Anda di halaman 1dari 6

Nama : Eva egha saputri

Nim: 62020050114

Kasus Komunikasi Organisasi

Contoh Kasus
KASUS :

            Marc Lattoni adalah supervisor dari suatu departemen akuntansi-biaya beranggota 8


orang dalam sebuah pabrik logam di Chicago Illinois. Jabatan supervisor baru diperolehnya 6
bulan yang lalu setelah setahun menjadi akuntan. Dia satu-satunya yang berpendidikan MBA
sementara yang lainnya tidak ada yang berpendidikan tinggi.
            Kebutuhan seorang akuntan pengganti dirinya dirasakan mendesak karena beban
pekerjaan yang semakin meningkat. Marc mengincar seseorang di bagian kontrol produksi yang
menurutnya sangat cocok. Marc telah berbicara dengan supervisor kontrol produksi dan manajer
personalia yang semuanya sepakat bahwa Ralph seorang kulit hitam yang telah bekerja selama 8
bulan adalah calon yang sangat tepat. Ralph masih masih berkuliah dijurusan akuntasi pada
malam hari dan tinggal menyelesaikan kuliahnya yang 6 sks lagi.
            Marc telah telah membahas posisi akuntansi-biaya dengan Ralph, dan Ralph sangat
bersemangat. Walaupun demikian Marc tidak dalam kapasitas memutuskan selain hanya akan
merekomendasikannya. Diperlukan seminggu sebelum keputusan final diumumkan.
            Suatu pagi, ketika Marc tiba dikantornya, dia sudah ditunggu oleh Charles, seorang
akuntan-biaya yang berusia 58 tahun dan telah bekerja selama 24 tahun di perusahaan itu.
Charles yang berasal dari Bagian Selatan Amerika itu telah mendengar kabar bahwa Ralph akan
naik pangkat dan bekerja dalam departemen akuntansi. Charles tidak berbasa-basi : “Saya tidak
pernah bekerja dengan seorang negro dan saya tidak akan pernah mau” Wajah Charles memerah,
dan ini membawa beban emosional kepada Marc. Selanjutnya Charles berkata :”Saya tidak
bersedia bekerja dalam departemen yang sama dengan anak itu”.

ANALISIS :
1.      Konteks kasus yang terjadi dalam masalah di atas yaitu perekomendasian Ralph (seorang
kulit hitam yang bekerja di bagian kontrol produksi) untuk menggantikan posisi Marc yang
terdahulu di departemen akuntansi-biaya ditentang oleh Charles (orang berusia 58 tahun, yang
telah bekerja di departemen akuntansi- biaya selama 24 tahun) karena ketidaksukaannya
terhadap orang kulit hitam. Hal tersebut merupakan sebuah konflik pribadi yang dialami Charles
dalam berorganisasi karena terjadi pertentangan antara apa yang menjadi keinginan Charles
dengan apa yang dihadapinya.
2.      Sumber masalah dari kasus di atas adalah ketidaksukaan Charles terhadap orang kulit hitam.
Dia sangat enggan bekerja dengan orang kulit hitam, terlebih dalam satu departemen.  Masalah
tidak akan muncul apabila Charles tidak menunjukkan sikapdiskriminatif  maupun rasisme
terhadap orang kulit hitam (dalam kasus di atas adalah Ralph).
3.      Seandainya kami menjadi Marc, maka  metode atau cara yang akan kami lakukan untuk
menyelesaikan konflik tersebut ada dua. Kedua metode yang akan kami gunakan antara lain
sebagai berikut:
a.       Membujuk (smoothing)
Membujuk (smoothing)  adalah sebuah metode penyelesaian konflik dengan menggunakan cara
yang lebih diplomatis, dimana kami akan mencoba untuk berbicara secara baik-baik dengan
Charles. Kami akan mencoba menanyakan  mengapa Charles sangat tidak menyukai orang kulit
hitam. Apabila konteks dari jawaban Charles tetap menyatakan bahwa ia tidak mau bekerja
dengan orang kulit hitam, maka kami akan mencoba memberikan pemahaman kepada Charles
bahwa bekerjasama dengan orang yang baru merupakan sebuah kesempatan untuk
mengembangkan kemampuan karyawan. Oleh karena itu,  sebagai orang yang sudah cukup lama
bekerja di departemen akuntansi-biaya atau sudah memiliki pengalaman, Charles diharapkan
mau memberikan kesempatan kepada Ralph. Apabila Charles benar-benar mau  memberikan
kesempatan tersebut, itu akan menjadi suatu kehormatan besar bagi Ralph karena dapat
bekerjasama dengan orang berpengalaman seperti Charles. Kami juga akan menyarankan kepada
Charles bahwa dalam waktu seminggu sebelum pengumuman keputusan, sebaiknya digunakan
untuk berkomunikasi dengan Ralph sehingga Charles tidak terlalu kaku terhadap orang kulit
hitam.  
Selain itu, kami juga akan mencoba memberitahukan kepada Charles bahwa kami hanya sebagai
rekomendator perpindahan Ralph dari bagian kontrol produksi ke departemen akuntansi-biaya,
untuk keputusan tetap berada di tangan atasan.  Jadi, apapun keputusan yang diberikan oleh
atasan itulah hasilnya dan apapun keputusannya Charles harus mau menerimanya.
Dalam metode ini kami akan berusaha keras untuk menekan sifat diskriminatif dan rasisme yang
dimiliki oleh Charles, karena sikap tersebut merupakan sikap yang tidak baik diimiliki dalam
kehidupan berorganisasi. Sikap yang dimiliki Charles tersebut akan berdampak buruk dalam
organisasi seperti timbulnya sikap merendahkan orang lain, sulit mempercayai orang lain,
menimbulkan depresi bagi orang yang didiskriminasi, dan sebagainya.
b.      Pemaksaan dan Penekanan
Seandainya dengan cara yang halus kami gagal membujuk  Charles, kami akan menggunakan
metode yang kedua yaitu pemaksaan dan penekanan. Pemaksaan dan penekanan ini dilakukan
dengan memanfaatkan jabatan yang kami punya yaitu selaku supervisor departemen akuntansi-
biaya atau selaku atasan Charles.  Melalui kedudukan yang kami punya ini, kami akan bersikap
tegas. Apapun hasil keputusan dari atasan, Charles harus mau mengikuti dan
menerimanya.  Karena sebenarnya kami tahu bahwa perpindahan Ralph dari bagian kontrol
produksi ke departemen akuntansi-biaya akan disetujui oleh atasan karena Ralph sudah
mendapatkan beberapa dukungan misalnya dari supervisor bagian kontrol-produksi dan manajer
personalia. Apabila keputusan atasan  benar menyatakan bahwa Ralph harus pindah ke
departemen akuntansi-biaya maka mau tidak mau dan suka tidak suka, Charles harus bekerja
dengan Ralph dalam satu departemen yaitu departemen akuntansi-biaya. Berawal dari
keterpaksaan  ini Charles diharapkan mampu beradaptasi dengan mau menerima kehadiran
Ralph. Penggunaan metode penekanan dan pemaksaan ini bertujuan untuk menekan sikap
diskriminatif dan rasisme yang dimiliki oleh Charles melalui keterpaksaan. Dimulai dari
perasaan terpaksa mengikuti aturan, lama-kelamaan ia akan mampu menjalani sesuatu yang
sebenarnya sangat tidak ia sukai.
Selain itu, kami selaku supervisor departemen akuntansi-biaya akan mengkomunikasikan kepada
atasan mengenai sikap diskriminatif dan rasisme yang kami temukan dalam departemen kami.
Hal ini bertujuan supaya atasan memberlakukan suatu peraturan agar para karyawannya tidak
bertindak diskriminatif dan rasisme, serta memberikan sanksi tegas terhadap pelakunya.
Tindakan yang kami ambil ini merupakan penerapan dari Teori Karl Weick dimana kami
membuat dan menerapkan peraturan baru yang sebelumnya tidak ada dalam peraturan
perusahaan. Pembuatan peraturan ini dikompromikan dengan berbagai pihak terlebih dahulu
sebelum diterapkan.
Berikut beberapa aturan yang akan kami komunikasikan kepada atasan untuk menindaklanjuti
masalah diskriminatif di Chicago Illinois:
1)      Semua pihak hendaknya sadar bahwa semua individu maupun unit/eselon/departemen
merupakan mata rantai organisasi yang saling mendukung, jangan ada yang bersikap
deskriminatif, dan rasisme.
2)      Bina dan kembangkan rasa solidaritas, toleransi dan saling pengertian antar individu maupun
antar unit/eselon/departemen.
3)      Bagi karyawan yang melanggar, akan dikenai sanksi berupa denda atau dikeluarkan.
Dengan diberlakukannya peraturan yang jelas mengenai masalah diskriminatif dan rasisme,
maka mau tidak mau karyawan akan mengikuti aturan yang berlaku tersebut. Hal ini juga
bertujuan untuk mengurangi sikap diskriminatif dan rasisme yang terjadi di Chicago Illinois.
4.      Berikut ini merupakan rencana yang kami buat tentang apa yang harus dikatakan kepada
Charles :
a.       Pada metode yang pertama kami akan mengatakan, antara lain sebagai berikut :
1)      “Kalau boleh saya tahu, kenapa Bapak sangat tidak menyukai orang kulit hitam? Apakah ada
pengalaman pribadi yang mendasari ketidaksukaan Bapak tersebut? Silahkan, Bapak boleh
ceritakan semuanya kepada saya.”
2)      Apabila Charles tetap menyatakan tidak suka dan tidak mau bekerja dengan orang kulit
hitam dalam satu departemen maka kami akan mengatakan : “Pastinya Pak Charles sudah sangat
paham bahwa bekerjasama dengan orang baru merupakan tantangan yang bisa mengembangkan
kemampuan kita. Saya rasa Ralph akan sangat merasa terhormaat apabila Bapak berkenan
memberikan kesempatan tersebut kepada orang yang masih minim pengalaman seperti
Ralph.Dan Ralph pasti akan merasa sangat senang bisa bekerjasama dengan orang hebat seperti
Bapak.”
3)      “Ada hal yang perlu Bapak ketahui bahwa saya disini hanya sebagai rekomendator  saja
tentang perpindahan Ralph ke dapartemen akuntansi-biaya. Untuk keputusannya tetap berada di
tangan atasan. Sebelum hasil keputusan diumumkan oleh atasan, Bapak masih memiliki waktu
beberapa hari untuk mendekatkan diri terlebih dahulu kepada Ralph. Alasan saya menyarankan
hal ini kepada Bapak adalah sehari yang lalu Bapak mengatakan kepada saya bahwa Bapak tidak
pernah bekerja dengan seorang negro. Nah,saya harap beberapa hari ke depan Bapak sudah
mulai mencobanya. Mungkin saja selama beberapa hari kedepan  pemikiran-pemikiran Bapak
tentang orang negro menjadi berubah. Dalam memilih pengganti  posisi saya di departemen ini
tentu saya tidak memilihnya secara main-main atau sembarangan. Saya harap Bapak mau
mempertimbangkan saran saya.”

c.       Pada metode yang kedua yaitu penekanan dan pemaksaan  kami akan mengatakan, antara
lain sebagai berikut :
1)      “Sebagai pimpinan departmen ini, saya rasa Ralph orang yang paling tepat dan mampu
untuk mengisi kekososngan jabatan yang saya tinggalkan. Meski saya tidak dapat memutuskan,
saya akan tetap merekomendasikan Ralph karena kemampuannya. Kita hanya punya waktu satu
minggu untuk tetap membiarkan posisi yang saya tinggalkan kosong. Tentunya keputusan
tersebut akan lebih baik apabila dipercepat sehingga perusahaan bisa segera berjalan kembali
seperti biasa. Apabila keputusan atasan menyatakan bahwa Ralph harus pindah di departemen
akuntansi-biaya saya harap bapak mau menerima dan mengikuti keputusan tersebut. Sudah
seharusnya bapak sadar bahwa semua indivdu dalam organisasi merupakan mata rantai
organisasi yang saling mendukung. Kedepan, saya harap bapak berusaha untuk lebih bersikap
toleran dan saling pengertian antar individu. Terimakasih banyak dan mohon kerjasamanya.”

5.      Pemecahan masalah yang kami lakukan tidak akan mengakhiri permasalahan di atas secara
permanen atau dengan kata lain bersifat sementara saja. Hal ini dikarenakan penyelesaian
masalah yang kami lakukan hanya berfokus untuk mengakhiri masalah tersebut dengan jalan
mengambil keputusan, tetapi seiring dengan keputusan yang kami ambil tentunya akan
menimbulkan permasalan baru yang masih berkaitan dengan masalah sebelumnya. Contohnya
ketika kami menggunakan metode yang pertama yaitu membujuk untuk  mengatasi masalah,
maka masalah baru yang akan timbul yaitu timbulnya perasaan tidak suka kepada Marc. Dimana
hal ini nantinya akan berpengaruh terhadap kinerja Charles dan berdampak berkurangnya sikap
hormat kepada Marc. Contoh masalah yang timbul  akibat penggunaan metode  yang kedua yaitu
timbulnya perasaan dendam terhadap pimpinan organisasi karena Charles merasa suaranya tidak
didengarkan, kinerja Charles menurun karena keterpaksaan yang ia alami selama bekerja,
terciptanya iklim atau suasana yang tidak menyenangkan dalam departemen akuntansi-biaya, dan
masih banyak lagi.