Anda di halaman 1dari 3

Standar Penilaian Indonesia 102

(SPI 102)

Dasar Nilai Selain Nilai Pasar

Standar ini hendaknya dibaca dalam konteks sesuai dengan pernyataan yang tercantum dalam
Pendahuluan maupun dalam Konsep dan Prinsip Umum Penilaian

1.0 Pendahuluan
1.1 Tujuan dari SPI 102 ini adaah mengidentifikasi dan menjelaskan dalam dasar nilai selain dari
Nilai Pasar serta menentapkan acuan bagi penerapannya, dan kemudian, membedakannya
dengan Nilai Pasar.
1.2 Meskipun sebagian benar penilaian melibatkan Nilai Pasar, terdapat keadaaan – keadaan yang
membutuhkan Dasar Nilai selain Nilai Pasar. Adalah penting baik bagi Penilai maupun para
pengguna jasa penilaian untuk memahami secara jelas perbedaan antara penilaian yang
berdasarkan Nilai Pasar dan selain Nilai Pasar, serta dampak (jika ada) yang diakibatkan oleh
perbedaan konsep – konsep tersebut terhadap penerapannya dalam penilaian.
1.3 Untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman dan atau keracunan di antara Penilai dan
pengguna jasa penilaian sehubungan dengan penggunaan dan penerapan Dasar Nilai selain
Nilai Pasar, Penilai yang bertanggung jawab untuk menerapkan SPI ini, harus memastikan
bahwa dasar – dasar yang tepat telah dipilih dengan menggunakan semua cara yang wajar
untuk meningkatkan pemahaman para pengguna penilaian, dan menghindari keadaan yang
tepat menyesatkan masyarakat, serta menyatakan estimasi yang didukung di dalam laporan
secara obyektif.

2.0 Ruang Lingkup


2.1 SPI ini mengemukakan dan menjelaskan Dasar Nilai selain Nilai Pasar untuk penilaian aset
dan/ atau liabilitas.
3.0 Definisi

3.1 Nilai Asuransi (Insurable Value)

Nilai Asuransi adalah nilai aset sebagaimana yang diatur berdasarkan kondisi – kondisi yang
dinyatakan di dalam kontrak atau polis asuransi dan dituangkan dalam definisi yang jelas
dan terinci.
Nilai Asuransi dapat berupa Nilai Pembangunan Kembali ( lihat SPI 102 butir 3.7) atau nilai
dalam kondisi apa adanya (indemnity value).

3.2 Nilai dalam Penggunaan (Value in Use)

Nilai dalam Penggunaan merupakan nilai yang dimiliki oleh suatu aset bagi penggunaan
tertentu dan oleh karena itu tidak berkaitan dengan Nilai Pasar. Nilai dalam Penggunaan ini
adalah nilai yang diberikan oleh aset tertentu kepada badan usaha dimana aset tersebut
merupakan bagian dari badan usaha tanpa memperdulikan penggunaan terbaik dan
tertinggi dari aset tersebut, atau jumlah uang yang dapat diperoleh atas penjualannya.
Definisi akuntasi dari Nilai dalam Penggunaan adalah nilai kini dari estimasi aliran kas yang
diharapakan untuk didapat dari penggunaan berkelanjutan atas suatu aset dan dari
penjualannya di akhir umur penggunaannya.

3.3 Nilai Investasi (Investment Value)

a) Nilai Investasi adalah nilai dari aset bagi pemilik atau calon pemilik untuk investasi
individu atau tujuan operasional.

b) Nilai ini merupakan Dasar Nilai yang spesifik dari entitas. Meskipun nilai dari suatu aset
bagi pemilik mungkin sama dengan jumlah yang dapat direalisasikan dari penjualan
kepada pihak lain, Dasar Nilai ini mencerminkan manfaat yang diterima oleh entitas yang
mempunyai aset; dalam hal ini tidak selalu melibatkan pertukaran hipotetis. Nilai
investasi mencerminkan keadaan dan tujuan keuangan dari entitas yang dinilai. Hal ini
sering digunakan untuk mengukur kinerja investasi.

3.4 Nilai Khusus (Special Value)

a) Nilai Khusus adalah sejumlah yang mencerminkan atribut tertentu dari aset yang hanya
berlaku bagi pembeli khusus dan bukan pasar secara keseluruhan.

b) Pembeli khusus adalah pembeli tertentu atas suatu aset tertentu dimana baginya aset
memiliki nilai khusus, karena adnya manfaat yng timbul atas kepemilikannya, dan tidak
tersedia bagi pembeli lain di pasar.

Jika Penilai memberikan opini Nilai Khusus, maka harus dilaporkan dan dibedakan dengan
jelas dari Niai Pasar.

3.5 Nilai Likuidasi (Liquidation Value)

a) Nilai Likuidasi adalah sejumlah uang yang mungkin direalisasikan saat sebuah atau
sekelompok aset dialihkan secara satu – per – satu (piecement basis).

Dasar Nilai di atas digunakan dalam konteksi penilaian untuk kepentingan likuidasi
perusahaan.

b) Nilai Likuidasi adalah sejumlahuang yang mungkin diterima dari penjualan suatu aset
dalam jangka waktu yang relatif pendek untuk dapat memenuhi jangka waktu
pemasaran dalam definisi Nilai Pasar. Pada beberapa situasi, Nilai Likuidasi dapat
melibatkan penjual yang tidak berminat menjual, dan pembeli yang membeli dengan
mengetahui situasi yang tidak menguntungkan penjual.

Definisi di atas berlaku untuk penilaian aset tetap yang umumnya berlaku dalam konteks
jaminan pembiayaan dan lelang aset.

Penilai harus menyatakan Dasar Nilai ini sebagai indikasi Nilai Likuidasi. Dasar Nilai ini
seharusnya hanya dapat diberikan dalam hal terjadinya kredit macet atau gagal bayar
pembiayaan.

c) Indikasi Nilai Likuidasi untuk Penggunaan Kembali (Liquidation Value in Place in Use)
adalah perkiraan jumlah uang yang diperhitungkan akan dapat diperoleh dari suatu
transaksi jual beli property/ fasilitas yang berhenti, dalam waktu yang terbatas ketika
penjual terpaksa untuk menjual dan sebaliknya pembeli tidak terpaksa untuk memebeli,
dengan asumsi seluruh aset/ fasilitas akan dijual secara utuh untuk diterukan kembali
sesuai dengan penggunaannya.

3.6 Nilai Pasar untuk Penggunaan yang Ada (Market Value for the Existing Use)

Nilai Pasar untuk Pneggunaan yang Ada adalah Nilai Pasar dari suatu aset berdasarkan
kelanjutan dari penggunaan yang ada, dengan asumsi bahwa aset tersebut dapat dijual di
pasar terbuka untuk penggunaan yang ada saat itu, tetapi tetap sesuai dengan definisi Nilai
Pasar tanpa memperhitungkan apakah penggunaaan yang ada menggambarkan
penggunaaan tertinggi dan terbaik dari aset tersebut.

3.7 Nilai Pembangunan Kembali (Reinstatement Value)

Nilai Pembanguan Kembali adalah biaya yang diperlukan untuk menggantikan,


memperbaiki atau membangun kembali aset ke kondisi yang secara substansial sama
dengan, tapi tidak lebih baik atau lebih ekstentif dari kondisi baru.

Nilai ini biasanya digunakan untuk kepentingan asuransi.

3.8 Nilai Penggantian Wajar

Nilai Penggntian Wajar adalah nilai untuk kepentingan pemilik yang didasarkan kepada
kesetaraan dengan Nilai Pasar atas suatu Properti, dengan memperhatikan unsur luar biasa
berupa kerugian non fisik yang diakibatkan adanya pengambilalihan hak atas Properti
dimaksud.

3.9 Nilai Potensial (Potential Value)

Nilai Potensial adalah nilai yang terkait dengan suatu rencana investasi yang akan
menetukan harga maksimum untuk kepentingan khusus dari investor sebagai adanya kemauan
untuk membayar suatu rencana investasi. Nilai Potensial tidak sama dengan Nilai Pasar karena
adanya asumsi khusus, tetapi SPI ini tidak membatasi Penilai untuk mengeluarkan Nilai Potensial
berdasarkan asumsi khusus. Bagaimanapun, asumsi khusus yang mendasari Nilai Potensial harus
secara jelas dan tegas dinyatakan dalam laporan