Anda di halaman 1dari 74

MODUL BELAJAR

obatukai.com
MODUL BELAJAR
P~o.rmo,ci.#, ~r11i.>r~ Po.rtner!
obatukai.com
Pharmacist Learning Partner!

MODUL
FORMATIF 2

Endokrin, THT dan Mata


Sistem Pernafasan Sistem
Renal & Kemih Kulit
Obat off Label, vaksin dan
produk biologi
Onkologi, Imunologi, Nutrisi
Penanganan Gawat Darurat.

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 1|APT


MODUL BELAJAR
0 obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner
ENDOKRIN

Outline:
1. Gangguan Tiroid
2. Diabetes Melitus
GANGGUAN TIROID

Berdasarkan bentukanya:
1. Difus: Pembesaran kelenjar merata
2. Nodul: benjolan seperti bola, dapat berupa tumor jinak/ganas
Berdasarkan kelainan fungsi:
1. Hipertiroid: Tirotoksisitas, kelebihan hormon tiroid
2. Hipotiroid: kekurangan atau berhentinya hormon tiroid
3. Eutiroid: bentuk kelenjar tidak normal, tapi fungsi normal

Diagnosis Total T3 dan T4 TSH Plasma Manifestasi Klinik


Hipertiroidisme Tinggi Rendah Hipertiroid
Hipotiroidisme Rendah Tinggi Hipotiroid

Sumber : Balai Litbang GAKI Magelang Kementerian Kesehatan

Organ Gejala dan Tanda


Susunan Saraf Labil/emosional, menangis tanpa alasan yang jelas (iritable),
psikosis, tremor, nervositas, sulit tidur, sulit konsentrasi
Mata Pandangan ganda, melotot
Kelenjar Tiroid Pembesaran Tiroid
Jantung dan Paru Sesak nafas (dispnoe), Hipertensi, Aritmia, Berdebar-debar, gagal
jantung, tekanan nadi meningkat (takikardi)
Saluran Cerna Sering buang air besar, lapar, banyak makan, haus, muntah, berat
badan turun cepat, toleransi obat.
Sistem Reproduksi Tingkat kesuburan menurun, menstruasi berkurang, tidak haid,
libido menurun
Darah-Limfatik Limfositosis, anemia, Pembesaran limfe, pembesaran kelenjar limfe
Leher
Tulang Osteoporosis, Epifisis cepat menutup, nyeri tulang.
Otot Lemah badan, refleks meningkat, hiperkinesis, capai, tangan gemetar
Kulit Berkeringat berlebihan di beberapa tempat
Sumber: Pedoman pengendalian Penyakit tiroid, Ditjen PP dan PL, 2010.

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 105 | A P T


MODUL BELAJAR
0 obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner

Tatalaksana
Kondisi Gejala Tatalaksana
Hipotiroid Kelemahan, bradikardi, Levotiroksin  Penurunan Densitas mineral tulang
mudah mengantuk, Liothironin
goiter, metabolisme
menurun
Hipertiroid Gugup, cemas, takikardi, 1= radioaktif iodin
tremor (gejala 2= antitiroid : methimazole, PTU (parameter yg
tirotoksikosis), dipantau T3 dan T4) , tiamazol.
kelemahan otot, turun 3= betabloker (tappering off) untuk gejala tremor
berat badan dan takikardi, palpitasi dan gelisah  Terapi
Adjuvant.
4= kortikosteroid (tappering off) untuk sindrom graves
5= surgery (tiroidoktomi)
Keterangan:
• Ibu hamil aman menggunakan PTU pada trisemester pertama dan
Methimazol(risiko embrionik) pada trisemester kedua dan ketiga.
• Redioaktif iodin tatalaksana yang di prioritaskan untuk pasien dengan sindrom graves dan
toxic nodular goiter.
• betabloker digunakan untuk memperbaiki gejala tirotoksik seperti palpitasi, kecemasan,
tremor, dan intoleransi panas. betabloker biasanya digunakan sebagai terapi adjunctive
(propanolol) dengan obat antitiroid. Simpatolitik sentralisasi aksi (misalnya clonidine) dan
antagonis saluran kalsium (misalnya, diltiazem) mungkin berguna untuk pengendalian gejala
saat kontraindikasi terhadap β-blokade.
- HT dngn Hipertiroid terapi pilihan adalah Betabloker (propanolol) jika tidak
toleran maka CCB (diltiazem) sedang kan untuk hipertiroidnya PTU
Sumber: Dipiro.JT., 2009, Pharmacoterapy Handbook 9th edition, Mc Graw Hill, New York.

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 106 | A P T


MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!
DIABETES MELITUS
Gejala: polivagi (banyak makan), poliuria (banyak buang air kecil), dan polidipsi (banyak minum).
Diabetes digolongkan menjadi dua tipe utama, yaitu tipe I dan tipe II.
Keterangan: Pada tipe I, pasien lebih cenderung memiliki berat badan rendah dan mengalami
ketoasidosis, sedangkan pada tipe II cenderung obesitas.
Berikut adalah target terapi dari diabetes mellitus :
Glichemic targets for Nonpregnant Adults With Diabetes
<7,0%
Lowering A1C below or around 7,0% has been shown to reduce:
A1C - Microvascular complications
- Macrovascular disease
Preprandial capillary PG 80-130 mg/dl (4,1-7,2 mmol/L)
<180 mg/dl (<10,0 mmol/L)
Peak postprandial
Postprandial glucose mmeasurement should be made 1-2 hours after
capillary PG
the beginning of the meal
- Age/life expectacy
- Comorbid conditions
Individualize targets - Diabetes duration
based on: - Hypoglycemia status
- Individual patient consideratons
- Known CVD advanced microvascular complications
Algorime Pengelolaan DM Tipe 2 di Indonesia

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 107 | APT


MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 108 | APT


MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!
Profiles Of Antidiabetic Medications

Diabetes Pada Kehamilan


Tatalaksana pasien diabetes gestasional; insulin dan metformin.

Obat yang digunakan pada terapi diabetes mellitus


A. Insulin
DM tipe I : penggunaan insulin sebelum merencanakan kehamilan. Human
insulin adalah pilihan dalam pengobatan ini. Insulin lispro dan aspart tidak boleh
diganti selama masa kehamilan, sedanglan long-acting analogs bagaimanapun harus
dihentikan dan diganti.
DM tipe II atau GDM yang gula darahnya tidak dapat terkontrol dengan baik
melalui diet, harus mendapatkan terapi insulin. Penggunaan glukokortikoid dan
tokolitik harus dibatasi agar tidak terjadi toleransi karbohidrat, disamping itu
pengontrolan kondisi metabolik sangat disarankan ketika obat ini diberikan.

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 109 | APT


MODUL BELAJAR
0 obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

B. Antidiabetes Oral (OAD)


Golongan Cara Kerja Utama Efek Samping Penurunan Contoh
Obat Utama HbA1c
Sulfonilurea Meningkatkan sekresi BB naik, 1,0 – 2,0 % Generasi I:
insulin hipoglikemia Asetoheksaid
Klorpropamid
Hampir semua golongan Tolazamid
ini Dikontraindikasikn Tolbutaid
Untuk Lansia dan Pasien Generasi II:
Obesitas Glipizid,
Gliburid
Efek dari Hipoglikemik Glimepirid
yang biasanya terjadi: Sudah tidak digunakan:
pasien mengalami Glikuidon
gemetar, lemas, dan
menggigil.
Glinid Meningkatkan BB naik, 0,5 – 1,0 % Nateglinide 60mg 3x
sekresi Insulin. Resiko sehari.
hipoglikemia Repaglinide
Harus digunakan
sebelum makan (30
menit). Jika terlupa
makan, pengobatan
juga harus
dilewatkan.
Biguanid Menekan Produksi Dispepsia, diare, 1,0 – 2,0 % Metformin ( first line
glukosa hati & asidosis laktat terapi untuk lansia dan
menambah sensitifitas BuMiL, pasien
terhadap insulin OBesitas) katergori B
Efek samping Direkomendasikan pada
pasien DM dg
metformin yang
Dislipidemia krm dpt
cukup jarang namun
menurunkan kadar
serius yaitu
trigliserida dan LDL
asidosis laktat  sebanyak 8-15%.
Kontraindikasi pada
pasien dengan EF: meningkatkan
gagal ginjal stage kadar asam laktat.
3, 4, 5 gagal
jantung kongestif,
dan hipoksemia
Penghambat Menghambat absorpsi Flatulen, tinja 0,5 – 0,8 % Akarbosa 250mg 3x
Alfa- Glukosa Lembek sehari (mengatasi

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 110 | APT


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

Glukosidase hormon Inkretin dan


dan PP) diminum pd
Penghambat suapan pertama saat
lipase makan (supaya optimal
menghambat kerja
enzim). Digoxin dgn
Acarbose
berinteraksi dg
menurunkan
kosentrasi serum
digoxin oleh
akarbose.
Orlistat (Obat DM
yang aman Untuk Gagal
ginjal Stage 2) 
merupakan obat untuk
menurunkan Obesitas
diminum pada saat
makan sampai 1 jam
setelah makan
Tambahan aja:
Obat Obesitas jngka
panjang: Orlistat dan
Lorcaserin, uNtuk
Jangka Pendek:
golongan noradrenergik
(Phentermine,
Phendimetrazine,
dietilpropion
kontraindikasi untuk ps
Hipertensi dan
jantung).
Tiazolidindion Menambah sensitifitas Edema 0,5 – 1,4 % Pioglitazone (resiko
(Glitazone) terhadap insulin diotot, gagal jantung
hati, jaringan lemak kongestif)
secara langsung.
Rosiglotazone
Obat golongan ini dikontraindikasikan
dikaitkan erat terhadap pasien
/Kontraindikasi gangguan jantung
dengan gagal ginjal, klasifikasi NYHA
meningkatkan stage 3 dan 4 dan
fraktur, dan sedikit digunakan dengan hati-
meningkatkan risiko hati terhadap pasien
kanker kandung
Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 111 | APT
0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

kemih. Dipiro. dengan gangguan


Pharmacotherapy jantung klasifikasi
Handbook Ninth NYHA stage 1 dan 2.
Penghambat Modulator inkreatin, Sebah, Muntah 0,5 – 0,8 % vildagliptin,
DPP-IV meningkatkan sekresi sitagliptin,
insulin yang diperlukan saxagliptin
saat makan
(menstimulasi sekresi
glukagon-dependent
insulin.
Penghambat Menghambat Dehidrasi, 0,8 – 1,0 % Dapagliflozin
SGLT-2 penyerapan kembali infeksi Propanediol
glukosa di tubuli distal saluran kemih
ginjal
Gastroparesis dapat terjadi pada pasien DM diatasi dg Penghentian Obat yang dapat
memperlambat motilitas Lambung (Metoklopramide) selama beberapa hari lebih disukai,
atau bisa digunakan eritromisin.
Obesitas IMT> 25,1 maka first line terapi Metformin. Antidiabetes yang kontraindikasi
untuk pasien obesitas adalah: golongan TZD, SU, GLN, insulin (menaikkan berat
badan). Selain itu yang potensi menurunkan berat badan secara drastis: GLP, SGLT.

Catatan Tambahan:
Senyawa maker yang ampuh untuk hiperglikemi adalah Andrografolid terdapat
di sambiroto
CONTOH INSULIN : tujuan pemberian Insulin adaalah menghambat lipolisis dan
memperlambat pemecahan jaringan adiposa.  Insulin dihasilkan oleh sel β pangkreas
Insulin diberikan pd DM tipe 2 jika kombinasi OAD tidak dapat mengatasinya.==>
Penyimpanan Insulin Jika dismpan pada suhu kamar dapat bertahan 28 hari (1bulan) jika
dalam suhu 2-8oC bertahan 6 bulan
Kerja Insulin Contoh Penggunaan
Rapid Acting Insulin glulisine (Apidra®*) 5-15 menit sebelum
Insulin aspart (Novo Rapid®*) makan
Insulin lispro (Humalog®)Regular
Short Acting Insulin Regullar (Actrapid®; 30 menit sebelum
Humulin R®) makan
Intermediate NPH (Insulatard®, Humulin N®) Umumnya 1 x sehari
Long Acting Insulin glargine (Lantus®) Umumnya 1 x sehari
Ultralente* di waktu yang sama
Insulin detemir (Levemir®*)

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 112 | APT


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

Pada Gagal Ginjal Terapi Diabetes direkomndasikan untuk pemberian Insulin


saja.
Infeksi Kaki Diabetik (gangrene): Staphylococus atau tidak diketahui bakteri gram
positif.
Ringan: Dicloxacilin atau cephalexin
Sedang: Kotrimoksazol, Doxycycline, clindamycin
Parah: Cefazolin, Nafcilin, Vancomycin
Streptococal: Penicilin G
Gram negatif Ringan: Cefaclor / Cefuroxime
Berat: Aminoglycoside / Cephalexin gen ke1 atau ke-2.

CARA MENGHITUNG DOSIS INSULIN

PENANGANAN SYOK HIPOGLIKEMIK


 GDS < 50mg/dl  Bolus Dextrosa 40% 50ml IV
 GDS <100 mg/dl  Bolus Dextrosa 40% 25 ml IV
Catatan Penting
Penanganan Asidosis Berat DM tipe 2: dg pemberian cairan infus NaCl sbanyak 5-8
liter untuk dewasa untuk ekspasi volume cairan intra dan ekstravaskuler, mejaga
perfusi ginjal.

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 113 | APT


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

Alasan Insulin tidak ada sedian oral karena insulin adalah protein  Protein
terhidrolisis oleh enzim pencernaan

TATALAKSANA HIPOGLIKEMIA
Tujuan:
Memenuhi kadar gula darah dalam otak agar tidak terjadi kerusakan irreversibel
Tidak mengganggu regulasi DM
KADAR GLUKOSA TERAPI HIPOGLIKEMI
(mg/dl) (DGN RUMUS 3-2-1)
< 30 mg/dl Injeksi IV Dex.40% (25 cc) bolus 3 flakon
30-60 mg/dl Injeksi IV Dex.40% (25 cc) bolus 2 flakon
60-100 mg/dl Injeksi IV Dex.40% (25 cc) bolus 1 flakon
FOLLOW UP:
1. Periksa kadar gula darah lagi, 30 menit sesudah injeksi IV
2. Sesudah bolus 3 atau 2 atau 1 flakon setelah 30 menit dapat diberikan
1 flakon lagi sampai 2-3 kali untuk mencapai kadar > 120 mg/dl

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 114 | APT


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

SISTEM PERNAFASAN
(5-10%)
1. Asma
2. Chronic obstructive pulmonary disease
3. Cough and Cold
4. Rhinitis
ASMA

Medikasi Asma:

 Medikasi asma ditujukan untuk mengatasi dan mencegah gejala obstruksi jalan napas,
terdiri atas pelega dan pengontrol.
 Penatalaksanaan asma bertujuan untuk mengontrol penyakit, disebut sebagai asma
terkontrol. Asma terkontrol adalah kondisi stabil minimal dalam waktu satu bulan.
Pelega (Reliever): Prinsipnya untuk dilatasi jalan napas melalui relaksasi otot polos,
memperbaiki dan atau menghambat bronkostriksi yang berkaitan dengan gejala akut seperti

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 115 | APT


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

mengi, rasa berat di dada dan batuk, tidak memperbaiki inflamasi jalan napas atau
menurunkan hiperesponsif jalan napas.
Termasuk pelega adalah:
a. Agonis beta2 kerja singkat/Short Acting Beta-2 Agonis (Digunakan apabila merasa
akan sesak : salbutamol (Albuterol), terbutaline
b. Low dose ICS/formoterol (beclomethasone/ formoterol atau budesonide/formoterol).
Dapat bekerja sebagai reliever maupun controller
c. Antikolinergik kerja singkat/shot-acting antivholinergic : ipratropium bromide,
oxitropium bromide.
Pengontrol (Controllers): Pengontrol adalah medikasi asma jangka panjang untuk
mengontrol asma, diberikan setiap hari untuk mencapai dan mempertahankan keadaan asma
terkontrol pada asma persisten. Pengontrol sering disebut pencegah, yang termasuk obat
pengontrol :
a. Kortikosteroid inhalasi (inhaled corticosteroide / ICS)
merupakan terapi paling efektif untuk pengontrol jangka panjang pada asma presisten untuk
menghindari candidiasis hArus berkumur setelah digunakan ICS umumhya aman untuk
BUMIL
contoh: Beclomethasone, budesonide, fluticasone propionate, fluticasone furoate,
mometasone, triamcinolone.
b. Kortikosteroid ICS/LABA
kombinasi keduannya dapat memperbaiki gejala, fungsi paru-paru dan mengurangi
eksaserbasi dari pada mengandalakan dosis ICS, penggunaan LABA tanpa ICS tidak ,
direkomendasikan karena meningkatkan efek samping (takikardi, sakit kepala, kram)
contoh: Beclomethasone/formoterol, budesonide/Formoterol, fluticasone furoate/
vilanterol, fluticasone propionate/formoterol, fluticasone propionat/salmeterol, dan
mometasone/formoterol
c. Leukotrien modifiers
Dapat digunakan untuk kontroler pada anak2 tingkat efektivitas: LTRA< low dose ICS,
LRA/ICS< ICS/LABA
d. Chromones (pMDI atau DPI)
Perannya sangat terbatas daalam terapi jangka panjang asma
Contoh: sodium chromoglycate dan nedocromil sodium
e. Long- acting anticholinergic (Tiotropium)
f. Anti IgE (SC omalizumab)
g. Anti IL5 (SC mepolizumab, SC benralizumab, IV relisumab)
h. Kortikosteroid sistemik ( Prednisone, prednisolone, methylprednisolone, hydrocortisone).
Harusnya ada mekanisme tapering. Sediaan oral lebih banyak digunakan dari pada IV dan
IM. Digunkan untuk jangka pendek (5-7 hari)
i. Metilsantin : Sebaiknya digunakan di jam yang sama dan waspada terhadap obat
induser maupun inhibitor enzim (Teofilin)
Keterangan: obat adrenergik seperti albuterol dan formoterol serta
kortikosteroid inhalasi seperti budesonide menjadi pilihan dalam manajemen
asma jangka panjang pada wanita hamil (Global Initiative for Asthma 2012).

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 116 | APT


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

Jenis Obat ASMA

Jenis Obat Golongan Nama Obat


Steroid Inhalasi Flutikason Propionat (inh) terapi tambahan
untuk mengontrol kekambuhan Asma.
Budesonide (inh)  EF paling Sering Sekali
Sariawan/ Candidiasis Orofaringeal
(Infeksi Jamur diROngga Mulut) dpt
diterapi dg Nystatin liquid penangannan
berkumur sesudah menggunakan.
Antileukokotrin Zafirlukas diminum 1 jam sebelum makan
atau 2 jam sesudah makan
Montelukast
Zileuton (Asma Kronik)  Meningkatkan
Pengontrol enzim hati (SGOT & SGPT).
(AntiInflamasi) Kortikosteroid Metilprednisolon
Sistemik Prednisone
Agonis Beta-2 Prokaterol
Kerja lama Formoterol
Salmeterol
Kombinasi Flutikason Propionat + Salmeterol  tujuan
steroid dan kombinasi adalah Mencegah terjadi serangan
agonis beta -2 Asma Akut.--> EF muskoloskletal pain (nyeri
kerja lama otot betis) 9%, Infeksi saluran pernafasan
atas 27%,sakit kepala 21%, pharingitis
13%, candidiasis nonspesifik 10%.
Budesonide+ formoterol
Agonis beta -2 Salbutamol (Albuterol*) Obat pilihan
kerja cepat pertama untuk asma akut karena mempunyai
onset kerja yang cepat.--> Bronkodilator
parenteral
Terbutalin* (untuk nilai APE 80%)
Rekomendasi untuk pasien yg berlibur didpt
Pelega
dingin.
(Bronkodilator)
*= Pemberian 2 obat tersebt dalam bentuk
IV akan meningktkn kadar gula darah (HATI2
UNTUK PASIEN DM) .--> Bronkodilator
parenteral
Prokaterol
Clenbuterol ( Short acting oral),

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 117 | APT


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

Bmbuterol, formoterol (long acting oral)


Bitolterol
Pributerol
Formoterol (oral), salmeterol (Inhaler long
acting)
Fenoterol, orciprenaline (metaproterenol),
procaterol, sabutamol (albuterol),
terbutalin (Inhaler short acting)
Antikolinergik Ipratropium bromida (Short acting)
(inhaler) direkomendasikan untuk severe
exacerbations
Tiotropium Bromida (Long acting)
Metilsantin  Teofiline (oral) Interaksi dg simetidin,
Merelaksasi otot eritromisin, klaritromisin, allopurinol,
halus pernafasan propranolol, ciprofloksasin (menurunkan
kliren scra bermakna shg kadar cipro
EF meningkat meningkat).
saat Heptaminol Acefyllinate (oral)
mengkosumsi Aminofiline (parenteral)  Interaksi dg
alkoloid Fenotein pd fase metabolisme pemberian
(xantin) dipisah.
Koffein, Teh Proxyphylline (parenteral)
Teofilin lepas lambat
Kortikosteroid Sitemik:
sistemik  Metilprednisolone
berperan sbgai Prednisone Efek samping paling sering
EFIKASI.--> muka membulat (moon face)dan udema
direkomendasikan seluruh tubuh untuk konsumsi jangka
untuk severe panjang.Deksametasone, hidrokortison,
exacerbations prednisolon.
Beklometasone, budesonide, flutikasone,
mometasone(inheler)
Bronkodilator Nonspesifik Epinefrine (adrenalin)
parenteral sympathomimetic
Cromone (inheler) Asam kromoglikat
Na kromoglikat
Na kromolin. EF detak jantung lebih cepat
dan Tremor.--> terapi tambahan selain
salbutamol inh untuk pasien yang berjalan2
didaerah cukup polusi
Leukotriene 5- Lipoxygenase Zileuton
Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 118 | APT
0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

modifier (Oral) Leukotriene Montelukast, Zafirlukast


Receptor
Antagonis
Penstabil Sel Memiliki manfaat Ketotifen
Sumber: KEMENKES no1028, 2008
Mast dalam stabilisasi
membran sel
mast. Efeknya
akan menghambat
respon yang
ditimbulkan
alergen.
 Inhalasi Beta Agonis : Dapat diberikan untuk mencegah terjadinya serangan
Asma Akut sebelum BeraKtifitas.
 Obat HT kontraindikasi pada ASMA : Propanolol
 Obat HT AMAN : Beta bloker selektif Beta 1 seperti metoprolol,bisoprolol,
acetobutolol lebih aman untuk pasien dengan PPOK dan asma bisa juga
mengunakan ACEI dan CCB (VerapamiL) B bloker memicu asma kcl B1
 Kombinasi Teofilin dan salbutamol : akan menimbulkan efek sampng jantung
berdetak cepat (Heart palpitasi) dan Hipokalemi
 Asma pada BuMIL yang mengalami kontraksi uterus : Salbutamol
 Isoproterenol (harus dihindari pada pasien ASMA dengan Hipertensi) memiliki
efek terhadap reseptor Beta 1 dan Beta 2 sehingga dikontraindiaksikan terhadap
pasien gangguan kardiovaskular. Dipiro. Pharmacotherapy Handbook Ninth
 Anti-IgE antibody: Omalixumab
 Interleukin inhibitor: Mepolizumab

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 119 | APT


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

PENYAKIT DAN PENATALAKSANAAN

Penyakit Penanganan
Bronkitis (tanpa Golongan: Antitusif contohnya Dekstrometorfan Hbr dan
bakteri di sputum) Difenhidramin HCl
Nilai PEF 50%-79% Untuk respon pengobatan asma yang kurang optimal harus
diterapi dengan melanjutkan salbutamol inhaler dan
ditambahkan dengan kortikosteroid oral (prednison,
prednisolon, metil prednisolon).

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 120 | APT


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 121 | APT


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK)


(Chronic obstructive pulmonary disease)
Adanya inflamasi kronis yang mengarahkan pada terjadinya destruksi dan limitasi aliran
udara untuk pernafasan.
Prinsip PPOK:
1. kronik bronkitis: sekresi mukus berlebih dengan disertai batuk yang terjadi sekurang-
kurangnya 3 bulan dalam 2 tahun berturut-turut.
2. Emfisema: abnormalitas, pelebaran permanen dari jalur pernafasan hingga terminal
bronkioli, disertai dengan adanya destruksi pada dinding tanpa adanya fibrosis

Patofisiologi singkat:
1. inflamasi kronik menyebabkan destruksi dinding dan limitasi jalur pernafasan
2. inhalasi senyawa penstimulus mediator inflamasi
3. stress oksidatif menyababkan adanya respon pertahanan yang agresif dari paru

Parameter:
– spirometer: menunjukkan FEV postbronkial kurang dari 80%, dan perbandingan rasio
FEV: FVC kurang dari 70%
– Gas dalam Arteri; partial pressure of O2 [PaO2] 45–60 mm Hg, partial pressure of CO2
[PaCO2] 50–60 mm Hg

Tatalaksana Empiris antibiotik PPOK Keterangan


Doxycycline 100 bid Lama Terapi 5 Hari
Azithromycin 500 qd Lama Terapi 3 Hari
Eksaserbasi Co-amoxiclav 875 bid Lama Terapi 5 Hari
PPOK Cefpodoxime 200 bid Lama Terapi 5 Hari
M.catarrhalis Cefdinir 300 bid Lama Terapi 5 Hari
S.penumoniae Short acting bronkodilator (Low Risk) – Grup
A
Long acting bronkodilator (persisten- severe)
Terapi koreksi
Inhalasi kortikosteroid (high risk)
airflow
Ipratrorium bromida (antikolinergik)
Metilxanthin

Stadium III (PPOK berat):  Klaritromisin+inhaler kortikosteroid+aminofllin


- VEP1/KVP< 70%
- 30% VEP1 < 50% prediksi
- Gejala sesak lebih berat, penurunan aktifitas, lelah, serangan eksaserbasi semakin sering
dan berdampak pada kualitas hidup pasien.

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 122 | APT


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

BATUK DAN FLU


(Cough and Cold)

Batuk merupakan refleks yang terangsang oleh iritasi paru-paru atau saluran pernapasan.

 Bila terdapat benda asing selain udara yang masuk atau merangsang saluran pernapasan,
otomatis akan batuk untuk mengeluarkan atau menghilangkan benda tersebut.
 Batuk biasanya merupakan gejala infeksi saluran pernapasan atas (misalnya batuk-pilek,
flu) dimana sekresi hidung dan dahak merangsang saluran pernapasan.
 Batuk juga merupakan cara untuk menjaga jalan pernapasan tetap bersih.
 Ada dua jenis batuk yaitu batuk berdahak dan batuk kering.
a. Batuk berdahak adalah batuk yang disertai dengan keluarnya dahak dari batang
tenggorokan.
b. Batuk kering adalah batuk yang tidak disertai keluarnya dahak.
 Obat batuk dibagi menjadi 2 yaitu
a. Ekspektoran (Batuk berdahak) untuk Mengencerkan lendir saluran napas
Contoh: Gliseril guaikolat dan Ammonium klorida
b. Antitusif (penekan batuk) contohnya Dekstrometorfan Hbr, Codein, Naskopin
Difenhidramin HCl
c. Mukolitik (Pengencer dahak) contoh: Asetilsistein, dan Bromheksin

Flu adalah suatu infeksi saluran pernapasan atas.

Obat Yang Dapat Digunakan


1. Antihistamin
Antihistamin dapat menghambat kerja histamin yang menyebabkan terjadinya reaksi
alergi. Obat yang tergolong antihistamin antara lain: Klorfeniramin
maleat/klorfenon/CTM, Difenhidramin HCl.
2. Oksimetazolin (tetes hidung): Mengurangi sekret hidung yang
menyumbat untuk hidungtersumbat karena Flu.
3. Dekongestan oral: Dekongestan mempunyai efek mengurangi hidung tersumbat. Obat
dekongestan oral antara lain: Fenilpropanolamin, Fenilefrin, Pseudoefedrin dan Efedrin.

Sumber: Pedoman Penggunaan Obat Bebas dan Bebas Terbatas, Direktorat Bina Farmasi
Komunitas Dan Klinik Ditjen Bina Kefarmasian Dan Alat Kesehatan Departemen Kesehatan RI
2007

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 123 | APT


MODUL BELAJAR
0 obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

RHINITIS
Rinitis adalah inflamasi pada lapisan dalam hidung yang dikarakterisasi dengan adanya
gejala-gejala nasal seperti rinore anterior atau posterior, bersin-bersin, hidung
tersumbat, dan/atau hidung gatal.

Treatment regimens for allergic and nonallergic rhinitis

Medic ation/intmve ntion Allergic rhinitis Nonallergi rhinitis


I ntranasal corticosteroid x
x
Oral antihistamine
x
Topical antihistamine x x
Decongestants lomVtopicall x
I ntmnasal cromones x
lpratropium bromide x
Leukotriene receptor antagonists x
lrnmunotherapy
x
X. medication/intervention recommended.
Nasal saline x
x Nguyen P Tran, John Vickery, Michael S Blaiss. 2011. Management of Rhinitis:
Sumber:
Allergic
Smgery and Non-Allergic. Allergy Asthma Immunol Res. 2011 July;3(3):148-156.
Dekongestan:
x
Contoh Obat2 Dekongetan:KONTRAINDIKASI PADA PASIEN HIPERTENSI
1. Tablet (misalnya pseudoephedrine, phenylephrine).
2. Semprotan hidung dan tetes (misalnya phenylephrine, oxymetazoline,
tramazoline, xylometazoline)

HINDARI penggunaan Dekongestan untuk anak < 6thun (pseudoephedrine,


phenylephrine, oxymetazoline atau xylometazoline) karena dapat menyebabkan
efek samping yang serius pada anak-anak (sistem saraf).

Rekomendasi Dekogestan Untuk ANAK : Gunakan air garam (saline) semprotan


hidung atau tetes sebagai pengganti dekongestan hidung untuk anak-anak.

Dekogestan BuMIL & BUSU: intranasal cromolyn/kromoglycat sodium (kategori B)


 Fist Line, Antihistamine pilihan pertamanya Chlorpheniramine. Jika intoleran maka
dapat diganti loratadine dan cetirizine yang lebih disukai. (pada busu antihistamine
hrus diawasi jika perlu tdk diberikan jk diberikan minum malam hari sblm tidur saat
tdak menyusui).

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 124 | APT


MODUL BELAJAR
0 obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

Tabel Tingkat Efek Sedatif dan Efek Antikolinergik Antihistamin

Pengobatan Efek sedatif relatif Efek antikolinergik relatif


Kelas Alkilamin, non selektif
- Brompheniramine maleat Rendah Sedang
- Chlorpheniramine maleat Rendah Sedang
- Dexchlorpheniramin maleat Rendah Sedang
Kelas Etanolamin, non selektif
- Karbinoksamin maleat Tinggi Tinggi
- Clemastin fumarat Sedang Tinggi
- Difenhidramin hidroklorida Tinggi Tinggi
Kelas Etilendiamin, non selektif
- Pirilamin maleat Rendah Rendah/Tidak ada
- Tripelenamin hidroklorida Sedang
Kelas fenotiamin, non selektif
- Prometazin hidroklorida Tinggi Tinggi
Kelas piperidin, non selektif
- Siproheptadin hidroklorida Rendah Sedang
- Penindamin tartrat Rendah/Tidak ada Sedang
Kelas Ptalazinon. Selektif perifer
- Azelatine (hanya nasal) Rendah/Tidak ada Rendah/Tidak ada
- Bepotastin (hanya optalmic) Rendah/Tidak ada Rendah/Tidak ada
Kelas piperazin. Selektif perifer
- Cetirizine Sedang/Rendah Rendah/Tidak ada
- Levocetirizin Sedang/Rendah Rendah/Tidak ada
Kelas piperidin. Selektif perifer
- Desloratadin Rendah/Tidak ada Rendah/Tidak ada
- Fexofenadin Rendah/Tidak ada Rendah/Tidak ada
- Loratadin Rendah/Tidak ada Rendah/Tidak ada
- Olopatadin (nasal dan Rendah/Tidak ada Rendah/Tidak ada
opthalmic) Obat tetes Hidung
cocok untuk pekerja yang sibuk
djlanan krn tidak menyebabkan
kantuk.--> Obat tetes mata untuk
gejala mata berair, kemerahan,
dan gatal (konjungtivitas karena
alergi)
Antihistamin topikal ada 2, yaitu intranasal dan intraokuler.
Intranasal ada 2 Obat, yaitu azelastine (potensi menyebabkan kantuk) dan
olopatadine (kurang menyebabkan kantuk).
Intraokuler ada 3 Obat, yaitu levocobastine, beposatine, dan olopatadine
yang digunakan untuk konjungtivitis yg terkait rhinitis alergi.
Sumber : Dipiro Ed 9

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 125 | APT


MODUL BELAJAR
0 obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

ANTIHISTAMIN
Golongan SenyAwa Contoh
Difenhidramin HCl
Etanolamin/ Dimenhidrinat
Turunan ester Karbinoksamin maleat
aminoalkohol Klemasetin Fumarat
Pipirinhidrinat
Antazolin
Etilendiamin Pirilamin
Tripelenamin.
Mebhidrolin nafadisilat
Feniramin maleat,
Klorfeniramin maleat/CTM/Chlortrimeton
 memiliki EF mengantuk.--> Pemberian
oral anihistamin generasi 1 dapat
Alkilamin
mengobati gatal yang cukup parah (krn
ulat bulu) pada pasien dengan dermatitis.
Bromfeniramin
Antagonis H1 Deksklorfeniramin.
terutama digunakan Dimetinden maleat
untuk pengobatan Siklizin
Siklizin
gejala-gejalal akibat Klorsiklizin
reaksi alergi. Homoklorsiklizin.
Prometazin  awalnya ditujukan sebagai
antipsikotik, namun kini digunakan sebagai
antihistamin dikontraindikasikan
terhadap pasien dengan gangguan
Fenotiazin kardiovaskular, hipertiroidisme,
glaukoma, dan retensi urin.
Metdilazin
Mekuitazin
Pizotifen
Oksomemazin.
Homoklorsiklizin
Piperazine Hidroksizin
Oksatamid
lain-lain Dimetinden
Mebhidrolin
Astemizol.
Non Sedatif Cetirizin (Tidak menyebabkan mengantuk)

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 126 | APT


MODUL BELAJAR
0 obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

(Generasi 2)
Levosetirizin
Loratadin (dapat direkomendasikan pada
pasien flu, pilek, hidung tersumbt krn
alergi tdak menyebabkan kantuk) pd
pasien HT
Desloratadin
Feksofenadin
Terfenadin
Mizolastin
Antagonis H2, digunakan untuk Simetidina,
mengurangi sekresi asam lambung pada Famotidina
pengobatan penderita pada tukak Ranitidina (2x sehari).
lambung serta dapat pula dimanfaatkan Nizatidina
untuk menangani peptic ulcer dan Roxatidina
penyakit refluks gastroesofagus. Lafutidina.

Antagonis H3, sampai sekarang belum Ciproxifan


digunakan untuk pengobatan, masih Clobenpropit
dalam penelitian lebih lanjut dan
kemungkinan berguna dalam pengaturan
kardiovaskuler, pengobatan alergi dan
kelainan mental.
Antagonis H4 Tioperamida
Memiliki khasiat imunomodulator, Quetiapine (khasiat antihistamin
sedang diteliti khasiatnya sebagai merupakan efek samping dari obat
antiinflamasi dan analgesik. antipsikotik ini)
Cromoglicate dan Nedocromil, mampu
mencegah penglepasan histamin dengan
cara menstabilkan sel mast, sehingga
mencegah degranulasinya.

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 127 | APT


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

SISTEM RENAL DAN SALURAN KEMIH


Outline:
1. Acute Renal Failure
2. Chronic Renal Failure
3. Drug Enhance Renal Disease
4. Benign Prostate Gyperthrophy (BPH)
5. Kontrasepsi
6. Gangguan Menstruasi

GAGAL GINJAL AKUT


(Acute Renal Failure)
Fungsi ginjal yang menurun secara akut

Parameter : BUN, SrCr, Output urin, GFR, serum elektrolit


Patofisiologi :
 Pre renal  Penurunan perfusi ginjal yang disebabkan pencegahan dari kerusakan
jaringan parenkim
 Intrinsik  Kerusakan dari struktur ginjal, seperti kerusakan tubulus disebabkan
iskemia. Toksik
 Post renal  Obstruksi aliran urin dari ginjal

Stage GGA :

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 128 | APT


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

Tatalaksana preventif Gagal Ginjal:


1 . asam askorbat dan N-Asetil Sistein  (berperan sebagai antioksidan- contrast
induced nephropaty)
2. hidrasi yang cukup
3. sodium bikarbonat, infus salin
dipiro 9th

Tatalaksana kuratif:
1. Manajemen kardiak output, tekanan darah, perfusi jaringan.
2. Hemodialisis interminten
3. Hemofiltrasi
4. Mannitol – monitoring urin output, serum elektrolit (osmolaritas)
5. Loop diuretic: furosemide / torsemide)
6. Diuretik hemat kalium: spironolakton

Kondisi Khusus Tatalaksana


Komplikasi gagal jantung Tingkatkan dosis diuretik/ganti dengan diuretik loop yang lebih mudah di
absorbsi
Sirosis hati Parasintesis (volume besar): memasukkan suatu kanula ke dalam rongga
peritoneum untuk mengeluarkan cairan
Tubular nekrosis akut Dosis diuretik yang lebih tinggi, diuretik dikombinasikan, ditambahkan
dengan dopamin dosis rendah

Elektrolit penting di pasien GGA


1. Hiperkalemia
2. Hipernatremia
3. Fosfor

PENGOBATAN HT dengan Gagal Ginjal: Pada pasien gagal ginjal dengan nilai GFR «30
mL/menit/1,73 m3. Loop diuretik (Furosemid) lebih disukai daripada tiazid
Horom Aldesteron : hormon pada ginjal yang berpengaruh terhadap pengaturan Nartriun
dan elektrolit.

Ramipril : dapat dijadikan obat antihipertensi pilihan untuk pasien dengan riwayat gagal
ginjal Kronik

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 129 | APT


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

GAGAL GINJAL KRONIS


(Chronic Renal Failure)

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 130 | A P T


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 131 | A P T


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

Agen Pengikat Fosfat untuk Pengobatan Hyperphosphatemia pada Pasien CKD


Agen Pengikat Fosfat Tatalaksana
Agen lini pertama; karakteristik disolusi dan fosfat pengikatan dapat
Kalsium karbonat
bervariasi dari satu produk ke produk lainnya
Kalsium asetat Agen lini pertama; Efikasi yang sebanding dengan kalsium
(25% unsur kalsium) karbonat dengan dosis kalsium unsur yang lebih rendah
Sevelamer karbonat Agen lini pertama; juga menurunkan low-density lipoprotein kolesterol
 mengikat fosfat dan menurunkan kadar fosfat
Lanthanum carbonate Agen lini pertama; potensi akumulasi lanthanum karena penyerapan GI

GANGGUAN GINJAL AKIBAT OBAT


(Drug Enhance Renal Disease)

Sindrom yang terkait dengan drug-induced kidney:


1. akut glomerulanefritis
2. ketidaknormalan sekresi ADH
3. diabetes insipidus

Obat dan manifestasinya terhadap ginjal


Manifestasi
Golongan Obat Mekanisme singkat Keterangan
terhadap ginjal
Akut tubular
nekrosis; disfungi
Obat terkonsentrasi penuh di korteks
tubulus proksimal, Nefrotoksik menjadi
rean dan tubulus praksimul. Terjadi
Aminoglikosida enzimuria, ES pada golongan
dampak dari toksisitasnya adalah
proteinuria, obat ini.
deplesi natrium kalium, renal iskemik
glikosuria,
hipoelektrolit.
Nefrotoksik klasifikasi
Formulasi (terkait kemurnian) dari
jarang, kombinasi
Akut interstitial vankomisin memiliki efek substansial
Betalaktam dan vankomisin dengan
nefritis terhadap nefrotoksik.
vankomisin aminoglikosida
Betalaktam spesifik metisilin memiliki
memiliki efek sinergis
efek yang jelas terhadap nefrotoksik
terhadap nefrotoksik
Sulfadiazin: kristaluria dan GA; terjadi
ketika dosis sudah terakumulasi
Akut interstitial dalam darah (terasilasi dengan
nefritis, nekrosis produk)
arteri, GGA (anemia Klortimoksazol: menghasilkan
hemolitik pada konsentrasi yang tinggi di korteks Dose-related side
Sulfonamid pasien defisiensi renal dibandingkan di serum darah, effect
G6PD), GGA menyebabkan peningkatan Creatinine
(kristaluria) Rater. Kejadian hiperkalemia karena
adanya inhibisi kanal natrium

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 132 | A P T


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

berkaitan dengan trimetroprim.


Inflamasi interstitial menyebabkan
adanya area obstruksi pada Doses > 500 mg/m2
Obstruktif uropati
Asiklovir intertubular. Resiko: volume given i.v. leads to
dan hematuria
depletion, pre-existing renal nephrotoxicity
insufficiency and rapid bolus infusion
Penurunan GFR Terdapat region hidrofilik dan lipofilik Terjadi ketika dosis
akut, GGA, oligourik, yang menyebabkan mudahnya terakumulasi, bersifat
Amfoterisin B
iskemia (disebabkan melebur dengan membran sel dan reversibel.
oleh sudden menyebabkan tingginya Tatalaksana:
vasocontriction), permeabilitas. Hal ini bermanifestasi penggunaan dopamin,
kerusakan tubulus, pada kerusakan endotelial (didukung nutrisi garam yang
gangguan oleh kondisi vasokonstriksi). cukup.
keseimbangan
elektroit, asidosis.
GGA, anemia Resiko meningkat
hemolitik, dengan kombinasi
Rifampisin
glomerulanefritis, bersama isoniazid dan
proteinuria, pirazinamid
NSAID menginduksi penurunan
GGA, hipertensi,
Tatalaksana: hindari
hiperkalemia, retensi hemodinamis dari fungsi ginjal (pre-
renal dan akut tubular nekrosis). NSAID (ganti dengan
NSAID Na dan air, tubular
NSAID merubah sistem imun (akut steroid). pemberian
interstitial nefritis.
interstitial nefritis) diuretik.
Radikal bebas menyebabkan Irreversible.
kerusakan proksimal (cisplatin) Gunakan diuretik
Abnormalitas eksresi air setelah perngobatan
menyebabkan hiponatremia (manitol), sodium
Acute tubular
(siklofosfamid) tiosulfat,
Antineoplastik necrosis atau
metilpredisolon da n
tubulointerstitial Intratubular deposisi menyebabkan
acetil sistein
kristaluria dan gagal ginjal. Toksisitas
(menurunkan
dari tubular juga terkait dengan asam
nefrotoksisitas)
folat.
Terkait dengan oliguria karena adanya
Antihipertensi GGA
retensi cairan (ACEI dan ARB)
Acute reversible Vasospasme sebagai produk dari
Immuno nephrotoxicity, metabolisme arakidonat, manifestasi Tatalaksana: CCB,
supresan chronic irreversible dari hipertensi yang terjadi ketika analog prostaglandin.
nephrotoxicity sedang berlangsungnya transplantasi .
Nutrisi elektrolit,
Hipokalemia,
Menyebabkan turunnya GFR dengan alkalinisasi digunakan
Diuretik interstitial nefritis,
kontraksi volume cairan ekstraselular sebagai profilaksis
poliuria.
obstruksi uropati.
Gentamisin

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 133 | A P T


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

Penanganan Asidosis Metabolik pada gagal ginjal : dapat diberikan obat


Sodium bicarbonat.
Perhitungan klirens kreatinin Metode Cockcroft-Gault
Pria : (140 - umur (tahun))x BB (kg)
72 x SrCr (mg/dL)
Wanita : 0,85 x CrCl (pria)
Sumber: http://pio.binfar.depkes.go.id/PIOPdf/PEDOMAN_GERIATRI_1.pdf

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 134 | A P T


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

BENIGN PROSTATE HYPERTHROPHY (BPH)


Parameter Patofisiologi : intraprostatic dihydrotestosterone (DHT) dan type II 5α-
reductase
BPH static : Pembesaran prostat gradual
BPH Dinamik : peningkatan alfa adrenergic dan konstriksi dari otot halus kelenjar
prostat.

Obat-obatan yang mempengaruhi kelenjar prostat:


1. hormon testosteron
2. α-adrenergic agonists (eg decongestants)
3. efek anti cholinergik (antihistamines, phenothiazines, tricyclic anti-depressants,
antispasmodics, and antiparkinsonian agents).

Disease AUA Symptom Typical Symptoms and Signs


Severity Score
Asymptomatic
Mild ≤7 Peak urinary flow rate <10 mL/s
PVR urine volume >25-50 mL
All of the above signs plus obstructive voiding
Moderate 8-19 symptoms and irritative voiding sympstoms (signs of
detrusor instability)
Severe ≥20 All of the above plus one or more complications of BPH
AUA, American Urological Association; BPH, Benign prostatic hyperplasia; PVR, post void
residual

Tatalaksana:

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 135 | A P T


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

Mekanisme kerja:
Golongan Contoh Obat Mekanisme Keterangan
Penurun faktor Prozosin EF yg alfa 1 bloker (Alfa Dilakukan titrasi dosis untuk
dinamis diwaspadai adrenergik antagonis) di meminimalisir efek samping
ortostatik hipotensi
Hipotensi. jaringan stromal prostat
Terazosin   Prostat kecil dan
nilai PSA rendah
diminum pada
saat sebelum
tidur. Lakukan
titrasi untuk
meminimalkan EF
hipotensi,
terutama pada
Obat generasi
kedua:
(Alfuzosin,
terazosin, dll).
Doxazosin
Untuk PBH dg
Disfungsi Ereksi
Tamsulosin Alfa adrenergik antagonis di Interaksi: menurunkan
prostat metabolisme dari diltiazem,
pilihan terbaik
ranitidin, meningkatkan
untuk pasien yang
metabolisme dari
tidak bisa karbamazepin, fenitoin.
mentoleransi
hipotensi.
Silodosin
Tadalafil (cialis) Relaksasi otot prostat, kandung
kemih, dan uretra, (vasodilatasi)
Penurun faktor Finasteride Blocks 5α-reductase enzyme Kategori X untuk ibu hamil
statik Dutasteride Blocks dihydrotestosterone
Flutamide Blokade pituitari mensekresikan
LH
Megestrol acetate, Blokade pituitari mensekresikan
Goserelin LH dan blokade reseptor
androgen
antikolinergik Oxybutinin, α-adrenergic antagonists
tolterodine
Agen Darifenacin, Antikolinergik selektif Digunakan jika
Uroselektif solifenacin antikolinergik non selektif

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 136 | A P T


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

memberikan efek samping


yang tidak bisa di toleransi
BPH dengan gejala sedang dan disertai gangguan lain berupa; disfungsi ereksi
diterapi dengan alfa bloker (prazosin, alfuzosin, doxazosin, terazosin, tamsulosin)
dan/atau posfodiesterase inhibitor (sildenafil, tadalafil, dll)
Prostat besar dan nilai PSA tinggi diterapi dengan alfa reduktase inhibitor atau alfa
reduktase inhibitor + alfa bloker.
Predominan iritatif tanpa gejala diterapi dengan alfa bloker dan antikolinergik
(Tolterodin, Oksibutinin).
Obat Kanker Protat: golongan androgen sintesis inhibitor tidak menyebabkan efek
samping ginekomastia dan penurunan libido sehingga dapat diberikan kepada pasien
kanker prostat yang baru menikah. Sedangkan Obat golongan Lain seperti Flutamide,
leuprolide, gasoreline, degarelix, dll dapat menyebabkan ginekomastia dan penurunan
libido Dipiro. Pharmacotherapy Handbook Ninth

Sumber : Dipiro JT., 2009

KONTRASEPSI
Jenis Definisi Keterangan
Terapi Non farmakologi
Teknik Barrier 1. Kondom pria
2. Kondom wanita
3. Diafragma dengan spermisida
4. Cap serviks
5. Spermisida (nonoxynol-9: menghancurkan dinding sel
sperma, dan memblokade sperma masuk kedalam serviks)
6. Sponge
Metode Mengikuti fase dan kalender menstruasi (masa fertil)
Kalender
Ritmik
Terapi Farmakologi
Hormon Berisi hormon estrogen, progestin, atau hanya progestin. Keterangan:
Bentuk sediaan: Oral, transdermal patch, vaginal ring, harus pap smear
capper-IUD, levonorgestrel IUD, progestin only minimal 1 kali
implant. pertahun Pil
Progestin: mmpertebal mukus servik, menunda KB dg 21 pil
transportasi sperma, dan menginduksi atropin hormon dan 7
endometrium, serta menghambat kenaikan LH. plasebo 
Estrogen: menekan pelepasan FSH dan stabilisasi penggunaaan
lapisan endometrium dan mengontrol siklus (etinil hari pertama
estradiol, mestranol, estradiol valerate) menstruasi (jika
1. Pil kombinasi (monofasik, trifasik, bifasik) terlupa ketika
Umumnya terdiri dari 21 pil aktif (hormon) dan 7 ingat langsung

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 137 | A P T


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

pil inaktif (palcebo). minum 2 pil).


Monophasic: dosis estrogen-progestin sama
dalam satu siklus
Biphasic : terdapat 2 dosis estrogen-progestin
dalam satu siklus
Triphasic: terdapat 3 dosis estrogen-progestin
dalam satu siklus
2. Pil progestin/mini pil (levonegestrel, desogestrel,
noretindron) umumnya terdiri dari 28 pil aktif
(hormon) harus diminum dalam waktu yang sama
setiap hari maksimal rentang 3 jam
Noretisteron dapat digunakan untuk mengatasi
menstruasi yang tidak teratur atau dapat juga
digunakan untuk menunda menstruasi (saat mau
ibadah haji).--> Diminum 1 minggu hingga 3 hari
sebelum hari prakiraan menstruasi berikutnya
hingga menyelesaikan umroh (maks 14 hari
penggunaan)
Efek samping:
Pendarahan, berkurangnya kesuburan secara permanen,
depresi, dan kesulitan tidur.
Spermisida Biasanya mengandung nonoxynol-9 yang dapat
menghancurkan dinding sel sperma dan memblokade
sperma masuk ke dalam serviks
Kapan mulai minum pil kontrasepsi?
Hari pertama haid (tidak perlu kontrasepsi tambahan)
Hari ke-5 setelah Haid dimulai
Minggu pertama saat haid (Sunday start) perlu kontra sepsi tambahan ( rekomendasi
menggunakan kondom selam 7 hari)
Karena bahasa inggris males masukan intinya ajaa lah:
Kategori 2: biasanya dosis estrogen yang digunakan lebih rendah
Kategori 3 dapat diberikan CHC, namun perlu dilakukan pemantauan
Kategori 4: resiko tinggi, lebih baik gunakan metode lain. Pemberian progestin (minipil)
dapat diberikan.

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 138 | A P T


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

Kondisi Khusus

Kondisi Tatalaksana Keterangan


Ibu Menyusui  Hanya mengandung Progestin syarat: tidak menghalangi
(levonegestrel, desogestrel, produksi ASI
noretindron) kontraindikasi dg estrogen ( Etinil
 Rekomendasi penggunaan teknik Estradiol)
barrier
Ibu Lebih dari 35 Estrogen dosis rendah Hindari penggunaan untuk
Tahun (kurang dari 50 mcg) masih pasien migrain, hipertensi,
bisa diberikan kepada wanita merokok dan DM
berumur lebih dari 35
tahun dan tidak merokok.
Wanita Merokok  Prefer Gunakan Progestin
Wanita dengan  Gunakan dosis hormon yang lebih
Hipertensi rendah (pada pasien dibawah 35
tahun)
 Pasien dengan tekanan ≥100/160
mmhg dikontraindikasikan
mengunakan kontrasepsi
hormonal
Wanita dengan  Gunakan progestin wanita dibawah 35 tahun, tidak
Diabetes  disarankan menggunakan merokok, dan tidak memiliki
Progestin (Norestisteron, dll) penyakit vaskular
karena dipercaya memiliki
sedikit efek pada metabolisme
karbohidrat.
Wanita dengan  Wanita dengan hiperlipidemia
Dislipidemia yang stabil  kontrasepsi
hormonal dosis rendah dengan
monitoring ketat profil lipid.
 Wanita dengan hiperlipidemia
tidak terkontrol  alternatif
kontrasepsi lainnya.
Wanita dengan  Desogestrel, drospirenone, and Transdermal patch and vaginal
Tromboemboli norgestimate menaikkan resiko ring dikontraindikasikan untuk
tromboemboli dengan persentase pasien ini
lebih kecil dibandingkan
hormonal lainnya
Wanita dengan  Gunakan progestin
Migrain
Wanita dengan  Kontraindikasi menggunakan
kanker payudara kontrasepsi hormon
Wanita dengan SLE  Gunakan progestin - Kontraindikasi untuk pasien SLE
yang memiliki antibodi
antiphospolipid atau komplikasi
vaskular
Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 139 | A P T
0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

Pasien Obesitas  Gunakan progestin - The American Congress of


Obstetrics and Gynecology
recommends that the
transdermal contraceptive
patches should not be used as a
first choice in women weighing
greater than 90 kg
Menunda haid Gunakan norethisterone adalah Diminum 1 minggu hingga 3
pergi haji/umroh turunan hormon progesteron sintetik. hari sebelum hari prakiraan
Obat ini bekerja menunda menstruasi menstruasi berikutnya hingga
dengan cara menguatkan dinding menyelesaikan umroh
rahim sehingga mencegah luruhnya (maks 14 hari penggunaan)
dinding rahim yang menebal.

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 140 | A P T


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

LUPA minum PIL KB

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 141 | A P T


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

GANGGUAN MENSTRUASI
Menstruasi Normal:
Siklus : 21-35 hari (28±7 hari)
Lama haid : 2-6 hari (4±2 hari)
Banyak darah : 20-60 mL (40±20 mL)

Gangguan Keterangan Manifestasi Tatalaksana


Menoragia Keluhan menstruasi Mioma, endometriosis, Non hormonal:
dengan jumlah darah yang polip, hiperplasia, kanker asam tranexamat,
lebih banyak, terdapat endometrium dan kanker NSAID
bekuan darah, serviks hormonal : KB
berlangsung lebih lama kontrasepsi, progesteron
Oligomenorea Interval intermenstruasi > PCOS (Policystic ovary selama 3 siklus.
Hormonal ; pil KB, LH
35 hari syndrome)
Metroragia Interval menses iregular, Pendarahan ovulatoar: Progesteron tunggal, dan
durasi > 7 hari hematuria, vulvar, cervical. Levonorgetrel-Releasing
Pendarahan dari uterus: IUD
berhubungan dengan
kehamilan (abortus), polip,
mioma, endometriosis
Amenorea Tidak terjadinya Tumor ovarium, adrenal, Hormonal: estradiol
menstruasi, sedikitnya hiperplasia adrenal. Tumor transdermal, progesteron,
tiga bulan berturut-turut hipofisis,PCOS, sindrom GH hormon treatment, LH
selama masa produktif. turner, Non hormonal:
kalsium, vitamin D,
olahraga fisik
tergantung penyebab
Dismenorea Keluhan nyeri panggul amenorea
NSAID, analgesik opioid,
saat menstruasi oral kontrasepsi

Source:
American family physici

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 142 | A P T


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

Obesitas

Definisi: penyakit kronis yang ditandai dengan menginkatnya penyimpanan lemak tubuh
klasifikasi kegemukan tubuh bersadarkan pada BMI (kg/m2). Internasional diabetes
federation (IDF) juga mendefinisikan obesitas sentral berdasrkan lingkar pinggang
yaitu ≥ 94 cm pada pria dan ≥ 80 cm pada wanita yang tidak hamil.

Category BMI, kg/m2


Underweight < 18,5
Healthy weight 18,5-24,9
Pre obese state 25-29,9
Obesity grade I 30-34,9
Obesity grade II 35-39,9
Obesity grade III ≥ 40
Algoritma terapi obesitas

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 143 | A P T


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

Obat yang ada dalam tablel: Orlistat, Locaserin, Phentermine,


Phentermine/Topiramate, Naltrexone/Bupropion, Liraglutide.

TAMBAHAN

Orlistat 120mg 3x sehari (OBAT DIABETES) digunakan untuk mengatasi keluhan berat
badan berlebih/ terapi jangka panjang pasien obesitas, diminum pada saat makan sampai 1
jam setelah makan. Dipiro. Pharmacotherapy Handbook Ninth

Amfetamine merupakan salah satu Obat penurun berat badan yang dilarang untuk
pengobatan karena berpotensi ketergantungan dan efek stimulan yang kuat Dipiro.
Pharmacotherapy Handbook Ninth.

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 144 | A P T


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

THT DAN MATA


Outline:
1. Glaukoma
2. Rinitis alergi
3. Konjugtivitis
4. Faringitis
GLAUKOMA

Tatalaksana: ( Terapi Obat  Menurunkan tekanan intraokuler)


RUTE Golongan Mekanisme Kerja Contoh
Topikal Kolinergik Miosis, kontraksi pupil. 3st : Pilokarpin
Agonis Menurunkan produksi cairan akuos Epinefrin
adrenergik pada fase awal
Beta bloker menurunkan produksi akuos 1st : Timolol,
Metoprolol
Analog meningkatkan aliran keluar uveoscleral 2nd :
prostaglandin daripada mempengaruhi aliran akuos Latanorprost (untuk
melalui jalur konvensional trabekulo- glucoma sudut terbuka &
kanalikular hipertensi Ocular)
untuk glaukoma yg pngan
yag tak jelas (ini yg sering
keluar pd soal sih).
Bimatoprost
Karbonik anhidrase berhubungan dengan produksi cairan Dorzolamide,
inhibitor akuos terutama melalui se kresi aktif Brinzolamide
bikarbonat
Sistemik Karbonik berhubungan dengan produksi Last :
anhidrase inhibitor cairan akuos terutama melalui se kresi Azetolamide,
aktif bikarbonat metazolamide

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 145 | A P T


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

Osmotik Meningkatkan tekanan osmosis Gliserin,


mannitol, urea
Keterangan
• Timolol kontraindikasi pada kondisi asma
• Latanorpost pada post marketing menimbulkan asma
• Pilokarpin kontraindikasi pada kondisi hipertensi
Sumber: Dipiro.JT., 2009, Pharmacoterapy Handbook 9th edition, Mc Graw Hill, New York

RINITIS ALERGI- KONJUNGTIVITIS- FARINGITIS

Rinitis Alergi → Inflamasi mukosa hidung disebabkan oleh alergen


Tipe:
1. Seasonal: Terkait musim
tt2. Perrenial: Setiap saat, contoh pemicu debu
3. Occupational: Terkait Pekerjaan
• Konjungtivitis → Peradangan pada konjuntiva-selaput bening mata (mata merah).
Penyebab: bakteri, virus dan alergi.
• Faringitis → radang pada mukosa faring
Penyakit Gejala Tatalaksana
Rinitis Alergi Bersin Antihistamin, steroid nasal
Tenggorokan Antihistamin, steroid nasal, antikolinergik nasal
hidung gatal
Mata berair Antihistamin
Hidung Berair Antihistamin, steroid nasal, antikolinergik nasal
Hidung Tersumbat Dekongestan (Fenilefrin, fenilpropanolamin (EF: Jantung
Berdebar-debar) ,pseudoefedrin), Steroid nasal.
Tidak teratasi Rekomendasi penggunaan imonoterapi (monteleukast) –
suatu antagonis leukotrien
Konjungtivitis Infektif Tanpa Antibiotik → sembuh dalam 2 pekan
Jika tidak sembuh, ke dokter → Tetes Mata Kloramfenikol/
asam fusidic (wanita hamil, pediatri dan geriatri)
Alergi Non Farmakologi → Bilas dengan air bersih dan
Hangat
Penggunaan tetes mata antihistamin (fexofenadine),
kortikosteroid, mast cell stabilizer (nodokromil,
kromoglikat, lodoxamide)
Faringitis Batuk Dengan Dahak:
Ekspektoran (GG, Succus Glycirrizae, guafenesin)
Mukolitik (Ambroxol, n- acetylsistein, bromheksin)
Kering: Antitusif: (kodein EF KOnstipasi,
dekstromethorphan)
Demam Antipiretik (PCT, Ibuprofen)

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 146 | A P T


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

Pilek Dekongestan
Sakit Kepala Normal: Analgesik
Vertigo: antivertigo (betahistine mesilat)
Sakit menelan, Akan sembuh seiring pengobatan lainnya, gunakan
tenggorokan sakit, anestetik lokal (degirol), steroid jika dibutuhkan.
manifestasi dari
radarng
Otot nyeri Analgesik
Keterangan:
Pada ibu hamil: Pilek gunakan antihistamin (ctm, loratadin) untuk batuk dapat gunakan kodein,
difenhidramin. Hindari GG.
Pemakaian obat obat simtomatik perlu diperhatikan untuk pasien jantung dan hipertensi.
Fenilefrin, fenilpropanolamin, pseudoefedrin dapat meningkatkan tekanan darah dengan cara
vasokontriksi sehingga dihindari untuk pasien hipertensi
Keluhan pada tenggorokan (laringitis) dapat ditangani dengan Dequalinum Klorida

TAMBAHAN
 Benzokain (antibiotic dan anestetik local untuk infeksi telinga, otitis eksterna
akut dan kronik)
 Tetrakain (anestesi topical untuk gejala mati rasa mata, anestesi local pada
membrane mukosa dan faring, sakit telinga, bedak procedural anestesi local,
anestesi untuk wasir)
 Bupivakain (injeksi, anestesi local untuk blok saraf perifer, infiltrasi, blok
simpatis, blok ekor, epidural, blok retrobulbar
 Procain (injeksi, anestesi local melalui infiltrasi dan anesthesia regional)

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 147 | A P T


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

KULIT
Outline:
1. Dermatologic Drug Reaction and Self-Treatable Skin Disorder (Dermatitis, Cutaneous drug
reaction, hyper pigmentation)
2. Acne Vulgaris
3. Jamur

DERMATOLOGIC DRUG REACTION AND SELF-TREATABLE SKIN DISORDER


(Dermatitis, Cutaneous drug reaction, hyper pigmentation)

DERMATITIS
Jenis Definisi Tatalaksana
Contact Inflamasi yang disebabkan oleh kalamin lotio, larutan burow
Dermatitis iritasi/alergi. (aluminum asetat), topikal
Iritasi: Biasanya disebabkan oleh kortikosteroid, generasi pertama
paparan senyawa organik yang antihistamin, moisturizers.
menyebabkan adanya reaksi waktu Pada dermatitis sedang- berat
beberapa jam setelah paparan Alergi: dapat diberikan: topikal
terdapat stimulasi terhadap respon imun hidrolortisone atau clobetasone.
Diaper Inflamasi di lokasi genital Zinc Oksida, Imidazole, Topikal
Dermatitis Kortikosteroid
Atopic Karena genetik, lingkungan maupun Lubrikan/moisturizers, oral
Dermatitis mekanisme imun. histamin, topikal kortikosteroid
Biasanya disebabkan adanya pelepasan (betametason valerate,
proinflamasi sitokin dari keratinosit. betametason dipropionat,
clobetason propionat), topikal
imunomodulator (tacrolimus),
oral/sistemik (kortikosteroid,
siklosporin, interferon,
metotreksat, biologic modifiers).

HIPERPIGMENTASI
Definisi Penyebab Tatalaksana
Muncul Bercak Hitam karena a. Paparan Sinar  Vitamin C dan asam kojik.
penumpukan melanin. Matahari (kandungan vitamin C dan asam kojik
Contoh: b. Penggunaan mampu menghambat enzim
a. Obat yang menyebabkan Obat – tirosinase yang berperan di dalam
peningkatan melanin Obatan misal pembentukan melanin kulit gelap)
b. Paparan Langsung KB  Chemical peeling (KI untuk
senyawa (Perak, merkuri, c. Penyakit pasien melasma)
tetrasiklin, antimalaria Endokrin,  Penggunaan pelembab mengandung
dan fluorourasil. addison. retinol (regenerasi sel kulit)

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 148 | A P T


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

ACNE VULGARIS
(Jerawat)

Definisi Penyebab Tatalaksana


Inflamasi dari  Hormonal terkait 1. Antibiotik: membunuh bakteri P. Acne
folikel sebasea dengan maturasi (benzoyl peroksida, eritromisin,
yang berada di kelenjar gonad. klindamisin, asam azelaik) topikal, dan oral
wajah sampai  Tahapan: keratinisasi (eritromisin, tetrasiklin dan turunannya)
leher, folikel-peningkatan 2. Exfoliant: agen peeling (resorsinol, asam
punggung, sebum-lipolisis oleh salisilat, sulfur)
bahu, dada bakteri dari bentuk 3. Kombinasi retinoid topikal (adaplanae,
atas. trigliserdia ke asam tretinoin)
lemak- inflamasi. 4. Antisebum (isoretinon)
5. Antiinflamasi (kortikosteroid oral)

TATALAKSANA

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 149 | A P T


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

INFEKSI JAMUR

DEXAMETHASONE
dikontraindikasikan untuk
Infeksi jamur sistemik krn
dpt memperparah infeksi tsb

Merupakan Antifungi
untuk infeksi kriptokokus
Pada HIV. 400mg/hari
selama 8-10 minggu

Terapi Pertama infeksi jamur/kurap, panu : Ketokenazol topikal


Interaksi Obat:
Ketokenaazol dg Antasida : Mengurangi Absorbsi Ketokenazol.

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 150 | A P T


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

GOLONGAN OBAT JAMUR


Golongan Sub Golongan Contoh
imidazol (terdiri dari dua Ketokonazol (top, Sis) (memiliki
nitrogen dan kelompok) absorbsi jauh lbh baik dari
imidazol lain)
Aman untuk BUMIL dan Klotrimazol (topikal, sistemik)
BUSU Mikonazol (Top, Sis) Untuk
mencegah kekambuhan sbaiknya digunakan
Kandidiasis yang terjadi selama 7 hari walpun gejala sudah hilang.

pada kulit yang Ekonazol (topikal)


diakibatkan karena Terkonazol (top)
pengaruh lingkungan Tiokonazol (top)
seperti pemakaian celana SertakonazOl (top)
basah yang membuat Sulkonazol (top)
lembab Topikal
KetokenazoL
AZOL
Triazol (mengandung tiga Itrakonazol (SIs) (aktif untuk smw
nitrogen) infeksi dermatofit memperluka
keadaan asam untuk absorbsi
optimal)
Flukonazol (SIs)  obat pilihan
candidiasis (jika resisten
itrakonazol, jika dlam dn menyebar
sebaiknya digunakan infus
amfoterisin dosis tunggal ).
Varikonazol (SIs)  obat pilihan
aspergilosis (jika g3u ginjal
amfoterisin jika gagal dg itu
Itrakonazol).
Posakonazol (SIs)
ALILAMIN Terbinafin (Sis, top)
Butenafin (top)
Naftifin (top)
POLIEN Amfoterisin B (SIs)
Nistatin (Sis,top)
EKINOKANDIN Kaspofungin (SIs)
Mikafungin (Sis)
Anindulafungin (SIs)
GOLONGAN Flusitusin (Sis)
LAIN Griseofulvin(Sis)
Salep Whitefield(top)
Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 151 | A P T
0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

Amorolfin (top)
Haloprogin (top)
Timol (top)
Castellani’t pain(top)
Prophylen Glycol (top)
Siklospiroks Olamin (top)
Asam Udesilenat (top)

Penyakit Jamur dan Terapinya


Penyebab Terapi
Aspergilosis Vorikonazol merupakan obat pilihan
Amfoterisin lebih disukai bila terjadi gangguan
ginjal
Itrakonazol merupakan alternatif pada pasien yang
gagal diterapi dengan amfoterisin.
Kandidiasis. Flukonazol oral obat pilihan pertama
Itrakonazol oral jika resisten dg FLukonazol
Amfoterisin intravena tunggal  Untuk infeksi
jamur yang dalam dan menyebar.
Vorikonazol terutama digunakan untuk infeksi oleh
Candida spp yang resisten terhadap flukonazol
(termasuk C. krusei).
Kriptokokosis. Infus amfoterisin intravena selama 2 minggu,
(meningitis kriptokokus) dilanjutkan dengan flukonazol oral selama 8 minggu
sampai hasil kultur negatif.
Histoplasmosis Itrakonazol dapat juga digunakan untuk terapi
infeksi indolent non-meningeal.
Ketokonazol merupakan terapi alternatif
Infus amfoterisin pasien dengan infeksi berat
atau nyata. Setelah terapi berhasil, itrakonazol
dapat diberikan untuk mencegah terjadinya
kekambuhan.
Infeksi kulit dan kuku. Terapi sistemik (itrakonazol atau terbinafin)
digunakan jika terapi topikal tidak dapat mengatasi
infeksi
Griseofulvin digunakan untuk Tinea capitis pada
dewasa dan anak
Itrakonazol dapt mengatasi Pityriasis versicolor
Terbinafin dan itrakonazol sudah menggantikan
griseofulvin untuk terapi sistemik pada

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 152 | A P T


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

onychomycosis terutama pada kuku ibu jari.


Pasien immunocompromised Imidazol oral atau antijamur triazol merupakan
obat pilihan untuk profilaksis.
Flukonazol lebih disukai krn absorbsinya lbh cepat.
Sumber : Pionas.po.go.id

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 153 | A P T


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

ONKOLOGI, IMUNOLOGI, NUTRISI, GAWAT DARURAT,


VAKSIN DAN PRODUK BIOLOGI
(8-10%)
OUTLINE:
1. Cancer Treatment and Chemotheraphy
2. Assessment of nutritionstate and nutrition requirements
3. Anemia
4. Coagulation disorder
5. Allergic and Pseudo allergic
6. Poisoning

CANCER TREATMENT AND CHEMOTHERAPHY

1. Pertumbuhan sel yang tidak terkontrol dan abnormal.


2. Hasil pertumbuhan yang abnormal ini memunculkan tumor (benign), atau kanker
(mallignant)
3. Kanker dapat menyebar ke seluruh tubuh dengan media sistem limfatik, ini yang dikenal
dengan istilah metastesis
4. Rules of metastesis: dimanapun, kemanapun metastesis, sel kanker tetap sama. Misal,
kanker paru dengan metastesis tulang, diagnosa pasien tetap kanker paru.

FAKTOR RESIKO KANKER:


tergantung pada spesifik situsnya, secara general;
1. Smoking
2. Alcohol consumption
3. Diet
4. Physical inactivity and obesity
5. Genetic susceptibility
6. Hormonal factors
7. Chronic infections, including the human papillomavirus (HPV) and hepatitis B or C
8. Exposure to UV radiation (e.g. sunlight or solarium tanning beds)
9. Other environmental factors, such as exposure to hazardous substances like asbestos,
uranium and certain chemicals

3 PRINSIP TATALAKSANA KURATIF KANKER


1. Pembedahan (mayor-invasif/minor)
2. Kemoterapi (agen sitotoksik)
3. Radioterapi (target terapi)

TAMBAHAN: EFEKSAMPING Selenium adalah RUAM pada Wajah.

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 154 | A P T


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

OVERVIEW DAN PRINSIP TERAPI KANKER:


1. Mengenal Fase pembelahan dan siklus sel dan kegiatan sel pada masing-masing fase;

2. Aksi dari agen kemoterapi;


Golongan Proses yang diganggu Agen Kemoterapi
Antimetabolit Sintesis purin dan Analog folat (metotreksat), Sitabarin,
pirimidin (asam nukleat) fluorourasil, gemsitabin, tioguanin, fludarabin.
Agen alkilasi dan DNA sintesis dan Nitrosurea (carmustine), platina (carboplatin,
golongan lainnya binding cisplatin), others (doxorubicin, etoposide)
Alkaloid Vinka Sintesis mikrotubul Vinblastin, vinkristin, vindesin, vinorelbin
Agen Mikrotubul Sintesis mikrotubul Paklitaksel, docetaxel

3. Antibodi monoklonal:
Mengikat antigen spesifik dari kanker dan memberikan respon imun untuk
membunuh sel. (contoh transtuzumab, rituximab)
4. Terapi endokrin
Untuk kanker yang terkait dengan perubahan hormonal seksual (contoh; antiestrogen
untuk kanker payudara)
5. Gen terapi
Kanker yang disebabkan oleh adanya perubahan susunan genetik, dapat di terapi
dengan mentransfer material genetik yang normal untuk membentuk selular fenotif
normal yang permanen
INTERFASE : G1, S, G2
Mitosis : M
Resting State : G0 (fase Istirahat)

BSA (Body Surface Area) =√𝑇𝐵(𝐶𝑚)𝑥 𝐵𝐵 (𝑘𝑔) ÷ 3600

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 155 | A P T


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

INHIBISI OBAT KANKER SESUAI FASENYA

Fase Obat
G1 Cysplatin
S Analog folat (metotreksat), Sitabarin, fluorourasil,
Interfase 
gemsitabin, tioguanin, fludarabin. Topocetam
periode
G2 Antibiotik (biomisin), Inhibitor topoisomerase II
pertumbuhan
(Etoposid), Stabilisator (Pactilaxel)  bekerja
pada proses Metafase
Mitosis  fase M Vinblastin, vinkristin, vindesin, vinorelbin
pembelahan
sel/mitotic (M)

GOLONGAN OBAT IMUNOSUPRESAN


Imunosupresan digunakan untuk tiga indikasi utama :
1. Transplantasi organ
2. Penyakit autoimun
3. Pencegahan hemolisis rhesus pada neonates
Jenis Contoh Tatalaksana
transplantasi dan untuk pengobatan beberapa kondisi
autoimun, umumnya bila penggunaan kortikosteroid tunggal
Azatioprin tidak memberi hasil yang cukup baik
Mikofenolat profilaksis penolakan akut pada transplantasi ginjal/jantung
mofetil jika dikombinasi dengan siklosporin dan kortikosteroid.
Kombinasi dengan siklosporin mikroemulsi dan
ASAM kortikosteroid untuk profilaksis penolakan transplantasi akut
MIKOFENOLAT pada pasien yang menerima transplantasi ginjal alogenik
Imunosupresan Siklofosfamid Pengobatan autoimun dan antikanker
Antiproliferatif Mencegah penolakan transplantasi, Pengobatan
(Sitotoksik) Metotreksat autoimun dan antikanker serta lini kedua Rheumatid
artritis.==> EF paling sering terjadi g3uan Penglihatan
(Penglihatan Kabur).  Kombinasi dengan Asam Folat untuk
mengurangi efeksamping Gastrointestinal.
Terapi suportif untuk mengurangi EF adlah Asam
folat
meringankan gejala pada penyakit kanker stadium
Prednisolon akhir, meningkatkan nafsu makan dan memberikan
perasaan sehat.
Kortikosteroid Leukemia limfositik akut dan kronis, limfoma Hodgkin
Deksametason dan non-Hodgkin, karsinoma payudara. terapi paliatif dan
suportif pada anak.  Kontraindikasi Pada Pasien DM
mencegah reaksi penolakan setelah transplantasi sumsum
tulang, ginjal, hati, jantung, pankreas, dan jantung-paru, serta
Siklosporin

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 156 | A P T


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

untuk profilaksis dan terapi penyakit graft-versus-host


dengan kortikosteroid adrenal dan mikofenolat mofetil
Penghambat pada pencegahan penolakan organ pada penerima
kalsineurin TAKROLIMUS transplantasi hati dan ginjal, allograft yang gagal diatasi
dengan imunosupresan lain
profilaksis penolakan akut pada transplantasi ginjal allogenik
Basiliksimab
Antibodi pengobatan limfoma folikular lanjut yang telah resisten
Monoklonal Rituksimab terhadap kemoterapi dan untuk difusi
limfoma non-Hodgkin sel B besar dikombinasi dengan
kemoterapi lain. bersifat kardiotoksik
Remitting Multiple Sclerosis (RRMS) pada pasien
dengan gejala penyakit yang berat yang tidak teratasi dengan
minimal satu jenis terapi lainnya untuk menahan perburukan
Fingolimod dan mengurangi frekuensi kambuh
kambuhan atau metatstasis karsinoma sel ginjal,
limfoma sel T kutan yang progresif, limfoma non Hodgkin
folikuler, sarkoma Kaposi, hairy cell leukemia, hepatitis B kronik
Interferon alfa aktif, hepatitis C kronik aktif, leukemia mieloid kronis
tidak boleh digunakan pada pasien penyakit depresi
berat (atau memiliki keinginan bunuh diri), pada pasien dengan
epilepsi yang tidak cukup terkontrol, atau pada gangguan fungsi
Interferon beta hati terdekompensasi
pengobatan hepatitis B kronis pada pasien 18 tahun
ke atas dengan penyakit hati yang sudah dipastikan
(compensated) dan repilikasi virus hepatitis B (HBV) (serum
Timosin alfa HBV DNA positif)
Sumber : PIONAS
Ringkasan Mekanisme dan tempat kerja senyawa kemoterapeutik
Obat kemoterapi Mekanisme kerja
Pentostatin Menghambat adenosin deaminase
6- merkamptopurin, 6- tioguanin, Menghambat biosintesis cincin purin, menghambat
azatioprin interkonversi nukleotida
Menghambat redusi dihidrofolat, memblok sintesis
Metotreksat
TMp (timidin monofosfat) dan purin
Kamtotesin, etoposid, teniposid,
daunorubisin, doksorubisinm Memblok fungsi topoisomerase
mitoksantron
PALA (N-Fosfonoasetil-L-Aspartat) Menghambat bio sinteisis pirimidin
Hidroksiurea Menghambat ribunukleorida reduktase
5-fluorourasil Menghambat sintesis TMP
Gemsitabin, sitarabin, fludarabin, 2-
Menghambat sintesis DNA
klorodeoksiadenosin.
Analog platinum, bahan pengalkilasi,
Membentuk kompleks inklusi dengan DNA
mitomisin, cisplatin, prokarbazin,

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 157 | A P T


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

dakarbazin
Mendeaminasi asparagin, menghambat sisntesis
l-Asparaginase
protein
Paklitaksel, Alkaloid Vinca, Kolkisim Menghambat fungsi mikrotubulus

ASSESSMENT OF NUTRITIONSTATE AND NUTRITION REQUIREMENTS

Malnutrisi  konsekuensi dari ketidak seimbangan nutrisi berkaitan dengan intake, absorpsi,
dan pemakaian.

Klasifikasi malnutrisi di Indonesia:


Tinggi Badan Terhadap Berat Badan
>90% Malnutrisi Ringan (Grade 1)
90 – 75 % Malnutrisi Sedang (Grade 2)
< 60% Malnutrisi Berat (Grade 3)
Tinggi Badan Terhadap Usia
85 – 80% Malnutrisi Sedang
<80% Malnutrisi Akut

Definisi malnutrisi pada anak


1. Marasmus: defisiensi protein-kalori, manifestasi retardasi pertumbuhan dan atrofi
otot
2. Kwashiorkor: defisiensi protein-energi, manifestasi retardasi pertumbuhan, defisiensi
imun dan patologi hati
3. Kombinasi: defisiensi protein kalori dan energi, manifestsai hilangnya lemak subkutan
dan dehidrasi
Tatalaksana:
Dibagi menjadi 4 fase:
1. stabilisasi; asupan nutrisi cukup, pencegahan dan atasi hipoglikemia,
hipotermia, dehidrasi
2. transisi; atasi gangguan keseimbangan elektrolit, infeksi, perbaiki kekurangan zat gizi
(belum termasuk besi)
3. rehabilitasi; perbaiki kekurangan zat gizi (sudah termasuk besi), pemberian nutrisi
untuk tubuh kejar
4. tindak lanjut; nutrisi untuk tumbuh kembang
Warning!
1. Fe tidak boleh diberikan pada fase stabilisasi
2. Jangan meberikan cairan intravena kecuali syok/dehidrasi berat
3. Jangan berikan protein terlalu tinggi pada fase stabilisasi
4. Jangan berikan diuretik pada pasien kwashiorkor

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 158 | A P T


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

Jenis- Jenis Cairan Infus dan Fungsinya


No Jenis Tatalaksana
1 ASERING Dehidrasi (syok hipovolemik & asidosis) pada keadaan :
gastroenteritis akut, demam berdarah dengue (DHF), luka
bakar, syok hemoragik, dehidrasi berat, trauma.
2 Cairan Kristaloid
Normal Saline • Mengganti cairan saat diare/ menganti cairan tubuh yg hilang
Rekomendasi Untuk Pasien yang Mogok makan dalam beberapa
hari.
• Mengganti elektrolit dan cairan yang hilang di
intravaskuler
• Menjaga cairan ekstra seluler dan elektrolit serta membuat
peningkatan pada metabolit nitrogen berupa ureum dan
kreatinin pada penyakit ginjal akut.
Ringer Laktat (RL) Kandungan kaliumnya bermanfaat untuk konduksi saraf
dan otak, DBD, mengganti cairan hilang karena dehidrasi, syok
hipovolemik dan kandungan natriumnya menentukan tekanan
osmotik pada pasien
Ringer Asetat (RA) • berguna sebagai cairan metabolisme di otot pasien
• Bermanfaat bagi pasien resusitasi (kehilangan cairan akut)
yang mengalami dehidrasi yang berat dan syok maupun asidosis
• bagi pasien diare (yang kehilangan cairan dan
bikarbonat masif)
• demam berdarah
• luka bakar (syok hemoragik)
3 Cairan Koloid
Albumin mengganti jumlah volume yang hilang atau protein
ketika pasien mengalami syok hipovolemia, hipoalbuminemia,
saat operasi ,trauma, gagal ginjal yang akut dan luka bakar
Hidroxyetyl Starches (HES) Terapi dan profilaksis defisiensi volume (hipovolemia)
dan syok (terapi penggantian volume) berkaitan dengan
pembedahan (syok hemoragik), cedera (syok traumatik), infeksi
(syok septik), kombustio (syok kombustio)
Dextran membantu menambah plasma ketika pasien mengalami
trauma, syok sepsis, iskemia celebral, vaskuler perifer dan iskemia
miokard. Selain itu, cairan dextran memberi efek anti trombus
(menurunkan viskositas darah dan mencegah agregasi platelet)
Gelatin Memberi efek antikoagulan dan menambah volume
plasma pada pasien
4 Cairan Mannitol Terapi dan profilaksis oliguria pada gagal ginjal akut,
edema otak, peningkatan tekanan intrakranial

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 159 | A P T


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

Kandungan rata
rata (mmol/L)
Kehilangan Cairan pengganti yang sesuai
Na+ K+
Darah 140 4 Ringer asetat/RL/NaCl 0,9%/ koloid/ produk darah
Plasma 140 4 Ringer asetat/RL/NaCl 0,9%/ koloid
Cairan pada rongga ketiga
140 4 Ringer asetat /RL/NaCl 0,9%
(cairan Transcellular)
Cairan Nasogastrik 60 10 NaCl 0,45% + KCl 20 mEq/L
Cairan pada Sal Cerna
110 5-10 NaCl 0,9% (periksa K+ dengan teratur
atas
Cairan saat Diare 120 25 NaCl 0,9 % + KCl 20 mEq/L

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 160 | A P T


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

ANEMIA

Klasifikasi Anemia:
Klasifikasi Definisi
Makrositik (ada  Sel lebih besar daripada ukuran normal
yang blng MCV  Berkaitan dengan defisiensi b12 dan asam folat. Asam folat dan b12
meningkat) berperan dalam proses maturasi sel darah merah.
 Sel lebih kecil dari normal
Mikrositik  Berkaitan dengan defisiensi besi.
 Besi bereperan dalam proses produksi sel darah merah.
Penyebab anemia mikrositik hipokroml Terapi Fe Sulfat:
 Berkurangnya Fe: anemia defisiensi Fe, anemia penyakit
kronis/anemia infiamasi, defisiensi tembaga.
 Berkurangnya sintesis heme: keracunan logam, anemia sideroblastik
kongenital dan didapat.
 Berkurangnya sintesis globin: talasemia dan hemoglobinopati.
Normositik  Berkaitan dengan kehilangan jumlah darah dalam jumlah yang
banyak atau penyakit kronis. Pengobatan pilihan (Besi masih blm
jelas krn jika soal disajikan dgn adanya penykit kronik (gagal ginjal)
maka terapi pilihannya adalah Eritropoetin/ tranfunsi darah)

Penyebab Defisiensi Besi, B12 dan Asam Folat:


Defisiensi Penyebab
 Nutrisi Inadekuat
 Absorbsi bermasalah
Defisiensi Besi  Peningkatan kebutuhan besi (pada ibu hamil)
 Kehilangan darah
 Penyakit kronis
 Nutrisi inadekuat
 Penurunan Absorbsi
Defisiensi B12
 Penggunaan yang inadekuat (penggunaan asam folat untuk ibu hamil,
dan Asam Folat
dan penyakit kronis, inflamasi kronis, penggunaan obat antagonis
folat co/ metrotreksat)

Klasifikasi anemia berdasarkan kondisi:

Parameter dan
Kondisi Tatalaksana
Keterangan
Nilai MCV besar, nilai
Anemia kadar B12 rendah, atau
nilai kadar asam folat Sianokobalamin, Asam Folat
Megaloblastik
rendah.
Kelemahan, perdarahan - Agen imunosupres-an: MP, Siklosporin
Anemia gusi, bengkak pada kaki, - Hemapoetic Growth Factor : Filgastrim
Aplastik serta nilai rendah pada - Agen antineoplastik : Fludarabin

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 161 | A P T


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

retikulosit dan WBC. - Kelator : Deferoxamin


Anemia Nilai MCV rendah dan Fe Sulfat  Akan mengakibatkan perubahan
Defisiensi Besi serum feritrin rendah. warna tinja (blm jls warnany berubah apa) 
2-3x sehari 200mg
Fe Fumarat
RBC transfusions are effective but should
be limited to episodes of inadequate
oxygen transport and Hb of 8 to 10 g/dL
Anemia Supply besi tidak efektif (80–100 g/L; 4.97–6.21 mmol/L). Epoetin
Inflamasi dalam kondisi inflamasi. alfa is 50 to 100 units/kg three times
weekly and darbepoetin alfa 0.45 mcg/kg
once weekly.
Anemia pada Prematur Transfusi RBC
pediatri 9-12 bulan Iron sulfat, B12, asam folat di observasi
sesuai hasil klinis dan lab.
Sickle cell sickle cell trait (SCT); Rekomendasi: Imunisasi influenza,
meningokokus, pneunomia.
sickle cell disease (SCD); Profilaksis: penisilin sampai usia 5 tahun.
Asam folat, perhari untuk dewasa, ibu hamil,
dan pasien dengan penyakit kronis.
Anemia Kronik Anemia Nekolisis dengan Fe Injeksi Eritropoietin Alfa
Normal,Hb Rendah.
Anemia Pada Rutin hemodialisa dengan Eripoetin/ tranfusi darah
Gagal Ginjal MCV normal (80-100 fL)

Sumber: Dipiro edisi 9


Interaksi yang sering terjadi:
Fe dengan Coffe/Tea : Dapat mengurangi absorbsi Fe karena terjadi proses
pengkelatan.

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 162 | A P T


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

Algoritma ANEMIA:

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 163 | A P T


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

COAGULATION DISORDER
(Gangguan Pembekuan Darah)
Definisi Hemofilia: gangguan pembekuan darah akibat kekurangan faktor pembekuan darah.
Terjadi akibat kelainan genetik. Gejala yang khas adalah timbulnya lebam-lebam dan
pembengkakan sendi. Terjadi spontan (tanpa sebab yang jelas) atau akibat benturan ringan.

Jenis- Jenis Hemofilia:


1. Hemofilia A (kekurangan faktor VIII): tatalaksana  berikan konsentrat faktor VIII setiap
12 jam/transfusi kriopresipitat
2. Hemofilia B (kekurangan faktor IX): tatalaksana  berikan konsentrat faktor IX setiap
24 jam/transfusi kriopresipitat

PERTOLONGAN PERTAMA HEMOFILIA  RICE!


R  Rest
I  Ice
C  Compression
E  Elevation

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 164 | A P T


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

ALLERGIC AND PSEUDO ALLERGIC

KLASIFIKASI ALERGI DARI REAKSI OBAT-OBATAN:


Type Descriptor Characteristics Typical Drug Causes
Onset
I Anaphylactic Allergen binds to IgE on Within 30 Penicillin immediate
(IgE basophils or mast cells, min to <2 reaction
mediated) resulting in release of hours Blood products
inflammatory mediators. Polypeptide
hormones
Vaccines
Dextran
II Cytotoxic Cell destruction occurs Typically >72 Penicillin, quinidine,
because of cell-associated h to weeks heparin,
antigen that initiates phenylbutazone,
cytolysis by antigen-specific thiouracils,
antibody (IgG or IgM). Most sulfonamides,
often involves blood methyldopa
elements
III Immune Antigen-antibody >72 h to May be caused by
complex complexes form and deposit weeks penicillins,
on blood vessel walls and sulfonamides,
activate complement. Result minocycline,
is a serum sickness-like hydantoins
syndrome
IV Cell- Antigens cause activation of >72 h Tuberculin reaction
mediated T lymphocytes, which maculopapular
(delayed) release cytokines and recruit rashes to a variety of
effector cells (e.g., drugs; contact
macrophages eosinophils) dermatitis, bollous
exanthems, postular
exanthems.

OBAT YANG MENYEBABKAN ALERGI PADA KULIT:


1. Amoksisilin (turunan penisilin)
2. Klotrimoksazol
3. Transfusi darah
4. Sefalosporin
5. Eritomisin
6. Hydralazine
7. Sianokobalamin (B12)

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 165 | A P T


0 MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

TIPE ERUPSI KUTANIS KARENA OBAT:

TATALAKSANA:

Kondisi Tatalaksana
Anafilaksis - Monitoring parameter vital
- Berikan epinefrin (adult: 0.01 [mg] mL/kg up to a maximum of 0.2–
0.5 [mg]). (children: 0.01 [mg] mL/kg up to a maximum dose of 0.3
[mg] mL)
- Berikan Oksigen 8-10L/min
- Antihistamin Difenhidramin (adults 25–50 mg; children 1 mg/kg, up
to 50 mg)
- Ranitidin (50 mg in adults and 12.5 to 50 mg (1 mg/kg) in children)
- hidrokortison (prednison untuk kasus sedang) dapat diberikan per 6
jam.
Anafilaksis disertai hipotensi IV cairan elektrolit, koloid, dopamine (vasopressor).
Resisten epinefrin Beta agonis (albuterol) 2-6 puffs.
Desensitisasi Tappering up zat obat suspek alergen

JENIS IMMUNOGLOBULIN dan FUNGSINYA


Kelas Tempat Fungsi
IgG Bentuk antibodi utama di Mengikat pathogen, mengaktifkan
sirkulasi komplemen, meningkatkan fagositosis

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 166 | A P T


MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!
IgM Di sirkulasi, antibody terbesar
Aktifkan komplemen, menggumpalkan sel
IgA Di saliva dan susu Mencegah pathogen menyerang sel epitel
traktus digestivus dan respiratori
IgD Di sirkulasi dan jumlahnya paling Menandai kematuran sel B
rendah
IgE Membran berikatan dengan Bertanggungjawab dalam respon alergi dan
reseptor basofil dan sel mast melindungi dari serangan parasite cacing
dalam jaringan
Sumber: Mader SS (2000). Human Biology, Sixth edition. USA: The McGraw-Hill Companies, Inc.

POISONING
(Keracunan dan tatalaksana kegawatdaruratan)

Substrat Racun Antidot


Parasetamol Asetilsistein
Logam berat (As, Hg, Cu) BAL (dimecaprol)
Logam berat (Pb) EDTA
Ferrum Deferoksamin
Opioid (morphin) , Dextromethorphan Nalokson
Antikolinesterase (Insektisida) Atropin, Pralidoksim
Sianida Nitrit (amyl dan natrium), Natrium Nitrat, sodium
thiosulfat
Metanol, Etilen Glikol Etanol
Beta Bloker (Atenolol, Propanolol) Adrenalin, Isoprenalin
Benzodiazepin Flumazenil Jika dlm soal tidak menemukan ini maka
dpt memilih Nalokson (alasannya satu golongan
antagonis untuk depresi sentral
Diazpam
Kumarin, Warfarin Vitamin K (antikoagulan)
Digoksin Fenitoin, MgSO4, Atropin
Heparin Protamin
INH Piridoksin
Nitrit Metilen Blue
Karbonmonoksida Oksigen
Organofosfat Antmuskarinik: atropin, skopolamin
Makanan (susu Kadaluarsa) Tablet Karbon/ Arang Aktif
CATATAN:
Singkong yang berpotensi beracun mengandung senyawa Linamarin dan lotaustralin termasuk
golongan sianida dimana efek yang ditmbulkan adalah HIPOKSIA
Gejala awal keracunan salisilat antara lain mual dan muntah, nyeri epigastrium /
perut dan kadang- kadang hematemesis. Pada intoksikasi ringan hingga sedang dapat
menimbulkan gejala hiperventilasi, berkeringat, demam, iritabilitas, tinnitus dan
hilangnya pendengaran

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 167 | A P T


MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!
OBAT OFF LABEL

Obat off-label adalah obat diluar indikasi yang tertera dalam label dan belum atau
diluar persetujuan oleh badan atau lembaga yang berwenang atau jika di
Indonesia adalah Badan POM:
Nama obat Klasifikasi indikasi obat Indikasi baru
Amitriptilin Antidepresi Analgesik neurpatik
Ketotifen Antialergi Meningkatkan nafsu makan
Prostaglandin analog sebagai Persalinan
Misoprostol sitoprotektif pada ulkus
peptikum
Metformin Oral antidiabetika PCOS, Memperbaiki siklus haid
Shingga Meningkatkan Kesuburan
Lamotrigin Antikonvulsan epilepsi Nyeri neuropati
Levamisol, Antelmintika Immunomodulator
Mebendazol
Selekoksib, Analgesika NSAIDCOX-2 Mencegah kanker kolorektal, kanker
Refokoksib payudara
Mukolitik Mencegah efek samping
N-Asetil Sistein radiokontras dan terapi kulit
Siproheptadin Antihistamin, antialergi Penambahan nafsu makan
Metoklorpramid Antimuntah-antimual Pelancar air susu ibu
domperidon
Terapi strasbismus dan Kosmetik pada mata
Botulinum toksin
spasme hemifacial dan
tipe A
Blefarospasme
Tramadol Analgesik Terapi ejakulasi dini
Slidenafil Gangguan disfungsi ereksi Terapi hipertensi pulmonar
Carbamazepine anti epilepsi mood stabilizer
anti kejang dan neuralgia gangguan bipolar, tremor/ gemetar,
Gabapentin, (nyeri saraf) post herpes pencegah migrain, nyeri neuropatik
anti-depressant pengatasan ejakulasi dini pada
Sertraline
pria
penyakit parkinson, diabetes untuk mengatasi tingginya tingkat
tipe 2 dan akromegali. hormon prolaktin yang bisa
Bromocriptine
menyebabkan galaktorea dan
prolaktinoma
Sumber: Dikutip dari buku Obat Kategori Off-Label dalam Aplikasi Klinik, Suharyono, 2009

IBU HAMIL  Vitamin untuk mengatasi pusing, lemas pada bumil adalah
vitamin B2 dan B3.

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 168 | A P T


MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!
CARA MINUM OBAT
OBAT Diabetes Melitus
Golongan obat Nama obat Cara minum obat
Sulfonilurea Glibenclamide 1 jam sebelum makan
Glimepirid, gliquidon, Segera sebelum makan atau saat
glipizid bersamaa sarapan
Biguanida Metformin Saat atau sesudah makan
Alfa glukosidase Akarbosa Telan dengan sedikit air minum
inhibitor bersamaa kunyahan pertama
makanan atau pada suapan pertama
makanan
Tiazolidindion Pioglitazon Sesudah makan
Glinid Repaglinid 15-30 menit sebelum makan
DPP- 4 inhibitor Sitagliptin, Sesudah makan
saxagliptin
SGLT- 2 inhibitor Dapa glifozin Sesudah makan

OBAT HIPERLIPIDEMIA
Golongan ob at Nama obat Cara minum obat
Statin Rosuvastatin, Diminum pada malam hari.
simvastatin, Catatan: beberapa statin yang
lovastatin, memiliki half time panjang seperti
atorvastatin, pravastatin, rosuvastatin dapan
pravastatin, diminum kapan saja
pitavastatin
Ezetimibe Sesudah makan
Fibrat Fenofibrat Sesudah makan
Gemfibrozil 30 menit sebelum sarapan dan
makan malam
Resin Asam Empedu Kolestiramin Sesudah makan

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 169 | A P T


MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!
OBAT OSTEOPOROSIS
Golongan obat Nama obat Cara minum obat
Bifosfonat Alendronate Na Diberikan dengan air sekurang-
Risedronate Na kurangnya 30 menit sebelum
sarapan, pada hari yang sama dan
tetap dalam posisi duduk/ tegak
selama sekurang-kurangnya 30
menit
Ibandronate Na Berikan dengan air sekurang-
kurangnya 60 menit sebelum
sarapan, pada hari yang sama dan
tetap dalam posisi duduk/ tegak
selama sekurang-kurangnya 60
menit
kalsium Calcitriol Diberikan bersamaan makan untuk
mengurangi rasa tidak nyaman pada
saluran cerna.

AGEN TROMBOLITIK R-TPA (Drug Information Handbook 21stED)


Agen trombolitik Cara pemberiaan
Alteplase Pada stroke iskemik akut, terapi obat ini diberikan
dalam waktu 4,5 jam sesudah timbulnya gejala.
Diberikan dalam 3 tahap selama 1,5 jam. Dosis
disesuaikan denf BB pasien < 65 kg:
1. 15% dosis sebagai IV bolus selama 1-2 menit
2. 50% sebagai dosis IV bolus selama 30 menit
3. 35% (final) sebagai IV infus selama 60 menit
Streptokinase Dosis pertama diberikan sefera setelah miokard infark,
diberikan secara IV 1,5 juta unit dalam 50-250 cc
larutan NaCl 0,9% selama 1 jam
Reteplase Double-Bolus Injection
10 unit bolus iV sesegera setelah onset gejala, 30 menit
kemudian, dosis kedua 10 unit IV bolus
Tenecteplase IV bolus selama 5-10 detik (single-bolus)

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 170 | A P T


MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!
EFEK SAMPING OBAT

Nama Obat: Tiotropium, Amitriptilin

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 171 | A P T


MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

Nama Obat: Siklofosfamid dan Ifosfamid, melfalan, metotreksat, 5-fluorourasil


(5-FU), sitarabin, merkaptopurin, Azatioprin, vinblastin,vinkristin, paklitaksel,
daunorubisin, doksorubisin, bleomisin, L-Asparaginase, Cisplatin, Karboplatin,
Kortikosteroid (deksametason, prednison).

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 172 | A P T


MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!
INTERAKSI OBAT

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 173 | A P T


MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 174 | A P T


MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!
COMMON MEDICATION LABORATORY MONITORING

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 175 | A P T


MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 176 | A P T


MODUL BELAJAR
obatukai.com
P~o.rMo,c.Lgt ~r11i.n'ir Po.rtner!

Hanya Untuk Kalangan Sendiri Dari Angkatan 27 177 | A P T