Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

Konsep Termodinamika Dan Dampaknya Pada Manusia


Disusun Untuk Memenuhi Tugas Fisika Kesehatan dan Biokimia Dalam Praktek Kebidanan

DosenPengampu : Bu Ana Zumrotun Nisak, M.Keb


Disusun oleh

1. Aisha Yulyantiha (12020170001)


2. Sri Zulaikah (12020170002)
3. Anita Safitri (12020170003)
4. Zuyyinati Awaliyani (12020170004)
5. Amalia Yuliyanti (12020170005)
6. Novia Ismawati (12020170006)
7. Siti Muafifah (12020170007)
8. Noor Fauziati (12020170008)

PRODI S1 KEBIDANAN KUDUS


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KUDUS
TAHUN 2020

i
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas berkat rahmat dan karunia-
Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini. Tidak lupa shalawat serta salam
semoga senantiasa tercurah limpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada
keluarganya, sahabatnya, sampai kepada umatnya hingga akhir zaman.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah fisika kesehatan
PTM Ke-3 adapun judul dari makalah ini yaitu Termodinamika.
Kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih sangat jauh dari kata
sempurna. Maka dari itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar menjadi
lebih baik lagi. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Kudus, 8 Desember 2020

Penyusun

DAFTAR ISI

ii
HALAMAN JUDUL............................................................................................................. i
KATA PENGANTAR........................................................................................................... ii
DAFTAR ISI.......................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................................... 1
A. Latar Belakang........................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah...................................................................................................... 1
C. Tujuan Penulisan........................................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN....................................................................................................... 2
A. Pengertian Termodinamika........................................................................................ 2
B. Hukum-hukum Termodinamika................................................................................. 2
C. Contoh – contoh Termodinamika.............................................................................. 6
D. Penerapan energy panas dalam pengobatan............................................................... 6
E. Penerapan energy dingin dalam pengobatan.............................................................. 8
F. Termografi dalam diagnosis...................................................................................... 9
BAB III PENUTUP............................................................................................................... 10
A. Simpulan.................................................................................................................... 10
B. Saran.......................................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................ 11

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Termodinamika adalah ilmu tentang energi, yang secara spesifik membahas tentang
hubungan antara energi panas dengan kerja. Energi dapat berubah dari satu bentuk ke
bentuk lain, baik secara  alami maupun hasil rekayasa teknologi.
Efek magnetokalorik di pakai untuk menurunkan temperatur senyawa
paramagnetikhingga sekitar 0.001 K. Secara prinsip, temperatur yang lebih rendah lagi
dapat dicapai dengan menerapkan efek magnetokalorik berulang-ulang. Jadi setelah
penaikan medan magnetik semula secara isoterm, penurunan medan magnetik secara
adiabat dapat dipakai untuk menyiapkan sejumlah besar bahan pada temperatur Tᶠ¹, yang
dapat dipakai sebagai tandon kalor untuk menaikan tandon kalor secara isoterm ynag
berikutnya dari sejumlah bahan yang lebih sedikit dari bahan semula. Penurunan medan
magnetik secara adiabat yang kedua dapat menghasilkan temperatur yang lebih rendah
lagi, Tᶠ², dan seterusnya. Maka akn tibul pertanyaan apakah efek magnetokalorik dapat
dipakai untuk mendinginkan zat hingga mencapai nol mutlak.
Pecobaan menunjukan bahwa sifat dasar semua proses pendinginan adalah bahwa
semakin rendah temperatur yang dicapai, semakin sulit menurunkannya.hal yang sama
berlaku juga untuk efek magnetokalorik.dengan persyaratan demikian, penurunan medan
secara adiabat yang tak trhingga banyaknya diperlukan untuk mencapai temperatur nol
mutlak.
Rankine Cycle kadang-kadang dikenal sebagai suatu Daur Carnot praktis ketika suatu
turbin efisien digunakan, T diagram akan mulai untuk menyerupai Daur Carnot.
Perbedaan yang utama adalah bahwa suatu pompa digunakan untuk memberi tekanan
cairan sebagai penganti gas. Ini memerlukan sekitar 100 kali lebih sedikit energy
dibanding yang memampatkan suatu gas di dalam suatu penekan ( seperti di Daur
Carnot)

B. Rumusan masalah
1. Apa pengertian termodinamika?
2. Apa hukum-hukum ternodinamika?
3. Saja Apa Contoh-contoh ternodinamika?
4. Apa saja penerapan energy panas dalam pengobatan?

1
5. Apa saja penerapan energy dingin dalam pengobatan?
6. Bagaimana termografi untuk diagnosis?

C. Tujuan
1.     Untuk mengetahui pengertian termodinamika
2.      Untuk mengetahui  hukum-hukum ternodinamika
3.      Untuk mengetahui contoh-contoh ternodinamika
4.      Untuk mengetahui penerapan energy panas dalam pengobatan
5.      Untuk mengetahui energy dingin dalam pengobatan
6.      Untuk mengetahui termografi untuk diagnosis

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian
Termodinamika berasal dari dua kata yaitu thermal (yang berkenaan dengan panas)
dan dinamika (yang berkenaan dengan pergerakan).Termodinamika adalah kajian
mengenai hubungan,panas, kerja, dan energy dan secara khusus perubahan panas
menjadi kerja.Hukum termodinamika pertama dan kedua dirumuskan pada abad ke-19
oleh para ilmuan mengenai peningkatan efisiensi mesin uap.Bagaimanapun hokum ini
merupakan dasar seperti hokum fisika lainnya.Mereka membatasi efisiensi amuba atau
ikan paus seperti mereka membatasi efisiensi mobil atau tenaga nuklir tumbuhan.
Thermodinamika yaitu ilmu yang menggambarkan usaha untuk mengubah kalor
(perpindahan energi yang disebabkan perbedaan suhu) menjadi energi serta sifat-sifat
pendukungnya,yang erat hubungannya sama energi,keja,panas,entropi,kespontanan
proses serta mekanik statik.

B. Hukum-hukum thermodinamika
1. Hukum Pertama TermodinamikaHukum ini terkait dengan kekekalan energi.
Hukum ini menyatakan perubahan energi dalam dari suatu sistem
termodinamika tertutup sama dengan total dari jumlah energi kalor yang disuplai ke
dalam sistem dan kerja yang dilakukan terhadap sistem. Hukum pertama
termodinamika adalah konservasi energi.Secara singkat, hukum tersebut menyatakan
bahwa energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan tetapi hanya dapat
berubah dari bentuk yang satu ke bentuk yang lainnya.Untuk tujuan termodinamik,
perlu lebih spesifik dan menguraikan hukum tersebut secara lebih
kuantitatif.Termodinamika memperhitungkan hubungan antara system S, misalnya
gas dalam silinder pada gambar 11.1 dan lingkungan εdi sekelilingnya.Lingkungan
adalah segala sesuatu yang ada di luar system yang dapat mempengaruhi system,
dimana pada banyak kasus termasuk pada sekeliling system.Sistem dan lingkungan
merupakan semesta U.
Energi sestem (Es) adalah jumlah energi kinetik molekul-molekul system
( energi termal) dan energi potensial atom-atom dalam molekul (energi kimia).Energi
Esbergantung pada keadaan system,berubah ketika keadaan berubah. Jika sumber

3
panas adalah bagian dari lingkungan, energi Eεlingkungan juga berubah.Hukum
pertama termodinamika mengatakan bahwa energi Eu semesta
Eu= Es+ Eε
Tidak berubah.Ini berarti, jika Esdan Eεadalah energi sistem dan lingkungan
ketika sistem berada pada satu keadaan dan E’s dan E’εadalah energi ketika sistem
berada pada keadaan lain, maka
E’s+ E’ε= Es+ Eεatau (E’s– Es) + ( E’ε- Eε)
Seperti sebelumnya, delta digunakan sebagai awalan yang berati “perbedaan
dalam“ atau „perubahan dari“.Secara spesifik ∆ES adalah energi dari keadaan
akhirsistem dikurangi energi dari keadaan awal,
∆ES= E’S – ES
Dan ∆ES adalah energi akhir lingkungan dikurangi energi awal
∆Eε= E’ε– Eε
Hubungan simbol-simbol persamaan 11.2 dapat dituliskan
∆ES + ∆Eε= 0 atau
∆ES = -∆Eε
hukum pertama 11.3Ini adalah ungkapan matematika yang sesuai untuk
hukum pertama termodinamika.Persamaan tersebut digunakan untuk menghitung
perubahan energi sistem jika perubahan energi lingkungan diketahui, dan serbaliknya.
2. Hukum kedua Termodinamika
Hukum kedua termodinamika terkait dengan entropi.Hukum ini menyatakan bahwa
total entropi dari suatu sistem termodinamika terisolasi cenderung untuk meningkat
seiring dengan meningkatnya waktu, mendekati nilai maksimumnya.Sebuah benda
dengan massa m dilepaskan dari ketinggian h secara spontan jatuh ke tanah,
kemudian diam. Pada situasi ini energi semesta adalah jumlah energi termal benda,
energi termal tanah dan energi mekanik benda.Sebelum dilepaskan, benda
mempunyai energi mekanik yang sama dengan energi potensialnya U = mgh, dan
setelah benda tersebut diam di tanah, energi mekaniknya nol.Pada proses ini, dengan
gemikian energi mekanik semesta berkurang dari mgh menjadi nol.Jika energi total
semesta tidak berubah (hukum pertama termodinamika), energi termal semesta dapat
meningkat dengan mgh.Peningkatan energi termal menunjukan peningkatan yang
kecil pada temperatur benda dan tanah.Sebagaimana diketahui dari pengalaman
sehari-hari bahwa suatu benda yang awalnya diam di tanah tidak akan pernah secara
spontan meloncat ke udara.Hal tersebut tidak mungkin terjadi karena melanggar

4
hukum pertama.Jika sebuah benda meloncat ke udara, akan terjadi peningkatan
energi mekanik semesta.
Hal ini tidak akan melanggar hukum pertama, bagaimanapun jika terdapat
hubungan penurunan energi termal semesta.Hukum pertama tidak menjelaskan
mengapa benda tidak pernah meloncat ke udara secara spontan.Proses benda
meloncat ke udara secara spontan adalah kebalikan dari proses benda jatuh ke tanah
secara spontan.Satu proses terjadi dengan mudah.
Sedangkan proses kebalikannya tidak akan pernah terjadi sama sekali.Banyak
proses irreversibel yang lain yang dapat terjadi hanya dalam satu arah.Sebagai
contoh, ketika benda yang dingin dan benda panas bersentuhan, kalor selalu mengalir
dari benda panas kebenda yang dingin, dan tidak pernah dari benda dingin ke benda
yang panas.Akibatnya suhu benda yang panas menurun, sedangkan suhu benda yang
dingin meningkat.Jika proses kebalikan yang terjadi, benda yang dingin akan menjadi
lebih dingin sedangkan benda yang panas akan lebih panas.
Contoh lain, tinta diteteskan kedalam segelas air, menyebar hingga tinta
tersebut dalam air.proses kebalikannya, dimana campuran air dan tinta secara spontan
memisah menjadi air murni dan tinta murni, tidak akan pernah terjadiFormulasi
Kelvin-Planck atau hukum termodinamika kedua menyebutkan bahwa adalah tidak
mungkin untuk membuat sebuah mesin kalor yang bekerja dalam suatu siklus yang
semata-mata mengubah energi panas yang diperoleh dari suatu reservoir pada suhu
tertentu seluruhnya menjadi usaha mekanik. Hukum kedua termodinamika
mengatakan bahwa aliran kalor memiliki arah; dengan kata lain, tidak semua proses
di alam semesta adalah reversible (dapat dibalikkan arahnya). Sebagai contoh jika
seekor beruang kutub tertidur di atas salju, maka salju dibawah tubuh nya akan
mencair karena kalor dari tubuh beruang tersebut. Akan tetapi beruang tersebut tidak
dapat mengambil kalor dari salju tersebut untuk menghangatkan tubuhnya. Dengan
demikian, aliran energi kalor memiliki arah, yaitu dari panas ke dingin. Satu aplikasi
penting dari hukum kedua adalah studi tentang mesin kalor.
3. Hukum ketiga Termodinamika
Hukum ketiga termodinamika terkait dengan temperatur nol absolut. Hukum
ini menyatakan bahwa pada saat suatu sistem mencapai temperatur nol absolut,
semua proses akan berhenti dan entropi sistem akan mendekati nilai minimum.
Hukum ini juga menyatakan bahwa entropi benda berstruktur kristal sempurna pada
temperatur nol absolut bernilai nol.

5
C. Contoh - contoh thermodinamika
1. Termos
2. Mesin kendaraan bermotor
3. Lemari es
4. Ac

D. Penerapan energi panas dalam pengobatan


Penerapan energi panas dalam pengobatan
1. Metode Konduksi
a. “Apabila ada perbedaan temperatur  antara kedua benda maka panas akan
ditransfer secara konduksi yaitu dari benda yang lebih panas ke benda yang lebih
dingin”.
b. Pemindahan energi panas total tergantung pada luas daerah kontak, perbedaan
temperatur, lama melakukan kontak, material konduksi panas.
Contoh:
1) Kantong air panas/botol berisi air panas ; efisien untuk pengobatan    nyeri
abdomen (perut)
2) Handuk panas ; efektif untuk spasme otot, fase akut poliomyelitis.
3) Turkish batsh (mandi uap) ; sebagai penyegar atau relaksan otot.
4) Mud packs (lumpur panas) ; mengonduksi panas ke dalam jaringan,
mencegah kehilangan panas.
5) Wax bath (parafin bath) ; efisien untuk mentransfer panas pada tungkai bawah
terutama orang tua. Cara Wax Bath : wax diletakkan di dalam bak dan
dipanaskan sampai temperature 1150- 1200F . Kaki direndam selama 30
menit-1 jam.
6) Electric Pads. Caranya : melingkari kawat elemen panas yang dibungkus
asbes atau plastic. Dilengkapi dengan termostat.
7) Metode konduksi bermanfaat untuk pengobatan terhadap penyakit neuritis,
Sprains, Strain, Contusio, Sinusitis, Low Back Pain
2. Metode Radiasi
a. Untuk pemanasan permukaan tubuh serupa dengan pemanasan dengan sinar
matahari atau nyala api.
b. Sumber radiasi :
1) Electric fire

6
a) Old type fire ; Memiliki daya 750 W, range radiasi antara merah -
mendekati infra red, panjang gelombang < 15.0000 A0, untuk home
treatment.
b) Pensil Bar tipe ; Menggunakan reflector rectangular dan shape like
acoustic type.
2) Infra Merah ;
- Memakai lampu pijar berkisar antara 250 – 2000 W, diberi filter merah.
- Gelombang infra red yang dipakai antara 800 – 40.000 nm.
- Penetrasi energi / gelombang pada kulit ± 3 mm dan meningkat di
permukaan kulit.
- Lebih efektif bila dibandingkan dengan metode konduksi panas, karena
penetrasi energi panas ke jaringan lebih dalam
3) Metode Elektromagnetis
Ada dua jenis :
a.    Short wave diathermy (diatermi gelombang pendek)
-    Digunakan pada kram otot (muscle sprain), nyeri pada intervertebrale
disk, penyakit degeneratif pada persendianm radang bursa (bursitis)
-    Dua macam metode elektromagnetis :
•   Teknik Kondensor (Conductor technique) ; Bagian tubuh sebelah
menyebelah diletakkan dua metal plate like electrode. Pada permukaan
electrode diberikan larutan elektrolit. Dengan adanya aliran AC (bolak-
balik), molekul tubuh menjadi agitasi karena kenaikan temperature.
•    Diatermi Metode Induksi (Inductothermy) ; Bagian tubuh yang akan
dipanasi, dililitkan dengan kabel, lalu dialiri listrik. Jaringan tubuh tidak
berada dalam sirkuit, tetapi terletak dalam median magnet dari suatu
koil. Frekuensi yang dipakai 1 MHz.

b.    Micro Wave Diathermy (Diatermi gelombang mikro)


 Digunakan untuk patah tulang (Fraktur), Sprains dan Strains,
Bursitis, Radang tendon, Artritis.
 Menggunakan magnetron untuk menghasilkan gelombang radio
dengan osilasi pada frekuensi 900 MHz.

7
 Besar energinya terletak antara short wave diathermy dan infra
merah.
4) Gelombang ultrasonik
 Diperoleh dari gelombang bunyi (Audible Sound) dengan frekuensi
hampir 1 MHz.
 Jaringan yang akan diobati ditempeli permukaannya oleh  piezo
electric transduser dengan intensitas 5 W/cm2.
 Lebih efektif pada tulang dibandingkan pada soft tissue oleh karena
tulang lebih banyak menyerap panas
 Bisa digunakan untuk terapi (pengobatan) dan diagnostik.

E. Penerapan energi dingin dalam pengobatan


1. Penyimpanan darah (Bank Darah). Agar darah bertahan lama dilakukan dengan dua
teknik :
•    Thin Walled container / wadah berdinding tipis ; Wadah dibuat dari metal tipis,
terdiri dari dua dinding. Volume darah berada di antara dua dinding. Juga
dimasukkan Liquid Nitrogen, terbentuk darah Frozen, disimpan pada Nitrogen cair (-
1960C).
•    Blood Sand Method ; Darah disemprot pada permukaan cairan Nitrogen,
terbentuk butir-butir, lalu dikumpulkan dan disimpan di wadah khusus.
2. Penyimpanan Sperma (Bank Sperma)
 Penyimpanan Bone Marrow (Sumsum tulang)
 Penyimpanan jaringan tubuh  lainnya.
 Penyimpanan obat-obat an
 Pengobatan edema akibat trauma akut dan sakit kepala ; memakai ice
bag/kantong es.
 Pengobatan nyeri dan bengkak lokal ; dipakai kompres dingin
 Operasi Jaringan Kanker ; memakai cairan nitrogen untuk merusak jaringan
kanker yang luas. Untuk beberapa jenis sel, dibantu dengan gliserol atau dimethil
sulfonat sebagai proteksi agent.

8
F. Penerapan termografi untuk diagnosis
Fenomena keabnormalan operasi atau kinerja suatu sistem dapat diketahui melalui
parameter temperatur kerja yang terjadi,baik sistem ini berupa sebuah proses kerja
sebuah sistem permesinan maupun aktivitas proses tubuh kita.
Temperatur memegang peranan yang cukup penting untuk mendeteksi terjadinya sebuah
gangguan atau ketidaknormalan kerja sistem.
Fenomena ini dengan mudah dapat dideteksi melalui pengamatan dengan Termografi
Inframerah dengan mengamati distribusi panas yang terjadi pada sebuah gambar termal
(termogram) melalui beberapa parameter analisa guna prediksi atau analisa lanjut.
Keuntungan Termografi
 Dapat menunjukkan gambaran visual sehingga suhu di atas area yang luas dapat
dibandingkan.
 Mampu menangkap target bergerak secara real time
 Dapat digunakan untuk mengukur atau mengamati di daerah-daerah berbahaya
 Dapatdijadikanalatujinon-destruktif
 Dapat digunakan untuk menemukan cacat dalam shaft dan bagian logam lain
 dapat digunakan untuk melihat sesuatu dengan lebih baik di daerah gelap.
 Kegunaan kamera Termografi Inframerah dalam bidang kesehatan terutama untuk
membantu mendiagnostik gangguan dalam fungsi tubuh yang berakibat pada
timbulnya penyakit. Dagnostik dilakukan dengan mengamati dan mengkaji peta
distribusi panas yang tampak untuk dapat segera diambil tindakan medis secara cepat.

9
BAB III
PENUTUP

A.Kesimpulan
Bahwa termodinamika, merupakan Ilmu yang mempelajari tenteng Energi spesifiknya
mengenai energi panas dan kerjanya, dll. Proses yang terjadi didalamnya bisa terjadi secara
alami ataupun rekayasa teknologi.
B. Saran
Kita sudah sepatutnya bersyukur atas kejadian- kejadian alam yang bermanfaat bagi
kita dan harus bisa menggali ilmu alam itu lebih dalam. Selain itu diharapkan ada tambahan
materi mengenai Termodinamika ini, karena apa yang kami muat didalam makalah ini belum
tentu sempurna dan baik.

10
DAFTAR PUSTAKA

Cameron JR, et al. 2006. Fisika Tubuh Manusia . Jakarta : Sagung Seto, hal :19-41
Gabriel, J.F, 1996. Fisika Kedokteran, Jakarta : EGC, hal : 99-139

11

Anda mungkin juga menyukai