Anda di halaman 1dari 8

TUGAS AKUNTANSI BIAYA PERTEMUAN 11

Nama :Wahyuni
Nim: C0D019029
Kelas : F
Prodi Perpajakan

Pembahasan Soal Bab 6 Hal 187 Buku Mulyadi

1. PT X menggunakan metode harga pokok pesanan dalam pengumpulan biaya produksinya.


Metode penentuan harga pokok produksi yang digunakan adalah metode variable costing.
Biaya overhead pabrik variabel dibebankan kepada produk atas dasar jam tenaga kerja
langsung. Tarif biaya overhead dihitung pada awal tahun 19x1 berdasarkan data berikut ini.

Biaya overhead pabrik tetap Rp 36,000,000

Biaya overhead variabel 72,000,000

Total biaya overhead yang dianggarkan 108,000,000

Taksiran jam tenaga kerja langsung 12,000,000 Jam

Pesanan #101 telah selesai dikerjakan dalam bulan ini. Biaya produksi yang dikeluarkan untuk
pesanan #101 adalah sebagai berikut.

Biaya bahan baku Rp 68,000, biaya tenaga kerja langsung Rp 4,000 jam dengan tarif upah Rp
5,000 per jam. Jumlah jam mesin untuk mengerjakan pesanan tersebut adalah 7 jam. Pesanan
#101 merupakan pesanan dan PT Y untuk 56 unit produk K

DIMINTA

a. Buatlah kartu harga pokok untuk pesanan #101!

b. Hiitunglah harga pokok per unit produk K!


c. Buatlah jurnal untuk mencatat transaksi yang bersangkutan dengan produk k!

d. Misalkan dalam tahun19x1 jam tenaga kerja langsung sesungguhnya adalah 20.000.000 jam,
dengan biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp 142,000,000, buatlah jurnal untuk mencatat
transaksi yang bersangkutan dengan biaya overhead pabrik!

e. Untuk keperluan pelaporan keuangan kepada pihak luar, berapakah total harga pokok
produksi dan harga pokok produksi pe unit pesanan #101?

JAWAB

a. Kartu Harga Pokok

KET Biaya Bahan Pokok Biaya Tenaga Kerja BOP Variable Jumlah
Langsung
OKT Rp 68,000 Rp 20,000,000 Rp 72,000,000 Rp 92,068,000

Jumlah Rp 68,000 Rp 20,000,000 Rp 72,000,000 Rp 92,068,000

B. Harga Pokok Per unit Produk K

Biaya bahan baku Rp. 68,000

Biaya tenaga kerja langsung Rp. 20,000,000

Biaya overhead pabrik Rp. 72,000,000

HPP Produksi Rp. 92,068,000

Harga Pokok per unit : Rp. 92,068,000 : 56 Unit= Rp 1,644,071

c. Pencatatan Pemakaian Bahan Baku

Bahan dalam proses biaya bahan baku Rp. 68,000

Persediaan bahan Rp. 68,000


Pencatatan Biaya Tenaga Kerja Langsung

Barang dalam proses biaya tenaga kerja langsung Rp 20,000,000

Biaya overhead pabrik Rp 142,000,000

Gaji dan upah Rp. 162,000,000

Pencatatan BOP Produk Kepada Produk

Barang dalam proses-BOP Variabel Rp 20,000,000

Biaya overhead pabrik variabel yang dikorbankan Rp. 20,000,000

*BOP variabel biaya tenaga kerja langsung 4,000x@Rp. 5,000=Rp.


20,000,00

D. Pencatatan Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya

BOP Sesungguhnya Rp. 142,000,000

Berbagai rekening di kredit Rp. 142,000,000

Pencatatan biaya overhead pabrik sesungguhnya kedalam biaya variabel dan biaya tetap

BOP variable sesungguhnya Rp. 106,000,000

BOP tetap Rp. 36,000,000

BOP Sesungguhnya Rp. 142,000,000

E. Total Harga Pokok Produksi dan Harga Pokok Produk per unit pesanan

Harga pokok produksi + Harga pokok produksi perunit

Rp. 91,068,000 + Rp. 1,644,071= Rp 93,712,071


2. PT Z menghasilkan produk Q secara produksi masa melalui dua dapartemen 1 dan
dapartemen 2 perusahaan menggunakan metode harga proses dalam pengumpulan biaya
produksinya, dan menggunakan metode harga pokok rata – rata tertimbang dalam penentuan
harga pokok produksinya. Data produksi dan biaya dapartemen 1 dalam januari 20X1 adalah
sebagai berikut:

Data produksi:

Persediaan awal produk dalam proses dengan tingkat penyelesaian

100% biaya bahan baku 40% untuk biaya konversi variable 20 unit

Dimasukan dalam proses 90

Ditransfer kedapartemen 2 80

Persediaan akhir produk dalam proses dengan tingkat penyelesaian

100% biaya bahan baku 40% untuk biaya konversi variable 30

Data biaya

Harga pokok persediaan produk dalam proses awal:

Biaya bahan baku Rp 1.000.000

Biaya tenaga kerja langsung 100.000

Biaya overhead pabrik variable 60.000

Biaya produksi yang dikeluarkan dalam bualan januari 20X1

Biaya bahan baku 4.500.000

Biaya tenaga kerja langsung 1.870.000

Biaya overhead pabrik variable 1.000.000

Biaya overhead pabrik tetap 750.000

Diminta:
a.Hitunglah unit evakuasi biaya bahan baku dan biaya konversi variable dapartemen 1 bulan
januari 20X1

b.Hitunglah biaya produksi per unit dapartemen 1 bulan januari 20X1

c.Buatlah laporan biaya produksi dapartemen 1 bulan januari 20X1

d.Buatlah jurnal untuk mencatat transaksi biaya produksi dapartemen 1 bulan januari 20X1

Unit ekuivalensi biaya bahan baku dan biaya konvensi variable Dept . 1

a) Unit ekuivalensi biaya bahan baku:


80 + (30 x 100%) =
80 + 30 = 110
Unit ekuivalensi biaya konvensi:
80 + (30 x 70%) =
80 21 = 101

Biaya produksi per unit Dept. 1

Yang
Unsur Biaya Yang Melekat Dikeluarkan Total Biaya Unit Biaya
Produksi pada Produk Dalam Periode Ekuivalensi Produksi per
dalam Proses Sekarang Unit
(1) (2) (3) (2 ) + (3) (5) (4) : (5)
(4) (6)
Biaya Bahan 1.000.000 4.500.000 5.500.000 110 50.000
Baku
Biaya Tenaga 100.000 1.870.000 1.970.000 101 19.505
Kerja
Biaya Overhead 60.000 1.750.000 1.810.000 101 17.921
Pabrik
Rp 87.426
a) Laporan Biaya Produksi

PT. Z
Laporan Biaya Produksi Dept. 1
Bulan Januari 19X1
Data Produksi
Produk dalam proses awal 20 unit
Dimasukan dalam proses 90 unit
Jumlah produk yang diolah 110 unit
Produk jadi yang ditransfer ke dept. 2 80 unit
Produk dalam proses akhir 30 unit
Jumlah produk yang dihasilkan 110 unit

Biaya yang Dihasilkan dalam Dept. 1


Total Per Unit
Biaya bahan baku Rp 5.500.000 Rp 50.000
Biaya tenaga kerja Rp 1.970.000 Rp 19.505
Biaya overhead sesungguhnya Rp 1.810.000 Rp 17.921
Jumlah biaya yang dibebankan dalam Dept. 1 Rp 9.280.000 Rp 87.426

Perhitungan Biaya
Harga pokok produk selesai yg ditransfer ke Dept. 2 Rp 6.994.080
80 unit @Rp87.426
Harga pokok persediaan produk dalam proses akhir
(30 unit):
Biaya Bahan Baku Rp 1.500.000
Biaya Tenaga Kerja Rp 409.605
Biaya Overhead Sesungguhnya Rp 376.341
Jumlah biaya produksi yg dibebankan dalam Dept. 1 Rp 2.285.976

b) Buatlah jurnal untuk mencatat transaksi biaya produksi Dept. 1

 Pencatatan Pemakaian Bahan Baku


BDP – Biaya Bahan Baku Dept. 1 Rp 4.500.000
Persediaan Bahan Baku Rp 4.500.000
 Pencatatan Biaya Tenaga Kerja
BDP – Biaya Tenaga Kerja Dept. 1 Rp 1.870.000
Gaji dan Upah Rp 1.870.000

 Pencatatan Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya


Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Dept. 1 Rp 1.750.000
Berbagai Rekening yang Dikredit Rp 1.750.000

Pembagian biaya overhead pabrik menurut perilakunya dicatat dengan jurnal sebagai
berikut:

BDP – Biaya Overhead Pabrik Variable - Dept. 1 Rp 1.000.000


Biaya Overhead Pabrik Tetap - Dept. 1 Rp 750.000
Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Dept. 1 Rp 1.750.000

 Pencatatan Harga Pokok Produk Jadi Departemen Pertama yang ditransfer ke


Departemen berikutnya

BDP – Biaya Bahan Baku Dept. 2 Rp 6.994.080

BDP – Biaya Bahan Baku Dept. 1 Rp 4.000.000

BDP – Biaya Tenaga Kerja Dept. 1 Rp 1.560.000

BDP – Biaya Overhead Pabrik Dept. 1 Rp 1.433.680

 Pencatatan Harga Pokok dalam Proses Departemen Pertama pada Akhir Periode

Persediaan Produk Dalam Proses – Dept. 1 Rp 2.285.946


BDP – Biaya Bahan Baku Dept. 1 Rp 1.500.000
BDP – Biaya Tenaga Kerja Dept. 1 Rp 409.605
BDP – Biaya Overhead Pabrik Dept. 1 Rp 376.341

 Pencatatan Harga Pokok Produk Jadi Departemen Pertama yang yang Ditransfer ke
Departemen Berikutnya

BDP – Biaya Bahan Baku Dept. 2 Rp 6.994.080

BDP – Biaya Bahan Baku Dept. 1 Rp 4.000.000

BDP – Biaya Tenaga Kerja Dept. 1 Rp 1.560.000

BDP – Biaya Overhead Pabrik Variabel Dept. 1 Rp 1.433.680


 Pencatatan Harga Pokok Produk dalam Proses Departemen Pertama pada Akhir Periode

Persediaam Produk Dalam Proses – Dept. 1 Rp 2.285.946


BDP – Biaya Bahan Baku Dept. 1 Rp 1.500.000
BDP – Biaya Tenaga Kerja Dept. 1 Rp 409.605
BDP – Biaya Overhead Pabrik Dept. 1 Rp 376.341

Anda mungkin juga menyukai