Anda di halaman 1dari 3

Nama : Siti Nur Rahmawati Tugas Pertemuan 4

NIM : 21216007
Kelas : MN-1
Mata Kuliah : Perpajakan

SKPKB

Pengertian SKPKB

Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) adalah surat ketetapan pajak
yang menentukan besarnya jumlah pokok pajak, jumlah kredit pajak, jumlah
pembayaran pokok pajak, besarnya sanksi administrasi, dan jumlah yang masih
harus dibayar oleh wajib pajak. Pengertian ini tercantum dalam Undang-
Undang Pasal 13 Nomor 28 Tahun 2007. SKPKB diterbitkan oleh Direktur
Jenderal Pajak dalam jangka waktu 5 tahun setelah saat terutangnya pajak atau
berakhirnya Masa Pajak, bagian Tahun Pajak atau Tahun Pajak yang mengacu
pada Surat Pemberitahuan (SPT).

Fungsi Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB)


1. Koreksi atas jumlah yang terutang menurut SPT-nya.
2. Sarana untuk mengenai sanksi.
3. Alat untuk menagih.

Dasar atau Sebab-Sebab Diterbitkannya SKPKB


Menurut UU Nomor 28 Tahun 2007 Pasal 13 ayat (1) diterbitkan apabila :

1. Berdasarkan hasil pemeriksaan atau keterangan lain pajak yang terutang


tidak atau kurang.
2. Surat Pemberitahuan tidak disampaikan dalam jangka waktu yang telah 
ditentukan dan setelah ditegur secara tertulis tidak disampaikan pada
waktunya sebagaimana ditentukan dalam Surat Teguran.
3. Berdasarkan hasil pemeriksaan atau keterangan lain mengenai Pajak
Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah ternyata tidak
seharusnya dikompensasikan selisih lebih pajak atau tidak seharusnya
dikenai tarif 0% (nol persen).
4. Kewajiban menyelenggarakan pembukuan atau pencatatan tidak dipenuhi
sehingga tidak dapat diketahui besarnya pajak yang terutang.
5. Kepada Wajib Pajak diterbitkan Nomor Pokok Wajib Pajak dan/atau
dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak secara jabatan.

Sanksi Berkenaan dengan SKPKB

1. Apabila SKPKB diterbitkan berdasarkan hasil pemeriksaan atau keterangan


lain, pajak yang terutang tidak atau kurang dibayar (angka 1 pada
dasar/sebab terbitnya SKPKB), maka jumlah kekurangan pajak yang
terutang dalam SKPKB ditambah dengan sanksi administrasi berupa bunga
sebesar 2% sebulan untuk selama-lamanya 24 bulan, dihitung sejak saat
terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak, Bagian Tahun Pajak atau
Tahun Pajak sampai dengan diterbitkannya SKPKB.
2. Apabila SKPKB diterbitkan berdasarkan angka 2, 3 dan 4 (pada dasar/sebab
diterbitkan SKPKB), maka jumlah pajak dalam SKPKB ditambah dengan
sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar:
 50% dari Pajak Penghasilan yang tidak atau kurang dibayar dalam satu
Tahun Pajak.
 100% dari Pajak Penghasilan yang tidak atau kurang dipotong, tidak
atau kurang dipungut, tidak atau kurang disetorkan, dan dipotong atau
dipungut tetapi tidak atau kurang disetorkan.   
 100% dari Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak
Penjualan Atas Barang Mewah yang tidak atau kurang dibayar

Jangka Waktu Penerbitan SKPKB


1. Dalam jangka waktu 10 tahun sesudah saat pajak terutang, berakhirnya
masa pajak, bagian tahun pajak atau tahun pajak.
2. Setelah lewat jangka waktu 10 tahun sesudah saat terutangnya pajak,
berakhirnya masa pajak, Bagian Tahun Pajak atau Tahun Pajak.

SKPKB tetap dapat diterbitkan dalam hal Wajib Pajak setelah jangka waktu
10 tahun tersebut dipidana karena melakukan tindak pidana di bidang perpajakan
berdasarkan putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

Contoh Kasus :
Seorang Wajib Pajak penghasilan yang mempunyai tahun buku sama
dengan tahun takwim memasukkan SPT Tahunan PPh untuk tahun 2014 tepat
pada waktunya yang disertai setoran akhir. Pada bulan April 2016 dikeluarkan
SKPKB yang menunjukkan kekurangan pajak yang terutang sebesar Rp
3.000.000,-. Berdasarkan keteentuan diatas maka atas kekurangan tersebut
dikenakan sanksi 2% per bulan.
Walaupun SKPKB diterbitkan lebih dari dua tahun sejak berakhirnya tahun
pajak sanksi bunga yang dikenakan atas kekurangan tersebut hanya untuk masa 2
tahun dengan perhitungan sebagai berikut :

Kekurangan pajak terutang    3.000.000


Bunga 2 tahun = 2% x 2 x 12 x Rp 3.000.000,-   1.440.000  + 
Masih harus dibayar   4.440.000

Seandainya Surat Ketetapan Pajak tersebut dikeluarkan pada bulan Juli 2016
maka perhitungannya sebagai berikut :

Kekurangan pajak terutang    3.000.000


Bunga 18 Bulan = 2% x 18 x Rp 3.000.000,-   1.080.000  + 
Masih harus dibayar   4.080.000

Contoh Form SKPKB