Anda di halaman 1dari 4

UJIAN PRAKTEK

KEPERAWATAN JIWA II

Dosen Pengampu: Dr. Rika Damayanti, S.Kep., M.Kep., Sp. J

DISUSUN OLEH:

Satriya Ginta Irawan

(1801076)

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


FAKULTAS KESEHATAN
UNIVERSITAS AISYAH PRINGSEWU
TAHUN AJARAN 2020/202
STRATEGI PELAKSANAAN

ISOLASI SOSIAL

STRATEGI PELAKSANAAN 1 (SP 1) :

A. Proses Keperawatan
1. Kondisi Klien :
a. Data Subjektif :
1) Klien mengatakan malas bergaul dengan orang lain
2) Klien mengatakan dirinya tidak ingin ditemani
3) Klien mengatakan dirinya tidak ingin berbicara dengan orang lain
b. Data objektif
1) Klien terlihat melamun
2) Klien berbicara terbatas
3) Klien selalu duduk sendiri disudut ruangan
2. Diagnosa Keperawatan
a. Isolasi sosial
3. Tujuan Tindakan Keperawatan
a. Klien dapat membina hubungan saling percaya
b. Klien mampu menyebutkan penyebab isolasi sosial
c. Klien mampu menyebutkan keuntungan berhubungan sosial dan kerugian menarik
diri
d. Klien dapat melaksanakan hubungan sosial secara bertahap
4. Tindakan Keperawatan
a. Membina hubungan saling percaya
b. Mengidentifikasi penyebab isolasi sosial
c. Mendiskusikan dengan klien tentang keuntungan dan kerugian tidak berinteraksi
dengan orang lain
d. Mengajarkan klien cara berkenalan dengan satu orang
e. Menganjurkan pasien memasukan kegiatan kedalam jadwal kegiatan harian.
B. Proses Pelaksanaan
1. Fase Orientasi
a. Salam terapeutik
“Assalamualaikum, selamat pagi Bapak/Ibu, perkenalkan nama saya Satriya Ginta
Irawan, saya biasa dipanggil Satriya. Saya Mahasiswa Keperawatan Aisyah
Pringsewu”
“Sekarang saya ingin mengetahui nama Bapak/Ibu, nama Bapak/Ibu siapa ?”
“Bapak/Ibu lebih senang dipanggil dengan nama apa ?”
b. Evaluasi / validasi
“Bagaimanakabar Bapak/Ibu hari ini ?
“Apakah semalam tidurnya nyenyak ?”
c. Kontrak
“Bapak/Ibu, hari ini saya ingin berbincang-bincang dengan Bapak/Ibu.”
“Bapak/Ibu ingin kita bicara berapa lama? Bagaimana kalau 15 menit?”
“Bapak/Ibu ingin kita berbincang-bincang dimana? Diteras atau diruang
perawatan?
“Tujuannya mari kita berbicara agar kita saling mengenal, dan Bapak/Ibu dapat
menceritakan masalah Bapak/Ibu kepada saya, bagaimana apakah Bapak/Ibu
setuju?
2. Fase Kerja
“Siapa yang membawa anda kemari ?”
“Apakah anda tahu kenapa bapak/ibu suka menyendiri?”
“Apakah anda tahu akibat tidak mau berinteraksi dengan orang lain?”
“Baiklah, jika anda tidak tahu saya akan menjelaskan akibat tidak mau berinteraksi
dengan orang lain yaitu salah satunya kita tidak akan mempunyai banyak teman dan
kalau kita mau berinteraksi dengan orang lain kita akan lebih banyak teman.”
“Apakah anda tahu bagaimana cara berkenalan dengan orang lain?” Jika anda tidak
tahu, saya akan mengajarkan bapak bagaimana cara berkenalan dengan orang lain.”
“Sekarang anda lihat saya dulu yah,,”
“Pertama-tama kita berbicara ( sambil berjabat tangan ) “ perkenalkan nama saya
Satriya Ginta Irawan, nama anda siapa? Saya hobi membaca buku, anda hobinya apa?
Dan apalagi yang mau anda perkenalkan, silahkan bicarakan, apakah anda mengerti?”

3. Fase Terminasi
a. Evaluasi subjektif
“Bagaimana perasaan anda setelah berbincang–bincang dengan saya dan belajar
berkenalan dengan orang lain?”
b. Evaluasi objektif
“Sekarang coba anda ulangi lagi bagaimana cara berkenalan dengan orang lain?”
“Anda bapak bisa melakukannya.”
c. Rencana tindak lanjut
“Baiklah, Saya harap anda dapat mengingat nama saya,terlebih lagi anda dapat
menyebutkan asal sekolah saya, dan bapak dapat mempraktekan cara berkenalan
dengan orang lain dan anda dapat memasukan perkenalan anda dengan orang lain
kedalam jadwal harian anda.”
d. Kontrak yang akan datang
“Baiklah, besok kita akan bertemu lagi untuk mengevaluasi jadwal kegiatan yang
anda buat sekarang, waktunya 15 menit dari pukul 10.00 – 10.15 wib. Tempatnya
di ruangan ini saja atau mungkin anda punya ide di tempat yang lebih nyaman
bagaimana bapak?”