Anda di halaman 1dari 4

Kuis Teori Akuntansi, Selasa 8 Desember 2020

1. Jelaskan makna ekuitas dari sisi konsep kesatuan usaha.


Jawaban :
Karena hubungan antara kesatuan usaha terpisah dengan pemilik dan
hubungan tersebut dipandang sebagai hubungan bisnis, konsep kesatuanusaha
mempunyai implikasi terhadap pendefinisian ekuitas. Dengan sudut pandang kesatuan
usaha, secara konseptual ekuitas atau modal merupakan utang atau kewajiban
perusahaan pada pemilik. Hal ini berlawanan dengan pendefinisian secara struktural
bahwa ekuitas adalah hak residual pemilik terhadap aset bersih sebagaimana
didefinisikan dalam kerangka konseptual FASB.
Konsep kesatuan usaha memisahkan secara fisis dan konseptual antara
manajemen dan pemilik. Ekuitas pemegang saham (ekuitas) menggambarkan
hubungan yuridis antara perseroan dengan para pemegang saham. Ekuitas pemegang
saham terdiri atas dua komponen penting yaitu (a) modal setoran dan (b) laba ditahan.
Modal setoran dipecah menjadi modal yuridis dan modal setoran lain.

2. Gambarkan komponen ekuitas pemegang saham.


Jawaban :

Ekuitas Pemegang Saham

Modal Ditahan Laba Ditahan Lain Lain

Modal yuridis Modal setoran lain

 Penerbitan Saham Baru  Premium modal saham  Laporan laba rugi


 Kapitalisasi laba ditahan  Penjualan saham tresuri  Dividen
 Dividen saham  Penyerapan defisit  Rekapitulasi
 Konversi obligasi  Deklarasi dividen  Defisit
 Stock subcription  Rekstrukturisasi capital  Perubahan akuntansi
 Revaluasi assset
3. Apa yang membedakan modal yuridis dengan modal setoran lain?
Jawaban :
a. Modal Yuridis
Modal yuridis (legal capital) sering disebut sebagai formal capital,

restricted capital, stated capital, atau capital stock . Modal yuridis timbul karena
ketentuan hukum yang mengharuskan bahwa harus ada sejumlah rupiah yang
dipertahankan dalam rangka perlindungan terhadap pihak lain. Bentuk ketentuan
hukum ini adalah bahwa saham harus mempunyai nilali nominal atau nilai minimum
yang dinyatakan untuk menunjukkan hak yuridis. Modal yuridis merupakan jumlah
rupiah “minimal” yang harus disetor oleh investor sehingga membentuk modal yuridis
(legal capital).
Modal yuridis timbul karena adanya ketentuan hukum yang mengharuskan
bahwa harus ada sejumlah rupiah yang harus dipertahankan dalam rangka
perlindungan kepada pihak lain. Bentuk dari peraturan ini adalah adanya nilai nominal
atau nilai minimum. Besarnya modal yuridis bergantung pada karakteristik saham
(bernominal, takbernominal/bernilai nyataan, takbernominal/takbernilai nyataan).

b. Modal Setoran Lain

Modal setoran lain sering disebut secara spesifik sebagai paid-in surplus,


unrestricted capital, paid-in capital in excess of capital stock, capital in excess of par
(stated value), capital surplus, atau stock premium. Transfer dari modal setoran ke
laba ditahan tanpa alasan yang kuat adalah penyimpangan dari penalaran yang valid.
Ini berarti bahwa modal tidak dapat digunakan sebagai sumber laba ditahan.
Demikian juga, tidak sebagianpun dari jumlah rupiah laba ditahan dapat dimasukkan
sebagai modal setoran kecuali jumlah rupiah tersebut telah diubah menjadi modal
dengan proses kapitalisasi yuridis.
4. Transaksi apa saja yang dapat menambah dan mengurangi modal setoran.
Jawaban :
Transaksi yang dapat menambah modal setoran ialah sebagai berikut ini,
a. Pemesanan saham (investor yang berminat membeli saham harus memesan
lebih dahulu saham yang akan dibeli dengan harga sesuai dengan
kesepakatan pada saat pemesanan)
b. Konversi status obligasi (Perusahaan menerbitkan obligasi dengan
karakteristik bahwa obligasi tersebut dapat ditukarkan dengan saham biasa
atas kehendak pemegang obligasi dalam hal periode konversi tertentu)
c. Konversi status saham istimewa
d. Dividen saham (dividen saham akan menyerupai pemecahan saham)
e. Hak beli saham.

Transaksi yang dapat mengurangi modal setoran ialah sebagai berikut ini,

a. Penentuan jumlah rupiah yang harus dianggap mempengaruhi modal


setoran dan laba ditahan
b. Pengungkapan pengarunya terhadap modal yuridis bila saham treasuri
dijual kembali

Paling tidak ada 5 hal yang dapat mengubah modal setoran, yaitu:

 Pemesanan saham (stock subscriptions)


 Obligasi terkonversi (convertible bonds)
 Saham istimewa terkonversi (convertible stocks)
 Dividen saham (stock dividends)
 Hak beli saham, opsi saham, dan waran (srock rights, options, and
warrant)
 Saham treasuri (treasury stock)

5. Jika perusahaan dilikuidasi, hak siapakah yang paling akhir dilindungi? Jelaskan
urutan perlindungan hak tersebut, yang biasanya juga akan tercermin di dalam
penyajian laporan posisi keuangan.
Jawaban :
Urutan perlindungan ekuitas adalah dapat dikemukakan sebagai berikut:

1. Karyawan dan pemerintah, Pihak ini dapat dipandang sebagai kreditur yang
diprioritaskan, yaitu karyawan dengan hak atas gaji dan pemerintah dengan
hak atas pajak terutang.
2. Kreditur berjaminan (quaranteed creditors), Pihak ini adalah pemegang
obligasi atau kreditur lain yang haknya dijamin denga hak sita atas aset
tertentu.
3. Kreditur tak berjaminan (unquaranteed creditors), Pihak ini terdiri atas
para kreditur yang tidak dijamin yang terefleksi dalam utang usaha, atau utang
wesel, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
4. Pemegang saham prioritas, Pihak ini dilindungi oleh laba ditahan sebagai
penyangga modal saham atau yuridis.
5. Pemegang saham biasa, Pihak ini adalah pemegang hak atas sisa kekayaan
(residual interest) yang berarti bahwa pemegang saham biasa harus
menanggung lebih dahulu rugi atau defisit.

Dengan urutan perlindungan seperti di atas, pemegang ekuitas saham biasa


adalah yang paling akhir dilindungi alias tidak ada perlindungan sama sekali. Ekuitas
saham biasa ini adalah hak atas kekayaan yang terbuka terhadap risiko dan paling
terpengaruh terhadap hasil kegiatan perusahaan, baik hasil yang menguntungkan
maupun yang merugikan. Meskipun demikian, dalam perusahaan yang besar yang
pemegang saham biasanya berkedudukan seperti kreditur. Yaitu menyediakan ekuitas
dana tanpa mengurus langsung penggunaan ekuitas dana tersebut. Tentu saja cukup
beralasan untuk menganggap bahwa ada semacam “perlindungan” berupa prospek
perusahaan yang cerah di samping tanggungjawab yang terbatas pada modal yang
disetor.Tanpa harapan atau ‘perlindungan’ ini tentunya akan sedikit yang bersedia
menjadi pemegang saham biasa.Perlindungan di atas secara umum juga menjadi basis
penyajian ekuitas dan liabilitas dalam neraca.