Anda di halaman 1dari 7

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK)

PEMBUATAN KOTAK HANDSCOON

Oleh :
KELOMPOK 2
1.AYU ADELLA
2.DINI CAHYANTI
3.DWI TRIANA
4. DYAH LESTARI
5. HASNA NURYANTI
6. REZA SAPUTRI
7.SENJA SAPUTRI
8.TIHA ROSITA

PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN


FAKUTAS KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
PRINGSEWU LAMPUNG
2019
TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK)
PEMBUATAN KOTAK HANDSCOON

A. Topik
Terapi aktivitas kelompok (TAK) pembuatan kotak handscoon
B. Latar Belakang
Seiring dengan bertambahnya kebutuhan manusia, yang yang diciptakan
pemuas atau pemenuhan kebutuhan manusia. Untuk itu muncullah pabrik-
pabrik industri sebagai pengolahan bahan mentah kemudian diolah sedemikan
rupa menjadi barang setengah jadi maupun bahan siap pakai, untuk selanjutnya
akan dikonsumsi masyarkat. Dalam jumlah produksi yang sangat besar dan
tidak dipakai menghasilkan sisa-sisa hasil proses yang tidak terpakai.
Sampah tidak selamanya merepotkan , kini sampah dapat diubah menjadi
barang yang bernilai tinggi salah satunya adalah mengubah sampah menjadi
vas bunga tempat tisu/handsoon, kotak permen, miniatur rumah atau yang
lainnya. Kardus beekas biasanya tidak terpakai ternyata memiliki nilai seni
yang tinggi jika diubah dan didaur ulang sehingga menyerupai benda yang
diinginkan. Kotak handscoon dari karsua bekas akan terlihat unik karen abahan
dasar dan model yang dipilih tidaklah sulit.

C. Tujuan
1. Tujuan umum
Untuk mempersiapkan kreativitas pasien saat pulang
2. Tujuan khusus
a. Klien dapat menyebutkan pengertian akrdus bekas
b. Klien mampu menyebutkan lat dan bahan
c. Klien mampu menyebutkan langkah-langkah membuat kotak
handscoon
d. Klien mampu mendemonstrasikan cara membuat kotak handscoon
e. Klien mampu menyebutkan perasaan setelah melakukan pembuatan
kotak handscoon
D. Klien
1. Kriteria klien
a.Klien gangguan orientasi realita yang mulai terkontrol
b. Klien yang mengalami perubahan persepsi.
2. Proses seleks
a.Mengobservasi klien yang masuk kriteria.
b. Mengidentifikasi klien yang masuk kriteria.
c.Mengumpulkan klien yang masuk kriteria.
d. Membuat kontrak dengan klien yang setuju ikut TAK, meliputi:
menjelaskan tujuan TAK pada klien, rencana kegiatan kelompok dan
aturan main dalam kelompok
3. Data Klien
N NAMA KLIEN KRITERIA KLIEN DIAGNOSA
O
1
2
3
4
5
6

E. Pengorganisasian     
a. Waktu
Hari/tanggal :
Jam :
Waktu yang dibutuhkan :
b. Oerientasi
1) Salam terapeutik
a) Salam dari terapis kepada klien
b) Perkenalkan nama dan panggilan terapis (pakai papan nama)
c) Menanyuakan nama dan panggilan semua klien (beri papan
nama)
2) Evaluasi/ validasi
3) Menanyakan perasaan klien saat ini
4) Kontrak
a) Terapis menjelaskan tujuan kegiatan yang akan dilaksanakan
yaitu mengenal suara-suara yang didengar.
b) Terapis menjelaskan aturan main berikut.
 Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok, harus
meminta izin pada terapis
 Lama kegiatan 45 menit
 Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai
c. Tahap Kerja
Langkah-langkah pembuatn :
1. Menyiapkan semua bahan
2. Embuat sketas yang akan dibuat kardus bekas
3. Menyusun akrdus bekas sesuaigambaran
4. Saat menyusun kardus bagian yag digunakan untuk menggabungkan
diberi lem dengan rapi
5. Susunan eprtama berbentuk segi empat lalu menyusunnya keatas
6. Bagian bawha disusun secara rapat dan bagian tutpnya dibuat variasi
7. Tempat kotak handscoon sudah siap digunakan
d. Tahap terminasi
1. Evaluasi
- Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
- Terapis meminta klien menyebutkan alat bahan dan langkah
pembuatan
- Terapis memberikan pujian atas keberhasilan klioen saat
memberikan tanggapan

e. Tim terapis dan tugas OBSERVER

LEADER CO LEADER

FASILITATOR
FASILITATOR

KLIEN
KLIEN

FASILITATOR FASILITATOR

KLIEN
KLIEN

KLIEN
FASILITATOR FASILITATOR

Leader : Reza Saputri


 Mengkoordinasi seluruh kegiatan
 Memimpin jalannya terapi kelompok
 Memimpin diskusi
Co.leader : Ayu Adella
 Membantu leader mengkoordinasi seluruh kegiatan
 Mengingatkan leader jika ada kegiatan yang menyimpang
 Membantu memimpin jalannya kegiatan
 Menggantikan leader jika terhalang tugas
Fasilitator :
 Memotivasi peserta dalam aktivitas kelompok
 Memotivasi anggota dalam ekspresi perasaan setelah kegiatan
 Mengatur posisi kelompok dalam lingkungan untuk melaksanakan
kegiatan
 Membimbing kelompok selama permainan diskusi
 Membantu leader dalam melaksanakan kegiatan
 Bertanggung jawab terhadap program antisipasi masalah
Observer : Dini Cahyanti
 Mengamati semua proses kegiatan yang berkaitan dengan waktu,
tempat dan jalannya acara
 Melaporkan hasil pengamatan pada leader dan semua angota
kelompok denga evaluasi kelompok
 Seetting tempat :
a) terapis dan klien duduk bersama dalam lingkaran
b) tempat tenang dan nyaman.
 Metode dan media
a. Media
 spidol
 Papan tulis/whiteboard/flipchart
b. Metode
 Diskusi dan tanya jawab
 Bermain peran atau simulasi
f. Format evaluasi
No Nama klien Menyebut isi Menyebut Menyebut Menyebut
halusinasi waktu situasi terjadi perasaan
terjadi halusinasi saat
halusinasi halusinasi
1
2
3
4
5
6
7
8

Petunjuk :
1. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama klien
2. Untuk tiap klien, beri penilaian kemampuan mengenal halusinasi: isi,
waktu situasi, dan perasaan. Beri tanda  jika klien mampu dan tanda X
jika klien tidak mampu

Kesimpulan
1. Kardu bekas yang tidak berharga kini berharga karena bisa diolah menjadi
berbagai macam benda yang berguna
2. Kardus bekas itu sendiri jika dibuat sekreatif mungkin akan terlihat unik
dan memiliki nilai seni yang tinggi

Saran
1. Sampah yang berserakan bukanlah tidak berguna melainkan benda yang
belum menjadi benda yang berguna. Agar sampah itu lebih berguna makaa
kan lebih baik jika sampah tersebut kita olah kembali menjadi barang yang
berguna dan memiliki nilai jual tinggi