Anda di halaman 1dari 5

Nama : Dwiyan nur fhaqri

Nim: 62020050119

Kasus Komunikasi Organisasi

Masalah Freeport Belum Berakhir, Ribuan Karyawannya Masih Mogok!

Jika para manajemen Freeport masih kokoh pada pendiriannya ,maka karyawan Freeport
akan melanjutkan pemogokannya sampai tanggal 15 Oktober sesuai dengan surat pemberitahuan
mereka kepada aparat keamanan di Timika, Papua, sebagaimana dikatakan oleh Juli Paroragan.

Mereka melancarkan pemogokan untuk menuntut kenaikan gaji yang kini mereka terima
terendah di dunia dari Freeport Indonesia sebagai perusahaan pertambangan terbesar
dunia.Sekarang ribuan karyawan Freeport tersebut hanya menerima gaji antara US$ 2,1 sampai
3,5 US$ perjamnya,suatu upah yang sangat rendah di dunia jika dibandingkan dengan
karyawan-karyawan Freeport lainnya meskipun perusahan milik kapitalis Paman sam yang di
Papua itu merupakan terbesar di dunia.

Oleh karena itu ribuan karyawan yang memang mayoritasnya warga Papua itu menutut
kenaikan gaji dari yang biasany adi terima sekarang ini berkisar antara USS$ 2,1 dan 3,5 dolar
itu menjadi US$ perjamnya kepada para manajemen Freeport .Namun permintaan karyawan
tersebut masih ditolak oleh manajemen Freeport sehingga pemogokannyapun masih berlangsung
sampai sekarang.

Kebijakan manajemen Freeport terkesan rasis dan sewenang-wenang memecat karyawan


yang memprotes kebijakan perusahan Freeport yang tiap harinya memproduksi sekitar 25.300
ton tembaga,dan sekitar 218.500 ton perak dan emas.Apalagi sekarang harga tembaga,perak dan
emas di pasaran internasional semakin meningkat, sehingga sangat tidak adil sekiranya Freeport
mengganji karyawannya sebesar itu.

Selain itu sesuai dengan aturan yang ada,bahwa setiap karyawan yang menuntut haknya
dengan berunjuk rasa termasuk mengadakan pemogokan yang berlangsung secara damai itu
tidak dibolehkan segera di PHK dan di ganti dengan karyawan-karyawan baru ,sebagaimana
disebutkan oleh Juli Parorangan.Akan tetapi manajemen Freeport melanggarnya,bahkan yang
sangat mengecewakan dan menyakiti hati karyawan Freeport yang warga Papua adalah setiap
yang di PHK segera di gantikan oleh karyawan baru dari luar Papua.

Kebijakan Freeport seperti itu akan meningkatkan lagi konflik sosial yang memang suda
ada sebelumnya ,dan hal ini bisa di gunakan dengan baik untuk kepentingan gerakan separatis
Organisasi Papua Merdeka(OPM)dalam rangka meningkatkan pula kampanyenya kepada
masyarakat Papua .

Dalam konteks ini pemerintah perlu segera mengentaskan berbagai masalah di


Papua,untuk memangkas berbagai pengaruh dari gerakan separatisme di Papua.Pemerintah bisa
menengahi konflik antara Freeport dan karyawan sehingga masalah tersebut tidak lagi berlarut-
larut,untuk mendorong Freeport supaya dengan serius supaya akan memperhatikan kesejahteraan
warga setempat.

ANALISIS KASUS

Berdasarkan kasus di atas , teori yang ada dalam komunikasi organisasi dapat menjawab
hal-hal yang terjadi dalam suatu organisasi perusahaan seperti Kasus FREEPORT di Papua.

1. Teori Sistem

Teori ini dikembangkan oleh Harold Kootz yang dipahami sebagai suatu sistem terbuka
yang memahami interaksi sosial sebagai fenomena sosial yang mempengaruhi diri kita baik
langsung ataupun tidak langsung. Adapun teori komunikasi inter nal dan eksternal turut
mengambil peran dalam hal ini. Keseluruhannya mempengaruhi eksistensi organisasi.

Penjelasan tersebut memperkuat alasasan kasus PT Freeport Indonesia di Papua


memiliki kesalahan yaitu kurangnya ikatan setiap karyawan PT Freeport Indonesia dari atas
hingga bawahan. Karena dalam teori sistem sendiri memiliki 3 asumsi yaitu:

a. Organisasi terdiri dari bagian yang saling berhubungan yang akan membentuk totalitas
kerjakedisiplinan dalam peraturan yang ada di perusahaan PT Freeport Indonesia hanya
mementingkankan hasil kerja yang baik tanpa memperdulikan kesejahteraan karyawan buruh.
b. Organisasi ini tidak memiliki alasan bagi orang-orang untuk bertahan hidup tetapi organisasi
dimaknai sebagai aktifitas pertukaran transformasi energi barang dan jasa yang berguna kepada
lingkungan sosial.

Totalitas kerja menjadikan karyawan terjadinya seleksi alam yaitu karyawan-karyawan


yang memiliki skill akan tetap bertahan tetapi yang kurang kompeten akan terseleksi sendiri akan
keadaan seperti halnya buruh di perusahaan PT Freeport Indonesia yaitu pemecatan buruh yang
kebanyakan orang-orang papua dan mengganti dengan orang yang lebih mahir dari luar papua. .
Persoalan utama di perusahaan tambang itu menyangkut besaran upah dan gangguan
keamanan.Hal ini menjadi salah satu alasan kemarahan para warga setempat.Selain itu,
kerusakan lingkungan terjadi yang mencemari tempat tinggal mereka, beberapa media dan
lembaga swadaya masyarakat (LSM) mengungkapkan bahwa aktivitas pertambangan Freeport
telah menimbulkan kerusakan lingkungan yang kian parah.Hal ini telah melanggar UU No. 23
tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.Beberapa kerusakan lingkungan yang
diungkap oleh media dan LSM adalah, Freeport telah mematikan 23.000 ha hutan di wilayah
pengendapan tailing.Merubah bentang alam karena erosi maupun sedimentasi.Meluapnya sungai
karena pendangkalan akibat endapan tailing.

c. Organisasi berada dalam kondisi keseimbangan dinamis yang fleksibel / adaptif terhadap
lingkungan eksternal dan internal.

Adanya keseimbangan mengikuti perkembangan zaman oleh PT Freeport Indonesia


menjadikan ganguan yang terjadi pada lingkungan komunikasi organisasi.

Ada 2 komunikasi organisasi yaitu

a. komunikasi organisasi Internal

*downward messages yaitu sebuah perintah atau instruksi dari atasan kepada bawahan yang
terarah

*Upward messages yaitu berupa feedback yang ditunjukan karyawan atas perintah dari atasan
Kecenderungan dalam perusahaan PT Freeport Indonesia yaitu tidak menerapkan
Mangement George Term dimana organisasi tidak akan bergerak kalau hanya mengandalkan
satu bagian saja tetapi harus bekerja sama terhadap bagian-bagian lainnya bahkan sampai bagian
terkecilpun. Perusahaan ini kurang mementingkan buruh yang ada baik dalam pemberian upah
yang selayaknya sehingga menimbulkan aksi demo para buruh. Jika dilihat secara keseluruhan
gaji yang terendah dari selurush perusahaan Freeport yang ada, gaji yang terendah adalah
Indonesia.Tenaga dan gaji kurang seimbang.

b. Komunikasi Eksternal

* Penanggung Kepentingan

Organisasi dapat berjalan baik apabila menjalin komunikasi dengan penanggung


kepentingan yaitu masyarakat baik warga sekitar ataupun pemimpin sekalipun. Namun
kenyataan yang terjadi PT Freeport Indonesia kurang menjalin komunikasi yang baik seperti
pengambilan karyawan dari luar papu sementara banyak tenaga kerja papua yang
membutuhkan.Akibatnya tindakan anarkis terjadi terhadap perusahaan dan pemerintahan seperti
penyerangan posko polisi hingga menimbulkan pembunuhan.

*InterestGroup

Kelompok yang bukan bagian organisasi tetapi memiliki minat.Artinya bukan karyawan
buruh PT Freeport Indonesia tetapi memiliki minat membantu kaum buruh melakukan tindakan
anarkis sehingga seluruh Negara Indonesia memiliki perhatian yang besar terhadapa kasus ini.

2. Teori Klasik

Beberapa teori Klasik yaitu,

Teori Organisasi Klasik yang dipelopori oleh Max Weber, F. Taylor dan Henry Fayol

Perspektif klasik muncul dan berkembang pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-
20.Memfokuskan bahasannya pada struktur ideal suatu organisasi, kontrol organisasi melalui
hubungan atasan-bawahan dan spesialisasi unit-unit dalam organisasi. Diilhami oleh konsep
manajemen ilmiah (scientific manajemen) yang dimunculkan oleh Frederick W. Taylor
Teori lain yang turut memberikan kontribusi pada perspektif klasik adalah teoribirokrasi
dari Max Weber. Weber melihat birokrasi sebagai bentuk organisasi yang ideal karena dalam
birokrasi mengandung makna dan nilai yang logis, rasional, perintah, keseragaman dan
konsisten.Berdasarkan perspektif klasik, maka komunikasi organisasi dipandang sebagai alat
dalam memberikan perintah dan kontrol.Komunikasi lebih bersifat vertikal, dari atasan pada
bawahan. Komunikasi horisontal atau lateral hanya dipergunakan ketika saluran vertikal tidak
dimungkinkan. Karakter komunikasi juga didasarkan atas karakteristik-karakteristik
organisasional tertentu, seperti formalisasi dan sentralisasi.

Henry Fayol (praktisi dari prancis) memiliki pandangan organisasi memiliki lima hal yaitu:

a. Pembagian Kerja

b. Kesatuan Komando

c. Otoritas Liny

d. Semangat Koadealitas

e. Promosi dan karir

Sorotan terutama bagi perusahaan PT Freeport Indonesia teori klasik “henry fayol”.
Dilihat dari lima hal di atas kepempinan perusahaan PT Freeport Indonesia kurang memikirkan
langkah ke depan yaitu kurangnya kebijaksanaan dalam menggunakan komunikasi terhadap
warga setempat setidaknya menjaga citra baik warga Indonesia di mata Negara yang artinya
kepempinan pembagian gaji yang selayaknya. Teknik penyerapan tenaga kerja yang cukup
lumayan menjadikan suatu perusaahaan baik dalam suatu warga setempat membangkitkan
kewajiban terhadap tugas dan rasa sama-sama membangun perusahaan dengan baik.

Dalam mengatasi konflik yang memanas di PT Freeport Indonesia yaitu kebijakan


pemerintah untuk menuntaskan persoalan ini dengan secepatnya.Dengan memperhatikan warga
papua yang bagian Indonesia sehingga dapat sejahtera kembali.