Anda di halaman 1dari 38

Indikator Mutu

di Kamar Bedah
Ns. Finni A. Liveta, Skep
Ns. Finni A. Liveta, Skep

Kamar Bedah RSCM Kencana

finni.liveta@gmail.com
0815 6363 4344
0821 2006 9595
Tujuan
Mempertahankan dan meningkatkan Mutu
pelayanan secara berkelanjutan dan
berkesinambungan

Mewujudkan keamanan dan Keselamatan


pasien

Memberikan Asuhan dan Pelayanan sebaik-


baiknya kepada Pasien

Adanya pencatata, pelaporan dan Evaluasi


berkala
Mutu adalah conformance to MUTU
requirement, yaitu Kepatuhan ???
terhadap standar yang telah
ditetapkan (Crosby)
kepuasan pelanggan sepenuhnya (full customer
satisfaction). Suatu produk bermutu apabila
MUTU
dapat memberi kepuasan sepenuhnya kepada ???
konsumen (Feigenbaum)

suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan


produk, manusia, proses dan tugas serta
lingkungan yang memenuhi atau melebihi
harapan pelanggan
Mutu (kualitas) pelayanan kesehatan
MUTU
menurut Wijono (1999) adalah derajat
dipenuhinya standar profesi atau standar
???
operasional prosedur (SOP) dalam
pelayanan pasien dan terwujudnya hasil-
hasil outcome seperti yang diharapkan oleh
profesi maupun pasien yang meliputi
pelayanan, diagnosa terapi, prosedur atau
tindakan penyelesaian masalah klinis.
Lima Karakteristik
Proses Pelayanan MUTU
• Dapat dicapai; ???
• diterima masyarakat;
• Komprehensif, Kualitas
• berkesinambungan Pelayanan
• terdokumentasi.

Cross & Blue dalam Giebing 1994


Dimensi Mutu (WHO 2016)
MUTU
???
• Efektif
Pelayanan kesehatan yang erat pada basis bukti dan berhasil dalam
meningkatkan luaran kesehatan individu atau komunitas berdasarkan
kebutuhan.
• Efisien
Pelayanan Kesehatan yang memaksimalkan dalama sumber daya dan
menghindari pemborosan.
• Mudah di akses
Pelayanan kesehatan yang mempertimbangkan pilihan dan aspirasi individu
penggunaan layanan dan budaya komunitasnya.
• Diterima
Pelayanan kesehatan yang tidak berbeda dalam kualitas karena karekteristik
personal seperti gender, ras, etnis, lokasi geografi dan status sosioekonomi.
• Aman
Pelayanan kesehatan yang meminimalisasi resiko Cross & Blue
dan harm dalam Giebing 1994
Dimensi Mutu (WHO 2016)
MUTU
???
• Efektif
Pelayanan kesehatan yang erat pada basis bukti dan berhasil dalam
meningkatkan luaran kesehatan individu atau komunitas berdasarkan
kebutuhan.
• Efisien
Pelayanan Kesehatan yang memaksimalkan dalama sumber daya dan
menghindari pemborosan.
• Mudah di akses
Pelayanan kesehatan yang mempertimbangkan pilihan dan aspirasi individu
penggunaan layanan dan budaya komunitasnya.
• Diterima
Pelayanan kesehatan yang tidak berbeda dalam kualitas karena karekteristik
personal seperti gender, ras, etnis, lokasi geografi dan status sosioekonomi.
• Aman
Pelayanan kesehatan yang meminimalisasi resiko Cross & Blue
dan harm dalam Giebing 1994
Standar PAB 8.1
Program mutu dan keselamatan pasien dalam pelayanan
bedah dilaksanakan dan didokumentasikan

Elemen Penilaian PAB 8.1


1. RS menetapkan program mutu dan keselamatan
pasien dalam pelayanan bedah. (R)
2. Ada bukti monitoring dan evaluasi pelaksanaan
asesmen pra bedah. (D,W)
3. Ada bukti monitoring dan evaluasi pelaksanaan
penandaan lokasi operasi. (D,W)
4. Ada bukti monitoring dan evaluasi pelaksanaan
surgical safety check list (lihat juga SKP 4). (D.W)
5. Ada bukti monitoring dan evaluasi pemantauan
diskrepansi diagnosis pre dan post operasi. (D,W)
6. Program mutu pelayanan bedah diintegrasikan
dengan program mutu RS ( lihat PMKP 2.1 ). (D,W)
(Maksud dan tujuan Standar 8.1)

Pelayanan bedah merupakan suatu tindakan yg


berisiko, karena itu perencanaannya dan
pelaksanaannya membutuhkan tingkat kehati-hatian dan
akurasi tinggi. Sehubungan dgn hal itu RS menetapkan
program mutu dan keselamatan pasien yg meliputi
minimal :
a) pelaksanaan asesmen pra bedah
b) penandaan lokasi operasi
c) pelaksanaan surgical safety check List (lihat juga
SKP 4)
d) pemantauan diskrepansi diagnosis pre dan post
operasi
Elemen 1
Proses Asuhan Pasien Diagram
IAR
Patient Care

1 Asesmen Pasien
(Skrining, “Periksa Pasien”)
PPA : 1. Informasi dikumpulkan : Asesmen
I Awal
Dokter Anamnesa, pemeriksaan, pemeriksaan lain /
Perawat penunjang, dsb
Bidan 2. Analisis informasi : A Asesmen
Apoteker Menetapkan Diagnosis / Masalah / Kondisi
Ulang
Nutrisionis Untuk mengidentifikasi Kebutuhan Yan Pasien
SOAP
Dietisien 3. Rencana Asuhan/Plan of Care : R
Teknisi Merumuskan rencana dan sasaran terukur
Medis Untuk memenuhi Kebutuhan Yan Pasien
(Penata-
Anestesi)
Terapis Fisik 2 Pemberian Pelayanan
Implementasi Rencana
Monitoring
Asesmen Ulang
MUTU PELAYANAN BEDAH Elemen 2
ASESMEN AWAL
ASESMEN PRA BEDAH

DIAGNOSIS

RENCANA PELAYANAN

INFORMED CONSENT
PENANDAAN LOKASI OPERASI Elemen 3

DIBUAT OLEH DPJP BESERTA PASIEN SAAT MASIH SADAR

REGULASI

KEPATUHAN TERHADAP REGULASI

MONITORING DAN EVALUASI

DATA

ANALISIS
Formulir Monitoring Kepatuhan Melakukan
Site Marking
Bulan / Tahun :
Unit Keraja :

No Tanggal Nama Pasien NRM Ruang Diagn Kepatuhan Site Marking Ket DPJP
Rawat osa
Ya / NA Tidak
Rekapitulasi Surgical Site Marking Bedah Januari – Agustus 2019

No Kriteria Jenis Operasi SITE MARKING Total % Ket


Pasien
Dilakukan % Tidak %
Dilakukan

1 Perlu dilakukan
Penandaan operasi

2 Tidak Perlu dilakukan


penandaan operasi
TABEL : KEPATUHAN PELAKSANAAN PROSES SIGN IN, Elemen 4
TIME OUT DAN SIGN OUT
Ruangan
Standar Hal yang TARGET Bedah Ortopedi (%) Bedah Urologi (%) Rerata
diaudit (%)
April Mei Juni April Mei Juni

IPSG Proses 100 96 100 100 100 100 100 100


4.2 sign in
Proses 100 96 100 100 100 100 100 100
time out
Proses 100 96 100 100 100 100 100 100
sign out
PENERAPAN SURGICAL SAFETY CHECKLIST
JANUARI –JUNI 2017 Elemen 4
INSTALASI BEDAH SENTRAL

100% 100% 100%


100% 100% 100% 100% 100% 100%
99%

98% SSCL
97% Target

96% Upaya Perbaikan:


96% 1. Sosialisasi staf dokter dan
95% 96% perawat
Kendala: 2. Meningkatkan frekwensi
95% 95%
94% Belum maksimal pemantauan
koordinasi tim
93%

92%
Januari Pebruari Maret April Mei Juni

Definisi : Surgical Safety Procedure adalah prosedur yang harus dilakukan pada pasien yang
akan dilakukan tindakan operasi sc sesuai dengan formulir
Surgical Safety Check List.
Jumlah surgical safety check list yang terisi lengkap.
Jumlah surgical safety check list yang seharusnya ada.
(Numerator/Denumerator) x 100%
DISKREPANSI DIAGNOSIS PRE DAN POST OPERASI
Elemen 5

RENCANA
DIAGNOSIS
No ANALISA TINDAK
LANJUT
PRE-OP POST-OP
PENGUKURAN MUTU UNIT Elemen 6
KERJA/PELAYANAN
1.Pemilihan indikator mutu unit berdasarkan :
a)Fokus mengukur hal-hal yang ingin diperbaiki
di unit
b)Prioritas pengukuran mutu pelayanan klinis di
rumah sakit. Indikator mutu yang
dipergunakan untuk mengukur mutu di
prioritas pengukuran mutu rumah sakit,
sumber data umumnya dari unit dan menjadi
indikator mutu unit.
Elemen 6
c)Pengukuran mutu nasional, sumber data
indikator mutu nasional adalah di unit. Karena
itu indikator mutu nasional menjadi indikator
mutu unit,
d) Melakukan koordinasi dengan komite medis,
bila evaluasi penerapan panduan praktik klinis
dan evaluasi kinerja dokter menggunakan
indikator mutu
e)Bila di unit ada KSO alat medis, outsourcing
yan, misalnya pelayanan gigi, maka perlu ada
indikator yang memonitor mutu alat tersebut.
Unit akan mengumpulkan data nya. Indikator
menjadi indikator mutu unit
… standarisasi di mana-mana …
Area Keselamatan Pasien
No. AREA INDIKATOR
1 Ketepatan identifikasi pasien Kepatuhan pemasangan gelang identifikasi pasien

2 Peningkatan Komunikasi yang efektif Ketepatan melakukan TBaK saat menerima instruksi
verbal melalui telpon
3 Peningkatan Keamanan Obat yang perlu diwaspadai obat-obat High Alert elektrolit pekat di ruang UGD di
label
4 Kepastian tepat lokasi, tepat prosedur, tepat pasien Pelaksanaan Prosedur Sign In, Time Out&Sign Out di
operasi Kamar Operasi
5 Pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan Kepatuhan Hand Higiene (cuci tangan) untuk petugas

6 Pengurangan risiko jatuh Kelengkapan pengisian Assesmen risiko pasien jatuh


& pemasangan gelang risiko jatuh
Area Manajemen
NO AREA INDIKATOR
1 Pengadaan rutin peralatan kesehatan dan obat Ketersediaan obat & alkes untuk SC di ruang OK
penting
2 Pelaporan aktivitas yang diwajibkan oleh Laporan kejadian KTD, Sentinel ke KPRS paling lambat 2 X 14 jam
peraturan perundang-undangan;
3 Pengadaan Barang beracun berbahaya (B-3) yang dilengkapi MSDS
Pengelolaan risiko (Material Safety Data Sheet)

4 Manejemen penggunaan sumber daya Pelatihan karyawan minimal 20 jam/tahun

5 Harapan dan kepuasan pasien dan keluarga Tingkat kepuasan pasien RJ, UGD, RI

6 Harapan dan kepuasan staf Tingkat Kepuasan karyawan diukur secara berkala

7 Demografi pasien dan diagnosis klinis Data demografi alamat pasien dengan 10 Diagnosis terbanyak

8 Manajemen keuangan Kecepatan waktu penyiapan tagihan pasien rawat inap < 2 jam

9
Pencegahan dan pengendalian dari kejadian
yang dapat menimbulkan masalah bagi Ketaatan karyawan menggunakan Alat Pelindung Diri
keselamatan pasien, keluarga pasien dan staf
AREA KLINIS
NO AREA INDIKATOR KLINIS
1 Asesmen pasien Pengkajian awal pasien rawat inap kurang dari 1x24 jam setelah pasien
masuk
2 Pelayanan laboratorium Tidak adanya kesalahan identitas pemberian hasil pemeriksaan
laboratorium
3 Pelayanan radiologi dan diagnostic imaging Kejadian kegagalan pelayanan rontgen karena foto yang tidak dapat
dibaca
4 Prosedur bedah Pelayanan pasien operasi elektif, tertunda operasi < 1 jam dari yg
dijadwalkan
5 Penggunaan antibiotika dan obat lainnya Ketepatan waktu pemberian injeksi antibiotik pada pasien rawat inap
6 Kesalahan medikasi (medication error) dan Tidak ada Insiden kesalahan penulisan etiket pada obat pasien ranap di
Kejadian Nyaris Cedera (KNC) Instalasi Farmasi
7 Penggunaan anestesi dan sedasi Setiap pasien yang akan di anestesi/ sedasi dilakukan asesmen pra
anestesi minimal 6-12 jam sebelum operasi
8 Penggunaan darah dan produk darah Angka reaksi transfusi darah
9 Ketersediaan, isi dan penggunaan rekam Kelengkapan dokumen informed concent tindakan bedah
medis pasien
10 Pencegahan dan pengendalian infeksi, Angka pasien dengan infeksi daerah operasi (ILO)
surveilans dan pelaporan
11 Riset klinis Pasien harus mengetahui kalau jadi objek penelitian (buat informed
INDIKATOR MUTU KLINIS NASIONAL
Judul Indikator Mutu
Kepatuhan pengisian assesment pra Numerator Jumlah pasien yang dilakukan preassesment
anestesi anestesi dan didokumentasikan
Denumerator Jumlah pasien yang akan dioperasi

Kepatuhan pengisian assesment Numerator Jumlah pasien yang dilakukan preassesment bedah
PRABEDAH. dan didokumentasikan
Denumerator Jumlah pasien yang akan dioperasi

Kelengkapan pengisian INFORMED Numerator Jumlah dokter bedah yang mengisi informed
CONSENT dokter bedah consent dengan lengkap
Denumerator Jumlah pasien yang akan dioperasi

Kelengkapan pengisian INFORMED Numerator Jumlah dokter anestesi yang mengisi informed
CONSENT dokter anestesi consent dengan lengkap
Denumerator Jumlah pasien yang akan dioperasi

Kepatuhan pelaksanaan PENANDAAN Numerator Jumlah pasien yang dilakukan penandaan lokasi
LOKASI OPERASI (SITE MARKING) operasi oleh operator
Denumerator Jumlah pasien yang akan dioperasi dengan
multiple level, dua sisi, multi struktur
Kepatuhan pelaksanaan Numerator Jumlah pasien yang dilakukan penandaan
PENANDAAN LOKASI OPERASI lokasi operasi TKR oleh operator
(SITE MARKING) operasi TKR
Denumerator Jumlah pasien yang akan dioperasi TKR

Ketepatan waktu operasi elektif. Numerator Jumlah operasi elektif yang dilakukan sesuai
waktu yang dijadwalkan
Denumerator Jumlah pasien yang akan dioperasi elektif

Kepatuhan pelaksanaan TIME OUT Numerator Jumlah kepatuhan pelaksanaan time out.

Denumerator Jumlah pasien yang akan dioperasi


Konversi anestesi lokal dan regional Numerator Jumlah pasien yang mengalami Konversi
mejadi anestesi general anestesi lokal dan regional mejadi anestesi
general
Denumerator Jumlah pasien yang dilakukan anestesi lokal
dan regional
Diskrepansi diagnosa pre operasi Numerator Jumlah pasien yang mengalami Diskrepansi
dengan post operasi diagnosa pre operasi dengan post operasi

Denumerator Jumlah pasien yang dilakukan operasi


Penjelasan operator post Numerator Jumlah dokter yang
operasi kepasien/ keluarga memberikan penjelasan post
pasien (terdokumentasi CET) operasi pada pasien/keluarga
dan mendokumentasikannya
pada CET
Denumerator Jumlah pasien yang dilakukan
operasi
Kelengkapan pengisian status Numerator Jumlah status fisiologis pasien
fisiologis pasien paska paska anestestesi sedasi yang
anestestesi sedasi diisi lengkap oleh dokter
anestesi
Denumerator Jumlah pasien yang dilakukan
anestesi sedasi
Keterlambatan waktu mulai Numerator Semua pasoen yang saat
operasi lebih dari 30 menit mulainya operasi tertunda
lebih dari 30 menit sejak
pembiusan yang bukan
disebabkan oleh karena faktor
pasien atau keluarganya
Denumenerator Jumlah Pasien Yang dilakukan
Operasi
INDIKATOR MUTU KAMAR BEDAH (DEPKES)

Judul Indikator Mutu


Waktu tunggu operasi elektif Numerator Jumlah kumulatif waktu tunggu operasi yang terencana dari
kurang dari 2 hari seluruh pasien yang dioperasi dalam satu bulan

Denumerator Jumlah pasien yang dioperasi dalam satu bulan

Tidak adanya Kejadian Numerator Jumlah pasien yang dioperasi dalam satu bulan dikurangi
kematian di meja operasi jumlah pasien yang meninggal dimeja operasi dan dalam
waktu satu bulan

Denumerator Jumlah pasien yang dilakukan pembedahan dalam satu bulan

Tidak adanya kejadian Numerator Jumlah pasien yang dioperasi dalam satu bulan dikurangi
operasi salah sisi jumlah pasien yang dioperasi salah sisi dan dalam waktu satu
bulan

Denumerator Jumlah pasien yang dioperasi dalam waktu satu bulan


Tidak adanya kejadian operasi Numerator Jumlah pasien yang dioperasi dalam waktu
salah orang satu bulan dikurangi jumlah operasi yang
salah orang dalam waktu satu bulan

Denumerator Jumlah pasien yang dioperasi dalam 1 bulan

Tidak adanya kejadian salah Numerator Jumlah pasien yang dioperasi dalam waktu
tindakan pada operasi satu bulan dikurangi jumlah operasi yang
salah tindakan operasi dalam waktu satu
bulan
Denumerator Jumlah pasien yang dioperasi dalam waktu
satu bulan
Tidak adanya kejadian Numerator Jumlah pasien yang dioperasi dalam waktu
tertinggalnya benda asing/ lain satu bulan dikurangi jumlah pasien yang
pada tubuh pasien setelah mengalami tertinggalnya benda asing dalam
operasi tubuh akibat operasi dalam 1 bulan

Denumerator Jumlah pasien yang dioperasi dalam waktu


satu bulan
4. Waktu Tunggu Operasi Elektif
Numerator Jumlah waktu tunggu operasi yang terencana
Jumlah seluruh sampel atau jumlah seluruh pasien dengan operasi
Denominator yang terencana
Inklusi Pasien yang masuk rawat inap dengan rencana operasi
Operasi dibatalkan karena kondisi pasien yang tidak
Eksklusi memungkinkan dilakukan operasi, ditunda/dibatalkan atas permintaan keluarga, fasilitas (ruangan atau
peralatan tidak dapat dipakai disebabkan kondisi diluar kendali manajemen)

Jumlah waktu tunggu operasi yang terencana dari seluruh pasien yang dioperasi dibagi Jumlah seluruh
Formula sampel atau jumlah seluruh pasien dengan operasi yang terencana

Bobot
Lihat pada Daftar dan Bobot Indikator
Instalasi Bedah Sentral
Sumber Data
Catatan : Sampling bila jumlah pasien > 50 pasien per bulan
Standar ≤ 48 jam
WTE (jam) :
Kriteria Penilaian WTE ≤ 48 --> skor = 100
48 < WTE ≤ 72 --> skor = 75
72 < WTE ≤ 96 --> skor = 50
96 < WTE ≤ 120 --> skor = 25
WTE > 120 --> skor = 0
PIC Kepala Instalasi Bedah Sentral
Monitoring Pengisian Cheklist Keselamatan
Pasien
No Tanggal Nama NRM Operator Anastesi Sign In Time Sign Semua Indikator Identifikas Penyel
Pasien Out Out Kelematan Operasi i Masalah esaian
Dilakukan Masala
h
Iya Tidak
Remember…
Safety First!

Anda mungkin juga menyukai