Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA ANALISIS INSTRUMEN


ACARA III
Dosen pengampu : Baiq Amelia Riyandari, M.Sc.

Disusun Oleh

Yupita Tri Rezeki : 180109025

JURUSAN PENDIDIKAN KIMIA


FAKULTAS ILMU TARBIAH DAN KEGURUAN ( FTK)
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM (UIN)
2020
ACARA III

FTIR

I. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
A. Tujuan Praktikum :Untuk menganalisis instrument FTIR dengan
sampel toluene dan asam oksalat.
B. Hari, Tanggal Praktikum : Senin, 23 November 2020
C. Tempat Pelaksanaan : Laboratorium Tadris Kimia UIN Mataram.

II. LANDASAN TEORI


Salah satu jenis spektroskopi adalah infra-red (IR). Spektroskopi ini
didasarkan pada vibrasi suatu molekul. Spektroskopi IR merupakan suatu metode
yang mengamati interaksi molekul dengan radiasi elektromagnetik yang berada
pada rentang panjang gelombang 0,75-1000nm atau pada bilangan gelombang
13.000-10cm-1. Spektroskopi IR sangat berguna untuk analisis kualitatif dari
senyawa organic karena spectrum yang unik dihasilkan oleh setiap senyawa
organic dengan puncak structural yang sesuai dengan fitur yang berbeda. Selain
itu masing-masing kelompok fungsional menyerap sinar IR pada frekuensi yang
unik. Sebagai contoh sebuah gugus karbonil, C=O selalu menyerap sinar IR pada
1.670 - 780 cm-1 yang menyebabkan ikatan karbonil meregang
(Silverstein,2002).
Spektroskopi FTIR merupakan suatu teknik analisis yang cepat, sederhana
dan nondestruktif dengan seluruh sifat kimia dalam contoh dapat diungkapkan
dan dimunculkan pada spektum FTIR. Profil spectrum FTIR ekstrak etanol tiga
jenis bahan yang digunakan memberikan pola yang sangat identik satu sama
lainnya terkecuali nilai absorbans tiap spectrum yang menandakan bahwa
senyawa kimia yang terkandung hamper sama hanya berbeda pada kadarnya.
Pada pembuaan spectrum FTIR , ekstrak yang telah dikeringkan selanjutnya
sicampurkan secara seragam dengan KBr membentuk pellet menggunakan
peralatan kempa manual. Spektrum FTIR dibuat menggunakan spektrofotometer
FTIR tensor 37 dengan detector DTS didaerah IR tengah pada resolusi 4cm-1
dengan jumlah payar 32 yang dioperasikan dengan peranti lunak opus 4,2
(Purwakusumah, dkk, 2014).

Pada dasarnya spektrometer FTIR sama dengan spektrofotometer FTIR


sama degan spektrofotometer IR yang membedakannya adalah pengembangan
pada sistem optiknya sebelum berkas sinar inframerah melewati sampel.Sistem
optik spektrofotometer IR dilengkapi dengan cermin diam.Dengan demikian
radiasi inframerah akan menimbulkan perbedaan jarak yang ditempuh menuju
cermin bergerak dan cermin yang diam.Pada sistem optik fourier traansform
infared digunakan radiasi laser yang berfungsi sebagai radiasi yang
diinterferensikan dengan radiasi inframerah agar sinyal radiasi inframerah yang
diterima oleh detektor secara utuh dan lebih baik (Day, R.A dan A.L.
Underwood. 2002).
Analisis FTIR dilakukan berdasarkan perbedaan gugus fungsi lemak babi
dan lemak coklat yang diukur pada bilangan gelombang 4000-650 cm-1.
Spektrum FTIR lemak babi memilikinarea tertentu yang tidak muncul dalam
spectrum FTIR lemak lainnya. Daerah yang khas dari puncak yang relative tinggi
pada gelombang 3000-310 cm-1. Spektrum FTIR dari lemak babi dan coklat
secara visual terlihat mirip, tapi masih ada perbedaan dalam intensitas band yang
dihasilkan serta frekuansi serapan maksimum yang berbeda satu sama lain. Dapat
dikatakan FTIR dan GCMs merupakan metode spektroskopi yang cepat serta
akurat (Supraman, dkk, 2015).

III. PROSEDUR KERJA


A. Pengambilan larutan toluene
B. Pengambilan asam oksalat dengan sudip
C. Disiapkan larutan pembersih
D. Ditekan parkin elementer spectrum
E. Ditekan icon “backround” dan ditunggu hingga 100 %
F. Kemudian pemberian nama sampel dan kelompok
G. Pengujian sampel toluene
1. Dimasukkan bahan pada alat uji
2. Ditekan icon scan
3. Ditunggu proses sampai terbentuk cekungan lancip
4. Ditekan label untuk melihat gelombang
5. Dicetak dalam bentuk lampiran
H. Pengujian sampel oksalat
1. Dites sampel dengan merapatkan tekanan
2. Dirpatkan tekanan sampai kurang lebih 100
3. Ditekan icon scan
4. Ditunggu proses sampai terdapat cekungan
5. Ditekan icon scan kemudian ditunggu sampai 100%
6. Kemudian dilakukan pemberian nama dan sampel
7. Ditekan label untuk melihat nilai gelombang
8. Dicetak hasil data pengamatan.

IV. PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini bertujuan untuk menganalisis instrument FTIR
dengan sampel toluene dan asam oksalat. Analisis instrument FTIR digunakan
untuk menganalisa senyawa organic dan anorganik . FTIR juga dapat digunakan
untuk analisa kualitatif meliputi analisa gugus fungsi beserta polanya dan analisa
kuantitatif dengan melihat kekuatan absorbs senyawa pada panjang gelombang.
Adapun alat alat yang digunakan alat FTIR, botol semprot, sudip, pipet tetes,
gelas arloji, gelas beaker 100 ml 2 biji. Bahan bahannya yaitu toluene , asam
oksalat dan alcohol.
Langkah awal yaitu disiapkan alat alat dan bahan bahan yang akan
digunakan. Kemudian dilakukan pengambilan toluene dan asam oksalat, disini
toulena dan asam oksalat digunakan sebagai sampel pengujian. Selanjutnya
dibersihkan tempat penaruhan uji, kita membersihkan menggunakan alcohol
dengan mengusap-ngusap bagian lingkarannya menggunakan kapas. Setelah itu
ditekan parkin elementer spectrum untuk menghidupkan alat atau software.
Kemudian ditekan icon backround hingga mencapai 100%. Selanjutnya
pemberian nama sampel dan kelompok.
Pada pengujian sampel toluene langkah awal bahan (toluene) dimasukkan
pada alat uji, kemudian ditekan icon scan, setalah itu ditunggu proses sampai
terbentuk cekungan lancip. Setelah mulai terbentuk cekungan kemudian ditekan
label untuk melihat gelombang, bentuk dan nilai yang dihasilkan . Kemudian
dicetak dalam bentuk lampiran gelombang yang ada.
Pada pengujian sampel asam oksalat, mengetes sampel dengan merapatkan
tekanan. Langkah awal yaitu merapatkan tekanan sampai kurang lebih 100
kemudian tekan icon scan dan ditunggu proses sampai terdapat cekungan.
Selanjutnya ditekan icon scan ,ditunggu sampai mencapai 100%. Setelah itu
pemberian nama dan sampel .kemudian ditekan label untuk melihat nilai
gelombang. Langkah terakhir yaitu dicetak hasil data pengamatan.

V. KESIMPULAN
Berdasarkan dari praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan
bahwa :
A. Prinsip kerja dari alat FTIR adalah interaksi antara materi berupa molekul
senyawa kompleks dengan energi berupa sinar infrared mengakibatkan
molekul-molekul bervibrasi dimana besarnya energi vibrasi tiap komponen
molekul berbeda-beda tergantung pada atom-atom dan kekuatan ikatan yang
menghubungkannya sehingga akan dihasilkan frekuensi yang berbeda.
DAFTAR PUSTAKA

Day, R.A dan Underwood, A.L. 2002. Analisis Kimia Kuantitatif Edisi Keenam.
Jakarta : Erlangga.

Silverstain. 2002. Identification of Organik Compound 3rd Edition. John Wiley &
Sons LTD. New York.

Suparman dkk. 2015. The use Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) and
Gas Chromatography Mass Spectroscopy (GCMS) for Halal Auntetication In
Importer Chocolate With Various Variant. Purwokerto : Faculty of Pharmacy
University of Muhammadiyah Purwokerto.

Purwakusumah, Edy Djauhari dkk. 2014. Identifikasi dan Auntentikasi Jahe Merah
Menggunakan Kombinasi Spektroskopi FTIR dan kemometrik. Bogor : Instotut
Pertanian Bogor.

Anda mungkin juga menyukai