Anda di halaman 1dari 11

SATUAN ACARA PENYULUHAN

MENOPAUSE

DISUSUN OLEH:

SULTAN ISLAM

PROGRAMSTUDI PROFESI NERS


FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMADIAH
PRINGSEWU LAMPUNG
2020
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan : Menopause


Sub Pokok Bahasan : Menopause
Sasaran : Wanita Menopause dan Menjelang Menopause
Waktu : 30 menit
Tempat : Kediaman Warga

Tujuan Instruksional Umum


setelah dilakukan pendidikan tentang gizi pada ibu menopause diharapkan ibu-ibu
menopause dapat mengerti tentang gizi dan dapat mempraktekannya dalam
kehidupan sehari-hari.

Tujuan Instruksional Khusus


setelah diberikan pendidikan tentang gizi pada ibu-ibu menopause selama 1 x 30
menit diharapkan ibu-ibu menopause mampu:
- ibu-ibu menopause mengetahui pengertian menopause
- ibu-ibu menopause mengetahui tanda-tanda menopause
- ibu-ibu menopause mengetahui macam-macam gizi untuk menopause

KEGIATAN PENYULUHAN
No Tahap Waktu Kegiatan Metode
Penyuluh Peserta
1. Pembukaan 10 - Memberikan salam - Menjawab salam Ceramah
menit - Menyampaikan - Mendengarkan
tujuan umum dan penyampaian
tujuan khusus tujuan umum dan
penyuluhan tujuan khusus
penyuluhan
2. Penyajian 10 - Menjelaskan - Mendengarkan Ceramah
Materi menit pengertian penjelassan Diskusi
menopause - Mendengarkan
- Menyebutkan dan penjelasan
menjelaskan gejala- - Mendengarkan
gejala yang penjelasan
menyertai menopause - Mendengarkan
- Menjelaskan tahapan penjelasan
klimakterium - Mendengarkan
- Menjelaskan penjelasan
komplikasi yang - Melakukan tanya
dapat dialami oleh jawab (diskusi)
wanita menopause
- Menjelaskan cara
menghadapi
menopause dengan
pola hidup bersih
dan sehat
- Memberikan
kesempatan tanya
jawab
3. Penutup 10 - Melakukan review - Menjawab Ceramah
menit materi dengan pertanyaan
beberapa pertanyaan - Menjawab salam
- Menutup pertemuan penutup

MEDIA
1. Lefleat
2. Power point dengan LCD Proyektor

EVALUASI
1. Prosedur evaluasi dilakukan dengan tanya jawab secara lisan tentang materi
yang telah diberikan.

REFERENSI
1. Marmi, 2013. Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
2. Ismiati, Atik. 2010. Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Menopause
Dengan Kesiapan Menghadapi Menopause Pada Ibu Premenopause Di
Perumahan Sewon Asri Yogyakarta. Surakarta: Fakultas Kedokteran
Universitas Sebelas Maret
MATERI

A. MENOPAUSE
Merupakan berhentinya siklus menstruasi secara pemanen dan
merupakan suatu titik balik dan bukan penyakit. Akan tetapi, kondisi ini bisa
memengaruhi kesejahteraan hidup perempuan.
Sebelum memasuki masa menopause terlebih dahulu seorang wanita
menjalani masa pra menopause yang merupakan masa transisi menuju
menopause. Ini meliputi beberapa tahun setelah menstruasi benar-benar
berhenti, dan kemudian perubahan-perubahan terjadi maka wanita pra
menopause akan menuju ke masa menopause (Kasdu, 2002).
Menopause merupakan suatu proses peralihan dari masa produktif
menuju perlahan-lahan ke masa non produktif yang disebabkan berkurangnya
hormon estrogen dan progesteron (Lestari, 2010).

B. PENYEBAB
Berhentinya produksi hormon esterogen yang mempengaruhi
kerapuhan tulang seperti osteoporosis.

C. Gejala & Tanda Menopause


Menjadi tua, mengalami menopause bukanlah sesuatu yang perlu
ditakuti. Yang pentingadalah bagaimana kita sebagai pribadi menghadapinya
dengan dukungan penuh kasih darikeluarga.
Masa Menopause merupakan masa peralihan dari usia dewasa ke usia
lanjut. Dari usia produktif yang optimal dalam berbagai bidang baik fisik
berupa kondisi tubuh yang fit dankondisi psikis dalam karier, keluarga,
keuangan dan pergaulan ke arah yang relatif cenderungmundur.
Pada periode ini, terdapat perpaduan antara penurunan kondisi fisik
dengan permasalahan psikis yang sedemkian kompleks sehingga dibutuhkan
persiapan-persiapan yang cukupmemadai baik fisik maupun psikis agar masa
ini dapat kita hadapi dengan baik dan wajar. Proses menjadi tua dapat
mempunyai arti yang lebih positif apabila diidentikkan dengan“matang”.
Disini terjadi proses kematangan dalan aspek spiritual, intelektual, konsep
pikirandan wawasan hidup.
Dengan kata lain terjadi proses menjadi manusia yang lebih
bijaksana.Proses menjadi tua pada wanita mempunyai manifestasi klinik
klimakterium berupaMenopause, yaitu masa dimana jumlah hormon estrogen
yang dihasilkan ovarium sedikit danwanita tidak dapat hamil lagi.Masa
Menopause pada wanita secara umum terbagi dalam 3 bagian :
1.      Pre Menopause ( kurang lebih dimulai pada usia 48 tahun )
2.      Peri Menopause ( kurang lebih dimulai pada usia 50 tahun )
3.      Post Menopause ( kurang lebih dimulai pada usia 52 tahun )

D. Perubahan-perubahan yang terjadi pada masa Menopause


A. Perubahan Fisik
Flsik meliputi ketidaknyamanan seperti rasa kaku dan linu dan dapat
terjadi secara tiba-tiba di sekujur tubuh. Kadang-kadang rasa kaku ini
diikuti dengan rasa panas dan dingin, pening, kelelahan, jengkel, resah, cepat
marah dan jantung berdebar-debar. Beberapa keluhan fisik yang terjadi antara
lain:
Ketidak teraturan siklus haid
• Tanda paling umum adalah fluktuasi dalam siklus haid kadang kala haid
muncul tepat waktu tetapi tidak pada siklus berikutnya, ketidakteraturan ini
sering disertai dengan darah yang sangat banyak tidak disertai dengan volume
darah yang normal.
• Gejala rasa panas (hot flushes)
Muncul hot flushes ini sering diawali pada daerah dada, leher dan wajah dan
menjalar keseluruh tubuh . Hal ini berlangsung selama 2-3 menit yang
disertai oleh keringat yang banyak dan rasa panas ini sering ditandai dengan
warna kemerahan pada kulit.
• Kekeringan vagina
Kekeringan vagina terjadi karena leher rahim sedikit sekali mengekskresikan
lendir, liangvagina lebih tipis, kering dan kurang elastis. Vagina menjadi
kering karena penipisan jaringan pada dinding vagina sehingga ketika
melakukan hubungan seksual bisa menimbulkan rasa nyeri.Hal ini terjadi
akibat dari penurunan kadar estrogen.
• Gejala perkemihan
Perubahan akibat pada lapisan pada bagian vagina yang juga terjadi berakibat
pada bagian saluran urethra.Saluran urethra ini lambat laun akan
mengering,Menipis,dan kurang elastis diakibatkan penurunan kadar estrogen.
• Sembelit
Seluruh proses metabolisme mulai menurun sesuai dengan bertambahnya
Usia.Tubuh berusaha beradaptasi dengan ambang kadar estrogen yang
baru.Kondisi inilah yang sering mengakibatkan sembelit,Selain itu,sembelit
juga dipengaruhi oleh penambahan kalsium untuk kepentingan mengurangi
resiko osteoporosis serta kurangnya mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah-
buahan.
• Perubahan kulit
Ekstrogen berperan dalam menjaga elastisitas kulit ketika menstruasi berhenti,
maka kulit akan terasa tipis, kurang elastis terutama pada daerah sekitar wajah,
leher, dan lengan.Untuk mencegah kerutan pada bagian kulit antara lain
jangan merokok,banyak minum air dan makan makanan yang mengandung
minyak salad setiap hari untuk menghindari kulit yang kering.
• Keringat di malam hari
Berkeringat pada malam hari banyak sehingga perlu mengganti pakaian serta
dapat mengganggu istirahat sehingga ketegangan meningkat.
• Sulit tidur (insomnia)
Insomnia atau sulit tidur terjadi akibat dari penurunan dari serotonin yang
berperan dalam mempengaruhi suasana hati seseorang sehingga pada wanita
menopause akan mudah depresi dan sulit tidur oleh karena itu, untuk
meningkatkan serotonin harus mengkonsumsi makanan yang banyak
mengandung karbohidrat dan inijuga berkaitandengan rasa tegang yang
dialaminya.
• Perubahan pada mulut
Pada masa Menopause kemampuan mengecap pada wanita berubah menjadi
kurang sementara yang mengalami gangguan gusi dan gigi menjadi lebih
mudah tanggal.
• Kerapuhan tulang (osteoporosis)
Rendahnya kadar ekstrogen merupakan terjadinya proses
osteoporosis,menurunnya kadar estrogen yang diikuti dengan penurunan
penyerapan kalsium yang terdapat dalam makanan, kekurangan kalsium ini
oleh tubuh dibatasi dengan penyerapan kembali kalsium yang terdapat pada
tulang dan akibatnya tulang menjadi kropos dan rapuh.
• Badan menjadi gemuk
Banyak wanita yang bertambah berat badannya pada massa Menopause, hal
ini disebabkan oleh faktor makanan ditambah lagi karena kurang berolahraga.
• Penyakit
Ada beberapa penyakit yang sering kali dialami oleh wanita menopause dari
sudut pandang medis ada 2 perubahan yang paling penting yang tejadi pada
waktu menopause, yaitu meningkatnya kemungkinan penyakit jantung,
pembuluh darah serta hilangnya mineral dan protein di dalam tulang
(osteoporosis).
B. Perubahan Psikologis
Perubahan psikologis pada masa ini berhubungan dengan kadar estrogen yang
menurun. Gejala yang paling menonjol adalah kurangnya tenaga dan gairah,
berkurangnya konsentrasi serta timbul perubahan emosi.
Beberapa perubahan psikologis yang terjadi antara lain:
• Ingatan menurun
Gejala ini terlihat bahwa sebelum menopause wanita dapat mengingat
denganmudah namun sesudah mengalami menopause terjadi kemunduran
dalammengingat bahkan sering lupa pada hal-hal sederhana, pada hal
sebelumnyasecara otomatis langsung ingat.
• Kecemasan
Kecemasan yang timbul berhubungan dengan adanya kekuatiran dalam
menghadapi situasi yang sebelumnya tidak pernah dikuatirkan.
Kecemasantersebut pada urnumnya bersifat relatif, artinya ada orang cemas
dan dapattenang kembali setelah mendapat dukungan dari orang di
sekelilingnya namun ada juga yang terus menerus, cemas meskipun orang di
sekitarnya telahmemberikan dukungan
• Mudah tersinggung
Gejala ini telah mudah terlihat dibandingkan kecemasan wanita lebih mudah
tersinggung dan marah terhadap sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak
mengganggu. Perasaannya menjadi sangat sensitif terhadap sikap
tersebutdipersepsikan sebagai menyinggung proses penerimaan yang sudah
terjadidalam diri.
• Stress
Stress adalah suatu keadaan atau tantangan yang kapasitasnya di
luarkemampuan seseorang oleh karena itu stress secara individual sifatnya.
Respon orang terhadap sumber stress tergantung kepada beberapa faktor yang
termasuk pada emosi dan sikap orang yang menanggapi stress tersebut.
• Depresi
Karena depresi menyerang wanita. Kadang-kadang depresi merupakan respon
terhadap perubahan sosial dan fisik yang sering kali dialami dalam fase,
kehidupan tertentu akan tetapi beberapa wanita mungkin mengembangkan
masa depresi yang dalam tidak sesuai atau proporsional dengan lingkungan
pribadi mereka dan mungkin sulit dihindarkan.
Gangguan psikologis perubahan fisik mudah tersinggung rasa depresi atau
rendah diri, rasa takut, gugup dan gangguan emosional lainnya lebih mudah
terjadi pada wanita dengan emosi yang labil. Apabila pengendalian diri pada
masa ini tidak dapat diatasi, akan mudah terjadi gangguan kepribadian
(psikologis) yang lebih berat sampai terjadinya gangguan kejiwaan (Manuaba,
2009)
E. CARA MENGHADAPI MENOPAUSE
Tips Persiapan Wanita MenghadapiMenopause
Salah satu yang ditakuti wanita adalah saat memasuki masa menopause atau
berhentinyasiklus menstruasi. Menopause merupakan hal yang tak
terhindarkan bagi seorang wanita, Namun ada beberapa cara bisa dilakukan
untuk meredakan dampak-dampak perubahanhormonal pada masa
tersebut.Banyak perempuan yang tak siap menghadapi menopause dan kaget
ketika gejala itu datang.Menopuase sering disertai berbagai keluhan seperti
pengeroposan tulang. Tapi menopausesebenarnya memberi kesempatan pada
perempuan untuk beristirahat dari tugas reproduksi.Seperti juga dialami
beberapa spesies ikan paus, menopause menjadi masa yang tepat untuk
mengasuh anak cucu.
Beberapa tips persiapan bagi wanita saat menghadapi menopause:
1. Perbanyak olahraga untuk mencegah berat badan meningkat.
2. Lakukan olahraga seperti latihan kegel untuk mengencangkan pinggul
danlatihan beban untuk menguatkan otot lain.
3. Perbanyak permainan-permainan yang meningkatkan memori otak
sepertimengisi teka teki silang, catur dan sudoku.
4. Jaga pola tidur yang sehat, sebab penurunan produksi esterogen pada
masamenopause bisa memicu gangguan tidur.
5. Gunakan esterogen dalam bentuk supositoria untuk mengatasi vagina
kering.
6. Lakukan berbagai pemeriksaan, terutama kadar gula darah, kolesterol,
vitaminD dan kalsium.
7. Jangan abaikan kesehatan gigi, sikatlah secara teratur dan sesekali
bersihkandengan benang gigi (dental floss).
8. Menjelang masa menopause, sebaiknya minum suplemen kalsium 1.000-
1.200mg/hari.
F. GIZI SEIMBANG PADA WANITA LANJUT USIA (MENOPAUSE)
Makan makanan yang sehat dan sesuai kebutuhan merupakan kebutuhan
pendukung untuk hidup lebih berkualitas pada wanita menopause.
Kebutuhan kalori dan zat-zat gizi pada wanita menopause yang
dianjurkan adalah sesuai kebutuhan yang memperhatikan faktor-faktor seperti
berat badan, tinggi badan, usia dan aktivitas.
Di samping jumlah yang umumnya lebih rendah dibandingkan
kebutuhan pada usia dewasa, jenis zat-zat gizi yang harus diperhatikan adalah
karbohidrat (dikonsumsi 55 persen lebih, jenis yang karbohidrat kompleks),
jumlah lemak yang dianjurkan berkisar 20 - 30 persen (hindari lemak hewani)
Dianjurkan dalam mencegah osteoporosis agar dapat mengonsumsi
kalsium disertai dengan vitamin D. Asupan kalsium sebesar 1.000 - 1.200 mg
dan 500 IU vitamin D per hari dapat meningkatkan efektivitas kalsium dan
melindungi tulang terhadap osteoporosis.
Dengan persiapan diri yang prima akan menopause (dengan
mengonsumsi suplemen yang kaya akan fitoestrogen, olahraga secara teratur,
diet seimbang dengan gizi cukup serta menjaga pikiran tetap positif), makan
Anda dapat melewati masa menopause tanpa rasa takut dan tetap tampil cantik
dan sehat.
DAFTAR PUSTAKA

http://askep-askeb.cz.cc/feeds/posts/default
http://contekanku.blogspot.com/2009/03/tanda-tanda-menopause-pada-
wanita.html
http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&langpair=en
%7Cid&u=http://wellnesstweets.com/&rurl=translate.google.co.id&usg=ALk
JrhhieIcPRSlwkMcjRexxQj30FOxDRA