Anda di halaman 1dari 9

Borang Portofolio Kasus Anak

Topik : DBD
Tanggal (kasus) : Presentan : dr. Dhony Widyantoro
Tanggal Presentasi : Pendamping : dr. Evi Mutia Afriyeti
Tempat Presentasi :
Objektif Presentasi :
□ Keilmuan □ Keterampilan □ Penyegaran □ Tinjauan Pustaka
□ Diagnostik □ Manajemen □ Masalah □ Istimewa
□ Neonatus □ Bayi □ Anak □ Remaja □ Dewasa □ Lansia □ Bumil
Pasien laki-laki usia 14 tahun, datang diantar keluarga dengan keluhan demam
□ Deskripsi :
sejak 4 hari yang lalu.
□ Tujuan : Penegakkan diagnosa dan pengobatan yang tepat dan tuntas.
Bahan
□ Tinjauan Pustaka □ Riset □ Kasus □ Audit
Bahasan :
Cara
□ Diskusi □ Presentasi dan Diskusi □ E-mail □ Pos
Membahas :
Nama : An. K, ♂ , 14 tahun,
Data Pasien : No. Registrasi :

Nama RS : RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo Telp : Terdaftar sejak :


Data Utama untuk Bahan Diskusi :
1. Diagnosis / Gambaran Klinis :
 Demam ± 4 hari SMRS, pasien mengeluhkan demam tinggi, muncul mendadak, terus menerus
turun dengan obat penurun panas, tidak menggigil, keringat dingin (-), otot dan persendian pegal-
pegal (+) tetapi tidak hebat, nyeri dibelakang mata (-), badan terasa lemas, sakit kepala (+), mual
(+), muntah (-), nyeri ulu hati (+), nyeri tidak berkurang setelah makan, batuk berdahak (-), sesak
napas (-), nafsu makan berkurang, tidak ada sakit tenggorokan, perdarahan dari gusi (+) sejak
tadi pagi, bintik-bintik kemerahan pada tubuh (+) sejak kemarin. Awalnya menurut pasien
demam dirasakan selama 2 hari.  kemudian pasien berobat ke bidan lalu diberi obat penurun
panas sehingga demamnya berkurang.
 Sejak 4 hari SMRS pasien mual (+), muntah (+) 2 x lebih banyak air daripada sisa makanan,
nyeri ulu hati (+), batuk berdahak (-), sesak napas (-), nafsu makan berkurang, tidak ada sakit
tenggorokan, ada perdarahan dari gusi (+), ada bintik-bintik kemerahan pada tubuh. Kemudian
pasien dibawa ke RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo. Pada saat di IGD dilakukan pemeriksaan
laboratorium
2. Riwayat Pengobatan : berobat ke bidan diberikan paracetamol
3. Riwayat Kesehatan/Penyakit: Pasien tidak pernah menderita penyakit seperti ini sebelumnya.
4. Riwayat Keluarga : Tidak ada keluarga pasien yang mengalami keluhan seperti pasien.
5. Riwayat Pekerjaan : Pasien sekolah SMP
6. Kondisi Lingkungan Sosial dan Fisik : tidak ada tetangga os yang mengalami penyakit yang
sama seperti ini
7. Riwayat Imunisasi : Pasien lupa

Daftar Pustaka :
1) Hadinegoro S.R.H, Soegijanto S, dkk. Tatalaksana Demam Berdarah Dengue di
IndonesiaDepartemen Kesehatan Republik Indonesia. Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit
Menular dan Penyehatan Lingkungan.. Edisi 3. Jakarta. 2004.
2) Suhendro dkk. Demam Berdarah Dengue. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid III. Edisi IV. Pusat
Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta,
Juni 2006. Hal. 1731-5.
3) Sungkar S. Demam Berdarah Dengue. Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan Ikatan Dokter
Indonesia. Yayasan Penerbitan Ikatan Dokter Indonesia. Jakarta, Agustus 2002.
4) Asih Y. S.Kp. Demam Berdarah Dengue, Diagnosis, Pengobatan, Pencegahan, dan
Pengendalian.World Health Organization. Edisi 2. Jakarta.
5) Gubler D.J. Dengue and Dengue Hemorrhagic Fever. PubMed Central Journal List. Terdapat di:
http://www.pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?artid=1508601. Diakses pada: 14 september
2020.
6) Gubler DJ, Clark GG.Dengue/Dengue Hemorrhagic Fever: The Emergence of a Global Health
Problem.National Center for Infectious Diseases
Centers for Disease Control and Prevention
Fort Collins, Colorado, and San Juan, Puerto Rico, USA. 1996. Terdapat di:
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/8903160. Diakses pada: 14 september 2020.
7) Fernandes MDF. Dengue/Dengue Hemorrhagic Fever. Infectious disease. Terdapat di:
http://www.medstudents.com.br/dip/dip1.htm. Diakses pada: 14 september 2020.
8) World Health Organization. Dengue and dengue haemorrhagic fever. Terdapat di:
http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs117/htm. Diakses pada: 14 september 2020.

Hasil Pembelajaran :

1. Diagnosis DHF gr II.


2. Identifikasi etiologi dari DHF gr II
3. Mekanisme perjalanan penyakit DHF gr II.
1. Penanganan DHF gr II di Rumah Sakit.

Rangkuman Hasil Pembelajaran Portofolio

1. Subjektif :

- Demam sejak 4 hari sebelum masuk RS, demam terus menerus, tidak menggigil, dan
tidak kejang
- Timbul becak-bercak kemerahan pada tubuh sejak1 hari yang lalu
- Gusi berdarah sejak tadi pagi
- Nyeri kepala tidak ada
- Batuk dan pilek tidak ada, sesak nafas tidak ada, muntah tidak ada
- BAK jumlah dan warna biasa

2. Objektif :

Status Generalisata :
Keadaan Umum : Tampak sakit sedang dan rewel
Kesadaran : Compos Mentis
Nadi : 90 x/mnt
Nafas : 24 x/mnt
Suhu : 35,80C
BB : 47kg
Kulit : Teraba hangat, tidak pucat, tidak ikterik, tidak sianosis, turgor kulit baik, tampak
bintik-bintik merah pada kulit

Kepala : Bentuk simetris, rambut hitam tidak mudah dicabut, ubun-ubun besar normal
dan sudah menuutup

Mata : Konjungtiva tidak anemis, sklera ikterik, pupil isokhor, diameter pupil 2 mm,
refleks cahaya +/+, mata cekung -/-

Mulut : Mukosa mulut dan bibir tidak tampak kering, perdarahan pada gusi (+)

Thorax
 Jantung
 Inspeksi : Ictus cordis tidak tampak
 Palpasi : Ictus cordis tidak kuat angkat
 Perkusi : Batas jantung kesan dalam batas normal
 Auskultasi : Bunyi jantung I-II intensitas normal, reguler, murmur (-),
gallop (-)
 Paru
 Inspeksi : Gerakan dada simetris, retraksi (-)
 Palpasi : Fremitus raba kanan-kiri simetris
 Perkusi : Sonor (+/+)
 Auskultasi: Vesikuler (+/+) wheezing (-/-) rhonkhi (-/-)
Abdomen

Inspeksi : Simetris

Auskultasi : Bising Usus (+) Normal

Palpasi : soepel, turgor kulit baik

Perkusi : timpani

Ekstremitas : akral hangat, refilling kapiler baik ( CRT ) <2” / <2”, ptechie (+)

Laboratorium:
 Hb : 14,0 gr/dl
 Leukosit : 9.000/mm3
 Trombosit : 69.000/mm3
 Hematokrit : 40%
 Widal tes :-

3. Assesment :

Seorang laki-laki berumur 14 tahun berinisial An. K datang ke RS. Rabain dengan keluhan
demam.

Dari anamnesis didapatkan demam tinggi sejak 4 hari sebelum masuk rumah sakit,
muncul mendadak, terus menerus dan naik turun, , badan terasa lemas, sakit kepala, otot dan
persendian pegal-pegal, petekie, trombositopenia. Hal ini sesuai dengan kepustakaan kriteria
klinis dari demam berdarah dengue yaitu demam tinggi mendadak, tanpa sebab yang jelas,
berlangsung  terus menerus selama 2-7 hari, disertai nyeri kepala, mialgia dan artralgia,
petekie, rumple leed positif dan trombositopenia (100.000/mm 3 atau kurang) ditambah
dengan perdarahan spontan. Pada pasien ini tidak mempunyai riwayat perdarahan lama,
mudah berdarah, dan mudah memar. Pada pasien ini nyeri pada persendian tidak hebat, tidak
terus menerus, anggota gerak tidak sulit digerakkan sehingga menyingkirkan diagnosis
chikungunya haemorragic fever. Demam tifoid mungkin bisa dipikirkan karena pada pasien
ini, didapatkan demam baru dialami sejak 4 hari SMRS maka perlu dilakukan tes widal. Pada
pemeriksaan fisik ditemukan petechiae (+), uji rumple leed (+) pada extremitas superior.
Dari pemeriksaan laboratorium pasien didapatkan trombositopenia, yaitu trombosit
<100.000/mm3. Hal ini sesuai dengan kriteria dari demam berdarah dengue.
Trombositopenia terjadi pada hari ke 3-8. Dalam kepustakaan menyebutkan trombositopenia
pada infeksi dengue terjadi melalui mekanisme supresi sumsum tulang dan destruksi dan
pemendekan masa hidup trombosit. Gambaran sumsum tulang pada fase awal infeksi
menunjukkan keadaan hiposeluler dan supresi megakariosit. Jumlah leukosit pada pasien
demam berdarah dengue bervariasi dari leukopenia ringan hingga leukopenia sedang.
Leukopenia akan muncul antara hari demam pertama dan ke tiga pada 50% kasus DBD
ringan. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh adanya degenerasi sel PMN yang matur dan
pembentukan sel PMN muda. Pada pasien dijumpai leukosit < 5000/mm3. Hal ini sesuai
dengan kepustakaan, leukopenia merupakan salah satu gejala laboratorium dari demam
berdarah dengue.5,15 Dari hasil Widal test, titer antigen O dan antigen H 1/160 dan pasien ini
juga memiliki gejala klinis thypoid.

Klasifikasi derajat penyakit infeksi virus dengue adalah sebagai berikut

Jenis Derajat Gejala Laboratorium

DD Demam disertai 2 atau lebih tanda: Leukopenia, serologi dengue positif


sakit kepala, nyeri retro-orbital,
myalgia, atralgia

DBD I Gejala diatas ditambah uji bending Trombositopenia, tidak ditemukan


positif bukti kebocoran plasma, serologi
dengue positif

DBD II Gejala diatas ditambah perdarahan Trombositopenia (<100.000/ul), bukti


spontan ada kebocoran plasma, serologi dengue
positif

DBD III Gejala diatas ditambah kegagalan Trombositopenia (<100.000/ul), bukti


sirkulasi (kulit dingin dan lembab serta ada kebocoran plasma, serologi dengue
gelisah) positif

DBD IV Syok berat disertai dengan tekanan Trombositopenia (<100.000/ul), bukti


darah dan nadi tidak terukur ada kebocoran plasma, serologi dengue
positif

4. Plan :

Diagnosis : Demam Berdarah Dengeu


Pengobatan :
 IVFD RL 30 gtt/menit
 Paracetamol Tab 4x500mg K/P
 Trombufit 2x1 sach
Pendidikan :
 Memberikan edukasi khususnya kepada keluarga mengenai faktor penyebab demam
berdarah dengue, dan penatalaksanaan awal yang tepat.
 Memberikan edukasi tentang pola makan yang bergizi seimbang untuk meningkatkan daya
tahan tubuh.
 Menjelaskan pentingnya hygiene dan kebersihan lingkungan
Portofolio

DEMAM BERDARAH DENGUE

Oleh:

dr. Dhony WIdyantoro

Pendamping:

dr. Evi Mutia Afriyeti

Wahana:

RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo

KOMITE INTERNSHIP DOKTER INDONESIA


PUSAT PERENCANAAN DAN PENDAHAYAGUNAAN SDM KESHETAN
BADAN PPSDM KESEHATAN
KEMENTRIAN KESEHATAN RI
2020
PORTOFOLIO

HALAMAN PENGESAHAN

Presentasi Kasus dan Portofolio yang Berjudul:

DEMAM BERDARAH DENGUE

Oleh:

dr. Dhony WIdyantoro

Telah diterima dan disetujui sebagai salah satu syarat guna menyelesaikan
program internship dokter Indonesia di wahana RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo
periode Mei 2020 - Februari 2020

Pembimbing,

dr. Evi Mutia Afriyeti