Anda di halaman 1dari 53

Abstaksi

Haleluya !

Terpujilah Tuhan Yesus Kristus, yang adalah Tuhan segala Tuhan dan Raja segala Raja. Atas
kasih karunianya memperbolehkan kita belajar segala Firman Tuhan yang hidup dan berkuasa
atas hidup kita. Saat ini penulis berkesempatan untuk membagikan apa yang penulis dapatkan
dan memperlihatkan yang terjadi dunia saat ini, walaupun tidak banyak informasi yang
diberikan. Tetapi percayalah dunia ini telah berubah dan sedang menggiring pemikiran manusia

Sehingga kebanyakan orang menganggap ringan apa yang terjadi dalam dunia ini dan
menganggap bahwa manusia harus berubah dan terus berinovasi. Bahkan sampai ada
beberapa dengan sengaja maupun tidak, memasukan unsur duniawi dalam ibadah dengan
bertujuan inovasi dan menarik anak anak dunia untuk masuk ke dalam gereja.

Apakah mereka mengetahuinya atau tidak bahwa sosial budaya dan tatanan dunia yang
mereka bawa masuk kedalam gereja menjadi buah simalakama. Di mana mereka terjebak
dalam sebuah sudut pandang manusia dan pola kebenaran semu yang mau tidak mau mereka
pakai sebagai standart pertumbuhan gereja.

Dan secara tidak langsung, mereka menghilangkan identitas sebagai seorang anak Allah,
sehingga dasar pengajaran atas pengenalan akan siapa Tuhan Yesus Kristus dan mempelajari
segala hukumnya menjadi nomor dua. Mereka lebih mengandalkan pengalaman mereka,
toleransi mereka, inovasi yang dianggap benar, bahkan gaya dan pengaruh dunia yang mereka
gunakan untuk menarik jiwa jiwa.

Apakah itu benar ? apakah itu inti dari Kristen atau ini hanya agama ? inilah pertanyaan yang
akan kita bahas secara cari tahu akan kebenaran hal tersebut. Hal ini bukan untuk menjadi
perdebatan dengan logika dan emosi semata, tetapi bersama sama mencari kebenaran Firman
Tuhan dan saling menguatkan.

Kiranya Roh Kudus berikan kita hikmat, kemampuan, dan memimpin hidup kita kepada
Kebenaran. Dan biarlah semunya ini dari Tuhan Yesus Kristus, oleh Tuhan Yesus Kristus dan
untuk kemuliaan nama Tuhan Yesus Kristus saja. Amin

Penulis


Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 1
Bab 1 Pendahuluan
Dalam sejarah kehidupan manusia yang pernah tercatat dalam catatan sejarah bahkan kitab
suci, sosial budaya merupakan sebuah pola yang terbentuk dari beberapa dogma yang menjadi
doktrin serta menjadi aturan hidup yang dianggap sebuah kebiasaan yang disebut dengan
kenormalan bagi semua manusia. Dan jika kenormalan itu dilanggar, maka hal tersebut sebuah
pelanggaran.

Dalam kitab Kejadian yang di pegang dan landasan dasar oleh sebagian umat manusia kita (
khususnya agama Kristen, Islam, dan Yahudi) , bahwa sosial budaya merupakan anugrah yang
sangat besar yang diberikan oleh Sang Pencipta yaitu Firman Allah yang hidup.

Dimana pada awalnya manusia diciptakan agar manusia dapat melakukan berbagai hal yang
menyenangkan Sang Pencipta. Dimana sang pencipta menetapkan sebuah dogma /
kenormalan yang dijalankan oleh umat manusia yang pertama pada saat itu. Dimana manusia
bekerja dalam keteraturan yang luar biasa baik dan mendapatkan yang terbaik pula dari Sang
pencipta. Hingga sang Pencipta sependapat untuk memberikan seorang penolong yang lain
untuk dapat menjalankan dogma tersebut.

Sehingga dogma itu dapat terus dikembangkan oleh sang Pencipta dengan adanya perintah
untuk beranakcuculah kepada manusia. Tetapi dalam perjalanannya, kita semua tahu bahwa
dogma tersebut dilanggar oleh manusia. Karena pelanggan telah ada, maka sebagai timbal
balik dari kesalahan tersebut itupun ada ( yang kita sebut dengan hukuman). Dan seperti yang
kita tahu bahwa hukuman yang diterima oleh manusia yaitu kehilangan kemuliaan yang
diberikan oleh sang Pencipta / Allah serta diusirnya mereka dari taman Eden / tempat Allah
menetapkan manusia / tempat yang memiliki kenormalan atau sosial budaya yang sangat baik
bagi manusia.

Pada saat itu pula ketidaknormalan pun terjadi dalam hidup manusia. Manusia memiliki rasa
malu dan bersalah. Kebiasaan manusia yang selalu bertanya dan berbicara dengan Allah
menjadi terputus . Manusia mulai berusaha dengan jeri payahnya untuk bertahan hidup dan
merasakan sakit yang luar biasa. Bahkan karena tidak adanya komunikasi dengan Allah karena
kesalahan, maka manusia berusaha mencari kebenarnya sendiri dan apa yang dicari manusia
semuanya sia sia. Seperti dedaunan yang dipakai oleh manusia menutupi dirinya. Maka dengan
kebenarannya sendiri manusia berusaha menemukan kebenaran dan membenarkan dirinya
sendiri.

Tetapi di balik itu semua Sang Pencipta pun sebenarnya tidak tinggal diam, Dia sudah
menyiapkan segala rencana penyelamatan yang luar biasa atas hidup manusia.

Salah satu contohnya yang paling nyata yaitu Allah pun memberikan pakaian dari bulu domba .
sehingga manusia tidak kedinginan maupun merasa malu dan tidak selalu berganti pakaian
karena pakaiannya selalu layu dan hancur.

dalam hal ini melambangkan bagaimana Allah memberikan gambaran / skema bagaimana
manusia harus selalu mengikuti apa yang benar yang dari Tuhan yang merupakan sebuah
kenormalan yang sebenaranya. Melalui pengambaran bulu domba yang diberikan oleh Allah


Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 2
dari domba sembelihan dan darah yang tertumpah (pengorbanan Anak Domba Allah), Manusia
bisa mendapatkan kembali pakaiannya dan memiliki kenormalan Allah yang pernah ada dalam
hidup manusia sehingga dapat bergaul dengan Allah.

Tetapi dalam perjalanannya, manusia semakin lama semakin mempercayai sebuah kebenaran
yang semu. Dimana kebenaran yang semu itu menjadi sebuah doktrin dan sosial budaya bagi
orang di sekitarnya. bahkan kebenaran yang semu (kehidupan normal semu) ini terus
berkembang dan terus berkembang sehingga menjauhi kebenaran / kenormalan yang benar.
Hal ini ditandai dengan tindakan manusia yang semakin menjauhi kebenaran itu. Bahkan kita
dapat melihat keturunan kain, justru kebenaran yang mereka pegang adalah kebenaran semu
yang bersandar kepada logika dan ilmu pengetahuan.

Bagaimana dengan orang orang yang selalu memegang kebenaran Allah dan memiliki sosial
budaya / doktrin yang benar dalam lingkungannya? Orang yang selalu mau mengenal Allah,
maka mereka dapat bertemu dengan Allah dan memanggil nama Tuhan. Dalam perjanjian lama
pun kita dapat melihat bahwa Henokh diangkat oleh Allah, karena bergaul dengan Allah.

Tetapi hal ini, tidak berlangsung lama karena ketidaknormalan itu pun bertambah kuat
posisinya sehingga bisa dikatakan normal bagi orang pada masa itu. kenapa hal ini bisa terjadi
? karena anak anak dari keturunan Henokh tidak menjaga hubungan dan kenormalan dari
Allah, melainkan mengambil / menikahi / mengawini anak anak manusia ( orang yang
menerapkan kehidupan normal semu atau hidup berdosa di hadapan Allah).

Sehingga batasan antara orang yang mempertahankan kebenaran yang sejati menjadi buram
sehingga dosa masuk dan mempengaruhi manusia secara keseluruhan. Sehingga pada zaman
Nuh, Allah menghapuskan seluruh umat manusia dengan air bah. Hanya keluarga Nuh yang
taat akan perintah Tuhan ( berbalik kepada kenormalan yang sejati) sehingga mereka di
selamatkan Allah , walaupun di anggap gila oleh orang banyak yang memilik sosial budaya dari
ketidaknormalan Allah.

Tetapi dalam perkembangannya, Setelah zaman Nuh kita melihat bahwa kebiasaan yang terjadi
sebelum zaman Nuh masih kembali terjadi pada anak cucu Nuh tahun atau di generasi
berikutnya, Walaupun mereka mungkin sudah diajarkan oleh Nuh tentang Allah yang hidup
yang menolong mereka.

Tetapi apa yang terjadi dalam hidup mereka, menimbulkan pemikiran untuk mulai mengubah
kenormalan yang diajarkan dengan logika dan pengetahuan manusia berusaha untuk berkuasa
atas segalanya melawan kenormalan Allah. Sehingga logika, pengetahuan dan kekuasaan ini
memiliki pemikiran untuk sejajar dengan Sang Pencipta (Tuhan Yesus Kristus) dengan
pemikiran yang sangat terbatas dan kemampuan yang terbatas.

Bab 2 : Awal Pengetahuan dan Logika Vs Kenormalan Allah


Ketika pengetahuan kita tidak tunduk akan kenormalan Tuhan maka Pengetahuan manusia
yang memegang kenormalan dan kebenaran yang semu ( emosi dan logika / keinginan daging )
dan melupakan kebesaran Allah. Mereka lupa bahwa kenormalan Allah adalah sebuah yang
mutlak dan tidak dapat disangkal oleh apapun. Allah mampu untuk melihat, mengadili,


Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 3
memutuskan, melakukan segala perkara dan mampu mengubah segala pekara.

Ketika pengetahuan dan logika manusia terus berkembang, hanya sebagian kecil manusia
yang tetap percaya kepada Allah dan masih taat kepada Tuhan. Ketika manusia dengan logika
dan kenormalan yang semu ingin menyamai Allah. Maka Allah ( Bapa, Anak dan Roh Kudus)
mengacaukan bahasa seorang dengan yang lain. sehingga tidak dapat berkomunikasi lagi satu
dengan yang lainnya , sehingga berhenti pembangunan menara Babel itu dan orang orang
yang bersepakat membangun menara babel itu diserakkan ke seluruh bumi dengan bahasa
masing masing.

Dari sinilah sosial budaya yang berdasar pada pengetahuan dan logika yang rumit mulai
terbentuk dari dogma dan doktrin yang berbeda-beda sesuai dengan pemahamannya, bahasa,
dan tempat dimana manusia tinggal dan hidup secara berkumpul. Dengan berjalannya waktu
manusia yang tidak mempunyai kepercayaan kepada Allah mulai merasakan dan menyadari
bahwa di luar tubuhnya bahkan sesuatu yang tidak dapat dilihat memiliki kuasa yang lebih
besar dibandingkan dirinya sendiri ( yang merupakan Allah - dalam nama Tuhan Yesus Kristus-
selalu mengawasi semua manusia dari pertama manusia diciptakan ).

Sehingga terbentuk oleh dogma tersebut dan terus mencari Yang Berkuasa, tetapi mereka tidak
menemukannya sehingga mereka menjadi animisme ( dimana mereka mempercayai allah yang
hanya terlihat oleh mata mereka sebagai bentuk yang besar dan seolah olah memberikan
mereka perlindungan dan keuntungan - hal ini dipertegas setelah zaman Nuh dengan cara
sesuai dengan logika dan pengetahuan mereka).

Hal ini pun terus berkembang dimana kepercayaan ini menjadi sebuah dogma yang terus
menerus diturunkan kepada anak dan semakin jauh dari kebenaran dan kenormalan yang
benar. Begitu juga dengan orang yang tetap percaya dan setia kepada Tuhan, Walaupun tidak
ada suara Tuhan sudah cukup lama. Tetapi dogma yang benar diajarkan oleh orang tua (
khususnya keturunan Sem - Terah) dipegang teguh dalam kondisi dan situasi apapun akan
menghasilkan sesuatu yang baik dan tidak akan pernah sia sia.

Ketika Abram, seorang keturunan yang memegang segala dogma yang diajarkan turun
temurun, Maka kita dapat melihat bahwa ada rencana dan bimbingan Tuhan Yesus Kristus
yang luar biasa dalam hidup Abram dan keluarga.

Bab 3 : Keyakinan pada Kenormalan Allah


Hal ini semakin di perlihatkan pada Abram dimana ketika Allah berbicara langsung kepada
Abram untuk keluar dari rumah bapaknya kepada Negeri yang Tuhan Yesus Kristus tunjukkan
kepada Abram di masa yang akan datang. Disini pun Abram juga diberikan Janji Allah akan
kehidupannya dan perlindungan dari Allah.

Jika kita melihat dari sisi kenormalan semu yang dimiliki manusia, Abram merupakan salah satu
orang yang sangat berani karena dogma yang diajarkan bahwa mereka harus hidup dalam
kelompok besar yang saling melindungi dan saling menjaga. Tetapi dengan perlindungan
Tuhan dan keyakian yang teguh akan kenormalan Allah dan rencana Allah dalam hidupnya.


Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 4
Maka jika kita melihat rencana Allah yang ada pada Abram merupakan sebuah rancangan
kehidupan yang luar biasa. Dimana Tuhan Yesus Kristus menyatakan kekuasaannya dengan
memberikan daerah itu kepada Abram dengan cara kedatangan Tuhan Yesus Kristus dan
bertemu dengan Abram dan menegaskan kembali akan janjiNYA. Hal ini diteguhkan kembali
dengan Abram mendirikan sebuah mezbah dan memanggil nama Tuhan disana.

Tetapi apa yang menjadi sebuah kenormalan baru ( kenormalan yang semu / kebenaran yang
semu) bahwa sosial budaya seorang akan terdampak / dilihat orang jika orang tersebut memiliki
materi yang sangat banyak misalnya ternak , perak dan emas yang mereka miliki sedangkan
Abram tidak memilik hal tersebut.

Apakah janji Tuhan Yesus Kristus hanya sampai situ ? Tentu jawabnya adalah tidak.
Kenormalan Tuhan dan kebenaran Tuhan adalah pedoman dan dogma yang hidup. Dimana jika
pedoman dan dogma Yesus Kristus itu kita pegang, segala kebutuhan bahkan segala berkat
mengikuti perjalanan hidupnya.

Hal ini dapat terlihat bagaimana Allah memberikan kekayaan kepada Abram. Dimana ketika
kondisi lagi susah disitu Allah memberikan Abram kekayaan dan Tuhan Yesus Kristus pun
lindungi Abram dan istrinya sehingga tidak melakukan hal yang tidak normal dihadapan Tuhan
(dosa). Hal ini adalah dasar bagaimana Abram tetap bertaham dan menjadi terang di
sekitarnya.

Bab 4: Rencana Allah Vs Logika Manusia


Ketika Allah sudah memilih dan orang yang dipilih-NYA berjalan sesuai dengan kenormalan /
kebenaran dalam Tuhan Yesus Kristus, maka rencanaNYA yang indah selalu terjadi. Seperti
yang dialami oleh Abraham, dimana sampai hari tuanya Abraham belum mempunyai anak/
keturunan, Bagaimana janji Allah dapat di tepati ?

kita perlu ingat bahwa kenormalan Allah adalah kenormalan absolud dimana dia mampu
mangadakan segala perkara, karena Dia yang menciptakan segalanya dari awal dan
mengakhirnya di akhir sesuai dengan kehendak dan rencananya. Dengan dasar ini, maka
Abraham memiliki seorang anak yang merupakan keputusan dan rencana Tuhan di masa
tuanya.

Tetapi sebelum anak pilihan dan rencana Tuhan terjadi yang merupakan anak yang memang
dilahirkan dari Abram dan Sarai, Sarai memikirkan janji Allah dengan egonya sendiri dan
mengira bahwa apa yang dilakukan adalah rencana Allah. Sehingga Sarai memberikan
budaknya yang perempuan bernama Hagar. Akhirnya Hagar memiliki seorang anak dari Abram
yang diberi nama Ismail, tetapi pada akhirnya Hagar memandang rendah Sarai.

Sehingga singkat cerita Sarai mengadukannya kepada Abraham, dan mengusir Hagar dan
anaknya (Ismail) sebagai sebuah solusi bagi Sarai. Sehingga dari keturunan Ismail yang masih
merupakan anak dari Abraham, Sehingga janji Allah tetap berlaku walaupun Ismail merupakan
hasil dari logika manusia. Ismail tetap hidup, pemeliharaan tetap berlaku dan nubuatan (
rencana Tuhan ) yang diberikan kepada Ismail tetap berlaku dalam hidupnya.


Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 5
Hal ini juga berlaku bagaimana lot memilih sebuah tempat yang nyaman bagi dirinya dan
kelompoknya. Dimana ketika Kita tahu ujungnya bahwa adalah celaka besar terjerumus pada
kehidupan normal semu bahkan budaya dosa yang normal bagi tempat tersebut. ( dosa Sodom
dan Gomora)

Sehingga Lot dan keluarganya harus di keluarkan dari sana. Tetapi keluarga Lot yang sudah
cukup lama tinggal disana sudah cukup banyak terpengaruh oleh kenormalan dan kebudayaan
kelompok dimana dia hidup. Sehingga ketika mereka keluar, istri Lot menoleh kebelakang
sehingga menjadi tiang garam sedangkan anak anak Lot dan Lot sendiri jatuh ke dalam dosa
yang dilakukan atau dianggap normal oleh penduduk Sodom dan Gomora. Sehingga mereka
tidak pernah di tulis kembali di dalam Firman Allah.

Segala kenormalan manusia yang semu berlandaskan pada logika manusia hanya sebuah
kesia-siaan semata. Karena apa yang dilakukan manusia hanya dapat memikirkan jangkan
pendek , walaupun manusia memikirkan hal yang besar, jangka panjang dan luar besar di
masa depan tetapi semuanya hanya hanya sebatas pemikiran dan keidealisan menurut
manusia.

Bab 5: Pemisahan dan Terpisah


Setelah kita melihat apa yang terjadi pada Abraham, maka Kita melihat bahwa Allah
memisahkan keturunan yang menjadi perjanjian Allah dengan keturunan yang hidup menurut
kebenaran yang semu.

Kita dapat melihat dimana orang orang setia kepada kenormalan Allah akan terus belajar
mengenal Tuhan, Maka Allah memberikan sebuah tanda fisik yang merupakan identitas
manusia kepunyaan Allah ( tanda itu berupa sunat). Sunat yang merupakan tanda atau identitas
yang jadi penerima perjanjian Allah dan tidak. Sehingga orang yang mengenal Tuhan akan
dapat diketahui dan menjadi berbeda dengan orang lain.

Hal ini sejalan dengan apa yang Tuhan ajarkan bagi Kita didalam "Skematologi Minggu
Pencipta" yang Kita pelajari. Bahwa ketika manusia mengenal Tuhan Yesus Kristus dan
percaya sepenuhnya kepada segala rencana-NYA, maka Iman yang teguh akan timbul menjadi
landasan dasar atas segalanya sesuai dengan kenormalan Tuhan (Kebenaran Tuhan).

Karena Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala
sesuatu yang tidak kita lihat. Inilah yang menjadi pemisah antara orang percaya dan tidak
percaya. Pada titik ini sosial budaya orang percaya berbeda dengan orang yang tidak percaya
kepada Tuhan Yesus Kristus (Allah yang benar).

Sosial budaya keluarga Orang percaya ini mulai terbentuk dari dogma pengenalan Abraham
kepada Allah dan ketaatan Abraham menjalankan perintah Allah. Iman Abraham yang
berlandaskan kepada dogma yang benar, membawa Abraham kepada rencana Allah yang luar
biasa dalam hidup Ishak yang berbeda dengan orang di sekitarnya ( termasuk saudaranya dari
keturunan Ismail maupun Ketura )


Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 6
Bab 6: Ketaatan dan Hukum yang Benar
Kehidupan Ishak yang berlandaskan dogma yang diajarkan oleh Abraham dan ketaatan ishak
membawa ia mengenal dan ketaatnya kepada Tuhan Yesus Kristus ( Allah Abraham ) .
Sehingga janji Allah kepada Abraham terus berlaku dan rencana Allah terus ada dalam hidup
Ishak.

Tetapi ada kejadian yang membuat hati Ishak dan istri sedih. Hal ini Karena Esau tidak taat
kepada Firman Tuhan ( kenormalan Tuhan) yaitu tidak memisahkan diri dari bangsa lain dan
menganggap rendah perjanjian Tuhan. Esau hanya mengunakan logika manusia ( yang
dianggap normal oleh manusia ) dan bukan ketaatnya kepada Tuhan, akibatnya dia kehilangan
segala berkat yang seharusnya menjadi miliknya. Sehingga nubuatan dan rencana Allah terjadi
bagi kedua anak Ishak.

Disisi lain, kenapa anak anak Allah terpisah dengan orang lain dan kenapa anak anak Allah
tidak diperbolehkan menikah / berhubungan dengan orang di luar Tuhan ? Sebab dalam
suratan korintus yang ke 2 menjelaskan bahwa dasar hukum ( dogma ) menjadi sebuah sosial
budaya yang sangat melekat dalam kehidupan manusia.

Ketika sosial budaya yang berlandaskan pada kenormalan Tuhan, maka dasar segalanya
adalah Taat akan perintah Tuhan. Sehingga pemikiran tentang kebenaran ( kenormalan
Tuhan) dan kedurhakaan ( kenormalan semu berdasar pada logika dan pengetahuan) tidak
bisa disatukan maupun disamakan dengan satu dengan lainnya. hal ini dapat kita lihat dalam
Skematologi hari pencipta pertama yaitu terang dan gelap, dimana Yesus Kristus adalah terang
yang datang ke dunia untuk menyelamatkan hidup manusia yang percaya kepadaNYA.

Dia membawa kebenaran sejati dan menyatakan kebenaran dan kedaulatannya hukum
kebenaran atas segalanya. Yesus Kristus datang untuk menyatakan hukum yang sebenarnya
dan memisahkan hukum tersebut dari sosial budaya yang melekat pada orang Israel.

Sehingga orang Israel dan orang percaya kepadaNYA mengenal Tuhan Yesus Kristus dengan
sungguh dan bukan kepada aturan sosial budaya yang bukan berasal dari Tuhan serta
melelahkan jiwa manusia.

Maka dalam Matius dituliskan perkataan Yesus Kristus:

Matius 11:27-30 (TB)


27 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal
Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang
kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.
28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi
kelegaan kepadamu.
29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan
rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."

Sehingga peneguhan akan pengenalan Allah menjadi ketetapan yang absolute / kebenaran


Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 7
yang sebenarnya. Dimana dengan pengenalan kenormalan yang benar hanya ada di dalam
Tuhan Yesus Kristus. Dan ketika kita mengenal Tuhan maka dalam tahap memahami hukum
Tuhan. Kita akan menerima kuasa ( yaitu Roh Kudus) untuk menjalankan hukum Tuhan yang
benar Dan bukan sosial budaya yang dibuat manusia hanya untuk melelahkan manusia
(kebenaran semu membuat jiwa manusia seolah olah merasakan kekuatan yang besar padahal
hal tersebut membuat lelah jiwa).

Bab 7 : Sudut Pandang dan Janji Tuhan


Kehidupan Ishak yang terus belajar akan kebenaran dan identitas Allah, sehingga kedua
anaknya pun akan mendengar segala kebenaran dan ketetapan yang di ajarkan oleh Ishak.
Tetapi yang membedakan yaitu tanggapan kedua anak tersebut.

Dari tanggapan kedua anak Ishak, kita dapat melihat bagaimana karakter Esau adalah seorang
yang pandai berburu dan suka tinggal di padang sedangkan Yakub adalah orang yang tenang
dan tinggal di rumah. Tetapi perhatikan kenapa hal ini dicatat dengan sangat tegas dimana
mereka hidup.

Kehidupan Esau yang keras dan selalu berada padang (dimana Esau meningkatkan
kemampuan berburu dengan latihan dan fokus kepada pekerjanya, karena pada saat itu
berburu adalah sebuah pekerjaan yang luar biasa dan terpadang - terobsesi akan keagungan ).
Hal ini membuat pemahaman Esau tentang sosial budaya yang dipegangnya adalah
pemahaman sosial budaya yang ada disekitar dia ( dimana dia menganggap dogma di padang
gurun -kebenaran yang semu- yang dipegang oleh semua orang di padang adalah yang paling
benar dibandingkan dogma yang diajarkan di rumah).

Dengan dogma yang dianggap benar oleh kebanyakan orang dan tanpa pembekalan yang
benar atas pengenalan Tuhan yang memimpin Abraham dan ishak, maka Esau mengabaikan
hak kesulungan yang merupakan perjanjian Tuhan dan hukum yang Tuhan berikan kepada
Esau.

Bahkan dalam surat Ibrani 12 dikatakan bahwa jangan Kita menjadi cabul seperti Esau dimana
menukar hak kesulungan ditukar dengan sepiring makanan. Sosial budaya dimana Esau tubuh
menjadi seorang yang pintar memburu membuat Esau tidak menghargai didikan Yakub dan
menganggap didikan tersebut yang menghambat karirnya dan kemauannya.

Hal ini berbeda dengan Yakub dimana dikatakan bahwa Yakub adalah orang yang tinggal di
rumah dan tenang. Sehingga dogma yang didapat oleh Yakub adalah dogma yang benar dari
Ishak dan melakukan segala sesuatu dengan tenang. Yakub tidak terobsesi akan dunia luar, dia
hanya tahu bagaimana belajar mengenal dogma Ishak dan membantu ibunya )

Yakub telah belajar banyak ketika ada di rumah, dia mengetahui bahwa Esau mempunyai
sesuatu yang istimewa yang dari Tuhan. Sehingga hak kesulungan Esau menjadi sesuatu yang
Yakub ingin dari Esau

Sehingga tiba saatnya nubuatan Allah kepada Ishak terjadi, dimana hak kesulungan (yang
merupakan perjanjian Tuhan dan rencana Allah) ditukar dengan sepiring makanan ( sup kacang


Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 8
merah). Bahkan Esau pun menganggap ringan perjanjian Allah dan menganggap bahwa hal itu
tidak berguna baginya secara logika dan ilmu pengetahuan ( sudut pandang). Dia lebih
memikirkan keperluannya untuk makan, memiliki kekuatan dan kekuasaan yang diberikan oleh
dunia.

Dengan sosial budaya yang berbeda dan dogma yang berbeda menghasilkan sebuah sudut
pandang manusia yang berbeda. Ini dasar kenapa Allah memisahkan keturunan orang percaya
dan orang tidak percaya, orang yang taat dan orang yang tidak taat.

Ketika orang percaya dan taat kepada Tuhan akan memiliki sudut pandang untuk percaya
kepada Tuhan dan ikut rencana Tuhan sepenuhnya. Ketika orang mau mempunyai sudut
pandang yang tertuju kepada Tuhan, maka hal yang pertama yaitu mengenal siapa Tuhan
Yesus Kristus/ Allah Abraham dan Ishak. Baru orang itu akan melihat apa yang Tuhan Yesus
Kristus berikan adalah yang terbaik.

Bab 8: Realita dengan Rencana Tuhan


Ketika kita melihat apa yang terjadi pada kehidupan Esau dan Yakub, ketika hak kesulungan /
perjanjian Allah sudah pindah dari Esau ke Yakub. Apakah Yakub langsung mendapatkan
berkat Dan hadiah tersebut? Tentu saja tidak.

Masih banyak yang harus dialami Yakub ketika ia mendapatkan janji Allah dan rencana Allah
dalam hidupnya. Ketika tiba saatnya rencana Tuhan dinyatakan, barulah tersadar bahwa Esau
telah kehilangan apa yang baik dari Allah.

Ketika kita tidak taat akan perkara kecil, bagaimana Kita bisa mendapatkan perkara yang besar.
Esau sudah kali melanggar apa yang telah diajarkan oleh ayahnya untuk taat yaitu ketika
tentang perkawinan ( mengikuti kenormalan / dogma dunia ) dan menjual hak kesulungannya (
logika dan pengetahuannya).

Maka berkat dua kali ganda pun diberikan kepada Yakub, walaupun Esau berkata bahwa
Yakub menipunya dua Kali ( tentang hak kesulungan dan tentang berkat Tuhan ). Tentang
berkat Tuhan dan hak kesulungan yang di dapat oleh Yakub merupakan kehendak dan otoritas
Allah. Allah sudah mengetahui dan sudah memberitahukan kepada Ishak apa yang terjadi sejak
Esau dan Yakub lahir.

Kita melihat rencana dan kehendak Tuhan Yesus Kristus tidak pernah gagal dalam dunia dan
seluruh manusia. Kita sudah bahas bahwa kenormalan Allah adalah absolut dan mutlak. Dia
tahu kepada siapa akan memberi berkat dan kepada siapa dia memberi kutuk. Terutama
kepada orang yang mengikuti kenormalan Tuhan dan taat kepadaNYA pasti janjinya akan
digenapi.

Bab 9: Tantangan di Tengah Kenormalan Semu


Yakub mengenal Allah dengan pengalaman / dogma yang diajarkan oleh ayahnya di dalam
rumah. Yakub pun memiliki sikap tenang akan segala berkat Tuhan buat hidupnya dan tidak


Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 9
terobsesi oleh urusan dunia. Dunia dengan segala kebenaran semunya menerapkan pola pikir
hidup manusia agar manusia selalu memiliki

● makan fisik yang merupakan dasar hidup untuk memuaskan diri dari kelaparan /
keterbatasan dan memiliki harapan akan kekuatan ,
● Kekuatan merupakan segala sesuatu untuk dikembangkan dan ditujukan untuk
memuaskan diri dari keterkekangan / keterikatan yang di rasa mengganggu dan
merebut kekuasaan,
● Kekuasan merupakan bentuk pola pikir untuk mengubah hal yang dianggap
mengganggu bagi dirinya dan memaksakan pola pikir itu kepada orang lain dan menjadi
kenyamanan dan kebangga / pujian bagi dirinya .

Setiap anak Tuhan Yesus Kristus, mengetahui bahwa pada akhirnya pola sudut pandang ini
membuat sosial budaya manusia terbentuk seperti lingkaran yang terus berkembang membesar
dan mengarah kepada penerapan satu sistem / kendali penuh atas hidup manusia oleh dunia
ini bahkan oleh si jahat.

Sehingga jika Kita melihat suratan Matius dalam pasal ke 4, di ceritakan bagaimana Yesus
Kristus yang adalah Firman Allah mengalami pencobaan. Ada 3 hal yang di tunjukkan kepada
Yesus Kristus oleh si jahat, yaitu Makanan, kekuatan, dan kekuasaaan.

Pencobaan 1: Makanan

Tetapi Yesus sendiri pun mengerti dan tahu apa yang harus dikendalikan dalam hidup manusia.
Ketika pencobaan 1 datang , Yesus pun menjawab

Matius 4:4 (TB) Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti
saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." -

jika surat Matius dibandingkan surat ulangan 8:3 maka Kita melihat bahwa hal yang Ada di
dunia adalah semu, berbeda dengan apa yang Tuhan berikan. Karena apa yang terlihat apa
yang di pegang oleh manusia akan habis, tetapi apa yang Tuhan berikan tidak akan pernah
habis dan kekal. Untuk mendapatkan yang tak pernah habis itu, manusia harus pengenalan
,memiliki ketaatan ,dan bersyukur akan kenormalan Allah, walaupun lapar. Sebagai
pembuktian bahwa kepuasan dirinya sendiri bukanlah yang utama melainkan kehendak dan
kepuasan Tuhan Yesus Kristus yang utama

Dengan manusia mengutamakan Tuhan Yesus Kristus, maka manusia pasti mendapatkan
makanan yang sesungguhnya. Karena dalam Yohanes 6:48 dikatakan. Bahwa Yesus Kristus
adalah makanan yang sesungguhnya yaitu Roti hidup yang tidak akan habis dan binasa yang
membawa manusia untuk tetap hidup bahkan memberikan hidup yang kekal (hidup dalam
kebenaran/ kenormalan sejati) .

jika kita manusia mau menerima dan makan roti hidup itu ( daging dan darah Kristus) maka
dalam Surat Yohanes 1: 12,14 dijelaskan maka dia akan diberikan kuasa sebagai anak anak
Allah (Hak kesulungan- Hak untuk mengenal Tuhan Yesus Kristus dan kuasanya dalam
pimpinan Roh Kudus). Dimana Tuhan Yesus Kristus mau memberikan terbaik bagi orang yang

​ 0
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 1
mau makan roti hidup yaitu mengenal Tuhan Yesus Kristus yang adalah Firman yang
membawa manusia kepada kenormalan Allah yang benar.

Jika manusia tidak mengenal kenormalan Allah, maka manusia akan terseret oleh arus
kenormalan semu dan pasti mati seperti pada zaman Adam yang mati ( menjauh dari
kebenaran dan kenormalan Allah) karena tidak taat dan melanggar Firman Allah.
Dan dunia membawa manusia kepada hal ini sebagai suatu hal yang teramat penting, dengan
pemikiran " tidak ada makanan sangat saya dalam bahaya"- memikirkan diri sendiri/ sesuatu
yang fana untuk selamat. Sehingga jika kita perhatikan dalam matius 10: 34-42 sangat jelas,
khususnya dalam ayat ke 39 dikatakan :

Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan


barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.

Sehingga sangat jelas bahwa siapa yang mendahulukan untuk mengenal Tuhan Yesus Kristus
dibandingkan dirinya sendiri dalam dunia yang fana ini, maka Tuhan Yesus pasti pelihara kita
dalam kondisi yang Tuhan Yesus tetapkan buat kita - karena lebih tahu dari diri kita sendiri apa
yang terbaik untuk kita. Karena dalam suratan Matius pasal 6 ayat 25- 34 dan bagian yang
perlu digaris bawah adalah ayat 31-33 yang berkata :

Matius 6:31-33 (TB)


31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan?
Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu
yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan
ditambahkan kepadamu.

Jadi apa yang Esau lakukan sudah melanggar kenormalan Allah yang paling dasar yaitu
mengutamakan Tuhan Yesus Kristus / Allah dalam hidupnya. Dimana Esau hanya
mementingkan hal yang duniawi / mementingkan dirinya sendiri ( memuaskan dan lebih memilih
hal yang baik untuk dirinya sendiri lewat makan) dan tidak menghiraukan apa yang Allah
berikan kepadanya yaitu Firman Allah dan janji Allah ( kebenaran dan kenormalan Allah) yang
membuat Esau tetap hidup dalam Tuhan.

Tetapi apa Yakub dapatkan hasil pertukaran sub kacang merah dengan hak kesulungan dari
Esau ? Yakub mendapatkan kesempatan untuk mengenal Tuhan Yesus Kristus, dimana Yakub
akan bertemu dengan Allah ( Tuhan Yesus Kritus) dalam mimpinya di Betel. Sehingga Yakub
mengucapkan janji kepada Tuhan Yesus kristus dengan meminta bukti perkenanan Tuhan
bahwa Tuhan Yesus Kristus akan bersama dengan Yakub, melindungi Yakub, dan memberikan
apa yang diperlukannya.

Hal ini berlaku bagi orang percaya kepada Tuhan saat ini, dimana Esau yang seharusnya dapat
mengenal Tuhan Yesus Kristus dan segala berkatnya tetapi ditolaknya karena hatinya tertuju
kepada kenormalan semu yang lebih popular dan diakui oleh semua orang. Berbeda dengan
Yakub yang tahu betapa pentingnya kenormalan Tuhan bagi dirinya.

*) Hal ini pun juga terjadi di keturunan Yakub / Israel ketika Israel menjadi sebuah bangsa,

​ 1
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 1
dimana orang Israel pun menjual Tuhan Yesus Kristus dan menukarnya dengan yesus barabas.
Hal ini dikuatkan dalam Kisah para Rasul 3: 13-14 dan Lukas 13: 19, dimana karena
kenormalan semu yang dipegang oleh orang Israel dan karena sosial budaya yang begitu
berperan dalam masyarakat, maka orang israel dapat percaya dan menjunjung tinggi informasi
yang diberikan oleh imam imam kepala yang pada zaman itu hormati karena kasta / kedudukan
dalam sosial budaya tertinggi dalam masyarakat Israel.

Sehingga hal ini menjadi jalan keselamatan bagi orang di luar Israel, yang dapat menikmati
Yesus ( mengenal Tuhan Yesus Kristus) sebagai Tuhan dan Juruselamat yang lain dan tidak
dapat digantikan oleh apapun maupun disamakan dengan baal di negara lain.​ Hal ini tercatat
dalam Roma 11: 11 -22 sehingga mengetahui bahwa karena kesalahan orang Israel yang
seperti Esau yang tidak mau taat akan kenormalan Tuhan Yesus Kristus. Tetapi perhatikan juga
Roma 11 : 22 dikatakan demikian ,

Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya​, yaitu kekerasan
atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu
tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamupun akan dipotong juga.

Sehingga ketika mengenal Allah, maka kita akan mengenal kekuatan Allah dalam segala
perintah dan segala hukum Tuhan. Sehingga dengan kekuatan Tuhan Yesus yang diberikan
maka orang percaya akan menjalankan segala perintah dan hukum Tuhan dalam hidupnya
sehingga orang percaya akan berbeda dengan orang yang tidak mengenal Allah.

Pencobaan 2: Kekuatan

Ketika pencobaan kedua datang, maka kata Yesus:

Matius 4:7 (TB) Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau
mencobai Tuhan, Allahmu!"

Jika kita melihat juga pada ulangan 6: 1- 25, Kita melihat dalam kitab tersebut menjelaskan
bagaimana ketetapan yang harus dilakukan orang Israel atau orang percaya kepada Tuhan
Yesus Kristus. Jika kita lihat lebih mendetail bahwa orang percaya harus :
- Takut kepada Tuhan (taat)
- Memegang ketetapan dan perintah Tuhan

Dan semuanya itu di tercakup dalam Ulangan 6:4-5 dimana berbunyi

Ulangan 6:4-5 (TB)


4 Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!
5 Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan
dengan segenap kekuatanmu.

Sehingga Kita mengerti bahwa takut kepada Tuhan dan memegang segala perintah dan
ketetapan Tuhan merupakan satu tahap selanjutnya dari pada mengenal yaitu memperhatikan
dan melakukan bahkan mencintai (kesetiaan) segala ketetapan Tuhan Yesus Kristus ajarkan
bagi orang percaya (tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri).

​ 2
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 1
Sehingga orang percaya mengerti segala hati, pikiran, serta rencana Tuhan Yesus Kristus
dalam kehidupan orang percaya. Karena jika Kita mengerti hati, pikiran dan rencana Tuhan
Yesus Kristus maka disanalah letak kekuatan Allah yang luar biasa atas hidup manusia. Hal ini
dapat dilihat dalam kitab 1 korintus 1:18 sampai 1 korintus 2: 5.

Keputusan Esau untuk menjual hak kesulungan ( tidak mau mengenal Allah) merupakan
sebuah kesalahan besar, dimana dia yang telah memenuhi keinginan dirinya sendiri dan tidak
mengutamakan Tuhan Yesus Kristus dalam hidupnya. Ditambahkan dengan keadaan Dan
lingkungan yang pilih untuk tinggal di padang, membawa dia untuk memiliki pola pikir dan sudut
pandang untuk menggunakan kekuatan dirinya sendiri ( rencana dan pemikiran sendiri)
dibandingkan dengan kekuatan Allah (dengan kata lain Esau sudah mencobai Tuhan)

Hal ini dapat kita lihat dalam kitab keluaran 7:1-7 dan kitab bilangan 20: 2-12, dimana orang
Israel yang memiliki pola pikir sendiri dan selalu berpikiran logis secara kenormalan semu, telah
mencobai Tuhan dengan membandingkan pikiran manusia dan pikiran Allah. Sehingga Allah
sendiri menunjukan kenormalan benar dan kekuasaan serta kekuatanNYA kepada orang Israel.

Hal ini juga ditunjukkan oleh Esau dengan cara mengambil perempuan dari orang Hey.
Sehingga segala perintah dan ketetapan Tuhan Yesus Kristus dilanggar oleh Esau sehingga
menjadi sebuah kepedihan bagi Ishak dan Ribka.

Ketika kita melanggar ketetapan, pemikiran dan rencana Tuhan maka kita tidak takut kepada
Tuhan Yesus Kristus ( tidak setia kepada Tuhan Yesus Kristus), berarti Kita mencobai kekuatan
Tuhan. Jika kita mencobai Tuhan, lihat apa yang terjadi manusia pasti akan mati. Hal ini
ditegaskan dalam Yesaya 30:1, sehingga kita dapat mengerti secara menyeluruh.

Hal ini dibuktikan bagi orang Israel yang memberontak kepada Tuhan Yesus Kristus setelah
sepuluh pengintai datang dengan berita yang menakutkan orang Israel. Hal ini bisa dibaca
dalam Bilangan 13 -14: 38.

Mereka tidak mengenal Tuhan Yesus Kristus dengan benar dan percaya dengan sungguh
kepada setiap perjanjian Tuhan ( Seperti halnya Esau yang tidak memperdulikan hak
kesulungan dan hanya memakai logika serta pengetahuannya saja) serta tidak mentaati segala
perintah (hati dan pikiran Tuhan) dan rencana Tuhan Yesus Kristus bagi orang Israel ( dengan
kata lain orang Israel mencobai kekuatan Tuhan) akan mengalami kematian serta tidak akan
mendapatkan apa yang Tuhan Yesus Kristus siapkan bagi orang yang setia kepadaNYA.

Hal ini dapat Kita lihat dalam Yakobus 1:18 dikatakan :

Yakobus 1:18 (TB) Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran,
supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.

Bahkan jika kita banding dengan Skematologi Minggu Pencipta, Kita melihat hari penciptaan ke
1 dan ke 2 , kita belajar untuk yaitu pengenalan akan Tuhan Yesus Kristus, percaya akan
janjinya ( Terang Tuhan ) serta mentaati segala ketetapan dan rencana Tuhan Yesus Kristus
dalam hidup Kita (cakrawala). Sehingga setelah manusia mengenal dasar yang terpenting
maka manusia dapat berjalan kepada tingkat selanjutnya untuk lebih mengenal Allah dan
segala kuasa-Nya sampai akhirnya Kita menjadi manusia yang sesuai dengan keinginan Allah /

​ 3
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 1
manusia serupa ( Hari ke 6) dengan Allah dan dapat mempertanggung jawabkan segala hal
kepada Tuhan Yesus Kristus ( Hari ke 7)

Hal ini berbeda dengan Yakub, dimana dia telah menerima makanan sesungguhnya sehingga
dia dapat berkenan dan memperoleh pengenalan akan Tuhan Yesus Kristus. Tetapi
pengenalan Yakub membawa dia untuk mempelajari dan menyerahkan hidupnya dipimpin
segala segala kenormalan Tuhan ( Hati, pikiran dan rencana Tuhan Yesus Kristus dalam hidup
orang percaya kepada Allah). Dimana hal ini dibuktikan Yakub dalam perjalan hidupnya setelah
ayub pergi ke padang aram ( haran ) kepada pamannya Laban.

Dimana yakub perjalannya, Tuhan Yesus Kristus menunjukan dirinya kepada Yakub dan
memberikan perjanjiannya kepada Yakub. Sehingga Yakub pun berjanji sebagai sebagai
pengakuan dalam hidupnya bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah satu satunya pemimpin
hidupnya dan memberikan persepuluhan sebagai ucapan syukur kepada Tuhan.

Inilah dogma / Peraturan atau hukum yang pertama dan utama, hal ini ditegasan dalam 10
hukum Taurat yang Tuhan berikan kepada musa di gunung Sinai, terdapat dalam Keluaran 20:
1 - 17, tetapi kita perhatikan poin pertama dan kedua dari sepuluh hukum Taurat dikatakan
demikian:

20:1 Lalu Allah mengucapkan segala firman ini:


20:2 "​Akulah TUHAN, Allahmu,​ yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari
tempat perbudakan.
20:3 ​Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
20:4 ​Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun​ yang ada di langit di
atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku,
TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa
kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang
yang membenci Aku,
20:6 ​tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang
mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.

Kita melihat bahwa salah satu hal mendasar dari point ini adalah bahwa Tuhan Yesus Kristus
adalah Allah yang berkuasa dan Dialah orang yang menyelamatkan hidup manusia dari dosa.
Sehingga kita mengakui bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah Allah dan tidak ada yang lain. Dan
inilah menjadi perbedaan dasar antara orang percaya dan orang yang tidak percaya.
Perbedaannya bahwa orang percaya mempunyai Allah dalam Tuhan Yesus Kristus yang tidak
tergantikan dan tidak dapat dicampur oleh apapun pun juga termasuk dalam hal kebenaran
semu ( sosial budaya / perilaku manusia yang tidak berkenan kepada Allah).

Tetapi perhatikan Ayat 6 bahwa Allah akan menunjukkan kasih setianya ( perlindungannya,
pemeliharaan, dan kasih karuniannya kepada orang orang yang mau mengenal dan
mengutaman Tuhan dalam hidupnya serta mengerti dan menjalankan perintah Tuhan ( pikiran ,
perasaan dan rencana Tuhan Yesus Kristus dalam setiap orang percaya).

Hal ini pun juga yang didapatkan oleh Yakub untuk mengenal dan menjalankan segala perintah
Tuhan, dimana yakub mengalami proses dalam hidupnya dan bagaimana yakub dibentuk oleh

​ 4
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 1
Tuhan Yesus Kristus. Bahkan di Betel Yakub bertemu dengan Tuhan dan Tuhan Yesus Kristus
pun mengubah nama Yakub menjadi Israel ( perubahan karakter dari karekater lama yang
selalu melihat kenormalan manusia yang semu ( kekuatan dan pemikiran logis manusia ),
sekarang tertuju kepada kebenaran Allah / kepunyaan Allah, pimpinan belas kasihan dan
pertolongan Tuhan Yesus kristus ) dan meneguhkan kembali segala janji Allah yang diberikan
Allah kepada Abraham dan Ishak .Hal ini dapat di lihat dalam kejadian 32: 22- 32 dan Hosea
12: 4-7.

Sehingga dengan karakter yang baru menjadi manusia yang mau mengutamakan Tuhan Yesus
Kristus dan memegang segala perintah Allah, Kita akan melihat bagaimana Allah memberikan
kekuasaannya kepada orang percaya dalam menjalani hidupnya di tengah kenormalan semu
atau sosial budaya yang berlaku pada zamannya yang tidak sesuai dengan perintah Tuhan.

Pencobaan 3 : Kekuasaan

Ketika pencobaan yang terakhir datang, Maka kata Yesus dalam Matius 4: 10 dikatakan :

Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus
menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!

Coba bandingkan dengan Yohanes 4: 23-24 dimana Tuhan Yesus Kristus sedang berbicara
dengan Perempuan Samaria

Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah
benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran ; sebab Bapa menghendaki
penyembah-penyembah demikian. 4:24 ​Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia,
harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran

Dan jika kita perhatikan dari apa yang Yesus katakan maka kita belajar, bahwa setelah kita
mau menerima Roti Hidup yaitu mengutamakan mengenal Tuhan Yesus Kristus dalah hidup
kita. Hal yang utama diberikan Tuhan Yesus Kristus kepada orang percaya yaitu Roh Kudus.
Agar orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus untuk dapat berbicara kepada Tuhan
Yesus Kristus.

Hal ini dikuatkan dalam Roma 8 : 26 -28 dikatakan bahwa

8:26 Demikian juga​ Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu,
bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah
dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan​. 8:27 Dan Allah yang menyelidiki hati
nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah,
berdoa untuk orang-orang kudus. 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja
dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia,
yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Roh Kudus yang diberikan oleh Tuhan Yesus akan menyelidiki hidup kita dan menyatakan
segala apa yang terjadi dalam hidup orang percaya. Roh Kudus juga menyampaikan segala hal
yang kepada Tuhan Yesus apa yang kita tidak mampu dan apa yang perlukan. Sebab kita tahu
bahwa Allah selalu bekerja dalam hidup orang percaya dan memulihkan hidup orang percaya

​ 5
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 1
untuk siap menerima kebaikan yang luar biasa dijanjikan Tuhan Yesus Kristus.

Ketika Roh Kudus bekerja dalam hidup orang percaya, maka tingkat selanjutnya yaitu
mengenal segala ketetapan Allah ( yang merupakan kekuatan Allah). Pada tahap ini Roh Kudus
yang membantu kita berdoa dan menyelidiki hati kita, Dia juga berperan untuk memimpin,
mengajarkan, menghibur dan menguatkan hidup orang percaya untuk hidup dalam kenormalan
Allah.

Hal ini dikuatkan dalam Yohanes 14:23-26 dikatakan demikian :

14: 23 Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan
Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam
bersama-sama dengan dia. 14:24 Barangsiapa tidak mengasihi Aku , ia tidak menuruti
firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari
Bapa yang mengutus Aku. 14:25 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku
berada bersama-sama dengan kamu; 14:26 ​tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus , yang
akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu
kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Setelah kita dapat berbicara dengan Tuhan dan belajar mengenai Firman Tuhan, Maka orang
yang percaya tahu bahwa hidupnya yang dahulu adalah hidup yang tidak berguna atau tidak
menyenangkan hati Tuhan. Maka orang percaya yang telah mengenal dan mengetahui bahwa
apa yang dikerjakan tidak benar, maka orang percaya akan dibentuk untuk merendahkan diri
mereka dan memohon belas kasihan Tuhan Yesus untuk mengampuni segala hal yang mereka
lakukan tidak menyenangkan hati Tuhan.

Hal ini ditegaskan dalam 1 Yohanes 1: 5-10 bahwa :

1:5 Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan
kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan.
1:6 Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia , namun kita hidup di
dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran. 1:7 Tetapi jika kita
hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh
persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan
kita dari pada segala dosa. 1:8 Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita
menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. 1:9 ​Jika kita mengaku
dosa kita , maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa
kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. ​ 1:10 Jika kita berkata, bahwa kita tidak
ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada
di dalam kita.

Hal ini juga dipertegas dalam 1 yohanes 2: 3-6 dikatakan demikian :

2: 3 ​Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu​ ​jikalau kita menuruti
perintah-perintah-Nya.​ 2:4 Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak
menuruti perintah-Nya , ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada
kebenaran. 2:5 ​Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh
sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia.

​ 6
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 1
2:6 Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti
Kristus telah hidup.

Ketika dosa orang percaya diampuni oleh Tuhan Yesus karena kasih Allah sempurna di dalam
orang tersebut, maka orang percaya dapat kemurahan Tuhan Yesus Kristus untuk berubah
menjadi manusia baru yang dapat beribadah /berbakti kepada Tuhan Yesus Kristus. Karena
hanya manusia baru dengan pimpinan Roh Kudus dapat beribadah kepada Allah.

Hal ini dipertegas dalam apa yang Musa lihat tentang bait suci yang menggambarkan keinginan
Allah dalam hidup manusia dirancang dengan sangat baik dan peraturan yang sangat lengkap
hal ini kita dapat melihat dalam keluaran 26 - 31. Tetapi hanya orang yang telah suci dan kudus
yang dapat menghadap dan bertemu dengan Tuhan. Hal ini sangat sulit bagi manusia,
khususnya di perjanjian lama dimana imam pun yang masuk ke ruang maha kudus tanpa
menjadi manusia baru maka akan mati.

Hal yang tidak mungkin bagi manusia, karena manusia hanya bisa menjalankan beberapa
langkah kemudian terjatuh dan mundur lagi dari Tuhan Yesus Kristus. Hal ini disebabkan sosial
budaya (logika dan pemikiran / kebenaran semu) yang selalu mencari pendekatan dan
pembenaran dalam hidup manusia sehingga manusia kembali lagi pada cara kehidupan normal
bagi semua orang / kebenaran semu.

Hal ini dapat kita lihat dalam Keluaran 32 - dimana orang Israel membuat allah baal yang
berbentuk lembu emas. Di mana tidak mempunyai kuasa dan selalu membenarkan sesuai
dengan keadaan yang menurut pemikiran mereka yang terbatas. Ketika pada pasal 33 baru
kita melihat bagaimana manusia yang percaya yang siap untuk beribadah kepada Tuhan Yesus
Kristus. Dimana manusia dalam (hal ini digambarkan dengan Musa ) tersebut telah mengenal
siapa Tuhan Yesus Kristus dan bagaimana hati dan pikiran serta rencana Allah dalam
hidupnya. Maka pada pasal 33 Musa meminta penyertaan Tuhan. Maka dalam Keluaran 33 :
14 -16 dikatakan demikian :

33:14 Lalu Ia berfirman: "​Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan
ketenteraman kepadamu.​" 33:15 Berkatalah Musa kepada-Nya: "​Jika Engkau sendiri
tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini.​ 33:16 Dari manakah
gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu,
yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena​ Engkau berjalan bersama-sama
dengan kami, sehingga kami, aku dengan umat-Mu ini, dibedakan dari segala bangsa
yang ada di muka bumi ini​?"

Hanya dengan kemurahan Tuhan dan kasih karunia Tuhan manusia dapat berjalan dengan
Tuhan Yesus Kristus. Sehingga pada penggenapannya dalam kitab Yohanes 3:16 dikatakan
demikian

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan
Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa,
melainkan beroleh hidup yang kekal. “

Dan dengan kematian-NYA di atas kayu salib dan terbelahnya tirai menjadi 2 antara tempat
Maha Kudus dan tempat Kudus dalam Lukas 23: 45 membuktikan seperti yang terdapat dalam

​ 7
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 1
Ibrani 9 ( tentang penebusan dosa) dan Ibrani 10 ( perjanjian baru dalam Imam pengenalan
dalam Yesus Kristus)

Sehingga barangsiapa yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dan mau mengerti akan
segala Firmannya ( yaitu kenormalan yang sesungguhnya) akan memperoleh bimbingan,
kekuatan dan ketentraman oleh Roh Kudus dalam menghadapi apapun. Sehingga manusia
yang percaya sungguh sungguh kepada Tuhan Yesus Kristus dan mau ikut segala perintah
Tuhan Yesus Kristus menjadi manusia yang berbeda dengan manusia yang mengikuti
kenormalan semu.

Karena dasar manusia beribadah adalah kesiapan untuk berjalan dan memusatkan semua
keputusannya dan segala hal untuk dapat fokus untuk menyembah dan berbakti kepada Tuhan
Yesus Kristus. Sehingga tujuan dari ibadah yaitu menyenangkan hati Tuhan Yesus Kristus (
melalui menyembah kita merendahkan diri dihadapan Tuhan Yesus Kristus​) dan memberikan
yang terbaik kepada Tuhan Yesus Kristus dalam menjalan semua perintah-NYA (​persembahan
yang berdasarkan ketaatan dan sukacita​).

Tetapi coba kita bandingan dengan Roma 12: 1-2 dikatakan demikian :

12:1 ​Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu,
supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang
kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati​. 12:2
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh
pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah:
apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Sehingga kita belajar dengan jelas, Pengenalan atas Tuhan Yesus Kristus akan membawa kita
kepada kebenaran yang sejati dan benar berasal dari Allah. Ketika kita mau mengenal Tuhan
Yesus Kristus dan mau belajar Firman Tuhan. Maka Darah Yesus yang tercurah di Golgota
menghapuskan segala dosa manusia tersebut dan menjadikan manusia yang baru. Manusia
yang selalu berjalan kepada ketetapan dan pimpinan Tuhan dan bukan hanya rutinitas sebuah
keagaman belakang saja. Sehingga jelas kekuasaan dan identitas kita jelas dalam naungan
Tuhan Yesus Kristus dan bukan sebuah agama yang hanya terlibat dengan ritual dan rutinitas
belakang.

Bab 10 : Ibadah Sejati Sesuai dengan Kenormalan Tuhan atau


Berdasarkan Agama
Setelah kita lihat beberapa hal sebelumnya, seringkali kita berpikir bahwa agama merupakan
dasar dari sebuah pengalaman spiritual manusia. Sehingga agama menjadi sebuah identitas
sebuah kekuasaan. Dimana banyak manusia percaya dari jaman dahulu bahwa agama adalah
dasar dari kekuasaan yang absolute yang akan dimiliki, jika agama yang dianut menjadikan
mayoritas dan sosial budaya bagi suatu bangsa.

Hal ini dapat kita lihat dari terbentuknya sebuah agama, dimana agama merupakan hasil
pemikiran dan sosial budaya yang dipengaruhi oleh seorang yang dianggap hebat atau

​ 8
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 1
mempunyai kekhususan, sehingga dianggap mampu melakukan segala hal yang tidak dapat
dilakukan manusia lainnya. Sehingga banyak agama sebenarnya berdiri atas dasar kebiasaaan
hidup, sosial budaya, dan cerita pada masyarakat sekitar. Dengan demikian kebenaran sebuah
agama hanya sebagai sebuah delusi ( ​Keyakinan atau kenyataan semu yang diyakini terus
menerus meskipun bukti atau kesepakatan berlawanan) ​yang terus berkembang dan menjadi
sebuah pengikat antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya.

Tetapi dengan banyak manusia yang mempercayainya dari sejak zaman dahulu, maka agama
berkembang dengan sangat cepat bahkan mengalami berbagai percampuran yang sangat
masif. Hal ini pun pernah ditunjukan oleh musa dalam kitab kejadian dimana anak anak
manusia mengalami percampuran dengan anak anak Allah dan menghancurkan kenormalan
Allah yang absolute.

Berbeda dengan manusia yang memegang segala kenormalan Allah dalam hidupnya. Hal ini
dapat kita lihat dalam kehidupan Nuh. Dimana Nuh yang mengenal siapa itu Allah yang
memegang kenormalan yang benar dan masih memegang kekuatan Allah, Sehingga Nuh
mendapatkan kuasa dan kasih karunia Tuhan Yesus Kristus untuk dapat berjalan dengan Allah
dengan membangun sebuah bahtera yang besar (Skematologi hari ketiga : terpisah,
bertumbuh dan berbuah) , dalam tahapan selanjutnya Nuh menjadi terang bagi orang lain
mengajak orang orang di sekitarnya untuk selamat ( Skematologi hari ke 4 : Menjadi terang ) ,
lalu Nuh pun dapat melihat segala rencana Tuhan dan memberikan hidupnya kepada Tuhan (
Skematologi hari ke 5 : binatang di laut dan di udara) dan Nuh tetap bertahan serta melakukan
segala kehendak Tuhan Yesus Kristus dalam hidupnya walaupun di tengah ejekan dan segala
macam yang hal yang dia dengar bahkan dianggap kurang waras pada zamannya (
Skematologi ke 6 : binatang di darat). Sehingga Nuh menjadi manusia yang berkenan dan
diselamatkan oleh Tuhan Yesus Kristus dengan masuk ke dalam bahtera ( Skematologi hari ke
6 : Tuhan menciptakan manusia yang serupa dengan gambar dan rupa Allah ), sehingga pada
akhirnya pengadilan dan hukuman Tuhan berlaku pada hidup manusia di seluruh dunia pada
saat itu.

Ini membuktikan bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah Allah yang absolute dimana dia dapat
mengerjakan segala perkara dan segala hidup manusia pun ada di TanganNYA. Ketika
manusia mengerti akan hal tersebut dan mencoba mengkompromikan hal tersebut dengan
sosial budaya yang telah terbentuk untuk kebaikan menurut dirinya maupun orang lain, maka
disanalah agama terbentuk. Bukan kenormalan yang benar yang diajarkan tetapi kenormalan
semu ditutupi atau dibungkus dengan pernyataan pernyataan yang seperti dari Allah (delusi).

Bahkan hal ini dikuatkan dalam surat Paulus kepada jemaat di Kolose ( dalam kolose 2: 16 - 23)
dikatakan demikian :

16 Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan
minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat;
17 semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya
ialah Kristus.
18 Janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang yang pura-pura
merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat, serta berkanjang pada
penglihatan-penglihatan dan tanpa alasan membesar-besarkan diri oleh pikirannya yang
duniawi,

​ 9
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 1
19 sedang ia tidak berpegang teguh kepada Kepala, dari mana seluruh tubuh, yang
ditunjang dan diikat menjadi satu oleh urat-urat dan sendi-sendi, menerima
pertumbuhan ilahinya.
20 Apabila kamu telah mati bersama-sama dengan Kristus dan bebas dari roh-roh
dunia, ​mengapakah kamu menaklukkan dirimu pada rupa-rupa peraturan, seolah-olah
kamu masih hidup di dunia:
21 jangan jamah ini, jangan kecap itu, jangan sentuh ini;
22 semuanya itu hanya mengenai barang yang binasa oleh pemakaian dan hanya
menurut perintah-perintah dan ajaran-ajaran manusia.
23 Peraturan-peraturan ini, walaupun nampaknya penuh hikmat dengan ibadah buatan
sendiri, seperti merendahkan diri, menyiksa diri, tidak ada gunanya selain untuk
memuaskan hidup duniawi.

Hal ini dipertegas oleh paulus karena kepercayaan orang Israel yang sesungguhnya sudah
ditinggalkan yaitu mengambil dan makan Roti hidup serta mencobai kekuatan Allah dengan
sebuah aturan yang dibuat seolah olah menyembah dan memuliakan Allah. Padahal hanya
memuaskan emosi dan logika dunia yang berlandaskan pada Delusi yang dibuat oleh
pemimpin agama.

Hal ini juga dipertegas oleh Paulus dalam suratnya kepada jemaat Roma, dalam Roma 1: 21-
31 dikatakan demikian :

1:21 Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai
Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia
dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.
1:22 Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi
bodoh.
1:23 Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang
mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat
atau binatang-binatang yang menjalar.
1:24 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan
kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.
1:25 Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan
menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji
selama-lamanya, amin.
1:26 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan,
sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak
wajar.
1:27 Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri
mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga
mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki , dan karena itu mereka
menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.
1:28 Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah
menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka
melakukan apa yang tidak pantas:
1:29 penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan,
penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan.
1:30 Mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak,

​ 0
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 2
sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua,
1:31 tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal belas kasihan.
1:32 Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa
setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja
melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya.

Dari hal diatas kita dapat melihat bahwa delusi ternyata sudah terjadi pada orang Israel,
dimana dengan mereka mengetahui siapa Allah tetapi tidak mau mengenal Allah bahwa dengan
pemikiran mereka yang selalu tertuju pada kepentingan diri sendiri , mereka memutar balikan
hukum Allah ( melawan kekuatan Allah) Seperti Esau. Esau yang mengetahui siapa Allah dan
segala kekuatannya tetapi tidak mau mengenal Allah dan menjauhkan diri dari hukum Tuhan ,
melainkan menjunjung tinggi kebenaran semu yang dia miliki yang diakui oleh orang diluar
Tuhan/ Anak anak manusia.

Bahkan jika kita lihat dalam 2 Timotius 3 : 1-5 yang menubuatkan tentang manusia pada akhir
zaman. Dimana manusia secara lahiriah akan beribadah ( memiliki agama ) tetapi mereka tidak
mempercayai kekuatan serta melanggar segala kenormalan Tuhan Yesus Kristus dan melawan
kuasa Tuhan Yesus Kristus yang absolute.

Hal ini karena delusi yang diciptakan oleh dunia dianggap menjadi sesuatu yang benar dan
nyata, Sehingga dalam keadaan yang sukar banyak orang akan mengunakan dengan logika
dan pemikiran mereka yang sangat terbatas. Hal ini seperti yang dikatakan Paulus kepada
Timotius dalam 2 Timotius 3: 8 dikatakan demikian :

Sama seperti Yanes dan Yambres menentang Musa, demikian juga mereka
menentang kebenaran . Akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji.

Sehingga kita tahu bahwa setiap manusia yang tidak mau makan Roti hidup itu (
mengutamakan Tuhan Yesus Kristus ) dan merasakan kekuatan Tuhan ( Taat dan tunduk atas
segala firman Tuhan), maka mereka tidak akan pernah merasakan kekuasaan Tuhan yang
membawa pemikiran mereka dan iman mereka kepada hal hal yang luar biasa yang akan
Tuhan Yesus Kristus tunjukan kepada orang percaya. Hal ini dapat kita lihat dalam kisah hidup
Daniel dan orang orang percaya lainnya dalam Firman Tuhan .

Bab 11 : Kekuasaan dan Agama


Dasar sebuah agama terbentuk, khususnya dikalangan orang Israel, memiliki maksud
Allah yang sangat luar biasa atas hidup orang Israel. Hal ini dibuktikan dengan
bagaimana Musa diperlihatkan dan diperintahkan untuk membuat Kemah pertemuan
(Kemah Suci) sesuai dengan penglihatan yang diberikan oleh Musa. Bahkan ada orang
tertentu yang dikhususkan untuk membuat perkakas dan pakaian imam, orang tersebut
dipilih Tuhan Yesus Kristus dan dipenuhi oleh Roh Kudus ( Roh Keahlian) untuk
melakukan segala hal yang Tuhan Yesus Kristus perintahkan . ​Hal ini ditunjukan dalam
keluaran 28 :3 , Keluaran 31: 1- 11 , dan keluaran 35 : 30 - 36:4.​ Dan jika kita melihat
lebih dalam bahwa Kemah Pertemuan merupakan sebuah gambaran keabsolutan dan
identitas Allah dalam hidup manusia Sehingga menjadi manusia yang semula sesuai

​ 1
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 2
dengan gambaran Allah ( Skematologi hari ke enam).

Dalam membangun sebuah Kemah Pertemuan bukan hal yang mudah, melainkan
Musa harus mengenal dan mengetahui siapa itu Allah ( makan Roti Hidup yaitu
mendahulukan Tuhan dan mendahulukan Tuhan diatas segala apapun) serta
merasakan kekuatan Tuhan ( menuruti segala perintah dan ketetapan Allah dalam
hidupnya ).

Dalam membangun Kemah Pertemuan ( Manusia yang serupa dengan gambaran


Allah), Tuhan Yesus Kristus memberikan Roh Kudus untuk memimpin pembuat segala
perkakas Kemah Pertemuan dan segala isinya (Karakter dan pola pikir manusia), agar
sesuai dengan kehendak dan rencana Tuhan Yesus Kristus. Dengan karakter dan pola
pikir yang telah dibentuk oleh Roh Kudus dalam Kekuasaan Tuhan Yesus Kristus,
sehingga manusia dapat berjalan sesuai dengan kehendak Allah ( Skematologi hari ke
3) dan terus bertumbuh dalam pengenalan akan kehendak Tuhan Yesus Kristus yang
lebih tinggi sampai menjadi manusia yang serupa dengan gambaran Allah (Skematologi
hari ke 6)

Jika kita lihat dalam suratan Paulus kepada jemaat di Korintus dalam 1 Korintus 3:16-17
dikatakan demikian :

3:16 Tidak tahukah kamu, bahwa ​kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah
diam di dalam kamu​?
3:17 Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan
membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.

Bahkan jika kita melihat juga dalam Efesus 2: 21-22 dikatakan demikian:

2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan
kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,
2:20 ​yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus
Yesus sebagai batu penjuru.
2:21 ​Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah
yang kudus, di dalam Tuhan​.
2:22 ​Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah,
di dalam Roh​.

Dari kedua ayat ini kita dapat melihat dengan jelas bagaimana manusia yang percaya
kepada Tuhan Yesus Kristus merupakan Bait Allah dalam bentuk sebelumnya adalah
Kemah Pertemuan yang telah dibangun dengan dasar pengenalan kepada Tuhan
Yesus Kristus, ketaatan kepada Firman Tuhan dan pimpinan Roh Kudus. Sehingga
manusia yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, dengan kenormalan yang benar,
dapat berjalan dengan pimpinan Roh Kudus dan terus bertumbuh mencapai tingkangan
yang Tuhan Yesus tentukan yaitu manusia sempurna yang dapat mempertanggung
jawabkan apa yang dilakukan di hadapan Tuhan Yesus Kristus ( Skematologi hari ke 7)

​ 2
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 2
Tetapi apa yang terjadi pada agama hanya dalam bentuk lahiriah saja. Dimana agama
yang berisi kebenaran semu hanya mengikat emosi dan psikologi orang yang mengikuti
dengan logika bahwa dengan agama mereka akan mendapatkan kenikmatan duniawi (
makanan / memuasakan hawa nafsu dan bukan pengenalan akan roti kehidupan​ ) dan
memiliki kekuatan untuk memenuhi hasrat emosi dalam diri manusia ( ​kekuatan secara
manusia untuk memerintah dan mengatur segala hal)​ .

Dengan adanya 2 faktor yang sama dilakukan oleh Esau, maka agama mengalami
proses sublimasi kekuasaan semu di dalam dunia. Dimana dalam rangka logika delusi
agama melihat kekuasaan semu ini merupakan salah satu syarat terpenting dalam
menyebarkan pengaruh lebih luas dan memiliki kekuasaan untuk memberikan
kenyaman yang lebih bagi dirinya serta kelompoknya ( merasa seperti Yang
MahaKuasa) .

Hal yang sama juga berlaku dalam logika kekuasaan, dimana dari zaman Nimrod
merupakan orang yang pertama berkuasa di bumi (kejadian 10:8) mengenal bahwa
kekuasaan merupakan proses untuk bertahan, mempertahankan dan merebut daerah
lain. Sehingga raja dan seluruh anak buahnya memperoleh makanan untuk bertahan
dan kekuatan untuk memperoleh mempertahankan serta terus memperlebar kekuasaan
hingga memiliki seluruh bumi.

Dan jika dilihat apakah hal ini yang diajukan oleh si jahat kepada Tuhan Yesus Kristus
ketika di Padang gurun. Tetapi harus diingat apa yang telah Kita pelajari bahwa
kenormalan Allah adalah Absolute. Dimana hanya Allah yang mempunyai kuasa atas
segalanya dan atas segala zaman.

Dengan kekuasaan yang besar yang dimiliki oleh raja khususnya, mereka tahu bahwa
mereka bukanlah orang yang dapat melakukan itu semua sendiri. Sehingga seorang
yang raja sangat membutuhkan orang yang mau makan enak ( yang haus akan hawa
nafsu) tetapi mempunyai pengaruh untuk dapat menggabungkan kekuatan ( mengatur
segala hal ) agar kekuasaan itu tetap dan kokoh.

Sehingga sering kali raja mencari orang yang memiliki kepandaian yang luar biasa,
kekerabatan yang dekat , bahkan orang yang berilmu. Dari sisi inilah biasanya seorang
tokoh / oknum agama yang menurut hawa nafsu dan hasrat untuk berkuasa masuk
dalam sebuah kekuasaan. Dan biasanya mereka Akan memcampur adukan doktrinasi
agama yang delusi dengan kekuasaan yang semu

Agama sering kali dijadikan sebuah dokma oleh kekuasaan karena biasanya

● dalam komunitas agama, dokma yang lebih logis sesuai dengan kehendak raja
walaupun hanya dongeng belakang,

● memiliki kekerabatan dengan orang yang menganut kepercayaannya,

​ 3
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 2
● Dipercaya memiliki kekuatan suparnatural.

Sehingga pemimpin agama secara langsung maupun tidak langsung memiliki pengaruh
dan kedudukan di sisi raja.

Akibat percampuran agama yang delusi dan konspirasi kekuasaan, menjadikan


seorang raja yang berkuasa menganggap dirinya adalah dewa / yang mahakuasa dan
penasehat raja menjadi semacam utusan selalu berdiri dan berbicara kepada rakyatnya
sesuai dengan konspirasi yang didiskusikan oleh raja agar rakyat percaya.

Dari sinilah sejarah struktur sosial budaya terbentuk, dimana dalam agama tertentu
terdapat sosial budaya memiliki tingkatan dari kalangan yang memang dekat dengan
raja (dewa) sampai budak / rakyat yang hidupnya tidak di perhitungkan oleh raja.

Sehingga kekuasaan dengan gampang untuk mengatur prilaku dalam tingkatan dalam
kehidupan rakyatnya. Akhirnya secara berkesinambungan terbentuk keberagaman
budaya yang terbentuk dalam setiap kota, daerah, dan bahkan negara

Dengan sublimasi delusi yang terjadi dalam kekuasaan dan agama, maka esensi
kebenaran dengan agama sudah memiliki jarak dan pertentangan yang semakin lama
semakin jauh dan tidak dapat disatukan.

Kebenaran yang absolut terus bertahan dan tidak pernah punah oleh waktu. Karena
kebenaran yang sejati memiliki daerah kekuasaan yang absolut yang tidak dapat diusik
oleh apapun. Hanya orang yang mengenal kebenaran ( yang makan roti) ,merasakan
kekuatan Tuhan, dan hidup dalam kekuasaan Tuhan Yesus Kristus (dalam kasih
karunia Allah) yang dapat masuk, bertahan dan terus berjalan dalam kebenaran yang
sejati.

Hal ini dilihat dalam Kisah Para Rasul 5:36-39 dikatakan demikian :

36 ​Sebab dahulu telah muncul si Teudas, yang mengaku dirinya seorang istimewa dan
ia mempunyai kira-kira empat ratus orang pengikut; tetapi ia dibunuh dan cerai-berailah
seluruh pengikutnya dan lenyap.
37 Sesudah dia, pada waktu pendaftaran penduduk, muncullah si Yudas, seorang
Galilea. Ia menyeret banyak orang dalam pemberontakannya, tetapi ia juga tewas dan
cerai-berailah seluruh pengikutnya.
38 Karena itu aku berkata kepadamu: Janganlah bertindak terhadap orang-orang ini.
Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia,
tentu akan lenyap,
39 ​tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini;
mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah." Nasihat itu diterima​.

Apa yang dikatakan oleh imam Gamaliel merupakan sebuah pernyataan yang telah

​ 4
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 2
ditetapkan oleh Allah dan menjadi standart oleh semua manusia termasuk saat ini
untuk menguji sebuah kebenaran. Dimana kebenaran sejati Allah selalu diuji oleh
zaman dan tetap menempatkan dirinya selalu nyata dalam segala hal.

Kebenaran atau kenormalan Allah akan berbeda dengan beberapa kepercayaan


lainnya yang hanya bersandar pada emosi dan logika manusia yang semu. Bahkan
beberapa kepercayaan kebenaran yang mereka temukan hanya bersifat semu atau di
dalam mimpi. Sehingga berdasarkan hal tersebut manusia memiliki pandangan atas
semua peraturan yaitu menganggapnya semua peraturan berbasis kepada kebaikan
yang ditetapkan oleh penguasa/ kebanyakan orang.

Menurut mereka hanya dengan kebaikan yang mereka anggap benar, maka pendirian
mereka seperti pasir di padang gurun. Dimana kebenaran semu yang dibentuk oleh
kekuasaan yang sementara akan berusaha secara berkesinambungan untuk
menemukan bentuk dan terbang secara acak sesuai dengan zaman dan musim.
Dimana kebenaran semu akan selalu mengalami perubahan dan akan mengikuti
zaman dan kebenaran demi kebenaran yang baru yang dianggap sebuah kebenaran
yang memiliki normal baru ada dalam keadaan yang terjadi di tempat mereka, hal ini
berbeda dengan sesungguhnya.

Bab 12 : Perbedaan Pola Kebenaran Absurd dan Semu


Setelah kita melihat dasar dari sebuah kebenaran sejati yang sangat berbeda
kebenaran yang semu yang ditanamkan oleh kekuasaan dan agama, maka saat ini kita
akan melihat pola yang dibentuk oleh kekuasaan dunia sehingga menyatakan apa yang
sebenarnya salah menjadi sebuah kebenaran yang absurd dan semu. Pola yang
dibentuk oleh kebenaran absurd selalu berlandaskan pada:

Pengalamanan Manusia (Pola pikir manusia)

Salah satu dasar dan landasan hidup manusia dan berkembang adalah pengalaman.
Dimana ​pengalaman manusia yang tidak mengenal kebenaran yang benar selalu
mengartikan dan berpandangan bahwa apa yang dialami dalam hidupnya merupakan
hasil kerja keras dan selalu berusaha mengandalkan dirinya sendiri untuk mewujudkan
sesuatu yang menurutnya baik atau kebenaran​. Berbeda dengan ​orang yang mengenal
kebenaran, akan menyerahkan pengalaman yang dia punya kepada Kebenaran yang
sejati.

Hal ini bisa kita lihat bagaimana kehidupan Kain setelah lepas dari Tuhan Yesus
Kristus, karena kesalahannya yang tidak mau mengenal Tuhan Yesus Kristus dan
membunuh adiknya karena rasa kesalnya akan ketidaktahuannya (Hal ini dapat kita
lihat dalam kejadian 4:1- 16), lalu dalam ayat selanjutnya kita perhatikan apa yang
terjadi keturunan Kain, Kain sendiri membuat sebuah kota dan terus berkembang atas

​ 5
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 2
dasar pengetahuan dan emosi yang mereka rasakan dari pengalaman hidup mereka.
Bahkan dengan berkembangnya ilmu pengetahuan menimbulkan motivasi yang salah
yang mereka miliki, dalam kejadian 4: 23-24 apa yang dikatakan Lamekh kepada
kedua isterinya, Lamekh membuat sebuah kebenaran palsu melalui kekuasaan dan
bahkan menetapkan diri lebih hebat dari kain. ( jika kain mati dibunuh maka akan ada
pembalasan kepada orang pembunuh tujuh kali lipat - keputusan Tuhan, sedangkan
Lamekh menetapkan bahwa siapa yang membunuhnya akan dibalaskan tujuh puluh
kali lipat - keputusan manusia)

Ini menjadi sebuah pembuktian bahwa jika manusia tidak mau mengenal Tuhan dan
selalu yang berdiri atas pengalaman hidupnya, maka semuanya akan sia sia. Dimana
kain tahu jika tanpa Tuhan Yesus Kristus dia akan mati, sehingga dari pengalamannya
yang dia lakukan kepada Habel dia membentuk sebuah kota, membuat perkakas dan
segala malam yang ada dengan satu tujuan untuk menghadirkan rasa aman dan
melindungi dia dari apapun. Tetapi motivasi palsu yang diciptakan oleh Kain berdampak
besar kepada keturunannya, sehingga anak anak kain belajar dari pengalaman
ayahnya dan mengambil kesimpulan bahwa dia ( seolah olah ) dapat menyamai diri
dengan Allah (kekuasaan besar yang luar biasa yang dia miliki)​- kebenaran yang semu
yang di buat keturunan kain dengan menciptakan ketakutan untuk penundukan kepada
manusia lain dari kekuasan yang dia miliki-​.

Hal ini berbeda dengan Set, dimana Set mengenal Tuhan Yesus Kristus dengan benar
dan mau belajar segala ketetapan yang diajarkan oleh ayahnya. Sehingga ​Set selalu
berbicara dan menaruh pengharapannya serta pengalamannya kepada Allah​. Pada
perkembangannya keturunan Set yang di dalam tangan Allah mendapatkan kasih
karunia yang berharga bahkan jika kita lihat lebih jauh bahwa manusia yang
memberikan kesempatan Allah bekerja dalam hidupnya berbeda dengan manusia yang
memiliki kebenaran semu.

Sehingga pengalam yang dia miliki tidak sama dengan manusia lainnya yang sia sia ,
seperti Enos yang berkesempatan untuk memanggil nama Tuhan (mengenal
penciptanya dengan sungguh dan benar serta kekuatanNYA), sampai kepada Henokh
diangkat oleh Tuhan Yesus Kristus dan tidak melewati kematian karena
pengalamannya untuk bergaul dan dekat dengan Allah ( mendapatkan hal yang
istimewa dari Allah yang tidak dapat dibuat oleh manusia).

Dari pengalaman manusia, manusia memiliki persepsi/ asumsi dari pengalamannya


yang menjadi sebuah karakter dan pola dasar untuk berpikir. Dengan dasar karakter
hingga pola pikir, maka manusia akan menjalankan hidupnya dan selalu berharap
kepada apa yang dialami dan dirasakan. Sehingga dengan karakter dan pola pikir yang
yang tidak bersandar kepada Allah secara sadar pasti akan terjadi perbedaan yang
mendasar sehingga menjadi pemisahan dasar hidup antara anak Allah dan anak
manusia. (Hal ini seperti Skematologi Hari ke 2 dan 3)

Dalam Skematologi ke 2 ( Tuhan menciptakan Cakrawala) kita belajar dengan

​ 6
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 2
mempelajari Firman Tuhan ( merasakan kekuatan Tuhan Yesus Kristus), Maka Tuhan
secara mendasar akan memisahkan secara segala halnya sehingga berbeda antara
manusia yang mengenal Allah maupun tidak. Bahkan dalam hari ke 3 ( Tuhan
memisahkan daratan dan lautan dan menumbuhkan tumbuhan di daratan) secara
mendetail Tuhan memisahkan orang percaya yang sungguh akan merasakan kuasa
Allah yang luar biasa untuk dapat bertumbuh dan memiliki memiliki pengalaman dengan
Tuhan Yesus Kristus, Sehingga manusia tersebut terdapat menghasilkan buah Roh
yang nyata dalam hidupnya.

Perkawinan Campur ( Tolenrasi Dosa)

Inilah pola selanjutnya, Setelah kita membahas pola pertama yaitu pengalaman yang
menjadi dasar karakter dan pola pikir manusia terbagi menjadi dua kelompok mau ikut
Tuhan Yesus Kristus atau mau berjalan sendiri. Tetapi apa yang terjadi dalam kejadian
6:2 dikatakan demikian :

maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu


cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan
itu, siapa saja yang disukai mereka.

Inilah awal mula terjadinya percampuran dogma dengan dasar menghilangkan


perbedaan bahkan secara perlahan menghilangkan kebenaran absolud yang dimiliki
oleh anak anak Allah. Jika kita melihat dalam 1 Korintus 15 : 33- 34 yang dikatakan
demikian :

15:33 Janganlah kamu sesat: ​Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan


yang baik.​ 15:34 Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi!
Ada di antara kamu yang tidak mengenal Allah​. Hal ini kukatakan, supaya kamu
merasa malu.

Kita juga lihat dalam Kitab Amsal 22: 17 -29, tetapi kita akan perhatikan dengan
seksama dalam ayat 24 -29 dikatakan demikian :

24 ​Jangan berteman dengan orang yang lekas gusar, jangan bergaul dengan
seorang pemarah, 25 supaya engkau jangan menjadi biasa dengan tingkah
lakunya dan memasang jerat bagi dirimu sendiri.​ 26 Jangan engkau termasuk
orang yang membuat persetujuan, dan yang menjadi penanggung hutang. 27
Mengapa orang akan mengambil tempat tidurmu dari bawahmu, bila engkau
tidak mempunyai apa-apa untuk membayar kembali? 28 ​Jangan engkau
memindahkan batas tanah yang lama, yang ditetapkan oleh nenek moyangmu​.
29 Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di
hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina.

Jika kita melihat dari ayat diatas sangat jelas apa yang Tuhan Yesus perintahkan dan
apa yang akan terjadi. Bagaimana pergaulan yang buruk pasti merusak segala hal yang

​ 7
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 2
baik, dan Salomo pun menjelaskan bahwa pergaulan adalah sarana yang digunakan
untuk saling mempengaruhi. Bahkan dalam Amsal dijelaskan bagaimana pertemanan
yang buruk dapat menggeser ketetapan yang Tuhan Yesus Kristus tetapkan dalam
hidup orang percaya dengan alasan toleransi dan saling menghormati.

Terutama dengan kejadian yang terjadi pada Kejadian 6:2 dimana dengan adanya anak
anak Allah mengambil istri anak anak manusia maka apa yang terjadi ? ada banyak
aturan dan ketetapan Tuhan yang telah dilanggar dengan menggeser aturan yang ada
dan memberikan kelonggaran sedikit dan hal itu dengan berjalannya waktu dianggap
biasa bahkan normal. Hal ini termasuk pada kesalahan yang dilakukan oleh manusia
sehingga manusia melegalkan kekerasan hingga melanggal Firman Tuhan
mengatasnamakan kebenaran semu yang mereka pegang dan tidak ada pengharapan
kepada Tuhan Yesus Kristus. Hal ini termasuk anak anak Allah yang telah melakukan
perkawinan campuran. Hal ini dapat dilihat dalam kejadian 6:11-12 yang berkata
demikian

6:11 Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan
kekerasan. 6:12 Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab
semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.

kita coba bandingkan dengan Maleaki 2 :10 -16, terutama ayat 11dan 16 dan yang
dikatakan demikian :

2: 11 Yehuda berkhianat, dan perbuatan keji dilakukan di Israel dan di


Yerusalem, sebab ​Yehuda telah menajiskan tempat kudus yang dikasihi TUHAN
dan telah menjadi suami anak perempuan allah asing
2: 16 Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel--juga ​orang
yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan​, firman TUHAN semesta alam.
Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!.

Dan kita akan perhatikan Ulangan 9: 12 dikatakan demikian :

Lalu berfirmanlah TUHAN kepadaku: Bangunlah, turunlah dengan segera dari


sini, sebab bangsamu, yang kaubawa keluar dari Mesir, ​telah berlaku busuk;
mereka segera menyimpang dari jalan yang Kuperintahkan kepada mereka​;
mereka telah membuat patung tuangan.

Dari ketiga ayat ini kita melihat dengan jelas apa yang terjadi pada anak Allah yang
melakukan perkawinan campur dengan anak manusia. Maka anak anak Allah akan
terbawa dan terpengaruh oleh anak manusia termasuk dalam hal pengharapan mereka.
Bahkan dalam Matius 6: 21- 24 dikatakan demikian :

6:21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. 6:22 Mata
adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; 6:23 jika
matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu

​ 8
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 2
gelap, betapa gelapnya kegelapan itu. 6:24 ​Tak seorangpun dapat mengabdi
kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan
mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak
mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada
Mamon ​. "

Di sini kita melihat dengan jelas apa yang Tuhan Yesus Kristus katakan bahwa Anak
Allah tidak dapat mengabdi atau tidak bisa memiliki 2 pangharapan dalam hidupnya.

Sehingga jika tidak setia kepada pengenalan yang benar akan siapa Tuhan Yesus
Kristus (Roti Hidup - Skematologi hari 1 ) dan merasakan kekuatan Tuhan /
menjalankan segala ketetapan Firman Tuhan ( kekuatan - Skematologi hari ke 2 ) ,
sehingga anak Allah itu melakukan apa yang Tuhan Yesus Kristus benci yaitu
pengkhianatan / murtad. Sehingga hukuman akan Tuhan Yesus Kristus adakan bagi
orang tersebut.

Tetapi yang menjadi masalah pengkhianatan itu terus berkembang dan berubah sesuai
dengan pengalaman yang mereka dapatkan, sehingga bisa dikatakan populasi anak
anak Allah yang setia kepada Allah semakin sedikit dan hampir tidak ada. Tetapi ingat
kenormalan Tuhan Yesus Kristus yang absolute tetap berlaku dan tidak ada yang tidak
mungkin bagi Tuhan Yesus Kristus.

Di dalam kekacauan perkawinan campur dan sikap perngkhianatanmanusia kepada


Tuhan Yesus Kristus , terdapat satu keluarga yang tetap berpegang teguh pada
kenormalan yang benar. Hal ini terlihat dalam Kejadian 6: 9 dikatakan demikian :

6:9 Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah ​seorang yang benar dan tidak bercela di
antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah​.

Inilah anak Allah yang tetap berpegang teguh pada kebenaran yang benar (
kenormalan Allah ) dan perhatikan kata bergaul dengan Allah. Hal ini menunjuk
bagaimana Nuh menerima dan mengenal Tuhan Yesus Kristus dengan baik ( selalu
makan Roti Hidup dalam hidupnya) dan selalu mau menjalankan Firman Tuhan (
merasakan dan bersandar pada kekuatan Allah dalam hidupnya), maka ada kuasa
Allah ( kekuasaan Allah ) ada di dalam Nuh, sehingga Nuh terus bertumbuh dalam
perkenanan dan kasih karunia Tuhan (Kejadian 6:8) dan menghasilkan buah yang baik
dalam hidupnya ( Skematologi minggu ke 3) dan menjadi terang dalam hidupnya yang
dapat dilihat oleh semua orang dan berbeda dengan orang sezamannya (Skematologi
minggu ke 4) .

Ketika rencana penghukuman yang akan Tuhan Yesus kristus akan dilaksanakan,
maka apa yang Nuh dapatkan ? Nuh yang mengenal Allah, menjaga kesetiaannya dan
tidak murtad kepada Tuhan Yesus Kristsus mendapatkan kasih karunia Tuhan untuk
selamat dari hukuman. Nuh kuasa kasih karunia untuk mendapatkan visi dan misi
Tuhan Yesus Kristus ( mengenal hati Tuhan Yesus Kristus untuk masa yang akan

​ 9
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 2
datang - Skematologi hari ke 4 ) dengan menjalankan apa yang Tuhan Yesus Kristus
katakan yaitu membuat sebuah bahtera untuk menyelamatkan orang yang mengenal
dengan sungguh siapa Tuhan Yesus Kristus dan menjalankan perintahnya. Hal ini
ditegaskan dalam kejadian 6:13- 22 dan kita perhatikan ayat 22 yang menyatakan
bahwa Nuh membuat benar benar sesuai dengan perintah Tuhan Yesus Kristus
bersama dengan ukuran yang sesuai telah dikatakan kepadanya.

Nuh mendapat sebuah pengharapan dari Tuhan Yesus Kristus di tengah kekacauan
yang terjadi di sekitarnya, Nuh tetap mempertahankan apa yang dia terima untuk selalu
mengenal siapa Allahnya dan mengerti segala ketetapannya. Ketika manusia
mengambil keputusan untuk makan dari pengenalan akan Firman Tuhan dan
merasakan kekuatan Tuhan, maka Allah berikan kuasa kepada manusia itu yang
menjadikan manusia anak anak Allah

Hal ini ditegaskan dalam Yohanes 1: 12-13 dikatakan demikian :

1:12 Tetapi ​semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi
anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; ​ 1:13
orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula
secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki , melainkan dari Allah.

Bahkan ketika kita belajar dari awal pembahasan kita tentang kebenaran yang
sesungguhnya menuju pada Iman yang kuat kepada Tuhan Yesus Kristus. Dimana
manusia selalu berpandangan kepada kenormalan semu menurut manusia ( walaupun
itu salah dan menjerumuskan manusia itu sendiri) dan bukan kenormalan sejati. Tetapi
siapa yang berpegang pada kebenaran yang sejati akan mendapatkan pengharapan
yang tidak mengecewakan sehingga mencapai kedewasaan yang dapat
mempertanggungjawabkan dalam kuasa Allah yang absolute dalam Tuhan Yesus
Kristus.

Hal ini juga dikuatkan oleh Paulus kepada jemaat di Ibrani dalam Ibrani 11:1 dan 7
dikatakan demikian :
11:1 ​Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari
segala sesuatu yang tidak kita lihat.
11:7 Karena iman, maka ​Nuh--dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang
belum kelihatan​ --dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan
keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ​ia ditentukan untuk
menerima kebenaran, sesuai dengan imannya.

Sehingga dengan sangat jelas kita melihat bahwa dengan kita selalu menerima ​Roti
Kehidupan yang merupakan terang dunia ​dan ​selalu bersandar pada kekuatan Allah
sebagai pemisah antara kita yang percaya kepada kenormalan Allah dengan yang lain,​
Maka kita memperoleh kuasa dalam pengharapan dan kasih karunia Allah untuk
berjalan bersama dengan Allah, bertumbuh dan menghasilkan buah yang baik dalam
belajar mengenal Tuhan Yesus Kristus secara utuh.

​ 0
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 3
Mencontoh dari Hal yang Tidak Diketahui (Menganggap Dirinya Benar)

Dalam perkembangannya, kehidupan keluarga Nuh yang taat kepada Tuhan Yesus
Kristus dan selamat dari hukuman Allah kembali berkembang dengan sosial budaya
yang baru yang telah mereka pelajari sebelum dan sesudah kejadian air bah yang
mereka alami ( kejadian 7). ​- Hal ini bisa dilihat selama Nuh membangun bahtera yang
diperintahkan Tuhan Yesus Kristus , mereka pun belajar bagaimana harus orang
percaya selalu mendengarkan dan mentaati Firman Tuhan-

Tetapi pola kehidupan yang tidak benar pernah dilihat oleh ketiga anak Nuh, hal ini
ditunjukkan bahwa Nuh menyelamatkan anak anaknya dan menantunya. Sem, Ham
dan Yafet telah melihat bagaimana perbedaan antara kehidupan ayahnya berbeda
dengan kehidupan orang yang disekelilingnya tetapi dianggap normal oleh
lingkungannya. Mereka melihat bagaimana Nuh tetap bertahan dalam kenormalan Allah
yang kokoh walaupun di dalam tekanan orang di sekitarnya. Hal ini bisa dilihat dalam 1
Petrus 3: 13-20, bagaimana Petrus mengajarkan untuk tetap setia kepada Tuhan Yesus
Kristus dan hidup dalam kenormalan Allah yang sesungguhnya yaitu menjadi terang
dan penginjilan bagi orang lain untuk bertobat ( Skematologi hari ke 4 dan diteguhkan
dalam 1 Petrus 3 : 19 & 20 serta Roma 2:4) . Sehingga apa yang kita lakukan berdasar
kenormalan yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan Yesus
Kristus (Skematologi hari ke 7)

Setelah Nuh melakukan apa yang benar di hadapan Tuhan Yesus Kristus, Nuh menjadi
petani dan membuat kebun anggur. Jika kita melihat gambaran dari kebun anggur
merupakan kuasa Tuhan Yesus Kristus yang berlaku atas hidup orang percaya
kepada-NYA. Hal ini dilihat dalam ( Matius 20: 1-16 dan Matius 21 : 33-46) bagaimana
Kuasa Tuhan ( perjalanan bersama Tuhan hingga mujizat yang Tuhan Yesus Kristus
nyatakan) berlaku kepada orang yang mau mengenal Tuhan dan menjalankan Firman
Tuhan. Tetapi jika kita perhatikan dalam Matius 21: 33-46 ,dijelaskan bagaiman kuasa
yang Tuhan Yesus Kristus berikan seringkali disalahgunakan oleh manusia bahkan
mereka membunuh / menolak teguran hamba Tuhan, karena menolak teguran Tuhan
Yesus Kristus. Dengan kuasa itu, mereka berusaha membuat kekuasaan yang mereka
miliki seperti kekuasaan Tuhan / Teokrasi absolute yang tidak pernah mereka tahu. .

Hal ini yang terjadi dengan Nuh, dimana ketika Nuh menjadi petani dan memiliki kebun
anggur. Tetapi Nuh meminumnya dan mabuk sehingga mempermalukan dirinya sendiri,
sehingga Ham melihat aurat ayahnya tersebut. Nuh mempunyai kuasa karena
mengenal Tuhan Yesus Kristus dan menjalankan setiap Firman Tuhan, Nuh menerima
setiap janji dan berkat Allah dalam hidupnya. Tetapi Nuh memiliki kesalahan yaitu
menyalahgunaan kekuasaan, janji Allah dan berkat yang ada padanya ( Nuh mabuk).

Jika kita melihat dalam 2 petrus 2: 12 - 14 dikatakan demikian :

​ 1
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 3
​ :12 Tetapi mereka itu sama dengan hewan yang tidak berakal, sama dengan
2
binatang yang hanya dilahirkan untuk ditangkap dan dimusnahkan. ​Mereka
menghujat apa yang tidak mereka ketahui, sehingga oleh perbuatan mereka
yang jahat mereka sendiri akan binasa seperti binatang liar, 2:13 dan akan
mengalami nasib yang buruk sebagai upah kejahatan mereka. Berfoya-foya
pada siang hari, mereka anggap kenikmatan​. Mereka adalah kotoran dan noda,
yang mabuk dalam hawa nafsu mereka kalau mereka duduk makan minum
bersama-sama dengan kamu. 2:14 Mata​ mereka penuh nafsu zinah dan mereka
tidak pernah jemu berbuat dosa​. Mereka memikat orang-orang yang lemah.
Hati mereka telah terlatih dalam keserakahan. Mereka adalah orang-orang yang
terkutuk!

Dari hal diatas, menegaskan bahwa penyalahgunaan kuasa Tuhan Yesus kristus
merupakan suatu hal yang jahat bahkan diumpamakan sebagai kotoran, noda bahkan
terkutuk. Sehingga apa yang kita harus lakukan dengan kuasa Tuhan dan janji Tuhan
yang telah kita dapatkan? Hal ini dapat kita lihat dalam Titus 2:2-3 yang dikatakan
demikian

2 Laki-laki yang tua hendaklah hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat


dalam iman, dalam kasih dan dalam ketekunan.
3 Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup
sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba
anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik

Hal ini menunjukan bahwa sebagai anak Tuhan yang telah memiliki kuasa untuk
berjalan bersama dengan Tuhan Yesus Kristus dan sudah pernah merasakan janji dan
berkat yang Tuhan Yesus Kristus berikan harus tetap menjaga sikap dan mengajarkan
tentang hal ini bahkan kepada orang muda (seumur hidupnya) .

Karena mengacu pada Matius 20: 1-16 dijelaskan kebun anggur berbicara tentang anak
Allah yang memiliki kuasa Tuhan mempunyai tugas khususnya dalam ayat 8-10
dikatakan demikian :

20:8 Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: ​Panggillah
pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang
masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu. ​20:9 Maka datanglah
mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan ​mereka menerima
masing-masing satu dinar.​ 20:10 Kemudian datanglah mereka yang masuk
terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi merekapun menerima
masing-masing satu dinar juga.

Sehingga sangat jelas ketika kita belajar dalam Skematologi minggu pencipataan
dijelaskan bahwa orang yang berada dalam tingkatan hari ke 4 seharusnya sudah
memiliki kuasa yang membawa mereka terpisah untuk dapat bertumbuh dan
menghasilkan buah yang baik dan benar, sesuai dengan kehendak Tuhan. Tetapi

​ 2
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 3
seperti halnya Nuh memiliki kuasa dan sudah merasakan sedikit janji Tuhan membuat
manusia terlena dengan apa yang dia miliki dan menuntut agar mendapat apa yang
seperti orang lain dapatkan tanpa berbuah dengan sempurna. Padahal disini mereka
sudah mendapatkan upah mereka dalam 1 hari yaitu 1 talenta ( menjadi bintang di
langit).

Tetapi apa yang terjadi dengan anak anak Tuhan yang mengenal Tuhan Yesus Kristus
tidak secara utuh dan tidak setia melakukan seperti apa yang Tuhan perintahkan, maka
mereka akan seperti seorang pekerja yang hanya memiliki 1 talenta dan menguburnya.
Mereka seperti orang yang memiliki sinar tetapi karena merasa kecil, maka mereka
menyalahgunakan kuasa yang ada padanya untuk tidak berbuat apa apa/ hal yang
tidak benar dihadapan Tuhan. Hal ini ditegaskan dalam Yakobus 2: 26 yang
menegaskan iman ( mengenal Tuhan dan kekuatan-Nya - skematologi hari ke 1 dan 2 )
tanpa perbuatan ( menggunakan kuasa yang diberikan untuk berjalan bersama Tuhan
Yesus Kristus dan berbuah terus menerus- menggunakan kekuasaan dengan benar)
adalah mati.

Ketika Nuh mabuk / menyalahgunakan kekuasaan dan janji Tuhan dalam hidupnya,
Ham melihat hal itu dan menceritakan hal tersebut kepada kedua saudaranya. Tetapi
hal yang berbeda dilakukan oleh kedua anak lainnya, mereka berjalan mundur sambil
membentangkan kain untuk menutupi aurat ayahnya. Ketika Nuh sadar dan mendengar
apa yang terjadi maka apa perkataan kutuk dan berkat yang keluar dari mulut Nuh
untuk ketiga anaknya. Ketika melihat apa yang dilakukan oleh Ham, coba kita
bandingkan dengan lukas 27 : 26 - 32 yang dikatakan demikian :

​ 7:26 Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak
1
pada hari-hari Anak Manusia: 17:27 ​mereka makan dan minum, mereka kawin
dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu
datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.​ 17:28 Demikian juga
seperti yang terjadi di​ zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli
dan menjual, mereka menanam dan membangun.​ 17:29 Tetapi pada hari ​Lot
pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan
membinasakan mereka semua. ​17:30 Demikianlah halnya kelak pada hari, di
mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya. 17:31 ​Barangsiapa pada hari itu
sedang di peranginan di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah,
janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang
di ladang, janganlah ia kembali​. 17:32 ​Ingatlah akan isteri Lot !

Jika kita lihat dari ayat diatas kita melihat dengan jelas apa yang terjadi pada Ham.
Ham telah melihat dan secara tidak langsung Ham menganggap segala hal yang terjadi
pada ayahnya adalah hal yang biasa/ benar pada zamannya. Hal ini dibicarakan
kepada saudaranya, hal ini menjadi bisa bagi Ham karena lingkungan dan sosial
budaya Ham yang telah dianggap normal kejadian tersebut. Walaupun sebenarnya
Ham tahu bahwa hal tersebut adalah hal yang tidak berkenan kepada Allah sehingga
Allah menurunkan Air bah ke atas seluruh bumi.

​ 3
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 3
Bahkan jika kita bandingkan dengan Lot, Ham mengalami hal yang hampir sama
bahkan Lot, bedanya Lot sudah mendapatkan peringatan pribadi yang sangat keras
dari Tuhan Yesus Kristus. Hal ini dapat kita lihat dalam Kitab kejadian 19 : 1- 28 dimana
kota Sodom dan Gomora merupakan kota yang memiliki pemahaman kenormalan
semu (dosa) yang dapat dikatakan sangat berlawanan dengan kenormalan Allah,
mereka menganggap sosial budaya yang terjadi di kota itu adalah sebuah kebenaran (2
petrus 2: 12-16)

Karena Lot yang salah memilih tempat untuk tinggal karena melihat hal yang duniawi
yang indah ( kejadian 13:10 -13) , Lot harus menanggung penderitaan untuk
memegang segala kebenaran yang dia punya untuk dapat bertahan atau Lot akan
mendapatkan hukuman yang berat. Bahkan jika lihat dalam 2 Petrus 2 : 1- 22 dan kita
perhatikan dalam ayat 7 sampai 8 dikatakan demikian

tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita


oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya
mengikuti hawa nafsu mereka saja, -- sebab orang benar ini tinggal di
tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar
perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu
tersiksa.

Bahkan jika kita melihat dalam kejadian 19:1-38 apa yang terjadi pada Lot, dengan
sosial budaya yang sudah tertanam dalam hidup istri dan anak - anak Lot. Maka kita
dapat melihat bagaimana istri Lot gagal untuk tidak memandang hal yang berasal dari
dunia / kenormalan semu. Bahkan jika kita melihat anak anak Lot pun pada akhirnya
mereka melakukan hal yang sama dengan orang Sodom dan Gomora, bahkan mereka
mencontoh apa yang menurut mereka benar sehingga mereka melanggar segala
Firman Tuhan dengan meniduri ayahnya sendiri.

Hal ini pun menjadi pelajaran, dimana Ham tidak belajar dan melakukan segala Firman
Tuhan dengan benar dan utuh. Sehingga Ham menyamakan kesalahan Nuh dengan
kebiasaan manusia yang hidup sebelum air bah (mencontoh apa yang mereka tidak
tahu / melakukan apa saja yang menurut mereka benar). Tetapi akan hal itu Ham
dianggap bersalah dan tidak menghormati Firman Tuhan,karena Ham membicarakan
kenormalan semu sebagai hal yang biasa. Tetapi berbeda dengan orang yang
mengenal kehendak Tuhan dan hukum Tuhan, Seperti halnya Sem dan Yafet yang
lebih mengenal siapa dan apa kehendak Tuhan Yesus Kristus yang Nuh pegang dalam
hidupnya terutama dalam masa pembuatan dan dalam bahtera. Sem dan Yafet
berusaha tidak melihat bahkan mencontoh hal yang tidak berkenan kepada Allah,
Sehingga mereka menutup kesalahan Nuh dengan berjalan mundur dan menutupi
dengan kain sambil memalingkan mukanya.

Dan jika kita melihat dari kejadian istri dan anak Lot serta Ham, kita melihat bahwa
seringkali kita memandang hal yang baru di depan kita sebagai inovasi yang bagus

​ 4
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 3
bahkan menormakan hal itu. Dan secara sadar maupun tidak, hal yang baru kita lihat
membawa kita untuk mencoba dan mencontoh hal tersebut . Mencontoh hal tersebut
yang sebenarnya tidak diketahui apakah benar atau salah dihadapan Tuhan Yesus
Kristus membuat manusia akan tertarik dan terjerumus pada lembah dosa.

Hal ini pernah terjadi pada Adam dan hama pada kejadian 3 : 6 dikatakan demikian

Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap
kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu
ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada
suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya .

Coba kita bandingkan dengan Hosea 4: 6 yang dikatakan demikian :

Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak
pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena
engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan
anak-anakmu.

Hal ini menjelaskan sangat jelas bagaimana kehidupan orang yang berpegang pada
kenormalan yang absolute / kebenaran yang sesungguhnya. Dimana mereka berusaha
tidak akan melihat perkembangan dunia tanpa kebenaran Firman Tuhan. Di mana
kebenaran Firman harus berdiri tegak sebagai tiang awan dan tiang api pada kehidupan
manusia. ( Firman Tuhan dan kuasa Roh Kudus - keluaran 13 : 21) dan bukan dasar
pemikirian dan karakter manusia yang dimotivasi berdasarkan pengalaman manusiawi
(emosi dan logika) dan pengaruh dokma perkawinan campur (toleransi) .

Maka dasar pengenalan akan siapa Tuhan Yesus Kristus (hari pertama) dan belajar
segala ketetapan Firman Tuhan (hari ke 2) menjadi hal yang sangat penting dan
sangat krusial. Jika kita melihat kembali bagaimana pola pertama sampai ketiga ini
sudah sangat berbahaya bahkan di akhir zaman pola ini pun terus terpakai semakin
sistematis dan masif.

Kekuasaan Semu dan Gaya Hidup Manusia di Dunia (Kecenderungan Dosa)

Tetapi setelah Ham mendengar dan tahu apa yang akan diterimanya ,bahwa
keturunannya akan menjadi hamba bagi ke 2 saudara. Maka secara pasti keturunan
Ham terus berpikir bagaimana hal itu tidak akan terjadi pada keturunan Ham. Sehingga
mereka membuat sebuah kerajaan, dan Nimrot adalah manusia keturunan Ham yang
pertama kali menguasai dunia. Hal ini dilihta dalam Kejadian 10 : 6- 9

10:6 ​Keturunan Ham ialah Kush​, Misraim, Put dan Kanaan. 10:7 Keturunan
Kush ialah Seba, Hawila, Sabta, Raema dan Sabtekha; anak-anak Raema
ialah Syeba dan Dedan. 10:8 ​Kush memperanakkan Nimrod; dialah yang

​ 5
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 3
mula-mula sekali orang yang berkuasa di bumi;​ 10:9 ia seorang pemburu yang
gagah perkasa di hadapan TUHAN, sebab itu dikatakan orang: "Seperti Nimrod,
seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN."

Jika kita melihat dari ayat diatas, kita melihat bahwa dari keturunan Ham yang
membentuk sebuah tatanan dunia dan gaya hidup manusia yang mulai menjadi standar
hidup bagi kebanyakan orang. Hal ini bisa dilihat dalam bagaimana dalam
perkembangannya Esau menjadikan Nimrod sebagai acuan hidupnya untuk menjadi
seorang pemburu dengan tinggal di padang ( dengan kenormalan yang semu dan pola
pikir yang normal bagi kebanyakan orang). Maka kita melihat dari keturunan Nimrod
inilah terjadi sebuah pemikiran yang baru / inovasi dimana mereka ingin membuat
sebuah menara yang ujungnya sampai ke langit untuk mencari nama dan tidak
berserak ke seluruh bumi.

Inilah hasil dari pola dunia melihat bagaimana dari pola pikir ,toleransi dosa dan
menganggap diri benar, membuat sebuah konsep yang bernama kecenderungan dosa
menjadi sebuah standar bagi dunia. Kecenderungan ini menjadi acuan bukan hanya
bagi orang yang tidak mengenal Allah dengan baik tetapi juga bagi orang yang
mengenal Allah. Hal ini dapat kita melihat bagimana berburu yang merupakan sebuah
“profesi” yang bagus bagi semua orang, Karena banyak orang yang mengikuti Nimrod
sebagai dasar hidup di dunia pada saat itu.

Jika kita melihat sudah berapa generasi dari Nimrod berkuasa sampai zaman Esau
telah berlalu, tetapi kecenderungan dosa dalam hidup manusia semakin berkuasa dan
terus bergerak ke semua penjuru dengan metode “gaya hidup“ populer. Sehingga
kecenderungan dosa yang ada semakin lama semakin biasa dan menjadi kebenaran
sendiri bagi semua manusia di dunia.

Terlebih jika kita melihat terus dalam kisah Yakub bahkan sampai bangsa Israel
terbentuk pun, pengaruh kecenderungan dosa masih terus berkembang sehingga yang
menjadi hal yang paling fatal adalah mengubah tatanan kebenaran Allah yang bersifat
Teokrasi absolut ( Allah adalah raja) untuk orang Israel menjadi Monarki absolut (
seorang raja memimpin sebuah bangsa). Hal ini pun adalah pengaruh dari Nimrod yang
berkuasa dan menetapkan dirinya sebagai seorang yang penuh kuasa / pemimpin.

Dari ke 4 pola dasar ini pola kebenaran absurd dan semu (pola pikir manusia, toleransi
dosa, menganggap diri benar dan kecenderungan dosa) ini masih masih terus
berlangsung dan semakin lama eskalasinya semakin berkembang dan semakin
memiliki kompleksitas yang semakin tinggi.​ Bahkan pengaruh ini semakin besar dan
semakin samar oleh karena pembenaran yang semu dan absurd yang telah diajarkan
dan menjadi dasar hidup manusia saat ini. Bahkan dari pola kebenaran absurd dan
semu ini menjadi sebuah landasan agama agama yang berkembang di luar kebenaran
absolut yang menyebar keseluruh dunia.

​ 6
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 3
Bab 13 : Kebenaran Absolute Selalu Menjadi Harapan di Kegelapan
Tetapi seperti hanya halnya Set, Nuh, Yakub, Daud bahkan Yesus ( Anak Allah yang
hidup) dalam perjanjian baru adalah sebuah pengharapan terhadap kebenaran Absolut
yang akan terus berdiri kokoh dan tidak akan tergoyangkan oleh apapun, walaupun
semua manusia akan berusaha untuk mengikuti arus pola kebenaran absurd dan semu.

Bahkan jika kita lihat dalam Mazmur 91 terutama dalam ayat ke 7 -14 dikatakan
demikian :

91:7 Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi
itu tidak akan menimpamu.
91:8 Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan
terhadap orang-orang fasik.
91:9 ​Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat
tempat perteduhanmu,
91:10 malapetaka tidak akan menimpa kamu , dan tulah tidak akan mendekat kepada
kemahmu;
91:11 sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga
engkau di segala jalanmu.
91:12 Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan
terantuk kepada batu.
91:13 Singa dan ular tedung akan kaulangkahi, engkau akan menginjak anak singa dan
ular naga.
91:14 "Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku , maka Aku akan meluputkannya, Aku
akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.

Jika kita melihat apa janji Tuhan Yesus Kristus yang ditulis oleh Daud bagi orang yang
mau mengenal dan merasakan kekuatan Tuhan Yesus Kristus dalam hidupnya. Bahkan
dalam ayat 7 menyatakan dengan jelas bagaimana kehidupan orang yang selalu
memegang janji Tuhan Yesus Kristus.

Mereka yang tetap berjalan dalam kuasa Tuhan, maka kuasa Tuhan Yesus Kristus
akan nyata dalam hidupnya ( Skematologi hari ke 4). Dimana Anak Tuhan akan
diselamatkan dan ditolong oleh Tuhan Yesus Kristus, sehingga kebenaran yang
absolute nyata kepada semua orang.

Tetapi perhatikan ayat 11-12 dan jika Kita kembali pada pelajaran pencobaan ke dua
yang alami Tuhan Yesus Kristus, bagaimana Kita belajar pengharapan orang yang
hidup dalam kekuatan Allah tidak akan pernah terantuk / tersandung / memiliki salah
pengertian dan penyalahgunaan akan kuasa Tuhan dalam hidupnya.

Hal ini ditegaskan dalam Yohanes 11:9-10 (TB)

​ 7
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 3
9 Jawab Yesus: "Bukankah ada dua belas jam dalam satu hari? Siapa yang
berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk, karena ia melihat terang dunia
ini.
10 Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena
terang tidak ada di dalam dirinya."

Dan jika Kita lihat bagaimana pola kebenaran semu dan absurd yang membawa delusi
bahkan pengertian yang salah kepada anak manusia, sehingga banyak yang tersesat
dan pada akhirnya kaki mereka terantuk oleh pola hidup mereka sendiri dan akan
menerima hukumannya, jika mereka tidak berbalik kepada Tuhan. Hal ini menjadi
perhatian sangat keras dimana keadaan anak anak Tuhan di akhir zaman akan sama
seperti Lot. Hal ini ditegaskan dalam 2 korintus 3:1-9 dikatakan demikian :

3:1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
3:2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang.​ Mereka
akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah,
mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak
mempedulikan agama,
3:3 tidak tahu mengasihi , tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak
dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,
3:4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa
nafsu dari pada menuruti Allah.
3:5 ​Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka , tetapi pada hakekatnya
mereka memungkiri kekuatannya​. Jauhilah mereka itu!
3:6 Sebab di antara mereka terdapat orang-orang yang menyelundup ke rumah
orang lain dan menjerat perempuan-perempuan lemah yang sarat dengan dosa
dan dikuasai oleh berbagai-bagai nafsu,
3:7 yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal
kebenaran.
3:8 ​Sama seperti Yanes dan Yambres menentang Musa, demikian juga mereka
menentang kebenaran.​ ​Akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji.
3:9 Tetapi sudah pasti ​mereka tidak akan lebih maju​, karena seperti dalam hal
Yanes dan Yambres, kebodohan merekapun akan nyata bagi semua orang.

Di akhir zaman dimana kenormalan semu menjadi sebuah standar yang begitu kuat
dengan permasalahan yang kompleks. Bahkan disadari maupun tidak pola kebenaran
absurd dan semu akan menguasai hidup manusia dari ​pola pikir manusia​ akan
hidupnya lalu melakukan ​toleransi dosa​ karena lingkungan yang mengharuskan
menganggap dirinya benar​ dan mengikuti ​kecenderungan dosa​ yang telah ada dan
dianggap benar. Hal ini membawa orang yang tidak makan Roti Kehidupan dan
merasakan kekuatan Allah akan berpikir apa yang ditawarkan oleh dunia ini adalah
logis dan masuk akal, sehingga mereka akan menentang kebenaran. Manusia yang
mengikuti Lot seperti di atas, maka tidak akan pernah merasakan kuasa Allah secara
penuh ( skematologi minggu penciptaan hari ke tiga sampai hari ke tujuh).

​ 8
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 3
Berbeda dengan orang yang berpegang pada kenormalan Allah, Maka kuasa Allah
untuk berjalan ( skematologi minggu penciptaan hari ke 3), Terang Allah dalam
hidupnya ( Skematologi minggu penciptaan hari ke 4 ), kehendak Allah, dan visi Allah
akan nyata dalam hidupnya dan menyerahkan seluruh jiwanya untuk dipakai Tuhan
Yesus Kristus agar menjadi penjala manusia (Skematologi minggu penciptaan Hari ke
5) .

Hal ini dikuatkan dalam Roma 5: 1-5 dikatakan demikian:

5:1 Sebab itu, ​kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai
sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.
5:2 Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. ​Di
dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan
menerima kemuliaan Allah.
5:3 Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan
kita, karena kita tahu, bahwa ​kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,
5:4 dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan
pengharapan. 5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah
telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan
kepada kita.

Kita melihat dengan sangat jelas bahwa orang yang hidup dalam Iman ( mengenal dan
menjalankan Firman Tuhan dengan sungguh sungguh), maka mereka hidup dalam
kuasa Allah yang penuh dengan kasih karunia. Sehingga dalam kasih karunia Allah,
kita memperoleh pengharapan untuk menerima kemuliaan Allah ( Skematologi hari ke
7). Bahkan dikatakan oleh Paulus kepada jemaat di Roma dalam ayat 3 b yang
menjelaskan apa yang kita alami sekarang ini bahkan di akhir zaman seperti zaman
Nuh dan Lot dimana seperti 2 Petrus 2 :7-8. Dimana anak anak manusia yang
berpegang kepada kenormalan yang benar akan merasakan kesenggaraan.

Tetapi siapa yang berpegang dalam segela ketetapan yang Tuhan Yesus Kristus
berikan dan tidak menyerah, maka apa yang kita kerjakan bersama dengan Tuhan
Yesus Kristus tidak akan sia sia. Karena dari kesengsaraan akan menimbulkan
ketekunan untuk selalu makan Roti Kehidupan dan merasakan kekuatan Firman.

Bahkan dalam Matius 11: 28 - 30 Tuhan Yesus pun mengatakan demikian :

Marilah kepada-Ku , semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan
memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah
pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat
ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan. "

Tuhan Yesus Kristus tidak ingin manusia yang sungguh mengenal Allah menjadi letih
lesu dan berbeban berat karena sosial budaya dari kebenaran yang semu (karena
pengaruh pola kebenaran semu), melainkan terus berpegang tekun pada pengenalan

​ 9
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 3
akan Tuhan Yesus Kristus dan kebenaran Firman Tuhan yang kokoh. Karena dari
ketekunan yang benar akan menghasilkan tahan uji yang menimbulkan pengharapan
yang tidak akan mengecewakan. Hal ini ditegaskan 1 korintus 15: 58 dikatakan
demikian :

Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah,


dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam
persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Jadi inilah harapan dari kebenaran absolute yaitu harapan akan identitas Allah ( anak
anak Allah) dalam hidup orang percaya. karena kasih Allah / Identitas Allah telah
diberikan di dalam hati orang percaya yang terus bertahan dan terus berjalan bersama
Tuhan Yesus Kristus (Roh Kudus) untuk mencapai / memiliki gambaran yang serupa
dengan Allah ( skematologi hari ke 6) .

Bab 14 : Identitas Sesungguhnya


Jika kita kembali dalam Kejadian 6 :2, maka kita melihat hal yang penting dalam hidup
manusia yang selalu kita lewatkan dan kita abaikan yaitu identitas sesungguhnya anak
Allah (Tuhan Yesus Kristus) dan identitas anak manusia. Sebenarnya jika kita melihat
secara keseluruhan, Identitas merupakan hasil sebuah keputusan dasar akan apa yang
akan kita pilih dan apa yang akan kita tuju.

Hal ini dipertegas dalam Roma 8:1-17 bahkan menjadi penegasan dalam ayat 14
dikatakan demikian : ​“ Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.”​.
Bahkan jika kembali melihat dalam perjanjian lama banyak sekali Allah menyatakan
sebuah identitas kepada orang yang mau mengenal Tuhan dan merasakan kekuatan
Allah sehingga mereka disebut sebagai umat Tuhan. Hal ini dipertegas dalam Yeremia
32: 38 bahkan diperkuat dalam Yeremia 24:7 dan 2 Korintus 6: 11-18 yang dikatakan
demikian

Yeremia 24: 7
Aku akan memberi mereka suatu hati untuk mengenal Aku​, yaitu bahwa Akulah
TUHAN. ​Mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku ini akan menjadi Allah mereka​,
sebab ​mereka akan​ ​bertobat kepada-Ku dengan segenap hatinya​.

2 Korintus 6: 11 -18
6:11 Hai orang Korintus! Kami telah berbicara terus terang kepada kamu, hati
kami terbuka lebar-lebar bagi kamu. 6:12 Dan bagi kamu ada tempat yang luas
dalam hati kami, tetapi bagi kami hanya tersedia tempat yang sempit di dalam
hati kamu. 6:13 Maka sekarang, supaya timbal balik--aku berkata seperti kepada
anak-anakku --:Bukalah hati kamu selebar-lebarnya! 6:14 ​Janganlah kamu
merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak
percaya.​ Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan

​ 0
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 4
kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? 6:15
Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian
bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya? 6:16 Apakah
hubungan bait Allah dengan berhala ?​ Karena kita adalah bait dari Allah yang
hidup menurut firman Allah ini: "Aku akan diam bersama-sama dengan mereka
dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan
mereka akan menjadi umat-Ku​. 6:17 Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara
mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah
menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu. 6:18 ​Dan Aku akan
menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan
anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa. "

Hal ini sangat menegaskan bagaimana ketika manusia mengenal Tuhan dan
menjalankan segala perintah Tuhan ( merasakan kuasa Tuhan), maka manusia
tersebut akan mendapatkan kuasa untuk menjadi anak anak Allah yang merupakan
identitas sesungguhnya. Ketika kita memilih Tuhan Yesus kristus dan menghindari pola
kebenaran semu dan absurd dalam dunia ini, maka manusia yang merupakan bait Allah
( 1 koritus 3: 16 ) dan Roh Kudus yang merupakan oknum Allah akan tinggal di dalam
hidup manusia yang mau mengenal Allah dan memberikan kemampuan untuk
merasakan kekuatan Allah dalam hidupnya.

Bahkan jika kita melihat hubungan Allah dengan umat-Nya pun akan terus bertumbuh
dalam pimpinan kuasa Tuhan dalam hidup manusia yang membawa manusia terpisah
dari pola kebenaran semu dan tumbuh menurut kehendak Allah ( skematologi hari ke
3). Sehingga Tuhan Yesus Kristus pun akan menyatakan Diri-Nya bukan Allah yang
jauh dan susah dapat ditemui, melainkan identitas kita pun berubah kepada hubungan
Bapa dan anak.

Dimana jika kita melihat dalam skematologi hari ke 4 sampai hari ke 6, menunjukkan
bagaimana Bapa yang mempunyai kekuasaan Absolute dan kenormalan yang benar
akan menunjukkan kemuliaan-Nya, Visi-Nya dan perasaan-Nya,bahkan
pengutusan-Nya sehingga menjadi manusia yang sesungguhnya di hadapan Allah dan
dapat mempertanggungjawabkan semuanya di akhir hidupnya.

Bahkan jika kita melihat dalam filipi 2:12-18 yang dikatakan demikian :

2:12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, ​kamu senantiasa taat; karena itu
tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar​ , bukan saja seperti
waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, 2:13
karena ​Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun
pekerjaan menurut kerelaan-Nya. ​ 2:14 ​Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak
bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, ​2:15​ supaya kamu tiada beraib dan
tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah
angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di
antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,​ 2:16 ​sambil berpegang pada

​ 1
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 4
firman kehidupan, ​agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak
percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah. 2:17 Tetapi sekalipun
darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku
bersukacita dengan kamu sekalian. 2:18 Dan kamu juga harus bersukacita
demikian dan bersukacitalah dengan aku.

Hal ini sangat menegaskan bagaimana identitas yang kita dapat, yaitu kenormalan yang
benar / anak anak Allah dalam Tuhan Yesus Kristus, harus kita pertahankan terus
menerus dengan takut dan gentar ( sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan ). Ketika
kita terus mempertahankan identitas kita, maka Tuhan Yesus Kristus pun terus berjalan
bersama anak anak Allah, bekerja dan membawa anak anak Allah untuk sampai
kepada tingkat selanjutnya.

Jika kita perhatikan dalam ayat 14-15, menjadi perhatian Paulus kepada jemaat di Filipi.
Karena anak anak Allah sering kali melihat bagaimana kehidupan anak anak manusia
yang dapat hidup bebas dan sesuai dengan kenormalan semu yang berlaku saat itu /
kecenderungan dosa. Sehingga Paulus mengingatkan supaya jangan anak anak Allah
selalu bertahan dengan melakukan firman Tuhan dan mata yang tertuju kepada
kebenaran Firman Tuhan, Supaya kesalahan Esau tidak terulang kembali dimana
menolak Roti kehidupan dan merasakan kekuatan Tuhan Yesus Kristus dalam
hidupnya. Melainkan anak anak Allah dapat terus bertumbuh, berbuah, dan bahkan
menjadi terang dunia yang paling dasar yaitu bintang di langit (Skematologi hari ke 4).

Jika anak anak manusia lalai dalam menjalankan dan mempertahankan identitasnya,
maka seperti halnya hari penciptaan ada siang dan ada malam. Maka ada kesempatan
yang terbuka lebar untuk anak anak Allah untuk menjadi anak anak manusia yang siap
menerima hukuman yang menanti mereka ( seperti halnya Esau, Lot dan sebagainya).
Hal ini ditegaskan dalam 1 Petrus 5 : 8 - 11 dikatakan demikian :

5:8 ​Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis , berjalan keliling sama


seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.
5:9 Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua
saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. 5:10 Dan
Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus
kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan
dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya. 5:11 ​Ialah
yang empunya kuasa sampai selama-lamanya! Amin.

Tetapi siapa yang bertahan dan selalu mempertahankan, walaupun tidak mudah. Ingat
anak anak Allah mempunyai kuasa yang dari Allah untuk diperlengkapi, diteguhkan,
dikuatkan, dan dikokohkan di tengah kecenderungan dosa manusia untuk terus
melakukan kehendak Allah. Dan hal itu pasti dilakukan oleh Tuhan Yesus Kristus,
Karena Dialah Allah yang Absolute.

​ 2
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 4
Bab 15 : Tatanan Dunia dan Kompromi Agama
Jika kita perhatikan dalam ​1 Petrus 5 : 8, maka kita akan melihat satu bagian yang sangat
menjadi perhatian bagi anak anak Allah. Dimana oknum jahat berkeliling dan mengaum
untuk mendapatkan anak anak Allah yang dapat ditelannya / ditarik keluar anak anak
Allah dari kuasa Tuhan Yesus Kristus. Dan jika kita dibandingkan dengan 1 korintus 15
: 31-33 dikatakan demikian :

15:31 Saudara-saudara, tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut. Demi


kebanggaanku akan kamu dalam Kristus Yesus, Tuhan kita, aku katakan, bahwa
hal ini benar. 15:32 ​Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan
manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah
gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka "marilah kita
makan dan minum, sebab besok kita mati "​. 15:33 ​Janganlah kamu sesat:
Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

Dan dalam 1 Titus 1: 10 -16 dikatakan demikian :

1:10 ​Karena sudah banyak orang hidup tidak tertib, terutama di antara mereka yang
berpegang pada hukum sunat. Dengan omongan yang sia-sia mereka menyesatkan
pikiran. ​1:11 Orang-orang semacam itu harus ditutup mulutnya, karena ​mereka
mengacau banyak keluarga dengan mengajarkan yang tidak-tidak untuk mendapat
untung yang memalukan. ​1:12 Seorang dari kalangan mereka, nabi mereka sendiri,
pernah berkata: "Dasar orang Kreta ​pembohong, binatang buas, pelahap yang malas​."
1:13 Kesaksian itu benar. Karena itu​ tegorlah mereka dengan tegas supaya mereka
menjadi sehat dalam iman, 1:14 dan tidak lagi mengindahkan dongeng-dongeng Yahudi
dan hukum-hukum manusia yang berpaling dari kebenaran. ​ 1:15 Bagi orang suci
semuanya suci ; ​tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman suatupun tidak ada
yang suci, karena baik akal maupun suara hati mereka najis. 1:16 Mereka mengaku
mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji
dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.

Jika melihat dengan teliti pada ayat diatas dan apa yang terjadi maka secara singkat
kita dapat melihat apa yang terjadi pada tatanan dunia dan kompromi apa yang terjadi
dengan agama. Setelah melihat pola dari kebenaran absur (bab 12)d dan membahas
sedikit membahas tentang agama dan kekuasaan (Pada bab 11), maka dari 3 ayat
diatas kita melihat bahwa kenormalan semu yang berdasarkan kepada kebenaran
absurd sudah menjadi sebuah dasar kehidupan semua manusia di bumi.

Hal ini secara tidak langsung kembali kepada zaman Nuh, dimana secara kondisi
tatanan kehidupan baru pun sudah terbentuk dan kembali kepada kecenderungan dosa
dalam hidup manusia bahkan secara langsung maupun tidak langsung mereka
menguasai alur kehidupan manusia. Mereka mengarahkan alur hidup manusia kepada
penundukan atas hukum yang mereka buat / kekuasaan yang mereka buat.

​ 3
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 4
Hal ini memperlihatkan kita bagaimana perkembangan kenormalan semu berkembang
pada zaman Nimrod bahkan secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi
seluruh manusia pada saat itu. Bahkan bukan hanya itu orang Israel pun (umat Allah
yang dipilih langsung oleh Tuhan Yesus Kristus) terpengaruh dengan keadaan
lingkungan bukan hanya pada saat perjanjian lama saja bahkan berlanjut sampai
perjanjian baru.

Hal ini yang sangat ditegaskan oleh paulus tentang binatang buas, dimana si jahat yang
merupakan musuh dari Allah menggunakan berbagai pola yang sangat sistematis untuk
menghilangkan identitas Allah dalam hidup manusia. Sehingga pola dan kenormalan
semu dijadikan kekuasaan untuk dapat menjerat orang orang yang mau mengenal
Tuhan dan merasakan kekuatan Tuhan Yesus Kristus.

Bahkan pola kebenaran absurd masuk dalam spiritualitas dalam keluarga dan
kelompok orang orang yang menganggap dirinya sebagai orang suci. Sehingga
bermunculan agama yang berdasar pola kebenaran absurd yang mencampur adukan
antara kebenaran Firman Tuhan dengan kenormalan semu serta logika dan emosi.

Bahkan dalam kitab Habakuk 1: 1-4 berkata demikian :

1:1 Ucapan ilahi dalam penglihatan nabi Habakuk. 1:2 Berapa lama lagi,
TUHAN, aku berteriak , tetapi tidak Kaudengar, aku berseru kepada-Mu:
"Penindasan!" tetapi tidak Kautolong? 1:3 Mengapa Engkau memperlihatkan
kepadaku kejahatan, sehingga aku memandang kelaliman? Ya, aniaya dan
kekerasan ada di depan mataku; perbantahan dan pertikaian terjadi. 1:4 ​Itulah
sebabnya hukum kehilangan kekuatannya dan tidak pernah muncul keadilan,
sebab orang fasik mengepung orang benar; itulah sebabnya keadilan muncul
terbalik.

Dan pada ayat 4, menjelaskan dengan sangat jelas apa yang terjadi yaitu kenormalan
semu sudah menguasai dunia sehingga Identitas anak anak Allah yang sesuai dengan
kenormalan yang benar terkadang terlihat terbalik dan diukur dengan ukuran yang
terbalik, walaupun diadakan pembukitan maka kenormalan yang benar akan
menunjukan kebenarannya absolute. Hal ini dapat kita lihat pada Daniel, Hanaya ,
Misael dan Azarya dalam kitab Daniel 1-6. Dari keempat orang ini kita melihat bukan
hanya kenormalan sesungguhnya menunjukan kebenaranya yang sebenarnya , tetapi
mereka berusaha mempertahankan identitas yang mereka dapat dari Tuhan Yesus
Kristus dengan sepenuh hati ( skematologi hari ke 6). Bahkan sampai rela mati untuk
mempertahankan identitas yang Allah berikan dalam hidup mereka, hal ini dapat kita
lihat dalam Daniel 3: 16-18 dikatakan demikian :

3:16 Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar:


"Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. 3:17 ​Jika
Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan
melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam

​ 4
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 4
tanganmu, ya raja; ​3:18​ tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui,
ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan
menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.​"

Inilah terjadi dengan kelompok agama yang berkompromi dengan dosa, mereka tidak
mempertahankan identitas mereka tetapi menjadikannya sebagai alat dan mesin
kekuatan dan kuasa untuk mempengaruhi orang dan menaklukan orang. Banyak
agama dari zaman dahulu sampai saat ini sangat rentan digunakan sebagai alat
kekuasaan dan politik dunia, karena agama yang hadir di dunia mulai melakukan
pendekatan pola kebenaran yang absurd yang selalu berubah ubah. Sehingga
kenormalan yang dipegang pun adalah kenormalan semu yang dapat berubah sesuai
dengan kondisi, zaman dan tatanan dunia yang sedang terjadi.

Bab 16 : Pertahankan Identitas dengan Kenormalan Allah .


Jika kita melihat apa yang terjadi di atas, maka kita melihat bagaimana seharusnya
anak anak Allah dapat bertahan dan mempertahankan identitasnya dengan benar.
Ketika kita mempertahankan identitas kita dengan cara yang salah, secara langsung
maupun tidak langsung kita kehilangan identitas tersebut.

Maka Kita kembali dalam Filipi 2:12 dengan jelas mengadakan yaitu kerjakan
keselamatanmu ( pertahankan identitas anak anak Allah ) dengan takut dan gentar.
Takut dan gentar bukan berbicara tentang kondisi minder akan kondisi yang ada tetapi
anak anak Tuhan semakin sungguh sungguh dekat dengan Tuhan Yesus Kristus dan
terus merasakan kekuatan Tuhan ( berjalan sesuai dengan ketetapan Firman Tuhan).
Hingga kuasa dan mujizat Tuhan Yesus Kristus menyatakan kebenaran yang absolute.

Hal ini juga dikatakan oleh Daniel 6:27 dikatakan demikian :

Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang
harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup,
yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan
kekuasaan-Nya tidak akan berakhir​.

Bahkan jika kita melihat secara keseluruhan dari kitab Daniel 1 - 6 menyatakan
bagaimana identitas yang diberikan oleh Tuhan Yesus Kristus adalah identitas yang
penuh kuasa dan bukan identitas kosong. Dimana manusia yang memiliki identitas
anak Allah, akan Dikelilingi-Nya dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata Tuhan
Yesus Kristus. Hal ini diteguhkan dalam ulangan 32: 9-10 dikatakan demikian :

32:9 Tetapi bagian TUHAN ialah umat-Nya, Yakub ialah milik yang ditetapkan
bagi-Nya. 32:10 ​Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di
tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya b dia
dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya​.

​ 5
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 4
Hal ini juga dikuatkan dalam Zakaria 2: 8-9 dikatakan demikian :

2:8 Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, yang dalam kemuliaan-Nya
telah mengutus aku, ​mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah
kamu--sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya​ --:
2:9 "​Sesungguhnya Aku akan menggerakkan tangan-Ku terhadap mereka, dan
mereka akan menjadi jarahan bagi orang-orang yang tadinya takluk kepada
mereka. Maka kamu akan mengetahui bahwa TUHAN semesta alam yang
mengutus aku​.

Hal ini sangat menegaskan bahwa siapa yang memiliki identitas Allah dalam hidupnya
akan terus mengalami proses pemurnian hidup kita menjadi manusia baru sesuai
dengan ciptaan dan rupa Allah yang telah diciptakan Tuhan Yesus Kristus pada
kejadian 1: 27. Walaupun mengalami “kesakitan” dalam proses tersebut, tetapi jaminan
Tuhan Yesus Kristus akan memperhatikan anak-NYA pasti nyata sesuai dengan waktu
Tuhan Yesus Kristus.

Hal ini terlihat bagaimana Allah menolong Daniel, Hanaya, Misael, dan Azarya ketika
ada di pembuangan (Babel) hingga selamat dari perapian dan gua singa. Hal ini tidak
lepas dari sikap yang mau mengenal Tuhan Yesus Kristus dan tetap merasakan
kekuatan Firman Tuhan dengan cara tidak mau menajiskan dirinya dengan santapan (
kenikmatan duniawi) dan anggur raja ( perjanjian manusia). Sikap ini membuat mereka
terus dibawa oleh Tuhan Yesus Kristus kepada tingkatan yang lebih tinggi
(Skematologi minggu penciptaan). Bahkan mereka pun melewati tahapan menjadi
terang dunia ( skematologi hari ke 4 ) hingga tahapan pengujian identitas diri sebagai
anak Allah ( Skematologi minggu ke 6). Dari sini pun anak anak Allah mengetahui
bahwa bukan kita yang membela Allah dalam hal identitas kita, tetapi Kuasa Tuhan
Yesus Kristus yang membela Firman dan Janji-Nya atas hidup orang percaya.

Bab 17 : Identitas Anak Allah dalam Tatanan Dunia Akhir Zaman


Dalam mempertahankan identitas yang diberikan Tuhan Yesus Kristus tidak semudah
yang dibayangkan, terlebih di akhir zaman banyak hal yang akan terjadi hidup kita dan
membuat kita harus memilih apa yang sesuai dengan Firman Tuhan atau tidak.
Bahkan yang diberikan bukan hanya pilihan ya dan tidak, melainkan pilihan yang
menggunakan pengalaman, toleransi , pembenaran diri, bahkan kecenderungan dosa
untuk mengaburkan kenormalan yang benar.

Hal ini dikatakan dalam kitab Yudas 1:17- 22, bahkan jika kita perhatikan dalam 18-20
dikatakan demikian :

Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: "​Menjelang akhir zaman akan
tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan
mereka​." ​Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh

​ 6
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 4
keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus​. Akan tetapi
kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri

Bahkan ini diperkuat dalam 2 Petrus 3: 1- 18 bahkan menjadi perhatian kita dalam ayat
ke 3 dan 17 dikatakan demikian :

​3:3 Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada ​hari-hari zaman akhir
akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang
yang hidup menuruti hawa nafsunya.

3:17 Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, kamu telah mengetahui hal
ini sebelumnya. Karena itu waspadalah, ​supaya kamu jangan terseret ke dalam
kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan
peganganmu yang teguh​.

Maka apa yang dihadapi oleh manusia yang mempunyai identitas Allah bukanlah hal
yang mudah, Mereka bukan hanya menerima yang baik dari Tuhan Yesus Kristus tetapi
juga ikut menderita bersama sama dengan Kristus.

Hal ini dikuatkan dalam Roma 8: 16-17 dikatakan demikian :

​ :16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita , bahwa ​kita adalah
8
anak-anak Allah. 8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli
waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang
akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita
bersama-sama dengan Dia ,​ supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama
dengan Dia.

Dalam mempertahankan identitas Kristus di dalam hidupnya anak anak Allah akan
berjuang keras dan bahkan rela mati untuk menyatakan hati dan pikiran Allah dalam
hidupnya ( Skematologi hari ke 5). Karena anak Allah yang mempertahankan
identitasnya akan terus bertumbuh menjadi manusia yang sempurna sesuai dengan
kehendak dan rencana Tuhan Yesus Kristus dalam hidupnya ( skematologi hari ke 6).

Hal ini dipertegas Kisah para Rasul 15 : 25-27 menginformasikan kepada kita bahwa
Paulus dan Barnabas pun mempertaruhkan nyawanya untuk Tuhan Yesus Kristus,
karena dikatakan demikian :

​15:25 Sebab itu dengan bulat hati kami telah memutuskan untuk memilih dan
mengutus beberapa orang kepada kamu bersama-sama dengan ​Barnabas dan
Paulus yang kami kasihi, 15:26 yaitu dua orang yang telah mempertaruhkan
nyawanya karena nama Tuhan kita Yesus Kristus.

Bagaimana kita mengetahui bahwa Paulus dalam kitab Kisah para rasul 9:23-25; 14:19
dan 1 Korintus 15:30 mempertahankan apa yang dia dapatkan yaitu Roti Kehidupan

​ 7
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 4
dan selalu merasakan kekuatan Allah dalam hidupnya. Berbeda dengan Lot dan Esau
yang tidak mempertahankan identitas yang dimilikinya, dimana Esau dan Lot karena
tekanan dari tatanan dunia, penderitaan sebagai orang percaya dan menyalahgunakan
janji Tuhan. Mereka terhilang dan kehilangan apa yang menjadi bagian yang Tuhan
Yesus Kristus sediakan dalam hidup mereka.

Kembali kepada identitas anak Allah dalam akhir zaman, hal seperti zaman Esau dan
lot pun akan kembali terulang seperti halnya sodom dan gomora bahkan lebih daripada
sodom dan gomora yang terdahulu. Hal ini terlihat dalam Matius 10 : 15 yang Tuhan
Yesus Kristus katakan dikatakan demikian :

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom


dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu. "

Dan jika kita lebih dalam lagi bahwa Matius 10 : 17 -18,31- 33 dikatakan demikian:

​ 0:17 Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ​ada yang akan
1
menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di
rumah ibadatnya. ​10:18 Dan ​karena Aku, kamu akan digiring ke muka
penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan
bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.

10:31 Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada
banyak burung pipit. 10:32 ​Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia,
Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. 10:33 Tetapi
barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya
di depan Bapa-Ku yang di sorga. "

Dan hal ini yang membuat kita merenungkan dengan seksama bahwa apa yang
dikatakan Tuhan Yesus Kristus mengungkapkan bahwa agama secara langsung
maupun tidak melakukan toleransi dosa dengan tatanan dunia ini. Mereka yang tidak
berpegang akan Firman Tuhan / identitas anak Allah, maka agama secara hakikatnya
akan berubah dengan mencampur adukan antara kebenaran Firman Tuhan dengan
kenormalan semu serta logika dan emosi (bab 15). Mereka melakukan pembenaran
bahkan memasukan unsur duniawi ke kultus agama dan hubungan dengan kekuasaan
yang ada di dunia.

Tetapi kita harus perhatikan juga dalam ayat 31 - 33 dikatakan siapa yang mengakui
Aku ( Tuhan Yesus Kristus ) / identitas sebagai anak anak Allah dengan kenormalan
yang benar. Maka anak anak Allah sangat berharga di hadapan Tuhan Yesus Kristus
dan pastinya Tuhan Yesus Kristus pun akan menyatakan kekuasaannya dan
pembelaan akan kebenaran Firman-NYA. Pembelaan Tuhan Yesus Kristus bukan
hanya sampai di dunia saja untuk menunjukan kebenaran kuasa Tuhan, tetapi
Pembelaan Tuhan Yesus kristus hingga pada hari penghakiman / Hari pertanggung
jawaban kita di hadapan Tuhan Yesus Kristus ( Skematologi hari ke 7).

​ 8
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 4
Bab 18 : Penutup
Tetapi inilah yang terjadi di akhir zaman, identitas anak anak Allah menjadi bayang
bahkan pudar karena pengaruh dan tatanan dunia yang mengubah kebenaran absolute
/ kenormalan yang benar menjadi pola kebenaran absurd / kenormalan semu yang
dianggap sebagai suatau kebenaran.

Hal ini nubutan yang Tuhan Yesus Kristus sampaikan dalam Matius 24:3-14 (TB)
tentang tanda kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali dan tanda kesudahan dunia,
maka perhatikan dalam ayat 4-13 dikatakan demikian :

4 Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!


5 Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata:
Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.
6 Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun
berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi
itu belum kesudahannya.
7 Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan
kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.
8 Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman
baru.
9 Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh
dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku,
10 dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan
saling membenci.
11 Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.
12 Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka ​kasih kebanyakan
orang akan menjadi dingin.
13 Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
14 Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian
bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya."

Dan kita coba bandingkan juga dengan 2 Timotius 3:1-4 dikatakan demikian :

1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan
membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka
akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak
mempedulikan agama,
3 tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak
dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,
4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa
nafsu dari pada menuruti Allah.

​ 9
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 4
Dari nubuat yang Tuhan Yesus Kristus berikan dan suratan Paulus kepada Timotius
sangat menjelaskan apa yang terjadi di akhir zaman. Dimana secara kondisi anak
Tuhan sering kali digoyangkan dengan berbagai kejadian yang sangat mengelisahkan,
dimana manusia dihadapkan kepada dua pilihan yang mereka tidak bisa hindarkan
yaitu keyakian hidup pada kenormalan yang sebenaranya atau mengikuti tatanan
dunia.

Tatanan dunia secara langsung maupun tidak membuat sebuah pola kebenaran semu
menjadi sebuah kebenaran yang tidak bisa manusia tolak bahkan mendesak seluruh
manusia untuk ikutinya. Dan jika tidak mengikutinya, maka anak anak Allah yang
memiliki identitas Allah akan terus mengalami penderitaan untuk membuktikan identitas
yang mereka miliki.

Dalam mempertahankan identitas ini, tidak semua anak anak Allah lolos dan dapat
bertahan. Tetapi banyak yang akan mundur dan membiarkan identitas Allah yang
adalah kasih dalam hidup mereka menjadi mati / dingin. Dengan kasih yang dingin
maka pola kehidupan yang mengenal Tuhan Yesus Kristus pun akan berubah. Mereka
akan seperti yang dikatakan Paulus, mereka tetap mempertahankan agama mereka
tetapi mereka tidak mempertahankan identitas sebagai anak anak Allah. Mereka akan
percaya kepada logika dan emosi mereka sesuai dengan pola kebenaran semu yang
mereka pegang.

Mereka membuat seolah olah agama itu adalah identitas yang harus dipertahankan
secara bentuk dan kultus serta kulturnya. Tetapi mereka sendiri telah keluar dari
kebenaran yang sebenarnya dan mengunakan agama sebagai bagian dari kekuasaan
dan hawa nafsu saja seperti yang telah dibahas dalam bab 11. Bahkan dalam
perkembangannya, manusia seperti itu melakukan penyesatan dengan membuat
identitas palsu yang seolah olah hampir sama dengan identitas Allah tetapi dengan pola
kebenaran semu (pola kebenaran yang absurt - salah satunya toleransi dengan dosa).

Dan jika anak Allah tidak mengerti secara menyeluruh tentang identitas Allah secara
utuh ( Kasih Allah secara utuh dalam Skematologi minggu penciptaan), maka ini yang
dikatakan Tuhan Yesus Kristus dalam Matius 24:5 mereka akan terbawa oleh orang
orang yang menggunakan nama Tuhan Yesus Kristus untuk kepentingan kekuasaan
dan pribadi mereka tetapi mereka bukan untuk membawa mereka kepada pengenalan
akan Tuhan, melainkan hanya menyesatkan mereka dan mengumpulkan kekuatan
untuk melakukan peperangan memperebutkan kekuasan / menguasai bumi.

Maka perhatikan dalam Efesus 3:16-19 doa Paulus kepada jemaat Efesus dikatakan
demikian :

16 Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan


meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu,
17 sehingga oleh imanmu​ Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta
berdasar di dalam kasih.

​ 0
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 5
18 Aku berdoa, ​supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat
memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih
Kristus,
19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan.
Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.

Hal ini menegaskan bahwa dengan Iman ( mengenal Tuhan Yesus Kristus dan
menjalankan segala Firmannya), membawa kita mengalami kuasa Allah dalam hidup
anak Allah agar tetap bertumbuh dan berakar dalam kasih karunia yang merupakan
dasar pengenalan kita kepada Allah (skematologi hari ke 3).

Maka dengan Iman dan perbuatan bersama sama dengan Tuhan Yesus Kristus,
membawa kita untuk mengenal lebih jauh atas segala hikmat, pengetahuan , dan kasih
Allah yang melampaui segalanya menuju kepada manusia yang teruji identitasnya dan
sesuai dengan rupa dan gambar Allah yang adalah kasih (Skematologi hari ke 6).
Beberapa contoh tokoh Alkitab yang berhasil yaitu Abraham, Musa, dan masih banyak
lagi

Maka genaplah apa yang dikatakan Paulus dalam 1 korintus 13 bahwa dalam ayat 13
dikatakan demikian :

Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang
paling besar di antaranya ialah kasih.

Jadi, inilah yang paling penting dalam hidup anak anak Allah berada dalam sosial
budaya dan tatanan kehidupan baru yang berpola pada kebenaran yang semu yaitu :

● Iman
Mau mengenal Tuhan Yesus Kristus di atas segalanya dan melakukan segala
Firman Tuhan

● Pengharapan
pengiringan kita akan kasih Allah dan melakukan segala sesuatunya dengan
benar bersama dan tertuju dengan Tuhan Yesus Kristus

● Kasih
Mempertahankan identitas Allah dalam hidup anak anak Allah yang diberikan
Tuhan Yesus Kristus karena iman dan membuktikannya secara nyata. Karena
dengan pembuktian kasih karunia dan kuasa Allah akan menjadi sempurna
sesuai dengan gambar dan rupa Allah.

Dan yang paling besar di antaranya adalah Kasih, karena kasih Allah adalah identitas
Allah sesungguhnya yang mau Allah berikan kepada manusia. Kasih Allah ini pun
dibuktikan dengan Yohanes 3: 16 yang dikatakan demikian : ​Karena begitu besar kasih
Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya

​ 1
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 5
setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang
kekal.

Terpujilah Tuhan Yesus Kristus, dari hal diatas kita telah mempelajari bahwa ​Firman
Tuhan Hidup dan terus berkuasa atas segalanya ​,Sebenarnya masih banyak hal
yang masih kita dapat pelajari dari Firman Tuhan atas tatanan dunia baru yang
sebenarnya lebih kompleks dan lebih rumit dari yang kita semua bayangkan. Tetapi
sampai disini kita belajar bahwa yang terpenting yaitu ​Sekali Yesus tetap Yesus

kiranya Roh Kudus terus memimpin kita semua kepada kebenaran yang sejati dan
membawa kita kepada pengenalan yang lebih lagi akan Dia sesuai dengan kasih
karunia yang melimpah dalam hidup orang yang mau setia kepada-NYA. Terpujilah
nama Tuhan Yesus Kristus selama lamanya . Amin

---,,,---

​ 2
Sosial Budaya dan Tatanan Kehidupan Baru | Halaman​ 5