Anda di halaman 1dari 3

ARTIKEL SEAWEED

Website : www.rumputlaut.org
Email : seaweed_undip@yahoo.com

Usaha Budidaya Rumput Laut

Pengembangan usaha alternatif masyarakat melalui usaha budidaya


rumput laut dilatar belakangi oleh dukungan potensi sumberdaya alam
Kelurahan Sungai Pisang. Bentangan garis pantai serta pulau-pulau
dengan dasar perairan berkarang dan berpasir serta dukungan
perairan yang terlindung dan relatif tenang sangat menunjang dalam
usaha budidaya rumput laut di kelurahan ini. Dukungan sumber daya
manusia (masyarakat Sungai Pisang) yang sebagian besar adalah
nelayan tradisional sangat berpeluang untuk mengembangkan jenis
usaha alternatif ini. Dukungan pasar yang terus meningkat untuk
komoditi ini juga menjadi latar belakang usaha alternatif ini
dilaksanakan.

Sebelum Program PBM-COREMAP dilaksanakan di Kelurahan Sungai


Pisang, kegiatan usaha budidaya rumput laut sudah pernah dilakukan.
Kegiatan ini melibatkan pengusaha dari luar dengan modal dan
pelaksanaanya langsung dikelola oleh pengusaha tersebut, sedangkan
masyarakat hanya dilibatkan sebagai tenaga buruh. Panen pada saat
itu tidak menunjukkan hasil yang cukup optimal dan dibawah hasil
analisis usaha yang diperkirakan. Menurut informasi dari masyarakat
kegagalan usaha saat itu disebabkan oleh beberapa faktor antara lain
adanya serangan hama ikan Beronang (Siganus. sp) yang cukup
tinggi. Beberapa jenis bibit yang digunakan tidak menunjukkan
pertumbuhan dan perkembangan yang kurang baik. Disamping itu
juga dalam operasional usaha kurang pengawasan dan keterlibatan
masyarakat sangat rendah. Berdasarkan kendala tersebut kegiatan
awal usaha alternatif budidaya rumput laut dalam Program PBM-
COREMAP adalah kelayakan usaha baik kelayakan budidaya secara
bio-ekologis maupun secara sosio-ekonomisnya.

Pelaksanaan kegiatan studi kelayakan usaha budidaya rumput laut

1
ARTIKEL SEAWEED
Website : www.rumputlaut.org
Email : seaweed_undip@yahoo.com

bekerja sama dengan Fakultas Perikanan Universitas Bung Hatta


Padang dan Dinas Perikanan Tingkat II Kodya Padang. Kegiatan
budidaya ini juga akan melibatkan Tim Penggerak PKK Kecamatan
Bungus Teluk Kabung dan Pengusaha daerah yang bergerak dibidang
pemasaran dan pengolahan rumput laut yaitu CV. Jawad & Co. Studi
kelayakan dalam budidaya nantiya akan memberikan perlakuan pada
jenis bibit yang digunakan, metode budidaya dan lokasi budidaya.
Kelayakan ini juga akan melihat bagaimana sistem usaha ini dapat
dijalankan dalam masyarakat serta bagaimana jaringan pemasaranya
nanti.

Bibit rumput laut yang digunakan adalah Euchema serra sebagai


prioritas utama dan Gracillaria sp dari jenis lain. Pemilihan bibit ini
didasarkan dari hasil studi inventarisasi potensi sumberdaya pesisir
dan perairan laut Kelurahan Sungai Pisang yang telah dilakukan oleh
Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Universitas Bung Hatta
(1998) dimana jenis rumput laut alami yang dominan ditemukan
adalah Euchema serra. Lokasi budidaya dipilih berdasarkan dukungan
ekologis dan efktifitas operasional usaha antara lain di Pulau
Pasumpahan, perairan pantai, dan Pulau Setan. Sedangkan metode
budidaya yang digunakan antara lain : (1) Metode dasar dengan cara
berkebun (Bottom farm method), (2). Metode Lepas dasar dengan
cara tali tunggal, (3). Metode Apung.

Pelaksanaan kegiatan studi kelayakan usaha budidaya rumput laut


belum dapat dilaksanakan. Penundaan ini disebabkan oleh karena
kegiatan masih lebih dikosentrasikan pada pengembangan Pulau
Sironjong. Selain itu persiapan berupa pengadaan bibit tidak tersedia
dilokalan sehingga harus didatangkan dari luar. Saat ini sedang
dilakukan penjajakan untuk mendapatkan jenis bibit rumput laut yang
diinginkan.

Kegiatan usaha budidaya telah mulai dilakukan pada bulan Maret


2000. Usaha budidaya rumput laut ini rencananya hanya baru sebagai

2
ARTIKEL SEAWEED
Website : www.rumputlaut.org
Email : seaweed_undip@yahoo.com

percontohan. Untuk tahap awal kegiatan hanya dilakukan oleh satu (1)
KK dengan jumlah rakit empat (buah) ukuran 5 x 2,5 m2 . Jenis
rumput laut yang dibudidayakan adalah Euchema conthii.

Dalam perkembanganya kegiatan usaha budidaya rumput laut belum


menunjukan hasil yang optimal. Pada awal budidaya rumput laut
menunjukan hasil yang cukup bagus namun setelah dua minggu
penebaran terjadi musim hujan dan bahkan beberapa buah rakit hilang
dibawa arus. Disamping itu kegagalan budidaya ini juga disebabkan
karena kurangnya perawatan dari si pengelola sehingga sering
ditemukan rakit dalam kondisi kotor dan ditutupi oleh alga. Namun
belajar dari pengalaman ini masyarakat masih tetap ingin melanjutkan
usaha budidaya rumput laut. Untuk saat sekarang usaha budidaya
akan dibantu dari dana APBD Kota Padang Tahun Anggaran 2000.

Sumber:
http://www.geocities.com/minangbahari/coremap/sp_mpa4.html
(diakses tanggal 8 Februari 2008).

Anda mungkin juga menyukai