Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

PERWAKILAN / HUMAS

DISUSUN OLEH :

1. Ferdi Wahyudi Nim : 2019151105


2. Riko Tridiansyah Nim : 2019151101
3. Muhammad Ridho Kurniawan Nim : 2019151126

Kelas : 3D

DOSEN PEMBIMBING :
Leo Ferdinand Hadinata, M.Pd

UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG


TAHUN AJARAN 2020 / 2021

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya. Shalawat serta salam tidak lupa kami panjatkan kepada junjungan kita Nabi
Muhammad SAW, sehingga penyusunan makalah yang berjudul “Perwakilan / Humas” dapat
diselesaikan dengan baik dan tepat waktu.
Kiranya dalam penulisan ini, kami menghadapi cukup banyak kendala dan selesainya
makalah ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu tidak lupa kami mengucapkan
terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu.
Kami menyadari dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan karena
keterbatasan pengetahuan yang kami miliki. Oleh karena itu kritik dan saran yang
membangun dari semua pihak sangat kami harapkan. Semoga makalah ini bermanfaat untuk
kita semua.

Palembang, November 2020

Penyusun

2
DAFTAR ISI

Kata Pengantar.........................................................................................................i
Daftar Isi..................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang...................................................................................................1
B.  Rumusan Masalah..............................................................................................1
C.  Tujuan Masalah..................................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Hubungan Masyarakat......................................................................2
B. Fungsi Hubungan Masyarakat.............................................................................2
C. Tujuan Dan Sasaran Hubungan Masyarakat.......................................................2
D. Tugas Dan Kewajiban Hubungan Masyarakat...................................................3
E. Praktek Hubungan Masyarakat...........................................................................4
F. Etika Dalam Hubungan Masyarakat....................................................................5
G. Peran Manajemen Humas dalam Pendidikan ....................................................5

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan.........................................................................................................8
B. Saran....................................................................................................................8

DAFTAR PUSTAKA

3
BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang


Manusia pada dasarnya merupakan makhluk individu dan juga makhluk sosial.Manusia
pada suatu saat dapat atau bahkan ingin hidup menyendiri. Namun hal itu tidak dalam waktu
yang lama.Selain karena manusia merupakan makhluk sosial, manusia juga memiliki rasa
untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan sesama. Manusia mendapatkan ilmu,
pengetahuan, kesehatan, rasa aman, rasa nyaman, dan  rasa bahagia didapatkan dari hubungan
atau komunikasi dan interaksi dengan sesama.
Kebutuhan dalam kehidupan sangat mendorong manusia untuk berkomunikasi dan
berinteraksi dengan sesamanya. Setelah kebutuhan yang dibutuhkan untuk dirinya sendiri
tercukupi, manusia senantiasa akan mencari kebutuhan lainnya diluar kemampuannya dengan
membutuhkan orang lain. Sangat sulit dibayangkan apabila kita hidup tanpa adanya interaksi
dengan sesama, sehingga untuk mencari pertolongan disaat kita susah terasa sangat sulit.
Dengan adanya hubungan dan komunikasi dengan sesama tentunya sangat memudahkan
manusia untuk menolong atau memberikan bantuan.

B.  Rumusan Masalah


1. Apa pengertian Humas (Hubungan Masyarakat)?
2. Apa saja Fungsi Humas (Hubungan Masyarakat) ?
3. Apa tujuan dan sasaran hubungan masyarakat?
4. Apa tugas dan kewajiban hubungan masyarakat?
5. Apa saja praktek hubungan masyarakat?
6. Apa saja etika dalam hubungan masyarakat?
7. Apa saja Peran Manajemen Humas dalam Pendidikan ?

C.     Tujuan masalah


1. Untuk mengetahui pengertian Humas (Hubungan Masyarakat)
2. Untuk mengetahui Fungsi Humas (Hubungan Masyarakat)
3. Untuk mengetahui tujuan dan sasaran hubungan masyarakat
4. Untuk mengetahui tugas dan kewajiban hubungan masyarakat
5. Untuk mengetahui praktek hubungan masyarakat
6. Untuk mengetahui etika dalam hubungan masyarakat
7. Untuk mengetahui Peran Manajemen Humas dalam Pendidikan
4
BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Humas (Hubungan Masyarakat)


Hubungan Masyarakat merupakan suatu kegiatan yang bertujuan memperoleh good
will, kepercayaan, saling pengertian dan citra yang baik dari public. Sasaran hubungan
masyarakat adalah menciptakan opini public yang favourable, menguntungkan semua pihak
(lembaga pendidikan islam dan masyarakat). Hubungan masyarakat merupakan unsur yang
sangat penting dalam manajemen guna mencapai tujuan yang spesifik dari organisasi atau
perusahaan. Hubungan masyarakat adalah usaha untuk mencapai hubungan yang harmonis
antara satu badan atau organisasi dengan masyarakat melalui satu prosese komunikasi timbal
balik atau dua arah. Hubungan yang harmonis ini timbul dari adanya mutual understanding,
mutual confidence dan imaje yang baik. Ini emua merupakan langkah-langkah yang ditempuh
oleh Hubungan Masyarakat untuk mencapai hubungan yang harmonis.

B.     Fungsi Humas (Hubungan Masyarakat)


Fungsi utama hubungan masyarakat adalah menumbuhkan dan mengembangkan
hubungan baik antara lembaga atau organisasi dengan publiknya, intern dan ekstern, dalam
rangka menanamkan pengertian, menumbuhkan motivasi dan partisipasi publik dalam upaya
menciptakan iklim pendapat (opini publik) yang menguntungkan lembaga atau organisasi.
Fungsi humas ini diharapkan menjadi “mata” dan “telinga” serta “tangan kanan” bagi top
manajemen dari organisasi atau lembaga pendidikan.
Hubungan masyarakat mempunyai fungsi timbal balik, keluar dan kedalam. Ke luar ia
harus mengusahakan tumbuhnya sikap dan gambaran (image) masyarakat yang positif
terhadap segala tindakan dan kebijakan organisasi atau lembaganya. Ke dalam, ia berusaha
mengenali, mengidentifikasi hal-hal yang dapat menimbulkan sikap dan gambaran yang
negatif dalam masyarakat sebelum sesuatu tindakan atau kebijakan dilakukan. Hal ini berarti
ia harus mengetahui dari dekat apa yang terjadi dalam perusahaan atau lembaganya, termasuk
ketentuan kebijakan dan perencanaan tindakan.

C.  Tujuan dan Sasaran Humas (Hubungan Masyarakat)


Tujuan sentral Humas yang akan dicapai adalah tujuan organisasi, sebab Humas
dibentuk atau digiatkan guna menunjang manajemen yang berupaya mencapai tujuan
organisasi. Organisasi tanpa manajemen dapat diibaratkan raga tanpa jiwa, jadi organisasi
yang demikian tidak berfungsi atau mati. Sebaliknya, manajemen tanpa organisasi sama
5
dengan jiwa tanpa raga, yang berarti tiada berbentuk, yang berarti pula tiada tujuan yang akan
dicapai. Sebab adanya tujuan kalau ada organisasi. Dengan kata lain, suatu organisasi
dibentuk karena ada tujuan yang akan dicapai.
Tujuan organisasi yang diperjuangkan oleh manajemen dan ditunjang oleh humas itu
bergantung pada sifat organisasi. Tujuan organisasi dalam bentuk perusahaan berbeda dengan
organisasi yang berbentuk lembaga pendidikan, berbeda pula dengan organisasi yang
berbentuk pemerintah, dan sebagainnya.
Sifat Organisasi dapat berbeda, tetapi dalam kegiatan humas terdapat kesamaan, yakni
upaya membina hubungan yang harmonis antara organisasi dengan publik.
Tujuan dan sasaran erat sekali hubungannya. Tujuan bersifat kualitatif abstrak, sasaran
kuantitatif kongkret. Dalam konsepnya, kepala Humas perlu mencantumkan dengan jelas
siapa saja publik ekstern yang dijadikan sasaran. Kejelasan sasaran yang dituju oleh kegiatan
Humas itu penting karena berkaitan dengan teknik komunikasi yang akan dilancarkan dan
jenis media yang akan digunakan.

D.    Tugas dan Kewajiban Humas (Hubungan Masyarakat)


Tugas dan kewajiban utama humas adalah sebagai berikut:
1.      Menyampaikan pesan atau informasi dari sekolah lisan, tertulis, atau visual kepada
publiknya, sehingga masyarakat memperoleh pengertian yang benar dan tepat
mengenai kondisi sekolah, tugas dan kegiatannya.
2.        Melakukan studi dan anilisis atau reaksi serta tanggapan publik terhadap kebijakan dan
langkah tindakan sekolah, termasuk segala macam pendapat publik yang
mempengaruhi sekolah.
3.        Menyampaikan fakta-fakta dan pendapat kepada para pelaksana tugas guna membantu
mereka dalam memberikan pelayanan yang mengesankan dan memuaskan publik.

Kegiatan humas di sekolah/madrasah tidak hanya menginformasikan fakta-fakta


tertentu dari sekolah/madrasah, melainkan juga harus mengemukakan beberapa hal berikut:
a.       Melaporkan tentang pikiran yang berkembang dalam masyarakat tentang masalah
pendidikan Islam.
b.      Membantu kepala sekolah /madrasah bagaimana usaha untuk memperoleh bantuan dan
kerjasama.
c.       Menyusun rencana bagaimana cara-cara memperoleh bantuan.

6
Strategi perlibatan masyarakat dalam kegiatan pendidikan secara garis besar dibagi
menjadi dua, yaitu :
·         keterlibatan secara individual, seperti membuka kesempatan dan konsutasi seluas-
luasnya bagi orang tua peserta didik untuk datang ke sekolah.
·         Keterlibatan secara organisatoris terdiri melalui komite sekolah, organisasi alumni,
dunia usaha/dunia kerja, dan melalui hubungan dengan instansi lain.

Menurut Soryosubrorto tugas pokok dan beban kerja humas suatu organisasi/lembaga
adalah:
1.      Memberikan informasi dan menyampaikan ide (gagasan) kepada masyarakat atau
pihak-pihak lain yang membutuhkannya. Menyebarluaskan informasi dan gagasan-
gagasan itu agar diketahui maksud atau tujuannya serta kegiatan-kegiatannya termasuk
kemungkinan dipetik manfaatnya oleh pihak-pihak di luar organisasi.
2.     Membantu pemimpin yang karena tugas-tugasnya tidak dapat langsung memberikan
informasi kepada masyarakat atau pihak-pihak yang memerlukan.
3.     Membantu pemimpin mempersiapkan bahan-bahan tentang permasalahan dan
informasi yang akan disampaikan atau yang menarik perhatian masyarakat pada saat
tertentu. Dengan demikian pemimpin selalu siap dalam memberikan bahan-bahan
informasi yang terbaru.
4.   Membantu pemimpin dalam mengembangkan rencana dan kegiatan-kegiatan lanjutan
yang berhubungan dengan pelayanan kepada masyarakat (publik service) sebagai akibat
dan komunikasi timbal balik dengan pihak luar, yang ternyata menumbuhkan harapan
untuk penyempurnaan kegiatan yang telah dilakukan oleh organisasi.

E. Praktek Hubungan Masyarakat


Adapun bentuk-bentuk Hubungan Masyarakat dalam prakteknya bisa berupa :
1. Menerbitkan majalah organisasi, majalah organisasi merupakan sarana yang penting
dalam kegiatan Hubungan Masyarakat dalam rangka memelihara dan membina
hubungan yang harmonis anatar pimpinan organisasi dengan publik intern dan publik
ekstern.
2. Membuat film dokumenter, yang titik beratnya pada fakta atau peristiwa yang benar-
benar terjadi. Sering berkisar pada hal-hal yang merupakan paduan manusia dan alam.

7
3. Menyelenggarakan pameran, untuk memperkenalkan lembaga atau organisasi yang
dikelola bisa juga dengan mengadakan pameran untuk memperkenalkan lembaga atau
organisasi atau bisa juga sebuah perusahaan mengenai produksi yang dihasilkan.
4. Menggunakan media massa, media massa dapat digunakan untuk mempublikasikan dan
mempromosikan lembaga atau organisasi atau perusahaan yang baru atau
diperkenalkan produk baru yang merupakan produk unggulannya.

F.      Etika Dalam Humas (Hubungan Masyarakat)


Sebagaimana telah dikatakan secara tersirat, bahwa Hubungan masyarakat merupakan
suatu cara yang digunakan dalam rangka untuk memperkenalkan serta mempromosikan
keberadaan suatu lembaga atau organisasi maupun sebuah perusahaan. Jadi Hubungan
masyarakat bersifat action oriented, berorientasi pada kegiatan dan kegiatan itu adalah
komunikasi yang bersifat persuasif yang tertuju kepada lubuk hati yang dalam dari seseorang
yang dijadikan sasaran kegiatan.
Sehubungan dengan kegiatan itu tampak pentingnya faktor etika yang terdapat pada
diri komunikator yang akan melaksanakan hubungan masyarakat itu.

G. Peran Manajemen Humas dalam Pendidikan


Peranan humas yang dikembangkan oleh Glen M. Broom dan G.D.Smith dalam buku
Manajemen Isu oleh Prayudi (2008:18) dapat dibedakanmenjadi dua yakni:
a.       Peran Teknisi Komunikasi (Communication Technician Role)
Praktisi humas memiliki keahlian di bidang komunikasi danjurnalistik-menulis,
pengeditan, produksi audio visual, grafis danproduksi pesan yang dibutuhkan untuk
melaksanakan programhumas. Praktisi humas tidak terlibat dalam pembuatan
keputusanorganisasi. Praktisi humas yang menjalankan peran ini biasanyamemegang peranan
penting dalam organisasi yang mengutamakanmodel humas informasi publik atau keagenan
pers dimana humasmembuat release kepada media mengenai organisasi.
b.      Peran Manajer Komunikasi (Communication Manager Role)
Praktisi humas secara sistematis merencanakan dan mengaturprogram humas sebagai
organisasi, memberi masukan padamanajemen perusahaan dan membuat kebijaksanaan
humas dansecara teratur mengadakan penelitian atau mengevaluasi kerjamereka.Pihak
manajemen memberikan wewenang bagi praktisihumas untuk mengelola sendiri kegiatannya.
Peranan humas menurut Dozier & Broom dalam Rosady Ruslan, dapat dibedakan menjadi
empat, yaitu:

8
a.     Penasehat Ahli (Expert Prescriber)
Praktisi humas yang berpengalaman dan memiliki kemampuan tinggiuntuk dapat
membantu mencarikan solusi yang tepat atas masalahhubungan dengan publik (public
relationship) yang sedang atau akandihadapi oleh perusahaan yang bersangkutan.
b.     Fasilitator Komunikasi (Communication Fasilitator)
Praktisi humas harus dapat berperan sebagai komunikator ataumediator untuk
membantu pihak manajemen dalam hal mendengarapa yang menjadi harapan serta
keinginan publiknya dan sebaliknya,sehingga dapat tercipta saling pengertian,
mempercayai, menghargai,mendukung dan toleransi yang baik dari kedua belah pihak.
c.      Fasilitator Proses Pemecahan Masalah (Problem Solving ProcessFasilitator)
Peran humas adalah untuk membantu pimpinan perusahaan baiksebagai penasehat
(adviser) hingga dalam proses pengambilankeputusan/tindakan eksekusi dalam
mengatasi persoalan yang terjadisecara rasional dan profesional.
d.     Teknisi Komunikasi (Communications Technician)
Peranan ini menjadikan humas sebagai journalist in resident yanghanya menyediakan
layanan teknis komunikasi atau biasa dikenaldengan methode of communication in
organization.

Sedangkan peran humas di lembaga pendidikan menurut Zulkarnain Nasution, sebagai


berikut:
a.       Membina hubungan harmonis kepada publik internal (dalamlingkungan lembaga
pendidikan, seperti: dosen/guru, tenagaadministrasi dan siswa) dan hubungan kepada
publik eksternal (diluar lembaga pendidikan, seperti orang tua siswa dan di luar
lembagapendidikan).
b.      Membina komunikasi dua arah kepada publik internal (dosen/guru,karyawan dan
mahasiswa/siswa) dan publik eksternal (lembagaluar/instansi, masyarakat dan media
massa) dengan menyebarkanpesan, informasi dan publikasi hasil penelitian dan
berbagaikebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan pimpinan.
c.       Mengidentifikasi dan menganalisis suatu opini atau berbagaipersoalan, baik yang ada di
lembaga pendidikan maupun yang ada dimasyarakat.
d.     Berkemampuan mendengar keinginan atau aspirasi-aspirasi yangterdapat di dalam
masyarakat.
e.         Bersikap terampil dalam menerjemahkan kebijakan-kebijakanpimpinan dengan baik.

9
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa peranan humas dilembaga pendidikan adalah
sebagai berikut:
a.      Humas di lembaga pendidikan berperan mengidentifikasi danmenganalisis opini yang
berkembang baik di dalam lembagapendidikan maupun di masyarakat.
b.    Humas di lembaga pendidikan berperan sebagai penghubungkomunikasi antara pihak
sekolah/lembaga pendidikan denganmasyarakat/publik.
c.     Humas di lembaga pendidikan berperan membina hubungan yangharmonis antara
publik intern, publik ekstern dengan media masasehingga dapat menciptakan dan
membangun citra dan reputasi yang positif.

10
BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Hubungan Masyarakat merupakan suatu kegiatan yang bertujuan memperoleh good
will, kepercayaan, saling pengertian dan citra yang baik dari public. Fungsi utama hubungan
masyarakat adalah menumbuhkan dan mengembangkan hubungan baik antara lembaga atau
organisasi dengan publiknya, intern dan ekstern, dalam rangka menanamkan pengertian,
menumbuhkan motivasi dan partisipasi publik dalam upaya menciptakan iklim pendapat
(opini publik) yang menguntungkan lembaga atau organisasi
Tujuan sentral Humas yang akan dicapai adalah tujuan organisasi, sebab Humas
dibentuk atau digiatkan guna menunjang manajemen yang berupaya mencapai tujuan
organisasi. Tugas dan Kewajiban Hubungan Masyarakat
·   Menyampaikan pesan atau informasi dari perusahaan secara lisan,
·   Melakukan studi dan analisis atas reaksi serta tanggapan publik terhadap kebijakan dan
langkah tindakan perusahaan.
·   Menyampaikan fakta-fakta dan pendapat kepada para pelaksana tugas
Hubungan masyarakat bersifat action oriented, berorientasi pada kegiatan dan kegiatan
itu adalah komunikasi yang bersifat persuasif yang tertuju kepada lubuk hati yang dalam dari
seseorang yang dijadikan sasaran kegiatan. Bentuk-Bentuk Hubungan Sekolah dengan
Masyarakat
a.    Hubungan sekolah dengan orang tua siswa dan warga masyarakat.bentuk hubungan ini
bisa individual, bisa pula organisator.
b.   Hubungan sekolah dengan alumni
c.     Hubungan dengan dunia usaha/dunia kerja
d.     Hubungan dengan instansi lain

B.   Saran
Hendaknya makalah ini dapat dijadikan sebagai salah satu sumber pembelajaran bagi
pembaca. Dan makalah ini bisa bermanfaat bagi banyak pihak, utamanya bagi penyusun dan
pembaca.

      

11
DAFTAR PUSTAKA

Lettimore, dkk. 2010. Public Relation Profesi dan Praktik. Jakarta: Salemba Humanika
www.google.com 2011. “bekerja dengan Media”. Humas-Hubungan-Pers-Media-
Relations.ppt. Di akses tanggal 9 maret 2011
www.google.com. 2011. “humas dan media”.
http://publikasi.umy.ac.id/index.php/komunikasi/article/viewFile/1850/826. Diakses tanggal
9 maret 2011
http://ekariahasanabundbund.blogspot.com/2011/05/makah-humas-bekerja-dengan-
media.html

12