Anda di halaman 1dari 8

Tugas Residensi

Desain Sistem Informatika Kesehatan

Aplikasi

“Pencegahan Stunting dengan Metode Emo Demo di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan
Kabupaten Trenggalek”

Diusulkan Oleh :

INDRY SULISTIANINGRUM
NIM : 1852B0012

Magister Ilmu Kesehatan


Program Studi Pasca Sarjana
Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia
2020
A. Deskripsi Masalah

Indonesia merupakan negara berkembang dengan mayoritas rakyat dengan kondisi


ekonomi menengah kebawah. Hal ini berpengaruh terhadap taraf hidup serta tingkat
konsumsi makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Pengaruh ekonomi tersebut tidak hanya di
rasakan oleh orang dewasa, tapi anak-anak dan balita juga sangat terpengaruh dengan kondisi
tersebut. Hal tersebut mengakibatkan sekitar 37% (hampir 9 juta) anak balita mengalami
stunting Indonesia adalah negara dengan prevalensi stunting kelima terbesar. Balita/baduta
(bayi dibawah usia dua tahun) yang mengalami stunting akan memiliki tingkat kecerdasan
tidak maksimal, menjadikan anak menjadi lebih rentan terhadap penyakit dan di masa depan
dapat beresiko pada menurunnya tingkat produktivitas. Pada akhirnya secara luas stunting
akan dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan, dan
meningkatkan resiko penyakit. (Riset Kesehatan Dasar/Riskesdas 2013)

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi dibawah lima tahun)
akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan
gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi,
kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun. Balita pendek (stunted) dan sangat
pendek (severely stunted) adalah balita dengan panjang badan (PB/U) atau tinggi badan
(TB/U) menurut umurnya dibandingkan dengan standar baku WHO-MGRS (Multicentre
Growth Reference Study) 2006.

Anak yang mengalami stunting akan mengalami gangguan pertumbuhan hingga masa
dewasa. Tidak hanya pertumbuhan tapi perkembang kecerdasan juga akan terganggu. Anak
yang menderita stunting tingkat kecerdasannya berada dibawah anak-anak yang normal.
Sehingga hal tersebut akan berpengaruh terhadap angka kemiskinan,kesejahteraan dan
pendidikan.

Efek jangka panjang dari anak yang menderita stunting berakibat pada gangguan
metabolic seperti penyakit yang terkait dengan obesitas, hipertensi dan diabetes mellitus.
Rejama yang stunting berisiko akan mengalami obesitas dua kali lebih tinggi dibandingkan
remaja yang normal. Banyak sekali resiko gangguan kesehatan yang dapat terjadi pada anak
atau remaja yang mengalami obesitas.anak yang mengalami obesitas dapat mengalami
gangguan pada jantung, fungsi hati karena terjadi peningkatan SGOT dan SGPT serta
pembesaran hati serta juga rentan terhadap terjadinya penyakit diabetes mellitus.
Melihat resiko penyakit yang di akibatkan karena stunting sangat besar, sehingga
mengakibatkan pemerintah sangat focus dalam pencegahan stunting. Dengan berbagai upaya
seperti peningkatan asupan zat gizi pada ibu hamil, pemberian ASI eksklusif pada anak
sampai usia 2 tahun, pemberian MPASI pada anak dengan memperhatikan nilai gizi,
pemberian vitamin pada ibu hamil dan balita secara rutin, pencegahan terjadinya bayi BBLR
dll.

Dari hasil bulan timbang pada bulan agustus 2019 diwilayah kerja dinkes trenggalek
masih terdapat <15% anak yang mengalami stunting. Penyebab dari tingginya angka stunting
di Trenggalek adalah karena pola asuh yang kurang baik terhadap pemenuhan gizi pada ibu
saat hamil dan gizi untuk balita. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan ibu balita dalam
mengolah makanan bergizi untuk balita dan kurangnya pengetahuan tentang pemberian ASI
eksklusif. Kesalahan pola asuh ini sangat berpengaruh terhadap peningkatan angka stunting
di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek.

Untuk mengurangi tingginya angka stunting yang penyebabnya karena pola asuh
yang kurang baik dari ibu balita maka dibuatlah sebuah analisa permasalahan dengan
menggunakan sistem informasi kesehatan dengan Metode Emo Demo di Wilayah Kerja
Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek.

Pendekatan ini dikembangkan berdasarkan teori Behaviour Centred Design oleh


LSHTM yang awalnya ditujukan untuk perilaku cuci tangan. Emo-Demo untuk gizi
dikembangkan bersama GAIN dan diaplikasikan pertama kalinya pada tahun 2014.

Emo Demo merupakan Kegiatan interaktif dengan meminimalisir pemberian


informasi kesehatan dengan metode penyuluhan/pengajaran. Dilakukan dengan menciptakan
momen mengejutkan atau re-evaluasi dan dengan meningkatkan atau mengubah emosi terkait
perilaku. Emo Demo dilakukan secara berkelompok, dalam 1 kelompok terdiri dari 8-10
orang dengan 1 orang kader sebagai pemandu. Kegiatan harus dilakukan di ruangan terbuka
untuk menciptakan suasana yang menyenangkan bagi peserta.

Pemberian materi dalam Emo Demo sebagai upaya penurunan angka stunting adalah
dengan metode menyanyi bersama ibu-ibu balita yang di pandu oleh seorang kader posyandu.
Isi materi dalam Emo Demo ini adalah tentang kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)
yang harus dilakukan oleh ibu-ibu balita sebelum melakukan aktivitas bersama buah hati,
pemberian ASI Eksklusif selama 2 tahun, pemberian makanan pendamping asi (MPASI)
harus memperhatikan gizi makanan yang akan diberikan ke balita, cemilan atau makanan
disela-sela jam makan harus sehat dan bergizi.

Emo demo ini dalam 1 segment dilakukan selama 5 menit untuk pemberian materi
dan 3 menit untuk re-evaluasi (menyanyi bersama ibu-ibu balita). Dan kegiatan Emo Demo
ini dilakukan setiap 1 bulan sekali pada saat kegiatan posyandu.

Hal ini dilakukan sebagai upaya penurunan angka stunting di wilayah kerja Dinkes
Kabupaten Trenggalek. Harapan dari kegiatan Emo Demo ini adalah agar terjadi penurunan
angka stunting di wilayah kerja Dinkes Trenggalek. Dan kegiatan ini dapat berjalan efektif
setiap bulan pada saat kegiatan posyandu.

B. Tujuan Sistem
Tujuan dari adanya sistem informasi kesehatan ini, diharapkan dapat membantu ibu
balita dalam meningkatkan pola asuh yang baik terhadap balita sehingga angka
kejadian stunting menurun.

C. Manfaat Sistem
Sistem ini bisa memberikan manfaat sebagai berikut :
1. Bagi ibu balita diharapkan dapat meningkatkan pola asuh yang baik.
2. Bagi tenaga kesehatan diharapkan dapat membantu dalam memberikan palayanan
preventif dan promotif.
D. Flowchart Sistem
1. Mulai
2. Karena kesalahan pola asuh orang tua terhadap balita maka mengakibatkan angka
kejadian stunting di wilayah kerja Dinkes Trenggalek masih terpantau tinggi
dengan angka kejadian <15% dari jumlah balita.
3. Upaya pencegahan dan penurunan angka stunting dilakukan agar angka stunting
tidak terlampau tinggi. Hal ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan dari
kader dengan ibu-ibu balita dengan menggunakan metode Emo Demo
Dengan indikator materi dalam Emo Demo sebagai berikut:
 Cuci tangan pakai sabun (sebelum melakukan aktivitas dengan buah hati)
 Pemberian Asi Eksklusif ( wajib diberikan sampai anak usia 2tahun)
 MPASI harus dengan kandungan gizi seimbang (diberikan pada anak di
usia 6 bulan)
 Makanan tambahan harus sehat
4. Metode Emo Demo ini dilakukan dengan cara “menyanyi bersama” dengan lirik:
(Nada lagu “sebelum kita makan”)
Cegah stunting…. Itu penting (yel-yel)
Sebelum megang anak buk
Cuci tangan dahulu
Harus pakai sabun buk
Untuk kesehatanmu
Kasih Asi Eksklusif selama 2 tahun untuk anak-anakmu
Setelah 6 bulan beri makan bergisi untuk anak-anakmu
Jangan sampai kau lupa cemilan harus sehat
Agar anak tumbuh sehat.
Kalau salah, yukk dibenerin….(yel-yel)
5. Metode EmoDemo di rancang dan diaplikasikan, kalau kegiatan EmoDemo ini
tidak di aplikasikan maka angka stunting di wilayah kerja Dinas Kesehatan
Kabupaten Trenggalek akan tetap tinggi, apabila di aplikasikan hal ini merupakan
upaya untuk penurunan angka stunting.
6. Pelatihan Emo Demo diberikan dari Dinkes kepada kader posyandu
7. Kegiatan Emo Demo ini dilakukan setiap bulan pada saat posyandu. Dengan 1
kader posyandu sebagai pemandu dan 8-10 orang ibu-ibu balita sebagai peserta.
Dalam 1 segment pemberian meteri selama 5 menit dan re-evaluasi (menyanyi
bersama) selama 3 menit.
8. Untuk harapan dari kegiatan ini adalah dapat menurunnya angka stunting di
wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek.
9. Selesai
MULAI

AKIBAT KESALAHAN
ANGKA STUNTING
MENINGKAT POLA ASUH

UPAYA PENCEGAHN DAN


PENURUNAN ANGKA STUNTING PENINGKATAN PENGETAHUAN :
TIDAK
1. CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CT
2. ASI EKSKLUSIF
METODE EMO DEMO 3. MPASI DENGAN KANDUNGAN G
SEIMBANG
4. MAKANAN TAMBAHAN HARUS
SEHAT

PENGAPLIKASIAN
EMO DEMO

YA

KADER POSYANDU

IBU-IBU BALITA

ANGKA STUNTING
MENURUN

SELESAI
KETERANGAN FLOWCHART:

: PERMULAAN ATAU AKHIR DARI SUATU PROGRAM (SIMBOL TERMINAL)

: MENYATAKAN SUATU TINDAKAN ATAU PROSES YANG DILAKUKAN

(SIMBOL PROSES)

: MENYATAKAN PROSES INPUT/OUTPUT TANPA TERGANTUNG PROSES

(SIMBOL INPUT/OUTPUT)

: MENYATAKAN SEGALA JENIS OPERASI YANG DIPROSES DENGAN


MENGGUNAKAN SUATU MESIN YANG MEMPUNYAI KEYWORD

(SIMBOL KEYING OPERATION)

: MENUNJUKAN KONDISI TERTENTUYANG AKAN MENGHASILKAN JAWABAN


YA/TIDAK.