Anda di halaman 1dari 3

KOMANDO DAERAH MILITER VI/MULAWARMAN

KESEHATAN

MAKESDAM VI/MLW
BALIKPAPAN
03. 17.00 April 2014

TELAAH STAF NO.01/2014

MASALAH : Perlu adanya pengembangan Instalasi Kesehatan TNI AD wilayah


Kodam VI / Mulawarman guna mendukung tugas Pamtas Utara RI – Malaysia dan
peningkatan pelayanan kesehatan Prajurit, PNS dan Keluarganya yang bertugas di
wilayah perbatasan NKRI.

1. PERSOALAN.
Belum tercukupinya sarana Kesehatan TNI AD yang memadai untuk pelayanan
kesehatan pos – pos kesehatan yang tergelar di perbatasan Utara RI-Malaysia.

2. PRA ANGGAPAN :
a Semakin kompleknya tuntutan dukungan kesehatan dan pelayanan
kesehatan yang efektif dan tepat guna terutama diwilayah Korem 091/Asn
bagian utara.

b. Perlunya adanya Instalasi kesehatan dijajaran Sub Kompartemen


strategis, minimal setingkat Detasemen Kesehatan Wilayah yang didalamnya
terdapat unsur pelaksana berupa Rumkit Tk. III yang menyelenggarakan rawat
jalan dan mempunyai tempat tidur yang memadai untuk rawat inap, terutama
diwilayah yang jauh dengan Instalasi kesehatan TNI-AD sekitarnya.

c. Penambahan Pos Pamtas Kaltim yang semula 27 pos sekarang 29 pos


(kedepan akan semakain bertambah lagi sesuai kebutuhan), dan route evakuasi
paling memungkinkan adanya menuju ke Istalasi kesehatan TNI-AD yang
terdekat (Poskes Bulungan) serta Renstra bentuk dislokasi Brigade Infanteri dan
Yon Kav di Bulungan dan biaya perjalanan darat, air dan udara yang cukup
besar.

3. FAKTA YANG MEMPENGARUHI

a. Letak Geografis Kabupaten Bulungan terletak antara 116 o 20’ 45’’ sampai
dengan 118o 00’ 05’’ Bujur Timur dan 2 o 00’05’’ sampai dengan 3o 45’ 10’’
Lintang Utara. Kabupaten Bulungan dengan luas wila.yah 13.181,92 Km2 yang
terdiri dari 10 kecamatan, yaitu Kecamatan Tanjung Palas Barat, Tanjung Palas
Utara, Tanjung Palas Timur, Tanjung Palas Tengah, Tanjung Selor, Sekatak,
Peso, Peso Hilir dan Bunyu.

b. Batas-batas Kabupaten Bulungan Sebelah Utara dengan Kab. Nunukan,


sebelah Timur dengan Laut Sulawesi dan Kodya Tarakan, sebelah Selatan
dengan Kabupaten Berau, sebelah Barat dengan Kab.Malinau.Keadaaan
Topografi Kabupaten Bulungan memiliki dataran rendah yang berawa-rawa,
daratan yang berbukit-bukit, bergunung-gunung dengan tebing yang terjal.

b. Poskes Bulungan 06.10.02 merupakan fasilitas pelayanan kesehatan


jajaran Denkesyah 06.04.01 Samarinda yang paling Utara di wilayah Korem
091/Asn

c. Jarak tempuh Polkes 06.09.02 Tarakan ke tempat rujukan Rumkit TK IV


Samarinda jauh (lebih dari 500 Km) dengan transportasi laut, sungai, dan darat
yang sulit.

d. Jumlah satuan yang dislokasinya berdekatan atau mempunyai route darat


yang relatif dekat adalah tiga Kodim (Kodim Bulungan, Kodim Malinau dan
Kodim Nunukan) 5 Batalyon (Yonif 612, Yonif 613, Yonif 614, 1 Yon Armed
kerangka dan satu Brigif Bulungan (kerangka), demikian juga 1 Yonkav
kerangka) dan 31 Pos Pamtas di daerah Kaltim bagian utara yang luasnya
hampir sama dengan luas Pulau Jawa.

e. Sarana kesehatan Pemda dipusatkan didaerah tertentu/Kota, untuk


daerah terpencil sangat minim.

f. Pembangunan yang ada didaerah Kalimantan bagian Utara belum merata

4. DISKUSI

a. Nota kesepakatan bersama antara Kementerian Kesehatan Republik


Indonesia dengan Kementerian Pertahanan Repoblik Indonesia Nomor
276/Menkes/SKB/II/2010 tanggal 12 Pebruari 2010 tentang kerja sama dalam
bidang kesehatan.

b. Instalasi Kesehatan Kesdam VI/Mlw sampai dengan sekarang hanya


mempunyai Poskes Nunukan dan Polkes Tarakan, poskes Malinau dan Poskes
Bulungan sehinga hanya dapat memberikan pelayanan kesehatan terbatas
untuk Pos Pamtas RI – Malaysia bagian Timur.
c. Dengan adanya pembangunan Detasemen Kesehatan Wilayah
(Denkesyah 06.04.03 Bulungan) dan adanya unsur pelaksana Denkesyah
berupa Rumkit Tk.III (Rumkit Tk. III 06.06.03 Bulungan) di Wilayah Poskes
Bulungan diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan terhadap
penugasan Pamtas utara RI – Malaysia dan dapat meningkatkan pelayanan
kesehatan Prajurit, PNS dan Keluarganya yang berada di wilayah perbatasan
NKRI.

5. KESIMPULAN.

Dengan pengembangan Instalasi kesehatan TNI AD dan personel berkualifikasi


medis yang memadai di daerah perbatasan utara maka :

a Perubahan anggota Satgas Pamtas RI – Malaysia yang memerlukan


pengobatan tidak harus bersandar pada fasilitas kesehatan setempat/Pemda
yang minim pelayanan dan prasarana pelayanan yang kurang memadai.

b. Anggota Satgas Pamtas utara RI – Malaysia yang memerlukan evakuasi


medis dengan waktu, biaya, sarana dan prasarana yang besar dapat ditekan
jumlahnya.

6. TINDAKAN YANG DISARANKAN.

Perubahan struktur organisasi dengan pengembangan Instalasi kesehatan TNI


AD Wilayah Kodam VI/Mlw diharapakan akan terwujudnya organisasi Kodam VI/Mlw
yang efektif dan efesien pada organisasi yang lebih proposional dalam rangka
mendukung tugas pokok Kodam VI/Mlw.

Kepala Kesehatan VI/Mulawarman

dr. Hendrik D. Manueke M.Kes


Kolonel Ckm NRP 33699