Anda di halaman 1dari 32

Bab 5

KLIRING
Perbankan
*

Kliring adalah
perhitungan utang piutang antara para peserta secara terpusat di satu
tempat dengan cara saling menyerahkan surat-surat berharga dan surat-
surat dagang yang telah ditetapkan untuk dapat diperhitungkan dengan
mudah dan aman, serta untuk memperluas dan memperlancar lalulintas
pembayaran giral

Hal 5 - 2 C’tive by Ticha


Perbankan
*

Tujuan dilaksanakan kliring oleh Bank Indonesia antara


lain :
1. memajukan dan memperlancar lalu lintas pembayaran giral
2. perhitungan penyelesaian utang piutang dapat dilakukan dengan lebih
mudah, aman dan efisien
3. salah satu pelayanan bank kepada nasabah

Hal 5 - 3 C’tive by Ticha


Perbankan
*

Warkat yang dikliring kan adalah :


*Cheque bank lain
*Bilyet Giro bank lain
*Surat perintah bayar lain
*Penerbitan wesel

Kesemua warkat dinyatakan dalam mata uang rupiah dan bernilai nominal
penuh

Hal 5 - 4 C’tive by Ticha


Perbankan
*

Ada dua macam penyertaan dalam kliring, yaitu:


* Penyertaan langsung, yaitu perhitungan warkat
secara langsung dalam pertemuan kliring
* Penyertaan tidak langsung, yaitu perhitungan warkat
dalam pertemuan kliring oleh suatu kantor bank
melalui kantor pusat atau melalui cabang lain.

Hal 5 - 5 C’tive by Ticha


Perbankan
*

Terdapat beberapa istilah yang perlu diperhatikan :


* Tolakan kliring,  tolakan atas warkat
* Postdated Cheque,  tanggal Cek/BG belum jatuh
tempo (Titipan)
* Cross Clearing,  Penarikan cek melalui kliring atas
beban dana yang diharapkan akan diterima penarik
dari setoran cek bank lain
* Call Money,  pinjaman bagi bank yang kalah
kliring (maks 7 hr).
Hal 5 - 6 C’tive by Ticha
Perbankan
*

Proses penyelesaian warkat-warkat kliring di lembaga kliring


(dilihat dari sisi bank)
*Kliring Keluar, membawa warkat kliring ke lembaga
kliring (Nota debet/kredit keluar)
*Kliring Masuk, menerima warkat kliring dari lembaga
kliring (Nota debet/kredit masuk)
*Pengembalian Kliring, pengembalian warkat yang
tidak memenuhi syarat yang
telah ditentukan.

Hal 5 - 7 C’tive by Ticha


Perbankan
*

Asumsi : Tn B melakukan setoran dengan Cek (Setoran


Kliring) di Bank ‘XYZ’

Lemb. Kliring
(BI) JKT
5 6

4 3

Bank ‘ABC’ Bank ‘XYZ’


JKT JKT
Tn A (Nas. Giro) 2 Tn B (Nas. Giro)
1
Hal 5 - 8 C’tive by Ticha
Perbankan
*
Alur Kliring
1. Tn. A bertransaksi dengan Tn B
2. Tn. A memberikan Cek pada Tn B
3. Tn. B sebagai nasabah Bank ‘XYZ’ melakukan setoran kliring
di Bank ‘XYZ’ dan Bank ‘XYZ’ mengirimkan Warkat (Nota
Debet  ND Keluar) kepada Lembaga Kliring
4. Lembaga Kliring akan meneruskan Warkat kepada Bank ‘ABC’
(Nota Debet  ND Masuk)
5. Setelah proses pengecekan dan cek dinyatakan syah, maka
dilakukan di informasikan (kliring retur )kepada Lembaga
kliring untuk mendebet rekening Bank ‘ABC’ di BI dan di
kredit ke rekening Bank ‘XYZ’
6. Penyampaikan hasil kliring kepada Bank ‘XYZ’ dan pihak Bank
akan mengkredit rekening Tn B

Hal 5 - 9 C’tive by Ticha


Perbankan
*

Asumsi : Tn A dari Bank ‘ABC’ melakukan setoran untuk


pengiriman uang ke Tn B di Bank XYZ

Lemb. Kliring
(BI) JKT 3
2

Bank ‘ABC’ Bank ‘XYZ’


JKT JKT
1
Tn A (Nas. Giro) Tn B (Nas. Giro)

Hal 5 - 10 C’tive by Ticha


Perbankan
*

Alur Kliring
1. Tn. A berencana mengirim uang ke Tn B
2. Tn. A melakukan transaksi pengiriman uang di Bank
‘ABC’ dan mengirimkan Warkat (Nota Kredit  NK
Keluar) kepada Lembaga Kliring
3. Lembaga Kliring akan meneruskan Warkat kepada
Bank ‘ABC’ (Nota Kredit  NK Masuk)

Hal 5 - 11 C’tive by Ticha


Perbankan
*

Warkat kliring yang diserahkan meliputi :


* Nota Debet Keluar,  menambah
* Nota Kredit Keluar,  mengurangi

Sementara itu warkat yang akan diterima meliputi :


* Nota Debet Masuk,  mengurangi
* Nota Kredit Masuk,  menambah

Hal 5 - 12 C’tive by Ticha


Perbankan
*

Gambaran perhitungan Kliring

ND Keluar ( +)
ND Masuk (-)
NK Keluar (-)
NK Masuk (+) +
(+/-)  Jika (+) maka menang Kliring
 Jika (-) maka kalah kliring

Hal 5 - 13 C’tive by Ticha


Perbankan
*

Setelah proses kliring berjalan, pada sore hari masing-masing


bank akan membuat perhitungan kliring untuk mengetahui
apakah bank tersebut menang atau kalah kliring.
* Bank yang menang kliring adalah bank yang jumlah
warkat tagihan warkat kliring melebihi pembayaran warkat
kliringnya.
* Bank yang kalah kliring justru sebaiknya, dimana pembayaran
warkat kliring lebih besar dari warkat tagihan.

Hal 5 - 14 C’tive by Ticha


Perbankan
*

Beberapa alasan penolakan kliring:


* Asal Cek atau BG salah
* Tanggal Cek atau BG belum jatuh tempo
* Materai tidak ada atau tidak cukup
* Jumlah yang tertulis dalam angka dan huruf berbeda.
* Tanda tangan dan atau cap perusahaan tidak sama
dengan spicemen, atau juga bisa tidak lengkap
* Coretan atau perubahan tidak ditandatangani
* Cek atau BG telah kedaluarsa (lewat dari 70 hari)

Hal 5 - 15 C’tive by Ticha


Perbankan
*

* Resi cek belum kembali


* Endosment cek tidak benar, artinya pemindahtanganan
antar nasabah dalam cek tidak benar atau tidak
memenuhi syarat
* Rekening sudah dituutp
* Dibatalkan oleh penarik dalam hal ini yang memiliki
rekening yang menerbitkan cek atau BG
* Rekening di blokir oleh yang berwenang
* Kondisi Cek atau BG tidak sempurna

Hal 5 - 16 C’tive by Ticha


Perbankan
* PENGERTIAN KLIRING
Sesuai PBI No.7/18/PBI/2005 tanggal 22 Juli 200,
Kliring:
“Pertukaran warkat atau data keuangan elektronik
antar Bank baik atas nama Bank maupun nasabah
yang hasil perhitungannya diselesaikan pada waktu
tertentu”

*Lalu lintas pembayaran giral :


suatu proses kegiatan bayar membayar dengan
wakat atau nota kliring, yang dilakukan dengan
cara saling memperhitungkan diantara bank-bank,
baik atas beban maupun untuk keuntungan nasabah
ybs.

Hal 5 - 17 C’tive by Ticha


Perbankan * POLA TRANSAKSI ANTAR BANK
Tanpa Kliring Dengan Kliring

BANK BANK
A A
BANK BANK BANK BANK
B F B F

KLIRING

BANK BANK BANK BANK


C E C E

BANK BANK
D D

Sumber : Bank Indonesia

Hal 5 - 18 C’tive by Ticha


Perbankan
*

* Bagi masyarakat, memberikan alternatif pembayaran


(transfer of value) efektif dan efisien dan aman.
* Bagi bank, merupakan salah satu advantage service
kepada nasabah, menjadi fee based income.
* Bagi Bank Sentral dapat secara cepat dan akurat
mengetahui kondisi keuangan suatu bank maupun
transaksi-transaksi yang terjadi di masyarakat,

Hal 5 - 19 C’tive by Ticha


Perbankan
*

* 10 Sept ’81  Kliring Lokal secara manual


* Awal 1990  Kliring Lokal secara otomatis
+ bantuan mesin baca pilah (reader
sorter) +/- 1000 warkat/menit.
* 18 Sept ’98  Sistem Kliring Elektronik Jakarta
(SKEJ) 8 Bank
* 18 Juni ’01  SKEJ seluruh Jakarta
* 22 Juli ’05  Sistem Kliring Nasional Bank
Indonesia (SKNBI)

Hal 5 - 20 C’tive by Ticha


Perbankan
*
1. Kliring penyerahan
Memperhitungkan warkat dan atau Data Keuangan Elektronik (DKE) yang
disampaikan oleh Peserta

2. Kliring pengembalian
Memperhitungkan warkat dan atau DKE debet kliring
penyerahan yang ditolak berdasarkan alasan yang
ditetapkan
*Retur warkat Debet
*Retur warkat Kredit

Hal 5 - 21 C’tive by Ticha


Perbankan
*
Penerimaan Persiapan On-Line
Prooffing
Warkat Warkat Reader Sorter

Reject
Re Entry

Balancing

Distribusi Distribusi ke Offline


Warkat Pigeon Hole Sorter

Hal 5 - 22 C’tive by Ticha


Perbankan
*

Sandi Transaksi
Sandi Bank
Nomor Rekening Nominal
Nomor Seri

Hal 5 - 23 C’tive by Ticha


Perbankan
*

Sandi Bank Sandi Transaksi

Nomor Seri Nomor Rekening Nominal

Hal 5 - 24 C’tive by Ticha


Perbankan
*
* Penyelenggara
SKNBI diselenggarakan oleh :
Penyelenggara Kliring Nasional (PKN)
Penyelenggara Kliring Lokal (PKL)
* Peserta
Setiap Bank dapat menjadi peserta SKNBI di suatu wilayah kliring
dengan persyaratan :
Telah memperoleh izin usaha atau izin pembukaan
Bank telah menandatangani perjanjian penggunaan SKNBI
menyediakan Terminal Peserta Kliring dan Jaringan Komunikasi
Data baik main maupun backup.

Hal 5 - 25 C’tive by Ticha


Perbankan
*
Peserta
STP dari Host Bank
TCP/IP
DKE Ekstranet BI SSK
Data
TPK base
Online

Monitoring
TPK Online
(Multi User) Intranet
Entry Manual KPK BI
Online

Internal Kirim offline ke KPK


setempat
Bank TPK Online
(Kantor Pusat)
RTGS, SSSS, SIKJJ

TPK TPK
Offline Offline
TPK TPK
Kantor Cabang
Kantor Cabang Penyelenggara
Hal 5 - 26 C’tive by Ticha
Perbankan
*
* Komponen Utama
Sistem Sentral Kliring (SSK)
Komputer Penyelenggara Kliring (KPK)
Terminal Peserta Kliring (TPK)
* Jaringan Komunikasi Data
Seluruh KPK wajib terhubung secara online ke SSK baik melalui
leased line atau dial up.
Setiap Bank wajib memiliki 1 TPK yang terhubung secara online
ke SSK

Hal 5 - 27 C’tive by Ticha


Perbankan
*
Bank Peserta Penyelenggara Lokal KPBI/SSK BI-RTGS
• Gabung DKE lokal
Prefund • Pilah warkat
(otomasi/manual) SSK :
Create DKE Gabung BSK-BSK
Settlement
Lokal National
Hitung BSK lokal Collation
• Kirim DKE ke
Penyelenggara (on- Kirim BSK lokal
line/off-line) ke SSK
• Bawa warkat ke
Penyelenggara Cetak laporan lokal
(BSK Individual,
inward, dll)

Distribusi warkat
dan laporan

Hal 5 - 28 C’tive by Ticha


Perbankan
*
Bank Peserta Penyelenggara Lokal KPBI/SSK BI-RTGS

Gabung DKE Kredit


Prefund • Gabung DKE
dari seluruh wilayah
• Kirim DKE ke SSK
kliring

Create DKE Kredit Down Load


Hitung BSK Kredit
Inward DKE Settlement
nasional
Kirim DKE :
• on-line
• off-line (disket) Distribusi inward kliring
dalam bentuk :
• Soft copy (DKE) DKE inward DKE per
Rekg.Nasabah atau wilayah kliring
• Hard copy

Inward DKE :
• via penyelenggara;
atau
• download via SSK
Hal 5 - 29 C’tive by Ticha
Perbankan

*
Sistem pembayaran
* Sistem Pembayaran Nilai Besar
(High Value Payment System) – Sistem RTGS

* Sistem Pembayaran Nilai Kecil


(Retail Payment System) – Sistem Kliring

Hal 5 - 30 C’tive by Ticha


Perbankan
*

Sistem BI-RTGS adalah proses penyelesaian akhir


transaksi (settlement) pembayaran yang dilakukan
per transaksi (individually processed / gross
settlement) dan bersifat real time (electronically
processed), dimana rekening peserta dapat didebit /
dikredit berkali-kali dalam sehari sesuai dengan
perintah pembayaran dan penerimaan pembayaran.

Hal 5 - 31 C’tive by Ticha


Perbankan
*

Bank Penerima
Bank Pengirim

Terima konfirmasi
Bank kirim perintah dari sentral RTGS
transfer dana u/ bank
penerima melalui Sentral Sistem RTGS
terminalnya ke sentral di KP-Bank Indonesia
RTGS (Jakarta)
• Cek kecukupan saldo bank pengirim
• Jika cukup, dana langsung dipindahkan dari rek.bank pengirim ke
rek.bank penerima
• Jika tidak cukup, transaksi akan ditempatkan pada antrian dan tidak
diproses, sampai dananya mencukupi

Hal 5 - 32 C’tive by Ticha