Anda di halaman 1dari 4

NAMA : SALSA AZ ZAHRA

NIM : 1900311320009

PRODI : DIII AKUNTANSI C

MATKUL : PRAKTIKUM AKUNTANSI BIAYA

PT PURINDO

1. Alasan – alasan utama mengapa sisitem perhitungan biaya manufaktur PT Purindo perlu dibaiki
adalah karena selama ini PT Purindo menentukan harga pokoknya dengan cara mengalokasikan
seluruh biaya manufaktur ke produk berdasarkan jumlah potongan sosis yang dihasilkan
sehingga tidak lagi mencerminkan aktifitas yang spesifik kerena banyaknya kategori biaya yang
bersifat tidak langsung dan cenderung fixed, disamping itu,biaya produksi yang dihasilkan
memberikan informasi biaya produksi yang terdistorsi yaitu undercosting / overcostin.
Sehingga mengakibatkan kesalahan dalam pengemabilan keputusan dalam hal penentuan harga
produk.
2. Memperbaiki sistem perhitungan biaya manufaktur perusahaan menggunakan tiga langkah :

a. Penelusuran biaya langsung ( direct cost tracing )


Penelusuran biaya langsung merupakan penelusuran yang dilakukan untuk
mengidentifikasi dan membebenkan biaya yang berkaitan langsung dengan fisik produk
yang dihasilkan. Penelusuran umumnya dilakukan dengan cara pengamatan fisik
komponen pembentuk produk pada PT. Purindo.
Biaya untuk membuat sosis ayam antara lain : daging ayam giling, bumbu dan kulit sosis.
Namun, penelusuran langsung memiliki kelemahan pada pembebanan biaya atas hal – hal
yang secara tidak langsung berhubungan dengan sebuah produk. Misalnya biaya listrik, air,
depresiasi alat dll
• Mengalokasikan biaya setiap departemen pendukung lainnya ke departemen operasi.
• Tidak mengalokasikan biaya pendukung ke departemen lainnya.
b. Tempat penampungan biaya tidak langsung ( indirect-cost pools )
Mengalokasikan biaya departemen pendukung ke departemen lainnya secara berurutan dan
tidak langsung, sehingga hanya mengakui sebagian jasa bersama yang diberikan diantara
semua departemen pendukung.
c. Dasar alokasi biaya ( cost-allocation bases )
• Menggunakan informasi yang terkait dengan setiap pengguna objek biaya sebagai
entitas terpisah untuk menentukan beban alokasinya.
• Alokasi biaya adalah mengoperasikan suatu fasilitas, aktifitas atau objek biaya yang
dibagi oleh dia atau lebih pengguna.

3. Klasifikasi seluruh biaya perusahaan :


a. Biaya di tingkat unit yang dihasilkan ( output unit-level cost )
Biaya yang berkaitan dengan besar kecilnya jumlah unit produk yang dihasilkan
• Daging ayam giling
• Bumbu
• Kulit sosis
• Tenaga kerja langsung

b. Biaya di tingkat batch ( batch-level cost )


Biaya yang berkaitan dengan jumlah batch produk yang diproduksi
• Biaya manajer produksi
• Biaya penyelia produksi

c. Biaya untuk pemeliharaan produk ( product sustaining cost )


Biaya yang berkaitan dengan aktivitas penelitian dan pengembangan produk dan biaya
untuk mempertahankan produk untuk tetap dipasarkan.
• Biaya iklan
• Biaya operasional truk pengiriman
• Biaya departemen pemasaran
• Biaya departemen pengiriman
• Biaya departemen teknik produksi
• Biaya kemasan
• Biaya pimpinan perusahaan
• Biaya departemen administrasi dan umum

d. Biaya untuk pemeliharaan fasilitas ( facility sustaining cost )


Biaya yang berkaitan dengan aktivitas mempertahankan kapasitas yang dimiliki
perusahaan.
• Biaya pemeliharaan gedung kantor
• Biaya asuransi gedung kantor
• Biaya penyusutan gedung kantor
• Biaya pemeliharaan kendaraan kantor
• Biaya kebersihan kantor
• Biaya operasional kendaraan kantor
• Biaya perawatan truk pengiriman
• Biaya air pabrik
• Biaya listrik pabrik
• Biaya asuransi pabrik
• Biaya kebersiahan pabrik
• Biaya penyusutan mesin pabrik
• Biaya pemeliharaan gedung pabrik
• Biaya seragam karyawan pabrik
• Biaya bahan tidak langsung ( masker, sarung tangan dan penutup kepala )
4. Subisidi silang yang terjadi antar produk dalam menghitung biaya manufaktur :
RITEL NON-RITEL
Diketahui : Diketahui :
Produk 800.000 kemasan Produk 320.000 kemasan
Biaya kemasan Rp 120 Biaya kemasan Rp 600
Waktu persiapan 1 batch = 20 menit per 10.000 Waktu persiapan 1 batch = 10 menit per 10.000
potong potong
Biaya departemen teknik Rp 216.960.000 Biaya departemen teknik Rp 216.960.000
1 kantong = 10 potong 1 kantong = 100 potong

Maka : Maka :
Biaya kemasan = 800.000 kemasan × Rp 120 Biaya kemasan = 320.000 kemasan × Rp 600
= Rp 96.000.000 = Rp 192.000.000

800.000 kemasan × 10 potong = 8.000.000 potong 320.000 kemasan×100 potong = 32.000.000 potong
8.000.000 potong 32.000.000 potong
= 800 batch = 3.200 batch
10.000 potong 10.000 potong

Waktu = 20 menit × 800 batch = 16.000 menit Waktu = 10 menit × 3.200 batch = 32.000 menit

Biaya departemen teknik : Biaya departemen teknik :


16.000 menit 32.000 menit
× Rp 216.960.000 = Rp72.320.000 × Rp 216.960.000 = Rp 144.640.000
48.000 menit 48.000 menit

Biaya untuk ritel = Rp 96.000.000 + Rp 72.320.000 Biaya untuk ritel =Rp 192.000.000+Rp 144.640.000
= Rp 168.320.000 = Rp 336.640.00

Anda mungkin juga menyukai