Anda di halaman 1dari 5

PENILAIAN PEMERIKSAAN DALAM PADA KEHAMILAN

Beberapa hal yang di nilai pada pemeriksaan dalam pada ibu hamil

Keadaan kerampang atau perenium da liang senggama atau vagina pada saat pertama kali jari tengah masuk

kedalam vagina, hal yang dikaji adalah :

         Keadaan perenium, emungkinan perenium terasa kaku adanya bekas luka jahitan perenium atau prenium teraba elastis.

Kemudian saat jari telunjung masuk kaji sukar tidaknya liang senggama diregangkan dan kemungkinan adanya tumor

dalam liang senggama. Sevara tidak langsung dapat dilakukan penilaian cairan vagina yang keluar bisa berupa bercak darah,

pendarahan pervaginam atau mekoneum. Jika keluar mekoneum kemungkinan posisi janin diindikasikan letak bokong.

Tetapi perlu diperhatikan apabila dengan posisi janin dengan letak belakang kepala namun terdapat mekoneum

kemungkinan terjadi gawat janin dalam kandungan.


         Keadaan serviks, penilaian keadaan serviks pada pemeriksaan dalam yaitu dapat dirasakan serviks teraba lunak (seperti pipi)

atau serviks teraba lunak (sperti hidung). Selanjutnya menilai beberapa persen pendataran atau

efficement/penipisan/pendekatan serviks. Panjang serviks normal biasanya 2-2,5 cm. Namun dalam masa persalinan terutama

menjelanh persalinan serviks mengalami penipisan, meski pun belum dapat diperkirakan secara pasti hanya berupa

presentase. Penipisan ini kemungkinan dikarenakan peningktan hormon ekstrogen menjelang akhir kehamilan yang

mengakibatkan serviks menjadi elastis atau meregang. Jika serviks belum mengalami pembukaan perkiraaan pendataran

msih 0%, serviks mengalami pembukaan 5 cm perkiraan pendataran serviks 50%, dan jika serviks mengalami pembukaan 9

cm perkiraan pendataran serviks 90%.

         Penilaian penting memajukan persalinan yaitu penilaian penting kemajuan persalinan yaitu menilai pembukaan serviks,

sebab salah satu tanda wanita memasuki masa inpartu dengan mengetahui ada tidaknya pembukaaan serviks pembukaan

serviks dikategorikan dalm dua tahap yaitu faselaten dimana pembukaaan serviks dimulai dari pembukaan 1-3 cm, faseaktif

dimulai dari pembukaan 4-10 cm.jika pembukaaan serviks telah mencapai 10 cm dan terdapat tanda2 inpartu kala dua lain

seperti adanya dorongan untuk meneran, tekanan pada anus, perenium menonjol dan vulva anus membukamaka tenaga

kesehatan siap memimpin jalannya persalinan.

         Keadaan ketuban, ketuban berperan penting dlam persalinan salah astunya yaitu cairan ketuban dapat difungsikan sebagai

pelicin saat berlangsungnya proses persalinan. Sering kali ketuban pecah mendekati akhir kala II tetapi pecahnya ketubban

bisa jadi stiap saat seblum atau selama persalinan. Pengeluaran air ketuban dapat terjadi dengan tiba2 atau sdkit2 demi

sedikt. Kadang-kadang sulit diketahui apakah ketuban telah pecah atau belum. Untuk menilai ketban ,masih ituh atau sudah

pecah salah satunya dapat dilakukan dengan pemeriksaan dalam.

Ketuban dikatakan masih utuh apabila dalam pemeriksaan dalam terba adanya selaput yang didalamnya terdapat cairan dan

saat kedua jari tanagan masuk (jari telunjuk dan jari tengah) dan di lakukan penekanan pada selaput tersebut tersa semacam
ada lentingan atau pantulan. Sedikit banyak dapat digambarkan seperti balon yang didalamnya berisi cairan dan di dlam

balon tersebut juga terdapat bola mota/ bola kasti (bola kasti ini dpat di ibaratkan sebagai kepala janin, jika presentasi letak

belakang kepala) dan saat dilakukan penekanan oleh tanagan terjadi semacam pantulan. Perlu diperhatikan saat melakukan

perabaan kemungkinan terdapat bagian kecil janin yang terkemuka (bisa ekstremitas janin atau tali pusat janin).

Ketuban dinyatakan sudah pecah apabila pada saat pemeriksaan dalam tidak terasa ada pantulan,melainkan terasa adanya

gesekan-gesekan kemungkinan rambut bayi,jika presentasinya letak belakang kepala. Tidak hanya ketuban yang masih utuh,

pada ketuban yang sudah pecah perlu di perhatikan saat melakukan perabaan kemungkinan terdapat bagian kecil janin yang

menumbung (bisa ekstremitas janin atau tali pusar janin) tali pusar yang menumbung dapat mengakibatkan janin

mengalami hipoksia sehingga aliran oksigen ke janin dapat terhambat. Baik tali pusar atau ekstremitas janin yang

menumbung dapat menyulitkan proses persalinan.

PENURUNAN BAGIAN TERENDAH

Pada saat ini proses persalinan, biasanya bagian terendah janin akan mengalami penurunan pada rongga panggul.

Penurunan bagian terendah janin dapat dinilai dari pemeriksaan dalam berdasarkan bidang hodge/bidang khayal. Penilaian

ini sedikit sulit, butuh ketepatan menentukan batas bidang hodge, terutama bidang hodge I,II. Dua bidang hodge terdiri dari

dua :

1.         Hodge I yaitu sejajar dengan PAP

2.        Hodge II yaitu sejajar PAP melalui tipe bawah simpisis

3.        Hodge III yaitu sejajar dengan H 1 DAN H2 melalui spina isidiaka

4.        Hodge IV yaitu sejajar dengan H 1,H2,H3 melalui koksigis


Untuk lebih memudahkan penilaian, dapat di tentukan dengan bidang hodge 3, jika bagian terendah belum sampai pada

bidang hodge 3 bisa di artikan bagian terendah janin masih melewati bidang hodge 3 bisa diartikan bagian terendah janin

sudah turun. Percepatan penurunan bagian tebisa di pengaruhi rendah janin bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti :

kekuatan kontraksi uterus, ada tidaknya lilitan tali pusar, kandung kemih yng penuh atau kosong, posisi janin.

LETAK JANIN PRESENTASI JANIN

Dapat dilakukan dengan pemeriksaan seperti :

1.         Letak/presentasi puncak kepala – pada pemeriksaan dalam teraba : UUB (ubun2 besar) terendah. (disumbu panggul) UUK

sukar di raba

2.        Letak/presentasi dahi – ada pemeriksaan dalam teraba : UUB,dahi, pangkal, hidung, pinggir lekuk mata (orbita)

3.        Letak/presentasi bokong – pada pemeriksaan dalam teraba : lubang tulang belakang, krista sakralis media, tuber ishiadikum,

ujung tulang tungging, dubur (kemaluan agak sukar dikenali).

4.        Letak/presentasi muka – pada pemeriksaan dalam teraba : dagu, mulut, hidung, lekuk mata (orbita)

Pada letak belakang kepala, perlu diperhatikan mungkin adanya moulage/tumpangtindi tulang kepala janin. Moulange dapat

menghambat jalannya prosese persalinan secara normal atau spontan. Pada pemantauan kemajuan persalinan penuliasan

dalam patograf untuk membedakan ada tidaknya moulange dapat dilihat berdasarkan simbol sebagai :

1.         Simbol 0, jika tidak ada moulage

2.        Simbol 1, jika tulang kepala janin hanya saling bersentuhan

3.        Simbol 2, jika tulang kepala janin saling tumpang tindih tetapi msih dapat di pisahkan

4.        Simbol 3, jika tulang kepala janin saling tumpang tindih tetapi tidak dapat di pindahkan