Anda di halaman 1dari 12

Makalah Pendidikan Matematika Kelas Tinggi

Tentang:

Aritmatika Sosial

Disusun Oleh:

Kelompok 4

1. Indah Fajri Hilmi NIM: 18129061


2. Alfatiha Karisma NIM: 18129101
3. Silvi Afifah Fajri NIM: 18129312
4. Pratiwi Wulandari G NIM: 18129296
5. Fauzana Nelmi NIM: 18129111

NIM:

18129061

Seksi :

18 BB 05

Dosen Pengampu Mata Kuliah :

Melva Zainil,ST,M.Pd

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2020

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT karena telah terselesai nya
makalah ini. Di dalam makalah ini kami membahas tentang Aritmatika Sosial.
Materi dan urutan penyajian makalah ini dibuat ringkas tetapi berisi, sehingga
makalah ini dapat digunakan sebagai bahan menambah ilmu kita. Dalam
pembuatan makalah ini tidak lepas dari bimbingan berbagai pihak. Dan kami
mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu.
Kami menyadari dalam pembuatan makalah ini masih banyak
kekurangan dalam pembuatanya dan penulis mengharapkan rekan-rekan agar
dapat memberi kritik dan saran yang bersifat membangun agar makalah ini
bermanfaat bagi kita semua, amin.

Painan, 17 November 2020

Kelompok 4

2
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Matematika merupakan ilmu dasar sari perkembangan sains yang
memiliki peran penting dalam seluruh aspek kehidupan. Ilmu matematika
banyak digunakan dalam berbagai bidang, seperti bidang industri,
perdagangan, pertanian, ilmu kedokteran dan lain-lain. Dalam dunia
perdagangan orang dituntut untuk mengerti aritmatika, minimal penjumlahan
dan pengurangan.

Dalam bidang pertanian, matematika digunakan untuk menghitung


waktu panen dan menghitung hasil panen. Dalam dunia kedokteran
matematika digunakan saat mengukur dosis obat dan menghitung jumlah
tetesan efektif pada infus. Berdasarkan kenyetaan-kenyataan tersebut dapat
dikatakan bahwa jatuh bangunnya negara dewasa ini tergantug dari kemajuan
bidang matematika.Mengingat begitu pentingnya peranan konsep aritmatika
sosial dalam kehidupan sehari-hari, maka penulis merasa bahwa makalah ini
cukup membantu kesulitan masyarakat umum dan siswa-siswi pada
khususnya dalam mempelajari konsep aritmatika sosial.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana sejarah Aritmatika Sosial (Rugi, Brutto, Netto dan Tara)?
2. Apa pengertian dari Rugi, Brutto, Netto dan Tara?
3. Apa kegunaan dari memahami Rugi, Brutto, Netto dan Tara?

C. Tujuan
Memberikan gambaran kepada pembaca untuk memahami Sejarah,
pengertian dan Kegunaan Aritmatika Sosial (Rugi, Brutto, Netto dan Tara).
Sebagaimana diketahui bahwa Rugi, Brutto, Netto dan Tara digunakan untuk
menentukan kerugian, berat kotor, berat bersih dan berat kemasan. Tujuan
tersebut adalah untuk terciptanya atau terbentuknya masyarakat yang
mengerti tentang dunia perdagangan dan lebih teliti dalam melakukan jual
beli. Siswa-siswi juga akan lebih paham cara membedakan dan menentukan
apa yang dimaksud dengan rugi, brutto, netto dan tara.

3
II. PEMBAHASAN

A. Sejarah Aritmatika Sosial

Pada zaman dahulu kala apabila seseorang ingin membeli suatu


barang, maka ia harus menyediakan barang miliknya sebagai ganti atau
penukar barang yang diinginkan tersebut. Misalnya seorang petani ingin
membeli pakaian, maka petani tersebut bisa menukarnya dengan tiga ekor
ayam atau membelinya dengan dua karung beras. Pembelian dengan cara
tukar menukar dikenal dengan istilah barter.Kemudian dengan
berkembangnya pengetahuan dan peradaban umat manusia, jual beli
dengan cara barter mulai ditinggalkan. Kegiatan jual beli dilakukan
dengan member nilai atau harga terhadap suatu barang. Setelah
mengalami proses, akhirnya manusia menemukan benda yang disebut
mata uang.
Sejalan dengan perkembangan dengan dalam kehidupan sehari-
hari, kita sering mendengar istilah-istilah perdagangan seperti harga
pembelian, harga penjualan, untung dan rugi. Demikian pula, istilah
impas, rabat (diskon), bruto, neto, tara, dan bonus. Istilah-istilah ini
merupakan bagian dari Matematika yang disebut aritmetika sosial, yaitu
yang membahas perhitungan keuangan dalam perdagangan dan kehidupan
sehari-hari beserta aspek-aspeknya.

B. Harga Pembelian, Harga Penjualan, Untung, dan Rugi


Dalam kehidupan sehari-hari sering kali kita menjumpai atau
melakukan kegiatan jual beli atau perdagangan. Dalam perdagangan
terdapat penjual dan pembeli. Jika kita ingin memperoleh barang yang kita
inginkan maka kita harus melakukan pertukaran untuk mendapatkannya.
Misalnya penjual menyerahkan barang kepada pembeli sebagai gantinya
pembeli menyerahkan uang sebagai penganti barang kepada penjual.
Seorang pedagang membeli barang dari pabrik untuk dijual lagi dipasar.
Harga barang dari pabrik disebut modal atau harga pembelian sedangkan
harga dari hasil penjualan barang disebut harga penjualan.

4
Dalam perdagangan sering terjadi dua kemungkinan yaitu pedagan
mendapat untung dan rugi.
1. Untung
Untuk memahami pengertian untung perhatikan contoh berikut.
Pak Umar membeli sebidang tanah dengan harga Rp 10.000.000,00
kemudian karena ada suatu leperluan pak Umar menjual kembali sawah
tersebut dengan harga Rp 11.500.000,00. Ternyata harga penjualan lebih
besar dibanding harga pembelian, berarti pak Umar mendapat untung.
Selisih harga penjualan dengan harga pembelian
Rp 11.500 .000,00−Rp 10.000.00,00=Rp1.500 .000,00
Jadi Pak Umar mendapatkan untung sebesar Rp 1.500.000,00
Berdasarkan contoh diatas, maka dapat ditarik kesimpulan:
Penjual dikatakan untung jika jika harga penjualan lebih besar dibanding
dengan harga pembelian.
Untung = Harga Jual – Harga Beli

2. Rugi
Rugi membeli radio bekas dengan harga Rp 150.000,00 radio itu
diperbaiki dan menghabiskan biaya Rp 30.000,00 kemudian Ruri menjual
radio itu dan terjual dengan harga Rp 160.000,00
Modal (harga pembelian) = Rp 150.000,00 + Rp 30.000,00
= Rp 180.000,00
Harga penjualan = Rp 160.000,00
Ternyata harga jual lebih rendah dari pada harga harga pembelian, jadi
Ruri mengalami rugi.
Selisih harga pembelian dan harga penjualan:
= Rp 180.000,00 – Rp 160.000,00
= RP 20.000,00
Berdasarkan uraian diatas penjual dikatakan rugi jika harga penjualan
lebih rendah dibanding harga pembelian.

Rugi = Harga Beli – Harga Jual

5
3. Harga Pembelian dan Harga Penjualan
Telah dikemukakan bahwa besar keuntungan atau kerugian dapat dihitung
jika harga penjualan dan harga pembelian telah diketahui.
Besar keuntungan dirumuskan:
Untung = Harga jual – Harga beli
Maka dapat diturunkan dua rumus yaitu:
1. Harga jual = Harga beli + Untung
2. Harga beli = Harga jual – Harga untung
Besar kerugian dirumuskan:
Rugi = Harga beli – Harga jual
Maka dapat diturunkan rumus:
1. Harga beli = Harga jual + Rugi
2. Harga jual = Harga beli – Rugi

C. Persentase Untung dan Rugi


1. Menentukan persentase untung atau rugi
Pada persentase untung berarti untung dibanding dengan harga pembelian,
dan persentase rugi berarti rugi dibanding harga pembelian.

Untung Rugi
% Untung= × 100 %% Rugi= × 100 %Contoh:
Harga Beli Harga Beli
a) Seorang bapak membeli sebuah mobil seharga Rp 50.000.000,00 karena
sudah bosan dengan mobil tersebut maka mobil tersebut dijual dengan
harga Rp 45.000.000,00. Tentukan persentase kerugiannya!
Jawab:
Harga beli Rp 50.000.000,00.
Harga jual Rp 45.000.000,00.
Rugi = Rp 50.000.000,00 – Rp 45.000.000,00 = Rp 5.000.000.

Rugi Rp 5. 000 .000,00


% Rugi = ×100%= ×100%=10 %
Harga Beli Rp 50. 000 .000,00
Jadi besar persentase kerugiannya adalah 10 %.

6
b) Seorang pedagang membeli gula 5 kg dengan harga Rp 35.000, kemudian
dijual dengan harga Rp 45.000, Berapakah besar persentase keuntungan
pedagang tersebut?
Jawab:
Harga beli Rp 35.000,
Harga jual Rp 45.000,
Untung = Rp 45.000 – Rp 35.000 = Rp 10.000

Untung Rp 10. 000,00


% Untung = ×100 %= ×100 %=28 , 7 %
Harga Beli Rp 35. 000,00
Jadi persentase keuntungan adalah 28,7 %
2. Menentukan harga pembelian atau harga penjualan berdasarkan persentase
untung atau rugi
Contoh:
Seorang pedagang membeli ikan seharga Rp 50.000,00 / ekor. Jika pedagang
tersebut menghendaki untung 20 % berapa rupiahkah ikan tersebut harus
dijual?
Jawab:
Harga beli Rp 50.000,00

20
Rp 50. 000,00× =Rp 10.000,00
Untung 20 % dari harga beli = 100

Harga Jual = Harga Beli + Untung


= Rp 50. 000,00 + Rp 10. 000,00
= Rp 60. 000,00
Jadi pedagang itu harus menjual dengan harga Rp 60.000,00
Persentase untung atau rugi selalu dibandingkan terhadap harga pembelian
(modal), kecuali ada keterangan lain.

D. D. Rabat (Diskon), Bruto, Tara, dan Neto


1. Rabat
Rabat adalah potongan harga atau lebih dikenal dengan diskon.
Contoh:

7
Sebuah toko memberikan diskon 15 %, budi membeli sebuah rice cooker
dengan harga Rp 420.000. berapakah harga yang harus dibayar budi?
Jawab:
Harga sebelum diskon = Rp 420.000
Potongan harga = 15 % x Rp 420.000 = Rp 63.000
Harga setelah diskon = Rp 420.000 – Rp 63.000 = Rp 375. 000
Jadi budi harus membayar Rp 375.000
Berdasarkan contoh diatas dapat diperoleh rumus:
Harga bersih = harga kotor – Rabat (diskon)
Harga kotor adalah harga sebelum didiskon
Harga bersih adalah harga setelah didiskon
2. Bruto, Tara, dan Neto
Dalam sebuah karung yang berisi pupuk tertera tulisan berat bersih 50 kg
sedangkan berat kotor 0,08 kg, maka berat seluruhnya = 50kg + 0,08kg =
50,8kg.
Berat karung dan pupuk yaitu 50,8 kg disebut bruto (berat kotor)
Berat karung 0,08 kg disebut disebut tara
Berat pupuk 50 kg disebut berat neto ( berat bersih)
Jadi hubungan bruto, tara, dan neto adalah:
1. Neto = Bruto – T ara
Jika diketahui persen tara dan bruto maka untuk mencari tara digunakan
rumus:
2. Tara = Persen Tara x Bruto
Untuk setiap pembelian yang mendapat potongan berat(tara) dapat
dirumuskan:
3. Harga bersih = neto x harga persatuan berat

E. Bunga Tabungan dan Pajak


1. Bunga tabungan (Bunga Tunggal)
Jika kita menyimpan uang dibank jumlah uang kita akan bertambah, hal
itu terjadi karena kita mendapatkan bunga dari bank. Jenis bunga tabungan
yang akan kita pelajari adalah bunga tunggal, artinya yang mendapat
bunga hanya modalnya saja, sedangkan bunganya tidak akan berbunga

8
lagi. Apabila bunganya turut berbunga maka jenis bunga tersebut disebut
bunga majemuk.
Contoh:
Rio menabung dibank sebesar Rp 75.000 dengan bunga 12% per tahun.
Hitung jumlah uang rio setelah enam bulan.
Jawab:
Besar modal (uang tabungan) = Rp 75.000
6 12
× ×Rp 75.000 , 00=Rp 4 .500 ,00
Bunga enam bulan = 12 100
Jadi jumlah uang Rio setelah disimpan selama enam bulan menjadi:
= Rp 75.000 + Rp 4500
= Rp 79.500
2. Pajak
Pajak adalah statu kewajiban dari masyarakat untuk menterahkan sebagian
kekayaannya pada negara menurut peraturan yan di tetapkan oleh negara.
Pegawai tetap maupun swasta negeri dikenakan pajak dari penghasilan
kena pajak yang disebut pajak penghasilan (PPh). Sedangkan barang atau
belanjaan dari pabrik, dealer, grosor, atau toko maka harga barangnya
dikenakan pajak yang disebut pajak pertambahan nilai (PPN).
Contoh:
Seorang ibu mendapat gaji sebulan sebesar Rp 1.000.000,00 dengan
penghasilan tidak kena pajak Rp 400.000,00. Jika besar pajak penghasilan
(PPh) adalah 10 % berapakah gaji yang diterima ibu tersebut?
Jawab: Diketahui:
Besar penghasilan Rp 1.000.000,00
Penghasilan tidak kena pajak Rp 400.000,00
Pengahasilan kena pajak = Rp 1.000.000,00 – Rp 400.000,00 = Rp
600.000,00
Pajak penghasilan 10 %
Ditanya: gaji yang diterima ibu tersebut
Jawab:

9
10
×Rp 600 . 000 ,00=Rp 60. 000 , 00
Besar pajak penghasilan = 100
Jadi peghasilan ibu = Rp 1.000.000,00 – Rp 60.000,00 = Rp 940.000,00

F. KEGUNAAN
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering melihat peristiwa jual beli
suatu barang. Pada jual beli tersebut terdapat harga pembelian, harga
penjualan, untung/rugi, berat barang, berat kemasan dan berat keseluruhan.
Dalam kegiatan ekonomi bagaimana cara menentukan salah satu dari
harga pembelian, harga penjualan, untung/rugi, berat barang, berat
kemasan dan berat keseluruhan. Kita jadi lebih teliti dalam melakukan jual
beli apabila sudah mengetahui bagian dari aritmatika sosial tersebut.

10
III. PENUTUP

A. KESIMPULAN
Penjual dikatakan rugi jika harga penjualan lebih rendah dibanding
harga pembelian. Bruto, netto dan tara adalah istilah-istilah yang berkaitan
dengan berat barang. Bruto adalah berat kotor suatu barang yaitu berat
bersih dan berat kemasan. Netto adalah berat bersih atau berat sebenarnya
dari suatu barang. Sedangkan tara adalah potongan berat suatu barang,
yaitu berat kemasan.

Pengertian dari istilah-istilah dalam aritmatika sosial:


- Harga pembelian adalah sejumlah uang yang dikeluarkan untuk membeli
atau memperoleh suatu barang.
- Harga penjualan adalah sejumlah uang yang diterima sebagai pengganti
dari barang yang dijual.
- Untung (laba) adalah keadaan yang terjadi bila harga jual lebih tinggi dari
harga beli. Besarnya untung dalam rupiah sama dengan selisih antara
harga jual dengan harga beli.
- Rugi adalah keadaan yang terjadi apabila harga jual lebih rendah dari
harga beli.
- Impas adalah keadaan pulang pokok (kembali modal), yakni keadaan
dimana harga penjualan sama dengan harga pembelian.
- Persen adalah besarnya keuntungan atau kerugian dibanding harga beli
(pokok) yang dinyatakan dengan perseratus.
- Rabat (diskon) adalah potongan harga.
- Bruto adalah berat kotor.
- Netto adalah berat bersih.
- Tara adalah berat kemasan

B. SARAN

11
DAFTAR RUJUKAN

Evijayanti, W., & Khotimah, R. P. (2018). Analisis kesulitan siswa smp dalam
menyelesaikan soal cerita aritmatika sosial. Prosiding Seminar Nasional
Matematika dan Pendidikan Matematika (Sesiomadika), 295-302.

Nurdiawan, R., & Zanthy, L. S. (2015). Analisis Kesalahan dalam Menyelesaikan Soal
Cerita Pada Materi Himpunan Berdasarkan Tahapan Newman. Journal on
Education. 01(03), 128–134.

Sarah, S., Suryadi, D., & Fatimah, S. (2017). Desain Didaktis Konsep Volume Limas
Pada Pembelajaran Matematika Smp Berdasarkan Learning Trajectory.
Mathematics Education Research

Sari, A. W. (2017). Diagnosis kesulitan belajar matematika siswa di tinjau dari


kemampuan koneksi matematika siswa kelas viii smp muhammadiyah 2
kartasura tahun pelajaran 2016/2017. Chemosphere, 7(1), 13–19.

Shalikhah, M. (2019). Analisis kesulitan siswa smp negeri 3 pleret pada hmateri
aritmatika sosial. Academy of Education Journal, 10(1), 44-54.

Sugiyono. (2016 ). Metode Penelitian Pendidikan P R&D . Bandung: Alfabeta.


Endekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan 47

Sunaryo, Y., & Amam, A. (2019). Implementasi pendekatan kontekstual pada model
pembelajaran berbasis masalah berdasarkan langkah-langkah polya. Teorema:
Teori dan Riset Matematika, 4(2), 111–120.

Sutriadi, I Made Agus., Paloloang, Baharuddin., dan Bennu, Sudarman (2017). Profil
Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas VIII SMP Negeri Model Terpadu
Madani Palu dalam Menyelesaikan Soal Cerita Luas Permukaan dan Volume
Balok. Jurnal elektronik pendidikan

12

Anda mungkin juga menyukai