Anda di halaman 1dari 25

MAKALAH

PROSES INDUSTRI KIMIA I


NITROGEN

Disusun oleh :

1. Khusnil Mar’ah (1800020052)


2. Ananda Ranu B. (1900020069)
3. Radita Krisna S. (1900020071)
4. Arya Sona (1900020089)
5. Dhela Trinanda (1900020092)
6. Shindy Trintiyanti (1900020095)
7. Annita Auliyasari (1900020099)
8. Bridha Strina R. (1900020104)
9. Agus Fajrin (1900020107)

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN
2020
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Proses
Industri Kimia I ini yang berjudul “Nitrogen”.

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Proses Industri
Kimia I. Selain itu, kami berharap penulisan makalah ini dapat menambah wawasan
tentang proses pembuatan nitrogen. Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu
Shinta Amelia, S.T.,M.Eng. selaku dosen pengampu mata kuliah Proses Industri
Kimia I.

Kami menyadari bahwa makalah ini sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan agar
penyusunan makalah selanjutnya menjadi lebih baik.

Billahifii Shabillihaq Fastabiqul Khoirot


Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Yogyakarta, 1 Desember 2020

Kelompok 2

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................. i


DAFTAR ISI ................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………. 1
1.1 Latar Belakang ................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................ 2
1.3 Tujuan ............................................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN ………………………………………………….. 4
2.1 Pengertian Nitrogen .......................................................................... 4
2.2 Sifat Fisika dan Kimia Nitrogen ....................................................... 4
2.3 Manfaat Gas Nitrogen dan Dampaknya Terhadap Lingkungan ....... 5
2.4 Peranan Nitrogen .............................................................................. 9
2.5 Cara Memperoleh Nitrogen .............................................................. 11
2.6 Konsep Proses Industri Nitrogen ...................................................... 12
BAB III PENUTUP ……………………………………………………….. 21
3.1 Kesimpulan ....................................................................................... 21
3.2 Kritik dan Saran ............................................................................... 21
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 22

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Nitrogen merupakan salah satu unsur yang paling luas penyebaranya di
alam. Sekitar 3,8  1015 ton N2 molekul terdapat di atmosfer, sedangkan pada
litosfer terdapat sekitar 4,74 kalinya. Diperkirakan setiap tahun biosfer
menerima tambahan N netto sebesar 9 jutametrik ton, dari selisih total
tambahan melalui fiksasi biologis dengan total kehilangan akibat denitrifikasi.
Siklus nitrogen dari fiksasi N2 atmosfer secara fisik/kimiawi yang
menyuplai tanah bersama presipitasi, dan oleh mikroorganisme baik secara
simbiotik maupun nonsimbiotik yang menyuplai tanah baik melalui inangnya
maupun setelah mati. Sel-sel mati ini besama dengan sisa tanaman/hewan akan
menjadi bahan organik yang siap didekomposisi dan melalui serangkaian
proses mineralisasi (aminisasi, amonifikasi, dan nitrifikasi) akan melepaskan
N-mineral (NH4+ dan NO3-) yang kemudian di immobilisasi oleh tanaman atau
mikrobia.
Gas amoniak hasil proses aminisasi apabila tidak segera mengalami
amonifikasi akan segera tervolatilisasi ke udara, begitu pula dengan gas N2
hasil denitrifikasi nitrat, keduanya merupakan sumber utama N2 atmosfer.
Kehilangan nitrat dan ammonium melalui mekanisme pelinding (leaching)
merupakan salah satu penyebab penurunan kadar N di dalam tanah.
Unsur nitrogen didalam tanah dijumpai dalam bentuk anorganik atau
organic yang bergabung dengan C, H, O dan kadangkala dengan S untuk
membentuk asam amino, asam nukleat, klorofil, alkanoid dan basa purin.
Unsur N tersebut berkorelsi sangat erat dengan perkembangan jaringan

1
meristem, sehingga sangat menetukan pertumbuhan dan perkembangan
tanaman.
Nitrogen adalah bagian penting dari kehidupan. Tanaman, hewan dan
bakteri semuanya menggunakan nitrogen dalam satuan pembentukan
fundamental yang disebut asam amino, dan asam-asam amino ini Bersatu
membentuk protein. Protein tidak hanya memungkinkan kita untuk tumbuh dan
berfungsi dengan baik, tetapi juga membentuk basis dari hamper setiap reaksi
kimia dalam tubuh manusia.
Sumber nitrogen kita yang utama dalam atmosfer, dimana nitrogen
terdapat sebagai gas nitrogen (N2). Akan tetapi, dalam bentuk gas, nitrogen
sangat lembam (tidak reaktif) dan hanya sedikit organisme yang mampu
memanfaatkanya. Proses alami pengambilam gas nitrogen dan konversinya
menjadi senyawa-senyawa yang bermanfaat dikenal sebagai fiksasi nitrogen,
dan dilakukan oleh bakteri pengikat nitrogen. Bakteri ini mengikat nitrogen
menjadi senyawa yang mengandung nitrogen lainya seperti amonia (NH3).
Senyawa KMNO3 dan senyawa NaNO3 menjadi 2 mineral yang merupakan
sumber senyawa nitrogen di alam.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun permasalahan yang akan dibahas pada makalah ini antara lain:
1. Apa definisi nitrogen?
2. Apa sifat fisika dan kimia nitrogen?
3. Apa manfaat gas nitrogen dan dampak yang ditimbulkan di lingkungan?
4. Apa peranan nitrogen?
5. Bagaimana cara memperoleh nitrogen?
6. Bagaimana proses industri nitrogen?

2
1.3 Tujuan
Bersumber pada rumusan permasalahan yang disusun, sehingga tujuan dalam
penyusunan makalah ini sebagai berikut:
1. Mengetahui definisi nitrogen
2. Mengetahui sifat fisika dan kimia nitrogen
3. Mengetahui manfaat nitrogen dan dampak yang ditimbulkan di lingkungan
4. Mengetahui peranan nitrogen
5. Mengetahui cara memperoleh nitrogen
6. Mengetahui proses industri nitrogen

3
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Nitrogen


Nitrogen adalah unsur yang diperlukan untuk membentuk senyawa
penting di dalam sel, termasuk protein, DNA, dan RNA. Nitrogen adalah
komponen utama dalam semua asam amino, yang nantinya dimasukkan ke
dalam protein, protein adalah zat yang sangat kita butuhkan dalam
pertumbuhan. Nitrogen juga hadir di basis pembentuk asam nukleat, seperti
DNA dan RNA yang nantinya membawa hereditas.
Nitrogen adalah unsur yang paling berlimpah di atmosfer (78% gas di
atmosfer adalah nitrogen). Meskipun demikian, penggunaan nitrogen pada
bidang biologis sangatlah terbatas. Nitrogen merupakan unsur yang tidak
reaktif (sulit bereaksi dengan unsur lain) sehingga dalam
penggunaan nitrogen pada makhluk hidup diperlukan berbagai proses, yaitu
fiksasi nitrogen, mineralisasi, nitrifikasi, denitrifikasi.
Nitrogen adalah komponen penting bagi tumbuhan terdapat dalam
banyak senyawa. Protein dan asam nukledit yang biasanya diserap dari tanah
dalam bentuk sangat teroksidasi dan harus direduksi oleh proses yang
bergantung pada energi sebelum bergabung menjadi protein dan senyawa lain
dalam sel.

2.2 Sifat Fisika dan Kimia Nitrogen


Nitrogen adalah zat komponen penyusun utama atmosfer bumi. Udara
terdiri atas 78% volume nitrogen (N2). Nitrogen adalah gas yang tidak
berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Nitrogen dalam deret kimia termasuk
kedalam nonmetals, termasuk golongan VA, periode 2, dan blok p.

4
Penampilanya berupa colorless. Memiliki massa atom 14,0067 dengan massa
atom 7 (1s2, 2s2, 3p3). Selain itu adapun ciri fisik dari nitrogen seperti berfasa
gas, bermassa jenis 1,251 ; titik leburnya 63,15 K ; titik didih 77,36 dan titik
kritisnya 126,21 K. Nitrogen cair mendidih pada (-196) ¬ 00C, dan membeku
pada -21000C. Sruktur dari gas nitrogen adalah berupa kristal hexagonal.
Kelektronegatifan gas nitrogen menduduki peringkat ke-3 setelah flour dan
oksigen. Gas nitrogen termasuk ke dalam gas yang inert (tidak reaktif). Hal ini
disebabkan oleh besarnya energi ikatan antara ikatan rangkap tiga N≡N.
Nitrogen digunakan sebagai atmosfer inert untuk suatu proses atau sistem yang
terganggu oleh oksigen, misalnya dalam industri elektronika dan juga bilangan
okdidasi nitrogen bervariasi dari -3 sampai +5.

2.3 Manfaat Gas Nitrogen dan Dampaknya Terhadap Lingkungan


a. Manfaat Gas Nitrogen
Adapun manfaat dari senyawa-senyawa nitrogen antara lain:
• Dalam Dunia Medis
Nitrogen cair (-196oC) digunakan untuk membekukan dan menjaga
embrio, sperma, darah, sel sumsum tulang, dan sampel jaringan hidup
untuk jangka waktu yang cukup lama, sehingga jaringanjaringan tersebut
agar tidak mudah rusak. Nitrogen cair juga digunakan dalam bidang
dermatologi, penggunaan nitrogen ini efektif untuk membakar tumor
jinak yang menular.
• Industri Kimia Dalam industri kimia
Nitrogen digunakan sebagai gas tekan, biasanya digunakan untuk
mendorong cairan dalam pipa. Gas nitrogen juga digunakan untuk
melindung bahan yang sensitive terhadap udara, hal ini juga digunakan

5
untuk mehilangkan bahan yang mudah menguap dari berbagai proses
dalam industri kimia.
• Pesawat dan Kedirgantaraan
Nitrogen digunakan untuk membangun terowongan angina high
Reynolds, panas untuk tungku dan autoklaf sebagai pembantu untuk
membuat bahan yang sangat kuat namun ringan dalam industri pesawat.
Nitrogen juga digunakan untuk membantu aplikasi laser cutting.
• Otomotif dan Transportasi Dalam dunia otomotif
Nitrogen digunakan untuk pengelasan suku cadang mobil, frame,
muffler dan komponen lain bersama engan gas lain. Nitrogen juga
diguanakan sebagai alat keselamatan pada mobil, yaitu digunakan pada
air bag yang ada di mobil. Gas nitrogen juga dimanfaatkan untuk mengisi
ban motor maupun mobil, hal ini dikarenakan jika ban diisi dengan
nitrogen maka ban tersebut menjadi lebih elastis, terutama jika digunakan
pada jalan yang berkerikil.
• Energi dan Lingkungan Hidup
Nitrogen digunakan sebagai gas yang dapat memisahkan molekul
yang sensitif terhadap udara, selain itu nitrogen juga digunakan di dalam
pipa untuk mencegah berbagai kontaminasi yang mungkin terjadi.
• Makanan dan Minuman
Untuk melindungi bahan makanan dari gangguan bakteri dan
jamur. Nitrogen digunakan sebagai sumber kriogenik yang membantu
proses pendinginan, pembekuan makanan dan minuman. Untuk
membekukan makanan digunakan nitrogen cair yang memiliki suhu (-
916oC), penggunaan nitrogen cair merupakan metode tercepat untuk
mendinginkan dan membekukan makanan. Salah satu aplikasi

6
penggunaan nitrogen pada makanan dan minuman adalah untuk
pengemasan roti, agar memperlambat pertumbuhan bakteri pada roti.
• Produksi Baja Dalam Produksi Baja
Nitrogen digunakan untuk membersihkan gas lain. Nitrogen juga
digunakan sebagai pencegahan oksidasi dan sebagai komponen utama
dalam pendinginan produksi baja.
• Industri Minyak dan Gas pada Industri Minyak dan Gas
Nitrogen digunakan sebagai reservoir formasi faktur hidrokarbon-
bearing untuk meningkatkan produksi minyak dan gas serta
meningkatkan efisiensi operasional.
• Farmasi dan Bioteknologi
Nitrogen dalam bidang ini dipergunakan untuk membersihkan,
mentrasfer tekanan,pencampuran dan melindungi proses intrusi
kelembaban oksidasi, degradasi dan kontaminasi.
• Pengilangan
Nitrogen sebagai gas industri yang dimanfaatkan untuk tanki
penyimpanan dan pipa pembersihan, serta sebagai strip Volatile Organic
Compounds (VOC) dari aliran proses kimia dan air limbah, juga
mengurangi emisi VOC.
• Pengelasan dan Fabrikasi Logam
Nitrogen sebagai gas pembersih dan membantu gas untuk laser
cutting serta meningkatkan plasma cutting.
• Dalam Bentuk Amonia
Nitrogen digunakan sebagai bahan pupuk, obat-obatan, asam
nitrat, urea, hidrasin, amin, dan pendingin.

7
b. Dampak Nitrogen Terhadap Lingkungan
Gas nitrogen oksida (NOx) ada dua macam yaitu gas nitrogen
monoksida dan gas nitrogen dioksida. Kedua macam gas tersebut
mempunyai sifat yang sangat berbeda dan keduanya sangat berbahaya bagi
kesehatan.

Udara yang mengandung gas NO dalam batas normal relatif aman dan
tidak berbahaya, kecuali bila gas NO berada dalam konsentrasi tinggi. Sifat
racun (toksisitas) gas NO2 empat kali lebih kuat daripada toksisitas gas NO.
Organ tubuh yang paling peka terhadap pencemaran gas NO2 adalah paru-
paru. Paru-paru yang terkontaminasi oleh gas NO2 akan membengkak
sehingga penderita sulit bernafas yang dapat mengakibatkan kematian.

Konsentrasi NO2 lebih tinggi dari 100 ppm bersifat letal pada hewan
percobaan, dan 90% dari kematian tersebut disebabkan oleh gejala edema
pulmonary. Pemberian sebanyak 5 ppm NO2 selama 10 menit terhadap
manusia mengakibatkan sedikit kesukaran dalam bernafas.

Pencemaran udara oleh gas NOx juga dapat menyebabkan timbulnya


Peroxy Acetil Nitrates (PAN). PAN ini menyebabkan iritasi pada mata yang
menyebabkan mata terasa pedih dan berair. Campuran PAN bersama
senyawa kimia lainnya yang ada di udara dapat menyebabkan terjadinya
kanut foto kimia atau Photo Chemistry Smog yang sangat mengganggu
lingkungan.

Jika oksida nitrat (N2O) mencapai stratosfer, ia membantu merusak


lapisan ozon, sehingga menghasilkan tingkat radiasi UV yang lebih tinggi
dan risiko kanker kulit serta katarak yang meningkat. Nitrogen oksida (N2O)
yang terlarut dalam air atmosferik membentuk hujan asam, yang
mengkorosi batuan dan barang logam dan merusak bangunan-bangunan.

8
Nitrogen oksida (N2O) berkontribusi bagi pemanasan
global.Walaupun konsentrasi oksida nitrat di atmosfer sangat rendah
dibanding karbon dioksida, potensi pemanasan global oksida nitrat adalah
sekitar 300 kali lebih besar. Kelebihan nitrogen di perairan menyebabkan
berkurangnya kadar oksigen dalam air sehingga menyebabkan kepunahan
kehidupan di perairan.

2.4 Peranan Nitrogen


a. Peranan biologi nitrogen
Nitrogen merupakan unsur kunci dalam asam amino dan asam
nukleat, dan ini menjadikan nitrogen penting bagi semua kehidupan.
Proteindisusun dari asam-asam amino, sementara asam nukleat menjadi
salah satu komponen pembentuk DNA dan RNA. Polong-polongan, seperti
kedelai, mampu menangkap nitrogen secara langsung dari atmosfer karena
bersimbiosis dengan bakteri bintil akar.
b. Peranan Nitrogen Dalam Perindustrian
Peranan nitrogen dalam perindustrian relatif besar dan industri yang
menggunakan unsur dasar nitrogen sebagai bahan baku utamanya disebut
pula sebagai industri nitrogen. Nitrogen yang berasal dari udara merupakan
komponen utama dalam pembuatan pupuk dan telah banyak membantu
intensifikasi produksi bahan makanan di seluruh dunia. Pengembangan
proses fiksasi nitrogen telah berhasil memperjelas berbagai asas proses
kimia dan proses tekanan tinggi serta telah menyumbang banyak
perkembangan di bidang teknik kimia.
Sebelum adanya proses fiksasi (pengikatan) nitrogen secara sintetik,
sumber utama nitogen untuk keperluan pertanian hanyalah bahan limbah
dan kotoran hewan, hasil dekomposisi dari bahan-bahan tersebut serta

9
amonium sulfat yang didapatkan dari hasil sampingan pembuatan kokas
daribatubara. Bahan-bahan seperti ini tidak mudah ditangani belum lagi
jumlahnya yang tidak mencukupi semua kebutuhan yang diperlukan.
Salpeter chili, salpeter dari air kencing hewan dan manusia, dan
amonia yang dikumpulkan dari pembuatan kokas menjadi penting
belakangan ini tetapi akhirnya disisihkan lagi oleh amonia sintetik dan
nitrat. Amonia merupakan bahan dasar bagi pembuatan hampir semua jenis
produk yang memakai nitrogen.
c. Peranan Nitrogen Dalam Kuliner
Penggunaan nitrogen cair dalam memasak sudah ada sejak lama, dan
tercatat di buku resep bernama Fancy Ices oleh Agnes Marshall di tahun
1890. Pada dasarnya, nitrogen cair digunakan untuk membekukan bahan
makanan dengan cepat, dan biasanya digunakan dalam makanan penutup
seperti kue dan es krim. Hal ini bisa terjadi karena Nitrogen cair sangatlah
dingin dan akan mendidih serta menguap dalam temperatur -196o celcius.

Dengan menuangkan nitrogen cair yang sangat dingin ini,


kristalisasi es akan berjalan dengan sangat cepat terhadap bahan pembuatan
es krim seperti protein susu dan gula. Karena bersentuhan dengan udara
hangat (lebih dari -196o celcius), maka Nitrogen cair pun menguap dan
menghasilkan uap putih yang membuat banyak orang terkesan. Karena
proses pendinginan berlangsung dengan sangat cepat dan Nitrogen cair
menghasilkan kristal es dalam jumlah yang sangat banyak, tekstur es krim
nitrogen ini lebih lembut dari es krim biasanya.

d. Peranan Nitrogen Pada Tanaman


Nitrogen adalah unsur yang sangat penting bagi pertumbuhan
tanaman. Nitrogen merupakan bagian dari protein, bagian penting
konstituen dari protoplasma, enzim, agen katalis biologis yang

10
mempercepat proses kehidupan. Nitrogen juga hadir sebagai bagian dari
nukleoprotein, asam amino, amina, asam gula, polipeptidadan senyawa
organik dalam tumbuhan. Dalam rangka untuk menyiapkan makanan untuk
tanaman, tanaman diperlukan klorofil, energi sinar matahari untuk
membentuk karbohidrat dan lemak dari cair dan senyawa nitrogen.

Adapun peranan Nitrogen yang lain bagi tanaman adalah :


• Berperan dalam pertumbuhan vegetatif tanaman
• Memberikan warna pada tanaman
• Panjang umur tanaman
• Penggunaan karbohidrat

2.5 Cara Memperoleh Nitrogen


a. Di Laboratorium
Beberapa reaksi berikut dapat digunakan untuk memperoleh gas nitrogen di
labratorium.
• 3CuO(s) + 2NH3(g) → 3Cu(s) + 3H2O(g) + N2(g) // dengan pemanasan
• NaNO2(s) + NH4(s) → NaCL(s) + 2H2O(g) + N2(g) // dengan pemanasan
• (NH4)2Cr2O7(s) → Cr2O3(s) + 3H2O(g) + 4H2O(g) + N2(g) // dengan
pemanasan
• NH4NO3(s) → 2H2O(g) + N2(g) //dengan pemanasan
b. Dalam Industri
Secara komersil nitrogen dipisahkan dari udara dengan cara distilasi
bertngkat udara cair. Mula – mula udara dibersihkan dari debu dan partikel-
partikel padat lainya, semua dialirkan ke dalam KOH atau NaOH untuk
mengikat gas CO2 dan uap air. Udara kering yang bebeas CO2 dan uap air.
Udara kering yang bebas CO2 di mampatkan didalam ruangan dengan

11
kompresorsampai tekanannya 200 atm, sambil sambil didinginkan di dalam
ruangan penukar panas.
Udara dingin dengan tekanan tinggi diekspansikan (diturunkan
tekanannya) sampai pada tekananya 20 atm, sehingga suhunya turun dan
mencair. selanjutnya udara cair ini dinaikan suhunya secara bertahap .Pada
suhu sedikit di atas -196°C (titik didih N2 = -196°C) akan diperoleh gas
nitrogen. Gas nitrogen ini dicairkan kembali dan ditampung pada botol
Dewar (terbuat dari baja). Pada saat suhu mencapai -183°C gas oksigen
akan menguap dan dipisahkan tersendiri kemudian dicairkan kemabali dan
diperoleh oksigen cair.

2.6 Konsep Proses Industri Nitrogen


Sebagian besar nitrogen dan oksigen dalam industri diproduksi dengan
cara proses pemisahan udara pada suhu rendah atau proses adsorpsi. Produksi
oksigen dan nitrogen cair pada kebanyakan industri digunakan proses
pemisahan udara pada suhu rendah. Proses produksi nitrogen dan oksigen cair
terdiri dari tiga tahapan proses yaitu proses pemurnian awal, proses pencairan,
dan proses pemisahan. Selanjutnya sebagai tahapan akhir dilakukan proses
pengisian gas ke dalam tabung pada unit filling station.

a. Proses Pemurnian Awal


Proses pemurnian awal bertujuan untuk menghilangkan pengotor
dari udara yang akan menyebabkan gangguan terhadap proses pemisahan
udara pada suhu rendah. Udara dihisap oleh blower kemudian disaring
dengan air filter. Lalu dikompresi sampai tekanan 5,8 barG pada air
compressor dan didinginkan pada reactivation exchanger dari suhu 110oC
hingga suhu 77oC, kemudian didinginkan kembali pada after cooler hingga
suhu 40oC.

12
Selanjutnya udara yang telah dikompresi didinginkan sampai 20oC
pada high level freon refrigerator dan hasil kondensat dipisahkan. Lalu
udara dialirkan melewati unit molecular sieves untuk menghilangkan air
(H2O) dan gas karbondioksida yang terdapat dalam udara. Unit molecular
sieves terdiri dari dua menara (tower) yang bekerja secara bergantian. Pada
masing-masing menara berisi ayakan (molecular sieves) pada bagian atas
dan alumina gel pada bagian bawah. Udara yang telah bebas dari air, gas
karbondioksida, dan pengotor lainnya masuk ke dalam cold box.

b. Proses Pencairan
Udara yang telah bebas dari air, gas karbondioksida, dan pengotor
lainnya didinginkan dalam Heat Exchanger sampai mendekati suhu
pencairan sebesar -166oC dengan tekanan 5,2 barG. Kemudian udara yang
telah didinginkan dipisahkan menjadi komponen-komponenya pada kolom
rektifikasi (distilasi terfraksi).

c. Proses Pemisahan
Rektifikasi atau distilasi terfraksi adalah salah satu metode yang
digunakan untuk memisahkan komponen-komponen yang terdapat dalam
suatu cairan yang mengandung dua atau lebih penyusun berdasarkan
perbedaaan tekanan uap pada masing-masing penyusunnya. Udara yang
telah didinginkan pada Heat Exchanger dikirim ke bagian bawah dari High
Pressure Column. Pada High Pressure Column udara dipisahkan menjadi
gas nitrogen murni di bagian atas, nitrogen tidak murni di bagian tengah,
dan cairan yang kaya oksigen (rich liquid) di bagian bawah. Gas nitrogen
murni dikondensasi dalam Main Condenser. Sebagian nitrogen cair
digunakan sebagai cairan refluks pada High Pressure Column, sedangkan
sisa cairan nitrogen dikirim ke Reflux Pure Nitrogen Subcooler dan
didinginkan oleh gas nitrogen pada tekanan rendah, kemudian cairan

13
tersebut digunakan sebagai cairan refluks pada Low Pressure Column.
Produk nitrogen cair diambil dari bagian atas High Pressure Column dan
didinginkan oleh nitrogen tidak murni dalam Product Liquid Nitrogen
Subcooler, lalu nitrogen cair yang telah didinginkan dikeluarkan secara
langsung dari cold box dan dialirkan menuju tangki penyimpan nitrogen
cair.
Produk gas nitrogen diambil dari bagian atas Low Pressure Column
dan dipanaskan pada suhu lingkungan di dalam Reflux Pure Nitrogen
Subcooler dan Heat Exchanger. Udara cair pada bagian bawah High
Pressure Column didinginkan dalam Rich Liquid Subcooler lalu diekspansi
sampai tekanan rendah. Cairan tersebut dikirim ke bagian tengah dari Low
Pressure Column sebagai cairan umpan. Pemisahan terakhir dilakukan
dalam Low Pressure Column. Gas nitrogen berada di bagian atas, gas buang
dan crude argon (O2 = 88-90% ; Ar = 12-10%) di bagian tengah, dan gas
oksigen di bagian bawah kolom.
Oksigen cair diambil dari bagian bawah High Pressure Column, lalu
melewati Oxygen Filter dimana asetilen dan hidrokarbon lainnya yang
terkandung dalam cairan dihilangkan, kemudian dialirkan ke dalam Main
Condenser dan dievaporasi oleh penukar panas dengan cairan nitrogen
murni. Oksigen cair yang telah dievaporasi digunakan sebagai reboil gas
pada Low Pressure Column. Oksigen cair diambil dari bagian bawah Low
Pressure Column, lalu dipompa oleh Liquid Oxygen Process Pump dan
didinginkan dalam Product Oxygen Subcooler. Kemudian oksigen cair yang
telah didinginkan dikeluarkan secara langsung dari cold box dan dialirkan
menuju tangki penyimpan oksigen cair.

14
d. Proses Pengisian
Pada Unit Filling Station, oksigen cair dan nitrogen cair yang telah
dievaporasi dialirkan melalui pipa-pipa gas, lalu diisikan ke dalam tabung.
Proses pengisian gas dilakukan dengan cara menekan (kompresi) gas
tersebut sampai tekanan 165 barG ke dalam tabung-tabung gas dalam rak.
Pada Unit Filling Station dilakukan pengisian untuk gas nitrogen, gas
oksigen, gas argon, gas argon shield, karbondioksida, dan udara tekan.

e. Proses Daur Ulang Nitrogen


Pendingin yang diperlukan untuk operasi pada cold box disediakan
oleh siklus pencairan. Nitrogen pada tekanan rendah (low pressure) dari
cold box dikompresi oleh Nitrogen Makeup Compressor. Nitrogen dengan
tekanan menengah (middle pressure) dari cold box dan Nitrogen Makeup
Compressor dikompresi oleh Nitrogen Recycle Compressor sampai
diperoleh tekanan nitrogen sebesar 40,4 barG dan suhu nitrogen sebesar
40oC. Kemudian nitrogen didinginkan pada Low Level Freon Cooler sampai
diperoleh suhu keluaran nitrogen sebesar -40oC. Setelah itu nitrogen
didinginkan kembali pada Recycle Exchanger dengan tekanan tetap sampai
diperoleh suhu keluaran nitrogen sebesar -101oC lalu dimasukkan ke dalam
Expansion Turbine sampai diperoleh tekan sebesar 4,9 barG dan suhu
pencairan nitrogen sebesar -166oC dengan tekanan 40 barG. Kemudian
nitrogen cair dikirim ke bagian atas High Pressure Column.
f. Bahan Baku Industri Nitrogen
Bahan baku dalam proses industri nitrogen adalah udara. Gas inert
biasanya adalah nitrogen. Nitrogen biasa diambil dari udara bebas. Alasan
mengapa mengambil dari udara bebas adalah karena kandungan Nitrogen
dalam udara sangat besar, nitrogen adalah komponen yang paling besar

15
diantara komponen lainnya. Nitrogen dalam udara kering bisa mencapai
78%-V

g. Flow Sheet Pembuatan Industri Nitrogen

Keterangan:
1. Filtrasi
Udara bebas yang menjadi feed atau umpan sebagai bahan baku
pembuatan gas nitrogen terlebih dahulu disaring dengan menggunakan
filter dengan kerapatan (mesh) tertentu sesuai dengan spesifikasi tekanan
dan flow compressor.
Pada saat udara dihisap oleh compressor, terlebih dahulu udara
disaring dengan menggunakan filter, agar kotoran atau gas-gas pengotor
dari udara bebas dapat disaring dan tidak terikut dalam proses – proses
selanjutnya.
Contoh gas pengotor : uap air dan karbondioksida, debu juga bisa
menjadi zat pengotor pada udara bebas. Zat pengotor ini harus
dihilangkan karena dapat menyebabkan penyumbatan pada perlatan,
tingkat bahaya yang dapat ditimbulkan, korosi, dan juga dalam batas-
batas tertentu dilarang terkandung dalam spesifikasi produk akhir.

16
2. Kompressi
Udara yang telah difilter diumpankan ke inlet kompresor untuk
dinaikkan tekanannya. Efisiensi kompresor sangatlah penting, oleh
karena itu dibutuhkan pemilihan jenis kompresor yang tepat. Umumnya
digunakan kompresor tipe turbo (sentrifugal) multi stage dengan
pendingin diantara stagenya.
Energi yang digunakan akan sebanding dengan besar energi
output produk ditambah cold production. Alat yang digunakan yaitu
compressor, dimana fungsinya yaitu menaikkan tekanan udara bebas
yang diserap sampai 145 – 175 Psig.atau sekitar 6 bar.

3. Cooling Water
Air umumnya digunakan sebagai pendingin pada industry sebab
air tersedia jumlahya dan mudah ditangani. Air juga mampu menyerap
sejumlah besar enegi per satuan volume dan tidak mengalami ekspansi
maupun pengerutan dalam rentang temperature yang biasanya
dialaminya. System penguapan terbuka merupakan tipe system
pendingin yang umumnya digunakan dalam plant pemisahan udara.
Outlet compressor akan sangat panas, ini akan mengurangi
efisiensi pada proses selanjutnya, maka dibutuhkan pendinginan sampai
pada temperature desain (tergantung dari spesifikasi alat dan bahan yang
digunakan pada proses).
Sebagian industri menggunakan system direct cooler pada proses
pendinginannya, dimana terjadi kontak langsung antara udara dengan air
pada sepanjang tray direct cooler. Direct cooler mempunyai kelebihan
dari pada proses pendinginan yang menggunakan tube atau shell cooler,
dimana temperature yang bisa dicapai yaitu 2ºC, sedang pada tube atau
shell cooler hanya sekitar 8ºC, efek pengguyuran (scrubbing) dari air juga

17
dapat membantu menurunkan kandungan partikel dan menyerap
pengotor yang terbawa udara. Namun jika direct cooler tidak
terjaga,seperti ∆P tinggi (pada aliran dan udara masuk) dan tinggi cairan
(pada aliran air). Oleh karena tingginya perbedaan temperature yang
melalui tray bawah unit, maka pada tray ini sangat mungkin terjadi
pembentukan kerak. Untuk alasan itu, water treatment harus bekerja
efektif dan tray harus dibersihkan dan diperiksa jika memungkinkan.

4. Purrification (Pemurnian)
Pada proses ini terdapat proses penyerapan (adsorpsi) terhadap
material/zat-zat pengotor dari feed air, diantaranya uap air, karbon
monoksida, karbon dioksida, dan beberapa kandungan hidrokarbon. Pada
beberapa industry, menggunakan 2 layer pada vessel pemurnian ini, layer
bawah menggunakan alumina untuk menyerap/mengadsorpsi kandungan
uap air dalam udara dan bagian top/atas menggunakan molecular sieve
yang bertindak sebagai adsorben untuk menghilangkan karbondioksida.
Air, CO2, Hidrokarbon adalah unsur pengotor udara yang akan
menggangu proses, air dan CO2 akan membeku lebih awal (titik beku
lebih tinggi dari pada Nitrogen sehingga berpotensi menyumbat di
bagian-bagian tertentu dalam proses). Sedangkan Hidrokarbon
berpotensi menyebabkan ledakan di daerah bagian bawah kolom distilasi
(tempat terjadinya penumpukan hidrokarbon). Di PPU (pre purification
unit) terdapat beberapa lapisan, umumnya terdiri dari molecular shieve
(butiran ukuran mikro berlubang yang seukuran dengan dimensi partikel
CO2, H2O dan beberapa jenis hidrokarbon), tujuannya untuk
memerangkap CO2, H2O dan hidrokarbon. lapisan lainnya adalah
alumina yang bertujuan untuk memerangkap H2O yang lolos dari lapisan
pertama.

18
5. Heat Exchanger (Pemindah Panas)
Melewati exchanger, udara didinginkan hingga mendekati titik
pencairan. Karena udara menjadi dingin, mula – mula uap air akan
menjadi deposit, dimulai jadi cairan kemudian berubah menjadi salju
halus dengan arah yang berlawanan. Fungsi heat exchanger untuk
memudahkan pergerakan panas yang akan dipindahkan aliran panasnya,
dari zat yang memiliki panas lebih tinggi menuju daerah yang dingin
hingga temperature keduanya sama

6. Ekspansi
Sebagian udara diumpankan ke expander untuk memproduksi
dingin yang dibutuhkan proses (reflux dan heat loss recovery) sehingga
keluarannya berbentuk cairan yang di umpankan ke atas kolom melewati
heat exchanger sebagai reflux. Untuk ini, expander membutuhkan
penyerap energi sebesar cold production yang diinginkan, bisa dicouple
dengan alat oil brake, generator, kompressor atau yang lainnya. Udara
yang dingin tersebut diekspansikan atau diturunkan pressure nya sampai
tekanan menjadi 70 – 80 psig hingga udara tersebut cair.

7. Distilasi
Pada proses ini final terjadi proses pemisahan antara gas-gas yang
terkandung pada udara bebas sebagai umpan melalui perbedaan titik
didih (relative volatilitas). Dimana nitrogen memiliki titik didih yang
lebih tinggi dibandingkan dengan gas-gas lain yang terkandung dalam
udara yaitu -195. Bila dipisahkan masing-masing gas pada proses
vaporisasi (destilasi), maka nitrogen akan cepat menguap dan
menghasilkan produk gas yang siap digunakan.
Gas nitrogen yang dihasilkan dari proses vaporisasi bisa dirubah
bentuk menjadi liquid dengan cara dilewatkan pada kolom-kolom.

19
Kolom yang telah diumpani oleh feedgas dan reflux dengan proporsional
akan menghasilkan homogenitas di area2 tertentu, bagian atas kolom
akan homogen dengan Nitrogen, bawah kolom dengan oksigen, ini
dikarenakan beda titik cair, pada temperatur kolom sebesar -170 DegC,
oksigen lebih cenderung untuk berubah menjadi cairan (titik cair O2 = -
183 DegC pada atm pressure) dan menuju bawah kolom, sedangkan
nitrogen cenderung bertahan pada bentuk gas (titik cair N2 = -195,8 DegC
pada atm pressure) dan menuju bagian atas kolom.
Pada kolom terdapat tray bertingkat yang memungkinkan
terjadinya lebih banyak pergesekan antara feed gas dan reflux sehingga
lebih memungkinkan bagi kedua jenis stream untuk bertukar properti.
Feed gas akan diserap sebagian energinya sehingga menjadi lebih dingin
dan membuat O2 melambat dan cenderung mencair, sedangkan N2 karena
masih jauh dari titik cairnya akan tetap berupa gas.

20
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Nitrogen adalah komponen penyusun utama atmosfer bumi dan udara
terdiri atas 78% volume nitrogen. Nitrogen merupakan gas tidak berwarna,
tidak berbau, dan tidak berasa. Gas nitrogen termasuk gas inert (tidak reaktif)
hal ini disebabkan oleh besarnya energi ikatan antara ikatan rangkap tiga.
Nitrogen digunakan sebagai atmosfer inert untuk suatu prosess yang terganggu
oleh oksigen, misalnya dalam industri elektronika. Nitrogen dapat diperoleh
melalui berbagai cara baik di laboratorium dan dalam industri.

3.2 Kritik dan Saran


Dalam pembuatan makalah ini mungkin masih dalam tahap
penyempurnaan. Oleh karena itu, saran dan kritik para pembaca sangat kami
harapkan untuk melengkapi kesempurnaan makalah ini.

21
DAFTAR PUSTAKA

Achamd, Hiskia. 2001. Kimia Unsur dan Radiokimia. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Afrimirza, Frengki. 2013. Proses Industri Nitrogen. Padang : Akademi Teknologi


Industri Padang.

Hernanto, Ari dan Ruminten. 2009. Kimia 2. Jakarta: Erlangga

Keenan, UK, Kleinfester DC, Demwood JA. 1989. Kimia untuk Universitas.
Jakarta: Erlangga

Nitropratamaindonesia.com. 2020. Apa itu Nitrogen?. Diakses pada 1 Desember


2020, dari https://nitropratamaindonesia.com/ufaqs/apa-itu-nitrogen/

Ratnaningsih, Baiq Julia. 2014. Makalah Kimia “Unsur Senyawa Nitrogen”.

Slamanto.wordpress.com. 2011. Proses Industri Pembuatan Nitrogen. Diakses


pada 1 Desember 2020, dari https://slamanto.wordpress.com
/2011/12/27/proses-industri-pembuatan-nitrogen/

Utami, Budi dan Nugroho, Agung. 2009. Kimia Dasar Universitas. Jakarta :
Erlangga.

Yasminto, Bambang. 2012. Makalah Nitrogen.

22