Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

TEKNIK BIMBINGAN KELOMPOK DAN KOSELING KELOMPOK


(GROUP EXERCISE)

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Terstruktur Pada Posedur kelompok dalam


konseling

Oleh : kelompok 4

Erfila Calfina Izumi : 2618.053

Hani Rasyidah : 2618.066

Anisa Widya Ningsih : 2618.074

Dosen Pembimbing

Ahmad Masrur Firosad, S. Pd, I, M.Pd

Azmatul khairah sari, S.Pd, I, M.Pd

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIMBINGAN DAN KONSELING


FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) BUKITTINGGI
2020/2021
KATA PENGANTAR

Puji dan puja syukur selalu saya hantarkan kehadirat penguasa seluruh alam yang
tiada lain dan tak ada yang lain kecuali Allah SWT. Karena berkat limpahan
rahmat, taufik, hidayah serta inayah-Nya, kami bisa menyelesaikan tugas
penyusunan makalah ini dengan judul Teknik bimbingan kelompok dan konseling
kelompok (group exercise). Kami selaku penyusun makalah bagaimanapun juga
tak bisa memendam ucapan terima kasih kepada Bapak Ahmad Masrur Firosad, S.
Pd, I, M.Pd dan Ibuk Azmatul khairah sari, S.Pd, I, M.Pd selaku dosen pengampu
mata kuliah Prosedur kelompok dalam konseling yang telah memberikan arahan
dan bimbingan dalam penyusunan makalah ini, ke-dua orang tua yang tak pernah
lelah mendukung kelancaran tugas kami, serta pada teman-teman yang selalu
memberikan motivasi demi lancarnya penyusunan makalah ini. Dalam makalah
ini dengan Teknik bimbingan kelompok dan konseling kelompok (group
exercise), kami akan membahas Teknik bimbingan kelompok dan konseling
kelompok (group exercise). Kami menyadari bahwa apa yang disajikan dalam
makalah ini masih jauh dalam kesempurnaan, baik menyangkut isi maupun
penulisan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik serta saran yang bersifat
konstruktif dan membangun dari semua pihak, demi kesempurnaan makalah ini di
masa mendatang. Akhirulkalam, semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua,
terutama bagi penulis.

Bukittinggi, Oktober 2020

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………….…………………………...
DAFTAR ISI……………..………………….…………………………….
Bab I PENDAHULUAN
A. Latar belakang……………………………………………………...
B. Rumusan masalah……………………………………………….….
C. Tujuan……………………………………………………………....

Bab II PEMBAHASAN

A. Pengertian group exercise………………………………………….


B. Jenis-jenis teknik group exercise…………………………………..
C. Aplikasi teknik group exercise dalam bkp dan kkp……………….
D. Permainan keakraban………………………………………………

Bab III PENUTUP

A. Kesimpulan………………………………………………………...
B. Saran…………………………………………………….………….

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang.
Bimbingan dan konseling kelompok merupakan suatu proses pemberian
bantuan kepada individu yang dilakukan melalui suasana kelompok. Ada
banyak tehnik dan pendekatan yang digunakan untuk mengembangkan
keterampilan kelompok, salah satunya adalah melalui penggunaan latihan
kelompok atau yang dikenal dengan group exercise.
Secara umum, tehnik-tehnik dalam bimbingan kelompok bermuara pada
dua sumber, yakni pada teori kepribadian dan dinamika kelompok. Tehnik-
tehnik yang bermuara pada teori kepribadian di antaranya adalah, tehnik
asosiasi bebas, analisis mimpi, dan insight and working trough (pendekatan
psikoanalitik), tehnik penguatan kembali (reinforcement), kontrak kontingensi,
modeling, gladi perilaku atau behavioral rehearsal, melatih (coaching)dan
penataan kembali kognisi (pendelkatan behavioral), tehnik aktif direktif,
membantah, membujuk, mengajar dan memberi informasi, tugas-tugas
pekerjaan rumah, permainan peran dan percontohan, pengendalian operan
terhadap pemikiran dan perasaan, latihan keterampilan dan feed back
(pendekatan rasional emotif).
Sedangkan tehnik yang bermuara pada dinamika kelompok antara lain,
training group (pelatihan kelompok), encounter group (kelompok pertemuan),
T-Groups (kelompok T), Structured group (kelompok berstruktur), self-help
group (kelompok bantuan diri) dan group exercise (latihan kelompok). Pada
pelatihan kali ini akan difokuskan pada penggunaan teknik latihan kelompok
(group exercise) dalam proses bimbingan dan konseling.
B. Rumusan masalah.
1. Apa pengertian group exercise?
2. Apa saja jenis-jenis teknik group exercise ?
3. Bagaimana aplikasi teknik group exercise dalam bkp dan kkp ?
4. Permainan pengakraban
C. Tujuan.
1. Agar kita mengetahui pengertian dari group exercise.
2. Agar kita mengetahui jenis-jenis teknik group exercise.
3. Agar kita mengetahui aplikasi teknik group exercise dalam bkp dan kkp.
4. Mempraktekkan permainan pengakraban.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian group exercise.


Teknik latihan kelompok (group exercise) merupakan teknik yang dapat
digunakan dalam bimbingan kelompok sehinga layanan yang diberikan
berorientasi pada tindakan karena membuat anggota kelompok aktif, bergerak,
dan dinamis. Latihan (exercise) merupakan istilah yang digunakan di antara
para pemimpin kelompok yang merujuk pada aktivitas yang dilkukan
kelompok untuk tujuan tertentu.1
Teknik latihan dalam bimbingan dan konseling merupakan metode atau
teknik yang melibatkan aktivitas-aktivitas yang tersrtuktur terencana dan
terukur, baik dalam hal durasi, materi dan resikonya.2 Teknik group exercise
dalam bimbingan kelompok diperkirakan tepat digunakan sebagai salah satu
teknik yang dapat diberikan kepada siswa yang memiliki kemampuan
resiliensi yang bervariasi, baik tinggi, sedang, ataupun rendah.
Sehingga diharapkan secara optimal siswa dapat mengalami
perkembangan dan mencapai peningkatan yang signifikan setelah melakukan
bimbingan kelompok dengan teknik latihan kelompok (group exercise) dapat
secara langsung berlatih menciptakan dinamika kelompok. Kegiatan ini
merupakan sarana untuk mengembangkan diri dalam rangka pembelajaran
untuk interaksi sosial secara efektif dalam kelompok kecil. Dari kegiatan
tersebut nantinya siswa dapat menerapkan kedalam kelompok yang lebih besar
yaitu kedalam kehidupan sosial masyarakat yang sesungguhnya.3

1
https://www.Dosen ikipsiliwangi.ac.id/wp-content/upload/sites/6/2018/04/teknik-latihan-
exercise-dalam-bk-kelompok.pptx&ved/diakses pada 24 oktober 2020/ jam 11.25
2
https://www.Google.com/amp/s/nenengririnmrmediabk.wordpress.com/2017/06/02/meto
de-dan-teknik-bimbingan-konseling-kelompok/amp/diakses pada 24 oktober
2020/jam 12.25
3
Dewi suprihatin, dkk. Efektivitas Bimbingan kelompok dengan teknik Group Exercise
untuk mengembangkan resiliensi Siswa. Jurnal penelitian pendidikan. ISSN 1412-
565X
B. Jenis-jenis teknik group exercise.
Bimbingan dan konseling merupakan sebuah profesi yang sifatnya
membantu (helping profession) untuk menciptakan bantuan tersebut standar
prosedur operasional (standard operating system) mengambil tempat yang
teramat penting dalam mewujudkan kegiatan tersebut maka, melalui mata
kuliah prosedur kelompok dalam konseling. Mahasiswa diharapkan
memperoleh bekal ilmu pengetahuan yang mumpuni, cakap dan terampil serta
mempunyai integritas yang handal dalam disiplin ilmu bimbingan dan
konseling, dengan penerapannya melalui memimpin kelompok konseling.
Penggunaan latihan dalam kelompok konseling merupakan nilai tambah
bagi keberlangsungan proses kelompok sehingga berjalan sesuai rencana dan
harapan bagi keseluruhan anggota kelompok.4
1. Menulis (written).
Latihan menulis terdiri atas aktivitas tulis menulis di mana anggota
dapat menulis daftar, pertanyaan, mengisi esai, menuliskan reaksi mereka,
atau menandai dengan tanda cek hal-hal seputar isu atau topik yang
dibahas. Keuntungan paling utama dari latihan ini adalah anggota menjadi
lebih fokus saat menyelesaikan tugas tertulis dan mereka dapat
menghasilkan ide-ide atau respon-respon di kepada mereka saat
menyelesaikan tugas tersebut
2. Gerak (movement).
Latihan gerak mensyaratkan peserta untuk melakukan suatu hal
yang bersifat fisikal, karenanya peserta harus bergerak. Latihan ini bisa
saja berupa hal sederhana seperti berdiri dan menggerakkan anggota tubuh
untuk peregangan ataupun kegiatan yang kompleks seperti Trust lift
(dimana lima orang pesserta secara bersamaan mengangkat seorang
peserta lain diatas kepala mereka) dan Breaking In (dimana kelompok
berdiri bersama dan berpegangan tangan, berusaha untuk menjaga anggota

4
N Rusmana. Penggunaan Teknik Modeling Terhadap Perencanaan Karir Siswa.
(Bandung: Rizqi, 2009) hal 166
kelompok yang diluar lingkaran agar tidak masuk). Alasan penggunaan
latihan gerak dalam bimbingan kelompok antara lain :
a. Latihan ini memberi kesempatan pada anggota untuk melakukan
peregangan dan gerak tubuh.
b. Memberikan perubahan format dan selanjutnya dapat menjaga
ketertarikan kelompok dan energi yang mereka miliki.
c. Memberi anggota kelompok kesempatan untuk lebih mengalami
sesuatu daripada hanya mendiskusikannya
d. Latihan gerak biasanya melibatkan seluruh anggota kelompok.
3. Lingkaran (rounds).
Latihan rounds merupakan latihan yang paling berguna di mana
konselor memiliki akses terhadap kelompok. Latihan ini dapat dilakukan
dengan cepat dan membantu dalam mengumpulkan informasi yang
berguna.
Latihan ini mengharuskan pemimpin untuk membaca pernyataan
dan peserta mengungkapkan perasaannya tentang pernyataan tersebut.
Respon terhadap pernyataan pemimpin tersebut biasanya memiliki potensi
untuk memunculkan berbagai diskusi.
4. Dyad dan Triad.
Dyad merupakan aktivitas di mana anggotanya dipasangkan
dengan satu sama lain untuk mendiskusikan persoalan-persoalan atau
untuk menyelesaikan suatu tugas. Sedangkan triad merupakan aktivitas di
mana anggota kelompok dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil yang
terdiri atas tiga orang. Triad dibentuk saat anggota kelompok berjumlah
ganjil. Pada umumnya dyad dan triad sangat berguna karena memberikan
kesempatan bagi anggota untuk memiliki kontak yang lebih personal
dengan satu sama lain, mengemukakan ide, dan memvariasikan format
kelompok.
Kegunaan latihan dyad dan triad antara lain :
a. berinteraksi dengan 2 atau 3 individu lainnya
b. mempraktikkan beberapa keterampilan
c. melakukan aktivitas antara 2 orang agar dapat berinteraksi dalam
kondisi tertentu
d. bermanfaat dalam mengembangkan aktivitas yang dilakukan kelompok
e. mempererat interaksi yang terjadi antar anggota kelompok.
5. Creative props.
Latihan ini menggunkaan berbagai macam peralatan secara kreatif.
Peralatan konseling yang berbeda dapat digunakan dalam latihan
kelompok yang menarik dan memikat. Menurut Jacob, ada banyak
perangkat atau benda yang dapat digunakan dalam permainan creative
props ini, antara lain :
a. pita karet
b. gelas styrofoam
c. kursi kecil
d. botol bir
e. kaset tape yang sudah tak terpakai
f. kartu remi
g. Perisai
h. Saringan tungku
6. Arts and Crafts (seni dan kerajinan tangan) .
Latihan ini mengharuskan peserta untuk menggambar, memotong,
menempel, mengecat dan mewarnai dengan tujuan untuk menciptakan
sesuatu dari berbagai bahan. Latihan ini membiarkan peserta
mengekspresikan diri dalam berbagai cara yang berbeda.
Seperti latihan lainnya, latihan arts and crafts ini juga dapat
mendatangkan kesenangan, memunculkan minat, mengangkat fokus
kelompok, menciptakan energi, dan mengembangkan diskusi. Latihan ini
membiarkan peserta mengekspresikan diri dalam berbagai cara yang
berbeda.
7. Fantasi.
Latihan fantasi adalah yang paling sering digunakan untuk
kelompok pengembangan dan terapi, memberdayakan imajinasi dan
penggambaran visual anggota kelompok. Fantasi membantu anggota agar
menjadi lebih sadar akan perasaan, harapan, keraguan dan ketakutan
mereka.
8. Bacaan umum.
Latihan bacaan umum (common reading) mensyaratkan peserta
untuk membaca cerita pendek, puisi atau dongeng. Bacaan-bacaan
semacam itu seringkali menyajikan tujuan dari pengembangan ide dan
pemikiran serta memperdalam fokus terhadap beberapa topik atau isu.
Faktor penting yang harus dipikirkan dalam melakukan latihan bacaan
umum ini adalah tujuan kelompok.
Pastikan bahwa bahan bacaan akan dapat mengembangkan
pemikiran-pemikiran yang berkenaan dengan tujuan tersebut.
Pertimbangan lainnya adalah kapabilitas intelektual anggota saat kita
meminta mereka untuk membaca dan menanggapi puisi ataupun saat kita
meminta mereka menulis sajak.
9. Umpan Balik.
Latihan umpan balik memungkinkan peserta dan konselor berbagi
perasaan dan pemikiran mereka tentang satu sama lain. Konselor tidak
seharusnya menggunakan latihan umpan balik kecuali ia merasa bahwa
anggota kelompok memiliki keinginan yang cukup untuk saling membantu
bukannya keinginan untuk saling menyakiti satu sama lain
10. Kepercayaan (trust).
Latihan kepercayaan digunakan apabila tariner merasa peserta tidak
saling mempercayai satu sama lain atau nampaknya kepercayaan lebih
dibutuhkan dalam kelompok, ia dapat menggunakan latihan kepercayaan
(trust exercise). Setiap latihan bertujuan untuk memfokuskan perhatian
kelompok terhadap isu-isu mengenai rasa percaya khususnya untuk
mempercayai orang lain.
11. Experiential.
Beberapa latihan kelompok dapat diklasifikasikan sebagai
eksperiensial karena anggota kelompok terlibat dalam semacam
pengalaman kelompok ataupun individual yang aktif dan menantang.
Latihan eksperensial yang paling dikenal adalah “Ropes course”
(permainan tali temali), yang merupakan rangkaian aktivitas yang didesain
untuk membawa individu dan kelompok melampaui pengharapan mereka
ataupun meyakini keinginan mereka untuk mencoba. Aktivitas ini
dilakukan diluar ruangan dengan menggunakan rangkaian yang didesain
secra hati-hati terbuat dari tali.
Beberapa dari aktivitas ini sangat menantang dan nampak
berbahaya, yang memaksa seseorang untuk menghadapi dirinya sendiri.
Aktivitas dalam permainan tali temali bergantung pada kerjasama antar
anggota kelompok, dengan demikian aktivitas ini bagus untuk
pembentukan tim (team building).
Beberapa trainer menggunakan permainan tali temali sebagai salah
satu bagian dari kelompok mereka, sedangkan trainer lainnya hanya
memandu kelompok melalui permainan tali temali atau jenis aktivitas
eksperensial lainnya. Saat akan melakukan latihan eksperensial, trainer
harus memastikan bahwa latihan tersebut dapat memenuhi tujuan
kelompok. Ada banyak aktivitas outdoor yang menyenangkan dan
menarik, namun mungkin saja tidak tepat digunakan untuk kelompok yang
sedang ia bimbing.
12. Dilema Moral.
Yakni latihan dimana sebuah cerita dibacakan untuk peserta dan
tiap orang harus memutuskan bagaimana ia akan menangani situasi.
Dalam cerita ituSimon, Howe dan Kirschenbaum mendeskripsikan cerita
tentang tempat tinggal yang runtuh dan siapa yang akan diselamatkan,
tersesat di goa dan siapa yang akan memimpin perjalanan bertahan hidup.
Latihan dilema moral dianggap sangat berguna dalam
memfasilitasi diskusi antara para orang dewasa. Jenis latihan ini berguna
dalam membantu anggota kelompok menyadari bahwa setiap orang
memiliki nilai-nilai yang berbeda. Latihan ini biasanya memunculkan
diskusi tentang nilai-nilai, hukum dan keadilan. Dapat digunakan pada
awal sesi dan menjadi fokus dari seluruh sesi.
13. Keputusan Kelompok.
Latihan ini mensyaratkan para anggota kelompok untuk bekerja
sama dalam menangani suatu masalah. Jenis-jenis latihan keputusan
kelompok, menjelaskan tentang beberapa jenis latihan keputusan
kelompok. Dua diantaranya adalah :
a. mengajak peserta untuk berusaha menentukan persediaan apa yang
harus diambil (winter survival / bertahan di musim dingin)
b. mengajak peserta untuk melengkapi puzzle yang rumit dengan cara
bekerjasama (hollow squares exercise), n). Sentuhan (touching),
banyak latihan kelompok yang melibatkan berbagai bentuk sentuhan.
Aktivitas semacam ini biasanya dilakukan secara nonverbal. Peserta
akan diberi alat yang berbeda-beda dan tugas untuk diselesaikan; mereka
juga diperbolehkan untuk melakukan apa saja kecuali berbicara dalam
upaya penyelesaian tugas tersebut. Aktivitas semacam ini sangat menarik
dan bergantung pada bagaimana aktivitas tersebut dilakukan, dapat
memunculkan diskusi tentang kompetisi, kerjasama dan berbagi.
14. Sentuhan.
Latihan sentuhan dibahas secara terpisah karena ada beberapa
petunjuk yang harus dipertimbangkan saat akan melakukannya, yakni :
a. Sadarilah bahwa beberapa peserta mungkin akan merasa tidak nyaman
dengan kontak fisik. Jika suatu latihan melibatkan beberapa bentuk
sentuhan, pastikan bahwa peserta memahami apa yang akan terjadi
dan mengizinkan siapa saja yang bersedia untuk melakukan latihan ini.
b. Dalam hampir setiap situasi, yng terbaik adalah dengan mencegah
penggunaan sentuhan yang memiliki konotasi seksual. Beberapa
latihan pijat, bisa saja diinterpretasikan secara seksual jika tidak
dilakukan dengan sepantasnya.5

C. Aplikasi teknik group exercise dalam bkp dan kkp.


Layanan bimbingan kelompok dipandang tepat karena dapat menimbulkan
interaksi antar anggota yang intensif sehingga tercapainya dinamika kelompok.
Suasana kelompok yang berkembang dalam bimbingan dan konseling kelompok juga
dapat menjadi tempat pengembangan keterampilan komunikasi dan berinteraksi
sosial bagi klien. Selain itu terdapat beberapa manfaat dari bimbingan kelompok yang
memungkinkan dapat meningkatkan kemampuan hubungan interpersonal siswa,
yakni diantaranya sebagai berikut:
1. Anak dapat mengenal dirinya melalui hidup bergaul dengan teman lain, sehingga
dapat mengukur kemampuan dirinya lebih pandai atau kurang, sehingga anak lalu
mengambil sikap bagaimana kalau lebih dan bagaimana kalau kurang.
2. Dalam interaksi sosial terpengaruh sifat dan sikapnya menjadi baik, misalnya
mempunyai rasa toleransi, menghargai pendapat orang lain, kerjasama yang baik,
tanggung jawab, disiplin, kreatif, saling mempercayai dan sebagainya.
3. Dapat mengurangi rasa malu, agresif, penakut, emosional, pemarah, emosional
dan sebagainya.
4. Dapat mengurangi ketegangan emosional, konflik, frustasi.
5. Dapat mendorong anak lebih gairah di dalam melaksanakan tugas, suka
berkorban kepada kepentingan orang lain, suka menolong, bertindak teliti dan
hati-hati.
bimbingan kelompok group exercise ini memiliki banyak jenis latihan yang dapat
diterapkan pada siswa berdasarkan tujuannya. Seperti menulis, membaca, gerak,
lingkaran, dyad and triad, creative props, arts and crafts, fantasi, bacaan umum,
umpan balik, kepercayaan, experiental, dilema moral, keputusan kelompok, dan
sentuhan. Dengan banyaknya jenis latihan yang dapat diterapkan dalam bimbingan
kelompok group exercise, hal ini di asumsikan dapat meningkatkan interaksi dan
dinamika dalam kelompok seperti tujuan dari bimbingan kelompok. Interaksi dan
dinamika kelompok dapat ditingkatkan melalui latihan-latihan tersebut, seperti

5
Nandang Rusmana. Group ExercisePelatihan Teknik-Teknik Bimbingan Kelompok
Menggunakan Latihan Kelompok. (Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia,
2008) hal 5-11
dengan bertukarnya pengetahuan dan pengalaman mereka terhadap suatu hal,
berlatih toleransi dalam mengemukakan pendapat, usaha dalam memahami perasaan
dan pesan orang lain, belajar membuat keputusan kelompok. Beberapa hal tersebut
tercapai dengan adanya komunikasi, kerjasama, umpan balik dan lain-lain antar
anggota kelompok. Peristiwa-peristiwa psikologis antar anggota tersebut
dimungkinkan terjadi dalam bimbingan kelompok group exercise6
Teknik group excersices dalam bimbingan kelompok diperkirakan tepat
digunakan sebagai salah satu teknik yang dapat diberikan kepada siswa yang
memiliki kemampuan resiliensi yang bervariasi, baik tinggi, sedang, ataupun rendah.
Sehingga diharapkan secara optimal siswa dapat mengalami perkembangan dan
mencapai peningkatan yang signifikan setelah melakukan bimbingan kelompok
dengan teknik group excercise tersebut. siswa mengikuti kegiatan bimbingan
kelompok dengan teknik latihan kelompok (group excercises) dapat secara langsung
berlatih menciptakan dinamika kelompok, yaitu berlatih, bekerja sama, berbicara,
menanggapi, mendengarkan, tenggang rasa, empati dan lain sebagainya dalam
suasana kelompok7

6
Erna krisnawati ddk, Penerapan Bimbingan Kelompok Teknik Group Exercise Untuk
Meningkatkan Hubungan Interpersonal Siswa Kelas X Program Keahlian
Akomodasi Perhotelan Di Smkn 1 Surabaya, jurnal bk fip universitas negeri
Surabaya, hal 3-4
7
Dewi Suprihatin dkk, Efektivitas Bimbingan Kelompok dengan Teknik Group
Exercises untuk Mengembangkan Resiliensi Siswa, jurnal penelitian pendidikan,
hal 287-288
D. Permainan pengakraban.

Permainan ini berintikan hitungan (angka): satu, dua, tiga, empat, dan seterusnya.
Setiap angka yang ada bilangan “tiga” maka angka diganti dengan ucapan "boom"
Tujuan dan nilai kelompok
1. Pada kegiatan awal (Tahap Pembentukan) permainan ini dapat membawa
suasana gembira dan menyenangkan untuk membina suasana keakraban
dan kebersamaan diantara para anggota kelompok.
2. Pada kegiatan-kegiatan yang sudah lanjut permainan ini dapat membawa
suasana kelompok yang dalam keadaan tegang menjadi mencair, suasana
yang lemah menjadi bersemangat kembali.

Pemain

Semua anggota kelompok; pemimpin kelompok tidak ikut bermain melainkan


menjadi pengelola permainan

Cara bermain
1. Melakukan Video Call dengan anggota kelompok
2. Pembimbing Kelompok menjelaskan jalannya permainan, yaitu:
a. Anggota kelompok secara berurutan mengucapkan hitungan satu,
dua, dan seterusnya
b. Barangsiapa yang mendapatkan bilangan angka tiga (3, 6, 9, dan
seterusnya), maka peserta tersebut, menggantinya dengan kata
"boom".

Percobaan
Anggota kelompok diajak mencoba permainan ini. Pemimpin kelompok meminta
salah seorang peserta memulai hitungan ... "satu" untuk peserta pertama, "dua"
peserta kedua, "dot" peserta ketiga dan seterusnya sehingga semua anggota
kelompok mendapatkan giliran.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan.
Teknik latihan kelompok (group exercise) merupakan teknik yang dapat
digunakan dalam bimbingan kelompok sehinga layanan yang diberikan
berorientasi pada tindakan karena membuat anggota kelompok aktif, bergerak,
dan dinamis. Latihan (exercise) merupakan istilah yang digunakan di antara para
pemimpin kelompok yang merujuk pada aktivitas yang dilkukan kelompok untuk
tujuan tertentu.

Bimbingan dan konseling merupakan sebuah profesi yang sifatnya membantu


(helping profession) untuk menciptakan bantuan tersebut standar prosedur
operasional (standard operating system) mengambil tempat yang teramat penting
dalam mewujudkan kegiatan tersebut maka, melalui mata kuliah prosedur
kelompok dalam konseling. Mahasiswa diharapkan memperoleh bekal ilmu
pengetahuan yang mumpuni, cakap dan terampil serta mempunyai integritas yang
handal dalam disiplin ilmu bimbingan dan konseling, dengan penerapannya
melalui memimpin kelompok konseling.

B. Saran.
Saran kami semoga ada nya makalah ini dapat membatu kita semua dalam
Mempelajari teknik bimbingan kelompok dan konseling kelompok (group
exercise. Dan apa bila ada kesalahan kata atau penulisan dalam makalah ini
kami mohon maaf karena manusia tidak luput dari kesalahan begitu juga kami
mahasiswa yang masih belajar dalam hal apapun termasuk membuat makalah
ini. Terimakasih kepada pembaca karena telah bersedia meluangkan waktu
nya untuk membaca makalah kami ini. Meskipun masih ada kekurangan yang
ada didalam makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA

https://www.Dosen ikipsiliwangi.ac.id/wp-content/upload/sites/6/2018/04/teknik-
latihan-exercise-dalam-bk-kelompok.pptx&ved/diakses pada 24 oktober 2020/
jam 11.25

https://www.Google.com/amp/s/nenengririnmrmediabk.wordpress.com/2017/06/0
2/metode-dan-teknik-bimbingan-konseling-kelompok/amp/diakses pada 24
oktober 2020/jam 12.25

Dewi suprihatin, dkk. Efektivitas Bimbingan kelompok dengan teknik Group


Exercise untuk mengembangkan resiliensi Siswa. Jurnal penelitian pendidikan.
ISSN 1412-565X

Rusmana Nandang. 2009. Penggunaan Teknik Modeling Terhadap Perencanaan


Karir Siswa. Bandung: Rizqi

Rusmana Nandang. 2008. Group ExercisePelatihan Teknik-Teknik Bimbingan


Kelompok Menggunakan Latihan Kelompok. Bandung: Universitas Pendidikan
Indonesia

Erna krisnawati ddk. Penerapan Bimbingan Kelompok Teknik Group Exercise


Untuk Meningkatkan Hubungan Interpersonal Siswa Kelas X Program Keahlian
Akomodasi Perhotelan Di Smkn 1 Surabaya. Jurnal bk fip universitas negeri
Surabaya

Dewi Suprihatin dkk. Efektivitas Bimbingan Kelompok dengan Teknik Group


Exercises untuk Mengembangkan Resiliensi Siswa. Jurnal penelitian pendidikan

Anda mungkin juga menyukai