yang telah diterima .
2) Pada sebagian besar kasus, gejalanya 2OHK VHEDE LWX ³ WDKX ³ LQL PHUXSDNDQ WLQJNDW
amat ringan bahkan asimtomatis. pengetahuan paling rencah .kata kerja yang
Keluhan-keluhan itu misalnya nyeri mengukur bahwa orang tahu tentang apa yang
JKSHSK/Volume 1/Nomor 1/Juli 2016. 884-891
888

dipelajari yaitu kehidupannya dan kehidupan


menyebutkan,menguraikan,megidentifikasi, keluarga.Pekerjaan bukanlah sumber
menyatakan dan sebagainya. kesenangan,tetapi lebih banyak
b. Memahami ( Comprehention ) merupakan cara mencari nafkah yang
Memahami artinya sebagai suatu membosankan,berulang dan banyak
kemampuan untuk menjelaskan secara tantangan.
benar tentang objek diketahui dan 3) Umur
dimana dapat menginterprestasikan Menurut Elisabeth BH yang dikutip
secara benar oleh Notoatmodjo (2012),usia adalah
c. Aplikasi ( Application) umur individu yang terhitung mulai
Aplikasi diartikan sebagai kemampuan saat dilahirkan sampai berulang
untuk menggunakan materi yang telah tahun.Darisegi kepercayaan
dipelajari pada situasi ataupun kondisi masyarakat seseorang yang lebih
riil (sebanarnya).Aplikasi disini dapat dewasa dipercaya dari orang yang
diartikan aplikasi ataupun penggunaan belum tinggi kedewasaannya.Hal ini
hukum-hukum,rumus,metode,prinsip dan akan sebagai dari pengalaman dan
sebagainya dalam konteks atau situasi kematangan jiwa.
yang lain . b. Faktor Eksternal
d. Analisis (Analysis) 1) Faktor Liingkungan
Analisis adalah suatu kemampuan untuk Menurut Ann.Mariner yang dikutip
menyatakan materi atau suatu objek Notoadmodjo (2012),lingkungan
kedalam komponen-komponen tetapi merupakan seluruh kondisi yang ada
masih dalam struktur organisasi tersebut disekitar manusia dan pengaruhnya
dan masih ada kaitannya satu sama lain yang dapat mempengaruhi
e. Sintensis (Syntesis) perkembangan dan perilaku orang
Sintesis yang dimaksud menunjukan atau kelompok.
pada suatu kemampuan untuk 2) Sosial Budaya
melaksanakan atau menghubungkan Sistem sosial budaya yang ada pada
bagian-bagian didalam seluruh suatu masyarakat dapat mempengaruhi
keseluruhan yang baru.Dengan kata lain sikap dalam menerima informasi.
sintesis adalah suatu kemampuan untuk
menyusun formulasi baru dari formulasi A. Tinjauan umum tentang Sikap
yang ada. 1. Pengertian
f. Evaluasi (Evaluation) Menurut Sri Utami Rahayuningsih
Evaluasi ini berkaitan dengan menyatakan bahwa sikapsebagai organisasi
kemampuan untuk melakukan justifikasi menetap dari proses
atau penilaian terhadap suatu materi atau motivasional,emosional,perseptual,kognitif
objek.Penilaian-penilaian itu berdasarkan mengenai aspek dunia individu.(Sri Utami
kriteria yang ditentukan sendiri atau Rahayuningsih,2013)
menggunakan kriteria-kriteria yang telah 2. Proses dan Komponen Sikap
ada. Secara umum,dalam berbagai
1. Faktor ± Faktor Yang Mempengaruhi referensi sikap memiliki 3 komponen
Pengetahuan yakni:kognitif,afektif,dan kecenderungan
a. Faktor Internal tindakan (Morgan dan King,1975;Krech dan
1) Pendidikan Ballacy,1963,Howard dan Kendler
Pendidikan berarti bimbingan yang 1974,Gerungan,(2012)
diberikan seseorang terhadap a. Komponen kognitif
perkembangan orang lain menuju Aspek sikap yang berkenaan dengan
kearah cita-cita tertentu yang penilaian individu terhadap obyek atau
menentukan manusia untuk berbuat subyek.Informasi yang masuk kedalam
dan mengisi kehidupan untuk otak manusia,melalui proses
mencapai analisis,sintesis,dan evaluasi akan
kebahagiaan.Pendidikandiperlukan menghasilkan nilai baru yang akan
untuk mendapat informasi misalnya diakomodasi atau diasimilasikan dengan
hal-hal yang menunjang kesehatan pengetahuan yang telah ada dalam otak
sehingga dapat meningkatkan manusia.
kualitas hidup. b. Komponen afektif
2) Pekerjaan Aspek ini dikatakan sebagai perasaan
Menurut Thomas yang dikutip oleh (emosi) individu terhadap obyek atau
Notoatmodjo (2012),pekerjaan adalah subyek,yang sejalan dengan hasil
keburukan yang harus dilakukan penilaian
terutama untuk menunjang c. Komponen kecenderungan bertindak
JKSHSK/Volume 1/Nomor 1/Juli 2016. 884-891
889

Berkenaan dengan keinginana individu pengalihan bentuk mekanisme


untuk melakukan perbuatan sesuai pertahanan ego.
dengan keyakinandan 4. Teori-Teori Tentang Sikap
keinginannya.Sikap seseorang terhadap a. Teori keseimbangan
suatu obyekatau subyek dapat positif Pada teori ini fokusnya terletak pada
atau negatif.Manifestasi sikap terlihat upaya individu untuk tetap konsisten
dari tanggapan seseorang apakah ia dalam bersikap dalam hidup yang
menerima atau menolak,setuju atau tidak melibatkan hubungan antara seseorang
setuju terhadap obyek atau subyek. dengan dua objek sikap.Dan dalam
Komponen kognitif,afektif,dan bentuk sederhana,ketiga elemen tersebut
kecenderungan bertindak merupakan dihubungkan dengan :
suatu sistem, sehingga tidak dapat 1) Sikap favorable (baik,suka,positif)
dilepas satu dengan yang lain. 2) Sikap Unfavorable ( buruk,tidak
3. faktor ±faktor yang mempengaruhui sikap suka,negatif)
a.pengalaman pribadi b. Teori konsistensi kognitif-Afektif
Apa yang telah dan sedang kita alami Pada teori ini fokusnya terletak pada
akan ikut membentuk dan bagaimana seseorang berusaha membuat
mempengaruhui penghayatan terhadap kognisi mereka konsisten dengan
stimulus sosial. afeksinya dan penilaian seseorang
b. Pengaruh orang lain yang dianggap terhadap suatu kejadian akan
penting mempengaruhi keyakinannya.
Orang lain di sekitar kita merupakan c. Teori ketidaksesuaian
salah satu diantara komponen sosial yang Pada teori ini fokusnya terletak pada
ikut memepengaruhui sikap kita. bagaimana individu menyelataskan
Seorang yang dianggap penting,seorang elemen-elemen kognisi,pemikiran atau
yang kita harapkan persetujuannyabagi struktur( konsonansi selaras) dan
setiap gerak, tingkah dan pendapat kita, disonasi atau kesetimbangan yaitu
seorang yang tidak ingin kita kecewakan pikiran yang amat menekan dan
atau seorang yang berarti khusus bagi memotivasi seseorang untuk
kita akan mempengaruhui pembentukan memperbaikinya dimana terdapat 2
sikap kita terhadap sesuatu. Contoh : elemen kognitif dimana dinonasi terjadi
Orang tua,teman sebaya,teman dekat, jika kedua elemen tidak cocok sehingga
guru, istri, suami, dan lain-lain. mengganggu logika dan penghargaan.
c.Pengaruh budaya d. Teori Atribusi
Kebudayaan dimana kita hidup dan Pada teori ini fokusnya terletak pada
dibesarkan mempunyai pengaruh besar bagaimana individu mengetahui akan
terhadap pembentukan sikap kita. sikapnya dengan mengambil kesimpulan
d. Media massa sendiri dan persepsinya tentang
Sebagai sarana komunikasi,berbagai situasi.Pada teori ini implikasinya adalah
bentuk media massa seperti perubahan perilaku yang dilakukan
televisi,radio,surat kabar,majalah dan seseorang menimbulkan kesimpulan
lain-lain mempunyai pengaruh besar pada orang tersebut bahwa sikapnya
dalam pembentukan opini dan telah berubah.
kepercayaan.Adanya informasi baru
mengenai sesuatu hal memberikan
landasan kognitif bagi terbentuknya
sikap terhadap hal tersebut. Hasil Dan Pembahasan
e. Lembaga pendidikan dan lembaga agama A. Pembahasan
Lembaga pendidikan serta lembaga Dari hasil penelitian yang telah dilakukan
agama sebagai suatu sistem mempunyai mengenai gambaran tingkat pengetahuan dan
pengaruh dalam pembentukan sikap sikap masyarakat terhadap penyakit gastritis
dikarenakan keduanya meletakan dasar sejak tanggal 12-21 Mei tahun 2015 di Wilayah
pengertian dan konsep moral dalam arti Kerja Puskesmas Barombong Kota Makassar
individu. dan telah dilakukan pengolahan data maka
f. Pengaruh faktor emosional selanjutnya pembahasan hasil penelitian sesuai
Tidak semua bentuk sikap dipengaruhi dengan variabel yang diteliti.
oleh situasi lingkungan dan pengalaman 1. Gambaran tingkat pengetahuan dan sikap
pribadi seseorang,kadang-kadang sesuatu masyarakat berdasarkan umur di Wilayah
bentuk sikap merupakan pernyataan yang Kerja Puskesmas Barombong Kota
didasari oleh emosi yang berfungsi Makassar.
sebagai penyaluran frustasi atau Jumlah masyarakat yang terdapat di
wilayah tersebut menurut umur yang sesuai
JKSHSK/Volume 1/Nomor 1/Juli 2016. 884-891
890

dengan hasil penelitian dimana sampel yang berpengetahuan buruk yaitu sebanyak
yang diambil sebanyak 60 9 orang (15,0%).
orang.Berdasarkan hasil penelitian Hal ini sesuai dengan teori pengetahuan
persentase jumlah masyarakat berdasarkan menurut Notoatmodjo (2010), bahwa
umur yang terbanyak adalah usia kurang pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan
dari 30 tahun yaitu 24 orang atau (40,0%). ini terjadi setelah orang melakukan
2. Gambaran tingkat pengetahuan dan sikap penginderaan terhadap suatu obyek
masyarakat berdasarkan pendidikan di tertentu.Penginderaan terjadi melalui panca
Wilayah Kerja Puskesmas Barombong indera manusia,yakni indera
Kota Makassar penglihatan,pendengaran,penciuman,rasa
Dari hasil penelitian, menunjukan bahwa dan raba. Sebagian besar pengetahuan
jumlah masyarakat yang berpendidikan SD manusia diperoleh melalui mata dan
sebanyak 1 responden (1,7%), yang telinga. Pengetahuan atau kognitif
berpendidikan SMP sebanyak 16 responden merupakan domain yang sangat penting
(26,7%), yang berpendidikan SMA akan terbentuknya tindakan seseorang
sebanyak 37 responden (61,7), yang karena dari pengalaman dan penelitian
berpendidikan D3 sebanyak 2 responden perilaku yang didasari oleh pengetahuan
(3,3%), dan yang berpendidikan S1 akan lebih baik daripada perilaku yang
sebanyak 4 responden (6,7%). Dari data tidak didasari oleh pengetahuan
yang diperoleh tersebut, dapat menjelaskan (Notoatmodjo,2010).
bahwa tingkat pendidikan masyarakat yang Hasil penelitian ini yang telah dilakukan di
ada di wilayah kerja puskesmas Tamalanrea Wilayah Kerja Puskesmas Barombong
Jaya cukup baik. Kota Makassar didapatkan hasil bahwa
3. Gambaran tingkat pengetahuan dan sikap tingkat pengetahuan masyarakat terhadap
masyarakat berdasarkan jenis kelamin di penyakit gastritis adalah baik (85,0%). Hal
Wilayah Kerja Puskesmas Barombong ini kemungkinan dipengaruhi oleh
Kota Makassar pengalaman nyata yang dialami responden
Dari hasil penelitian dengan jumlah dan informasi media massa dimana
masyarakat berdasarkan jenis kelamin sebagian besar responden latar belakang
dimana jumlah persentase terbanyak adalah pendidikannya adalah SMP dan SMA serta
perempuan dengan jumlah 34 orang atau ( sebagian besar juga memiliki media massa
56,7%) dan yang terendah laki ± laki yang bisa mereka pakai untuk mencari
sebanyak 6 orang atau ( 43,3%). informasi seperti TV dan sebagainya.
4. Gambaran tingkat pengetahuan dan sikap 7. Gambaran sikap masyarakat di Wilayah
masyarakat berdasarkan agama di Wilayah Kerja Puskesmas Barombong Kota
Kerja Puskesmas Barombong Kota Makassar
Makassar . Berdasarkan hasil penelitian diatas
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa menunjukan bahwa gambaran sikap
responden yang beragama Islam merupakan masyarakat terhadap penyakit gastritis di
responden yang terbanyak dengan jumlah Wilayah Kerja Puskesmas Barombong
35 responden (58,3%). Sedangkan Kota Makassar yang memiliki sikap baik
responden yang beragama Protestan yaitu sebanyak 59 orang (98,3%).Hal ini
sebanyak 14 responden (23,3%), dan yang kemungkinan dipengaruhi oleh pengalaman
beragama Katolik sebanyak 11 responden pribadi dan media massa, sedangkan yang
(18,3%). memiliki sikap kurang baik sebanyak 1
5. Gambaran tingkat pengetahuan dan sikap orang (1,7 %).
masyarakat berdasarkan pekerjaan di Hal ini sesuai dengan teori yang
Wilayah Kerja Puskesmas Barombong dikemukakan oleh Sri Utami
Kota Makassar. Rahayuningsih bahwa sikap sebagai
6. Gambaran tingkat pengetahuan masyarakat organisasi menetap dari proses
di Wilayah Kerja Puskesmas Barombong motivasional,emosional,perseptual,kognitif
Kota Makassar mengenai aspek dunia individu (Sri
Berdasarkan hasil penelitian diatas rahayuningsih,2012).
menunjukan bahwa gambaran tingkat Hasil penelitian ini telah dilaksanakan di
pengetahuan masyarakat terhadap penyakit Wilayah Kerja Puskesmas Barombong
gatritis di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Makassar didapatkan hasil bahwa
Barombong Kota Makassar yang sikap masyarakat terhadap penyakit
berpengetahuan baik yaitu sebanyak 51 gastritis adalah baik (98,3 %).Hal ini
orang (85,0 %) ini kemungkinan dipengaruhi oleh pengalaman pribadi yang
dipengaruhi oleh kepercayaan dan telah dialami responden dimana sebagian
informasi atau media massa, sedangkan besar responden latar belakang
pendidikannya dari SMP dan SMA.
JKSHSK/Volume 1/Nomor 1/Juli 2016. 884-891
891

Hidayat, A. A, dkk, 2012 . Metedologi Penelitia


Sosial dan Pendidikan. Jakarta : Nuha
Medika
Jusup, L. 2010. Masakan Sehat dan Lezat Untuk
Penderita Gastritis (Tukak
Kesimpulan Lambung/Maag).Kompas Gramedia,
Tingkat pengetahuan masyarakat terhadap Jakarta
penyakit gastritis di Wilayah kerja Puskesmas Kemenkes RI. 2012. Jurnal Kesehatan
Barombong Kota Makassar, secara umum termasuk Yuliarti. 2012. Maag : Kenali, Hindari dan Obati.
dalam kategori baik yaitu sebanyak 51 responden Andi, Yogyakarta : Nuha Medika
(85,0%). Tetapi masih didapatkan pengetahuan Mansyur. 2013. Kapita Selekta Kedokteran. EGC
tentang gastritis dalam kategori kurang baik yaitu 9 Mustakim. 2012. Mengenal Penyakit Organ
responden (15,0%). Sedangkan sikap masyarakat Cerna, Pustaka Populer Obor. Jakarta
terhadap penyakit gastritis di Wilayah kerja Notoatmodjo. 2011. Metedologi Penelitian. Jakarta
Puskesmas Barombong Kota Makassar, juga : PT Rineka Cipta
temasuk dalam kategori baik yaitu sebanyak 59 Notoatmodjo. 2013. Teori Pengukuran
responden (98,3%), sedangkan yang memiliki sikap Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku
yang buruk sebanyak 1 responden (1,7%). Manusia. Jakarta: PT.Rineka Cipta.
Dalam rangka optimalisasi pencapaian Nursalam. 2012. Konsep dan Penerapan
pengetahuan masyarakat terhadap penyakit Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan.
gastritisdiharapkan responden untuk mencari Jakarata: Salemba Medika
informasi dari berbagai warga masyarakat yang Rahmi Kurnia Gustin.(2011).Atikel
adadi Wilayah kerja Puskesmas Barombong Kota penelitian.faktor-faktor yang
Makassar, tentang gastritisdan bagi institusi berhubungan dengan kejadian gastritis
diharapkan memberipendidikan kesehatan yang pada pasien yang berobat jalan di
lebih banyak kepada Masyarakat khususnyayang Puskesmas Gulai Bancah Kota Bukit
ada di Wilayah kerja Puskesmas Barombong Kota tinggi
Makassar, tentang penyakit gatritis. Wawan, A. 2010. Teori Pengukuran Pengetahuan
,Sikap, Dan Perilaku Manusia. Cetakan
Pertama.Yogyakarta : Nuha Medika

DAFTAR PUSTAKA

Ainun, Hidayah. 2011. Penyakit Maag dan


Gangguan pencernaan. Yoggyakarta :
Kansienus.
Ardian Ratu R & G.Made Adwan. 2013. Penyakit
Hati,lambung,usus,dan ambeien.
Yokyakarta: Nuha Medika
Agus Priyanto. 2009. Endoskopi Gastrointestinal.
Jakarta: Salemba Medika
Artikel kesehatan. http//.www.penyakitmaag.com.
diakses tanggal 01 Juni 2014
Dedi, S. 2012 : Hubungan antara pola makan
dengan penyakit gastritis pada
mahasiswa indekos Di STIKES Payung
Negeri dikelurahan Labuh Baru
Kecamatan Payung Sekaki . Pekanbaru
Dermawan, D & Rahyuningsih, T. 2010.
Keperawatan medikal bedah (Sistem
Pencernaan). Yogyakarta: Goysen
publishing.
Dinkes. 2010 .Jurnal Kabupaten Gowa Sulsel
Eridha, N. 2009. Gambaran pengetahuan dan
perilaku pencegahan gastritis pada
mahasiswa S1 Fakultas Keperawatan
USU. Skripsi. Universitas Sumatera
Utara
Endang. L. 2011. Penyakit maag dan gangguan
pencernaan. Yogyakarta :Kansius
Hirlan. 2011. Ilmu Penyakit Dalam Jilid II.
Jakarta: Gaya baru Jakarta
JKSHSK/Volume 1/Nomor 1/Juli 2016. 884-891