Anda di halaman 1dari 460

CV.

Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

BAB I
LATAR BELAKANG
RENCANA INDUK SPAM KOTA TARAKAN
1.1 Latar Belakang
Air merupakan salah satu kebutuhan dasar makhluk hidup. Keberadaan air di
Bumi ini untuk mendukung kehidupan biotik dan abiotik. Air minum menjadi masalah
penting dalam kehidupan yang harus tersedia. Air minum banyak digunakan oleh
kehidupan manusia sehingga air merupakan kebutuhan dasar yang harus layak untuk
digunakan. Semakin majunya sebuah negara, kebutuhan air semakin meningkat. Seiring
dengan peningkatan jumlah penduduk, maka kenaikan penggunaan air mengikuti.
Dalam perkembangannya, rencana pengembangan penyediaan air minum menjadi
suatu keharusan untuk dipenuhi. Oleh karena itu, rencana penyediaan air minum
menjadi suatu keharusan bagi pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang
dilayani olehnya.

Pembangunan di Indonesia diselaraskan dengan program SDGs. Salah satu


tujuan SDG’s di tahun 2030 adalah memastikan ketersediaan dan manajemen air
bersih yang berkelanjutan dan sanitasi bagi semua. Pada tahun 2019, program
RPJMN III akan berakhir sebentar lagi, maka program pembangunan dalam gerakan
100-0-100 akan digantikan dengan program baru dari Pemerintah Pusat. Pemerintah
RI akan menuntaskan pembangunan yang belum tercapai di berbagai daerah dan
menyusun dokumen induk yang baru untuk memenuhi ketentuan dalam SDG’s 2030.
Pada lampiran Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 01/PRT/M/2014 tentang
Standar Pelayanan Minimal, Kualitas layanan air minum di akhir tahun 2019 harus
mencapai 81,77%. Artinya, tingkat pelayanan air minum yang layak di suatu
kabupaten/kota haruslah mencakup 4/5 dari total jumlah penduduknya di akhir tahun
2019. Oleh karena itu, proyeksi pelayanan dalam Rencana Induk SPAM terbaru
haruslah mengejar target standar pelayanan minimal yang sudah ditetapkan tahun
2019. Angka 81,77% akan menjadi baseline untuk proyeksi penyediaan air minum
tahun selanjutnya hingga tingkat pelayanan mencapai 100%.

I-1
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Kota Tarakan merupakan sebuah kota di Provinsi Kalimantan Utara. Kota ini
berada di pulau Tarakan. Kota Tarakan sudah menjadi sebuah kota yang cukup besar
mengingat dahulu, kota ini merupakan tempat penghasil minyak bumi. Berdasarkan
Perda No. 04 Tahun 2012 tentang Rencana Detail Tata Ruang Wilayah Kota Tarakan
Periode tahun 2012 – 2032, Kota Tarakan terbagi atas tiga aspek. Aspek pertama
yaitu kawasan strategis Kota dari sudut pandang pertahanan dan keamanan. Aspek
kedua yaitu kawasan strategis dari sudut pandang ekonomi. Aspek ketiga yaitu
kawasan strategis dari sudut pandang daya dukung lingkungan. Berdasarkan ketiga
aspek di atas, Kota Tarakan sangat memerlukan pengelolaan air minum yang baik.
Jika aspek air minum ditinjau dari pertahanan dan keamanan tentunya air sangat
penting untuk menunjang hal tersebut. Sedangkan jika pengelolaan air ditinjau dari
aspek ekonomi dan daya dukung lingkungan tentunya pemenuhan kebutuhan air juga
tidak terlepas dari kedua aspek ini. Bagaimana caranya memenuhi kebutuhan air dari
segi ekonomi tetapi tetap menjaga kelestarian lingkungan dan daya dukung
lingkungan agar tidak terjadi kekurangan air di masa mendatang.

Rencana Induk SPAM merupakan rencana terpadu pengelolaan air minum


tingkat kabupaten Kota. Rencana induk SPAM berkaitan dengan dokumen dokumen
lainnya seperti Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota, Kota Tarakan dalam Angka,
RISPAM Terdahulu, RTRW Kota Tarakan, Kajian Lingkungan Hidup Strategis Daerah
dan kajian kajian lainnya. Tata kelola air minum yang tercantum dalam RISPAM dapat
menggunakan data data yang sudah disebutkan tadi sebagai dasar perencanaan
selama 20 tahun ke depan. Penyelesaian masalah air minum ini memerlukan
pendekatan komprehensif dan melibatkan semua pemangku kepentingan. Oleh karena
itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Tarakan menyelenggarakan paket
pekerjaan jasa konsultansi. Paket pekerjaan jasa konsultansi bernama “Penyusunan
Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI-SPAM) Kota Tarakan”. Kegiatan ini
menjadi pedoman Pemerintah Kota Tarakan dalam pengelolaan air minum. Hal ini
mengoptimalkan pengelolaan dan manfaat bagi penyediaan air minum. Dengan
pengelolaan air minum yang baik, pembangunan Kota Tarakan yang berwawasan
lingkungan dan berkelanjutan dapat terwujud.

1.2. Maksud dan Tujuan


1.2.1. Maksud

Maksud dari pekerjaan ini adalah membuat suatu arahan yang terencana bagi
seluruh pemangku kepentingan dalam perencaan pemenuhan kebutuhan air minum dan

I-2
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

pengelolaan air minum di Kota Tarakan yang dapat menjadi pedoman pengembangan
SPAM di Kota Tarakan dari tahun 2020 - 2040. Rinciannya adalah sebagai berikut:

1) Mengidentifikasi kebutuhan air minum pada daerah studi perencanaan.


2) Membantu Pemerintah Kota Tarakan dalam menyusun rencana induk
pengembangan SPAM di daerahnya.
3) Mengetahui program yang dibutuhkan untuk pencapaian target pelayanan
SPAM yang terukur pada setiap tahapan rencana (setiap 5 tahun).
4) Memberikan masukan bagi pemerintah pusat, Provinsi Kalimantan Utara
dan Kota Tarakan dalam upaya mengembangkan prasarana dan srana air
minum di Kota Tarakan melalui program yang berkelanjutan serta terpadu
dengan prasarana dan sarana sanitasi lingkungan.
5) Mengevaluasi, updating data dan informasi terbaru mengenai kebutuhan air
masyarakat dan keberadaan sumber air di Wilayah Kota Tarakan.
6) Mengevaluasi potensi air baku bagi penyediaan air bersih yang bersumber
dari air permukaan, air tanah dangkal, air tanah dalam serta mata air di Kota
Tarakan.
7) Mengevaluasi dan menyusun perencanaan dasar penyediaan dan
pemanfaatan air baku.
1.2.2. Tujuan

Tujuan dari kegiatan Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum
(RISPAM) Kota Tarakan adalah:
1. Menghasilkan dokumen perencanaan induk pengembangan SPAM yang akan
dapat menjadi pedoman penyelenggaraan pengembangan SPAM di Kota
Tarakan hingga 20 tahun ke depan (2039) dan nantinya dilegalisasi melalui
Peraturan Walikota Tarakan tentang Pengelolaan Air Minum Kota Tarakan.
2. Tersedianya pedoman bagi pengambilan dan pemanfaatan sumber air bersih.
3. Terpenuhinya kebutuhan air bersih dalam jumlah yang cukup dengan kualitas
yang memenuhi persyaratan air minum bagi masyarakat sepanjang tahun.

1.3. Sasaran
Sasaran dari kegiatan Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
Minum (RISPAM) Kota Tarakan adalah:

I-3
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

1. Tersedianya sumber-sumber air baku yang bisa dimanfaatkan untuk


pemenuhan kebutuhan air bersih yang bersumber dair air permukaan, air
tanah dangkal dan air tanah dalam serta mata air.
2. Tersedianya peta digital potensi potensi sumber sumber air bersih di Kota
Tarakan dalam format SIG (Sistem Informasi Geografis)
3. Tersedianya rencana pengelolaan air bersih bagi masyarakat
4. Tersusunnya rencana anggaran investasi dalam penyediaan sarana air
bersih.

1.4. Lingkup Kegiatan


A. Kondisi Umum Daerah
1. Mengumpulkan data sekunder sebagai dasar perencanaan dalam
penyusunan evaluasi kondisi wilayah di Kota Tarakan meliputi :
a. Fungsi strategis kawasan disesuaikan Rencana Tata Ruang Wilayah
b. Data gambaran umum dan peta topografi, hidrologi sumber air baku,
klimatografi, fisiografi dan geologi di Pulau Tarakan
c. Data demografi dan kependudukan dalam kurun waktu sepuluh tahun
terakhir
d. Data sosial ekonomi, kesehatan dan sanitasi lingkungan
e. Data sarana dan prasarana kota yang ada dan terkait dengan air
minum
2. Mengevaluasi kondisi wilayah yang bertujuan untuk mengetahui karakter,
fungsi strategis dan konteks regional wilayah yang bersangkutan

B. Kondisi SPAM Eksisting


1. Mengumpulkan data terkait SPAM Kota Tarakan meliputi :
a. Teknis
b. Kinerja Pelayanan
c. Tingkat Pelayanan
d. Periode Pelayanan
e. Kinerja Unit Produksi dan Distribusi
f. Jumlah Unit Produksi dan Distribusi
g. Standar Operasional Prosedur Unit Produksi dan Distribusi
h. Tingkat Kebocoran
i. Kondisi Lembaga Pengelola SPAM
j. Realisasi dan rencana pendanaan di bidang air minum

I-4
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

2. Mengevaluasi kondisi eksisting SPAM yang dilakukan dengan


menginventarisasi peralatan dan perlengkapan sistem penyediaan air
minum eksisting
3. Mengidentifikasi permasalahan SPAM, hal-hal yang perlu diidentifikasi
yaitu:
a. Ketersediaan air baku
b. Tingkat dan cakupan pelayanan yang ada
c. Kinerja pelayanan
d. Tingkat kebocoran
e. Konerja kelembagaan, sumber daya manusia dan keuangan.
C. Kriteria Perencanaan
Kriteria perencanaan SPAM mencakup kriteria teknis yang ditetapkan
dalam peraturan perundangan dan pedoman perencanaan SPAM dari
kementerian teknis terkait serta kriteria yang ada dalam Standar Nasional
Indonesia BSN. Standar pelayanan ditetapkan berdasarkan tingkat
pelayanan terakhir yang telah dicapai, kemudian standar pelayanan
ditingkatkan hingga mencapai Standar Pelayanan Minimal yang berlaku di
Peraturan Pemerintah No. 65 Tahun 2005. Standar Pelayanan ditingkatkan
secara gradual hingga perencanaan RISPAM 20 tahun ke depan setidaknya
mencapai 100% sesuai target SDGs.

D. Proyeksi Kebutuhan Air


Kebutuhan air minum diproyeksikan seiring dengan peningkatan jumlah
penduduk. Proyeksi air minum ini bertujuan untuk menghitung kenaikan
jumlah air hingga 20 tahun ke depan sehingga rencana program penyediaan
air minum selaras dengan kebutuhan yang ada.

E. Potensi Air Baku


Potensi air baku dipetakan di wilayah perencanaan. Kemudian, hasil
pemetaan tersebut disesuaikan dengan skala prioritas kebutuhan air minum
berdasarkan proyeksi kebutuhan air minum dalam tahapan tahapan tertentu.
Penggunaan sumber air baku sudah dipastikan memperoleh izin tertulis
dalam bentuk SIPA (Surat Izin Pemakaian Air) dari instansi terkait. Kapasitas
sumber air baku didata kemudian hasil data tersebut diplotkan dengan
daerah perencanaan dan pemenuhan kebutuhan air minum dalam tahapan
mendesak, menengah dan jangka panjang.

I-5
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

F. Rencana Pengembangan SPAM


Penyusunan rencana induk Sistem Penyediaan Air Minum meliputi
identifikasi permasalahan dan kebutuhan air untuk pengembangan
pelayanan, estimasi kebutuhan air dan ketersediaan air baku. Perencanaan
sistem transmisi air baku dan sistem distribusi air minum. Sistem transmisi
meliputi perpipaan induk air baku dari sumber menuju reservoir distribusi.
Sistem distribusi meliputi reservoir distribusi, jaringan pipa distribusi,
penanaman pipa dan tata letak jaringan serta analisis SPAM perpipaan dan
non-perpipaan.

G. Rencana Pendanaan SPAM


Rencana pendanaan SPAM meliputi indikasi besar investasi awal sistem,
sumber-sumber pembiayaan dan pola pembiayaan. Perhitungan investasi
awal mencakup seluruh komponen pekerjaan RISPAM. Komponen tersebut
meliputi perencanaan, pembangunan fisik, perpajakan, penyediaan lahan
dan perizinan. Sumber-sumber pembiayaan dapat diperoleh dari APBN
murni, Dana Alokasi Khusus, APBD Provinsi dan Kota serta sumber di luar
Pemerintahan seperti CSR dan hibah.

H. Rencana Pengembangan Kelembagaan Pengelola SPAM


Rencana pengembangan kelembagaan SPAM meliputi struktur
organisasi dan peraturan yang mendasari TUPOKSI lembaga tersebut,
lembaga pemerintahan di bawah Dinas atau UPT, lembaga masyarakat
dalam bentuk PAMSIMAS, badan usaha berupa perusahaan daerah air
minum yang ditunjuk oleh Pemerintah Kota Tarakan.

1.5. Keluaran Pelaksanaan Pekerjaan


Keluaran yang diharapkan dari penyusunan RISPAM ini adalah tersedianya
dokumen Rencana Induk SPAM Kota Tarakan yang siap untuk ditindaklanjuti oleh
penyelenggara SPAM Pemerintah Kota Tarakan untuk menjadi dokumen legal
Pemerintah Kota Tarakan yang meliputi:

a. Kondisi Umum Daerah


b. Kondisi SPAM Eksisting
c. Kriteria Perencanaan
d. Proyeksi Kebutuhan Air

I-6
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

e. Potensi Air Baku


f. Rencana Pengembangan SPAM
g. Rencana Pendanaan
h. Pengembangan Kelembagaan Pengelola SPAM

1.6. Sistematika Penulisan Laporan


Laporan Akhir Rencana Induk Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum
(RI-SPAM) Kota Tarakan terdiri atas sembilan (9) Bab yang berisi:

Bab I Pendahuluan
Bab ini akan menguraikan tentang latar belakang, maksud dan tujuan, sasaran,
lingkup kegiatan, lokasi perencanaan dan keluaran yang diharapkan.

Bab II Gambaran Umum Wilayah


Bab ini akan menguraikan deksripsi lokasi studi yang meliputi kondisi fisik dasar,
kependudukan, kepadatan, wilayah terbangun, kondisi sarana dan prasarana
serta kondisi sosial ekonomi budaya Kota Tarakan.

Bab III Kondisi Sistem Penyediaan Air Minum Eksisting


Bab ini akan menguraikan kondisi eksisting sistem penyediaan air minum yang
sudah berjalan di Kota Tarakan. Aspek-aspek yang akan ditinjau meliputi aspek
teknis dan non teknis. Aspek teknis meliputi skema SPAM yang sudah berjalan.
Aspek non teknis berupa hukum dan peraturan, kelembagaan, peran serta
masyarakat dan finansial.

Bab IV Kriteria Perencanaan


Bab ini menguraikan kriteria teknis, metode dan standar pengembangan SPAM.
Kriteria ini terbagi atas teknis dan non teknis. Kriteria bersifat teknis akan
membahas periode perencanaan, standar pemakaian air, proyeksi kebutuhan
air, penanggulangan kehilangan air, pengaturan ulang skema SPAM yang
optimal. Kriteria bersifat non teknis akan membahas peraturan perundangan
yang mendukung SPAM, bentuk lembaga pengelola, pembiayaan dan peran
serta masyarakat sebagai pengelola PAMSIMAS.

Bab V Proyeksi Kebutuhan Air


Bab ini akan menguraikan proyeksi penduduk dan proyeksi kebutuhan air minum,
rencana daerah pelayanan dalam bentuk tahapan mendesak, menengah dan
jangka panjang, rencana pemanfaatan tata ruang wilayah Kota Tarakan untuk

I-7
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

sumber-sumber air baku dan unit produksi air minum. Periode perencanaan
diplot dari tahun 2020 hingga tahun 2040.

Bab VI Potensi Air Baku


Bab ini menguraikan potensi sumber air baku yang tersedia di wilayah Kota
Tarakan. Sumber-sumber air baku ini dapat dimanfaatkan untuk pengembangan
SPAM Kota Tarakan sampai akhir tahun perencanaan.

Bab VII Rencana Induk dan Pra Desain Pengembangan SPAM


Bab ini menguraikan pola pemanfaatan tata ruang wilayah Kota Tarakan,
pengembangan daerah pelayanan, rencana pentahapan perluasan pelayanan air
minum dan skenario pengembangan SPAM Kota Tarakan.

Bab VIII Analisis Keuangan


Bab ini menguraikan besaran nilai investasi dan pola pembiayaan SPAM.
Pembiayaan disesuaikan dengan pentahapan di bab sebelumnya. Sumber
pendanaan dapat disesuaikan dari berbagai pihak seperti dari APBN Murni, Dana
Alokasi Khusus, APBD Provinsi dan Kota, pinjaman perbankan yang dilakukan
oleh BUMD air minum dan investasi mandiri dari BUMD / BLUD sebagai
pengelola air minum. Semua skenario pendanaan akan dimasukkan dalam
simulasi perhitungan tarif ideal air minum sebagai langkah analisis finansial. Bab
ini juga memperhitungkan kelayakan finansial dan besaran tarif penyediaan air
minum.
Bab IX Pengembangan Kelembagaan
Bab ini menguraikan bentuk badan pengelola air minum yang akan ditugaskan
sebagai pengelola. Analisis didalamnya mencakup sumber daya manusia,
bentuk lembaga, kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan, program pelatihan
peningkatan kinerja dan karir dan perjanjian kerjasama antar pihak atau lembaga
lain yang terkait dengan penyediaan air minum di Kota Tarakan.

1.7. Landasan Hukum Penyusunan RISPAM Kota Tarakan


Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum Kota Tarakan
berlandaskan peraturan perundangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia.
Beberapa peraturan perundangan yang terkait SPAM diurutkan dari hirarki tertinggi
hingga terbawah dengan rincian sebagai berikut:

a. Undang-Undang No. 11 Tahun 1974 tentang Pengairan


b. Undang-Undang No. 01 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Permukiman

I-8
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

c. Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan


Lingkungan Hidup
d. Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
e. Undang-Undang No. 01 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan
Permukiman
f. Undang-Undang No. 2 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah
Pengganti Undang-Undang No. 2 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Undang-
Undang No. 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-
Undang.
g. Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan
Pengendalian Pencemaran Air
h. Peraturan Pemerintah No. 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan
Penerapan Standar Pelayanan Minimal
i. Peraturan Pemerintah No. 121 Tahun 2015 tentang Pengusahaan Sumber Daya
Air.
j. Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 2016 tentang Perumahan dan Permukiman
k. Peraturan Pemerintah No. 90 Tahun 2016 tentang Badan Peningkatan
Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum
l. Peraturan Pemerintah No. 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah
m. Peraturan Presiden No. 90 Tahun 2016 tentang Badan Peningkatan
Penyelenggara Sistem Penyediaan Air Minum
n. Peraturan Presiden No. 59 Tahun 2017 tentang Pembangunan Berkelanjutan
o. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 71 Tahun 2016 tentang Perhitungan Tarif
Air Minum.
p. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No.
29./PRT/M/2018 Tahun 2018 tentang Standar Teknis Pelayanan Minimal
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
q. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 19/PRT/M/2016 Tahun 2016 tentang
Pemberian Dukungan oleh Pemerintah Pusat dan/atau Pemerintah Daerah
Dalam Kerjasama Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum
r. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 25/PRT/M/2016
Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air
Minum Untuk Memenuhi Kebutuhan Sendiri oleh Badan Usaha
s. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 27/PRT/M/2016
Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum

I-9
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

t. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 36/PRT/M/2016


Tahun 2016 tentang Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Badan
Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum dan Sekretariat
Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum
u. Peraturan Daerah Kota Tarakan No. 04 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Kota Tarakan Tahun 2012 - 2032
v. Peraturan Daerah Kota Tarakan No. 01 tentang Perusahaan Daerah Air Minum
Kota Tarakan
w. Peraturan Daerah Kota Tarakan No. 12 Tahun 2019 tentang Penyertaan Modal
Pemerintah Daerah Pada Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Alam
Tarakan
x. SNI 7509:2011 tentang Tata Cara Perencanaan Teknik Jaringan Distribusi Air
Minum dan Unit Pelayanan Sistem Penyediaan Air Minum

I - 10
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

BAB II
GAMBARAN UMUM WILAYAH
RENCANA INDUK SPAM KOTA TARAKAN
2.1 KONDISI FISIK DAERAH

2.1.1 IKLIM

Secara geografis, Kota Tarakan terletak di 3°14'30" - 3°26'37" Lintang Utara


117°30'50" - 117°40'12" Bujur Timur (BPS Kota Tarakan 2018). Kota Tarakan
merupakan pengembangan dari Kabupaten Bulungan dengan dasar hukum Undang-
undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 1997 tentang Pembentukan Kotamadya
Daerah Tingkat II Tarakan. Saat ini, Kota Tarakan memiliki empat Kota Kecamatan, yaitu
Kecamatan Tarakan Utara, Kecamatan Tarakan Barat, Kecamatan Tarakan Timur dan
Kecamatan Tarakan Tengah. Batas batas wilayah Kota Tarakan adalh sebagai berikut:

 Sebelah Barat : Kabupaten Bulungan


 Sebelah Utara : Kabupaten Bulungan dan Tana Tidung
 Sebelah Selatan : Kabupaten Bulungan
 Sebelah Timur : Laut Sulawesi

Berdasarkan Undang-undang No. 20 Tahun 1997, pada awalnya Kota


Tarakan terbagi atas tiga Kecamatan, yaitu Kecamatan Tarakan Barat, Kecamatan
Tarakan Tengah dan Kecamatan Tarakan Timur. Kemudian, Pemerintah Kota
Tarakan menerbitkan PERDA Kota Tarakan No. 23 Tahun 1999 tentang
Pembentukan Kecamatan Tarakan Utara, sehingga jumlah Kota Kecamatan Tarakan
hingga saat berjumlah empat (4) Kota Kecamatan.

Luas wilayah Kota Tarakan sebesar 657,33 km2 dengan luas daratan seluas
250,80 km 2 dan lautan seluas 406,53 km 2. Sesuai PERDA Kota Tarakan No. 23 Tahun
1999, Kota Tarakan terbagi empat wilayah kecamatan. Pusat pemerintahan Kota
Tarakan berada di Kecamatan Tarakan Barat. Rincian luasan dan elevasi tanah
masing-masing kecamatan di Kota Tarakan dapat dilihat pada Tabel 2.1. berikut ini:

II - 1
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel 2.1 Luas Masing-masing Kecamatan di Kota Tarakan

Luas daratan Luas lautan Luas Wilayah


No Kecamatan
Km2 Km2 Km2

1 Tarakan Timur 58,01 299,69 357,70

2 Tarakan Tengah 55,54 28,46 84,00


3 Tarakan Barat 27,89 18,46 46,35

4 Tarakan Utara 109,36 59,62 169,28

Kota Tarakan 250,80 406,53 657,33


Sumber: Tarakan dalam Angka, 2018

Kota Tarakan beriklim tropis. Kota Tarakan mempunyai musim yang hampir
sama dengan wilayah Indonesia, yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Musim
penghujan terjadi pada bulan Oktober hingga bulan April sedangkan musim kemarau
berlangsung pada bulan April hingga bulan Oktober. Keberlangsungan dua musim ini
terus terjadi setiap tahun dan di antara bulan tersebut, ada musim peralihan dari musim
penghujan ke kemarau dan juga musim kemarau ke penghujan. Kota Tarakan juga
dipengaruhi oleh iklim laut sehingga terkadang memiliki pola tidak menentu sehingga
terkadang saat panas sangat terik, di sore hari dapat terjadi hujan akibat proses
kondensasi di atmosfer.
a. Klimatologi
Kota Tarakan memiliki temperatur udara rata-rata 27,59°C pada tahun
2018. Temperatur maksimal di Kota Tarakan adalah 31,73°C dan temperature
minimal adalah 24,45°C. Kelembaban udara rata rata di Kota Tarakan adalah
83,51% pada tahun 2018. Kelembaban maksimum berada di posisi 99,09% dan
minimum 54,58%. Tekanan udara di Kota Tarakan sebesar 1.011,10 milibar
dengan kecepatan angin rata-rata 6 knot. Penyinaran matahari mencapai 66,00
persen. Rata-rata curah hujan adalah 334,00 mm dengan rata-rata hari hujan
pada tahun 2018 adalah 21 hari. Berikut ini rincian curah hujan dan hari hujan di
Kota Tarakan yang disajikan pada tabel 2.2, yaitu:

Tabel 2.2 Jumlah Curah Hujan dan Hari Hujan Menurut Bulan di Kota Tarakan 2018

No Bulan Curah Hujan (mm) Hari Hujan (hari)


1 Januari 295,00 23
2 Februari 384,00 16
3 Maret 442,00 22
4 April 394,00 26

II - 2
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

No Bulan Curah Hujan (mm) Hari Hujan (hari)


5 Mei 266,00 22
6 Juni 160,00 20
7 Juli 560,00 19
8 Agustus 145,00 18
9 September 288,00 17
10 Oktober 295,00 23
11 November 376,00 23
12 Desember 403,00 22

Sumber: Tarakan dalam Angka, 2019

Adapun data lain terkait iklim di Kota Tarakan adalah temperatur, kelembaban
udara, kecepatan angin dan durasi penyinaran matahari dapat dijelaskan pada
tabel 2.3, yaitu:

Tabel 2.3 Jumlah Curah Hujan dan Hari Hujan Menurut Bulan di Kota Tarakan 2018

Durasi
Tekanan Udara Kecepatan Arah Angin Penyinaran
No Bulan
(milibar) Angin (knot) (derajat)
(%)
1 Januari 1.009,90 6,00 280,00 45,00
2 Februari 1.011,70 6,00 350,00 52,00
3 Maret 1.011,10 5,00 310,00 51,00
4 April 1.010,90 5,00 260,00 58,00
5 Mei 1.010,90 4,00 290,00 70,00
6 Juni 1.010,30 6,00 280,00 59,00
7 Juli 1.010,30 6,00 290,00 59,00
8 Agustus 1.011,20 6,00 150,00 95,00
9 September 1.011,60 6,00 320,00 78,00
10 Oktober 1.012,00 6,00 300,00 85,00
11 November 1.011,60 6,00 310,00 80,00
12 Desember 1.011,10 6,00 300,00 55,00

Sumber: Tarakan dalam Angka, 2019

2.1.2 Kemiringan Lereng

Kota Tarakan merupakan daerah berbentuk pulau. Daerah tertinggi berada di


tengah tengah Pulau Tarakan. Berdasarkan elevasi tanah di atas permukaan laut,
dataran di Kota Tarakan di masing-masing Kecamatan yaitu, Tarakan Timur rata rata

II - 3
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

berelevasi 12 meter, Tarakan Tengah berelevasi rata-rata 15 meter, Tarakan Barat


berelevasi rata-rata 28 meter dan Tarakan Utara berelevasi rata –rata 17 meter.

Berdasarkan tabel 2.1, luas wilayah Kota Tarakan sebesar 657,33 Km2. Luas ini
terbagi atas wilayah daratan dan lautan. Persentase daratan Kota Tarakan mengambil
porsi sebesar 38,15% dari luas keseluruhan. Luas lainnya merupakan lautan sebesar
85,15%. Elevasi rata-rata Kota Tarakan berada di + 18 meter di atas permukaan laut.
Namun, setiap kecamatan di Kota Tarakan memiliki persentase kelerengan yang
berbeda-beda. Persentase luas kelerengan di Kota Tarakan dapat dilihat pada tabel 2.2
berikut ini:

Tabel 2.2 Penyebaran Masing-masing Kelerengan Lahan di Kota Tarakan

Kecamatan (Km2)
Kelas Lereng
Jumlah
(%) Tarakan Tarakan Tarakan Tarakan
Timur Tengah Barat Utara

0–2 29,01 14,09 16,85 61,14 121,09

2,1 – 15 1,98 31,72 7,82 16,52 58,05

15,1 – 40 23,80 9,13 3,22 21,04 57,19

> 40 3,22 0,60 0,00 10,65 14,47

Sumber: Tarakan dalam Angka, 2019

II - 4
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 2.1 Peta Administratif Kota Tarakan


Sumber: RTRW Kota Tarakan, 2012 - 2032

II - 5
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 2.2 Peta Topografi Kota Tarakan


Sumber: RTRW Kota Tarakan, 2012 - 2032

II - 6
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 2.3 Peta Kelerengan Kota Tarakan


Sumber: RTRW Kota Tarakan, 2012 - 2032

II - 7
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

2.1.3. Morfologi (bentuk Lahan)

Kota Tarakan merupakan daerah datar hingga berbukit yang tersebar dalam
beberapa kelas ketinggian. Kawasan pantai Kota Tarakan memiliki kondisi topografi
yang cenderung datar. Luas kota Tarakan pada daerah pengaruh pasang surut sebesar
2.937 ha (11,71%) dengan kelas ketinggian 0-7 meter. Untuk daerah dataran pantai
luasannya mencapai 8.980 ha (35,65%) pada ketinggian 7-25 meter. Kedua kelas
ketinggian ini tersebar mulai garis pantai hingga ke bagian tengah pulau.
Fisiografi Kota Tarakan menjadi lima bagian daerah. Daerah-daerah tersebut
terbagi atas satuan pantai, satuan pasang surut, satuan daratan alluvial, satuan daratan
dan satuan perbukitan. Daerah daerah ini dapat dijabarkan sebagai berikut

a. Endapan Pasir Pantai merupakan daerah punggung pasir dengan luas 863 Ha
dengan mengambil porsi 3,40% dari luas Tarakan. Endapan pasir pantai ini
berada di pantai pesisir timur Kota Tarakan yang berhadapan langsung dengan
Selat Makassar.
b. Rawa Pasang Surut merupakan daerah yang masih dipengaruhi pasang surut air
laut serta ditumbuhi hutan mangrove dan nipah.daerah ini terdapat di sebagian
besar Pantai Kota Tarakan terutama pada bagian utara Tarakan. Luasan daerah
pasang surut seluas 1.573 Ha. Sedangkan luasan total lahan rawa pasang surut
di Kota Tarakan adalah 3.325 Ha atau 13.26% dari luasan Kota Tarakan.
c. Dataran Alluvial merupakan datarn hasil proses sedimentasi di darah muara dan
pedalaman. Daerah ini tersebar dari batas sebelah dalam dekat pantai dan
daerah rawa pasang surut menuju ke bagian pedalaman dengan luas 7.898 Ha.
Persentase luasan dataran alluvial dengan Kota Tarakan adalah 31,49%.
d. Daerah dataran merupakan campuran antara daerah endapan, karst, dataran
basalt dengan bentuk wilayah bergelombang hingga berbukit yang tersebar di
bagian tengah pulau dan memiliki variasi elvasi tanag kurang dari 50 meter dan
kemiringan lahan 20 – 40%. Luas dataran ini adalah 6.107 Ha atau 24.35% dari
keseluruhan Kota Tarakan.
e. Daerah berbukit merupakan derah bukit endapan dan ultra basalt, sistem
punggung sedimen, batuan metamorf dan kerucut vulkanik yang berada
terpotong dengan pola drainase. Satuan ini merupakan wilayah yang
bergelombang (berkontur) hingga agak bergunung-gunung yang memanjang kea
rah barat laut dan tenggara Pulau Tarakan. Luasan daerah berbukit sebesar
6.897 ha atau 27,50% dari keseluruhan Kota Tarakan.

IV - 8
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Berikut ini merupakan rincian penyebaran dan luas satuan fisiografi yang
dijelakan pada tabel 2.3

Tabel 2.3 Luas dan Penyebaran Masing-masing Ketinggian Daratan Tarakan


Luas Wilayah (m2)
Satuan
No Tarakan Tarakan Tarakan Tarakan Jumlah
Fisiografi
Timur Tengah Barat Utara
Pantai (Beach) 863
1 - 188 652 13
(3,40%)
Rawa Pasang Surut 3.325
2 906 62 784 1.573
(Tidal Swamp) (13,26%)
Dataran Alluvial 7.898
3 777 1.203 1.270 4.648
(Alluvial Plain (31,49%)
Dataran (Plain) 6.107
4 791 3.221 202 1.893
(24,35%)
Perbukitan (Hill) 6.897
5 315 880 2.893 2.809
(27,60%)
25.080
JUMLAH 2.789 5.554 5.801 10.936
(100%)
Sumber: Kantor Pertanahan Kota Tarakan, 2018

Wilayah daratan Kota Tarakan tergolong tipe iklim tropika humida. Tipe tanah
tropika humida dapat digolongkan ke dalam tanah yang bereaksi asam. Jenis tanah
Kota Tarakan didominasi oleh tanah latosol dengan luas 14.454 Ha. Tanah tipe latosol
ini tersebar di bagian tengah pulau dan melingkupi empat kecamatan di dalamnya.
Jenis tanah lainnya adalah podsolik yang penyebaran memanjang pada bagian barat
laut ke tenggara. Luas tanah podsolik ini seluas 6.897 Ha. Selain itu, tanah alluvial
juga ada di Tarakan dengan luasan 3.290 Ha dengan lokasi penyebaran tanah ini
berada di bagian barat, utara dan selatan pulau Tarakan. Jenis tanah terakhir adalah
organosol. Tanah jenis ini berada di Kecamatan Tarakan Barat mulai dari perbatasan
sebelah dalam tanah alluvial hingga tanah latosol di bagian tengah pulau Tarakan.

IV - 9
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 2.6 Peta Jenis Tanah Kota Tarakan


Sumber: RTRW Kota Tarakan, 2012 - 2032

II - 10
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

2.1.4 Geologi

Kota Tarakan merupakan bagian dari tiga (3) cekungan tersier utama dari
Kalimantan bagian timur. Cekungan ini merupakan bagian dari continental margin
Kalimantan yang membujur dari utara ke selatan. Tiga cekungan itu adalah Cekungan
Tarakan, Cekungan Kutai dan Cekungan Barito. Cekungan-cekungan ini dicirikan
dengan hadirnya batuan sedimen klastik sebagai penyusun dominan. Batuan sedimen
ini berukuran halus sampai kasar dengan kandungan endapan karbonat.

Cekungan Tarakan terdiri atas daratan dan kawasan lepas pantai. Bagian utara
cekungan ini dibatasi oleh tinggian Semporna. Tinggian Semporna terletak pada
perbatasan Indonesia – Malaysia bagian utara. Sedangkan bagian selatan, Punggungan
Mangkalihat memisahkan antara Cekungan Tarakan dan Cekungan Kutai. Arah
pemisahan berada di barat dan terdiri atas daratan sejauh 60 km sampai 100 km dari
tepi pantai. Cekungan ini diketahui juga melewati dangkalan benua dari laut Sulawesi.
Cekungan Tarakan ini menjadi bagian pusat pengendapan sedimen yang berasal dari
timur laut Dangkalan Sunda. Pusat pengendapan ini diperkirakan terjadi selama zaman
Kenozoikum.

Proses pengendapan Cekungan Tarakan dimulai saat proses pengangkatan


dasar laut secara transgresi. Proses ini diperkirakan terjadi saat masa Eosen dan Miosen
awal. Pengangkatan ini bersamaan dengan pengangkatan secara perlahan Tinggian
Kuching dari barat ke timur. Proses pembentukan delta sungai yang tebal relative
bergerak dari arah timur laut berlanjut selaras dengan waktu. Jika dari lingkungan
pengendapan, Cekungan Tarakan terbagi atas empat sub cekungan. Sub cekungan itu
antara lain sebagai berikut
a. Tidung Sub-Basin. Sub cekungan ini terletak di bagian paling utara dan
sebagian besar daratan berkembang di sini. Cekungan ini berisi sedimen
berumur Oligosen sampai Miosen Akhir. Cekungan ini dipisahkan dengan
Berau sub-basin bagian selatan oleh Punggungan laut Sekatak (Sekatak
Ridge)
b. Berau Sub-Basin. Sub cekungan ini terletak di bagian selatan dan sebagian
besar menjadi daratan. Cekungan ini terisi oleh sedimen Eosen Akhir sampai
Miosen Akhir.
c. Tarakan Sub-Basin. Cekungan ini terletak pada bagian tengah dan
merupakan cekungan termuda. Perkembangan cekungan ini dimulai dari

II - 11
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

paling utara lepas pantai dan terisi oleh sedimen dari formasi Tarakan-Bunyu
yang berumur Miosen Akhir.
d. Muara Sub-Basin. Cekungan ini merupakan deposenter paling selatan dan
berkembang kea rah lepas pantai utara Tinggian Mangkalihat. Muara Sub-
Basin terpisah oleh Berau Sub-Basin dan di utara oleh Suikerbrood Ridge,
yaitu tinggian yang berarah barat dan timur.

Pulau Tarakan secara geologis terdiri atas dua (2) satuan besar geologi, yaitu satuan
wilayah perbukitan antiklin dan satuan wilayah daratan. Wilayah daratan terdiri atas
pantai, dataran banjir dan dataran sungai. Masing-masing satuan memiliki karakteristik
geologi yang berbeda-beda. Contohnya hamparan alam, jenis-jenis batuan, hidrogeologi
dan dinamika pergerakan lempeng. Perbukitan di Pulau Tarakan merupakan sebuah
antiklin yang sudah dijelaskan sebelumnya. Antiklin ini bersumbu mulai dari arah Barat
Laut menuju Tenggara. Lapisan ini mengandung batu lempung dan lapisan tipis
batubara berumur tersier yang bersalng-seling satu sama lainnya. Pada bagian adalam
antiklin dapat ditemukan cadangan minyak dan gas bumi. Sebagian batuan lempung ini
bersifat kedap air dan mudah mengembang. Bantuan jenis ini mudah longsor jika
kemiringan lereng agak besar dan mudah tererosi. Batu pasir terdiri atas batuan mineral
kuarsa. Sebagian batu ini bersifat lunak dan mudah tererosi. Sebagian lainnya bersifat
agak keras dan melekat (RTRW Kota Tarakan, 2010 – 2030).

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 2.4 berikut ini:

II - 12
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 2.4 Cekungan Tarakan Kalimantan Utara


Sumber: Core-Lab G&G Evaluation Simenggaris Block, 2018

II - 13
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 2.5 Peta Geologi Kota Tarakan


Sumber: RTRW Kota Tarakan, 2012 - 2032

II - 14
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

2.1.5 Hidrogeologi

Kota Tarakan memiliki topografi gunung dan bukit di tengah pulaunya. Sungai
yang ada mengikuti alur topografi menjadi aliran sungai. Sungai-sungai itu membentang
dari wilayah perbukitan di tengah-tengah pulau, kemudian airnya mengalir menuju alur
sungai-sungai kecil. Sungai-sungai ini hampir tidak pernah kering sepanjang tahun
mengingat Tarakan dipengaruhi juga oleh iklim laut. Banyaknya alur sungai tersebut
yang melewati daerah perkotaan sehingga alur sungai dimanfaatkan sebagai saluran
pembuangan utama (primer) bagi aliran limpasan dan limbah domestik penduduk
setempat.

Daerah sistem drainase dibagi berdasarkan daerah aliran air sungai. Kota
Tarakan terbagi atas 24 Daerah Aliran Sungai (DAS). PU Pengairan membagi 24 DAS
tersebut sebagai saluran pembuangan utama (primer) dan dapat dibagi berdasarkan
aliran sungai seperti yang dijelaskan pada tabel 2.5, yaitu:

Tabel 2.5 Luas dan Debit Daerah Aliran Sungai di Kota Tarakan

Debit Rata- Debit Musim


No Nama Sungai Luas DAS (Ha)
rata (Lps) Kemarau (Lps)
1 Maya 15.066 1.316 -
2 Mangantai 10.422 910 -
3 Selayung 8.336 731 -
4 Siabui 20.492 1.789 -
5 Simaya 17.245 1.506 -
6 Hanjulung 6.634 579 -
7 Binalatung 22.591 1.973 395
8 Kuli 4.268 373 -
9 Slipi 3.821 334 -
10 Amal Baru 3.468 303 -
11 Batu Mapan 3.138 274 -
12 Mentogog Kecil 1.441 126 -
13 Tanjung Batu 2.025 177 -
14 Mentogog 4.944 432 -
15 Karungan 7.054 616 -
16 Nangintan 2.336 204 -
17 Pamusian dan Buaya 23.820 2.080 -
18 Kampung Bugis 5.641 493 99
19 Sesanip 6.676 583 -

II - 15
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

20 Persemaian 14.779 1.290 258


21 Bengawan 12.363 1.080 900
22 Belalung 9.737 850 -
23 Bunyu 7.575 662 -
Semunti Besar dan
24 8.976 784 157
Semunti Kecil

Sumber: 1) Dinas PU Pengairan Kota Tarakan; 2) PDAM Tirta Alam Kota Tarakan, 2019

Pemerintah Kota Tarakan memberikan pembagian wilayah konservasi air tanah


yang digunakan sebagai cadangan air minum. Wilayah konservasi air tanah ini dibagi
menjadi empat wilayah yaitu:
1. Konservasi Mangrove yang berada menyebar di sepanjang Pulau Tarakan
2. Konservasi Mutlak yang berada relatif di kawasan Hutan Lindung (bagian utara
dan tengah) Kota Tarakan
3. Konservasi Pemanfaatan yang berada di bagian Barat dan Timur Kota Tarakan
4. Konservasi Penyangga yang berada di anatar konservasi mutlak dan
pemanfaatannya.

II - 16
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 2.7 Peta Daerah Aliran Sungai Kota Tarakan


Sumber: RTRW Kota Tarakan, 2012 – 2032

II - 17
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 2.8 Peta Konservasi Air Tanah Kota Tarakan


Sumber: RTRW Kota Tarakan, 2012 - 2032

II - 18
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

2.1.6 Kawasan Lindung dan Konservasi Lingkungan

Kawasan lindung di Kota Tarakan memiliki fungsi untuk konservasi lingkungan.


Kawasan ini mempunyai status penting dalam pembangunan perkotaan berwawasan
lingkungan dan berkelanjutan. Kawasan lindung berfungsi untuk melindungi kelestarian
lingkungan hidup. Kelestarian lingkungan hidup didalamnya mencakup sumber daya
alam baik yang baru terbarukan maupun yang tidak terbarukan, sumber daya buatan
dan kawasan bernilai sejarah dan budaya. Demi kepentingan pembangunan
berkelanjutan. Penetapan kawasan lindung didasarkan pada Keppres No. 32 Tahun
1990. Identifikasi kawasan lindung mempertimbangkan beberapa faktor di alam
misalnya, elevasi tanah, kelerengan, kondisi hidrologi serta kawasan-kawasan yang
dinyatakan sebagai kawasan berbahaya secara alamiah maupun kawasan-kawasan
yang sudah ditetapkan sebagai lokasi cagar alam dan taman nasional.

Pengembangan kawasan lindung bertujuan untuk mewujudkan kelestarian


lingkungan hidup, meningkatkan daya dukung lingkungan dan menjaga ekosistem antar
wilayah. Rencana pengembangan kawasan lindung di Kota Tarakan yaitu:
1. Menetapkan kawasan lindung sebesar 30 – 45% dari luas keseluruhan
wilayah Kota Tarakan. Luasan ini meliputi hutan yang berfungsi hutan lindung
di dalam kawasan hutan dan luar kawasan hutan.
2. Mempertahankan kawasan yang merupakan daerah resapan air atau
kawasan yang berfungsi hidrologis untuk menjamin ketersediaan sumber
daya air.
3. Mengendalikan pemanfaatan ruang di luar kawasan sehingga tetap berfungsi
lindung.

Sasaran yang hendak dicapai dalam pengendalian kawasan lindung adala:


1. Tercapainya proporsi luar kawasan lindung Kota Tarakan sebesar 45% dari
luas Kota Tarakan atas dasar kriteria kawasan-kawasan yang berfungsi
sebagai hutan lindung.
2. Tidak adanya alih fungsi kawasan lindung menjadi budidaya.
3. Terjaganya kawasan-kawasan resapan air atau kawasan yang berfungsi
hidrologis.
4. Berkurangnya lahan kritis.
5. Terbentuknya kawasan penyangga di sekitar kawasan lindung dan
konservasi alam.
6. Terkendalinya pemanfaatan sumber daya pada kawasan lindung.

II - 19
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

A. Kawasan Hutan Lindung


Hutan lindung Kota Tarakan pengembangannya diarahkan dengan
batas-batas baru. Pengembangan ini disesuaikan dengan kondisi kontur,
elevasi, jenis vegetasi dan kawasan berbahaya secara geomorfologi. Kawasan
ini membentang dari utara ke selatan Kota Tarakan.

Hutan lindung seluas 6.998,03 Ha berlokasi di empat kecamatan yaitu:


1. Kecamatan Tarakan Barat terdapat di Kelurahan Karang Anyar
2. Kecamatan Tarakan Tengah terdapat di Kelurahan Kampung Satuskip
3. Kecamatan Tarakan Timur terdapat di Kelurahan Kampung Enam
4. Kecamatan Tarakan Utara terdapat di Kelurahan Juata Laut, Kelurahan Juata
Kerikil dan Kelurahan Juata Permai.

B. Kawasan yang Memberikan Perlindungan Terhadap Kawasan di Bawahnya


Kawasan ini memberikan perlindungan terhadap kawasan di bawahnya.
Kawasan ini terdiri atas kawasan resapan air dan kawasan berhutan mangrove.
Kawasan resapan air tersebar di kawasan sekitar hutan lindung di Kecamatan
tarakan Barat, Kecamatan Tarakan tengah, Kecamatan Tarakan Timur dan
Kecamatan Tarakan Utara.

Kawasan pantai berhutan mangrove seluas 1.083 Ha, kawasan ini tersebar di:
1. Kelurahan Karangrejo, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Kelurahan Karang
Harapan di Kecamatan Tarakan Barat.
2. Kelurahan Sebengkok dan Kelurahan Selumit Pantai di Kecamatan Tarakan
Tengah.
3. Kelurahan Lingkas Ujung dan Kelurahan Mamburungan di Kecamatan
Tarakan Timur, dan
4. Kelurahan Juata Laut dan Juata Permai di Kecamatan Tarakan Utara.

C. Kawasan Perlindungan Setempat


Perlindungan setempat atau sempadan terdapat di Kota Tarakan.
Wilayah ini antara lain sempadan sungai, sempadan pantai dan sempadan
waduk / embung. Sempadan pantau seluas 309 Ha dan sempadan sungai seluas
458 Ha. Luas embung persemaian sekitar 13,02 Ha.

II - 20
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

2.2 PENGGUNAAN LAHAN

Penggunaan lahan di Kota Tarakan telah dibagi secara rinci untuk masing-
masing peruntukan. Pola penggunaan lahan di Kota Tarakan dibagi dua arahan pola
ruang. Pertama, arahan pola ruang kawasan lindung dan yang kedua, arahan pola ruang
kawasan budidaya. Berikut ini merupakan rincian perbandingan arahan pola ruang Kota
Tarakan Tahun 2032 yaitu:

Tabel 2.6 Perbandingan Arahan Pola Ruang Kota Tarakan 2030

Luas Luas
No Penggunaan Lahan 2010 Persen (%) No Arahan Pola Ruang 2030 Persen (%)
Lahan (Ha) Lahan (Ha)
A Kawasan Lindung A Kawasan Lindung
1 Hutan Lindung 6,998.01 27.90 A1 Hutan Lindung 6,998.03 27.90
2 Hutan Mangrove 1,019.89 4.07 A2 Ruang Terbuka Hijau -
3 Hutan Kota 481.12 1.92 1 Hutan Mangrove 1,083.52 4.32
4 TPU 1.79 0.01 2 Hutan Kota 2,111.34 8.42
5 Sumber Air Baku 8.76 0.03 3 Taman Kota 10.34 0.04
4 Sabuk Hijau 455.00 1.81
5 Tempat Pemakaman Umum 143.00 0.57
6 Stadion Olah Raga 3.00 0.01
7 Perlindungan Setempat -
A. Sempadan Pantai 309.00 1.23
B. Sempadan Sungai 458.00 1.83
8 Sumber Air Baku 13.02 0.05
9 Pekarangan 3,323.75 13.25
10 Perkantoran 136.08 0.54
11 Perdagangan 306.12 1.22
Jumlah Kawasan Lindung 8,509.57 33.93 Jumlah Kawasan Lindung 15,350.20 61.20
Luas Luas
No Penggunaan Lahan 2010 Persen (%) No Arahan Pola Ruang 2030 Persen (%)
Lahan (Ha) Lahan (Ha)
B Kawasan Budidaya B Kawasan Budidaya
6 Hutan/Kebun Campuran 4,308.86 17.18 B.1 Kawasan Permukiman -
7 Industri 40.65 0.16 1 Permukiman Kepadatan Tinggi 1,768.79 7.05
8 Kawasan Terbangun 1,197.64 4.78 2 Permukiman Kepadatan Sedang 3,007.37 11.99
9 Kebun Campuran 215.90 0.86 3 Permukiman Kepadatan Rendah 93.09 0.37
10 Bandara Udara 151.91 0.61 B.2 Kawasan Perdagangan dan Jasa 459.19 1.83
11 Pelabuhan 7.89 0.03 B.3 Kawasan Pertahanan dan Keamanan 517.11 2.06
12 Perkebunan 87.34 0.35 B.4 Kawasan Bandar Udara 324.00 1.29
13 Pertanian Lahan Kering 978.91 3.90 B.5 Kawasan Perkantoran 136.08 0.54
14 Rawa 16.21 0.06 B.6 Kawasan Pendidikan 55.44 0.22
15 Sarana Olah Raga 25.94 0.10 B.7 Kawasan Industri dan Pergudangan -
16 Semak Belukar 5,976.99 23.83 1 Industri 1,220.49 4.87
17 Tambak 1,707.91 6.81 2 Pergudangan 123.27 0.49
18 Tanah Kosong 1,814.55 7.24 B.8 Kawasan Wisata -
19 TPA Akibabu 0.70 0.00 1 Wisata Pantai 710.13 2.83
20 UPDN Pertamina 22.68 0.09 2 Wisata Agro (Agrowisata) 87.40 0.35
21 Kolam 7.59 0.03 B.9 Kawasan Pertambangan -
1 Wilayah Pertambangan (WP) 9.94 0.04
2 UPDN Pertamina 24.73 0.10
3 Pengggunaan Lainnya 884.10 3.53
B.10 Kawasan Pertanian -
1 Kawasan Peternakan 150.72 0.60
2 Kawasan Perikanan 19.01 0.08
B.11 Sarana dan Prasarana/Fasum-Fasos -
1 Fasum-Fasos 31.94 0.13
2 Sport Center 37.00 0.15
3 TPA Sampah 70.00 0.28
Jumlah Kawasan Budidaya 16,561.66 66.04 Jumlah Kawasan Budidaya 9,729.80 38.80
TOTAL KOTA TARAKAN 25,080.00 100.00 TOTAL KOTA TARAKAN 25,080.00 100.00

Sumber: RTRW Kota Tarakan 2012 - 2032

II - 21
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel 2.7 Rincian Arahan Pola Ruang Kota Tarakan 2032


Arahan Pola Ruang Kota Tarakan Tahun 2030
No Arahan Pola Ruang Luas Lahan (Ha) Persen (%)
A Kawasan Lindung
A1 Hutan Lindung 6,998.03 27.90
A2 Ruang Terbuka Hijau
1 Hutan Mangrove 1,083.52 4.32
2 Hutan Kota 2,111.34 8.42
3 Taman Kota 10.34 0.04
4 Sabuk Hijau 455.00 1.81
5 Tempat Pemakaman Umum 143.00 0.57
6 Stadion Olah Raga 3.00 0.01
7 Perlindungan Setempat/Sempadan -
A. Sempadan Pantai 309.00 1.23
B. Sempadan Sungai 458.00 1.83
8 Sumber Air Baku 13.02 0.05
9 Pekarangan 3,323.75 13.25
10 Perkantoran 136.08 0.54
11 Perdagangan 306.12 1.22
Jumlah Kawasan Lindung 15,350.20 61.20
No Arahan Pola Ruang Luas Lahan (Ha) Persen (%)
B.1 Kawasan Permukiman
1 Permukiman Kepadatan Tinggi 1,768.79 7.05
2 Permukiman Kepadatan Sedang 3,007.37 11.99
3 Permukiman Kepadatan Rendah 93.09 0.37
B.2 Kawasan Perdagangan dan Jasa 459.19 1.83
B.3 Kawasan Pertahanan dan Keamanan 517.11 2.06
B.4 Kawasan Bandar Udara 324.00 1.29
B.5 Kawasan Perkantoran 136.08 0.54
B.6 Kawasan Pendidikan 55.44 0.22
B.7 Kawasan Industri dan Pergudangan -
1 Industri 1,220.49 4.87
2 Pergudangan 123.27 0.49
B.8 Kawasan Wisata -
1 Wisata Pantai 710.13 2.83
2 Wisata Agro (Agrowisata) 87.40 0.35
B.9 Kawasan Pertambangan -
1 Wilayah Pertambangan (WP) 9.94 0.04
2 UPDN Pertamina 24.73 0.10
3 Pengggunaan Lainnya 884.10 3.53
B.10 Kawasan Pertanian -
1 Kawasan Peternakan 150.72 0.60
2 Kawasan Perikanan 19.01 0.08
B.11 Sarana dan Prasarana/Fasum-Fasos -
1 Fasum-Fasos 31.94 0.13
2 Sport Center 37.00 0.15
3 TPA Sampah 70.00 0.28
Jumlah Kawasan Budidaya 9,729.80 38.80
TOTAL KOTA TARAKAN 25,080.00 100.00
Sumber: RTRW Kota Tarakan 2012 - 2032

II - 22
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

2.3 KONDISI SARANA DAN PRASARANA

2.3.1 Air Limbah


Utilitas air limbah dapat juga menjadi pertimbangan dalam penyusunan
perencanaan daerah. Dalam penyusunan RTRW Kota Tarakan, pengelolaan air limbah
dimasukkan dalam RTRW Kota Tarakan untuk mencegah pencemaran lingkungan dan
penularan penyakit melalui media air buangan. Pengelolaan air limbah termasuk di
dalamnya kegiatan pembuangan limbah domestik maupun non domestik. Berikut ini
merupakan volume timbulan air limbah di Kota Tarakan yang proyeksikan dari tahun
2020 hingga 2032.

Tabel 2.8 Perkiraan Volume Air Limbah Tahun 2020

Arahan Daya Volume Air Limbah


Pusat Pelayanan Kota/Sub
No Tampung Ruang Limbah Rumah Limbah Tinja
Pusat Pelayanan Kota
(Jiwa) Tangga (m3) (m3)
1 Pusat Pelayanan Kota Lama 134.131 107.304 46.945
a. Sub PPK Lama Barat 83.388 66.710 29.185
b. Sub PPK Lama Selatan 16.070 12.856 5.624
c. Sub PPK Lama Timur 34.673 27.738 12.135
2 Pusat Pelayanan Kota Baru 136.002 108.849 47.621
a. Sub PPK Baru Utara 60172 48.137 21.060
b. Sub PPK Baru Timur 14.480 11.584 5.068
c. Sub PPK Baru Selatan 61.140 49.128 21.493
Kota Tarakan 270.193 216.154 94.567

Sumber: RTRW Kota Tarakan, 2012 - 2032

Tabel 2.9 Perkiraan Volume Air Limbah Tahun 2025

Arahan Daya Volume Air Limbah


Pusat Pelayanan Kota/Sub
No Tampung Ruang Limbah Rumah Limbah Tinja
Pusat Pelayanan Kota
(Jiwa) Tangga (m3) (m3)
1 Pusat Pelayanan Kota Lama 153.411 122.728 53.693
a. Sub PPK Lama Barat 95.374 76.299 33.380
b. Sub PPK Lama Selatan 18.380 14.704 6.433
c. Sub PPK Lama Timur 39.657 31.725 13.879
2 Pusat Pelayanan Kota Baru 155.621 124.496 54.467
a. Sub PPK Baru Utara 68.822 55.057 24.087
b. Sub PPK Baru Timur 16.652 13.249 5.796
c. Sub PPK Baru Selatan 70.237 56.189 24.582
Kota Tarakan 309.032 247.225 108.161

Sumber: RTRW Kota Tarakan, 2012 - 2032

II - 23
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel 2.10 Perkiraan Volume Air Limbah Tahun 2030

Arahan Daya Volume Air Limbah


Pusat Pelayanan Kota/Sub
No Tampung Ruang Limbah Rumah Limbah Tinja
Pusat Pelayanan Kota
(Jiwa) Tangga (m3) (m3)
1 Pusat Pelayanan Kota Lama 171.202 136.961 59.920
a. Sub PPK Lama Barat 106.435 85.148 37.252
b. Sub PPK Lama Selatan 20.511 16.408 7.178
c. Sub PPK Lama Timur 44.256 35.404 15.489
2 Pusat Pelayanan Kota Baru 173.670 138.936 60.784
a. Sub PPK Baru Utara 76.804 61.443 26.881
b. Sub PPK Baru Timur 18.482 14.785 6.468
c. Sub PPK Baru Selatan 78.384 62.707 27.434
Kota Tarakan 344.872 275.897 120.705

Sumber: RTRW Kota Tarakan, 2012 - 2032

Berdasarkan tabel besarnya perkiraan timbulan air limbah di atas, pengelolaan air
limbah memerlukan perencanaan penyediaan utilitas pengolah air limbah. Utilitas ini
dapat berupa saluran terbuka maupun saluran tertutup. Pada umumnya saluran terbuka
lebih disukai karena biaya konstruksinya relatif lebih murah dan operasi pemeliharaan,
pembersihan dan pengawasan juga lebih mudah dibandingkan saluran tertutup. Akan
tetapi saluran terbuka rentan gangguan dari luar termasuk masuknya air hujan ke dalam
saluran dan aliran akhirnya masuk ke dalam saluran pembuangan drainase. Sehingga,
saluran air buangan tipe tertutup lebih disarankan untuk dibangun. Hal-hal yang perlu
diperhatikan dalam perencanaan sistem aliran air buangan yaitu:

a. Saluran direncanakan terletak pada lahan cukup luas.


b. Tidak ada kekhawatiran masukan air dan tambahan pengotor dari luar sistem
c. Tidak banyak adanya jembatan sungai di sepanjang saluran air limbah
d. Diperkirakan tidak banyak mengalami gangguan dan kerusakan akibat posisi
peletakannya.

Sistem pengelolaan air limbah dapat dibedakan menjadi dua sistem, yaitu sistem
setempat (on site sanitation) dan sistem terpusat (off site sanitation. Untuk pengelolaan
air limbah Kota Tarakan, sistem terpilih adalah sistem on site sanitation baik secara
individual maupun secara komunal di setiap rumah tangga. Khusus untuk kecamatan
dengan kepadatan penduduk yang tinggi di Kota Tarakan seperti Sub PPK Kota Lama
Barat, Sub PPK Kota Baru Utara, Sub PPK Kota Baru Selatan, daerah-daerah ini
diearahkan pada on site sanitation tipe komunal.

II - 24
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

2.3.2 Instalasi Pengolahan Limbah Domestik dan Industri


Timbulan air limbah di Kota Tarakan diproyeksikan akan mencapa 15.419.594
m3 pada tahun 2030. Timbulan air limbah tersebut harus didalurkan dan diolah dengan
baik. Jika air limbah tersebut tidak dikelola dengan benar, maka limbah cair ini berpotensi
mencemari lingkungan berupa pencemaran tanah dan badan air penerima. Hal ini akan
menimbulkan dampak kesehatan seperti penyebaran penyakit yang disebabkan oleh
pencemaran air seperti diare, muntaber dan lain lain.

Rencana Pemerintah Kota Tarakan dalam penanganan air limbah domestik ini adalah:

a. Penyusunan Outline Plan dan DED IPAL/ IPLT untuk limbah domestik Kota
Tarakan.
b. Pembangunan unit terpadu tangki septik komunal di berbagai lokasi.
c. Pengembangan sistem offsite sanitation di daerah-daerah yang berpotensi secara
teknis dan ekonomis memungkinkan dibangun sistem SPAL-D
d. Revitalisasi dan Pemanfaatan IPAL di Karang Rejo dan Selumit Pantai dan IPLT
Karang Harapan yang telah terbangun.
e. Pembangunan saluran penampung buangan rumah tangga dan pembangunan
IPAL Domestik.
f. Penambahan MCK umum di daerah pedesaan yang minim sekali dengan sarana
sanitasi dan daerah perkotaan padat penduduk dan kumuh.
g. Peningkatan peran serta masyarakat untuk berpartisipasi membangun dan
menggunakan MCK Pribadi maupun umum. Hal ini bertujuan untuk mengurangi
beban limbah domestik yang dibuang langsung ke badan air penerima.

Rencana Pemerintah Kota Tarakan dalam penanganan air limbah non-domestik adalah:
a. Pembangunan SPAL-D dan IPAL Terpadu kawasan untuk wilayah industri
b. Pembangunan dan optimalisasi IPAL industri yang telah terbangun
c. Pembangunan IPAL-IPAL terpadu untuk industri usaha kecil dan menengah
d. Penerapan sistem manajemen lingkungan dalam bentuk PROPER industri
e. Peningkatan peran serta pelaku industri dalam pengelolaan air limbah
f. Penerapan Program Manager Pengendali Polusi (MPP) atau Environmental
Pollution Control Manager ECPM di industri
g. Pemeriksaan secara ketat effluent standard dan stream standard sesuai
peraturan yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat dan Daerah

II - 25
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 2.9 Peta Sistem Pembuangan Limbah


Sumber: RTRW Kota Tarakan, 2012 - 2032

II - 26
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 2.10 Peta Lokasi IPAL


Sumber: RTRW Kota Tarakan, 2012 – 2032

II - 27
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

2.3.3 Persampahan
Pengelolaan persampahan di Kota Tarakan juga diproyeksikan dari tahun 2012
hingga tahun 2032. Perkiraan daya tampung dalam tata ruang Kota Tarakan, daya
tampung ini diperinci di masing-masing PPK dan Sub PPK. Daya tampung ini meliputi
volume buangan sampah menurut jumlah tampungannya. Pada tahun 2032, proyeksi
volume sampah yang dihasilkan Kota Tarakam adalah sebesar 150.604 m3. Volume ini
setara dengan 413 m3/hari. Buangan sampah yang cukup besar ini berpotensi
menimbulkan bencana jika tidak dilakukan penangan dengan baik. Penanganan sampah
dimulai dari sumber sampah, penampungan sementara, penngangkutan dan
pembuangan sampahnya di Tempat Pemrosesan Sampah Akhir.

Arahan penentuan kebutuhan penyediaan sarana dan prasarana persampahan


sangat bergantung dalam sistem pengelolaan sampahnya. Penentuan kebutuhan saran
dan prasarana persampahan di analisis berdasarkan proyeksi penduduk hingga tahun
ke-n kemudian dikalikan rata-rata timbulan sampah yang dihasilkan oleh pendudukdi
Kota Tarakan. Tabel-tabel berikut ini menggambarkan perkiraan volume sampah dan
kebutuhan sarana dan prasarana persampahan.

Tabel 2.11 Proyeksi Prasarana Persampahan di Kota Tarakan Tahun 2020


Volume Air Timbulan
Volume Air Timbulan Sampah
Arahan Sampah
Pusat Pelayanan Daya Sampah Sampah
No Kota/Sub Pusat Tampung Tong Gerobak Kontainer Truk
Rumah Rumah
Pelayanan Kota Ruang Sampah Sampah Sampah Sampah
(Jiwa) Tangga Tangga
M3 M3 (Unit) (Unit) (Unit) (Unit)
Pusat Pelayanan
1 134.131 34.270 6.854 6.707 31 3 1
Kota Lama
Sub PPK Lama
a. 21.306 4.261 4.261 4.169 19 2 1
Barat
Sub PPK Lama
b. 4.106 821 821 804 4 - -
Selatan
Sub PPK Lama
c. 8.859 1.772 1.772 1.734 8 1 -
Timur
Pusat Pelayanan
2 136.002 34.764 6.953 6.804 30 4 2
Kota Baru
Sub PPK Baru
a. 15.374 3.075 3.075 3.009 13 2 1
Utara
Sub PPK Baru
b. 3.700 740 740 724 3 1 1
Timur
Sub PPK Baru
c. 15.690 3.138 3.138 3.071 14 2 1
Selatan
Kota Tarakan 344.872 69.034 13.807 13.511 61 7 3

Sumber: RTRW Kota Tarakan, 2012 - 2032

II - 28
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel 2.12 Proyeksi Prasarana Persampahan di Kota Tarakan Tahun 2025


Volume Air Timbulan
Volume Air Timbulan Sampah
Arahan Sampah
Pusat Pelayanan Daya Sampah Sampah
No Kota/Sub Pusat Tampung Tong Gerobak Kontainer Truk
Rumah Rumah
Pelayanan Kota Ruang Sampah Sampah Sampah Sampah
(Jiwa) Tangga Tangga
M3 M3 (Unit) (Unit) (Unit) (Unit)
Pusat Pelayanan
1 153.411 39.197 7.839 7.671 34 5 2
Kota Lama
a. 95.374 106.435 24.368 4.874 4.169 21 3 1
b. 18.380 20.511 4.696 939 804 4 1 -
c. 39.657 44.256 10.132 2.026 1.734 9 1 1
Pusat Pelayanan
2 155.621 39.761 7.952 6.804 35 4 2
Kota Baru
a. 68.822 68.822 17.584 3.517 3.009 15 2 1

b. 16.652 16.652 4.232 846 724 4 - -


c. 70.237 70.237 17.946 3.589 3.071 16 2 1
Kota Tarakan 309.032 78.958 15.792 13.511 69 9 4

Sumber: RTRW Kota Tarakan, 2012 - 2032

Tabel 2.13 Proyeksi Prasarana Persampahan di Kota Tarakan Tahun 2032


Volume Air Timbulan
Volume Air Timbulan Sampah
Arahan Sampah
Pusat Pelayanan Daya Sampah Sampah
No Kota/Sub Pusat Tampung Tong Gerobak Kontainer Truk
Rumah Rumah
Pelayanan Kota Ruang Sampah Sampah Sampah Sampah
(Jiwa) Tangga Tangga
M3 M3 (Unit) (Unit) (Unit) (Unit)
Pusat Pelayanan
1 171.202 43.742 8.748 8.561 39 5 2
Kota Lama
a. 106.435 106.435 27.194 5.439 5.322 24 3 1
b. 20.511 20.511 5.241 1.048 1.026 5 1 -

c. 44.256 44.256 11.307 2.261 2.213 10 1 1


Pusat Pelayanan
2 173.670 44.373 8.875 8.683 39 5 2
Kota Baru
a. 76.804 76.804 19.623 3.925 3.840 17 2 1
b. 18.482 18.482 4.722 944 924 4 1 -
c. 78.384 78.384 20.027 4.005 3.919 18 2 1
Kota Tarakan 344.872 88.115 17.623 17.244 78 10 4

Sumber: RTRW Kota Tarakan, 2012 - 2032

A. Penanganan Persampahan di Kota Tarakan


Saat ini, pengelolaan angkutan sampah di Kota Tarakan dibagi atas tiga wilayah.
Tiga wilayah pengangkutan sampah ini dipertahankan hingga tahun 2032. Pembagian
tiga wilayah ini bertujuan untuk memudahkan koordinasi kerja antar operator
pengangkutan. Ketiga wilayah ini dikelola oleh pihak swasta, yaitu:

II - 29
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

1. Wilayah 1 meliputi sebelah kanan jalan Gajah Mada – Jalan Jenderal Sudirman
– Jalan Sumatera. Daerah yang diliputi oleh pengangkutan ini adalah Karang
Rejo, Karang Balik, Sebengkok, Lingkas Ujung, Gunung Lingkas, Selumit
Pantai, Selumit dan Pamusian.
2. Wilayah 2 meliputi sebelah kiri Jalan Gajah Mada – Jalan Jenderal Sudirman –
Jalan Sumatera. Daerah yang diliputi oleh pengangkutan ini adalah Karang
Anyar, Karang Anyar Pantai, Karang Harapan, Kampung SatuSkip, Kampung
Empat, Kampung Enam, Mamburungan, Mamburungan Timur dan Pantai Amal.
3. Wilayah 3 meliputi Kecamatan Tarakan Utara yaitu daerah Juata Laut, Juata
Permai dan Juata Kerikil.

Pengangkutan sampah dilaksanakan pada waktu pagi, siang dan malam hari.
Pengangkutan di pagi hari dilakukan sebanyak dua ritase/unit antara jam 08.00
– 10.30 WITA. Pengangkutan siang hari dilakukan sebanyak dua ritase/uint
antara ham 14.00 – 17.00 WITA. Pengangkutan malam hari dilakukan sebanyak
satu ritase/unit antara jam 20.00 – 22.00 WITA.

B. Penanganan Limbah B3
Penanganan limbah B3 di Kota Tarakan belum dilaksanakan sesuai PP
No. 18 Tahun 1999 Jo No. 85 Tahun 1999. Penanganan limbah kegiatan industri
lumpur IPAL dan limbah batubara serta limbah hasil kegiatan Rumah Sakit
(limbah medis dan infeksius). Pengumpulan dan penyimpanan limbah masih
dilakukan oleh penyelenggara kegiatan bersifat internal. Pengelolaan limbah B3
selanjutnya dilaksanakan oleh pihak eksternal seperti pengangkutan,
pemanfaatan, pengelolaan dan penimbunan akhir. Pengelolan eksternal ini
beberapa diantaranya belum mematuhi dan memiliki izin dari Kementerian
Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Akibatnya, pengelolaan limbah B3 masih
belum baik dan masih beberapa limbah tercecer serta tidak sesuai dengan
peraturan lingkungan yang telah ditetapkan. Pemerintah Kota Tarakan telah
merencanakan pengelolaan limbah B3 sebagai berikut:
1. Pembangunan Integrated Incenerator untuk limbah medis
2. Pembangunan pengolahan limbah batubara terpadu
3. Penerapan zero waste untu meminimalisasi limbah industri
4. Penerapan teknologi air pengolahan air limbah yang menghasilkan sedikit
residu lumpur.

II - 30
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

C. Tempat Pemrosesan Sampah Akhir


Pemerintah Kota Tarakan sudah memiliki satu TPA eksisting yang
beroperasi dan satu TPA yang sedang dalam tahap konstruksi. TPA pertama
terletak di Kelurahan Karang Anyar Pantai, Kecamatan Tarakan Barat dengan
luas 3,51 Hektar. Berdasarkan hasil kajian Dinas Pekerjaan Umum dan Tata
Ruang Kota Tarakan bekerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan
Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman, TPA ini akan habis masa
layanannya pada tahun 2020. Oleh karena itu, TPA baru perlu untuk
direncanakan dan dibangun. Pembangunan TPA ini ditujukan agar mampu
menampung sampah dan mengolah sampah dalam waktu jangka panjang
setidaknya sampai akhir tahun 2030.
Pemerintah Kota Tarakan diwakili oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata
Ruang Kota Tarakan bekerjasama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara yang
diwakili oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan
Kawasan Permukiman telah mendesain TPA baru di Kelurahan Juata Kerikil.
Pembangunan TPA baru ini akan dilaksanakan di lahan seluas 50.922 Ha.
Pembebasan lahan tahap pertama direncanakan seluas 27,93 Hektar dan tahap
dua seluas 22.628 Hektar.

Gambar 2.11 Skema Penangan Sampah di Kota Tarakan


Sumber: RTRW Kota Tarakan, 2012 – 2032

II - 31
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 2.12 Peta Lokasi TPA Sampah di Kota Tarakan


Sumber: RTRW Kota Tarakan, 2012 – 2032

II - 32
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

2.3.4 Drainase Lingkungan


Rencana sistem drainase lingkungan di Kota Tarakan belum memadai baik
dalam jumlah drainase maupun kapasitas drainase. Sistem drainase eksisting baru
mencakup sebagian kecil daerah pelayanan. Sebagian besar daerah pelayanan
drainase berada di pusat-pusat kegiatan. Sistem drainase di Kota Tarakan banyak yang
digunakan secara bersama-sama dengan sistem penyaluran air limbah baik domestik
maupun industri. Pencampuran ini mengakibatkan penurunan kapasitas aliran pada saat
musim penghujan.

Sistem drainase Kota Tarakan mash belum mengacu pada polam aliran secara
makro dari masing-masing tangkapan daerah aliran sungainya. Saluran-saluran yang
ada saat ini dibangun berdasarkan pada ruas jalan eksisting dan pembuangan akhirnya
melalui sungai-sungai yang melewati daerah perkotaan. Pembuangan ini tidak
memperhitungkan kapasitas tampungan maksimum sungai itu sendiri.

Sistem jaringan drainase Kota Tarakan menginduk atau memiliki pembuangan


akhir di sungai yang mengalir di wilayah Kota Tarakan itu sendiri. Sungai-sungai tersebut
antara lain.

1. Sungai Pamusian. Sungai ini melayani sistem drainase untuk daerah


Markoni, Kampung Empat dan Kampung Enam, daerah Lingkas Ujung serta
beberapa drainase alam yang melayani daerah Kampung Satuskip daerah
ladang dan sekitarnya.
2. Sungai Sesanip. Sungai ini melayani sistem drainase di daerah sebelah utara
Kota Tarakan, yaitu Bandara Juwata dan sekitarnya, sebagian kampung
Karang Anyar dan beberapa daerah Mulawarman.
3. Sungai Kampung Bugis Karang Anyar. Sungai ini melayani sistem drainase
di daerah Kampung Bugis, daerah Karang Anyar, Simpang Tiga, daerah
Jalan Perikanan dan Jalan Sudirman.
4. Sungai Sebengkok. Sungai ini melayani daerah permukiman Sebengkok
mulai dari Gunung Belah dan Selumit dan daerah Kota lama di Jalan Yos
Sudarso.
5. Sungai Sesanip 1. Sungai ini melayani daerah bagian utara Kota Tarakan,
yaitu di Jalan Aki Balak sampai dengan pertemuan Jalan Bhayangkara dan
Jalan Mulawarman.

II - 33
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

A. Perencanaan Umum Sistem Drainase Kota Tarakan

Konsep sistem drainase yang akan dikembangkan di Kota Tarakan merupakan


sistem drainase makro. Sistem drainase makro ini akan menjadi limpahan utama
dari sistem drainase perkotaan. Sistem drainase ini dikembangkan menjadi
ekodrainase atau sustainable drainage. Sistem drainase ini dibangun bersamaan
dengan sistem embung di sepanjang aliran. Sistem embung akan menahan
aliran agar tidak terjadi lonjakan dan genangan yang berakibat banjir nantinya.
Sistem ini harus terintegrasi dengan pengeembangan jalan karena hal ini akan
mempermudah pelaksanaan dan pelayanannya. Selanjutnya, seluruh
perencanaan dan perubahan terhadap tata guna lahan diharapkan dapat sinergis
dengan pengembangan sistem drainase yang ada di Kota Tarakan.
Pengembangan sistem drainase harus memperhitungkan kapasitas badan air
penerima. Paramater penting dalam pengembangan drainase adalah penentuan
arah aliran air. Sistem drainase harusn mengikuti prinsi gravitasi dari daerah
berelevasi tinggi menuju elevasi rendah. Dengan ini, pengaliran air secara teknis
dapat berjalan dengan baik dan ekonomis sehingga tidak membutuhkan biaya
investasi infrasturktur yang besar.

B. Rencana Pengembangan Sistem Drainase

Sasaran dari rencana pengembangan sistem drainase ini adalah tersedianya


sistem yang memadai. Sistem yang memadai dapat ditinjau dari segi kapasitas
dan dapat mengatasi berbagai gangguan yang dapat menyebabkan
berkurangnya fungsi sistem drainase itu sendiri. Adapun pokok-pokok rencana
pengembangan sistem drainase Kota Tarakan antara lain:

1. Normalisasi dan pemeliharaan jaringan drainase eksisting


2. Pembangunan dan pengembangan jaringan drainase di kawasan perkotaan
3. Pembuatan embung penampung air yang tersebar di seluruh kecamatan.

Perencanaan Sistem Drainase Kota Tarakan dibedaka berdasarkan DAS yang


sudah dijelaskan sebelumnya. DAS-DAS tersebut antara lain:

1. DAS Sesanip 1
Sistem Drainase ini berada di daerah tangkapan Sungai Magendala. Sungai
ini memiliki kekhususan, yaitu hulu sungai utama berupa sungai alami
kemudian menuju hilir dan masuk ke saluran perkotaan. Sungai ini tidak
memiliki percabangan saat masuk dalam Kota. Sehingga, saluran primer

II - 34
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

drainase juga merupakan sungai utama. Dampak dari sistem seperti ini
adalah dimensi saluran drainase akan berukuran besar dan mengingat
saluran drainase tersebut merupakan sungai utama. Oleh karena itu, DAS
Magendala memerlukan penanganan khusus sepeti membangun
infrastruktur pengendali banjir atau penggelontor sedimen. Hal ini disebabkan
oleh adanya sedimen pasir hasil erosi yang terjadi di bukit-bukit di sekitar
daerah tangkapan Sungai Magendala.

2. Sungai Sesanip 2
DAS Sesanip 2 telah banyak dikembangkan oleh Pemerintah Kota Tarakan.
Akan tetapi, DAS Sesanip 2 masih didapati genangan-genangan yang
mengganggu kegiatan masyarakat sekitar. Pada salah satu ruas Jalan
Mulawarman, ruas jalan ini banyak didapati saluran drainase yang terpotong-
potong dan tidak menerus sampai ke sungai. Hal ini menyebabkan air hujan
yang jatuh tidak langsung teralirkan menuju sungai utama. Pada lokasi-lokasi
tertentu elevasi tanah lebih rendah dibandingkan daerah lain. Akibatnya, air
tidak dapat mengalir dan menghasilkan genangan-genangan air sementara.

3. DAS Kampung Bugis


DAS ini memiliki daerah tangkapan yang cukup kompleks. Padatnya daerah
permukiman penduduk di Kampung Bugis, DAS Kampung Bugis juga
mendapatkan tambahan buangan dari perkantoran, pertokoan, dan industri.
Permasalahan utama di daerah tangkapan Kamoung Bugis ini adalah
banyaknya jalan-jalan kecil. Jalan-jalan kecil serupa gang ini tidak memiliki
selokan yang mengarahkan air hujan menuju saluran drainase perkotaan,
sehingga di daerah permukiman padat penduduk sering terjadi banjir. Hal ini
mengganggu kegiatan masyarakat juga mengakibatkan lingkungan menjadi
kotor dan tidak sehat.

4. DAS Selumit
DAS ini didominasi oleh air kotor dari pertokoan dan industri. Permasalahan
utama di daerah ini adalah kecenderungan dipenuhi sampah. Akibatnya,
aliran air sungai terhambat bahkan terkadang berhenti atau tidak mengalir.

5. DAS Sebengkok
DAS Sebengkok menyerupai DAS Selumit. DAS ini didominasi oleh kawasan
perdagangan dan industri. Daerah rawan banjir yang utama berlokasi di
pasar Sebengkok. Saluran drainase ini sebagian besar sudah cukup untuk

II - 35
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

menampung debit hujan yang terjadi. Peran serta masyarakat diperlukan di


daerah ini untuk tidak membuang sampah ke saluran drainase dan tidak
membangun rumah di daerah sempadan sungai.

6. DAS Malundung
DAS Malundung merupakan DAS dengan luasan tangkapan hujan yang kecil
tetapi berada di sepanjang jalan raya Brigad. Di daerah ini hampir tidak
ditemui drainase pengarah ke outlet. DAS ini menggunakan pasang surut air
laut sebagai penggelontor dan sanitasi MCK yang digunakan oleh
permukiman di tepi pantai. Sistem drainase daerah ini sebaiknya dibangun
dengan sistem yang mampu menampung sementara air drainase. Kemudian
selama air laut pasang, air drainase ditahan dahulu dan setelah surut baru
air dialirkan menuju ke laut.

7. DAS Pamusian
DAS Pamusian merupakan DAS terbesar dengan banyaknya anak sungai.
Jalan Brigad – Sesayap – Mahakam hingga Sembakung merupakan jalur
primer sungai ini. DAS ini sudah dilakukan perkuatan, tetapi ada pula yang
masih dalam bentuk saluran alaminya. Efektifitas saluran alami bergantung
pada pemeliharaannya. Sebagian saluran alami di daerah Sungai Pamusian
sudah mengalami degradasi dan tidak terpelihara. Hal ini menyebabkan lebar
sungai semakin membesar akibat erosi dindins saluran oleh air. Pada saat
hujan lebat, air di saluran meluap dan melebar sehingga menggenangi
daerag permukiman di sekitarnya.

Rencana tata kelola air sungai dan drainase di Kota Tarakan adalah sebagai
berikut:

a. Rencana penanganan bantaran Kawasan Hulu Sungai sebagai berikut


1. Pemasangan garis sempadan sungai sesuai kondisi alur sungai (50 kiri
dan 50 kanan) dari batas bantaran sungai.
2. Penghijauan di lahan kritis
3. Pembangunan infrastruktur penangkap sedimen berupa check dam untuk
menghambat sedimentasi sungai atau pembuatan waduk.
4. Pembentukan kelembagaan yang menangani DAS Sungai.

b. Rencana penangan bantaran Kawasan Hilir Sungai adalah sebagai berikut:


1. Pembuatan garis empadan sungai sesuai kondisi normalisasi sungai (25
kiri – 25 kanan) dari batas bantaran sungai.

II - 36
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

2. Penghijauan di daerah sekitar tanggul sungai yang dibatasi oleh jalan


inspeksi.
3. Pembangunan infrastruktur penangkap sedimen berupa check dam untuk
menghambat sedimentasi sungai di daerah outlet sungai atau daerah
penampung air.
4. Pembentukan kelembagaan yang menangani DAS Sungai dan DAS ini
diperuntukkan sebagai saluran drainase uatama pada sistem drainase
kawasan.

C. Rencana Pembangunan Infrastruktur Penampung Air Sementara


Infrastruktur penampung air sementara merupakan bangunan air yang berfungsi
menampung air sungai untuk sementara waktu. Bangunan ini akan menahan air
sungai dari luapan yang dapat ditampung dan air dialirkan kembali ke sungai
utama secara bertahap ketika level banjir air sungai sudah mulai surut. Adapun
skema rencana denah penampungan air sementara sepeti gambar 2.13.

Bangunan
Pengambil

Saluran Penampungan
Air Sementara

Bangunan Pengatur

Gambar 2.13 Skema Rencana Denah Penampungan Air Sementara


Sumber: RTRW Kota Tarakan, 2012 – 2032

Berdasarkan kondisi saat ini pembagian blok drainase di Kota Tarakan meliputi:
1. Sistem setempat meliputi Karang Anyar Pantai, Karang Rejo, Karang Balik,
Selumit Pantai, Sebengkok, Gunung Lingkas, Lingkas Ujung, Mamburungan,
Kampung Empat.
2. Sistem terpusat meliputi Mamburungan Timur, Kampung Enam, Pantai Amal,
Kampung Satuskip, Karang Harapan, Juata Permai, Juata Kerikil dan Juata
Laut.

II - 37
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

2.3.5 Sarana Perekonomian

Sarana perekonomian memegang peranan penting dalam pembangunan


dan pengembangan ekonomi di Kota Tarakan. Sarana perdagangan barang dan
jasa di Kota Tarakan terdiri atas pasar tradisional, pertokoan, supermarket serta
sarana perdagangan dan jasa lainnya. Adapun rincian sarana-sarana ini dan
sebarannya dapat dijelaskan pada tabel 2.14, yaitu:

Tabel 2.14 Proyeksi Prasarana Persampahan di Kota Tarakan Tahun 2032

No Kecamatan Sarana Perdagangan Tipe Sarana Pengelola

Dinas Pasar /
Pasar Inpres Pasar tradisional
Swasta
Pasar Beringin Pasar tradisional H. Thamrin AD
Pasar Sebengkok Pasar tradisional Pemkot Tarakan
Pasar Simpang Tiga Pasar tradisional
Pasar Batu Pasar tradisional Pemkot Tarakan
Pasar Buah – Belakang Pasar tradisional
THM
Sinfo Pertokoan Jony Ong
1 Tarakan Barat
Melo Pertokoan Ir. Heppy
Tolaram Putra Pertokoan
Imam Santoso
Toko Metro Jaya Pertokoan
Gunawan
Kompleks THM Simpang Dinas Pasar /
Pertokoan
Tiga Jalan Yos Sudarso Swasta
Setiabudi II Supermarket Budi Setiawan
Pasar Ghuser / Ramayana Supermarket PT Ghuser
Toko Makmur Supermarket Alfian
Pasar Markoni Pasar tradisional
Pasar Tengkuyun Pasar tradisional Dinas Pasar
Toko Eka Daya Pertokoan Ongko Gunawan
Toko Perdana Pertokoan Jony Ong
2 Tarakan Tengah
Sinar Terang Bersaudara Supermarket Budi Harmanto
Galaxy Supermarket Hariyanto
Golden Plaza Supermarket Eddy Sudianto
Toko Sinar Terang Baru Supermarket Mersy
Dinas Pasar/
3 Tarakan Timur Pasar Lingkas Pasar tradisional
Swasta

Sumber: RTRW Kota Tarakan, 2012 - 2032

II - 38
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Sarana perdagangan informal berada di sepanjang jalan, terutama di jalan


poros maupun jalan lokal. Sarana perdagangan ini menempati fungsi-fungsi
penunjang di kawasan Utara, yaitu di sekitar pertokoan, perkantoran dan
beberapa aktivitas Kota lainnya. Contoh aktivitas kota lainnya seperti pasar,
terminal, pelabuhan dan lainnya. Sedangkan untuk jasa penunjang
khususnya untuk penunjang parwisata, jasa penunjang ini dapat berupa
hotel, losmen, motel dan rumah makan di Kota Tarakan. Distribusi sarana
penunjang ini cenderung di kawasan Kota Lama. Penginapan dan rumah
makan cenderung di jalan poros seperti Jalan Sudirman, Jalan Yos Sudarso
dan Jalan Gajah Mada. Beberapa tempat hotel dan rumah makan terdapat di
kawasan Wisata Pantai Amal

Sarana perdagangan dan jasa merupakan sarana pelayanan umum. Sarana


ini menunjang kehidupan perekonomian penduduk yang menjadi wadah
kegiatan jual beli barang dan jasa. Sarana ini mendukung kegiatan penduduk
dalam kegiatan sehari-hari. Untuk menunjang perekonomian Kota, sarana
perdagangan dan jasa sangat diperlukan untuk melayani kebutuhan
penduduk. Jenis sarana perdagangan dalam bentuk skala pelayanan
regional dapat berupa pasar sedangkan sarana perdagangan dalam bentuk
skala lokal dapat berupa toko atau warung.

Sarana perdagangan dan jasa di Kota Tarakan terdiri atas toko, pasar,
supermarket, bank umum dan bank perkreditan rakyat. Sesuai dengan
analisis dan perhitungan sarana lainnya, perhitungan didasarkan pada
Petunjuk Perencanaan Kawasan Permukiman Kota (Standar PU/SKBI –
2.3.51 1987). Perhitungan ini untuk menghitung ketersediaan sarana
perdagangan dan jasa dengan membandingkannya dengan jumlah
penduduk pendukungnya. Jumlah penduduk pendukung untuk masing-
masing sarana perdagangan dan jasa dapat dilihat pada tabel 2.15 berikut
ini:

II - 39
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel 2.15 Indeks Pelayanan Sarana Perdagangan di Kota Tarakan

Sarana Standar Penduduk yg


Skala Penduduk Penduduk yang seharusnya Tingkat Indeks Daya
No Kecamatan Jenis Sarana yang
Pelayanan dapat dilayani dilayani (jiwa) Pelayanan Layanan
ada (jiwa)
Pertokoan 0 Kecamatan 2.500 0 40.104 0,00 0,00
Supermarket 0 Kota 480.000 0 40.104 0,00 0,00
1 Tarakan Timur
Beberapa
Pasar 1 120.000 120.000 40.104 299,22 2,99
Lingkungan
Pertokoan 2 Kecamatan 2.500 5.000 57.084 8,76 0,09
Supermarket 4 Kota 480.000 1.920.000 57.084 3.363,46 33,63
2 Tarakan Tengah
Beberapa
Pasar 2 120.000 240.000 57.084 420,43 4,20
Lingkungan
Pertokoan 5 Kecamatan 2.500 12.500 60.101 20,80 0,21
Supermarket 3 Kota 480.000 1.440.000 60.101 2.395,97 23,96
3 Tarakan Barat
Beberapa
Pasar 6 120.000 720.000 60.101 1.197,98 11,98
Lingkungan
Pertokoan 0 Kecamatan 2.500 0 19.692 0,00 0,00
Supermarket 0 Kota 480.000 0 19.692 0,00 0,00
4 Tarakan Utara
Beberapa
Pasar 0 120.000 0 19.692 0,00 0,00
Lingkungan

Sumber: RTRW Kota Tarakan, 2012 - 2032

II - 40
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

2.3.6. Sarana Sosial dan Kesejahteraan Rakyat

Sosial dan kesejahteraan rakyat menunjukkan suatu daerah sudah terpenuhi


dalam bidang pendidikan, kesehatan dan pengentasan kemiskinan. Semakin tinggi
tingkat pendidikan masyarakat di suatu daerah, tingkat pendidikan tinggi ini akan
membawa dampak positif dalam kehidupan terutama dalam hal sosisal dan
kesejahteraan rakyat. Selain institusi pendidikan, sarana sosial lainnya adalah
keberadaan sarana kesehatan, baik rumah sakit, puskesmas, posyandu dan klinik
kesehatan. Kemudian, institusi keagamaan dan lembaga pengentas kemiskinan juga
mempengaruhi tingkat layanan daerah. Berikut ini gambaran umum sarana sosial dan
kesejahteraan di Kota Tarakan.

A. Pendidikan
Pada tahun 2018, Kota Tarakan sudah memiliki berbagai tingkat
pendidikan berbagai jenjang. Jumlah kelurahan yang sudah memiliki fasilitas
pendidikan setingkat SD sejumlah 20 kelurahan. Kelurahan yang sudah memiliki
fasilitas pendidikan setingkat SMP adalah 14 kelurahan. Berturut turut fasilitas
pendidikan di atasnya, 8 kelurahan memiliki tingkat pendidikan setingkat SMA, 6
kelurahan memiliki tingkat pendidikan setingkat SMK dan 6 kelurahan untuk
tingkat perguruan tinggi. Tingkat pendidikan dasar di Kota Tarakan sudah
terpenuhi hingga SMP. Selanjutnya, tingkat pendidikan juga berlanjut hingga
SMA dan SMK. Rincian jumlah sekolah di masing-masing kecamatan dapat
dilihat pada tabel 2.16 yaitu:

Tabel 2.16 Jumlah SD, SMP dan SMK di masing masing Kecamatan

Tingkat Tarakan Tarakan Tarakan Tarakan


No
Pendidikan Timur Tengah Barat Utara
1 SD Negeri 13 15 12 6
2 SD Swasta 5 4 4 2
3 SMP Negeri 4 3 3 2
4 SMP Swasta 1 5 3 0
5 SMA Negeri 1 0 1 1
6 SMA Swasta 0 4 2 0
7 SMK Negeri 0 1 1 1
8 SMK Swasta 0 3 2 0

Sumber: Tarakan dalam Angka 2019

II - 41
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Jumlah perguruan tinggi di Kota Tarakan berdasarkan jenis


lembaganya ada enam. Dua perguruan tinggi berbentuk universitas
(Universitas Borneo Tarakan dan Universitas Terbuka). Dua pendidikan
berbentuk sekolah tinggi (STIE Bulungan-Tarakan dan STMIK PPKIA
Tarakanita Rahmawati). Dua pendidikan tinggi lainnya berbentuk akademi
(Akademi Bahasa Asing Tarakan dan Akademi Keperawatan Kalimantan
Utara). Rincian perguruan tinggi di Kota Tarakan tahun 2018 dapat dilihat pada
tabel 2.17 yaitu:

Tabel 2.17 Jumlah Perguruan Tinggi dari 2014 - 2018

Tingkat
No 2014 2015 2016 2017 2018
Pendidikan

1 Universitas 1 1 2 2 2

2 Sekolah Tinggi 2 2 2 2 2

3 Akademi 2 3 2 2 2

Total 5 6 6 6 6

Sumber: Tarakan dalam Angka 2019

B. Kesehatan
Pada tahun 2017, Kota Tarakan sudah memiliki beberapa fasilitas
kesehatan. Rincian fasilitas kesehatan di antaranya 2 rumah sakit umum, 1
rumah sakit khusus, 7 puskesmas, 174 posyandu, 3 klinik/balai kesehatan dan 1
polindes. Tujuh puskesmas yang terdapat di Kota Tarakan tersebar di 4
kecamatan yang ada di Kota Tarakan, yaitu 3 puskesmas di Kecamatan Tarakan
Timur, 1 puskesmas di Kecamatan Tarakan Tengah, 1 puskesmas di Kecamatan
Tarakan Barat dan 2 puskesmas di Kecamatan Tarakan Utara.

Tabel 2.18 Jumlah Fasilitas Kesehatan di Kota Tarakan tahun 2018

Tingkat Rumah
No Poliklinik Puskesmas Posyandu Polindes
Pendidikan Sakit

1 Tarakan Timur 0 0 3 41 0

2 Tarakan Tengah 2 1 1 43 0

3 Tarakan Barat 2 1 1 61 0

4 Tarakan Utara 0 3 2 29 1

Total 4 5 7 174 1

Sumber: Tarakan dalam Angka 2019

II - 42
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

C. Kemiskinan
Garis kemiskinan di Kota Tarakan dari tahun 2013 – 2018 terus
mengalami peningkatan. Pendapatan minimum dinyatakan di garis kemiskinan
di Kota Tarakan adalah Rp 613.593,00. Jumlah penduduk miskin di Kota Tarakan
mencapai 15.842 penduduk (6,32% dari jumlah penduduk). Dalam jangka waktu
2017 – 2018, jumlah penduduk miskin meningkat, akan tetapi secara persentase
terjadi penurunan yaitu 6,32 persen pada tahun 2017 dan 6,15 persen pada
tahun 2018.

Tabel 2.19 Jumlah Keluarga Menurut Kecamatan dan Klasifikasi Keluarga di Kota
Tarakan Tahun 2018

Tingkat Rumah Keluarga Sejahtera


No Jumlah
Pendidikan Sakit I II III III+

Tarakan
1 755 5.098 4.279 - - 10.132
Timur
Tarakan
2 780 6.373 6.023 - - 13.176
Tengah

Tarakan
3 956 7.690 5.857 - - 14.503
Barat
Tarakan
4 285 2.509 2.482 - - 5.276
Utara

Total 2.776 21.670 18.641 - - 43.087

Sumber: Tarakan dalam Angka 2019

2.3.7. Sarana Peribadatan

Sarana ibadah di Kota Tarakan merupakan cerminan kehidupan beragama.


Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa merupakan perwujudan Sila Pertama dari
Pancasila. Kota Tarakan memiliki berbagai sarana peribadatan. Sarana peribadatan
masjid dan musholla bagi pemeluk agama islam, gereja protestan bagi pemeluk agama
kristen protestan, gereja katolik bagi pemeluk agama katolik, pura bagi pemeluk agama
hindu dan vihara bagi pemeluk agama Buddha. Pemerintah Kota Tarakan sudah
memfasilitasi pendirian tempat peribadatan bagi para pemeluk agam masing-masing.
Sehingga kewajiban agama dapat dijalankan masing-masing pemeluk agama dengan
tenang. Sarana ibadah merupakan bagian dari fasilitas sosial. Data sarana peribadatan
dapat juga digunakan dalam penyediaan air minum. Tabel 2.20 merupakan rincian
tempat peribadatan Kota Tarakan dari tahun 2014 – 2018.

II - 43
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel 2.20 Jumlah Tempat Peribadatan di Kota Tarakan, 2014 - 2018

Gereja Gereja
No Tahun Masjid Musholla Pura Vihara
Protestan Katholik

1 2014 145 50 84 6 1 4
2 2015 148 41 88 6 1 4

3 2016 148 42 88 6 1 4
4 2017 149 28 87 6 1 3

5 2018 159 44 87 6 1 3

Sumber: Tarakan dalam Angka 2019

2.3.8. Sarana Transportasi dan Komunikasi

Sarana transportasi dan komunikasi merupakan infrastruktur utama di suatu


perkotaan. Sarana transportasi mencakup kendaraan umum, bus, pesawat, dan kapal
laut. Dengan adanya sarana transportasi, perpindahan penduduk juga akan lebih tinggi
mobilitasnya dan kebutuhan akan air minum di setiap tempat yang menyediakan
perjalanan orang maupun barang. Sedangkan, komunikasi merupakan infrastruktur
penghubung dan pendukung sarana transportasi. Komunikasi bisa berupa kemampuan
menelepon dan jasa mengirimkan barang. Di Kota Tarakan akses dua sarana ini dapat
dijelaskan sebagai berikut:

A. Transportasi
Jalan merupakan prasarana pendukung transportasi public. Jalan
merupakan infrastruktur pendukung yang dibangun oleh pemerintah. Jalan
berfungsi sebagai fasilitas publik untuk memperlancar kegiatan
perekonomian daerah. Peemerintah dapat meningkatkan pembangunan
jalan dengan membuka akses jalan-jalan baru. Hal ini akan memudahkan
mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari asal ke tujuan.

Pada tahun 2018, panjang jalan di Kota Tarakan mencapai 330.078 meter.
Kondisi jalan di Kota Tarakan untuk 55,03 persen dalam kondisi baik, 17,91
persen dalam kondisi sedang, 9,56% dalam kondisi rusak dan 17,49% dalam
kondisi rusak parah.

Kendaraan bermotor merupakan salah satu sarana transportasi. Jumlah


kendaraan bermotor di Kota Tarakan sejumlah 158.258 kendaraan. Jika
jumlah tersebut dirinci, maka 89,95 persen merupakan jenis sepeda motor,
0,05 persen bus, 3,84 persen mobil barang dan 6.16% mobil penumpang.

II - 44
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Berikut ini merupakan rincian panjang jalan menurut Kecamatan dan


pemerintahan yang berwenang mengelolanya ada pada tabel 2.20 dan 2.21.

Tabel 2.21 Panjang Jalan Menurut Kecamatan dan Pemerintahan yang berwenang
mengelolanya di Kota Tarakan tahun 2018

Pemerintahan yang berwenang mengelola (meter)


No Kecamatan
Negara Provinsi Kota Jumlah

1 Tarakan Timur 0 25.190 75.894 101.084

2 Tarakan Tengah 3.460 4.105 50569 58.134

3 Tarakan Barat 3.650 2.328 72.722 78.700

4 Tarakan Utara 0 10.700 81.461 92.161

Total 7.110 42.323 280.646 330.079

Sumber: Tarakan dalam Angka 2019

Tabel 2.22 Panjang Jalan Menurut Kecamatan dan Jenis Permukaan Jalan
di Kota Tarakan tahun 2018

Pemerintahan yang berwenang mengelola (meter)


No Kecamatan
Aspal Hotmix Beton Kerikil Tanah

1 Tarakan Timur 0 57.425 1.684 18.600 23.375


2 Tarakan Tengah 0 37.380 5.712 863 14.179

3 Tarakan Barat 0 48.621 4.030 7.688 18.361

4 Tarakan Utara 1.500 51.444 2.544 15.538 22.135


Total 1.500 194.870 13.970 41.689 78.050

Sumber: Tarakan dalam Angka 2019

B. Komunikasi
Komunikasi di Kota Tarakan dihantarkan dalam bentuk dua jenis. Jenis
pertama adalah surat fisik yang dikelola oleh PT Pos Indonesia. Layanan
komunikasi termasuk di dalamnya pengiriman paket barang dan surat.
Layanan lain dapat diberikan oleh PT Pos Indonesia adalah layanan transaksi
keuangan seperti remitansi dari TKI Indonesia, pembayaran transaksi
elektronik, pembayaran tagihan listrik, air dan telepon. Pos Indonesia
memiliki bermacam-macam jenis outlet pos. Kantor Pos Pusat berada Jl.
Jendral Sudirman No.12, RT. 04, Pamusian, Tarakan. Kemudian ada tiga

II - 45
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

kantor pos pembantu dan satu kantor pos keliling berbentuk minibus. Berikut
ini rincian jumlah kantor pos di Kota Tarakan yaitu:

Tabel 2.23 Jumlah Fasilitas Kantor Pos di Kota Tarakan, 2015 - 2018

No Fasilitas Kantor Pos 2015 2016 2017 2018

1 Kantor Pos Besar 1 1 1 1

2 Kantor Pos Tambahan 3 0 0 2

3 Kantor Pos Pembantu 6 7 3 8


4 Kantor Pos Keliling 1 1 0 0

5 Bus Surat 0 0 0 0

Sumber: Tarakan dalam Angka 2019

Tabel 2.24Jumlah Kantor Pos Pembantu di Kota Tarakan, 2015 - 2018

No Kecamatan 2015 2016 2017 2018

1 Tarakan Timur 0 0 1 1

2 Tarakan Tengah 1 1 1 0

3 Tarakan Barat 0 0 1 0

4 Tarakan Utara 0 0 0 0

Total 1 1 3 1

Sumber: Tarakan dalam Angka 2019

Tipe komunikasi yang kedua adalah komunikasi telepon seluler dan internet.
Jalur komunikasi seluler di Kota Tarakan telah dilayani oleh Telkomsel,
Indosat, Hutchison CP Tri dan XL Axiata. Empat operator seluler tersebut
melayani daerah dekat dengan Bandara Juwata Tarakan. Semua koneksi
internet seluler sudah terfasiltasi broadband. Provinsi Kalimantan Utara juga
sudah tersambung kabel serat optik melalui program infrastruktur Pemerintah
RI melalui Palapa Ring. Kabel ini melewati Kota Tarakan sebagai Switch Hub.

Komunikasi internet via kabel atau fixed line, Kota Tarakan terhubung oleh
ISP Telkom Indihome, Mitra Net, Biznet, CBN dan First Media. Sedangkan
ISP lainnya mengandalkan koneksi satelit KU Band untuk menghantarkan
internet. Dari beberapa jalur komunikasi tadi, hal ini menunjukkan
infrastruktur di Kota Tarakan sudah cukup matang dalam hal komunikasi. Hal
ini akan memajukan ekonomi Kota Tarakan di masa mendatang.

II - 46
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

C. Sarana dan Prasarana lainnya


Prasarana lain selain jalan di Kota Tarakan, Salah satunya adalah Bandara
Juwata, Kota Tarakan. Bandara ini merupakan infrastruktur yang dimiliki oleh
Pemerintah Republik Indonesia. Namun, pengelola bandara ini telah
diserahkan kepada PT Angkasa Pura I selaku BUMN Pengelola Bandara di
Indonesia. Bandara merupakan prasarana penting, karena bandara
merupakan penghubung daerah satu sama lain dengan sarana transportasi
udara berupa pesawat terbang. Bandara Juwata akan meningkatkan
pendapatan daerah Kota Tarakan lewat kunjungan wisata.

Prasarana berikutnya adalah Pelabuhan Tengkayu, Kota Tarakan.


Pelabuhan ini telah dikelola oleh Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan
Utara. Pelabuhan Tengkayu juga merupakan gerbang keluar-masuk
penduduk ke Kota Tarakan. Mobilitas pelabuhan ini cukup tinggi yang
ditandai dengan PAD hasil operasional pelabuhan mencapai 3 milyar di tahun
2018. Berdasarkan Undang-undang no. 23 tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah, pelabuhan yang beroperasi dalam lintas batas antar
daerah (antar Kabupaten), maka pengelolaannya berada di bawah
pemerintah provinsi setempat.

Prasarana terakhir adalah Terminal Boom Panjang, Kota Tarakan. Terminal


ini merupakan terminal bus dan angkutan umum. Untuk operasional bus,
Pemerintah Kota Tarakan menunjuk PERUSDA untuk mengoperasikan bus
Kota bertipe trans. Kemudian, tranportasi lainnya seperti minibus angkutan
umum, operasional diserahkan kepada swasta. Ketiga prasarana yang sudah
disebutkan di atas yang menunjang tranportasi publik di Kota Tarakan.

2.3.9. Energi

Kebutuhan energi, khususnya listrik di Kota Tarakan semakin meningkat. Dari


tahun 2014 – 2018, jumlah pelanggan listrik di Kota Tarakan terus-menerus meningkat.
Pada Tahun 2018, jumlah pelanggan listrik di Kota Tarakan berjumlah 55.968
pelanggan. Peningkatan per tahun mencapai 7,89%. Jika pelanggan dilihat dari kategori,
maka 1,19 persen (668 pelanggan) merupakan kategori sosial, 90,22 persen (50.497
pelanggan) adalah rumah tangga, 7,21 persen (4.033 pelanggan) adalah komersial, 1,36
persen (765 pelanggan) adalah publik dan 0,01 persen (5 pelanggan) adalah multiguna.
Berikut ini adalah data pelanggan listrik prabayar dan pascabayar pada tabel 2.25.

II - 47
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel 2.25 Panjang Jalan Menurut Kecamatan dan Jenis Permukaan Jalan
di Kota Tarakan tahun 2018

Kategori
No 2014 2015 2016 2017 2018
Pelanggan

Sosial
1 Pascabayar 359 353 353 345 368

Prabayar 196 214 237 267 300

Rumah Tangga

2 Pascabayar 24.360 23.896 23.525 23.103 24.044

Prabayar 12.421 16.407 20.176 23.503 26.453

Komersial

3 Pascabayar 2.688 2.675 2.670 2.641 2.651

Prabayar 936 1.081 1.153 1.258 1.382

Publik
4 Pascabayar 626 634 672 682 692

Prabayar 59 61 67 73 73

Multiguna

5 Pascabayar 67 58 49 5 5

Prabayar 0 0 0 0 0

Sumber: Tarakan dalam Angka 2019

2.3.10. Kawasan Strategis

Kawasan strategis merupakan kawasan yang ditetapkan oleh Pemerintah


Kab/Kota sebagai wilayah yang memiliki nilai nilai tertentu. Kawasan strategis
berdasarkan RTRW Kota Tarakan adalah kawasan yang di dalamnya mempunyai
pengaruh besar terhadap

a. Tata ruang di wilayah sekitar


b. Kegiatan lain di bidang sejenis dan kegiatan di bidang lainnya
c. Peningkatan kesejahteraan masyarakat

II - 48
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Kawasan strategis mempunyai karakter khusus dan perlu ditangani oleh


Pemerintah Kab./Kota. Kawasan tersebut diarahkan untuk:

a. Pengelolaan kawasan yang berpotensi mendorong perkembangan


kawasan sekitar dana tau berpengaruh terhadap perkembangan wilayah
Kota Tarakan secara umum.
b. Pengelolaan kawasan perbatasan dalam satu kesatuan arahan dan
kebijakan yang saling bersinergi.
c. Mendorong revitalisasi potensi wilayah yang belum berkembang.
d. Penempatan pengelolaan kawasan diprioritaskan dalam kebijakan utama
pembangunan daerah
e. Mendorong tercapainya tujuan dan sasaran pengelolaan kawasan
f. Peningkatan kontrol terhadap kawasan yang diprioritaskan
g. Mendorong terbentuknya badan pengelolaan kawasan yang
diprioritaskan

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 26 Tahun 2007 tentang


Penataan Ruang, kawasan strategis terbagi atas empat kategori. Kawasan strategis
dipandang dari sudut kepentingan pertahanan dan keamanan, pertumbuhan ekonomi-
sosial-budaya, pendayagunaan sumber daya alam dan atau teknologi tinggi serta
dipandang dari fungsi dan daya dukung lingkungan hidup. Dari beberapa sudut pandang
tersebut, Kota Tarakan membagi tata ruang wilayahnya sebagai berikut:

A. Kawasan Pertahanan dan Keamanan


Kawasan pertahanan dan keamanan di Kota Tarakan dipergunakan oleh TNI
sebagai pertahanan keamanan nasional. Kawasan yang digunakan dengan fungsi
kegiatan pertahanan dan keamanan dikategorikan sebagai kawasan strategis.
Kawasan strategis ini mencakup daerah pangkalan militer, lokasi latihan tentara,
obyek vital negara, basis dan daerah demobilisasi. Adapun beberapa lokasi yang
termasuk kategori kawasan strategis ini yaitu:
a. Pembangunan pelabuhan sebagai Pangkalan Angkatan Laut di Sub Pusat
Pelayanan Lama Kota Barat, tepatnya di Kelurahan Mamburungan dan
Mamburungan Timur. Lokasi tersebut juga akan dibangun perkantoran
Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut di masa mendatang seluas +400 Ha.
b. Pembangunan sarana dan fasilitas perbaikan dan pemeliharaan pangkalan
militer di area Peningki dan Mamburungan.

II - 49
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

c. Kawasan rest and recreation bagi anak buah kapal yang selesai bertugas.
Fasilitas sarana dan prasarana tersebut akan dibangun di Kawasan Mako Lanal
yaitu di kawasan Sebengkok A dan Sebengkok B, Lingkas Ujung dan Karang
Rejo.
d. Kawasan KODIM di Sub Pusat Pelayanan Lama Kota Barat
e. Landasan Pacu AURI menggunakan Landasan Pacu Bandar Udara Juwata di
Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat.
f. Pengembangan Kawasan Satradar AURI di Kelurahan Mamburungan Timur,
Kecamatan Tarakan Timur
g. Pengembangan Polairud di Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara.

B. Kawasan Perbatasan
Kawasan perbatasan merupakan kawasan antar Kota yang memerlukan
pengawasan dan pengendalian. Kawasan perbatasan antar kota mempunyai
kontribusi terhadap pencapaian sasaran secara nasional dana tau regional.
Kawasan perbatasan yang memilki interaksi secara langsung dalam pemanfaatan
ruang meliputi:
a. Kawasan perbatasan antara Kota Tarakan dengan Kawasan ZEE 12 mil.
b. Arahan pengelolaan kawasan perbatasan antar kota agar sesuai fungsi antar
wilayah dan kerjasama infrastruktur dan pemanfaatan ruang antar wilayah
antara lain:
 Prinsip saling menguntungkan
 Penciptaan efisiensi dalam proses pembangunan dengan memperhatikan
efektifitas dan efisiensi sumber daya alam
 Tetap memelihara kualitas lingkungan hidup
 Tetap mempertahankan fungsi dasar kawasan, terutama kawasan lindung.

C. Kawasan Strategis Aspek Ekonomi


Kawasan strategis ekonomi diutamakan dalam program pengembangan
kawasan diprioritaskan. Hal ini terkait dengan kontribusi pengembangan kawasan
yang diprioritaskan dalam strategi pengembangan wilayah. Kawasan strategis
ekonomi dipengaruhi oleh perubahan sosial-ekonomi dan modernisasi. Hal ini
mendorong terciptanya kegiatan ekonomi yang lebih berkembang.

Berdasarkan pengaruh dan perkembangan serta dampaknya, kawasan ini


berpotensi terhadap pengembangan simpul-simpul jasa ekonomi, permukiman di

II - 50
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

perkotaan, pengembangan industry, pertanian dan pariwisata. Daerah daerah


kawasan strategis aspek ekonomi yaitu:
a. Kawasan pengembangan Kota baru. (New Town)
Kawasan ini memiliki skala pelayanan Kota Tarakan yang mampu melayani
wilayah Utara Kota Tarakan. Kawasan ini terdiri atas Kawasan Pemerintahan
dan Kawasan Permukiman dengan kepadatan penduduk sedang hingga
rendah.
b. Kawasan pengembangan pelabuhan
Kawasan ini dikategorikan sebagai kawasan strategis. Kawasan Pelabuhan
Kota Tarakan sebagai sarana perdagangan dan jasa di Lingkas Ujung dan
Karang Rejo.
c. Kawasan pengembangan industri dan pergudangan
Kawasan ini merupakan sarana dan prasarana perindustrian yang memiliki nilai
tambah bagi pendapatan daerah Kota Tarakan, khusus Juata Laut.
d. Kawasan pengembangan wisata
Kawasan ini berpotensi dikembangkan sebagai daerah wisata karena memiliki
potensi geografis. Pantai Amal yang menghadap ke Selat Makassar dengan
kekayaan alam dan budaya lokal, merupakan aset pariwisata yang sangat
berpotensi dikembangkan.
e. Kawasan pengembanagn budidaya perikanan
Kawasan ini pengembangan budidaya perikanan laut dan pusat budidaya
perikanan berada di Sub Pelayan Kota Baru Utara, khususnya di Juata Laut.

D. Kawasan Strategis Hutan Lindung


Kawasan strategis hutan lindung diarahkan menuju Juatalaut. Arahan
pengembangan kawasan ini adalah:
1. Pengembangan penelitian
2. Pengembangan evakuasi bencana
3. Pengembangan kegiatan rekreasi luar ruang
4. Kegiatan pengembangan satwa langka
5. Pemanfaatan ruang untuk budidaya hanya diizinkan untuk penduduk asli
dengan luasan tetap tanpa mengurangi fungsi kawasan lindung.

II - 51
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

6. Melarang pemanfaatan ruang yang mengganggu bentang alam,


mengganggu kesuburan serta keawetan tanah, fungsi hidrologi, kelestarian
flora dan fauna serta kelestarian lingkungan hidup
7. Melarang kegiatan yang dapat mengakibatkan perubahan dan perusakan
ekosistem dan keutuhan kawasan. Contohnya perambahan hutan,
pembukaan lahan, penebangan pohon dan berburu satwa yang dilindungi.

E. Kawasan Strategis High Control


Kawasan strategis high control direncanakan berlokasi di Karang Rejo, Karang
Anyar Pantai, Selumit Pantai, Sebengkok dan Lingkas Ujung. Kawasan ini
diperuntukkan sebagai perumahan tepi pantai. Penerapan sistem high control
penting agar pertumbuhan perumahan di daerah tersebut terkendali. Pengendalian
ini bersifat penting karena hal ini terkait dengan infrastruktur yang berhubungan
dengan permukiman. Pembangunan infrastruktur terkait seperti jaringan air bersih,
jaringan drainase, jaringan instalasi air imbah, jaringan listrik dan lainnya. Untuk
lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 2.15 yaitu:

II - 52
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 2.14 Skema Rencana Denah Penampungan Air Sementara


Sumber: RTRW Kota Tarakan, 2012 – 2032

II - 53
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

2.4 KONDISI SOSIAL EKONOMI

Ekonomi dan budaya akan dijelaskan per unit. Ekonomi mencakup pendapatan
regional daerah dan mata pencaharian. Budaya sekitar mencakup adat istiadat, tradisi,
budaya. Berikut ini adalah penjelasan di bidang ekonomi yaitu:

2.4.1 Kependudukan
Sumber utama data kependudukan adalah sensus penduduk yang dilaksanakan
sepuluh tahun sekali. Sensus penduduk telah dilaksanakan sebanyak enam kali yaitu
1961, 1971, 1980, 1990, 2000 dan 2010. Di dalam sensus penduduk, pencacahan
dilakukan terhadap seluruh penduduk yang berdomisili di wilayah territorial Indonesia
termasuk warna negara asing kecuali anggota korps diplomat negara sahabat. Dari
jumlah tersebut, langkah selanjutnya dapat menghitung jumlah dan kepadatan
penduduk serta penyebaran penduduk.

2.4.1.1. Jumlah penduduk dan kepadatan penduduk

Penduduk Kota Tarakan berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2018 sebanyak


262.025 jiwa terdiri atas 137.101 laki-laki dan 124.924 perempuan. Jika jumlah ini
dibandingkan dengan proyeksi penduduk tahun 2018, penduduk Kota Tarakan
mengalami pertumbuhan sebesar 3,56 persen. Kepadatan penduduk di Kota Tarakan
tahun 2018 mencapai 1.044,76 jiwa/km2. Kepadatan penduduk tertinggi terletak di
Kecamatan Tarakan Barat dengan kepadatan 3.291,21 jiwa/km2 dan kepadatan
terendah di Kecamatan Tarakan Utara sebesar 273,09 jiwa/km2.

Tabel 2.26 Jumlah Penduduk di Kota Tarakan 2010, 2017, 2018

Jumlah Penduduk
No Kecamatan
2014 2015 2016 2017 2018
1 Tarakan Timur 50.500 52.353 54.269 56.233 58.233
2 Tarakan Tengah 71.222 73.836 76.538 79.312 82.135
3 Tarakan Barat 79.608 82.528 85.547 88.642 91.792
4 Tarakan Utara 25.899 26.848 27.831 28.839 29.865
Total 227.229 235.565 244.185 253.026 262.025

Sumber: Tarakan dalam Angka 2019

II - 54
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel 2.27 Persentase Penduduk dan Kepadatan Penduduk di Kota Tarakan

Persentase Penduduk Kepadatan penduduk per km2


No Kecamatan
2010 2018 2010 2018
1 Tarakan Timur 22,22 22,22 746,20 1.003,84
2 Tarakan Tengah 31,34 31,35 1.099,24 1.478,84
3 Tarakan Barat 35,04 35,03 2.446,86 3.291,21
4 Tarakan Utara 11,04 11,40 203,00 273,09
Total 100,00 253,03 776,64 1.044,76

Sumber: Tarakan dalam Angka 2019

Tabel 2.28 Jumlah Rumah Tangga Menurut Kecamatan di Kota Tarakan

Jumlah Penduduk
No Kecamatan
2014 2015 2016 2017 2018
1 Tarakan Timur 11.212 11.072 12.073 12.585 13.117
2 Tarakan Tengah 16.399 16.194 17.664 18.408 19.185
3 Tarakan Barat 18.594 18.362 20.030 20.873 21.754
4 Tarakan Utara 6.397 6.316 6.891 7.182 7.484
Total 52.602 51.944 56.658 59.048 61.540

Sumber: Tarakan dalam Angka 2019

Tabel 2.29 Luas Wilayah Daratan, Jumlah Tangga dan Kepadatan di Kota Tarakan

Kepadatan
Jumlah
Luas Wilayah Rumah
No Kecamatan Rumah
(Km2) Tangga per
Tangga
km2
1 Tarakan Timur 58,01 13.117 226,12
2 Tarakan Tengah 55,54 19.185 345,43
3 Tarakan Barat 27,89 21.754 779,99
4 Tarakan Utara 109,36 7.484 68,43
Total 250,80 61.540 245,37

Sumber: Tarakan dalam Angka 2019

2.4.1.2. Penyebaran Penduduk Kota Tarakan

Sebaran penduduk Kota Tarakan menurut RTRW Kota Tarakan terbagi atas
permukiman kawasan kepadatan tinggi, permukiman kawasan kepadatan sedang dan
permukiman kawasan kepadatan rendah. Setiap kawasan memiliki pengaturan sendiri-
sendiri yaitu:

II - 55
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

A. Kawasan Permukiman Kepadatan Tinggi


Permukiman kepadatan tinggi dalam rencana hingga tahun 2030 seluas
1.768,79 Ha. Kawasan ini tersebar di Kelurahan Gunung Lingkas, Kelurahan
Lingkas Ujung, Kelurahan Pamusian, Kelurahan Kampung Satuskip, Kelurahan
Karang Anyar, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Kelurahan Karang Harapan,
Kelurahan Karang Rejo, Kelurahan Selumit Pantai dan Kelurahan Juata Laut.
Kawasan permukiman tersebut diatur dan dibatasi pertumbuhannya dengan
rincian sebagai berikut:
1. Permukiman nelayan yang cenderung tidak teratur dan menutup akses public
ke arah sungai dan laut atau mengintervensi hutan mangrove, antara lain
Tanjung Binalatung, Pesisir Pantai Juata Laut, Pesisir Pantai Tanjung Pasir
dan Tanjung Batu, Tepi Sungai Kelurahan Karang Rejo, Sungai Karang
Anyar, Sungai Selumit dan Sungai Malundung.
2. Permukiman tengah Kota yang tidak mengikuti rencana kota dan cenderung
menimbulkan kekumuhan dan perlu peremajaan berupa pembangunan
Rumah Susun. Kelurahan yang tercakup di dalamnya yaitu Kelurahan
Karang Rejo, Kelurahan Selumit, Kelurahan Selumit Pantai, Kelurahan
Karang Balik, Kelurahan Karang Anyar, Kelurahan Karang Anyar Pantai,
Kelurahan Karang Rejo, kelurahan Sebengkok, Kelurahan Lingkas Ujung,
Kelurahan Juata Laut dan Kelurahan Kampung Satuskip.
3. Permukiman berbentuk perdagangan di tepi jalan pusat Kota yang
peruntukannya tidak saling menunjang sesuai fungsi kawasan antara lain
Jalan Yos Sudarso, Jalan Gajah Mada, Jalan Kusuma Bangsa, Jalan
Mulawarman dan Jalan Sudirman.

B. Kawasan Permukiman Kepadatan Sedang


Permukiman kepadatan sedang diarahkan pada kawasan Barat, Timur Laut dan
Barat Laut Kota Tarakan seluas 3.007,37 hektar. Kawasan ini mencakup
Kelurahan Kampung Enam, Kelurahan Pamusian, Kelurahan Karang Anyar,
Kelurahan Karang Harapan, Kelurahan Juata Laut, Kelurahan Mamburungan,
Kelurahan Mamburungan Timur dan Kelurahan Juata Permai.

C. Kawasan Permukiman Kepadatan Rendah


Permukiman kepadatan rendah diarahkan pada kawasan sebelah timur dan
selatan Kota Tarakan. Kawasan ini memiliki potensi bencana alam,

II - 56
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

pemandangan dan kondisi hutan lindung yang masih dapat dipertahankan seluas
93,09 hektar. Permukiman tercakup dalam kawasan ini yaitu Kampung Satuskip
dan Kampung Enam.

2.4.2 Produk Domestik Bruto


Produk domestik bruto tingkat regional menggambarkan kemampuan suatu
wilayah untuk menciptakan nilai tambah pada suatu waktu tertentu. PDRB ditetapkan
berdasarkan dua pendekatan, yaitu lapangan usaha dan pengeluaran. PDRB dari sisi
lapangan usaha merupakan penjumlahan seluruh komponen nilai tambah bruto yang
mampu diciptakan oleh lapangan usaha. Secara umum, pertumbuhan ekonomi di Kota
Tarakan mengalami kenaikan. Laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Atas
Dasar Harga Konstan 2010 (PDRB ADHK 2010) di Kota Tarakan mengalami kenaikan
7,52%. Laju pertumbuhan tertinggi jika PDRB dilihat dari lapangan usaha di Kota
Tarakan tahun 2018 adalah penyediaan listrik dan gas (12,16%) diikuti oleh penyediaan
akomodasi dan makan minum (11,98%) serta informasi dan komunikasi (9,80%). Berikut
ini grafik kenaikan PDRB atas dasar harga berlaku menurut lapangan usaha di Kota
Tarakan yaitu:

Gambar 2.15 Laju Pertumbuhan PDRB Kota Tarakan menurut lapangan usaha
Sumber: Tarakan dalam Angka, 2019

II - 57
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Mata pencaharian penduduk Kota Tarakan beragam. PDB menurut lapangan


usaha mengalami perubahan klasifikasi dari 9 lapangan usaha menjadi 17 jenis
lapangan usaha. PDB menurut lapangan usaha diricni menurut total nilai tambah dari
seluruh sektor ekonomi, yaitu mencakup lapangan usaha Pertanian, Kehutanan,
Perikanan, Pertambangan, Penggalian, Industri Pengolahan, Pengadaan Listrik dan
Gas, Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang, Konstruksi,
Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor, Tranportasi dan
Pergudangan, Penyediaan Akomodasi Makan dan Minum, Informasi dan Komunikasi,
Jasa Keuangan dan Asuransi, Real Estate, Perusahaan Jasa, Administrasi
Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib, Pendidikan, Jasa Kesehatan dan
Kegiatan Sosial lainnya. Berikut ini rincian PDRB Kota Tarakan dari tahun 2014 hingga
2017 yaitu:

Tabel 2.30 Produk Domestik Regional Bruto Kota Tarakan, 2014 - 2018

No Lapangan Usaha 2015 2016 2017 2018

1 Pertanian 2.729.411,41 2.866.549,14 3.153.723,29 3.482.273,50


2 Pertambangan 1.328.716,86 1.212.728,57 1.321.261,73 1.465.194,33

Industri
3 2.800.198,29 3.104.829,09 3.537.863,66 3.775.836,27
Pengolahan

Pengadaan Listrik
4 15.988,41 21.200,00 26.882,58 30.823,14
dan Gas
Pengadaan Air,
Pengelolaan
5 19.505,41 20.441,63 23.352,72 26.013,45
Sampah, Limbah
dan Daur Ulang
6 Konstruksi 3.159.530,85 3.637.590,17 4.317.886,53 5.106.432,08

Perdagangan
Besar dan Eceran,
7 4.455.353,90 5.110.815,64 5.892.237,71 6.848.228,65
Reparasi Sepeda
Motor
Transportasi dan
8 2.926.049,19 3.327.898,14 4.016.949,73 4.566.569,80
Pergudangan

Penyediaan
9 Akomodasi dan 470.292,25 543.893,23 639.426,68 744.370,02
Makan Minum

Informasi dan
10 792.107,68 900.929,31 1.047.502,92 1.184.929,71
Komunikasi
Jasa keuangan
11 549.851,89 616.688,42 668.640,66 742.574,88
dan asuransi

II - 58
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

12 Real Estate 264.591,20 279.599,73 305.774,67 343.047,68

13 Perusahaan Jasa 136.073,52 136.253,02 150.263,77 160.624,63

Administrasi
Pemerintahan,
14 Pertahanan dan 976.795,52 1.147.781,50 1.261.943,48 1.366.587,85
Jaminan Sosial
Wajib
15 Pendidikan 608.822,76 718.263,16 831.571,15 911.911,91

16 Kesehatan 406.746,57 505.814,41 557.584,20 606.087,04

17 Jasa Lainnya 184.534,19 235.123,02 274.409,62 313.568,72


TOTAL 21.824.569,73 24.386.398,17 28.009.275,10 31.675.073,66

Sumber: Tarakan dalam Angka 2019

2.5 FUNGSI DAN PERAN PEMERINTAH KOTA TARAKAN

2.5.1. Fungsi Pemeritah Kota Tarakan Dalam Kebijakan SPAM

Menjelaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang


Pemerintahan Daerah terdapat pembagian urusan pemerintahan antara Pemerintah
Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Berdasarkan Undang-
Undang tersebut kewenangan sub urusan Air Minum dibagi sebagai berikut: Fungsi
Pemerintah Pusat adalah sebagai Penetapan pengembangan Sistem Penyediaan Air
Minum (SPAM) secara nasional. Pengelolaan dan pengembangan SPAM lintas Daerah
provinsi, dan SPAM untuk kepentingan strategis, untuk Fungsi Pemerintah Daerah
Provinsi adalah melakukan Pengelolaan dan pengembangan SPAM lintas Daerah
kabupaten/kota, sedangkan Fungsi Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota adalah
melakukan Pengelolaan dan pengembangan SPAM di Daerah kabupaten/kota.

2.5.2. Peran Kota Tarakan Dalam Pengembangan Pelayanan SPAM


Dalam pelaksanaan skema KPBU, Pemerintah dapat berperan untuk
memberikan dukungan terhadap badan usaha pelaksana dalam pelaksanaan KPBU.
Hal ini juga sesuai dengan Pasal 56 Ayat (5) Peraturan Pemerintah Nomor 122 Tahun
2015 Tentang Sistem Penyediaan Air Minum. Berdasarkan pasal tersebut, dalam rangka
terwujudnya kerjasama antara BUMN/BUMD dengan badan usaha swasta, Pemerintah
Pusat dan/atau Pemerintah Daerah dapat memberikan dukungan yang diperlukansesuai
dengan kewenangannya. Berkaitan dengan pemberian dukungan pemerintah atas
sebagian biaya konstruksi, perlu dilakukan analisa terhadap peraturan berikut:

II - 59
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

 Peraturan Menteri Keuangan No. 223/PMK.011/2012 Pemberian Dukungan


Kelayakan Atas Sebagian Biaya Konstruksi Pada Proyek Kerjasama Pemerintah
Dengan Badan Usaha Dalam Pelaksanaan Infrastruktur.
 Investasi pengembangan SPAM dan/atau Pengelolaan SPAM terhadap unit Air
Baku dan Unit Produksi;
 Investasi unit distribusi yang selanjutnya dioperasikan dan dikelola oleh BUMN atau
BUMD yang bersangkutan; dan /atau
 Investasi teknologi pengoperasian dan pemeliharaan dalam rangka mengupayakan
Penyelenggaraan SPAM yang efektif dan efisien dengan mekanisme kontrak
berbasis kinerja.

2.6 KONDISI KEUANGAN DAERAH

2.6.1. Penerimaan Daerah Kota Tarakan


Penerimaan Daerah didominasi dari PAD dan Pajak retribusi. Berikut penerimaan
daerah di Kota Tarakan.

II - 60
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel 2.31 Rincian Produk Domestik Regional Bruto Kota Tarakan, 2015 - 2018

II - 61
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Lanjutan Tabel 2.31

II - 62
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Lanjutan Tabel 2.31

Sumber: Tarakan dalam Angka 2019

2.6.2. Pengeluaran Daerah Kota Tarakan

Realisasi belanja di Kota Tarakan dikategorikan dalam belanja fisik dan non fisik.
Berikut data belanja di Kota Tarakan tahun 2015-2019.

II - 63
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel 2.32 Pengeluaran Daerah Kota Tarakan, 2015 - 2018

Sumber: Tarakan dalam Angka 2019

2.7 RUANG DAN LAHAN

Ruang dan lahan dibagi dua penjelasan. Pertama membahas Rencana Tata
Ruang Wilayah dan Kedua membahas Pengunaan lahan dan Tata Guna Lahan:

2.7.1 Rencana Tata Ruang Wilayah


Rencana Tata Ruang Wilayah merupakan rencana yang menggambarkan
susunan unsur-unsur pembentuk rona lingkungan alam, lingkungan sosial dan
lingkungan buatan. Rencana struktur tata ruang mewujudkan hirarki pusat pelayanan
wilayah meliputi sistem pusat-pusat perkotaan dan perdesaan, pusat-pusat
permukiman, hirarki sarana dan prasarana yang dihubungkan dengan sistem jaringan

II - 64
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

jalan. Pembagian pusat pelayanan ini untuk melayani sosial, budaya, ekonomi, dan/atau
administrasi wilayah kota dan regional. Kota Tarakan terbagi atas 3 hirarki adalah:

1. Pusat Pelayanan Kota adalah pusat pelayanan ekonomi, sosial, dan/atau


administrasi yang melayani seluruh wilayah kota dan/atau regional.
2. Subpusat Pelayanan Kota adalah pusat pelayanan ekonomi, sosial dan/atau
administrasi yang melayani sub wilayah kota.
3. Pusat lingkungan adalah pusat pelayanan ekonomi, sosial dan/atau administrasi
lingkungan kota.

Berdasarkan pendekatan di atas, maka Kota Tarakan dibagi dua Pusat Pelayanan Kota
(PPK), yaitu PPK Lama dan PPK Baru. Selanjutnya, Pusat Pelayanan Kota (PPK) akan
membawahi beberapa Subpusat Pelayanan Kota (Sub PPK), yaitu:

1. Pusat Pelayanan Kota (PPK) Kota Baru dengan pusat di Juatapermai akan menjadi
pusat orientasi dan pelayanan tiga Sub PPK dan pusat lingkungan yaitu:
a. Sub PPK Baru Utara dengan pusat di Juata Laut, Sub PPK Kota Baru Utara
secara administrasi meliputi sebagian Kelurahan Juata Laut, Kecamatan
Tarakan Utara.
Pusat Lingkungan: Tanjung Selayung

b. Sub PPK Baru Selatan dengan pusat di Juata Permai, secara administrasi
meliputi Kelurahan Juata Permai, Kelurahan Juata Kerikil dan Kelurahan
Karang Harapan
Pusat Lingkungan: Tanjung Juata

c. Sub PPK Baru Timur dengan pusat di Tanjung Simaya, secara administrasi
meliputi sebagian Kelurahan Juata Laut bagian timur, Kecamatan Tarakan
Utara.
Pusat Lingkungan: Tanjung Binalatung

2. Pusat Pelayanan Kota (PPK) Kota Lama dengan pusat di Karanganyar akan
menjadi pusat orientasi dan pelayanan tiga Sub PPK dan pusat lingkungan yaitu:
a. Sub PPK Kota Lama Barat dengan pusat di Karang Anyar Pantai, Sub PPK
Kota Lama Barat secara administrasi meliputi Kelurahan Karang Anyar,
Kelurahan Karang Balik, Kelurahan Karang Rejo, Kelurahan Selumit, Kelurahan
Sebengkok, Kelurahan Gunung Lingkas, Kelurahan Lingkas Ujung dan
sebagian Kelurahan Kampung Satuskip.
Pusat Lingkungan: Karang Balik

II - 65
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

b. Sub PPK Kota Lama Selatan dengan pusat di Mamburungan, secara


administrasi meliputi Kelurahan Mamburungan, Kelurahan Mamburungan
Timur, sebagian Kelurahan Kampung Empat dan sebagian Kelurahan Pantai
Amal.
Pusat Lingkungan: Lingkas Ujung

c. Sub PPK Kota Lama Timur dengan pusat di Pantai Amal, secara administrasi
meliputi sebagian Kelurahan Kampung Satuskip, sebagian Kelurahan Pantai
Amal, Kelurahan Kampung Enam dan sebagian Kelurahan Kampung Empat.
Pusat Lingkungan: Kampung Amal Lama

Untuk lebih jelas dapat dilihat pada gambar 2.16

Gambar 2.16 Sistem Pelayanan Pusat Kota Tarakan


Sumber: RTRW Kota Tarakan 2012 – 2032

Pusat Pelayanan Kota Lama : Karang Anyar

1 Sub PPK Lama Barat : Karang Anyar Pantai


Pusat Lingkungan : Karang Balik
2 Sub PPK Lama Timur : Pantai Amal
Pusat Lingkungan : Kampung Amal Lama
3 Sub PPK Lama Selatan : Mamburungan
Pusat Lingkungan : Lingkas Ujung

II - 66
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Pusat Pelayanan Kota Baru : Juata Permai


1 Sub PPK Baru Utara : Juata Laut
Pusat Lingkungan : Tanjung Selayung
2 Sub PPK Baru Timur : Tanjung Simaya
Pusat Lingkungan : Tanjung Binalatung
3 Sub PPK Baru Selatan : Juata Kerikil
Pusat Lingkungan : Tanjung Juata

II - 67
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 2.17 Gambar Rencana Pola Ruang Kota Tarakan


Sumber: RTRW Kota Tarakan 2012 - 2032

II - 68
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

BAB III
KONDISI EKSISTING SPAM KOTA TARAKAN

3.1 UMUM
Cakupan pelayanan air minum di Kota Tarakan oleh PDAM Tirta Alam Kota
Tarakan meliputi empat zona pelayanan, yaitu zona pelayanan Tarakan Utara yang
mempunyai pelayanan 64,55% (3.364 SR) pada tahun 2019, zona pelayanan Tarakan
Barat 92,26% (12.672 SR), zona pelayanan Tarakan Timur 42,96% (4.081SR), dan zona
pelayanan Tarakan Tengah 73,99% (8.933 SR). Tingkat konsumsi air di wilayah
pelayanan Kota Tarakan adalah 150 Liter/Orang/Hari dengan tingkat jiwa setiap SR
adalah 6 orang dengan kebutuhan setiap SR adalah 25 m3/SR. Kehilangan air (NRW)/air
tanpa rekening adalah 31,73% yang mana masih jauh dari standar yang ditetapkan yaitu
20% kebocoran.

3.2 ASPEK TEKNIS DAN OPERASIONAL


(A). Jaringan Perpipaan
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tarakan telah berdiri sejak tahun
1980. PDAM Kota Tarakan merupakan cabang dari PDAM Kabupaten Bulungan. PDAM
Kota Tarakan sudah beroperasi salaam 29 tahun dan melayani penduduk Kota Tarakan
hingga sekarang. Unit produksi air bersih pertama yang dimiliki adalah IPA Juata Laut.
IPA ini memiliki kapasitas produksi 5 liter/detik. IPA ini dibangun dari dana bantuan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Sejalan dengan berlakunya Undang-undang No. 29 tahun 1997 tentang
pembentukan Kotamadya DATI II Tarakan, maka Pemerintah Kotamadya Tarakan
bermusyawarah dengan Pemerintah Kabupaten Bulungan. Kegiatan musyawarah ini
membahas tentang pengelolaan unit SPAM yang ada di Kota Tarakan. Pemerintah Kota
Tarakan yang memiliki aset unit SPAM di Kotanya sendiri berkeinginan untuk memiliki
dan mengelola PDAM Kota Tarakan sepenuhnya. Hasil musyawarah disepakati bahwa
Pemerintah Kabupaten Bulungan menyerahkan aset dan pengelolaan PDAM Cabang
Tarakan dari Kabupaten Bulungan per tanggal 31 Desember 1999. Berita acara serah

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 1
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

terima pengelolaan PDAM Kabupaten Bulungan yang berlokasi di wilayah Kota Tarakan
(PDAM Cabang Tarakan) dari Pemkab Bulungan kepada Pemkot Tarakan, tanggal 31
Desember 1999 dengan Berita Acara:

Nomor : 028/175/PUK-XII/1999 (Pihak Pertama)


Nomor : 500/262/EK/XII/1999 (Pihak Kedua)

Status kepemilikan PDAM Cabang Tarakan otomatis beralih dari Pemkab


Bulungan ke Pemkot Tarakan per tanggal 31 Desember 1999. Oleh karena itu, setiap
tanggal dan bulan tersebut diperingati sebagai hari berdirinya PDAM Tirta Alam Kota
Tarakan. Penguatan organisasi pun dilakukan oleh Walikota Tarakan dengan
membuat surat Keputusan Walikota Tarakan No. 03 Tahun 2000, tanggal 9 februari
2000, didirikanlah Perusahaan Daerah Air Minum Kota Tarakan sebagai Badan Usaha
Milik Daerah (BUMD). Sejalan dengan waktu, Pemerintah Kota Tarakan memperkuat
dasar hukum BUMD ini dengan menerbitkan Peraturan Daerah No. 01 Tahun 2013
tentang Perusahaan Daerah Air Minum Kota Tarakan.

3.2.1 Pelayanan SPAM Eksisting Kota Tarakan


Pada saat ini, sistem pelayanan PDAM Kota Tarakan dibagi dalam beberapa
zona pelayanan. Zona pelayanan air minum dibagi empat zona distribusi air.
Pengaliran air menggunakan kombinasi antara sistem gravitasi dan pemompaan.
Adapun pembagian zona distribusi air minum ini adalah sebagai berikut:

1. Zona A
Pada zona ini daerah pelayanannya terdiri atas dari dua kecamatan:
a. Kecamatan Tarakan Barat meliputi kelurahan Karangrejo, Karanganyar
dan Karang Balik
b. Kecamatan Tarakan Tengah meliputi kelurahan Pamusian dan Sebengkok.

2. Zona B
Zona pelayanan ini meliputi tiga kecamatan yaitu:
a. Kecamatan Tarakan Barat meliputi kelurahan Karangrejo Pantai,
Karanganyar, Karang Balik, Karanganyar Pantai, Karang Harapan,
Karangrejo.
b. Kecamatan Tarakan Tengah meliputi kelurahan Selumit, Sebengkok,
Selumit Pantai
c. Kecamatan Tarakan Utara meliputi kelurahan Juatakerikil dan
Juatapermai.

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 2
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

3. Zona C
Zona pelayanan ini terdiri atas dua kecamatan:
a. Kecamatan Tarakan Tengah meliputi kelurahan Pamusian,
Kampungsatuskip
b. Kecamatan Tarakan Timur meliputi kelurahan Lingkasujung, Gunung
Lingkas, Kampungempat, Kampungenam, Mamburungan, Mamburungan
Timur dan Pantaiamal.

4. Zona D
Zona pelayanan ini meliputi satu kecamatan
Kecamatan Tarakan Utara meliputi kelurahan Juata laut, Juata kerikil dan
Juata permai.

Zona pelayanan air minum dibagi empat zona distribusi air yang saling
terintegrasi. Sistem pengaliran air menggunakan kombinasi antara sistem gravitasi
dan pemompaan. Adapun pembagian zona distribusi air minum dapat dijelaskan pada
gambar berikut ini.

Gambar 3.1 Pembagian Zona Pelayanan SPAM di Kota Tarakan Tahun 2018

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 3
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 3.2 Wilayah Jalur Distribusi Air di Kota Tarakan Tahun 2018

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 4
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Adapun penjelasan pelayanan setiap zona pelayana air minum di kota tarakan dapat
diinformasikan sebagai berikut ini:
A. Zona pelayanan Tarakan Utara
Pelayanan di wilayah Tarakan Utara hingga bulan September 2019 mencapai
64,55%. Adapun detail cakupan pelayanan di wilayah ini adalah sebagai berikut ini:

Tabel 3.1 Data Jumlah Pelanggan untuk Zona Pelayanan Tarakan Utara
Jumlah Cakupan Pelayanan melalui
Penduduk Kota Sambungan Rumah per September
No Kecamatan Kelurahan Tarakan 2019
Jumlah Persentase
Jiwa Unit SR Jiwa
KK KK Jiwa
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Juata Laut 4.700 15.217 1.379 8.274 29,34 54,37
TARAKAN
Juata Permai 3.184 9.791 1.516 9.096 47,61 92,90
UTARA
Juata Kerikil 2.073 6.260 469 2.814 22,62 44,95
Total Tarakan Utara 9.957 31.268 3.364 20.184 33,79 64,55

Sumber: Data Teknis PDAM Tirta Alam Kota Tarakan, 2019

B. Zona Pelayanan Tarakan Timur


Pelayanan di wilayah Tarakan Timur hingga bulan September 2019 mencapai
42,96%. Adapun detail cakupan pelayanan di wilayah ini adalah sebagai berikut ini:

Tabel 3.2 Data Jumlah Pelanggan untuk Zona Pelayanan Tarakan Timur
Jumlah Cakupan Pelayanan melalui
Penduduk Kota Sambungan Rumah per September
No Kecamatan Kelurahan Tarakan 2019
Jumlah Persentase
Jiwa Unit SR Jiwa
KK KK Jiwa
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Lingkas Ujung 4.185 13.193 1.059 6.354 25,30 48,16
Gunung Lingkas 2.897 9.359 1.085 6.510 37,45 69,56
Kampung Empat 1.616 5.092 778 4.668 48,14 91,67
TARAKAN Kampung Enam 2.081 6.905 527 3.162 25,32 45,79
TIMUR
Mamburungan 3.202 10.241 626 3.756 19,55 36,68
Pantai Amal 2.569 8.352 0 0 0,00 0,00
Mamburungan
1.110 3.859 6 36 0,54 0,93
TImur
Total Tarakan Timur 17.660 57.001 4.081 24.486 23,11 42,96

Sumber: Data Teknis PDAM Tirta Alam Kota Tarakan, 2019

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 5
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

C. Zona Pelayanan Tarakan Barat


Pelayanan di wilayah Tarakan Barat hingga bulan September 2019 mencapai
92,26%. Adapun detail cakupan pelayanan di wilayah ini adalah sebagai berikut ini.

Tabel 3.3 Data Jumlah Pelanggan untuk Zona Pelayanan Tarakan Barat
Jumlah Cakupan Pelayanan melalui
Penduduk Kota Sambungan Rumah per September
No Kecamatan Kelurahan Tarakan 2019
Jumlah Persentase
Jiwa Unit SR Jiwa
KK KK Jiwa
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Karang Anyar 10.100 32.361 5.268 31.608 52,16 97,67
Karang Rejo 2.593 8.159 1.109 6.654 42,77 81,55
TARAKAN Karang Anyar
7.216 22.499 2.960 17.760 41,02 78,94
BARAT Pantai
Karang Balik 2.659 7.962 1.233 7.398 46,37 92,92
Karang Harapan 3.404 11.434 2.102 12.612 61,75 110,30
Total Tarakan Barat 25.972 82.415 12.672 76.032 48,79 92,26

Sumber: Data Teknis PDAM Tirta Alam Kota Tarakan, 2019

D. Zona Pelayanan Tarakan Tengah


Pelayanan di wilayah Tarakan Tengah hingga bulan September 2019 mencapai
73,99%. Adapun detail cakupan pelayanan di wilayah ini adalah sebagai berikut ini.

Tabel 3.4 Data Jumlah Pelanggan untuk Zona Pelayanan Tarakan Tengah
Jumlah Cakupan Pelayanan melalui
Penduduk Kota Sambungan Rumah per September
No Kecamatan Kelurahan Tarakan 2019
Jumlah Persentase
Jiwa Unit SR Jiwa
KK KK Jiwa
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Kampung Satu
3.702 11.775 1.862 11.172 50,30 94,88
Skip
Pamusian 5.044 15.556 2.634 15.804 52,22 101,59
TARAKAN
TENGAH Sebengkok 5.527 18.094 1.884 11.304 34,09 62,47
Selumit 2.295 7.203 752 4.512 32,77 62,64
Selumit Pantai 6.247 19.816 1.801 10.806 28,83 54,53
Total Tarakan Barat 22.815 72.444 8.933 53.598 39,15 73,99

Sumber: Data Teknis PDAM Tirta Alam Kota Tarakan, 2019

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 6
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

3.2.2 Unit Air Baku PDAM Kota Tarakan


Proses produksi air bersih di Kota Tarakan menggunakan sumber-sumber air
baku yang ada di wilayah Kota Tarakan. Selama operasional IPA, PDAM Tirta Alam
Kota Tarakan menggunakan Sungai dan penampungan berupa embung. Berikut ini
air baku yang digunakan oleh PDAM Tirta Alam di Kota Tarakan.
A. Air Permukaan (Air Sungai)
Penggunan air baku air permukaan oleh PDAM Tirta Alam Kota Tarakan meliputi air
sungai dan embung. Debit air sungai dikota tarakan bergantung pada air hujan
sehingga debit bersifat fluktuatif seperti halnya Sungai kampung bugis mempunyai
debit normal 88 L/Detik jika pada musim penghujan namun pada musim kemarau
debitnya turun menjadi 48 L/detik. Adapun sungai dan embung yang sudah
dimanfaatkan adalah sebagai berikut ini.

Tabel 3.5 Kondisi Eksisting Sumber Air Baku dari Sungai di Kota Tarakan
Nama Kapasitas
No Foto Survey
Sungai (L/Detik)*

Kampung 48 (musim
1
Bugis kemarau)

88 (musim
penghujan)

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 7
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Nama Kapasitas
No Foto Survey
Sungai (L/Detik)*

3 Persemaian 154

(musim
kemarau)

3 Binalatung 90

*kapasitas pada musim kemarau


Sumber: PDAM Tirta Alam Kota Tarakan, 2019

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 8
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Lanjutan Tabel 3.5


Nama Kapasitas
No Foto Survey
Sungai (L/Detik)*

13 (musim
4 Semunti
kemarau)

25 (musim
penghujan)

*kapasitas pada musim kemarau


Sumber: PDAM Tirta Alam Kota Tarakan, 2019

B. Air Permukaan (Embung)


Embung di wilayah Kota Tarakan terdiri dari embung tadah hujan dan embung
penampungan dari air sungai. Embung-embung yang ada di wilayah kota tarakan
adalah sebagai berikut ini:
Tabel 3.6 Kondisi Eksisting Sumber Air Baku dari Embung di Kota Tarakan
Nama Kapasitas
No Foto Survey
Embung/Lokasi (m3)

Embung
145.000
Bengawan

Kondisi Sungai Penyuplai


Embung Saat Musim Hujan

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 9
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Nama Kapasitas
No Foto Survey
Embung/Lokasi (m3)

Embung
2 130.000
Persemaian

Embung
3 112.608
Rawasari

4 Embung Indulung 123.982 Sedang dalam proses konstruksi

Embung
5 500.000
Binalatung

Kondisi Normal

Sumber: PDAM Tirta Alam Kota Tarakan & dokumentasi konsultan, 2019.
Berdasarkan kapasitas sungai dan embung yang ada, berdasarkan kajian
teknis dari PDAM, Potensi sungai dapat dimanfaatkan 225 l/Detik pada saat musim
penghujan, namun potensi tersebut turun menjadi 175 l/detik pada saat kemarau.
Sedangkan embung dapat dimanfaatkan sebesar 230 l/detik dengan pemanfaatan
selama 107 hari. Berikut ini analisis teknis penggunaan air baku dari sungai dan
embung oleh PDAM Kota Tarakan.

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 10
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

TABEL 3.7. DATA KUALITAS AIR DI BEBERAPA SUNGAI DI KOTA TARAKAN


PADA TAHUN 2017 FORMAT KERTAS A3

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 11
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel 3.8 Pemanfaatan Air Baku untuk Produksi Air Minum di Kota Tarakan

Ketersediaan Air Baku Permukaan Ketersediaan Air Baku Embung

Debit Prediksi
Aliran sungai (B) Kemampuan
(A)
Pemanfaatan Sumber Intake Pompa Pemanfaatan Sumber bertahannya persediaan Embung
Air Baku (Q) >(L/dt) Air Baku
Volume (Intake)
Air Permukaan (Embung) Embung Jumlah
Pompa
Min Max (m³) (L/dt) (Hari)

A. Sungai-sungai : A. Embung-embung :
a. Sei. Kamp. Bugis 40 60 a. Embung Persemaian 130.000 60 25
b. Sei. Persemaian 60 70 b. Embung Binalatung 500.000 100 58
c. Sei. Binalatung 60 70 c. Embung Bengawan 145.000 70 24
d. Sei. Semunti 15 25 d. Embung Rawasari 112.608 0 0
e. Sei. Bengawan 0 0 e. Embung Indulung 123.982 0 0
f. Sei. Rawasari 0 0
g. Sei. Indulung 0 0 Jumlah,…….(B) > 1.011.590 230 107

Jumlah,………..(A) > 175 225 (* Prediksi Bulan > 4

Sumber: PDAM Tirta Alam Kota Tarakan, 2019

3.2.2 Instalasi Pengolahan Air Eksisting (IPA)


Saat ini, PDAM Kota Tarakan mempunyai empat lokasi unit produksi air bersih,
yaitu IPA Kampung Bugis, IPA Persemaian, IPA Kampung Satu dan IPA Juata laut.
Jumlah sambungan rumah berdasarkan data teknis PDAM pada tahun 2019 (Triwulan
I) adalah + 26.661 (61,25%) unit sambungan. Sebagian besar satuan sambungan
sebesar 85% adalah kategori rumah tangga. Konsumsi per kapita domestik dalam
kota adalah 150 liter per hari. PDAM Kota Tarakan masih merencanakan
pengembangan di masa mendatang. Semua IPA memproduksi air dengan kapasitas
hingga 900 liter per detik dengan output produksi pada saat ini 345 Liter/Detik. Lebih
dari 50% dari kapasitas IPA tidak berfungsi, hal ini dipengaruhi oleh jumlah air baku
pada embung yang tersedia sangat kurang hanya 800.000 m3 jika dalam kondisi
normal pada saat musim penghujan. Kondisi penampungan akan berkurang pada saat
musim kemarau sehingga keterbatasan air baku masih menjadi kendala dalam
pelayanan air PDAM Tirta Alam di Kota Tarakan. Serta debit sungai yang fluktuatif
pada wilayah kota tarakan yang menyebabkan kekurangan air baku untuk proses
pengolahan.
Sistem PDAM Kota Tarakan beroperasi dengan baik. Namun, operasional IPA
dan pemeliharaan jaringan distribusi masih perlu ditingkatkan. Persentase kehilangan
air di jaringan distribusi PDAM adalah 31,73% dari kapasitas produksi. Berikut ini

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 12
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

adalah rincian kapasitas produksi masing-masing unit produksi air minum di Kota
Tarakan dan lokasi reservoar ada pada tabel 3.8 dan 3.9

Tabel 3.9 Unit Produksi Air Minum PDAM Kota Tarakan 2019
Kapasitas Kapasitas Kapasitas Sumber Air
Lokasi IPA
Terpasang Beroperasi Produksi Efektif Baku
Sungai
IPA Kampung
120 Lps 60 Lps 58,99 Lps Kampung Bugis
Bugis
dan Embung
Sungai
IPA
405 Lps 160 Lps 139,11 Lps Persemaian
Persemaian
dan Embung
Sungai
IPA Kampung
340 Lps 155 Lps 91,73 Lps Binalatung dan
Satu
Embung
IPA Juata Laut 35 Lps 30 Lps 23,99 Lps Sungai Semunti
Total 900 Lps 405 Lps 273,82 Lps

Sumber: Data Teknis PDAM Tirta Alam Kota Tarakan, 2019

Kondisi masing-masing IPA beserta material konstruksinya dapat dilihat pada


tabel 3.2 yaitu:
Tabel 3.10 Rincian Kapasitas Unit Produksi PDAM Kota Tarakan 2019
Q beroperasi Q tidak beroperasi
No. IPA Jenis IPA
(L/detik) (L/detik)
1 Juata Laut 30 - Fiber Glass
- 5 Plat Baja
2 Persemaian
Plat Baja (Rencana di
a IPA – A 60 -
Pindah Ke Bengawan)
b IPA – B - 30 Beton (Rusak)
c IPA – C 25 - Plat Baja
d IPA – D - 10 Plat Baja (Rusak)
Fiber Glass (Rencana
e IPA – E - 30
dipindah ke Indulung)
f IPA Baru 250 - Beton

3 Kampung Bugis 60 - Beton Konvensional


- 60 Fiber Glass
4 Kampung Satu 30 - Fiber Glass
30 30 Plat Baja
250 - Beton
Total 735 165 735 + 165 = 900 Lps
Sumber: Data Teknis PDAM Tirta Alam Kota Tarakan, 2019

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 13
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Uraian setiap unit produksi air minum di setiap IPA dapat dijelaskan di bawah
ini yaitu:
3.2.2.1 IPA Kampung Bugis
IPA Kampung Bugis memiliki dua jenis IPA. IPA pertama merupakan IPA
Konvensional berkapasitas 60 Liter/detik dan IPA Paket berkapasitas 60 Liter/detik
juga. Saat ini, IPA yang beroperasi adalah IPA Konvensional berkapasitas 60
Liter/detik. Unit pengolahan yang ada di IPA Kampung Bugis yaitu:

 Koagulator/Flash Mixing 1 unit


 Baffle Flokulator/Slow Mixing 2 unit masing-masing berkapasitas 30 L/detik
 Bak Pengendap 3 unit dengan tube settler
 Filter 4 unit masing-masing berkapasitas 15 L/detik
 Bak Pembubuh Tawas kapasitas 2 m3 dilengkapi pompa dosing
 Bak Pembubuh Klor/Kaporit kapasitas 1 m3 dilengkapi pompa dosing

Gambar 3.2 IPA Konvensional dan Paket Kampung Bugis 60 L/detik

Skema sistem pengolahan di kedua IPA Kampung Bugis dan Lokasi IPA
Kampung Bugis dapat dilihat pada skema dan gambar dibawah ini di bagian gambar
berikut ini:

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 14
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 3.3 Skema Pelayanan IPA Kampung Bugis Kapasitas 120 Liter/detik dan Wilayah Pelayanannya
Sumber: PDAM Tirta Alam, 2019

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 15
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 3.4 Lokasi IPA Kampung Bugis Kapasitas 120 Liter/detik dan Wilayah Pelayanannya

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 16
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel 3.11 Data Teknis Unit Produksi Air Minum Kampung Bugis

No Uraian Kapasitas Keterangan


1. Pompa 1 Q 60 Lps H 20 Berfungsi
m
2. Pompa 2 Q 60 Lps H 20 Berfungsi
m
1 Pompa Intake
3. Pompa 3 Q 18 Lps H 252 Berfungsi
m
4. Pompa 1 Q 250 m3/jam H Rusak Ringan
18 m
1. Pompa 1 Q 127,89 H Berfungsi
70,5 m
Pompa Distribusi 2. Pompa 2 Q 60 Lps H 70
2 Reservoir IPA ke m Berfungsi
Reservoir Bukit 3. Pompa 3 Q 33 Lps H 94
m Rusak Berat

1. Reservoir Penampungan Di lokasi IPA


IPA Kapasitas 175 m3
2. Reservoir Penampungan Di lokasi IPA
IPA Kapasitas 500 m3
3 Kapasitas Reservoir
3. Reservoir Bagi Kapasitas Reservoir Bukit
500 m3
4. Reservoir Bagi Kapasitas Reservoir Bukit
500 m3
PAC
Input = 38,500 Kg
Penggunaan = 38.475 Kg
Soda Ash
4 Kebutuhan Bahan Kimia Input = 11,100 Kg
Penggunaan = 11.050 Kg
Kaporit
Input = 12.525 Kg
Penggunaan = 12.520 Kg
Pompa Dosing Alum = 2 bh
5 Pompa Dosing Pompa Dosing Soda ash = 1
Pompa Dosing Kaporit = 1
Kec Tarakan barat
 Kr. Rejo
 Kr. Balik
6 Lokasi Pelayanaan  Kr. Anyar
Kec Tarakan Tengah
 Pamusian
 Sebengkok
Sumber: PDAM Tirta Alam Kota Tarakan, 2019

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 17
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

3.2.2.2 IPA Persemaian


IPA Persemaian merupakan unit produksi yang tergabung dari beberapa IPA.
Semua IPA beroperasi dengan baik. Rincian semua IPA tersebut dapat dijelaskan di
bawah ini:
a. IPA-A berbahan dasar dari plat baja dengan kapasitas 60 Liter/detik rencana
akan dipindah ke lokasi embung bengawan.
b. IPA-B dibangun dari konstruksi beton dengan kapasitas 30 Liter/detik dalam
kondisi rusak berat.
c. IPA-C berbahan plat baja dengan kapasitas 25 Liter/detik.
d. IPA-D juga dibuat dari plat baja dengan kapasitas 10 Liter/detik dalam kondisi
rusak berat.
e. IPA-E dikonstruksi dari bahan fiberglass dengan kapasitas 30 Liter/detik
direncakakan akan dipindah ke embung indulung.
f. IPA Baru dengan konstruksi beton dengan kapasitas 250 Liter/Detik
Semua unit IPA Persemaian memilki unit pengolahan yang sama. Unit
produksi yang sama akan memudahkan dalam pengoperasian dan perawatan IPA.

Gambar 3.5 IPA Persemaian 250 LPS dan 60 LPS

Tabel 3.12 Data Teknis Unit Produksi Air Minum Persemaian


No Uraian Kapasitas Keterangan
1. Pompa 1 Q 30 Lps H 15 m Berfungsi
2. Pompa 2 Q 30 Lps H 15 m Berfungsi
3. Pompa 3 Q 16,36 Lps H 15 m Berfungsi
4. Pompa 4 Q 16,36 Lps H 15 m Berfungsi
1 Pompa Intake
5. Pompa 5 Q 30 Lps H 15 m Berfungsi
6. Pompa 6 Q 60 Lps H 40 m Berfungsi
7. Pompa 7 Q 60 Lps H 40 m Berfungsi
8. Pompa 8 Q 100 Lps H 20 m Berfungsi
1. Pompa 1 Q 60 Lps H 70 m Berfungsi
Pompa Distribusi
2. Pompa 2 Q 90 Lps H 70 m Berfungsi
2 Reservoir IPA ke
3. Pompa 3 Q 90 Lps H 70 m Berfungsi
Reservoir Bukit
4. Pompa 4 Q 60 Lps H 60 m Berfungsi

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 18
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

No Uraian Kapasitas Keterangan


5. Pompa 5 Q 125 Lps H 70 m Berfungsi
6. Pompa 6 Q 125 Lps H 100 m Belum Operasional
1. Reservoir Penampungan IPA Di lokasi IPA
Kapasitas 200 m3
2. Reservoir Penampungan IPA Di lokasi IPA
Kapasitas 500 m3
3 Kapasitas Reservoir
3. Reservoir Bagi Kapasitas 500 Reservoir Bukit
m3
4. Reservoir Bagi Kapasitas 250 Reservoir Bukit
m3
PAC
Input = 48,000 Kg
Penggunaan = 38.475 Kg
Soda Ash
Kebutuhan Bahan
4 Input = 36,000 Kg
Kimia
Penggunaan = 21.982 Kg
Kaporit
Input = 19.375 Kg
Penggunaan = 14.410 Kg
Pompa Dosing Alum = 6 bh
5 Pompa Dosing Pompa Dosing Soda ash = 2
Pompa Dosing Kaporit = 2
Kec Tarakan barat
 Kr. Rejo
 Kr. Balik
 Kr. Anyar
 Kr. Rejo Pantai
 Kr. Harapan
6 Lokasi Pelayanaan Kec Tarakan Tengah
 Sebengkok
 Selumit
 Selumit Pantai
Kec Tarakan Utara
 Juata Kerikil
 Juata Permai

Sumber: PDAM Tirta Alam Kota Tarakan, 2019

Proses produksi air minum di sistem pengolahan air IPA Persemaian menggunakan
sumber air baku dari Sungai Persemaian dan Embung Persemaian serta embung
rawasari. Bagan pengolahan proses produksi IPA Persemaian dapat dilihat pada
bagan yang digambarkan di bawah ini yaitu:

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 19
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 3.6 Skema IPA Persemaian 250 LPS dan 60 LPS dan Wilayah Pelayanannya
Sumber: PDAM Tirta Alam, 2019

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 20
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 3.7 Lokasi IPA Persemaian 250 LPS dan 60 LPS dan Wilayah Pelayanannya

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 21
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

3.2.2.3 IPA Juata Laut


Pada IPA Juata Laut terdapat 2 buah IPA. Akan tetapi hanya 1 buah IPA yang
beroperasi. Dua unit IPA tersebut antara lain (Gambar 3.8. dan 3.9.) :
 IPA Fiber Glass kapasitas 30 L/dtk : beroperasi

 IPA Plat Baja kapasitas 5 L/dtk : tidak beroperasi

Gambar 3.8 IPA Fiber Glass Juata Laut Kapasitas 30 L/detik

Gambar 3.9 IPA Plat Baja Juata Laut Kapasitas 5 L/detik

Unit-unit yang ada di IPA Juata Laut, yaitu:


 Koagulator/Flash Mixing
 Bak Pengumpul
 Filter
 Bak Pembubuh Tawas
 Bak Pembubuh Klor/Kaporit
 Reservoar 112 m3

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 22
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel 3.13 Data Teknis Unit Produksi Air Minum Juata Laut

No Uraian Kapasitas Keterangan


1. Pompa 1 Q 55 Lps H 15 m Berfungsi
1 Pompa Intake 2. Pompa 2 Q 55 Lps H 15 m Berfungsi

1. Pompa 1 Q 30 Lps H 100 m Berfungsi


2. Pompa 2 Q 40 Lps H 100 m Berfungsi
Pompa Distribusi 3. Pompa 3 Q 90 Lps H 70 m Berfungsi
2 Reservoir IPA ke
4. Pompa 4 Q 60 Lps H 70 m Berfungsi
Reservoir Bukit

1. Reservoir Penampungan Di lokasi IPA


IPA Kapasitas 100 m3
3 Kapasitas Reservoir 2. Reservoir Bagi Kapasitas Reservoir Bukit
200 m3

PAC
Input = 21,100 Kg
Penggunaan = 21.475 Kg
Soda Ash
Kebutuhan Bahan
4 Input = 19,300 Kg
Kimia
Penggunaan = 20.000 Kg
Kaporit
Input = 2.600 Kg
Penggunaan = 2.420 Kg
Pompa Dosing Alum = 1 bh
5 Pompa Dosing Pompa Dosing Soda ash = 1
Pompa Dosing Kaporit = 1
Kec Tarakan Utara
 Juata Kerikil
6 Lokasi Pelayanaan
 Juata Permai
 Juata Laut

Sumber: PDAM Tirta Alam Kota Tarakan, 2019

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 23
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 3.10 Skema IPA Juata Laut 35 Lps dan Wilayah Pelayanannya
Sumber: PDAM Tirta Alam, 2019

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 24
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 3.11 Lokasi IPA Juata Laut 35 Lps dan Wilayah Pelayanannya

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 25
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

3.2.2.4 IPA Kampung Satu


Pada IPA Kampung Satu, terdapat 2 buah IPA yang beroperasi yaitu IPA
Kapasitas 250 Liter/Detik dan IPA Kapasitas 60 Liter/Detik. Sumber air baku berasal dari
Embung Binalatung dan aliran sungai binalatung. Kemudian untuk jangka pendek akan
dilakukan penambahan sumber air baku dari embung indulung. Proses pemipaan sudah
dilakukan tinggal menunggu pemasangan pipa 2500 m di wilayah hutan lindung.

Gambar 3.12 IPA Beton dan Platt Baja Kampung Satu Kapasitas 310 L/detik

Unit-unit yang ada di IPA Kampung Satu, yaitu:


 Koagulator/Flash Mixing - Flokulasi
 Sedimentasi-Filter, Bak Pembubuh Tawas
 Bak Pembubuh Klor/Kaporit
 Reservoar 2000 m3
Secara lebih jelas, sistem pengolahan air pada unit produksi air minum (IPA)
Kampung Satu dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 3.13 Diagram Alir IPA Kampung Satu Kapsitas 310 Lps
Sumber: PDAM Tirta Alam, 2019

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 26
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel 3.14 Data Teknis Unit Produksi Air Minum Kampung Satu

No Uraian Kapasitas Keterangan


1. Pompa 1 Q 100 Lps H 100 m Rusak Ringan
2. Pompa 2 Q 200 Lps H 100 m Berfungsi
3. Pompa 3 Q 200 Lps H 100 m Berfungsi
1 Pompa Intake 4. Pompa 4 Q 300 Lps H 40 m Berfungsi
5. Pompa 5 Q 30 Lps H 90 m Berfungsi
6. Pompa 5 Q 90 Lps H 80 m Berfungsi
7. Pompa 6 Q 100 Lps H 40 m Rusak Ringan
Pompa Distribusi 1. Pompa 1 Q 1225 m3/Jam H 90 m Berfungsi (2)
2 Reservoir IPA ke 2. Pompa 1 Q 360 m3/Jam H 90 m Berfungsi
Reservoir Bukit
1. Reservoir Penampungan IPA Di lokasi IPA
Kapasitas 500 m3
2. Reservoir Penampungan IPA Reservoir Bukit
3 Kapasitas Reservoir
Kapasitas 500 m3
3. Reservoir Bagi Kapasitas 1000 m3 Reservoir Bukit

PAC
Input = 79,500 Kg
Penggunaan = 48.700 Kg
Soda Ash
Kebutuhan Bahan
4 Input = 16,000 Kg
Kimia
Penggunaan = 25.250 Kg
Kaporit
Input = 14.500 Kg
Penggunaan = 12.420 Kg
Pompa Dosing Alum = 6 bh
5 Pompa Dosing Pompa Dosing Soda ash = 2
Pompa Dosing Kaporit = 2
Kec Tarakan Tengah
6 Lokasi Pelayanaan
Kec Tarakan Timur
Sumber: PDAM Tirta Alam Kota Tarakan, 2019

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 27
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 3.14 Lokasi IPA Kampung Satu 310 Lps dan Wilayah Pelayanannya

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 28
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

3.2.3 Unit Produksi Air Minum


Unit produksi air minum terdiri atas unit air baku, unit produksi air minum dan
sistem transmisi air bersih.
3.2.3.1 Unit Air Baku
Sumber-sumber air baku yang dimanfaatkan sebagai bahan baku unit produksi
air air minum pada sistem penyediaan air minum PDAM Kota Tarakan berasal dari air
permukaan. Kapasitas sadapan dari sumber berjumlah 405 Liter/detik pada saat kondisi
kemarau namun pada kondisi maksimum dapat mencapai 455 Liter/Detik. Berikut ini
adalah rincian kapasitas sumber air baku yang disadap dari sumbernya yaitu:
Tabel 3.15 Kapasitas Sumber Air Baku PDAM Kota Tarakan

Ketersediaan Air Baku Permukaan Ketersediaan Air Baku Embung

Debit Prediksi
Aliran sungai (B) Kemampuan
(A)
Pemanfaatan Sumber Intake Pompa Pemanfaatan Sumber bertahannya persediaan Embung
Air Baku (Q) >(L/dt) Air Baku
Volume (Intake)
Air Permukaan (Embung) Embung Jumlah
Pompa
Min Max (m³) (L/dt) (Hari)

A. Sungai-sungai : A. Embung-embung :
a. Sei. Kamp. Bugis 40 60 a. Embung Persemaian 130.000 60 25
b. Sei. Persemaian 60 70 b. Embung Binalatung 500.000 100 58
c. Sei. Binalatung 60 70 c. Embung Bengawan 145.000 70 24
d. Sei. Semunti 15 25 d. Embung Rawasari 112.608 0 0
e. Sei. Bengawan 0 0 e. Embung Indulung 123.982 0 0
f. Sei. Rawasari 0 0
g. Sei. Indulung 0 0 Jumlah,…….(B) > 1.011.590 230 107

Jumlah,………..(A) > 175 225 (* Prediksi Bulan > 4

Sumber: PDAM Tirta Alam Kota Tarakan, 2019

Gambar 3.11. Sumber Air Baku Wilayah Pelayanan PDAM Kota Tarakan

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 29
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

3.2.3.2 Unit Produksi dan Transmisi


Semua sumber yang digunakan oleh PDAM Kota Tarakan menggunakan air
permukaan, sehingga air baku ini memerlukan proses pengolahan air. Pengolahan air
dilakukan untuk menjamin kualitas air. Jika kuaitas ditinjau dari bakteriologis maka air
dibubuhkan kaporit sebagai desinfektan. Dengan pembubuhan desinfektan ini, hasil
produksi IPA diharapkan dapat dikonsumsi secara aman oleh pelanggan. Sistem
pengambilan air baku di PDAM Kota Tarakan terdiri atas satu jenis sistem pengambilan
sesuai dengan jenis air baku yang digunakan yakni Untuk air baku yang berasal dari air
permukaan, sistem pengambilan dilakukan dengan menggunakan intake dan langsung
dialirkan IPA dan di tampung di reservoir baru kemudian dilakukan pendistribusian ke
konsumen. Data produksi air PDAM Kota Tarakan yang dilaporkan pada bagian teknik
adalah sebagai berikut:

Tabel 3.16 Kapasitas Produksi dan Distribusi PDAM Kota Tarakan 2019
Jumlah Air dalam m3 NRW

Zone IPA Penjualan Persentase Penjualan Persen


Volume
Produksi Distribusi Mobil NRW
(DRD-A) Penjualan NRW (m3)
Tangki (%)
IPA Kampung
A 1.898.827,20 1.733.454,76 952.211,00 54,93 3.001 778.242,76 44,90
Bugis
B IPA Persemaian 3.863.764,80 3.828.546,36 2.927.040,00 76,45 - 901.506,36 23,55
IPA Kampung
C 2.981.052,69 2.857.255,82 1.740.989,00 60,93 - 1.116.266,82 39,07
Satu
D IPA Juata Laut 650.096,40 585.884,80 523.817,00 89,41 - 62.067,80 10,59
Total Zona IPA 9.393.741,09 9.005.141,74 6.144.057,00 70,43 3.001 2.858.083,74 31,74

Sumber: PDAM Tirta Alam Kota Tarakan, 2019

Pipa transmisi air baku yang ada di tiap-tiap unit pelayanan PDAM Kota
Tarakan memiliki jenis yang berbeda, tergantung pada jenis air baku yang digunakan,
lokasi sumber, dan kondisi geografis wilayah. Untuk pipa transmisi menggunakan jenis
GIP yang berkarakteristik keras dan kuat terutama untuk wilayah yang memiliki geografis
berbukit-bukit. Untuk jalur yang dianggap rawan umumnya menggunakan pipa GIP dan
untuk jalur yang dianggap aman menggunakan pipa transmisi dari jenis PVC.

Pipa Transmisi utama Kota Tarakan dibangun sejak tahun 1980 dengan
diameter 200 mm – 400 mm jenis ACP sepanjang 60 m, Pemasangan pipa tersebut
adalah proyek PPSAB Provinsi Kalimantan Timur. Pada zona sistem Tarakan Kota juga
dipasang pipa PVC PN12 dan HDPE 250 mm dengan diameter 250 mm, panjang 1950
m. Pemasangan pipa tersebut adalah pekerjaan Pengadaan dan pemasangan jaringan
pipa transmisi melalu dana APBD Kota Tarakan.

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 30
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Pipa Transmisi Zona Tarakan Barat dibangun sejak tahun 1986 dengan
diameter 200 mm jenis Steel Pipe sepanjang 600 m. Seluruh pengaliran air pada pipa
transmisi dilakukan secara perpompaan. Pipa transimis air baku Indulung ke IPA
Kampung satu digunakan pipa berdimeter 500 mm HDPE, kemudian pipa air baku dari
Rawasari ke Persemaian direncanakan berdiameter 250 mm HDPE. Sedangkan
transmisi air bersih dari IPA bengawan direncanakan berdiameter 250 mm.

3.2.3.4 Sistem Distribusi


(1) Reservoir
Pendistribusian air bersih PDAM Tirta Alam Kota Tarakan sebagian besar melalui
reservoir yang berfungsi sebagai bak penampung dan pusat distribusi yaitu:
 Reservoir Zona Tarakan Kota dengan kapasitas 5.625 m3, untuk menampung
produksi dari embung Binalatung, Embung Persemaian, Sungai Persemaian,
Sungai Kmp. Bugis, Sungai Binalatung dan IPA, pengaliran air dari reservoir
dilakukan secara pompa dan gravitasi.
 Reservoir zona Tarakan Utara dengn kapasitas 325 m3 untuk menampung
produksi dari air Sungai Semunti dan IPA, pengaliran air dari reservoir dilakukan
secara pompa dan gravitasi.
 Reservoir zona Pantai Amal dengan kapasitas 500 m3, untuk menampung
produksi dari Sungai Indulung dan IPA, pengaliran air dari reservoir dilakukan
secara perpompaan.

Untuk meningkatkan tekanan pada sistem distribusi Tarakan Kota, dipasang empat
bosster pump di Kampung Baru, Karang Balik, Sebengkok, Rusunawa, Booster PNS,
Kp. Enam, Kp. Empat, Jembatan bengkok, SMP 05 Gunung Lingkus, dan SMP 04
Selumit yang beroperasi 24 jam/hari. Semua Reservoir yang ada saat ini masih berfungsi
dan dioperasikan dengan baik. Proses produksi kebutuhan maksimum selama tahun
2019 adalah 413 lt/det.
(2) Distribusi
Sistem pendistribusian air PDAM Kota Tarakan terdiri dari sistem pemompaan
- gravitasi. Pipa distribusi air bersih/minum PDAM Tirta Alam Kota Tarakan
menggunakan pipa dengan jenis pipa ACP, G, PVC & HDPE diamter 50 mm – 400 mm
yang tertanam pada tahun 1979, pipa 383.176 meter, sampai dengan saat ini.
(3) Pelayanan
Jumlah pelanggan PDAM Kota Tarakan dikategorikan menjadi pelanggan
rumah tangga dan non-rumah tangga. Pada tahun 2019, jumlah pelanggan secara
keseluruhan mencapai 26.175 sambungan.

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 31
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel 3.17 Jumlah Sambungan Rumah di PDAM Tirta Alam Kota Tarakan

Jumlah Penduduk Cakupan Pelayanan Air Bersih Melalui


Kota Tarakan Sambungan Rumah per September 2019
Zona Pelayanan
(Kecamatan) %
Jumlah
KK Jiwa Jiwa
SR KK Jiwa
1 2 3 4 5 6 7 8
A Tarakan Utara 9.957 31.268 3.364 20.184 33,79 64,55
B Tarakan Timur 17.660 57.001 4.081 24.468 23,11 42,96
C Tarakan Barat 25.972 82,415 12.672 76.032 48,79 92,26
D Tarakan Tengah 22.815 72.444 8.933 53.598 39,15 73,99
Total (A+B+C+D) 76.404 243.128 29.050 174.300 38,02 71,69

Sumber: PDAM Tirta Alam Kota Tarakan, 2019

Sementara itu, jumlah pelanggan berdasarkan kategori domestik dan non domestik
dapat dijelaskan di tabel berikut ini.

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 32
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel 3.18 Jumlah Pelanggan Berdasarkan Klasifikasi Domestik dan Non Domestik

JUMLAH TARIF RATA-RATA HARGA JUAL AIR


JUMLAH
SAMB. PEMAKAIAN / KONSUMSI AIR
PENDAPATAN
RUMAH PELANGGAN REALISASI TARIF AIR SAAT INI SELISIH (+/-)
AIR (DRD-A)
(SR) Tarif Sesuai SK : Penyesuaian
NO KELOMPOK TARIF DAN
No. 23 Tahun 2012 Tarif
Air
KONSUMSI MOBIL TANGKI
(Triwulan.I) Tgl. 09 November 2012 Air Minum
PEMAKAIAN AIR PEMAKAIAN AIR PELANGGAN
(Unit)
(m³/Thn) m³/KK/Bln L/O/H (%) (Rp) (Rp/m³) (Rp/m³) (Rp/m³)

I PELANGGAN DOMESTIK :
1. Rumah Tangga :
- Rumah Tangga Non Permanen 5.023 381.996 25,35 141 24,17 1.419.553.500 3.716 1.700 (2.016)
- Rumah Tangga Semi Permanen 2.046 226.251 36,86 205 14,31 978.999.000 4.327 2.100 (2.227)
- Rumah Tangga Permanen 15.457 950.017 20,49 114 60,10 4.418.855.000 4.651 2.300 (2.351)
- Rumah Tangga Mewah 209 22.454 35,81 199 1,42 166.633.500 7.421 5.100 (2.321)
Sub (I) Jumlah Pelanggan Domestik 22.735 1.580.718 23 129 79,12 6.984.041.000 5.029 2.800
II PELANGGAN NON DOMESTIK :
1. Sosial 208 36.118 57,88 322 8,66 122.635.500 3.395 1.100 (2.295)
2. Niaga Kecil 2.475 208.458 28,08 156 49,96 1.496.242.000 7.178 4.100 (3.078)
3. Niaga Menengah 926 95.315 34,31 191 22,84 821.595.000 8.620 5.100 (3.520)
4. Niaga Besar 93 18.354 65,78 365 4,40 291.272.500 15.870 7.100 (8.770)
5. Industri Kecil 5 338 22,53 125 0,08 3.498.000 10.349 5.100 (5.249)
6. Industri Menengah 3 8.948 994,22 5523 2,14 134.697.000 15.053 5.100 (9.953)
7. Instansi Pemerintah 4 5.852 487,67 2709 1,40 92.536.500 15.813 5.100 (10.713)
8. Hydrant Khusus 15 1.223 27,18 151 0,29 24.869.500 20.335 - (20.335)
9. Tarif Kesepakatan 197 41.393 70,04 389 9,92 310.692.000 7.506 - (7.506)
10. Lainnya (Mobil Tangki) 1.276 0,31 9.886.000 7.748 - (7.748)
Sub (II) Jumlah Pelanggan Non Domestik 3.926 417.275 35 197 20,88 3.307.924.000 10.897 4.671 (6.225)
Sub (I+II) Jumlah Pelanggan Domestik + Non Domestik 26.661 1.997.993 100 10.291.965.000 5.151 3.201 (1.950)

Sumber: PDAM Tirta Alam Kota Tarakan, 2019

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 33
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

3.3 ASPEK NON TEKNIS


3.3.1 Aspek Keuangan
Kondisi keuangan PDAM Kota Tarakan dapat dianalisis dari hasil evaluasi kinerja
dari BPKP tahun 2018. Evaluasi kinerja ini menggambarkan gambaran kinerja PDAM
secara keseluruhan dalam hal operasional perusahaan dan peroleh pendapatan
termasuk neraca rugi dan laba. Dari hasil-hasil tersebut akan menghasilkan nilai yang
,dapat menyatakan PDAM itu kondisinya sakit, kurang sehat, sehat dan prima. Uraian
hasil evaluasi mencakup yaitu:

3.3.1.1 Dasar evaluasi kinerja PDAM adalah sebagai berikut:


a. Peraturan Presiden Nomor 192 tahun 2014 tentang Badan Pengawasan
Keuangan dan Pembangunan.
b. Instruksi Presiden Nomor 1 tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek
Strategis Nasional
c. Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan
Proyek Strategis Nasional
d. Surat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor CK.05.06-Mn/191
tanggal 28 Januari Perihal Evaluasi Kinerja BUMN dan BUMD Penyelenggara
SPAM.
e. Surat Tugas Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Utara Nomor ST-
076/PW34/4/2019 tanggal 21 Februari 2019.

3.3.1.2 Sifat dan Cakupan Evaluasi


Tujuan evaluasi kinerja PDAM adalah penilaia atas capaian kinerja PDAM tahun
buku 2018 dan memberikan saran perbaikan dalam upaya peningkatan kinerja
perusahaan dengan sasaran evaluasi sebagai berikut:
a. Menilai tingkat kesehatan PDAM berdasarkan kriteria dari BPPSPAM
b. Menilai kinerja PDAM berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47
Tahun 1999.
c. Melakukan review atas penyusunan dan pelaksasaan Rencana Bisnis dan RKAP
d. Menilai cakupan layanan
e. Menilai pencapaian 3 K (Kualitas, Kuantitas dan Kontinuitas) air hasil produksi.
f. Mengidentifikasi penyebab Non Revenue Water.
g. Menilai perhitungan tariff air dan harga pokok produksi air (full cost recovery)
h. Mengidentifikasi ketersediaan sumber air baku
i. Menilai kapasitas produksi PDAM

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 34
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

j. Menilai sistem distribusi dan reservoir


k. Mengidentifikasi penyertaan pemerintah yang belum ditetapkan statusnya
(PPYBDS).
l. Mengidentifikasi penyertaan modal dan subsidi pemerintah daerah serta hibah
m. Menilai penyelesaian utang PDAM kepada Pemerintah Pusat
n. Melakukan review atas Kerja Sama PDAM dana tau Pemerintah dengan Badan
Usaha
o. Mengidentifikasi kontribusi fiskal/laba kepada Pemerintah
p. Menginformasikan peristiwa penting sampai saat evaluasi.

3.3.1.3 Kondisi Eksisting Kinerja Keuangan


Laporan auditor terhadap laporan keuangan PDAM Tirta Alam selama tahun
2017-2018 menyatakan pendapat Wajar Dengan Pengecualian untuk seluruh tahun
audit. Pengecualian tersebut dinyatakan karena auditor tidak bisa mengaudit beberapa
kelompok akun yang disebutkan sehingga terdapat pembatasan luasan atau cakupan
audit. Hasil penilaian tingkat kinerja PDAM Tirta Alamm Kota Tarakan antara Tahun
2018 dan tahun 2017 terjadi penurunan nilai dimana pada tahun 2018 mendapatkan nilai
54,18 dan pada tahun 2017 mendapatkan nilai 56,32 dengan prosentase penurunan
2,14%. Dengan nilai ini kinerja PDAM mendapatkan nilai dalam kategori “Cukup”.
Berikut ini hasil penilaian pada tahun 2017 dan 2018:
A. Laporan Keuangan PDAM dan Penilaian Kinerja PDAM
Laporan keuangan PDAM Tirta Alam Kota Tarakan tahun buku 2018 disusun oleh
internal PDAM dan telah diaudit oleh auditor independen dengan opini Wajar Tanpa
Pengecualian.
B. Pengukuran Kesehatan berdasarkan indikator BPPSPAM
Indikator ini merupakan tingkat pengukuran kesehatan PDAM yang ditetapkan
dengan ukuran yang dibuat oleh Badan Pendukung Pengembangan Sistem
Penyediaan Air Minum dengan pengelompokan kriteria dan nilai sebagai berikut:

Selain poin-poin di atas, terdapat beberapa capaian tingkat kesehatan pada aspek
keuangan, aspek operasi dan aspek SDM yang masih sangat rendah, yaitu Return of
Investment, rasio operasi, efisiensi produksi, tingkat kehilangan air, penggantian meter
air, rasio diklat pegawai dan biaya diklat terhadap biaya pegawai. Rincian aspek
penilaian kinerja PDAM adalah sebagai berikut:

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 35
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel 3.19 Penilaian Tingkat Kesehatan Menurut BPPSPAM Tahun 2018

No Penilaian Bobot Nilai Hasil

I Aspek Keuangan

Rugi setelah pajak x 100% 2.207.060.145,32 x 100%


1.a Return of Equity (5,84) 0,055 1 0,055
Jumlah Ekuitas + cadangan 37.818.409.741,00
Biaya Operasi x 100% 47.785.540.214
1.b Rasio Operasi 1,08 0,055 1 0,055
Pendapatan operasi 44.431.146.250
Kas + Setara Kas 8.111.075.983 x 100%
2.a Cash Ratio 160,49 0,055 5 0,275
Utang Lancar 5.045.019.585
Jumlah penerimaan Rek air 38.088.737.690,00 x 100%
2.b Efektivitas Penagihan 93,34 0,055 5 0,275
Jumlah rekening air 40.785.805.750,00
Total Aktiva 42.872.429.328,20 x 100%
3 Solvabilitas 848,28 0,030 5 0,150
Total Utang 5.054.019.585,00
0,810

II Aspek Pelayanan

Jumlah Penduduk Terlayani 113.978 x 100%


1 Cakupan Pelayanan Teknis Jumlah Penduduk di wilayah 259.001 44,01 0,050 3 0,150
pelayanan
Selisih tahun 2018 – 2017 2.042 x 100%
2 Pertumbuhan pelanggan 8,46 0,50 4 0,200
Pelanggan tahun 2017 24.133

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 36
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

No Penilaian Bobot Nilai Hasil


Pengaduan selesai ditangani 3.667 x 100%
3 Tingkat penyelesaian aduan 100,00 0,025 5 0,125
Jumlah pengaduan 3.667
Jumlah yg Memenuhi Syarat 293,00 x 100%
4 Kualitas Air Pelanggan 84,20 0,075 5 0,375
Jumlah sampel yg diuji 348,00
Jumlah air terjual setahun/12 508.215,00
5 Konsumsi Air Domestik 22,80 0,050 3 0,150
Jumlah pelanggan domestik 22.291,00
1,00

III Aspek Operasi

Volume produksi 12.888.599,37 x 100%


1 Efisiensi Produksi 45,40 0,070 1 0,070
Kapasitas terpasang 28.382.400,00
Distribusi air – Air terjual 4.544.179,02 x 100%
2 Tingkat Kehilangan Air 36,71 0,70 2 0,140
Distribusi air 12.360.272,82
Waktu distribusi air ke plgn 7.446,00
3 Jam Operasi Layanan 20,40 0,080 4 0,320
365 hari 365
Jumlah plngn tekn > 0,7 bar 23.775,00 x 100%
4 Tekanan air samb. pelngn 90,83 0,065 5 0,325
Jumlah pelanggan 26.175,00
Jumlah meter air yg diganti 1.770 x 100%
5 Penggantian meter air 6,76 0,065 2 0,130
Jumlah pelanggan 26.175
0,955

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 37
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

No Penilaian Bobot Nilai Hasil


IV Aspek SDM

1 Rasio jumlah pegawai Jumlah pegawai 130 x 100%


4,97 0,070 5 0,350
1000 pelanggan Jumlah pelanggan 26.175
2 Rasio diklat pegawai Jumlah pegawai yg ikut diklat 31 x 100%
23,85 0,040 2 0,080
Peningkatan kompetensi Jumlah pegawai 130
3 Biaya diklat terhadap Biaya diklat 257.274.855,00 x 100%
1,74 0,040 1 0,040
biaya pegawai Biaya pegawai 15.371.494.756,00
0,470

Total semua item 3,27


PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN MENURUT BPPSPAM SEHAT

Sumber: Laporan Evaluasi Kinerja PDAM Tirta Alam 2018

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 38
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel 3.20 Perhitungan Indikator Kinerja PDAM Tirta Alam 2018


No Nilai Kinerja Penjelasan
1 KLASIFIKASI KINERJA ASPEK
Jumlah nilai yang
KEUANGAN = diperoleh x Bobot
NILAI KINERJA KINERJA Maksimum nilai
> 75 Baik Sekali 30
= x 45 = 22,50
> 60 – 75 Baik 60
> 45 – 60 Cukup
> 30 – 45 Kurang Jumlah nilai yang
OPERASIONAL = diperoleh x Bobot
> 30 Tidak Baik Maksimum nilai
24
x 40 = 20,43
47
2 PENILAIAN KINERJA
JUMLAH MAKSIMUM Jumlah nilai yang
ASPEK BOBOT INDIKATOR NILAI ADMINISTRASI = diperoleh x Bobot
Keuangan 45 10 60 Maksimum nilai
Operasional 40 10 47 27
= x 15 = 11,25
Administrasi 15 10 36 36
100 30 143
TOTAL NILAI = 54,18
KINERJA = “CUKUP”

Sumber: Laporan Evaluasi Kinerja PDAM Tirta Alam 2018

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 39
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel 3.21 Rincian Audit Keuangan Eksternal PDAM Tirta Alam dari BPKP Kota Tarakan

Sumber: Laporan Evaluasi Kinerja PDAM Tirta Alam 2018

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 40
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel 3.22 Rincian Audit Keuangan Internal PDAM Tirta Alam dari Divisi Perencanaan

Sumber: Laporan Audit Internal PDAM Tirta Alam, 2019

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 41
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Berdasarkan ikhtisar hasil kinerja PDAM Kota Tarakan tahun 2018, tingkat
kesehatan perusahaan memperoleh nilai 3,27 (tabel 3.11). Tingkat kesehatan dinilai
berdasarkan Pedoman Penilaian Kinerja PDAM dari BPPSPAM. Nilai 3,27
mengindikasikan PDAM Kota Tarakan tergolong perusahaan “Sehat”. Namun, tingkat
kesehatan perusahaan menurun dari tahun 2017. Pada Tahun 2017, PDAM Kota
Tarakan memperoleh nilai 3,29 dan pada tahun 2018 menjadi 3,27. Penurunan nilai
tingkat kesehatan sebesar 0,02 poin disebabkan oleh:
a. Kenaikan aspek keuangan yang dipengaruhi oleh
 Penurunan nilai rugi bersih setelah pajak dari Rp 4.499.780.130,00 pada
tahun 2017 menjadi Rp 2.207.960.145,32 pada tahun 2018 dan kenaikan
jumlah penerimaan rekening air dari Rp 35.434.384.250,00 pada tahun 2017
menjadi Rp 38.068.737.690,00 pada tahun 2018.
 Kenaikan efektivitas penagihan yang dipengaruhi oleh kenaikan jumlah
rekening air dari 38.248.831.000,00 pada tahun 2017 menjadi
40.748.538.500,00 pada tahun 2018.
b. Penurunan aspek pelayanan yang dipengaruhi oleh penurunan jumlah cakupan
pelayanan teknis yaitu penurunan jumlah penduduk terlayani dari 144.795 jiwa
pada tahun 2017 menjadi 113.978 jiwa pada tahun 2018.

Penurunan aspek operasi yang dipengaruhi oleh penurunan jam operasi layanan
yaitu penurunan jumlah waktu distribusi air ke pelanggan dari 8.760 jam pada tahun
2017 menjadi 7.446 jam, pada tahun 2018.
Disamping itu, beberapa capaian tingkat kesehatan pada aspek keuangan,
aspek operasi dan aspek sumber daya manusia yang masih sangat rendah. Penjelasan
masing-masing item akuntansi tersebut yaitu:
A. Return of Equity
Nilai Return of Equity merupakan rasio profitabilitas yang mengukur kemampuan
perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dari investasi yang sudah
dilakukan oleh para pemegang saham di perusahaan tersebut. PDAM Kota
Tarakan memiliki ROE bernilai negatif, artinya PDAM Kota Tarakan masih belum
menghasilkan keuntungan dari usaha penyediaan air minum. Pemegang saham
utama PDAM Kota Tarakan adalah Pemerintah Kota Tarakan sendiri. Oleh
karena PDAM Kota Tarakan masih belum menghasilkan laba dari operasional
penyediaan air minum artinya perusahaan masih butuh penyertaan modal dan
waktu pengembalian investasi usaha yang belum tercapai skala ekonominya.
B. Rasio Operasi

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 42
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Rasio operasi merupakan indikator seberapa besar kemampuan perusahaan


dalam menghasilkan laba operasi (keuntungan dari usahanya) dari penjualan
bersih perusahaan dalam periode waktu tertentu. Jika dalam ranah PDAM, maka
rasio operasi merupakan indikator seberapa besar efisiensi atau pengendalian
operasi perusahaan dan sejauh mana perusahaan mampu melakukan upaya
peningkatan pendapatannya dan cukup untuk menutup beban operasi. PDAM
Kota Tarakan masih belum mampu memperoleh laba operasi walaupun
pendapatannya mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. Hal ini
menandakan pengendalian biaya operasional perusahaan dalam penyediaan air
minum belum efisien sehingga masih ada biaya tambahan untuk menambal
kerugian yang dialami.
C. Efisiensi produksi merupakan perbandingan antara volume produksi dengan
kapasitas terpasang di instalasi. PDAM Kota Tarakan memiliki kapasitas
instalasi 900 liter per detik dengan kapasitas idle instalasi sebesar 495 Liter per
detik. Hal yang mungkin mempengaruhi kurangnya efisiensi produksi adalah
beberapa IPA yang mengalami kerusakan berat dan mungkin sudah tidak dapat
dioperasikan kembali masih terhitung dalam standar akuntansi ini. Jika IPA yang
rusak dihapuskan dari aset kemudian IPA yang lain dioptimalkan sesuai
kapasitas produksinya, maka efisiensi produksi akan naik. Hal ini akan juga
menaikkan nilai keseluruhan kesehatan PDAM Kota Tarakan.
D. Tingkat kehilangan air merupakan kebocoran baik itu secara teknis dan non
teknis. Tingkat kehilangan air dapat diistilahkan sebagai “Non Revenue Water”
atau air hasil produksi yang tidak dapat dihitung dalam skala nilai uang (dalam
hal ini pendapatan operasi PDAM Kota Tarakan). Tingkat kehilangan air di PDAM
Kota Tarakan masih berada pada 31,73%. Nilai ini masih tergolong besar jika
dibandingkan dengan teori kebocoran secara teknis yang diijinkan sebesar 20%.
Tingkat kehilangan air ini ada hubungannya dengan proses produksi air minum,
distribusi dan sistem pembayaran rekening air. Hal yang lain dan tidak kalah
penting adalah kemungkinan adanya kebocoran akibat pencurian air yang tidak
terdeteksi sampai saat ini. PDAM Kota Tarakan perlu mengupayakan cara-cara
dalam operasional perusahaan dalam bentuk SOP yang ada kaitannya dalam
pengendalian tingkat kehilangan air ini.
E. Penggantian meter air pelanggan merupakan kewajiban PDAM Kota Tarakan
untuk dilakukan setiap minimal 5 tahun sekali. Penggantian ini akan
meningkatkan akurasi penagihan air minum. Water meter induk dan water meter

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 43
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

distribusi juga harus menjadi perhatian dengan rentang waktu kalibrasi yaitu
setahun sekali dan perbaikan komponen paling lama 5 tahun sekali dan
penggantian unit total dengan suku cadang yang baru paling lama 10 tahun
sekali. Ketika penggantian water meter dilakukan sesuai jadwal pabrikan yang
membuat, maka tingkat koreksi penggunaan air tidak perlu besar dan rasio
kehilangan air dapat ditekan seminimal mungkin.
F. Rasio Diklat Pegawai merupakan perbandingan antara jumlah pegawai
perusahaan yang mengikuti pendidikan dan pelatihan berbanding dengan jumlah
pegawai perusahaan keseluruhan. Semakin tinggi nilai rasionya, hal ini
menandakan kemampuan perusahaan untuk membiayai peningkatan
kompetensi karyawannya. Peningkatan kompetensi akan meningkatkan
produktivitas kerja karyawan dan membuat karyawan semakin memahami tugas-
tugas yang diberikan oleh perusahaan. PDAM Kota Tarakan hanya memberikan
data audit BPKP tanpa memberikan data lengkap berapa pegawai dan pegawai
mana saja yang sudah mendapatkan DIKLAT.
G. Biaya Diklat terhadap biaya pegawai merupakan perbandingan antara besar
biaya diklat pegawai terhadap biaya gaji karyawan PDAM. Indikator ini untuk
mengetahui sejauh mana manajemen PDAM mempunyai apresiasi dalam upaya
meningkatkan kompetensi para pegawainya. Penngkatan kompetensi akan
meningkatkan produktivitas karyawan dan membuat karyawan akan semakin
memahami tugas-tugas yang diberikan oleh perusahaan kepadanya. Hasil
evaluasi Biaya Diklat dari BPKP masih diberikan poin minim, karena besaran
biaya diklat kurang dari 2,5% dari total gaji karyawan. Hal ini mengindikasikan
perusahaan belum memiliki rencana peningkatan kompetensi yang linier sesuai
keahlian pegawainya nantinya dalam mengemban pekerjaan di lapangan.

Terhadap uraian kondisi eksisting di atas, maka PDAM Kota Tarakan perlu
melakukan beberapa hal yaitu:
a. Melakukan efisiensi operasional sehingga meningkatkan pendapatan operasi
b. Meningkatkan efisiensi unit produksi yang terpasang dengan memanfaatkan
potensi air baku sehingga mampu meningkatkan kapasitas produksi
c. Meningkatkan jumlah anggaran yang terkait dengan perbaikan dan pemeliharaan
berkala unit produksi, unit pipa transmisi air dan unit distribusi air bersih.
d. Mengganti water meter air yang sudah rusak dan tidak memenuhi standar
e. Meningkatkan biaya DIKLAT untuk pengembangan sumber daya manusia

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 44
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Evaluasi dan penilaian kerja PDAM Kota Tarakan berikutnya adalah penilaian
dari keberhasilan perusahaan memenuhi kriteria dari Keputusan Menteri Dalam Negeri
No. 47 Tahun 1999 tertanggal 31 mei 1999 tentang Pedoman Penilaian Kinerja
Perusahaan Daerah Air Minum. Hasil penilaian dari tabel 3.12 menunjukkan bahwa
kinerja PDAM Kota Tarakan berada pada level “CUKUP”. Hasil penilaian ini jika
dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu tahun 2017, PDAM Kota Tarakan
mengalami penurunan kinerja sebesar 2,14 poin. Poin pada tahun 2017, PDAM meraih
angka 56,32 dengan kategori “CUKUP” dan pada tahun 2018, PDAM mendapatkan
angka 54,18 dengan kategori “CUKUP”. Kategori yang sama dengan penurunan nilai
mengindikasikan bahwa kinerja PDAM secara rata-rata sama saja dengan tahun-tahun
sebelumnya. Walaupun secara keuangan, PDAM Kota Tarakan berhasil menurunkan
tingkat kerugian dari tahun lalu. Namun, kerugian yang masih dialami PDAM menjadikan
nilai kinerja PDAM masih kurang dalam upaya meningkatkan kinerja perusahaan secara
keseluruhan. Beberapa hal yang disoroti oleh BPKP dalam kinerja berdasarkan
kepmendagri yaitu:
1. Tarif PDAM Kota Tarakan masih menggunakan tarif air minum yang berlaku tahun
2012 dan belum dirumuskan dengan tarif baru yang mungkin dapat menutup
kerugian.
2. Aspek keuangan berupa rasio laba terhadap aktiva produktif dan penjualan air, rasio
aktiva lancar terhadap hutang lancar, rasio biaya operasi terhadap pendapatan
operasi
3. Aspek operasional berupa cakupan pelayanan, kualitas dan kontinuitas, tingkat
kehilangan air, peneraan meter dan kecepatan penyambungan baru.
4. Aspek administrasi berupa penerapan pedoman rencana jangka panjang
perusahaan.
Dari empat poin yang dibahas di atas, maka BPKP memberikan beberapa saran yaitu:
1. Meningkatkan capaian aspek keuangan dengan:
 Meningkatkan pendapatan dengan memperluas cakupan pelayanan
 Meningkatkan nilai aktiva produktif
 Melakukan efisiensi biaya operasi
 Mengusulkan perubahan tarif air minum kepada Walikota Tarakan melalui
Dewan Pengawas PDAM Tirta Alam Kota Tarakan.
2. Meningkatkan capaian aspek operasional dengan:
 Memanfaatkan kembali kapasitas produksi yang tidak termanfaatkan
 Meningkatkan akurasi meter air pelanggan dengan melakukan tera meter

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 45
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

 Memperbaiki layanan sambungan baru agar menjadi kurang dari 6 (enam) hari
3. Meningkatkan capaian aspek administrasi dengan:
 Mempedomani Corporate Plan dalam penyusunan RKAP tahunan
 Mempedomani sepenuhnya SOP yang ada dalam pelaksanaan kegiatan
perusahaan
Beberapa poin di atas merupakan laporan audit kinerja PDAM Kota Tarakan
yang diambil dari data keuangan perusahaan selama tahun 2018. Poin –poin diatas
menjadi kondisi eksisting yang dapat jadi pertimbangan dalam penentuan strategi dan
program peningkatan kinerja PDAM Tirta Alam secara keseluruhan.

3.3.1.4. Tarif Dasar Air Minum PDAM Tirta Alam Kota Tarakan
Berdasarkan Peraturan Walikota Nomor 23 Tahun 2012 Tentang Tarif Air
Minum Perusahaan Daerah Air Minum Kota Tarakan disebutkan bahwa tarif dasar air
minum di Kota Tarakan adalah sebagai berikut ini:

Tabel 3.23 Tarif Air Minum PDAM Kota Tarakan berdasarkan Golongan

Golongan dan Jenis Struktur Tarif


No Kelompok Blok Konsumsi
Pelanggan Rp/m3
1 2 3 4 5

1. Sosial
 Rumah Ibadah 0 – 10 1.100
 Panti Asuhan 11 - dst 3.500
1 Kelompok I  Yayasan Sosial

2. Rumah Tangga A1
 Rumah Sangat 0 – 10 1.700
Sederhana (RSS) 11 - dst 4.000

1. Rumah Tangga A2
 Rumah Semi 0 – 10 2.100
Permanen Tidak 11 - dst 4.500
Termasuk RSS

2. Rumah Tangga A3
0 – 10 2.300
2 Kelompok II  Rumah Permanen
11 - dst 5.000
3. Niaga Kecil
 Sekolah Swasta
 Warung/Toko
 Pedagang Eceran
 Kaki Lima
 Pangkas Rambut

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 46
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Golongan dan Jenis Struktur Tarif


No Kelompok Blok Konsumsi
Pelanggan Rp/m3
1 2 3 4 5
 Gudang
 Praktek Dokter
 MCK 0 – 10 4.100
 Rumah Kontrakan
11 - dst 7.500
 Travel
 Bengkel Kecil
 Penjahit
 Warnet
 Pencucian
Mobil/Motor
 Sanggar
Senam/Fitnes
 Dan Usaha Kecil
Lainnya

4. Instansi Pemerintah
0 - 10 5.100
 Kantor Pemerintah
11 - dst 7.500

1. Rumah Tangga A4
0 – 10 5.100
 Rumah Mewah
11 - dst 7.500
2. Niaga Menengah
 Hotel Melati
 Losmen
 Rumah Makan
 Apotek
 Rumah Toko 0 - 10 5.100
 Kantor Perusahaan 11 - dst 8.500
 Rumah Sakit
Pemerintah/Swasta
 Salon
3 Kelompok III  Dan Usaha
Menengah Lainnya
3. Industri Kecil
 Sanggar Konveksi
Kecil
 Peternakan
 Home Industri
 Swamil 0 - 10 5.100
 Industri Rotan 11 - dst 10.500
 Pabrik Roti
 Pabrik Mie
 Perikanan
 Dan Usaha Industri
Kecil Lainnya

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 47
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Golongan dan Jenis Struktur Tarif


No Kelompok Blok Konsumsi
Pelanggan Rp/m3
1 2 3 4 5
4. Industri Menengah
 APMS
 Peternakan sesuai
0 – 10 6.100
SIUPP
 Dan Industri 11 - dst 15.000
Menengah Lainnya
5. Niaga Besar
 Agen/Distributor
 Pasar Swalayan
 Kolam Renang
 SPBU
 Restaurant
 Mall
 Bank
Pemerintah/swasta
 Hotel Berbintang 0 - 10 7.100
 Dealer Mobil/Motor 11 - dst 16.000
 Diskotik
 Night Club
 Bioskop
 Supermarket
 Bengkel Besar
 Kantor
Perusahaan
 Dan Usaha Besar
Lainnya
6. Industri Besar
 Pabrik
0 - 10 10.200
 Dan Industri Besar
Lainnya 11 - dst 18.000

1. Hidran Khusus
4 Kelompok IV  Pelabuhan Laut 0 - 10 18.000
 Pelabuhan Udara 11 - dst

3.3.1.5 Kondisi Eksisting Biaya Operasi Unit Produksi Air Minum


Berdasarkan hasil kunjungan tim konsultan ke kantor PDAM Tirta Alam, tim
memperoleh data-data tambahan sebagai data kondisi eksisting operasional unit
produksi air minum. Data yang diperoleh merupakan data bagian teknik tahunan berupa
biaya operasional dalam hal pengadaan bahan kimia untuk proses produksi Instalasi
Pengolahan Air Minum. Biaya penggunaan bahan kimia IPA meliputi:

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 48
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel 3.24 Ringkasan Eksekutif Besaran Biaya Pengadaan Bahan Kimia Unit Produksi Air Minum

Sumber: PDAM Tirta Alam Kota Tarakan, 2018

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 49
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

3.3.2 Aspek Kelembagaan


Aspek kelembagaan merupakan aspek yang mencakup struktur organisasi
pengelola air minum di suatu daerah. Bagi daerah yang sudah memiliki badan usaha
daerah milik pemerintah, maka struktur organisasi diarahkan kepada perusahaan
pengelola air minum tersebut. Di Kota Tarakan, PDAM Tirta Alam telah memiliki struktur
organisasi yang mengelola air minum. Struktur organisasi PDAM Tirta Alam Kota
Tarakan ditetapkan dengan Keputusan Direktur PDAM Tirta Alam Nomor 49 Tahun 2013
tanggal 10 Desember 2013 tentang perubahan struktur organisasi PDAM Tirta Alam
Kota Tarakan menetapkan, bahwa direktur dibantu oleh 6 (enam) Kepala bagian/bidang
yaitu: Kabag umum, Kabag keuangan, Kabag Hubungan langganan, Kabid Distribusi,
Kabid Produksi dan kabid perencanaan serta satu kepala cabang setingkat kabag/kabid.
Susunan organisasi PDAM Tirta Alam Kota Tarakan 2018 sebagai berikut ini:

Tabel 3.25 Susunan Organisasi Pimpinan PDAM Tirta Alam


Direktur : Drs. Said Usman, M.Si
Kepala Bagian Umum : Ilham, SH
Kepala Bagian Keuangan : Junait
Kepala Bagian Hubungan Langganan : Purwono, SE
Kepala Bidang Produksi : Sudarto
Kepala Bidang Distribusi : Suyono
Kepala Bidang Perencanaan : -
Sumber: Audit BPKP PDAM Kota Tarakan, 2018
PDAM Kota Tarakan adalah badan hukum yang kedudukannya diperoleh berdasarkan:
a. Perda Kota Tarakan No 1 Tahun 2013 tentang Perusahaan Daerah Air Minum
Kota Tarakan
b. Perda Kota Tarakan No 17 tahun 2000 tentang Pendirian Perusahaan Daerah
Air Minum
c. Keputusan Walikota Tarakan No 3 tahun 2000 tentang Pendirian Perusahaan
Daerah Air Minum
d. Keputusan Walikota Tarakan No 4 tahun 2000 tentang Susunan Organisasi dan
tata Kerja Perusahaan Daerah Air Minum Kota Tarakan.
Dalam melaksanakan tugas utamanya, yaitu sebagai penyelenggara pengelolaan air
minum untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menyangkut aspek sosial,
kesejahteraan dan pelayanan umum, PDAM dipimpin oleh Direksi di bawah
pengawasan Badan Pengawas.

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 50
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Pasal 8 Perda No 1/2013 menyatakan bahwa Organ PDAM terdiri dari:


a. Walikota selaku pemilik modal;
b. Dewan Pengawas; dan
c. Direksi.
Dewan Pengawas dan Direksi diangkat dan diberhentikan oleh walikota. Direksi terdiri
dari Direktur Utama yang dibantu oleh dua orang Direktur, yaitu Ditektur umum dan
Direktur Teknik. Direktur umum membawahi tiga bagian, yaitu bagian hubungan
langganan, bagian keuangan, dan bagian umum dan kepegawaian. Sedangkan DIrektur
Teknik membawahi empat bidang, yaitu bidang produksi, bidang distribusi, bidang
perencanaan teknis, dan bidang peralatan teknik. Struktur organisasi berbentuk hirarkis,
pada periode 2011-2014 struktur ini disahkan dengan SK Walikota Tarakan No.
690.05/HK-I/11/2011, tanggal 06 Januari 2011. Struktur ini empat tahun kemudian
diteruskan mulai tahun 2015 dengan SK Walikota Tarakan Nomor : 539/HK-I/14/2015,
Tanggal, 08 Januari 2015. Pegawai PDAM Tirta Alam Kota Tarakan per 31 Desember
2018 Sebanyak 130 Orang yang terdiri dari 1 direktur, 85 Pegawai tetap, 11 calon
pegawai, 25 Tenaga Kontrak, dan 8 Tenaga Outsourcing. Komposisi Pegawai
berdasarkan tingkat pendidikan di PDAM Tirta Alam Kota Tarakan adalah
Berdasarkan tabel 3.9 terlihat tingkat pendidikan sebagian besar karyawan
PDAM Kota Tarakan adalah lulusan SMA. Sampai saat ini rasio karyawan PDAM adalah
5 per 1.000 pelanggan. Rasio jumlah karyawan dengan pelanggan menjadi salah satu
indikator manajemen SDM yang ideal. Standar yang digunakan adalah Kepmendagri
No. 630.900-327 tahun 1994, yaitu 8-10 pegawai untuk 1.000 pelanggan.

Tabel 3.26 Jumlah Pegawai di PDAM Tirta Alam

No Pendidikan Jumlah (Orang) Prosentase (%)


1 Strata 2 (S2) 1 0,77%
2 Strata 1 (S1) 32 24,61
3 Diploma 3 (D3) 5 3,85
4 SLTA 82 63,08
5 SLTP 6 4,61
6 SD 4 3,08
Jumlah 130 100
Sumber: Audit BPKP PDAM Kota Tarakan, 2018

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 51
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Berdasarkan data eksisting, pegawai PDAM Kota Tarakan berjumlah 130 orang.
Secara teori dari Kepmendagri No. 630.900-327 tahun 1994, jumlah pegawai ini
termasuk kategori belum ideal. Perhitungan sederhananya adalah untuk setiap seribu
(1000) pelanggan diperlukan minimal delapan (8) pegawai untuk menangani pelanggan
tersebut. Jumlah karyawan merupakan perhitungan campuran (blended) antara
pimpinan, karyawan dan security.
Pada tahun 2018 akhir, data pelanggan yang diperoleh tim konsultan RISPAM
berjumlah 26.175 pelanggan. Jumlah ini merupakan gabungan antara pelanggan di
Kecamatan Tarakan Barat, Kecamatan Tarakan Tengah, Kecamatan Tarakan Utara dan
Kecamatan Tarakan Timur. Jika jumlah pelanggan terkini dibagi dengan angka 1.000
(sebagai perbandingan rasio satu pegawai harus dapat melayani 100 – 125 pelanggan),
maka secara perhitungan jumlah pegawai PDAM akan kurang banyak. Berikut ini rincian
perhitungannya yaitu:
Jumlah pegawai ideal

( )
=
.
.
=
.

Hasil perhitungan menunjukkan rasio jumlah pegawai dengan jumlah pelanggan


yang dilayani masih terdapat gap sebanyak 79 karyawan. Karyawan yang ideal
dimaksudkan agar saat terjadi gangguan pelayanan maka setiap divisi yang ditugasi
dapat mengatasi permasalahan yang terjadi, baik di unit produksi, transmisi dan
distribusi. Berikut ini struktur organisasi PDAM Tirta Alam Kota Tarakan Tahun 2019
yaitu:

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 52
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

WALIKOTA

DEWAN PENGAWAS

DIREKTUR

SATUAN PENGAWAS
INTERNAL

HUBUNGAN
UMUM KEUANGAN PRODUKSI DISTRIBUSI PERENCANAAN
LANGGANAN
Pengolahan
Kas / Perawatan / Penanggulang Perencanaan
Tata Usaha Data
Penagihan Bangunan an Gangguan Teknik Dan
Elektronik
Instalasi Sambungan
Pelayanan Penyambunga Meter
Kepegawaian Pembukuan
Pelanggan Mekanik Dan n penutupan
Elektronik Segel Meter Evaluasi,
Pengawas
Perbekalan Anggaran Pengawasan &
Meter IPA Kampung Pemetaan
Bugis Meter Air
Mobil Tanki
IPA
Persemaian

IPA Kampung
Satu

IPA Juata

Gambar 3.33 Struktur Organisasi PDAM Kota Tarakan Tahun 2019

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 53
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel 3.27 Pegawai PDAM Tirta Alam Menurut Pangkat dan Golongan 2019

Bagian Umum Bagian Keuangan Hubungan Pelanggan


Purwono, SE – Kepala
Ilham, SH – Kepala Bagian Junait – Kepala Bagian
Bagian
 Muhammad Eka
 Herwanah – Bidang  Sabariah – Bidang Kas Kustedi – Bidang
Tata Usaha dan Penagihan Pengolahan Data
a. Sugianto a. Sarifah Wahyuni a. Widianti, SE
b. Wahyuningsih b. Reza Madyan,
b. Sadeli, SE Mashanafi SKom
 Lodang Herman
c. Erni Oktavia c. Rika Nurcah Yanti, SE Wijaya – Bidang
Layanan Pelanggan
d. Muhammad Syamsul d. Nila Puspitasari R a. Ismardiati, Amd
e. Sutikon e. Sukmawati b. Sarifah Nabila, SH
 Jaituniah – Bidang  Imran – Bidang
f. Agus Purwanto Pengawas Meter
Pembukuan
 Muhsin – Bidang
a. Ani Jamasniah, SE a. Rhoma Dani, Amd
Pegawai
b. Ruruh Mardiyan b. Sugeng Arifin b. Amir Mahmud
 Heny Suprihatin, A.Md
c. Agus Sugianto c. Surasman
– Bidang Anggaran
d. Melati Rosiana a. Sonia Ratna Utami d. Dian Sutikno
e. Adi Aswad e. Abdul Kholik Ahadi
f. Satwiko Qantadikana,
f. Aulia Rahmi K, SE
S.Kom
 M. Setia Budi. ST -
g. Eko Tri Wirawan, SE
Perbekalan
a. Yeni Sumitra Devi h. Edwin Hermana, SPi
b. Suhardi Samian i. Muhammad Sigit
c. Firmansyah j. Agus Arbi, S.Pd
k. Wisnu Chandra
d. Mohammad Su’ud
Mallaguna, S.Kom
e. Abdul Gafur l. Edi Supriyanto, SE
m. Deny Febrianto, SH
n. Ilham
o. Muhammad Infantri,
ST
 Krismariyanto –
Bidang Mobil Tangki
20 Orang 12 Orang 24 Orang
Sumber: PDAM Tirta Alam Kota Tarakan, 2019 (Data Per September 2019)

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 54
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Lanjutan Tabel 3.27

IPA Kampung Bugis IPA Kampung Satu IPA Persemaian


Eko Suranto – Kepala Subhan, Amd – Kepala
Sudharto – Kepala Operator
Operator Operator
Eka Nur Lestari Isro Elyanto Arbain
Susanti Ruspiana, Ssi Hasmir Syahril
Oddie Faturahman Fitri Kurniadi Aris Linggi
Zainudin Denny Atmaja Syaripudin
Rusmana Ariyadi Lady Efendy, SE
Suherman Rifai Abdullah Muhammad Yasin, SIP
Al Diki Nor Ja’Far Jakaria Deddy Prasatya
Haris Sabani Dwi Susanto Mardi
Ahmad Husaini Nurdin Moch. Hanafi
Basori Juhari Soegiri
Teguh Febriansyah Riadi Suhaimi
Armain
Abdul Hamid Pauba
Indra Aldhika Hermana
Suryo Mulyono
Dadang Sanjaya
17 Orang 12 Orang 11 Orang
IPA JUATA LAUT PERENCANAAN SPI
Muhammad Jufri, ST – Muhammad Jufri, ST – Suryaman - Kepala
Kepala Operator Kepala Bagian Bagian
Iskandar Ishak, SE Sukardi
Muhammad
Imran
Rudiansyah Purba
Nanang Mas, SE Salam Tua Hutauruk
Eka Yulianto Joko Susilo
Eko Wahyu Ferianto,
S.I.Kom
Isman Hanjana, ST
5 Orang 7 Orang 1 Orang
Sumber: PDAM Tirta Alam Kota Tarakan, 2019 (Data Per September 2019)

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 55
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Lanjutan Tabel 3.27

Distribusi
Suyono – Kepala Distribusi
Lesdhy Saulita
Ekawati, S.I.Kom
Abdul Rasit
Sunarto
Angga Aditya
Permana, S.Sos
Ahmad Daud
Mini
Irwan Nata, S.Kom
Yayat Hadirat
Benny Dektus Raja
Ferdinandus Mino
Budi Wasito
Iwan Sutrisno
Rizal
Salik
Maman Supratman
Suhani
Miketison Abdul Rasid
Heri Sukarno
19 Orang
Sumber: PDAM Tirta Alam Kota Tarakan, 2019 (Data Per September 2019)

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 56
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Berdasarkan struktur organisasi dan Kepegawaian PDAM Kota Tarakan, ada


beberapa unit organisasi kepegawaian PDAM Kota Tarakan. Berikut ini uraian unit
organisasi di lapangan untuk setiap unit organisasi yaitu:
1. Bagian Umum
a. Kepala Sub Bagian Tata Usaha yang bertugas mengelola surat-menyurat
b. Kepala Sub Bagian Kepegawaian yang bertugas mengelola sumber daya
manusia termasuk di dalam karyawan tetap, kontrak dan security.
c. Kepala Sub Bagian Perbekalan yang bertugas mengelola perbekalan dan
pengadaan keperluan kantor
2. Bagian Hubungan dan Langganan. Bagian ini dipimpin oleh Kepala Bagian
Hubungan Langganan. Bagian ini membawahi
a. Kepala Sub Bagian Pelayanan Pelanggan yang bertugas mengelola layanan call
center dan layanan pelanggan PDAM Kota Tarakan.
b. Kepala Sub Bagian Pengelolan Data Elektronik yang bertugas mengelola
layanan pendataan pelanggan PDAM secara elektronik.
c. Kepala Sub Bagian Pengawas Meter Air yang bertugas mengelola meter air di
satuan sambungan rumah.
d. Jabatan Fungsional Pengawas Mobil Tangki yang bertugas mengelola dan
mengawasi operasional mobil tangki air milik PDAM Kota Tarakan.
3. Bagian Keuangan. Bagian ini dipimpin oleh Kepala Bagian Keuangan. Bagian ini
membawahi:
a. Kepala Sub Bagian Kas dan Penagihan yang mengelola arus kas perusahaan
sekaligus pencatatan tagihan layanan air minum.
b. Kepala Sub Bagian Pembukuan yang bertugas mengelola akuntansi perusahaan
dalam perhitungan buku besar, activa, passiva, aset, kas, neraca keuangan,
rugi–laba dan perpajakan.
c. Kepala Sub Bagian Anggaran yang bertugas mengelola pelaksanaan anggaran
bekerjasama dengan bidang perencanaan perusahaan dalam pengadaan
barang dan jasa di lingkungan PDAM Kota Tarakan.
4. Kepala Cabang Juata Laut. Bagian ini merupakan sub organisasi PDAM Kota
Tarakan yang mengelola jaringan SPAM di Juata Laut. Bagian ini membawahi:
a. Kepala Urusan Keuangan dan Umum yang bertugas mengelola keuangan dan
tugas-tugas bagian umum semisal surat-menyurat dan kegiatan umum lainnya
b. Kepala Urusan Teknik yang bertugas mengelola hal-hal teknis di lapangan
berkaitan dengan jaringan SPAM di Juata Laut.

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 57
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

5. Bidang Produksi. Bidang ini dipimpin oleh Kepala Bidang Produksi. Bidang ini
membawahi:
a. Kepala Sub Bidang IPA Kampung Bugis yang bertugas mengelola unit produksi
air minum di IPA Kampung Bugis
b. Kepala Sub Bidang IPA Persemaian yang bertugas mengelola unit produksi air
minum di IPA Persemaian.
c. Kepala Sub Bidang IPA Kampung Satu yang bertugas mengelola unit produksi
air minum di IPA Kampung Satu.
d. Kepala Sub Bidang Pemeliharaan Mekanikal dan Elektrikal yang bertugas
mengelola peralatan mekanikal dan elektrikal (pompa, gardu listrik, instalasi
kabel unit produksi, lampu penerangan jalan dan unit produksi dan
troubleshooting kelistrikan).
e. Kepala Sub Bidang Pemeliharaan Bangunan yang bertugas menginventaris dan
memelihara unit-unit SPAM yang menjadi aset PDAM Kota Tarakan.
6. Bidang Distribusi. Bidang ini dipimpin oleh Kepala Bidang Distribusi. Bidang ini
membawahi:
a. Kepala Sub Bidang Penanggulangan Gangguan yang bertugas mengelola
perbaikan jaringan distribusi air minum
b. Kepala Sub Bidang Meter Air yang bertugas mengelola dan mencatat angka-
angak di meter air. Kaitannya dengan penyaluran air minum PDAM.
c. Kepala Sub Bidang Penyambungan dan Penutupan Segel yang bertugas
mengelola penyambungan baru dan penutupan serta penyegelan pelanggan
yang menunggak.
7. Bidang Perencanaan. Bidang ini dipimpin oleh Kepala Bidang Perencanaan. Bidang
ini membawahi:
a. Kepala Sub Bidang Pengembangan yang bertugas merencanakan
pengembangan jaringan air minum termasuk menyusun Rencana Kerja dan
Anggaran PDAM Kota Tarakan.
b. Kepala Sub Bidang Sambungan Rumah yang bertugas mengelola
penyambungan pipa air minum PDAM kepada pelanggan.
c. Kepala Sub Bidang Pemetaan Jaringan GIS yang bertugas mengelola peta-peta
jaringan berbasiskan Geospational Information Systems.

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 58
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Berdasarkan hasil analisis dari audit Badan Pengawasan Keuangan dan


Pembangunan Kantor Perwakilan Tarakan, PDAM Kota Tarakan masih memerlukan
pengembangan unit organisasi. Saran yang termaktub dalam audit BPKP tahun buku
2019 yaitu:
a. Meningkatkan pendapatan operasi dan melakukan efisiensi biaya untuk
meningkatkan laba operasi
b. Meningkatkan efisiensi produksi dengan memanfaatkan sumber air baku
secara optimal sehingga mampu menaikkan volume produksi
c. Meningkatkan jumlah anggaran perbaikan dan pemeliharaan instalasi
pengolahan air serta jaringan pipa transmisi dan distribusi
d. Mengganti meter air yang rusak atau tidak memenuhi standar
e. Meningkatkan jumlah biaya pegawai untuk meningkatkan kapasitas sumber
daya manusia di PDAM.
Pada poin a, poin b dan poin e sangat erat hubungannya dengan performa
kinerja PDAM Kota Tarakan, mayoritas pegawai PDAM Kota Tarakan berpendidikan
setara SLTA sebanyak 63,08 persen dari total jumlah pegawai. Sedangkan pegawai
berpendidikan Diploma III sebanyak 3,85% dan pegawai setingkat sarjana sebanyak
24,61%. PDAM Kota Tarakan perlu meningkatkan kualifikasi pendidikan pegawai baik
melalui pendidikan, pelatihan dan sertifikasi maupun rekrutmen pegawai baru.
Dengan peningkatan jumlah SR setidaknya hingga tahun 2024, jumlah
kebutuhan pegawai tambahan diperlukan oleh PDAM Kota Tarakan. Hasil analisis
perhitungan jumlah penambahan SR hingga tahun 2024 (tahap mendesak) sebanyak
17.959 pelanggan. Dengan penambahan jumlah pelanggan tersebut, maka tambahan
pegawai PDAM Kota Tarakan minimal sebanyak
Jumlah pegawai minimal hingga tahun 2024

( )
=
.
.
=
.

=( + )

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 59
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

3.3.3 Aspek Pengaturan


Aspek pengaturan merupakan aspek hukum dan legalitas dari pengelola air
minum di Kota Tarakan. Pengelola air minum Kota Tarakan telah dilegalisasi dalam
bentuk PERDA. PERDA pertama PDAM Tirta Alam adalah PERDA Kota Tarakan No.
01 Tahun 2013. Peraturan Daerah ini menjelaskan tentang Pembentukan Perusahaan
Daerah Air Minum, Kedudukan Hukum dan Lapangan Usaha. Pada Bab II
Pembentukan, Kedudukan dan Lapangan Usaha Bagian Kesatu Pembentukan pada
Pasal 2:
(1) Dengan Peraturan Daerah ini dibentuk Perusahaan Daerah Air Minum Kota
Tarakan;
(2) PDAM Kota Tarakan diberi nama Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Alam.

Selanjutnya, Kedudukan hukum PDAM Kota Tarakan pada pasal 3 adalah:


(1) PDAM berkedudukan di Tarakan dan dalam menjalankan kegiatan usahanya dapat
mempunyai cabang dan perwakilan di luar daerah
(2) PDAM adalah Badan Usaha Milik Daerah yang berhak melakukan usahanya
berdasarkan Peraturan Daerah ini.

Selanjutnya, Lapangan usaha PDAM Kota Tarakan pada pasal 4 adalah:


(1) Lapangan usaha PDAM adalah penyediaan air minum untuk kebutuhan masyarakat
dan usaha lainnya di bidang air minum.
(2) Dalam hal penyediaan air minum kepada masyarakat sebagaimana dimaksud pada
ayat (1), PDAM harus mencapai cakupan pelayanan 80% (delapan puluh persen)
dari jumlah penduduk..
(3) Upaya yang dilakukan PDAM untuk mencapai cakupan pelayanan 80% (delapan
puluh persen) sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah optimalisasi instalasi
dan perluasan jaringan..
(4) Untuk mendukung pelaksanaan optimalisasi instalasi dan perluasan jaringan
sebagaimana dimaksud pada ayat (3), PDAM dapat melakukan penyesuaian tarif
air minum secara berkala sesuai dengan peraturan perundang-perundangan yang
berlaku.
(5) Penyesuaian tarif sebagaimana dimaksud pada ayat (4) adalah dengan
memperhatikan tingkat inflasi, hasil audit dan indikator lain sesuai peraturan
perundang-undangan yang berlaku.

PERDA berikutnya adalah PERDA Kota Tarakan No. 11 Tahun 2019 tentang
Perubahan Status PDAM Kota Tarakan menjadi Perumda Pengelola Air Minum

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 60
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

3.4 KENDALA DAN PERMASALAHAN


3.4.1 Permasalahan Aspek Teknis
A. Operasional Sistem
Untuk operasional sistem PDAM Kota Tarakan operasional sistem hanya
mengandalkan pemompaan. Jam operasional produksi dan distribusi setiap unit
pada tahun 2019 pelayanan rata-rata 23,74 jam.
B. Kehilangan Air
Tingkat kehilangan air dihitung dari jumlah air yang hilang antara distribusi
sampai dengan sambungan rumah pelanggan. Jumlah air yang didistribusikan /
diproduksi pada tahun 2019 adalah sebanyak 12,380,272.81 m³, sedangkan
jumlah air terjual sebanyak 7,836,917 m³, sehingga kehilangan air sebanyak
4,543,355.81 m³ atau sebesar 36,71%. Berdasarkan data diatas, tingkat
kehilangan air PDAM Kota Tarakan masih diatas batas toleransi yang ditetapkan
dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 690-149 Tahun 1985 yaitu sebesar
20% dari produksi air. Tingkat kehilangan air tersebut sebagian besar
disebabkan oleh kondisi pipa yang sudah tua dan water meter yang kurang baik.

3.4.1.1 Rincian Permasalahan Aspek Teknis


Permasalahan teknis PDAM Kota Tarakan dapat dikategorikan menjadi
beberapa permasalahan. Setiap permasalahan akan di breakdown satu persatu
untuk nanti dikaji peluang untuk meningkatkan kinerja PDAM Kota Tarakan
secara keseluruhan Berikut ini merupakan uraian permsalahan yang dapat
didetailkan pada setiap poin.
A. Permasalahan Air Baku
Ketersediaan air baku di Kota Tarakan sangat bergantung pada sumber-sumber
air permukaan. Sumber air permukaan di sini berupa debit sungai yang mengalir
menuju masing-masing IPA. Ada beberapa IPA yang mendapat air baku dari
embung dengan model Penangkapan Air Hujan (PAH). PAH ini didukung oleh
iklim laut yang ada Tarakan. Setiap bulan selama setahun setidaknya ada hari
hujan yang akan mengisi embung-embung ini. Ada beberapa sungai yang
menjadi sumber air IPA dibendung dan dimasukkan ke dalam embung untuk
meningkatkan volume air dan kemampuan pompa intake dalam menyuplai air
baku. Air baku ini akan menjadi sangat krusial ketika masuk meusim penghujan.
Bagi embung yang mengandalkan debit air dari curah hujan, jika periode hujan
berhenti dalam waktu panjang maka air dalam embung akan cepat habis.

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 61
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

A.1 Sungai Karang Anyar (Kampung Bugis)


Sungai Karang Anyar adalah sungai yang mengalir melewati wilayah
Kampung Bugis. Sungai ini memiliki debit 493 Liter per detik. Pemanfaatan
sungai ini disadap sebesar 60 Liter per detik ketika debit maksimum. Akan
tetapi, Sungai Karanganyar hanya dapat dimanfaatkan sebesar 48 Liter per
detik saat musim kemarau panjang. Hal ini disebabkan oleh penurunan muka
air sungai untuk masuk ke dalam sumuran pompa intake dan penurunan
kualitas air sungai sebagai akibat buangan limbah rumah tangga ke sungai.
Adapun detail sungai adalah sebagai berikut:
Nama Sungai : Karang Anyar
Lokasi Sungai : Kecamatan Tarakan Barat, IPA Kampung Bugis
Luas DAS : 5.641 Km2
Debit Normal : 493 Liter per detik
Debit Minimum : < 50% debit normal
Titik Koordinat Intake : 3°18'56.8"N 117°35'21.1"E
PDAM Kota Tarakan melakukan rekayasa dalam penyediaan air baku, defisit
air baku untuk IPA Kampung Bugis yang airnya diambilkan dari Embung
Binalatung dengan debit sadapan sebesar 50 Liter per detik. Ketahanan Sungai
Karang Anyar berkurang signifikan ketika musim kemarau dengan debit limpasan
hanya setengah dari debit normalnya. Hal ini disebabkan oleh daerah DAS
imbuhan Sungai Karang Anyar sebagian besar berada di hilir dan hulu sungai
tidak masuk sampai ke dalam areal hutan lindung sebagai wilayah imbuhan air
hujan. Ke depan, Sungai Karang Anyar akan bergantian menyuplai IPA Kampung
Bugis ketika debit sungai cukup besar. Ketika Kota Tarakan memasuki musim
kemarau panjang, maka debit air baku diambilkan dari Embung Binalatung.

Gambar 3.12 Sungai Karang Anyar dan Intake Sungai Ketika Hujan

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 62
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

A.2 Sungai Persemaian


Sungai Persemaian merupakan sungai yang mengalir melewati IPA
Persemaian. Sungai ini memiliki debit 1.290 Liter per detik. Pemanfaatan
sungai ini disadap sebesar 85 Liter per detik. Pada alur Sungai Persemaian,
Sungai dibendung dan dimasukkan ke dalam Embung Persemaian. Embung
Persemaian meningkatkan kapasitas sadapan air baku menjadi 154 Liter per
detik. Akan tetapi, Sungai Persemaian akan berkurang debitnya sehingga
masukan ke dalam Embung tidak maksimal. Adapun detail Sungai
Persemaian adalah sebagai berikut:
Nama Sungai : Persemaian
Lokasi Sungai : Kecamatan Tarakan Barat, IPA Persemaian
Luas DAS : 18.333 Km2
Debit Normal : 1.290 Liter per detik
Debit Minimum :-
Titik Koordinat Intake : 3°35'68.3"N 117°56'75.9"E
PDAM Kota Tarakan melakukan rekayasa aliran air sungai untuk mengatasi
defisit air baku untuk IPA Persemaian. Embung Persemaian dibangun untuk
menampung sementara debit sungai ini kemudian diambil airnya untuk IPA
Persemaian. Sistemnya adalah menggunakan perpompaan. Tidak semua air
sungai diambil untuk air baku, ada sebagian debit dialirkan kembali menuju
saluran alamiahnya menuju hilir. Sungai Persemaian juga mirip dengan Sungai
Karanganyar. Tipe sungai ini mengandalkan dari sumber mata air hutan lindung
Kota Tarakan. Pengisian air kembali berasal dari presipitasi hujan dan perkolasi
air tanah di kawasan lindung. Pemerintah Kota Tarakan perlu melakukan upaya
konservasi di daerah hutan lindung sebagai sumber mata air Sungai Persemaian.

Gambar 3.13 Sungai Persemaian dan Intake Sungai Ketika Hujan

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 63
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

A.3 Sungai Indulung


Sungai Persemaian merupakan sungai yang berada di wilayah Kecamatan
Tarakan Timur. Hulu DAS sungai Indulung berada di kawasan sabuk hijau
Kota Tarakan. Sungai ini memiliki debit sebesar 579 Liter/detik. Sungai
Indulung dibendung dan dimasukkan ke dalam embung Indulung sebagai
sumber air baku. Pemanfaatan belum dapat dilakukan karena embung
sedang dalam masa konstruksi. Potensi debit pemanfaatan sebesar 231
Liter per detik. Namun, ketahanan sungai ini belum teruji ketika masuk
musim kemarau panjang dan diujicoba untuk diambil airnya ke IPA. Adapun
detail Sungai Indulung adalah sebagai berikut:
Nama Sungai : Indulung
Lokasi Sungai : Kecamatan Tarakan Tengah
Luas DAS : 36.406 Km2
Debit Normal : 579 Liter per detik
Debit Minimum :-
Titik Koordinat Intake : 3°39'32.2"N 117°64'92.1"E
Dinas SDA Kota Tarakan sedang melakukan konstruksi bangunan Embung
Sungai Indulung. Embung ini berfungsi sebagai penangkap air yang mengalir dari
Sungai Indulung sebelum mengalir ke laut. Rencana PDAM terhadap embung ini
adalah mengintegrasikan ke dalam sistem satu embung terhubung antar satu
sama lainnya. Sebagian besar daerah imbuhan Sungai Indulung berhulu di
pinggir hutan lindung atau lebih tepatnya di daerah Sabuk Hijau batas Hutan
Lindung dengan kawasan permukiman. Daerah ini perlu dijaga kelestariannya
mengingat DAS Indulung tidak masuk sampai ke dalam Hutan Lindung Kota
Tarakan.

Gambar 3.14 Embung Sungai Indulung dalam Masa Konstruksi

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 64
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

A.4 Sungai Binalatung


Sungai Binalatung merupakan sungai yang berhulu di wilayah Kecamatan
Tarakan Tengah. Hulu DAS sungai Binalatung merupakan bagian dari
Tangkapan Embung Binalatung. Kawasan tangkapan airnya bersumber
pada Hutan Lindung Kota Tarakan. Sungai ini memiliki debit sebesar 1.973
Liter/detik. Sungai Binalatung dibendung dan dimasukkan ke dalam embung
Binalatung sebagai sumber air baku. Pemanfaatan air baku dari DAS ini
sebesar 100 Liter/detik untuk IPA Kampung Satu dan 50 Liter/detik untuk
IPA Kampung Bugis. Potensi pemanfaatan maksimum adalah 789 Liter/detik
Adapun detail Sungai Binalatung adalah sebagai berikut:
Nama Sungai : Binalatung
Lokasi Sungai : Kecamatan Tarakan Tengah
Luas DAS : 23.981 Km2
Debit Normal : 1.973 Liter per detik
Debit Minimum :-
Titik Koordinat Intake : 3°20'09.2"N 117°37'02.9"E
PDAM Kota Tarakan berencana memanfaatkan DAS Binalatung dengan
debit sadapan 250 - 340 Liter/detik. Saat ini, IPA Binalatung berkonstruksi beton
hanya mengolah air baku dari Binalatung sebesar 150 Liter per detik.
Peningkatan debit pemompaan tidak dapat dilakukan karena keterbatasan
sumber air baku ketika memasuki musim kemarau panjang. Kemampuan Intake
Sungai Binalatung untuk menyuplai IPA ketika kemarau panjang kurang handal
sehingga perlu dibantu dengan intake dari Embung Binalatung. Ke depan,
sumber air baku diambilkan dari Embung Binalatung dan semua embung
diintegrasikan antar embung untuk ketahanan air baku.

Gambar 3.15 Sungai Binalatung dan Intake Sungai

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 65
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

A.5 Sungai Semunti


Sungai Semunti merupakan sungai yang berhulu di wilayah Kecamatan
Tarakan Tengah. Hulu DAS sungai Semunti memiliki debit sebesar 784
Liter/detik. Kawasan tangkapan airnya bersumber pada Hutan Lindung Kota
Tarakan. Sungai ini akan dimanfaatkan untuk IPA Juata Laut dengan
kapasitas 25 Liter/detik. Akan tetapi, IPA Juata Laut hanya menerima debit
sebesar 13 Liter per detik. Hal ini disebabkan oleh surutnya aliran air Sungai
Semunti sehingga tidak masuk ke dalam sumur intake Sungai Semunti.
Adapun detail Sungai Semunti adalah sebagai berikut:
Nama Sungai : Semunti
Lokasi Sungai : Kecamatan Tarakan Utara
Luas DAS : 4.198 Km2
Debit Normal : 784 Liter per detik
Debit Minimum :-
Titik Koordinat Intake : 3°25'36.3"N 117°32'34.3"E
IPA Juata Laut memanfaatkan aliran Sungai Semunti dengan debit 13 Liter
per detik. Kekurangan air sebesar 12 Liter per detik diambilkan dari Embung
terdekat. Rencana ke depan Sungai Semunti akan dibendung dan dibuatkan
Embung untuk menampung aliran air. Operasional IPA Juata Laut tidak optimal
karena hanya mengolah air setengah dari kapasitas yang seharusnya.
Perlindungan terhadap DAS Semunti juga wajib dilakukan oleh Pemerintah Kota
Tarakan. Hal ini mengingat DAS Semunti tidak masuk sampai ke dalam Hutan
Lindung Kota Tarakan yang berlokasi di Kecamatan Tarakan Tengah sehingga
tangkapan DASnya hanya sekitar 4.198 Km2.

Gambar 3.16 Sungai Semunti dan Intake Sungai

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 66
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

A.6 Embung Binalatung


Embung Binalatung merupakan bangunan penangkap air Sungai
Binalatung. Embung ini membendung aliran Sungai Binalatung agar dapat
menggenang tinggi dan mempunyai kapasitas tampungan mencapai
500.000 m3. Embung ini menyuplai air untuk IPA Kampung sebesar 100 Liter
per detik dan IPA Kampung Bugis sebesar 50 Liter per detik. Keberadaan
Embung Binalatung sangat bermanfaat bagi PDAM Kota Tarakan untuk
keberlangsungan unit produksi air minum. Akan tetapi DAS Sungai
Binalatung seperti yang sudah dijelaskan sebelumya di atas, DAS
Binalatung mengalami penurunan debit aliran air cukup tajam ketika musim
kemarau panjang Adapun detail Embung Binalatung adalah sebagai berikut:
Nama Embung : Binalatung
Lokasi Sungai : Kecamatan Tarakan Utara
Kapasitas Tampungan : 500.000.000 Liter.
Ketahanan Suplai : 58 Hari
Debit Sadapan saat ini : 150 Liter per detik
Titik Koordinat Embung : 3°20'09.2"N 117°37'02.9"E
Ketika tim survey datang menuju Embung Binalatung, kondisi embung
mengalami kekeringan puncak. Air sampai habis dan tidak dapat dihisap oleh
pompa intake embung. Hal ini menunjukkan aliran DAS Sungai Binalatung hanya
sedikit mempunyai cadangan air dari hasil imbuhan hujan. Daerah tangkapan
hujan Embung dengan Sungai sebesar 23.981 km2. Ke depan, Pemkot Tarakan
perlu melakukan survey trase DAS dan memprogram reboisasi kanan – kiri
sungai sejauh 5 km untuk setidaknya mempertahankan debit aliran Sungai
Binalatung saat ini.

Gambar 3.17 Embung Binalatung dan Intake Embung

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 67
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

A.7 Embung Rawasari


Embung Rawasari merupakan bangunan penangkap air Sungai Sesanip.
Embung ini membendung aliran Sungai Sesanip agar dapat menggenang
dan mempunyai kapasitas tampungan mencapai 112.000 m3. Embung ini
menyuplai air untuk IPA Persemaian sebesar 60 Liter per detik dan IPA
Kampung Bugis sebesar 60 Liter per detik. Embung Rawasari belum
dimanfaatkan secara maksimal karena pemasangan perpipaan belum
selesai dan belum serah terima aset ke PDAM Kota Tarakan. Jika Embung
ini termanfaatkan, maka IPA Persemaian dan IPA Kampung Bugis dapat
beroperasi maksimal. Adapun detail Embung Rawasari adalah sbb:
Nama Embung : Rawasari
Lokasi Sungai : Kecamatan Tarakan Barat
Kapasitas Tampungan : 112.000.000 Liter.
Ketahanan Suplai : belum diukur
Debit Sadapan saat ini : belum dimanfaatkan
Titik Koordinat Embung : 3°20'34.6"N 117°34'06.5"E
Ketika tim survey datang menuju Embung Rawasari, kondisi embung belum
beroperasi untuk menyuplai IPA. Bendung ini harus segera diserahterimakan dan
dioperasikan mengingat serah terima aset akan menjadi tanggung jawab
pengelola embung. Pada inlet embung terdapat banyak material rumput dan
ranting pohon yang akan masuk ke dalam embung. Kondisi bar screen juga
masih baru, akan tetapi dalam posisi terbuka sehingga jika ada aliran deras
setelah hujan besar, dapat dipastikan material endapan, lumpur dan ranting akan
masuk ke Embung Rawasari. Hal ini akan mengurangi volume tampungan air
dan membahayakan intake pipa hisap dan pompa Embung Rawasari.

Gambar 3.18 Embung Rawasari dan Intake Embung

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 68
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

A.7 Embung Persemaian


Embung Persemaian merupakan bangunan penangkap air Sungai
Persemaian. Embung ini membendung aliran Sungai Persemaian agar
dapat menggenang dan mempunyai kapasitas tampungan mencapai
130.700 m3. Embung ini menyuplai air untuk IPA Persemaian sebesar 85
Liter per detik. Embung Persemaian bermanfaat dalam menyuplai air baku
ke IPA Persemaian. Akan tetapi, ketika memasuki musim kemarau, embung
mengalami kekeringan dan sumber air menjadi berkurang untuk suplai ke
IPA. IPA Persemaian mempunyai Kapasitas 250 Liter per detik tentunya
memerlukan debit air baku yang konstan. Adapun detail Embung
Persemaian adalah sbb:
Nama Embung : Persemaian
Lokasi Sungai : Kecamatan Tarakan Barat
Kapasitas Tampungan : 130.700.000 Liter.
Ketahanan Suplai : 25 hari
Debit Sadapan saat ini : 60 Liter per detik
Titik Koordinat Embung : 3°21'25.0"N 117°33'52.8"E
Ketika tim survey datang menuju Embung Persemaian, kondisi embung
mengalami kekeringan pada kolam embung pertama hingga air mencapai dasar
embung. Kekurangan air ini disebabkan oleh elevasi air pada inlet masuk air dari
Sungai Persemaian tidak dapat melewati batas sehingga air tidak masuk
embung. Hal ini berkaitan dengan penyusutan debit Sungai Persemaian
sehingga tidak optimal mengisi embung. Ketahanan embung ini dapat mencapai
25 hari jika air mengisi embung sampai penuh dengan kapasitas tampungan
130.700 m3.

Gambar 3.19 Embung Persemaian dan Intake Embung

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 69
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

A.8 Embung Bengawan


Embung Bengawan merupakan bangunan penangkap air Sungai
Bengawan. Embung ini membendung aliran Sungai Bengawan agar dapat
menggenang dan mempunyai kapasitas tampungan mencapai 145.000 m3.
Embung ini menyuplai air untuk IPA Bengawan sebesar 60 Liter per detik,
IPA Juata Laut sebesar 30 Liter per detik dan IPA Persemaian sebesar 70
Liter per detik. Embung Bengawan bermanfaat dalam menyuplai air baku ke
IPA-IPA di atas. Embung Bengawan dan Sungai Bengawan merupakan
salah satu sumber air yang cukup ANDAL dalam menyuplai air baku. Adapun
detail Embung Bengawan adalah sbb:
Nama Embung : Bengawan
Lokasi Sungai : Kecamatan Tarakan Barat
Kapasitas Tampungan : 145.000.000 Liter.
Ketahanan Suplai : 24 hari
Debit Sadapan saat ini : 160 Liter per detik
Titik Koordinat Embung : 3°22'23.9"N 117°33'39.5"E
Embung Bengawan dan Sungai Bengawan merupakan sumber air yang
selalu mengalir ketika musim kemarau. Hal ini dipengaruhi oleh daerah imbuhan
air dan DAS Sungai Bengawan masuk sampai jauh ke dalam areal hutan lindung
Kota Tarakan. Pemerintah Kota Tarakan perlu melakukan program perlindungan
sumber mata air dan daerah imbuhan agar Sungai Bengawan masih dapat terus
menyuplai air minum hingga ke depan. Ketahanan air Embung Bengawan ketika
dalam tampungan penuh dan tidak terisi air secara kontinyu hanya bertahan
selama 25 hari. Tentunya hal ini tidak akan terjadi jika Embung dan Sungai
Bengawan dilindungi daerah tangkapan air hujannya di bagian hulu sungai.

Gambar 3.20 Sungai Bengawan dan Embung Bengawan

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 70
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

A.9 Embung Indulung


Embung Indulung merupakan bangunan penangkap air Sungai Indulung.
Embung ini membendung aliran Sungai Indulung agar dapat menggenang
dan mempunyai kapasitas tampungan mencapai 135.000 m3. Embung ini
menyuplai air untuk IPA Kampung Satu sebesar 200 Liter per detik dan IPA
Pantai Amal sebesar 30 Liter per detik. Embung Indulung sedang dalam
masa konstruksi untuk segera dimanfaatkan air bakunya pada tahun 2020.
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Sungai Indulung berhulu di sebagian
kecil Hutan Lindung dan sebagian besar di sabuk hijau hutan Kota Tarakan
dalam menyuplai air baku. Adapun detail Embung Indulung adalah sbb:
Nama Embung : Indulung
Lokasi Sungai : Kecamatan Tarakan Utara
Kapasitas Tampungan : 135.000.000 Liter.
Ketahanan Suplai : belum teruji
Debit Sadapan saat ini : belum dimanfaatkan
Titik Koordinat Embung : 3°23'35.9"N 117°38'57.3"E
Embung Indulung dan Sungai Indulung merupakan sumber air yang belum
teruji ketahanan suplainya. Pada peta daerah imbuhan air, trase DAS dan hulu
DAS Sungai Indulung adalah berhulu di sabuk hijau Kota Tarakan dan juga
mendapat air dari luasan tanaman mangrove. Pemerintah Kota Tarakan perlu
melakukan program perlindungan sumber mata air dan daerah imbuhan agar
Sungai Indulung masih dapat terus menyuplai air minum hingga setidaknya tahun
2030. Kawasan hutan dan trase DAS Sungai Indulung perlu dilindungi sejauh 2
km kanan dan kiri sungai untuk setidaknya dapat mempertahankan debit Sungai
Indulung saat ini.

Gambar 3.21 Embung Indulung sedang dalam masa konstruksi

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 71
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

B. Permasalahan Unit Produksi Air Minum


Permasalahan berikutnya adalah permasalahan unit produksi air minum.
Permasalahan unit produksi air minum tidak hanya dari sumber air baku yang
kurang konsisten dalam menyuplai IPA tetapi juga permasalahan teknis dan
operasional ketika IPA dioperasikan. Ada beberapa IPA yang juga mengalami
kerusakan akibat usia pakai dan tidak dapat diperbaiki kembali. Berikut ini uraian
masing-masing permasalahan unit produksi di PDAM Kota Tarakan.
B.1 IPA Persemaian A
IPA Persemaian A berkapasitas produksi 60 Liter per detik. IPA
Persemaian A ini direncanakan akan dipindah menuju Embung Bengawan.
Tujuannya adalah mendekatkan unit produksi dengan sumber air baku. IPA
Persemaian berbahan dasar dari Plat Baja. Kondisi masih sangat baik dan dapat
beroperasi. Hal yang masih kurang dari IPA ini adalah Dokumen Standar
Operasional Prosedur Pengoperasian dan Standar Operasional Prosedur
Pemeliharaan IPA tidak ada. Operasional IPA hanya mengandalkan petunjuk
umum dan pengalaman lapangan sehingga saat terjadi kerusakan masih harus
dicari penyebab dan tidak dapat langsung ditangani. IPA Persemaian A ini masih
tercatat sebagai aset yang aktif dan memiliki nilai ekonomi dalam menghasilkan
air bersih. Oleh karena itu, IPA Persemaian A yang akan menjadi IPA Bengawan
perlu dirawat secara baik dan saat pemindahan unit harus dilakukan secara hati-
hati agar tidak terjadi kerusakan saat instalasi di lokasi IPA yang baru. Hal lain
yang perlu juga diperhatikan adalah sistem pengolahan ini memerlukan unit
mekanikal dan elektrikal yang belum ada di lapangan.

Gambar 3.22 IPA Persemaian A berkapasitas 60 Liter per detik

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 72
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

B.2 IPA Persemaian B


IPA Persemaian B berkapasitas produksi 30 Liter per detik. IPA
Persemaian B berbahan dasar beton. IPA Persemaian B saat ini tidak dapat
dioperasikan kembali karena mengalami kerusakan parah. Kerusakan yang
terjadi pada unit IPA Persemaian B adalah keretakan struktur mendasar
sehingga ketika IPA diisi dengan air kemudian dijalankan, IPA mengalami
rembesan bocor pada dinding IPA. Secara teori, ketika bangunan beton sudah
mengalami keretakan dan bocor di beberapa bagian, maka besi tulangan di
dalamnya akan terekspose dengan air. Selanjutnya, besi tulangan mengalami
reaksi kimia perkaratan. Jika perkaratan sudah terjadi lebih lanjut, kekuatan besi
langsung menurun drastis dan beton secara teori sudah tidak memiliki kekuatan
struktur terhadap lendutan. Berkurangnya kekuatan terhadap lendutan atau tarik
akan mengurangi kekuatan secara keseluruhan struktur beton. Saat dikunjungi,
IPA Persemaian B sudah mengalami kerusakan cukup parah dan layak untuk
ditiadakan dalam penilaian aset. Nilai bangunan dalam memproduksi sudah tidak
ada atau aset bernilai sama dengan Rp 0,~. IPA Persemaian B akan lebih baik
dihapus-bukukan dalam pencatatan aset IPA dan bekas bangunannya dapat
dirobohkan dan diganti. Unit pengganti IPA ini dapat berupa reservoir baru untuk
meningkatkan cadangan air minum di IPA dan atau IPA baru dengan bahan yang
lebih tahan karat. IPA fiberglass dapat menjadi pertimbangan mengingat kualitas
sumber air di Persemaian cukup agresif mengkorosi bahan logam. Kerusakan
lain juga dialami pada IPA berbahan dasar baja yang lokasinya juga sama di
kawasan IPA Persemaian ini.

Gambar 3.23 IPA Persemaian B yang mengalami kerusakan berat

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 73
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

B.3 IPA Persemaian C


IPA Persemaian C berkapasitas produksi 25 Liter per detik. IPA
Persemaian C berbahan dasar plat baja. IPA Persemaian C beroperasi untuk
mendukung produksi air minum. IPA Persemaian C beroperasi ketika sumber air
baku berada pada kondisi maksimal sehingga IPA akan memperoleh alokasi air
untuk diolah. Rencana ke depan IPA Persemaian C ini hanya akan menjadi
pendukung IPA Persemaian besar berkapasitas 250 Liter per detik. Kondisi IPA
Persemaian C masih beroperasi dengan baik sama dengan IPA Persemaian A.
Hanya saja, dokumen teknis dan dokumen operasional dan pemeliharaan tidak
dimiliki oleh PDAM Kota Tarakan. Seharusnya IPA-IPA yang ada di Persemaian
ini memiliki SOP Operasional dan Pemeliharaan masing-masing IPA, sekalipun
secara umum memiliki kegiatan operasional yang hampir mirip antar satu IPA
dengan IPA lainnya. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan kinerja aset yang
dimiliki oleh PDAM Kota Tarakan. SOP Operasional dan Pemeliharaan yang baik
akan menurunkan tingkat risiko kerusakan material IPA dalam jangka panjang.
Hal ini juga akan memperpanjang usia aset IPA yang dimiliki oleh PDAM Kota
Tarakan. SOP Operasional dan Pemeliharaan juga meminimalisir terjadinya
Kecelakaan Kerja. SOP bertujuan untuk operasional yang baik dengan prinsip
Good Corporate and Good Governance. Saat ini, IPA Persemaian masih
berfungsi 100% dengan kondisi aset di atas 80% baik. Nilai aset IPA Persemaian
C dapat dipertahankan setidaknya hingga lima tahun ke depan. IPA Persemaian
dapat diistirahatkan pada waktu-waktu tertentu ketika IPA berkapasitas 250 Liter
per detik beroperasi penuh sehingga dapat menjadi IPA pendukung untuk unit
produksi dan distribusi air minum kawasan Tarakan Barat.

Gambar 3.24 IPA Persemaian C berkapasitas 25 Liter per detik

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 74
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

B.4 IPA Persemaian D


IPA Persemaian D berkapasitas produksi 10 Liter per detik. IPA
Persemaian D berbahan dasar plat baja. IPA Persemaian D tidak beroperasi
karena mengalami kerusakan parah. IPA Persemaian D ini mengalami
korosivitas (perkaratan) yang massif di bagian dalam unit. Korosi mengakibatkan
rembesan dan kebocoran unit ketika unit produksi ini dijalankan. Kondisi IPA ini
sudah di bawah 10% dengan nilai aset sama dengan nol. IPA tidak dioperasikan
lagi karena tidak optimal dalam menghasilkan air minum. Air hasil produksi juga
tercemar oleh logam karat besi dari material IPA. Perbaikan akan memakan nilai
yang lebih besar dibandingkan dengan IPA ini dirobohkan dan direkonstruksi
ulang dengan bangunan baru. Kerusakan IPA ini sangat erat kaitannya dengan
standar pemeliharaan yang tidak dijalankan dengan baik. Standar pemeliharaan
bisa jadi tidak dicantumkan dalam SOP (atau memang SOP IPA Persemaian D
dan IPA-IPA lainnya tidak ada sama sekali ketika tim konsultan RISPAM meminta
data SOP Operasional dan Pemeliharaan legal dari PDAM Kota Tarakan).
Alangkah baiknya, IPA-IPA di kawasan IPA Persemaian memiliki SOP standar
masing-masing unit dan jadwal pemeliharaan berkala. Jadwal pemeliharaan
dapat bergantung dari referensi perencana IPA atau mengikuti standar semisal
SNI DT 0003 Tahun 2007. Ke depan, IPA Persemaian D dapat dihapus-bukukan
karena nilainya sudah mencapai Rp 0,~. Lahan yang dikosongkan dari IPA rusak
ini dapat dipergunakan sebagai unit mekanikal dan elektrikal semisal unit
elektrokoagulasi. Koagulan IPA-IPA Persemaian dapat disubstitusi dengan
teknologi elektrokoagulasi sebagai langkah penghematan pengadaan bahan
kimia untuk proses koagulasi – flokulasi – sedimentasi.

Gambar 3.25 IPA Persemaian D yang mengalami kerusakan berat

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 75
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

B.5 IPA Persemaian E


IPA Persemaian E berkapasitas produksi 30 Liter per detik. IPA
Persemaian E berbahan dasar fiberglass. IPA Persemaian E tidak beroperasi
karena unit sedimentasinya digunakan untuk menggantikan IPA di Juata Laut.
IPA Juata Laut sama-sama berbahan dasar fiberglass. IPA Juata Laut
mengalami kerusakan pada bagian sedimentasinya sehingga tidak dapat
beroperasi, maka unit sedimentasi IPA Persemaian E dipindahkan ke IPA Juata
Laut. IPA Persemaian E masih memiliki nilai aset yang dapat dioperasikan di atas
80%. IPA ini direncanakan akan dipindahkan ke Indulung sebagai unit IPA di atas
Embung Indulung yang sedang dikonstruksi. IPA Persemaian dapat dikurangi
jumlahnya mengingat terdapat IPA baru berbahan dasar beton dengan kapasitas
250 Liter per detik. IPA besar ini dapat menggantikan IPA Persemaian B, IPA
Persemaian D yang mengalami kerusakan dan IPA E yang akan pindah ke
Indulung. IPA fiberglass ini juga belum memiliki SOP standard untuk operasional
dan pemeliharaan berkelanjutan. Operasional dan pemeliharaan IPA menjadi
fokus perbaikan kinerja karena IPA dapat bekerja optimal dan efisien dalam
memproduksi air. Tingkat kehilangan air dalam proses produksi air minum secara
berturut-turut idealnya tidak lebih dari 10% untuk IPA berkapasitas 5 liter per detik
sampai dengan kapasitas 100 Liter per detik, tidak lebih dari (5-10)% untuk IPA
berkapasitas 101 Liter per detik sampai dengan kapasitas 500 Liter per detik dan
tidak lebih dari 5% untuk IPA berkapasitas besar di atas 501 Liter per detik.
Dengan perbaikan SOP Operasional dan Pemeliharaan tidak hanya akan
menghemat biaya proses produksi air minum tetapi juga akan memperpanjang
usia aset unit produksi yang dimiliki oleh PDAM Kota Tarakan.

Gambar 3.26 IPA Persemaian E yang unit sedimentasinya dipindah ke IPA Juata Laut

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 76
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

B.6 IPA Persemaian Baru


IPA Persemaian Baru berkapasitas produksi 250 Liter per detik. IPA
Persemaian E berbahan dasar beton bertulang. IPA Persemaian baru beroperasi
dengan kapasitas 100 Liter per detik. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan
sumber air baku yang menyuplai IPA. IPA Baru ini harus berbagi dengan IPA-
IPA lain dan belum dapat asupan tambahan dari Embung Rawasari. IPA yang
tidak beroperasi dengan kapasitas idealnya akan memberikan nilai uang yang
kurang optimal karena ada gap kapasitas sekitar 150 Liter per detik yang
seharusnya dapat diolah di unit produksi ini. Kondisi aset IPA baru masih di atas
90% dan keadaan perpipaan juga masih di atas 90%. Ke depan, PDAM Kota
Tarakan akan mengoperasikan penuh IPA Persemaian Baru ini dengan
kapasitas idealnya. Namun, hal yang masih sama dengan masalah IPA lainnya
adalah ketiadaan dokumen legal SOP Operasional dan Pemeliharaan IPAi.
Dukungan dokumen SOP dibarengi dengan penerapan yang tepat dari SOP
tersebut akan membuat IPA dapat bekerja maksimal dalam memproduksi air
minum. Hal ini juga bertujuan agar kerusakan-kerusakan minor dapat diketahui
dengan segera dalam bentuk gejala-gejala kerusakan sebelum akhirnya IPA
mengalami kerusakan parah seperti halnya IPA Persemaian B berbahan dasar
beton bertulang. Jika IPA baru ini tidak ada SOP pemeliharaan yang baku,
kerusakan kecil dapat menjadi besar di masa mendatang. Fokus utama dalam
operasi IPA ini adalah mengoperasikan sesuai kapasitasnya dengan tambahan
air baku dari Embung Rawasari dan pemeliharaan berkala harian, mingguan,
bulanan, semesteran dan tahunan.

Gambar 3.26 IPA Persemaian Baru berkapasitas 250 Liter per detik

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 77
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

B.7 IPA Juata Laut Kapasitas 30 Liter per detik


IPA Juata Laut berkapasitas produksi 30 Liter per detik. IPA Juata Laut
30 Liter per detik ini berbahan dasar fiberglass. IPA Juata Laut 30 Lps ini
mengalami kerusakan pada unit sedimentasi. Oleh karena IPA Juata Laut
merupakan IPA utama yang melayani wilayah Juata Laut, maka pihak PDAM
Kota Tarakan melakukan gerak cepat dengan memindahkan unit sedimentasi
IPA fiberglass di IPA Persemaian ke IPA Juata Laut ini. Kerusakan unit
sedimentasi IPA Juata Laut berupa pecahnya material dinding fiberglass.
Pecahnya material ini pada umumnya disebabkan oleh buruknya kualitas
material fiber atau ketika masa produksi berupa pencetakan unit tidak sempurna
antara material fiber dengan resin (lem) perekat material. Sebab lainnya adalah
unit sedimentasi pernah mengalami benturan yang mengakibatkan kerusakan di
bagian struktur serat fiber. Kerusakan mikro ini menjadi besar karena adanya
tekanan hidrostatis air yang diolah dalam unit sedimentasi. Sebab-sebab lainnya
yang mungkin terjadi walaupun faktornya kecil yaitu ketika unit IPA beroperasi
terjadi penumpukan sedimen lumpur yang berlebihan di dalam cone pengumpul.
Lumpur yang melebihi batas penampung tidak segera di drain sehingga
memberikan tekanan hidrostatis yang besar ke serat fiber. Beberapa faktor
penyebab kerusakan di atas seharusnya dapat diatasi sebelum IPA mengalami
kerusakan ketika PDAM Kota Tarakan memiliki SOP Standar Operasional IPA
dan SOP Standar Pemeliharaan IPA. Unit produksi IPA Juata Laut 30 Liter per
detik masih dalam kondisi baik di atas 90%. Kondisi pompa dan perpipaan dari
sumber juga di atas 90%.

Gambar 3.27 IPA Juata Laut berkapasitas 30 Liter per detik

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 78
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

B.8 IPA Juata Laut Kapasitas 5 Liter per detik


IPA Juata Laut berkapasitas produksi 5 Liter per detik. IPA Juata Laut 5
Liter per detik ini berbahan dasar plat baja. IPA Juata Laut 5 Lps ini mengalami
kerusakan di hampir keseluruhan unit sehingga tidak dioperasikan.
Permasalahan utama dari IPA Plat baja adalah tidak mempunyai ketahanan
ketika mengolah air yang mengandung senyawa kimia agresif yang akan
mengikis material plat bajanya. Pada umumnya, IPA ini harus dipelihara setahun
sekali dengan cara mengikis bagian cat pelindungnya kemudian dicat baru
dengan cat Epoxy Tar Coal Non Toxic. Selama tahun berjalan, materi kimia yang
ditambahkan ke dalam air baku akan menjadikan air yang diproses dalam IPA
sebagai elektroda kimia. Untuk mencegah proses korosi (perkaratan tersebut),
hal yang dapat dilakukan adalah melapisi dinding plat baja dengan cat Epoxy.
Cat Epoxy marupakan bahan kimia yang melindungi materi baja bagian dilapisi.
Cat ini akan mengalami korosi terlebih dahulu yang kemudian karatnya akan
melindungi proses karat lanjutan ke dalam plat bajanya. Akan tetapi, jika dalam
jangka waktu setahun tidak dilakukan penggantian dan pengecatan baru, lapisan
epoxy ini akan lepas dengan sendirinya kemudian air dengan senyawa kimiawi
akan langsung berkontak dengan plat baja. Maka proses korosi berlanjut hingga
semua material plat baja mengalami perkaratan. Setelah itu, material plat baja
akan kehilangan soliditas struktur dan kerusakan unit produksi air minum. Oleh
karena itu, perlu adanya mitigasi kerusakan dalam bentuk standar operasional
prosedur pemeliharaan berkala unit proses produksi air minum.

Gambar 3.28 IPA Juata Laut berkapasitas 5 Liter per detik

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 79
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

B.9 IPA Kampung Bugis Kapasitas 60 Liter per detik


IPA Kampung Bugis berkapasitas produksi 60 Liter per detik. IPA
Kampung Bugis 60 Liter per detik ini berbahan dasar fiberglass. IPA Kampung
Bugis 60 Lps ini beroperasi dengan baik. IPA fiberglass ini merupakan model IPA
Paket. IPA ini memperoleh air baku dari Embung Binalatung. IPA fiber ini juga
berlokasi di Kantor Pusat PDAM sehingga praktis pemeliharaannya terjamin
karena dapat dipantau langsung oleh pihak PDAM Kota Tarakan. Hanya saja,
suplai air dari Embung Binalatung masih kurang sehingga tidak beroperasi
optimal. Ketika tim konsultan datang, IPA ini baru beroperasi saat hujan besar
datang dan mengisi Embung Binalatung. Namun, IPA ini juga sama seperti IPA-
IPA sebelumnya belum memiliki SOP Standar. SOP Standar akan membuat IPA
ini berjalan dengan baik dan memiliki usia pakai yang lebih panjang. Kondisi IPA
fiberglass ini masih dalam kondisi baik di atas 90%. Pemeriksaan berkala perlu
dilakukan mengingat bahannya dari material fiber. Hal ini untuk mengurangi
potensi kerusakan yang sama seperti yang terjadi di IPA fiberglass di Juata Laut.
Oleh karena IPA ini masih tergabung dengan IPA Kampung Bugis dari beton,
optimalisasi dari proses koagulasi dengan metode elektrokoagulasi dapat
dilakukan bersama. Penurunan biaya operasi diperoleh dari tidak adanya
pembelian bahan kimia koagulan. Elektrokoagulasi juga akan mematikan
langsung mikrobiologi patogen yang terbawa dalam air baku. Praktis, proses
desinfeksi akan berkurang signifikan saat dosis pembubuhan klor. Penghematan
proses produksi pada IPA Kampung Bugis akan menurunkan kebocoran air
sekaligus peningkatan potensi pendapatan PDAM Kota Tarakan.

Gambar 3.29 IPA Kampung Bugis Fiberglass berkapasitas 60 Liter per detik

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 80
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

B.10 IPA Kampung Bugis Kapasitas 60 Liter per detik


IPA Kampung Bugis berkapasitas produksi 60 Liter per detik. IPA
Kampung Bugis 60 Liter per detik ini berbahan dasar beton bertulang. IPA
Kampung Bugis 60 Lps ini beroperasi dengan baik. IPA beton ini merupakan
model IPA lama dengan proses flokulasi menggunakan buffle channel horizontal.
IPA ini memperoleh air baku dari Sungai Karang Anyar. IPA Kampung Bugis
berlokasi di Kantor Pusat PDAM sehingga praktis pemeliharaannya terjamin
karena IPA dapat dipantau langsung oleh pihak PDAM Kota Tarakan. Hanya
saja, suplai air dari Sungai Karang Anyar masih kurang memenuhi dalam hal
kualitas air baku. Sungai Karanganyar termasuk dalam kategori sungai kelas IV,
hal ini berakibat proses produksi air minum memerlukan bahan kimia yang
banyak untuk menyisihkan polutan yang ada dalam air. Proses produksi air
minum masih menggunakan cara konvensional dengan menambahkan koagulan
kimia berupa aluminium sulfat. Proses produksi air minum di IPA ini dapat
dioptimalkan dengan menggunakan metode elektrokoagulasi. Metode
elektrokoagulasi akan menggantikan metode pembubuhan bahan kimia
konvensional yang mahal. Biaya bahan kimia akan ditransfer ke biaya listrik dan
lebih murah lagi jika biaya ini dibandingkan dalam proses pengolahan airnya.
Elektron dalam listrik akan mengoksidasi logam-logam terlarut (Total Dissolve
Solids) yang terkandung dalam air baku kemudian logam ini akan membentuk
metal hidroksida yang tidak larut dalam air. Pengolahan ini praktis tidak
membutuhkan agen flok seperti alumunium hidroksida yang berbiaya mahal
dalam pengadaan bahan kimianya dihitung per mg/Liter dosis pembubuhan.

Gambar 3.30 IPA Kampung Bugis Beton Bertulang berkapasitas 60 Liter per detik

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 81
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

B.11 IPA Kampung Satu Kapasitas 250 Liter per detik


IPA Kampung Satu berkapasitas produksi 250 Liter per detik. IPA
Kampung Satu 250 Liter per detik ini berbahan dasar beton bertulang. Ketika tim
konsultan datang ke IPA Kampung Satu, IPA ini beroperasi hanya 100 Lps. IPA
beroperasi normal. Saat ini, IPA ini memperoleh suplai dari Embung Binalatung
sebesar 100 Liter per detik. IPA ini juga memperoleh suplai air baku dari Sungai
Binalatung. Kapasitas idle masih cukup besar yaitu 150 Liter per detik. Hal ini
perlu dimanfaatkan secara maksimal agar operasional instalasi berjalan efisien
antara waktu tinggal air dalam unit produksi dengan kapasitas IPA. Semakin
lama waktu tinggal air dalam artian debit diolah kurang dari kapasitas yang
seharusnya, maka jumlah air yang terbuang dibandingkan dengan hasil produksi
akan besar. Pembuangan lumpur IPA pada umumnya disetel otomatis atau
disetel pada waktu tertentu dengan durasi drain lumpur sekitar 1 sampai 2 menit.
Pembuangan lumpur ditambah pencucian kembali unit filtrasi merupakan
besaran tetap debit air buangan (lumpur flok). Ketika IPA dioperasikan dengan
debit kurang dari desain, parameter drain dan pencucian kembali sama besarnya
ketika IPA beroperasi dengan kapasitas normal. Tentunya, hal ini berakibat
besarnya tingkat kehilangan air pada proses produksi air minum karena
perbandingan antara air hasil olahan bersih dibagi air hasil sadapan yang tidak
sesuai desain. Hal yang bisa dilakukan oleh PDAM Kota Tarakan adalah
memaksimalkan pengolahan di IPA Beton ini dengan kapasitas produksi 250 liter
per detik dan dapat mengistirahatkan IPA kapasitas 30 Liter per detik berbahan
fiberglass dan plat baja.

Gambar 3.31 IPA Kampung Satu Beton Bertulang berkapasitas 250 Liter per detik

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 82
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

B.12 IPA Kampung Satu Kapasitas 2 x 30 Liter per detik


IPA Kampung Satu berkapasitas produksi 2 x 30 Liter per detik. IPA
Kampung Satu 2 x 30 Liter per detik ini berbahan dasar fiberglass dan satunya
lagi berbahan dasar plat baja. Ketika tim konsultan datang ke IPA Kampung Satu,
IPA yang beroperasi hanya yang fiberglass dengan kapasitas 30 Liter per detik.
IPA ini sebenarnya hanya mendukung distribusi karena IPA utama 250 Liter per
detik masih kekurangan air baku. IPA satunya lagi dari bahan plat baja tidak
dioperasikan karena tidak ada air lagi yang bisa dikirim dari sumber. IPA Plat
baja dibiarkan tidak beroperasi dan mulai ada proses perkaratan pada unitnya.
IPA Kampung Satu masih memerlukan air baku dari Embung Binalatung tetapi
masih perlu izin pemanfaatan hutan lindung sebagai trase pipa transmisi air
baku. Ke depan, PDAM Kota Tarakan perlu segera menyelesaikan proses
perizinan tersebut untuk mengoptimalkan proses produksi di IPA Kampung Satu.
Agar tidak terjadi kerusakan yang akhirnya tidak dapat diperbaiki, alangkah
baiknya IPA Kampung Satu baik yang fiberglass maupun yang plat baja
dioperasikan secara bergantian dengan IPA Besar kapasitas 250 Liter per detik.
Aset dipergunakan secara maksimal, aset yang digunakan juga akan mengalami
penurunan (kerusakan) tetapi setidaknya masih menghasilkan pendapatan dari
hasil penjualan air minum dibandingkan dengan aset yang mangkrak tidak
dipergunakan kemudian rusak secara perlahan tanpa menghasilkan apapun.
SOP Operasional dan SOP Pemeliharaan juga belum ada di ketiga IPA yang
beroperasi di Kampung Satu ini. Tim konsultan akan merekomendasikan SOP di
untuk operasi dan pemeliharaan agar aset IPA yang dipunyai oleh PDAM Kota
Tarakan dapat berusia panjang dan tidak mengalami kerusakan seperti yang
terjadi di IPA Persemaian.

Gambar 3.32 IPA Kampung Satu Berkapasitas 2 x 30 Liter per detik

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 83
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

C. Permasalahan Pada Unit Distribusi Air Minum


Permasalahan terakhir adalah permasalahan distribusi air minum. Permasalahan
distribusi air minum dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Faktor teknis dan
non-teknis dapat berkontribusi terhadap kurang primanya kinerja PDAM Kota
Tarakan. Permasalahan distribusi air minum selalu menjadi patokan dalam
kinerja PDAM. Contoh masalah adalah Non Revenue Water. Istilah ini jika
dibahasakan adalah kehilangan potensi pendapatan dari air yang tidak
terkalkulasi atau singkat kehilangan air yang tidak menjadi uang. Pendapatan
utama PDAM di seluruh Indonesia praktis hanya dari penjualan air minum dari
unit produksi masing-masing. Kebocoran air dalam jaringan PDAM Kota Tarakan
terhitung hingga September 2019 adalah sebesar 31,73%. Berikut ini merupakan
uraian faktor-faktor yang menyebabkan kehilangan air tersebut yaitu:
D. Kebocoran bersifat teknis
Kebocoran bersifat teknis merupakan kehilangan air akibat proses produksi air
minum, transmisi dan distribusi air minum.
D.1 Kehilangan air akibat IPA tidak berproduksi sesuai kapasitas.
Kehilangan pada saat proses produksi air minum diantaranya disebabkan
oleh IPA yang tidak beroperasi dengan kapasitas desain sesungguhnya. Hal ini
akan mengurangi jumlah air hasil produksi sebagai akibat sedimentasi lumpur
flok dan pencucian kembali unit filter. Tata kelola yang kurang baik juga dapat
berkontribusi pada kehilangan air salah satunya kerusakan berat IPA yang terjadi
pada IPA Persemaian B dan D. Akibatnya, aset masih tercatat dan belum
dihapusbuku dari akuntansi perusahaan. Aset rusak ini akan memberi penilaian
kurang baik pada kinerja keuangan PDAM Kota Tarakan.
D.2 Kehilangan air akibat proses produksi air secara konvensional.
Kehilangan air disebabkan oleh beban biaya produksi air minum yang
cukup besar ketika IPA dioperasikan menggunakan teknologi konvensional.
Sebagai contoh proses koagulasi–flokulasi–sedimentasi dengan teknologi
pembubuhan bahan kimia. Bahan kimia dari tahun ke tahun akan mengalami
inflasi dan harganya naik secara gradual. Padahal, saat ini teknologi baru telah
hadir yaitu dengan proses elektrokoagulasi. Proses ini akan memberikan muatan
listrik pada Total Dissolved Solids yang terkandung dalam air baku. TDS rata-
rata merupakan logam terlarut dan alkalinitas. Setelah logam teraliri listrik, logam
terlarut berubah menjadi logam hidroksida yang tidak larut dalam air. Proses ini
sama saja dengan pembubuhan bahan kimia koagulan cara konvensional.

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 84
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

D.3 Kehilangan air akibat proses pengiriman air baku.


Ada beberapa IPA yang disuplai dari jarak jauh menggunakan sumber air
dari embung. Perhitungan teknis pemompaan air baku bisa jadi tidak tepat.
Sebagai contoh IPA Persemaian dan IPA Kampung Satu. Pompa air baku disetel
dalam bentuk seri. Sistem pompa menggunakan sistem seri akan memberikan
tekanan (head pump) lebih besar dibandingkan dengan sistem parallel. Hal ini
disebabkan oleh pompa disusun seri lebih mengejar tekanan dorong agar lebih
jauh membawa air hingga unit produksi yang dituju. Sedangkan sistem parallel
akan memberikan nilai head pump yang kecil tetapi debit yang dikirim akan lebih
besar. IPA Persemaian dan IPA Kampung Satu disetel 250 Liter per detik akan
tetapi air yang diterima dan tercatat hanya 100 Liter per detik. Kekurangan ini
seharusnya dapat direkayasa dengan mencari kurva daya pompa yang lebih
tinggi antara head dan kapasitas minimal 1,5 kalinya daripada yang
direncanakan. Hal ini mempunyai tujuan lengkungan kurva antara head pump
dengan debit yang dibawa oleh pipa ideal. Debit ideal juga akan memberikan
efisiensi lebih tinggi karena sesuai antara performa dengan kinerja pompa
transmisi untuk pengiriman air baku.
D.4 Kehilangan air akibat distribusi.
Kehilangan air saat dikirim dari reservoir menuju pelanggan dapat
disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor yang paling mungkin terjadi adalah
perencanaan IPA-IPA di Kota Tarakan sudah sesuai target pelayanan air minum.
Karena sesuai target maka pipa distribusi dirancang dengan diameter sesuai
target tersebut. Kenyataannya ada beberapa IPA yang tidak memproduksi air
salah satunya akibat kekurangan air baku. Dengan begitu, pipa-pipa transmisi
dan distribusi air minum ke pelanggan akan menjadi kebesaran (over kapasitas).
Celah kosong akibat kurangnya air yang didistribusikan tentunya diisi oleh udara.
Udara ini dapat dikeluarkan menggunakan metode air valve. Namun, jika udara
terlalu banyak dalam pipa, sebagian udara akan ikut dalam aliran dan mungkin
tercatat sebagai aliran fluida di water meter induk. Kesalahan pencatatan ini
seharusnya dapat dikoreksi secara tepat ketika water meter dipasang berjenjang,
mulai dari water meter sadapan air baku, water meter outlet IPA, water meter
reservoir, water meter jaringan distribusi utama dan water jaringan distribusi
pembagi. Pencatatan ini harus juga dibarengi dengan peningkatan produksi air
minum di IPA PDAM Kota Tarakan agar kapasitas idle yang masih sanggup
dibawa oleh pipa distribusi menjadi maksimal.

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 85
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

D.5 Kehilangan air peralatan yang sudah usang.


Kehilangan air akibat peralatan unit produksi, unit distribusi dan water
meter pelanggan juga memberikan pengaruh signifikan terhadap Non Revenue
Water. Kehilangan air pada unit produksi sudah dijelaskan dengan lengkap di
masing-masing permasalahan unit IPA. Kehilangan air akibat kebocoran unit
distribusi dapat disebabkan oleh usia pipa sudah melebihi masa pakai karena
dibangun sejak tahun 1980-an. Perpipaan ini sebaiknya sudah diganti dengan
yang baru dan akan lebih baik pipa GIP dilapisi oleh lapisan semen atau pipa
GIP dalam semen atau pipa jenis HDPE. Pergantian pipa ini dapat dilaksanakan
dalam lima tahun ke depan. Kemudian, kerusakan pada water meter pelanggan
juga harus menjadi perhatian. PDAM Kota Tarakan dapat menginventaris
beberapa pelanggan yang sudah lama mendaftar dan usia water meternya juga
sudah dihitung umur pakainya. Penggantian ini bertujuan untuk meningkatkan
akurasi perhitungan volume pemakaian air menjadi tagihan rekening air minum.
E. Kebocoran bersifat non-teknis
Kebocoran bersifat non-teknis merupakan kehilangan air yang disebabkan oleh
kesalahan pencatatan, pencurian air dan tunggakan rekening air.
E.1 Kehilangan air akibat kesalahan pencatatan atau pendataan kelompok
pelanggan air minum. Mungkin pelanggan yang dimaksud merupakan
pelanggan air minum yang mampu dari segi finansial untuk membayar
layanan air minum. Kegiatannya juga menggunakan air PDAM dalam jumlah
besar dan ternyata digunakan untuk usaha rumahan (Usaha Kecil dan
Menengah). Seharusnya pelanggan ini masuk kategori bisnis, tetapi
pelanggan tercatat dalam kategori rumah tangga biasa.
E.2 Kehilangan air akibat pencurian. Sebagai contoh kasus pembobolan di
jaringan distribusi air minum milik Palyja Jakarta. Jaringan utama milik Palyja
dibobol oleh usaha berkedok Mini Water Treatment Plant. Ironisnya
pembobolan ini terjadi tidak jauh dari unit distribusi utama reservoir IPA
Palyja berkapasitas 6.000 Liter per detik. PDAM Kota Tarakan masih
mencatat kebocoran sebesar 31,73%. Dari sebagian kehilangan air tersebut
perlu ditindaklanjuti di sepanjang pipa distribusi untuk dilakukan inspeksi
mendadak sambungan liar dan pencurian air.
E.3 Tunggakan rekening air minum. Efektivitas penagihan rekening air sudah
berada di kisaran 89%. Hal ini perlu ditingkatkan lagi hingga setidaknya
mencapai 95%. Dengan itu, Non Revenue Water dapat direduksi.

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 86
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

F. Permasalahan lainnya di jaringan distribusi


F.1 Ketiadaan database pelanggan yang lengkap. PDAM Tirta Alam belum
menerapkan pendataan berbasis sistem informasi IT sepenuhnya. Hal ini
mengakibatkan ketidaktahuan secara mendetail permasalahan di jaringan
distribusi terutama akibat permasalahan kebocoran teknis maupun non-
teknis. Pendataan terintegrasi (Cross data) antara pendataan pelanggan di
bagian pelanggan harus juga memuat alamat, foto rumah, koordinat dan
masuk dalam Peta Besar CAD jaringan distribusi dan Peta Besar EPANET.
F.2 PDAM Tirta Alam belum menerapkan software jaringan distribusi yang
tersedia gratis di pasaran. Software ini akan menghasilkan rekap data
tekanan, laju alir dan headloss jaringan. Hasil simulasi dapat dicocokkan di
lapangan berupa pemasangan manometer tekanan air di setiap
percabangan distribusi. Jika jaringan hasil simulasi dan tekanan manometer
di lapangan terdapat perbedaan signifikan maka telaah jaringan yang
berbeda tersebut dapat diselidiki kemungkinan kebocoran air baik itu bocor
secara teknis maupun bocor karena pencurian air.

Tabel 3.28 Daftar Inventarisasi Masalah Ditinjau dari Aspek Teknis

No Pemasalahan Penyebab
a. Kekurangan sumber air baku untuk menyuplai
IPA IPA di seluruh Tarakan
b. Belum terintegrasinya sumber air baku sesuai
rencana PDAM Kota Tarakan pada tahun 2020
untuk menyuplai semua embung
1 Unit Air Baku c. Ketahanan ketika musim kemarau kurang
ANDAL, hanya sungai Bengawan yang
memiliki debit yang cukup ANDAL karena trase
DASnya masuk sampai ke dalam hutan lindung
d. Kualitas air baku menurun tajam ketika masuk
musim kemarau sebagai akibat sungai bagian
dari saluran pembuangan limbah dan drainase
a. Beberapa IPA sudah tidak dapat dioperasikan
karena mengalami kerusakan parah dan
sebaiknya dihapus buku dari aset.
b. IPA-IPA berkapasitas besar (250 Liter per detik)
Unit Produksi Air
2 kekurangan sumber air baku akibat kurangnya
Minum
pasokan dari Sungai dan Embung. Hal ini
berakibat kehilangan air menjadi besar.
c. Ada beberapa IPA yang idle dan tidak
beroperasi, IPA IPA yang tidak beroperasi ini

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 87
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

No Pemasalahan Penyebab
tetap menjadi beban usaha dalam
pemeliharaan tetapi tidak menghasilkan
produk (air minum) yang dapat menghasilkan
pendapatan bagi perusahaan.
d. Proses produksi IPA kapasitas besar masih
menggunakan metode konvensional berupa
pembubuhan bahan kimia koagulan. Metode
konvensional bahan kimia koagulan pada IPA
berkapasitas besar akan menaikkan beban
usaha dalam upaya memproduksi air minum.
e. Semua unit produksi air minum tidak memiliki
standar SOP Operasional dan SOP
Pemeliharaan yang legal dalam bentuk
dokumen dan ditandatangani oleh direktur
PDAM. Akibatnya operasional IPA berjalan
kurang baik dan mulai mengalami beberapa
kerusakan baik ringan maupun berat.
a. Kebocoran teknis usia peralatan pompa dan
pipa distribusi dari bahan dasar baja sudah
melewati usia pakai.
b. Kebocoran non-teknis akibat kesalahan
pencatatan atau pendataan kelompok
pelanggan air minum.
c. Kebocoran akibat pencurian air. Kebocoran ini
perlu diselidiki bekerjasama dengan penegak
hukum setempat karena kasus pencurian air
sudah menjadi isu di seluruh PDAM Indonesia
d. Kebocoran akibat tunggakan pelanggan. Bagi
3 Unit Distribusi pelanggan yang sudah menunggak lama
rekening air minum lebih dari tiga bulan. Bulan
pertama diberikan surat imbauan, bulan kedua
surat peringatan 1 dan bulan ketiga surat
peringatan 2, lewat dari bulan keempat
langsung diputus dan harus mendaftar sebagai
pelanggan baru.
e. Data Pelanggan belum sepenuhnya didigitalkan
secara lengkap baik dari daftar nama, alamat
pelanggan, foto (depan) rumah, koordinat
pelanggan dan integrasi data ke dalam sistem
Peta GIS – CAD – EPANET.

Sumber: 1) PDAM Tirta Alam Kota Tarakan 2019 dan 2) Analisis Konsultan, 2019

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 88
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

3.4.2 Permasalahan Aspek Non Teknis


Permasalahan Non Teknis pada PDAM Tirta Alam Kota Tarakan sangat erat
kaitannya dengan aspek teknis. Permasalahan aspek non-teknis meliputi
masalah kelembagaan, keuangan dan peraturan. Uraian masing-masing
permasalahan telah dijelaskan pada bagian kondisi eksisting. Pada sub-bab ini
akan diambil poin-poin permasalahan dari masing-masing aspek non teknis
tersebut yaitu:

A. Permasalahan Keuangan
Seperti yang sudah diuraikan di atas, permasalahan aspek keuangan PDAM
Tirta Alam Kota Tarakan ada pada penilaian tingkat kesehatan perusahaan.
Berikut ini daftar inventarisasi permasalahan keuangan PDAM Tirta Alam
Kota Tarakan yaitu:

Tabel 3.29 Daftar Inventarisasi Masalah Ditinjau dari Aspek Keuangan

No Pemasalahan Penyebab
a. Perusahaan masih belum menghasilkan
keuntungan secara keseluruhan keuangan
dalam standar akuntansi
b. Belum tercapainya skala ekonomi penyaluran
air minum sehingga infrastruktur yang ada
Return of Equity mungkin belum beroperasi maksimal (adanya
1
bernilai minus kapasitas idle) untuk menghasilkan
pendapatan bagi perusahaan
c. Masih membutuhkan penyertaan modal
pemerintah untuk kelanjutan pembangunan
infrastruktur air minum yang belum maksimal
hasil produksi dan hasil distribusinya.
a. Pengendalian biaya operasi proses produksi air
minum belum optimal terutama biaya
penggunaan bahan kimia yang cukup besar.
b. Perusahaan masih harus menambal kerugian
yang dialami dalam penjualan air minum
2 Rasio Operasi c. Pendapatan perusahaan sudah hampir
mendekati biaya produksi walaupun secara
struktur tarif perlu dibahas kembali dengan
Pemerintah dan DPRD Kota Tarakan agar
sustainability perusahaan dapat berjalan di
masa mendatang.
a. Efisiensi produksi air minum belum optimal
3 Efisiensi Produksi karena terdapat beberapa unit produksi yang
tidak beroperasi sesuai dengan kapasitasnya

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 89
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

No Pemasalahan Penyebab
b. Adanya aset yang sudah mengalami kerusakan
berat dan tidak dapat memproduksi air minum
masih tercatat sebagai aset perusahaan
sehingga secara standar akuntansi akan
mengurangi penilaian kriteria kesehatan dari
BPPSPAM
a. Tingkat kehilangan air ada hubungannya
dengan faktor teknis dan non-teknis. Untuk
permasalahan ditilik dari non-teknis berupa
pembayaran rekening air belum mencapai
95%, kemungkinan pencurian air yang belum
terdeteksi di jaringan dan efisiensi proses
produksi air minum dan distribusi yang belum
3 Tingkat Kehilangan Air optimal dalam hal pencatatan meter air.
b. Tingkat kehilangan air yang lain adalah belum
adanya SOP standar baik di unit produksi dan
distribusi berstandar ISO 9001. Kerusakan unit
produksi air minum dan kesalahan pencatatan
meter air distribusi seharusnya dapat dikoreksi
dengan melihat petunjuk dari SOP sehingga
tingkat kehilangan air dapat ditekan.
Penggantian meter air pelanggan juga
mempengaruhi faktor kehilangan air yang
Penggantian meter air sebelumnya sudah disebutkan. Faktor teknis
4
pelanggan ini juga menyumbang nilai akuntansi yang
kurang baik dalam sajian laporan kesehatan
keuangan perusahaan.
Rasio diklat pegawai masih rendah
menandakan perusahaan tidak mempunyai
5 Rasio DIKLAT Pegawai
dana yang cukup untuk meningkatkan
kompetensi para pegawainya
Biaya DIKLAT pegawai masih kurang dari
2,5% dari total gaji seluruh karyawan
6 Biaya DIKLAT perusahaan artinya Perusahaan tidak memiliki
dana yang cukup untuk meningkatkan
kompetensi para pegawainya
Sumber: Analisis Konsultan, 2019

B. Permasalahan Kelembagaan
Seperti yang sudah diuraikan di atas, permasalahan aspek kelembagaan
PDAM Tirta Alam Kota Tarakan ada pada struktur organisasi perusahaan.
Berikut ini daftar inventarisasi permasalahan keuangan PDAM Tirta Alam
Kota Tarakan yaitu:

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 90
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel 3.30 Daftar Inventarisasi Masalah Ditinjau dari Aspek Kelembagaan

No Pemasalahan Penyebab
a. Perusahaan masih belum memiliki komposisi
ideal untuk jumlah karyawan fungsional yang
akan bekerja di lapangan
b. Perusahaan hanya memberikan struktur
Jumlah dan Sebaran organisasi kepegawaian tingkat kantor pusat
1
Karyawan Perusahaan sehingga tidak diketahui bagaimana struktur
organisasi tingkat wilayah yang akan
mengemban tugas langsung di lapangan
apakah jumlahnya sudah sesuai atau masih
kekurangan pegawai
a. Perusahaan belum memiliki daftar pegawai-
pegawai yang memiliki standar kompetensi
(sudah mengikuti DIKLAT) sehingga tidak
diketahui berapa jumlah karyawan yang sudah
ikut pelatihan atau belum.
2 Standar Kompetensi
b. Perusahaan masih belum banyak
mengalokasikan dana pelatihan untuk DIKLAT
kepada karyawannya karena pendapatan
perusahaan yang diperoleh lebih banyak untuk
menutup biaya operasi yang masih minus.
Sumber: Analisis Konsultan, 2019

Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum RI-SPAM


(Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara) III - 91
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

BAB IV
KRITERIA TEKNIS, METODE, DAN
STANDAR PENGEMBANGAN

4.1. STANDAR KEBUTUHAN AIR


Jumlah pemakaian air perorangnya sangat bervariasi antara suatu daerah dengan
daerah lainnya, sehingga secara keseluruhan penggunaan air dalam suatu sistem
penyediaan airpun akan bervariasi. Bervariasinya pemakaian air ini disebabkan oleh
beberapa faktor, antara lain: iklim, standar hidup, aktivitas masyarakat, tingkat sosial dan
ekonomi, pola serta kebiasaan masyarakat dan hari libur. Berhubungan dengan fluktuasi
pemakaian air ini, terdapat tiga macam pengertian, yaitu :
 Pemakaian air rata – rata per hari
 Pemakaian air rata – rata dalam satu hari
 Pemakaian air setahun dibagi dengan 365 hari
A. Kapasitas Sistem Air Baku, Produksi dan Distribusi
Kebutuhan maksimum didasarkan pada perhitungan kebutuhan air minum
(PERMEN PU No. 18/PRT/M/2007). Hasil perhitungan kebutuhan air minum harus
dimultiplier dengan faktor hari puncak. Komponen utama dalam penyediaan air minum
harus mampu menyediakan air saat maksimum. Khusus untuk jaringan distribusi,
kebutuhan air harus disesuaikan dengan kebutuhan jam puncak. Rinciannya adalah
sebagai berikut:
B.1. Unit air baku didesain berdasarkan kebutuhan harian puncak. Nilainya berkisar
130% dari kebutuhan rata-rata. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi
kehilangan air akibat proses pengiriman air dari unit air baku menuju unit
produksi air minum. Kehilangan air dapat terjadi karena banyaknya sedimen
yang terbawa dalam air baku, kehilangan tinggi tekan saat air baku
ditransmisikan dan proses perbaikan dan pemeliharaan unit air baku.

IV - 1
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

B.2. Unit produksi didesain berdasarkan kebutuhan harian puncak. Nilainya berkisar
antara 120% dari kebutuhan rata-rata. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi
kehilangan air karena proses produksi air minum serta kebutuhan air untuk
operasional dan pemeliharaan instalasi.
B.3. Unit distribusi didesain berdasarkan kebutuhan jam puncak. Nilainya berkisar
antara 115% - 300%. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi kebocoran teknis
dalam jaringan SPAM dan jauhnya jarak pelayanan dengan pelanggan
sehingga membutuhkan air lebih dari perhitungan untuk menjaga ketersediaan
air dan tekanan minimum di ujung-ujung jaringan SPAM.
B. Kehilangan Air dalam Jaringan Distribusi
Kehilangan air dalam jaringan distribusi air minum dapat diistilahkan dengan “Non
Revenue Water”. Kehilangan air ini harus diperhitungan dalam distribusi air minum. Sesuai
penjelasan pada Sub Bab B. Unit distribusi harus menjumlahkan antara besaran nilai
puncak harian maksimum dan kehilangan air dalam bentuk persentase. Kehilangan air
dalam penyaluran air minum dalam jaringan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Faktor-faktor tersebut dijelaskan secara rinci dalam PERMEN PU No. 18/PRT/M/2007.
Kehilangan air ini dipengaruhi oleh besarnya air tak berekening. Maksud air tak berekening
merupakan kehilangan air yang tidak dapat dinilai besaran nilai rupiahnya (baik dalam nilai
rupiah kategori sosial, rumah tangga, instansi, niaga dan khusus) karena mungkin hilang
saat air disalurkan dalam jaringan atau hilang karena faktor-faktor tertentu. Kehilangan air
ini dapat diakibatkan oleh faktor teknis maupun faktor non-teknis. Berikut ini jabaran air tak
berekening berdasarkan kategorinya yaitu:

Gambar 4.1 Rekomendasi International Water Associations untuk Istilah Kehilangan Air
Sumber: PERMEN PU No. 18/PRT/M/2007

IV - 2
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Konsumsi air berdasarkan gambar di atas terbagi atas dua kelompok besar.
Kelompok pertama merupakan konsumsi resmi dan kehilangan air. Jabaran konsumsi
resmi air minum dan kehilangan air adalah sebagai berikut:
1. Konsumsi resmi berekening
a. Konsumsi resmi bermeter dan berekening artinya pelanggan air minum
mendaftar secara resmi dan pihak PDAM memberi nomor rekening. Pelanggan
ini dikategorikan pelanggan yang baik karena baik volume air yang digunakan
juga sesuai dengan jumlah rupiah yang dibayarkan sehingga nilai Non Revenue
Water nya sangat kecil (mendekati nol).
b. Konsumsi resmi tak bermeter dan berekening artinya pelanggan air minum ini
mendaftar dalam bentuk gabungan beberapa pelanggan atau dapat diistilahkan
pengguna hidran umum. Seharusnya pelanggan membayar air sesuai jumlah
yang digunakan per-pemakai. Namun, penggunaan hidran umum jarang ada
meter air pada reservoir (atau air dihitung hanya berdasarkan kapasitas reservoir
hidran umum) yang mana akhirnya pembayaran air ditanggung bersama
sekalipun ada pelanggan yang mungkin menggunakan airnya lebih sedikit
dibandingkan dengan pelanggan lainnya.
2. Konsumsi resmi tak berekening
a. Konsumsi resmi bermeter tak berekening artinya pelanggan air merupakan
pelanggan yang disuplai dari PDAM tetapi tidak dalam bentuk jaringan air minum
secara langsung. Pelanggan diberikan air dalam bentuk volume tetap (Contoh
truk tangki air ukuran 4000 Liter). Contoh pelanggan jenis ini berupa usaha air
minum isi ulang yang membutuhkan air baku yang bersih (setingkat air minum)
dan siap untuk dikemas kemudian dijual. Sistem pembelian adalah jual-putus
sehingga tidak ada dalam daftar rekening pelanggan PDAM. Konsumsi resmi
tidak berekening ini berpotensi menjadi “Non Revenue Water” jika air yang
disalurkan tidak dicatat dengan baik.
b. Konsumsi resmi tak bermeter tak berekening artinya pelanggan air merupakan
pelanggan yang membutuhkan air dalam jumlah yang tidak dapat ditentukan atau
divolumekan airnya secara tetap. Contoh pelanggan khusus seperti ini biasanya
termasuk dalam instansi pemerintah seperti Instansi Pemadam Kebakaran.
Kebutuhan air pelanggan jenis ini sifatnya insidental atau dibutuhkan hanya pada
waktu-waktu tertentu semisal terjadi kebakaran dan lokasi kebakaran jauh dari
sumber air untuk pemadaman. Konsumsi resmi tidak bermeter dan tidak
berekening ini berpotensi menjadi “Non Revenue Water” jika air yang digunakan

IV - 3
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

tidak dihitung dengan baik. Alangkah lebih baik jika ada perjanjian kerja sama
yang jelas antara pengguna dengan PDAM tentang tarif air minimum ketika
dipergunakan untuk keadaan darurat.
3. Air tak berekening akibat faktor non-teknis
a. Konsumsi tidak resmi artinya air yang didistribusikan hilang akibat pemasangan
air tidak resmi. Pemasangan air tidak resmi dapat berupa pemasangan pipa
menuju persil lewat jaringan pipa induk secara langsung (tentunya tidak seizin
petugas), pembobolan jaringan SPAM baik dengan pompa maupun tidak dengan
pompa, maupun penyambungan secara tidak resmi pipa persil milik pelanggan
lain kemudian menyalahgunakannya untuk usaha pribadi atau dijual kembali
karena tarif airnya masuk dalam kategori tarif rendah. Kehilangan air ini
berpotensi menjadi “Non Revenue Water”. Pengecekan dan penertiban dapat
dilakukan dengan inspeksi mendadak pada jaringan distribusi induk, jaringan
distribusi utama dan pelanggan-pelanggan yang menggunakan air melebihi
kebiasaan pelanggan air pada umumnya.
b. Ketidakakuratan meter pelanggan dan kesalahan penanganan data artinya
kehilangan air disebabkan oleh kesalahan pembacaan meter air pada pelanggan
akibat umur alat yang melebihi masa pakai. Faktor lain yang mungkin
mempengaruhi adalah keberadaan udara yang terperangkap dalam pipa saat air
didistribusikan. Hal ini mengakibatkan pencatatan distribusi air menjadi tidak
cocok antara meter air induk di reservoir, meter air di jaringan pembagi dan meter
air di pelanggan.
4. Air tak berekening akibat faktor teknis
a. Kebocoran pada pipa transmisi dan pipa induk artinya kebocoran yang nyata
pada jaringan distribusi air minum. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor usia pipa
yang sudah tua (terutama pipa berbahan dasar besi galvanis). Pipa mengalami
korosi pada sambungan dan dinding pipa. Kebocoran selanjutnya akibat
kerusakan pipa yang terkena alat berat proyek konstruksi. Berikutnya, kebocoran
air akibat kehilangan tinggi tekanan air yang cukup besar pada sistem transmisi
dan distribusi akibat bentuk topografi yang ekstrim. Terakhir, penggabungan
jaringan distribusi menyeluruh dalam bentuk sistem loop sehingga tekanan-
tekanan yang ada dalam jaringan (baik itu tekanan pompa maupun tekanan
potensial gravitasi) saling bertabrakan satu sama lainnya. Hal tersebut akan
melemahkan penyaluran air menuju ujung-ujung jaringan distribusi.

IV - 4
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

b. Kebocoran dan luapan tangki reservoir artinya kehilangan air akibat terbuangnya
hasil produksi air minum pada reservoir. Hal ini dapat disebabkan oleh salah
perhitungan antara persentase kebutuhan air pada pelanggan (Pattern) dengan
persentase produksi air per jam di unit produksi. Hal ini dapat ditangani dengan
membangun reservoir balance di tengah jaringan distribusi untuk menampung
kelebihan air produksi.
c. Kebocoran pipa dinas hingga meter pelanggan artinya kebocoran distribusi air
minum akibat kerusakan pada sambungan pipa persil yang menghubungkan
antara pelanggan di rumah-rumah dengan pipa distribusi yang ditanam di pinggir
jalan atau gang. Kebocoran jenis ini dapat diketahui dengan cara pengecekan
berkala dan menggunakan teknologi kimia berupa injeksi garam. Ketika garam
yang diinjeksikan ke pipa distribusi dan nilainya sama dengan konsentrasi pada
pipa keluaran pelanggan, maka tidak ada kebocoran dalam sistem. Sebaliknya,
jika konsentrasi garam tereduksi hingga setengahnya maka ada kemungkinan
terjadi kebocoran pada sambungan pipa yang ditanam di pinggir jalan atau gang.

4.1.1. Kebutuhan Domestik


Kegiatan domestik adalah kegiatan yang dilakukan di dalam rumah tangga.
Standar konsumsi pemakaian domestik ditentukan berdasarkan rata-rata pemakaian air
perhari yang diperlukan oleh setiap orang. Standar konsumsi pemakaian air domestik dapat
dilihat pada tabel IV.2 berikut ini
Tabel VI.1
Tingkat Konsumsi/Pemakaian Air Rumah Tangga Sesuai Kategori Kota
Tingkat
No. Kategori Kota Jumlah Penduduk
Pemakaian Air
1. Kota Metropolitan >1.000.000 >150
2. Kota Besar 500.000 – 1.000.000 150-120
3. Kota Sedang 100.000 – 500.000 90-120
4. Kota Kecil 20.000 – 100.000 80-120
5. Desa <20.000 60-80
Sumber: Permen PU No. 18 Tahun 2007
Kebutuhan air untuk rumah tangga (domestik) dihitung berdasarkan jumlah
penduduk tahun perencanaan. Kebutuhan air untuk daerah domestik ini dilayani dengan
sambungan rumah (SR) dan hidran umum (HU). Kebutuhan air bersih untuk daerah
domestik ini dapat dihitung berdasarkan persamaan berikut :

IV - 5
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Kebutuhan air = % pelayanan x a x b

Dimana :
a = jumlah pemakaian air (liter/ orang/ hari)
b = jumlah penduduk daerah pelayanan (jiwa)

4.1.2. Kebutuhan Non Domestik


Kebutuhan air non-domestik adalah kebutuhan air untuk memenuhi sarana-sarana
penunjang kota, seperti industri, perkantoran, perniagaan dan kegiatan sosial seperti
sekolah, rumah sakit dan tempat ibadah. Perkiraan satuan kebutuhan air tersebut
tergantung dari jenis kegiatan non-domestik tersebut. Hal ini dapat dilihat dari rekening
pembayaran PDAM untuk non-domestik. Penentuan kebutuhan air non-domestik
didasarkan pada faktor jumlah penduduk pendukung dan jumlah unit fasilitas yang
dimaksud. Fasilitas perkotaan tersebut antara lain adalah fasilitas umum, industri dan
komersil.
Tingkat pemakaian air minum non-domestik dapat dilihat pada Tabel IV.3.
Tabel VI.2
Tingkat Pemakaian Air Minum Non-Domestik
Pemakaian
No. Non Rumah Tangga (Fasilitas) Satuan
Air
1 Rumah Tinggal 120 Liter/penghuni/hari
2 Rumah Susun 1001) Liter/penghuni/hari
3 Asrama 120 Liter/penghuni/hari
4 Rumah Sakit 5002) Liter/tempat tidur pasien/hari
5 Sekolah Dasar 40 Liter/siswa/hari
6 SLTP 50 Liter/siswa/hari
7 SMU/SMK dan lebih tinggi 80 Liter/siswa/hari
8 Ruko/Rukan 100 Liter/penghuni dan pegawai/hari
9 Kantor/Pabrik 50 Liter pegawai/hari
10 Toserba, Toko Pengecer 5 Liter/m2
11 Restoran 15 Liter/kursi
12 Hotel Berbintang 250 Liter/tempat tidur/hari
13 Hotel Melati/Penginapan 150 Liter/tempat tidur/hari
14 Gedung Pertunjukkan, Bioskop 10 Liter/kursi
15 Gedung Serba Guna 25 Liter/kursi

IV - 6
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Pemakaian
No. Non Rumah Tangga (Fasilitas) Satuan
Air
16 Stasiun, Terminal 3 Liter/penumpang tiba dan pergi
Liter/orang, (belum dengan air
17 Peribadatan 5
wudhu)
Sumber: SNI-03-7065-2005

Catatan : 1) Hasil pengkajian Puslitbang Permukiman Dep. Kimpraswil tahun 2000


2) Permen Kesehatan RI No. 986/Menkes/Per/XI/1992

4.2. KRITERIA PERENCANAAN


4.2.1. Unit Air Baku
Pengembangan teknis SPAM untuk unit air baku harus disusun berdasarkan
PERMEN PU No. 18/PRT/M/2007. Ketentuan yang termaktub dalam PERMEN tersebut
adalah debit sadapan pada sumber air harus lebih besar daripada debit yang akan
didistribusikan, sekurang-kurangnya 130% dari kebutuhan rata-rata air minum. Jika,
kapasitas air baku tidak dapat tercapai karena keterbatasan jumlah sumber airnya akibat
musim kemarau, maka kekurangan debit dilakukan konversi pada debit surplus musim
penghujan menjadi debit cadangan pada musim kemarau. Debit cadangan air baku ini
dapat diwujudkan di lapangan dalam bentuk penampungan air seperti waduk atau embung.
Debit cadangan ini harus melebihi kebutuhan air minum. Untuk menentukan kontinuitas air
baku, maka informasi-informasi awal dari data-data yang sudah ada maupun dari survei
lapangan untuk memperoleh data sumber air baku yang dapat digunakan. Survei air baku
dimaksudkan untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai alternatif sumber air baku
yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat di lokasi
perencanaan.
Dalam pelaksanaan penentuan sumber air baku harus memenuhi ketentuan
sebagai berikut :
a. Debit sadapan air minum tidak boleh melebihi dari 40% debit minimum yang
tersedia (debit musim kemarau).
b. Sumber air baku harus terjamin kuantitas dan kontinuitasnya
c. Kualitas air baku harus memenuhi PP No. 82 Tahun 2001 tentang kualitas air
dan pengendalian pencemaran air.
d. Jarak sumber air baku menuju daerah pelayanan dapat dibangun sesuai standar
kriteria perencanaan dan biaya konstruksi yang optimum.
Dalam memilih sumber air baku, harus diperhatikan hal-hal seperti berikut (Al Layla,
1978 dan Kawamura, 1991):

IV - 7
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

a. Kualitas air baku.


b. Volume (kuantitas) air baku.
c. Kondisi iklim di daerah sumber air baku.
d. Lokasi sumber air baku harus tetap, tidak mengalami kemungkinan pindah, atau
tertutup.
e. Konstruksi intake yang memenuhi syarat dan kesulitan yang kecil.
f. Kemungkinan perluasan intake di masa yang akan datang.
g. Elevasi muka air sumber mencukupi.
h. Kemungkinan timbulnya pencemar di masa yang akan datang.
i. Fasilitas dan biaya operasi dan perawatan yang tersedia mencukupi.

Tabel VI.3
Karakteristik Air Permukaan dan Air Tanah
Karakteristik yang
Air Permukaan Air Tanah
Dipertimbangkan
Temperatur Bervariasi tergantung musim Relatif konstan
Kekeruhan (SS) Kadang tinggi, bervariasi Rendah atau tidak ada
Kandungan Mineral Terpengaruh hujan, effluent Konstan & cenderung tinggi
industri atau tanah dibanding air permukaan
Fe dan Mangan Divalen Biasanya tidak ada, kecuali di Ada
dasar danau dalam proses
eutrofikasi
CO2 Agresif Biasanya tidak ada Ada dalam jumlah besar
Oksigen Terlarut Berada pada level saturasi Biasanya tidak ada atau
sedikit
Ammonia Ditemukan pada air yang Biasanya ada tanpa
terkontaminasi menunjukkan bahwa air
terkontaminasi
Hidrogen Sulfida Tidak Biasanya ada
Silika Komposisi sedang Kadang tinggi
Nitrat Rendah Tinggi dan beresiko
methoglobinaemia
Organisme Bakteria (patogen), virus Bakteri Ferro
Sumber: Degremont, 1970

IV - 8
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

4.2.1.1. Survey dan Pengkajian Sumber Daya Air Baku


Survey air baku bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai alternative-
alternatif sumber air baku untuk SPAM. Air baku tersebut dapat diambil untuk memenui
kebutuhan masyarakat di lokasi sasaran perencanaan.
A. Ketentuan umum
Survei air baku haruslah dilaksanakan sesuai ketentuan umum sebagai berikut:
1. Survei dilaksanakan oleh tenaga ahli bersertifikat dengan team leade
berpengalaman di bidang air minum minimal 5 tahun atau menurut peraturan
perundangan yang berlaku.
2. Survey dilaksanakan secara seksama dan selalu berkoordinasi dengan instansi
terkait.
3. Survei harus membuat laporan tertulis hasil surbvei berupa:
a. Foto lokasi air baku
b. Jenis sumber air baku
c. Estimasi kapasitas air baku
d. Kualitas, kuantitas dan kontinuitas
e. Fungsi air saat ini
f. Kajian hidrologi dan morfologi
4. Hasil survei dan laporannya dikirimkan kepada pemeberi kerja pada instansi
terkait.
Tabel VI.4
Materi Survei Air Baku
No. Sumber Air
Data Yang Diperlukan Keterangan
Baku
1. Mata Air - Lokasi dan ketinggian - Sumber layak dipilih bila
- Kualitas air (visual dan tidak ada konflik
laboratorium) kepentingan dengan
- Kuantitas dan kontinuitas masyarakat
- Peruntukkan saat ini - Kualitas dan kuantitas
- Kepemilikan lahan di sekitar mata memenuhi ketentuan
air yang berlaku
- Jarak ke daerah pelayanan
- Hal-hal yang mempengaruhi
kualitas
- Jalan masuk ke mata air
2. Air Tanah - Lokasi
- Kualitas, kuantitas dan kontinuitas
- Peruntukan saat ini
- Kepemilikan
- Jarak ke daerah pelayanan
- Jalan masuk ke mata air
3. Air Permukaan - Lokasi dan ketinggian Sumber dipilih jika alternatif
- Kualitas air (visual dan laboratorium) satu dan dua tidak ada
- Kuantitas dan kontinuitas

IV - 9
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

No. Sumber Air


Data Yang Diperlukan Keterangan
Baku
- Peruntukkan saat ini
- Jarak ke unit pengolahan dan ke
daerah pelayanan
4. Air Hujan - Curah hujan Sumber dipilih jika 1,2,3 tidak
- Kualitas dan kuantitas air hujan ada

Ketentuan teknis yang digunakan dalam pengambilan sumber air baku harus
memenuhi ketentuan sebagai berikut :
1. Sumber air baku
Sumber air baku yang dapat digunakan sebagai air baku adalah mata air, air tanah, air
permukaan dan air hujan
2. Dasar-dasar perencanaan bangunan pengambilan air baku
Dasar-dasar perencanaan bangunan pengambilan air baku terdiri dari :
a. Survei dan identifikasi sumber air baku, mengenai :
 Mata air
 Debit
 Kualitas air
 Pemanfaatan
b. Pengukuran debit sumber air baku :
Pengukuran debit sumber air berupa mata air dapat menggunakan alat ukur tipe
pelimpah. Pengukuran jenis ini didasarkan pada prinsip Thompson. Alat ukur
pelimpah dapat berupa sudut segitiga berbentuk V dengan celah sudut 30°, 45°, 60°
dan 90°. Besaran aliran air mengikuti rumus berikut ini.

Gambar 4.2 Desain umum alat ukur debit Thompson


Sumber: Chadwick, dkk. 2004

Untuk garis elemen pada kedalaman air y dapat dirumuskan:

IV - 10
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

= . .

Untuk aliran sungai perlu dikalikan koefisien tahanan atau Cdrag, Nilai koefisien ini
adalah 0,6. Rumus di atas berlaku untuk pengukuran sumber air menggunakan alat
ukur debit Thompson.

Penampung dan pengukuran volume air dengan mengukur lamanya (t) air mengisi
penampungan air yang mempunyai volume tertentu:

Debit air (Q) = Volume penampungan . (L/detik)


t

dengan mengukur perubahan tinggi muka air (H) dalam penampungan yang memiliki
luas tertentu (A) dalam jangka waktu tertentu, maka dapat dihitung :

Debit (Q) = H x A (L/dtk)


t

Potensi air tanah


 Perkiraan potensi air tanah dangkal dapat diperoleh melalui survey terhadap 10
buah sumur gali yang bisa mewakili kondisi air tanah dangkal didesa tersebut.
 Perkiraan potensi sumur tanah dalam dapat diperoleh informasi data dari instansi
terkait, meliputi : kedalaman sumur, kualitas air dan kuantitas serta knstruksinya.

B. Formulasi pengukuran debit


B.1 Pengukuran debit air permukaan didasarkan pada SNI 8066 2015 tentang Tata
cara pengukuran debit aliran sungai dan saluran terbuka menggunakan alat ukur
arus dan pelampung. Prinsip pelaksanaan ukur debit di lapangan berdasarkan
kecepatan aliran, luas penampang basah saluran dan kedalaman air. Penampang
basah dapat dirumuskan:

= ∗

Keterangan:
qx = adalah debit pada segmen ke-x, (m3/sec)

IV - 11
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Vx = adalah laju alir rata-rata pada bagian penampang ke-x, (m/sec)


ax = adalah luas penampang basah bagian ke-x, (m2)
Q = adalah debit seluruh penampang, (m3/sec)
n = adalah banyaknya bagian penampang basah.

B.2 Langkah berikutnya adalah pengujian kecepatan aliran tiap titik uji. Kecepatan
aliran tiap titik uji dirumuskan:

< ; = . +
> ; = . +

Keterangan:
N = adalah jumlah putaran baling-baling, dibagi dengan waktu pengukuran; (N
= R/T)
R = adalah jumlah putaran baling-baling;
T = adalah waktu pengukuran, (m2)
Ni = adalah batas jumlah putaran baling-baling,
V = adalah kecepatan aliran
P, q, r, s adalah koefisien berdasarkan kalibrasi current meter alat ukur arus

B.3 Pengukuran kecepatan aliran dilakukan pada setiap jalur vertikal dengan metode
1 titik, 2 titik dan 3 titik bergantung dari kedalaman air dan ketelitian yang
diinginkan. Kecepatan aliran pada setiap jalur vertikal dirumuskan:

1. Apabila menggunakan cara satu titik:

= ,

2. Apabila menggunakan cara dua titik:

, + ,
=

3. Apabila menggunakan cara tiga titik:

, ,
= + ,

IV - 12
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 4.3 Pengukuran kecepatan aliran dengan cara 1 titik, 2 titik dan 3 titik
Sumber: SNI 8066 2015

Keterangan:
V = adalah kecepatan aliran rata-rata pada suatu vertikal, (m/sec)
V0,2 = adalah kecepatan aliran pada titik 0,2 d, (m/sec)
V0,6 = adalah kecepatan aliran pada titik 0,6 d, (m/sec)
V0,8 = adalah kecepatan aliran pada titik 0,8 d, (m/sec)

B.4 Perhitungan debit dan laju alir pada penampang basah sungai memerlukan luasan
penampang basah. Luas penampang basah diperhitungkan dari kedalaman air
dan lebar sungai. Kedalaman air diperoleh dengan cara mengukur kedalaman air
pada titik pengukuran menggunakan tongkat penduga atau kabel ukur. Luasan
penampang basah dirumuskan:

( ) ( )
=

Keterangan:
ax = adalah luas penampang basah pada bagian ke-x, (m2)
b(x+1) = adalah jarak titik vertikal sesudah titik vertikal ke-x dari titik tetap, (m)
b(x+2) = adalah jarak titik vertikal sebelum titik vertikal ke-x dari titik tetap, (m)
dx = adalah kedalaman pada titik vertikal ke-x, (m/sec)

IV - 13
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

A = adalah luas seluruh penampang basah, (m2)

Gambar 4.4 penampang melintang pengukuran debit dengan menggunakan penampang


tengah (mid section)
Sumber: SNI 8066 2015
B.5 Tinggi muka air rata-rata pada saat pengkuran dihitung dengan:

I. Jika perbedaan tinggi muka air pada saat permulaan dan akhir pengukuran
kurang dari 10 cm, rata-rata tinggi muka air dihitung dengan rumus:

+
=
II. Jika perbedaan tinggi muka air pada saat permulaan dan akhir pengukuran
lebih besar atau sama dengan 10 cm, rata-rata tinggi muka air dihitung dengan
rumus:

+ + ⋯…+
=

Keterangan:
H = adalah rata-rata tinggi muka air pengukuran, (m)
Ha = adalah tinggi muka air pada saat mulai pengukuran, (m)
Hz = adalah tinggi muka air pada saat akhir pengukuran, (m)
q1; q2;..., qn = adalah debit interval waktu 1, 2, …., n, (m3/sec)
h1; h2;..., hn = adalah tinggi muka air rata-rata pada interval waktu 1, 2, …., n, (m)

B.6 Kecepatan air rata-rata pada penampang sungai atau saluran terbuka:

Kecepatan aliran rata-rata dihitung dengan rumus:

IV - 14
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Keterangan:
v = adalah kecepatan aliran rata-rata pada seluruh penampang, (m/sec)
A = adalah luas seluruh penampang basah, (m2)
Q = adalah debit seluruh penampang, (m3/sec)

4.2.2. Unit Produksi


Produksi adalah sistem pengolahan air baku menjadi air minum, dengan
mempergunakan unit produksi. Sedangkan unit produksi adalah sarana dan prasarana
yang dapat digunakan untuk mengolah air baku menjadi air minum melalui proses fisik,
kimiawi dan/atau biologi, meliputi bangunan pengolahan dan perlengkapannya, perangkat
operasional, alat pengukuran dan peralatan pemantauan serta bangunan penampungan air
minum.
Pengembangan SPAM unit produksi disusun berdasarkan kajian kualitas air yang
akan diolah, dimana kondisi rata-rata dan terburuk yang mungkin terjadi dijadikan sebagai
acuan dalam penetapan proses pengolahan air, yang kemudian dikaitkan dengan sasaran
standar kualitas air minum yang akan dicapai. Rangkaian proses pengolahan air umumnya
terdiri dari satuan operasi dan satuan proses untuk memisahkan material kasar, material
tersuspensi, material terlarut, proses netralisasi dan proses desinfeksi. Unit produksi dapat
terdiri dari unit koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi, netralisasi dan desinfeksi.
Perlindungan utama dalam sistem penyediaan air minum unit produksi yang dimulai dari
sumber air baku sampai penyediaan air yang siap dan layak untuk digunakan sebagai air
bersih.
A. Bangunan penangkap mata air (Broncaptering)
Broncapturing merupakan bangunan penangkap mata air artesis yang muncul ke
permukaan tanah secara alami. Airnya ditampung sedemikian rupa dan dibangun
konstruksi bangunan untuk menangkap aliran. Bangunan ini tidak mengganggu sistem
pengaliran alami mata air. Kemudian, airnya dialirkan dengan sistem perpipaan atau tanpa
dialirkan untuk dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan air minum. Pada umumnya,
kualitas mata air relatif baik jika dibandingkan dengan sumber air permukaan. Kuantitas
mata air jumlahnya terbatas dan hanya terdapat di beberapa daerah. Pengumpulan air dari
sumber harus menjaga kondisi sekitar mata air. Air permukaan yang dekat dengan mata
air tidak boleh ikut meresap ke mata air yang dapat mengubah kualitas fisik-kimia-biologis
mata air (Karnadi, Dkk, 2009).

IV - 15
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tata cara pembuatan Perlindungan Mata Air (PMA). PMA merupakan bangunan
penangkap mata air sekaligus unit produksi, jika air akan didistribusikan langsung, air perlu
didesinfeksi.
B.1 Ketentuan Umum
B.1.1 PMA harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:
 Sarana PMA sesuai dengan spesifikasi teknis
 Sarana PMA mengikuti petunjuk pelaksanaan pemeliharaan
 Sumber air terjaga kontinuitasnya
B.1.2 Penyelenggara harus mengikuti ketentuan sebagai berikut:
 Satu orang sebagai operator telah memperoleh pelatihan
 Penyelenggara mendapat persetujuan dari anggota kelompok pemakai air
 Sesuai dengan ketentuan tentang bentuk organisasi penyelenggara yang
diterbitkan oleh departemen yang mengurusi masalah air.
B.2 Ketentuan Teknis
B.2.1 Peralatan harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:
 Sesuai dengan ketentuan yang berlaku
 Jenis peralatan yang tersedia sebagai berikut: kunci pipa, gergaji, palu,
peralatan untuk pembersih, peralatan untuk adukan pasangan, water pass,
meteran, ayakan pasir, benang ember.
B.2.2 Perlengkapan harus sesuai dengan spesifikasi teknis.
B.2.2 Bahan yang dipakai harus sesuai dengan spesifikasi teknis.

Gambar 4.4 penampang melintang pengukuran debit dengan menggunakan penampang


tengah (mid section) Sumber: Utama dkk, 2017

IV - 16
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

C. Bangunan pengambil air baku dari air tanah (sumur)


C.1 Ketentuan Umum
Bangunan pengambil air baku dari air tanah berupa sumur haruslah memenuhi
persyaratan dari aspek hukum dan peraturan. Persyaratan-persyaratan tersebut meliputi
peraturan perundang-undangan yang mengatur penggunaan air tanah sebagai sumber air
baku. Persyaratan tersebut antara lain:
 Daerah perencanaan dan sekitarnya dianalisis secara hidrologi dan hidrogeologi,
penduga metode geolistrik, survey sumur-sumur yang telah ada dan hasil
pengeboran tanah menunjukkan keberadaan air tanah. Air tanah ini memiliki debit
ANDAL dan berpotensi menjadi sumber air minum.
 Instansi dan badan usaha yang akan memanfaatkan sumber air tanah, haruslah
membuat perizinan yang ditujukan kepada Kepala Daerah Provinsi dan Kepala
Daerah Kabupaten/Kota c.q. instansi yang berwenang. Surat perizinan ini akan
dipertimbangkan untuk diberikan persetujuan dan juga tidak memaksa pemilik lahan
tempat sumber air tanah potensial tersebut.
 Pemanfaatan air tanah harus diperhitungkan dengan cermat antara debit yang akan
disalurkan untuk air minum dengan debit untuk kegiatan pertanian. Debit
penggelontor sungai juga digunakan untuk kegiatan pertanian, perikanan dan
kegiatan lain yang sumber airnya dari tanah tersebut. Pemanfaat air tanah perlu
berkoordinasi dengan Dinas terkait yang memiliki wewenang dalam alokasi sumber
daya air.

C.2 Ketentuan Teknis


Ketentuan teknis merupakan penjelasan secara teknis berupa langkah-langkap
yang harus dilaksanakan ketika merencanakan bangunan pengambilan air tanah. Berikut
ini merupakan jenis-jenis air tanah, tinjauan pustaka dan metode estimasi debit air tanah:
C.2.1 Bangunan air baku bersumber dari air tanah.
Bangunan air baku bersumber dari air tanah dapat berbentuk seperti sumur.
Berdasarkan letak dan kondisi aliran air tanah dibedakan menjadi dua kelompok. Pertama
air tanah yang merupakan rembesan aliran air tanah. Rembesan ini dapat dibedakan
menjadi dua kelompok lagi, yaitu air tanah dalam zona tidak selalu jenuh dan air tanah
dalam zona jenuh. Berikut ini pembagian zona tidak jenuh dan jenuh air. Air tanah dangkal
ini berada di suatu lapisan berpori yang mana dibawahnya lagi merupakan batuan kedap
air (impermeable rock). Air tanah dangkal yang berada pada zona tidak jenuh akan kering
dengan sendirinya ketika masuk musim kemarau.

IV - 17
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 4.5 Zona jenuh dan zona tidak jenuh air tanah
Sumber: http://www.kgs.ku.edu

Sesuai gambar di atas, air tanah pada zona bebas tekanan merupakan air tanah
dangkal. Air tanah yang berada pada zona jenuh, air tanah ini merupakan batas muka air
tanah yang selalu ada air. Hal ini sangat dipengaruhi oleh pengisian kembali di bagian hulu
daratan oleh siklus air di bumi (hujan dan perkolasi). Sekalipun masuk musim kemarau,
zona ini tetap ada air karena muka airnya sama dengan rata-rata muka air tanah di seluruh
daratan. Akan tetapi, zona ini bisa jadi akan mengering jika air tanah diekstraksi secara
berlebihan. Dampak lain dari pengambilan air tanah dalam berlebihan adalah
terkompaksinya tanah dan jika hal itu terjadi maka, air tanah akan sulit mengisi kembali ke
dalam tanah karena pori-pori tanah mengecil (tanah memadat) (Kamil, 2014).
Kelompok kedua dalam aliran air tanah merupakan sungai bawah tanah. Pada
umumnya, sungai bawah tanah ini berada pada dua lapisan kedap air dan tertekan
(Confined Aquifers). Pada umumnya, air tanah ini berada pada saluran tertekan atau sungai
bawah tanah. Sungai bawah tanah ini diapit dua batu impermeabel sehingga air dalam zona
ini tidak akan bercampur pada zona jenuh yang berada di atasnya. Air tanah tertekan ini
dapat diambil dengan cara mengebor tanah dengan kedalaman di atas 30 meter hingga
menembus batuan keras (gua sungai bawah tanah). Air ini bertekanan tinggi sesuai muka
air pada daerah hulunya. Jika hulu sungai merupakan pegunungan tinggi, air akan muncrat
ke atas sesuai perbedaan tekanan hidrostatik (bejana berhubungan) dari elevasi gunung
menuju elevasi tempat sumur dalam dibor. Penggunaan air tanah dan air tanah dalam pada
zona tertekan sangat dibatasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Oleh karena, air tanah
merupakan bagian dari penyangga tanah. Air tanah yang diekstraksi dari dalam tanah
biasanya mengandung mineral-mineral yang cukup tinggi sehingga perlu pengolahan untuk
menyisihkannya. Berikut ini ilustrasi air tanah tertekan:

IV - 18
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 4.6 Zona tertekan air tanah dan tekanan hidrostatik


Sumber: https://www.ngwa.org/what-is-groundwater

Air tanah dan air tanah zona tertekan perlu dikontrol debit pengambilannya dan
sangat disarankan mencari debit sumber lain terlebih dahulu baru pilihan ekstraksi air tanah
merupakan opsi terakhir. Dinas lingkungan hidup daerah akan menarik dana kontribusi
lingkungan bagi pemanfaat air tanah dan air tanah dalam. Dana kontribusi lingkungan
tersebut akan dipergunakan untuk biaya konservasi dan reboisasi daerah hulu. Konservasi
dan reboisasi daerah hulu adalah untuk mempertahankan siklus pengisian air kembali ke
dalam tanah (water recharge) sehingga tidak terjadi kekeringan dan penurunan muka tanah
akibat ekstraksi air tanah.
C.2.2 Dasar-dasar Perencanaan Bangunan Pengambilan Air Tanah
Kegiatan awal sebelum merencanakan bangunan pengambilan adalah sebagai
berikut:
1) Survey
 Pengumpulan data dan informasi mengenai fluktuasi muka air di dalam sumur
dangkal beserta kualitas airnya. Informasi diambil baik saat musim penghujan
dan juga musim kemarau. Informasi dapat diperoleh dari warga yang memiliki
lahan sumur tersebut.
 Pengukuran kedalaman sumur dangkal
 Melakukan uji kemampuan sumur (pumping test) untuk sumur dangkal dan
sumur dalam.
 Melakukan uji geolistrik untuk mengetahui nilai tahanan listrik dalam tanah.
Informasi tahanan listrik dalam tanah mengindikasikan adanya pergerakan air
tanah dalam akuifer tidak tertekan maupun akuifer tertekan yang ditunjukkan

IV - 19
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

dalam bentuk beda potensial listrik sebagai akibat loncatan elektron dari ion-ion
terlarut dalam air tanah.
 Membuat sumur percobaan dan melakukan uji pemompaan sehingga kapasitas
produksi air dari sumur.

2) Investigasi
 Pengumpulan peta geologi dan hidrogeologi berskala 1 : 25.000. Peta ini dapat
diperoleh dari Direktorat Geologi serta data pendukung seperti survey geolistrik.
 Survey dan pengumpulan data sumur. Sumur dapat berupa sumur dangkal
(Shallow Well) maupun sumur dalam (Deep Well).
 Pengumpulan data mengenai litologi dan geologi daerah perencanaan
 Contoh sampel air tanah dari sumur diambil untuk diuji kualitasnya. Hal ini untuk
memenuhi aturan kualitas air minum dari PERMENKES No.
492/MENKES/PER/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum.

3) Perhitungan Potensi Air Tanah


 Perhitungan potensi air tanah berdasarkan uji pemompaan baik .
 Pemompaan sumur dangkal bertujuan untuk mengetahui harga permeabilitas
atau harga kemampuan suatu lapisan akuifer meloloskan air. Tes ini dilakukan
dengan prosedur sebagai berikut:
- Air sumur dangkal dicatat tinggi muka air awal. Kemudian, air dipompa keluar
dari sumur dengan laju alir 0,5 liter/detik secara konstan. Air dipompa sampai
kondisi airnya tidak memungkinkan lagi untuk dipompa lebih lanjut.
- Selisih tinggi muka air sebelum dipompa dengan muka iar setelah dipompa,
tinggi air ini diukur kemudian dihitung harga permeabilitasnya (k) dengan
rumus:

= . .

Keterangan:
Q = debit sumur yang dipompa (L/detik)
k = koefisien permeabilitas tanah (m/sec)
Sr = Jari-jari sumur (meter)
W = selisih tinggi kolom air sumur sebelum dan sesudah dipompa (m)

IV - 20
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

 Pemompaan sumur dalam juga sama dengan sumur dangkal. Untuk sumur
dalam, ada urutan pengujian atau prosedur uji pemompaan sumur dalam yaitu:
a. Step draw down test.

Tes ini dilakukan dengan cara memompa bertahap dari debit 2,5 L/sec, 5
L/sec, 10 L/sec dan seterusnya.

- Tiap tahap dilakukan pengujian selama 2 jam

- Tahapan pemompaan dimulai dari debit terkecil dahulu, kemudian dinaikkan


secara bertahap dan prosedur pengukuran yang sama

- Air sumur diukur seteliti mungkin. Muka air diukur tiap 1 menit selama 5
menit, kemudian tiap 5 menit dalam durasi 60 menit dan tiap 10 menit dalam
durasi 50 sampai 100 menit.

- Jika muka air tanah mulai mengalami penurunan secara drastis, maka
pengujian dihentikan dan debit pemompaan terakhir yang digunakan
sebagai kapasitas sumur.

b. Time draw down test

Tes ini dilakukan dengan cara memompa sumur sebesar 2,5 – 5 L/sec atau
bergantung pada pertimbangan teknis dari step test maksimum.

- Lama pengujian selama 1 x 24 jam.

- Tinggi muka air dalam sumur diukur, kemudian diikuti cara pengukuran
seperti step draw down test, durasi pengukuran tinggi muka air dilakukan
selama 1 x 24 jam dengan selang waktu 30 menit secara terus-menerus.

- Waktu pada saat pemompaan dimulai harus dicatat dengan betul dan teliti.

c. Recovery test

Recovery test dilakukan setelah uji time draw down selesai. Hal-hal yang
perlu diperhatikan ketika revery test adalah

- Selama 15 menit pertama pengukuran terhadap pulihnya muka air


dalam sumur dilakukan selang 1 menit selama dua jam berikutnya,
pengukuran muka air dilakukan tiap selang 30 menit.
- Tes ini terus dilakukan sampai muka air kembali sama seperti sebelum
dimulainya time draw down test di atas.

IV - 21
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

D. Bangunan saringan pasir lambat.


Untuk proses produksi air baku yang maksimal diperlukan unit filter/penyaringan
melalui bangunan saringan pasir lambat, bangunan ini berfungsi sebagai proses
penyaringan material kasar/halus agar tertahan didalam saringan pasir lambat, sehingga
diperoleh air baku yang jernih dan bersih secara fisik.

E. Instalasi pengolahan air minum konvensional


Instalansi pengolahan air minum konvensional merupakan bagian dari unit produksi.
IPA merupakan unit yang dibangun untuk meningkatkan kualitas air baku yang belum
memenuhi standar kualitas air minum menjadi sesuai dengan syarat kualitas air minum.
Unit pengolahan air minum disesuaikan dengan mutu air baku. Semakin rendah kualitas air
baku, maka unit proses produksi air minum akan semakin kompleks. Sebaliknya, semakin
tinggi kualitas air baku, maka proses produksi air minum dapat lebih sederhana dan ringkas.
Berikut ini skema pengolahan air minum lengkap (Karnadi dkk, 2009).

Gambar 4.7 Skema pengolahan air lengkap


Sumber: Karnadi dkk, 2009

Catatan:
1. Untuk air permukaan dengan kekeruhan tinggi dan mengandung pasir atau grit, unit produksi
perlu dilengkapi dengan prasedimentasi untuk mengendapkan pasir.
2. Untuk air permukaan dengan kandungan Fe, Mn dan zat organik dapat dilengkapi dengan
unit aerasi, ozonisasi, adsorpsi.
3. Untuk air permukaan dengan kandungan kesadahan tinggi dapat dilengkapi dengan unit
pelunakan air atau ion exchange.

IV - 22
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Air yang dihasilkan dari produksi air dapat ditampung dalam reservoir air yang akan
berfungsi untuk menjaga kesetimbangan antara produksi dan kebutuhan, sebagai
penyimpan kebutuhan air dalam kondisi darurat, dan sebagai penyediaan kebutuhan air
untuk keperluan instalansi. Reservoir air dibangun dalam bentuk reservoir tanah yang
umumnya untuk menampung produksi air atau dalam bentuk menara air yang umumnya
untuk mengantisipasi kebutuhan puncak didaerah distribusi. Reservoir dibangun baik
dengan konstruksi baja maupun dengan konstruksi beton bertulang. Pada perencanaan
reservoir hal utama yang perlu diperhatikan adalah :

1) Lokasi dan tinggi reservoir


Lokasi dan tinggi reservoir ditentukan berdasarkan pertimbangan sebagai berikut
:
 Reservoir pelayanan di tempat sedekat mungkin dengan pusat daerah
pelayanan, kecuali kalau keadaan tidak memungkinkan.
 Tinggi reservoir pada sistem gravitasi ditentukan sedemikian rupa, sehingga
tekanan minimum sesuai dengan hasil perhitungan hidrolis di jaringan
distribusi.
 Jika elevasi muka tanah wilayah pelayanan bervariasi, maka wilayah
pelayanan dapat dibagi beberapa zona wilayah pelayanan yang dilayani
masing-masing dengan satu reservoir.

2) Volume reservoir
 Reservoir pelayanan
Volume reservoir pelayanan (service reservoir) ditentukan berdasarkan:
jumlah volume air maksimum yang harus ditampung pada saat pemakaian air
minimum ditambah dengan volume air yang harus disediakan pada saat
pengaliran jam puncak karena adanya fluktuasi pemakaian air di wilayah
pelayanan dan periode pengisian reservoir. Serta cadangan air untuk
pemadam kebakaran kota sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku
disamping juga untuk kebutuhan air khusus, seperti pengurasan reservoir,
taman dan peristiwa khusus.
 Reservoir penyeimbang
Volume efektif reservoir penyeimbang (balance reservoir) ditentukan
berdasarkan keseimbangan aliran keluar dan aliran masuk reservoir selama

IV - 23
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

pemakaian air didaerah pelayanan. Sistem pengisian reservoir dapat


dilakukan dengan pompa maupun gravitasi.

4.2.3. Unit Jaringan Distribusi Utama (JDU)


Jaringan distribusi utama atau dapat disebut distribusi primer merupakan rangkaian
pipa distribusi yang membentuk zona distribusi dalam suatu wilayah SPAM. Sebelum
masuk ke jaringan distribusi utama, air baku perlu dihantarkan menuju reservoir distribusi.
Cara menghantarkan air menuju reservoir distribusi adalah sistem transmisi air baku.
Transmisi adalah proses pengaliran air baku dari sumber air baku sampai unit produksi.
Adapun cara transmisi dilakukan dengan sistem gravitasi dan sistem pemompaan.
Perencanaan teknis unit transmisi harus mengoptimalkan jarak antara unit air baku menuju
unit produksi dan/atau dari unit produksi menuju reservoir/jaringan distribusi sependek
mungkin, terutama untuk sistem transmisi distribusi (pipa transmisi dari unit produksi
menuju reservoir). Hal ini terjadi karena transmisi distribusi pada dasarnya harus dirancang
untuk dapat mengalirkan debit aliran untuk kebutuhan jam puncak, sedangkan pipa
transmisi air baku dirancang mengalirkan kebutuhan maksimum.
Setelah data-data primer dan sekunder terkumpul dan dilakukan analisis hidrologi
maka langkah selanjutnya adalah menentukan sistem pengaliran dari air baku terpilih yang
sesuai dengan lokasi dan kondisi wilayah pelayanannya. Yang dimaksudkan disini adalah
menentukan sistem jaringan pipa dari sumber air ke daerah pelayanan/distribusi. Konsep
yang digunakan adalah sistem grafitasi, yaitu penentuan jalur pipa dari elevasi tinggi ke
elevasi yang lebih rendah sesuai dengan kondisi topografi. Sistem transmisi yang dimaksud
adalah pengaliran air baku dari sumber air menuju bangunan pengolahan maupun reservoir
sebelum disalurkan melalui sistem distribusi. Jaringan pipa transmisi ini diutamakan untuk
melindungi air baku ke unit pengolahan dalam kapasitas yang besar dan terlindungi dari
hal-hal yang dapat mencemari kualitas air baku.
Perencanaan teknis unit transmisi harus mengoptimalkan jarak antara air baku
menuju unit produksi atau dari unit produksi menuju ke reservoir/jaringan distribusi
sependek mungkin, terutama untuk sistem transmisi distribusi. Hal ini karena transmisi
distribusi pada dasarnya dirancang untuk dapat mengalirkan debit aliran untuk kebutuhan
jam puncak, sedangkan pipa transmisi air baku dirancang mengalirkan kebutuhan
maksimum. Pipa transmisi sedapat mungkin dapat diletakkan sedemikian serupa dibawah
level garis hidrolis untuk menjamin aliran sebagaimana diharapkan dalam perhitungan agar
debit aliran yang dapat dicapai masih sesuai dengan yang diharapkan.

IV - 24
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Dalam pemasangan pipa transmisi, perlu memasang angker penahan pipa pada
bagian belokan baik dalam bentuk belokan arah vertikal maupun belokan arah horisontal
untuk menahan gaya yang ditimbulkan akibat tekanan internal dalam pipa dan energi kinetik
dari aliran air dalam pipa yang mengakibatkan kerusakan pipa maupun kebocoran aliran
air dalam pipa tersebut secara berlebihan.
Sistem transmisi harus menerapkan metode-metode yang mampu mengendalikan
baliknya tekanan air (water hammer). Water hammer terjadi jika sistem aliran tertutup dalam
suatu pipa transmisi kehilangan energi pendorong atau terjadi aliran yang terlalu cepat
sebagai akibat perbedaan elevasi terlalu tinggi. Hal ini akan membuat sistem mengalami
water hammer, tekanan balik ini akan memukul sistem yang mengakibatkan rusaknya
sambungan antar pipa dan juga menghantam pompa sehingga akan mengalami kerusakan.
Tabel VI.5
Kriteria Teknis Pipa JDU
No. Uraian Notasi Kriteria
1. Debit Perencanaan Qmax Kebutuhan air hari maksimum
Qmax = fmax x Qrata-rata
2. Faktor hari maksimum fmax 1.1 – 1.5
3. Jenis Saluran Pipa atau saluran terbuka
4. Kecepatan aliran di dalam pipa :
a. Kecepatan minimum Vmin 0.3 – 0.6 mdet
b. Kecepatan maksimum Vmax
- Pipa PVC 3.0 – 4.5 m/det
- Pipa DCIP 6 m/det
5. Tekanan air dalam pipa :
a. Tekanan minimum Hmin 1 atm
b. Tekanan maksimum Hmax
- Pipa PVC 6 – 8 atm
- Pipa DCIP 10 atm
- Pipa PE 100 12.4 Mpa
- Pipa PE 80 9 Mpa
6. Kecepatan saluran terbuka :
a. Kecepatan minimum Vmin 0.5 m/det
b. Kecepatan maksimum vmax 1.5 m/det
7. Kemiringan saluran terbuka S (0.5 – 1) 0/00
8. Tinggi bebas saluran terbuka Hw 15 cm (minimum)
9. Kemiringan tebing terhadap saluran 45o untuk trapesium
Sumber Data : Permen PU No.18/PRT/M/2007- Tentang Penyelenggaraan Pengembangan SPAM
Keterangan : * Saluran terbuka hanya digunakan untuk transmisi air baku

IV - 25
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Dalam perencanaan jalur pipa transmisi harus memenuhi ketentuan sebagai


berikut:
a. Jalur pipa sependek mungkin
b. Menghindari jalur yang mengakibatkan konstruksi sulit dan mahal
c. Tinggi hidrolis pipa minimum 5 m di atas pipa, sehingga cukup menjamin operasi air
valve
d. Menghindari perbedaan elevasi yang terlalu besar sehingga tidak ada perbedaan kelas
pipa Sedangkan penentuan dimensi pipa transmisi harus memenuhi ketentuan teknis
sebagai berikut :
 Pipa harus direncanakan untuk mengalirkan debit maksimum harian
 Kehilangan tekanan dalam pipa tidak lebih dari 30% dari total tekanan statis pada
sistem transmisi dengan pemompaan. Untuk sistem grafitasi, kehilangan tekanan
maksimum 5 m/1000 m atau sesuai dengan spesifikasi pipa.

Pemilihan bahan pipa harus memenuhi persyaratan teknis dalam SNI, antara lain:
b. Spesifikasi pipa PVC mengikuti standar SNI 03-6419-2000 tentang Spesifikasi Pipa PVC
Bertekanan Berdiameter 110 - 315 mm Untuk Air Bersih dan SK SNI S-20-1990-2003
tentang Spesifikasi Pipa PVC Untuk Air Minum.
c. SNI 06-4829-2005 tentang Pipa Polietilena Untuk Air Minum;
d. Standar BS 1387-67 untuk Pipa Baja Kelas Medium.
e. Fabrikasi pipa baja harus sesuai dengan AWWA C 200 atau SNI-07-0822-1989 atau SII
2527-90 atau JIS G 3457
f. Standar untuk pipa ductile menggunakan standar dari ISO 2531 dan BS 4772.
g. Persyaratan bahan pipa lainya dapat menggunakan standar nasional maupun
internasional lainnya yang berlaku.
Debit pompa transmisi air minum ke reservoir ditentukan berdasarkan debit hari
minimum. Periode operasi pompa antara 20 - 24 jam per hari. Ketentuan jumlah dan debit
yang digunakan sesuai tabel berikut.

Tabel VI.6
Jumlah Dan Debit Pompa Sistem Transmisi Air Minum
Debit (m3/hari) Jumlah Pompa Total Unit
Sampai 2.800 1 (1) 2
2.500 s.d. 10.000 2 (1) 3
Lebih dari 90.000 Lebih dari 3 (1) Lebih dari 4

IV - 26
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Perhitungan daya pompa yang diperlukan berdasarkan data total tekanan (head)
yang tersedia dengan formula:

P = o.w.h hp

75.π

Dimana :

P : daya pompa (tenaga kuda)

Q : debit (m3/detik)

W : densitas atau kepadatan (density) (kg/cm3)

H : total tekanan (m)

π : efisiensi pompa ( 60 % - 75 %)

HP : daya kuda (horse power)

4.2.3.1. Unit Jaringan Distribusi Bagi (JDB)


Distribusi adalah proses pengaliran air minum dari unit produksi sampai unit
pelayanan. Adapun cara distribusi dilakukan dengan sistem gravitasi dan sistem
pemompaan. Pelaksanaan operasi distribusi dengan pompa distribusi didukung oleh
peralatan mekanikal dan elektrikal yang terkait dengan pompa tersebut, antara lain sumber
daya PLN/genset, panel dan instalasi listrik, injeksi chlor, meter air, wash out, manometer,
gate valve, check valve dan pressure tank.
Pengembangan SPAM unit distribusi dapat berupa jaringan perpipaan yang
terkoneksi satu dengan lainnya membentuk jaringan tertutup (loop), sistem jaringan
distribusi bercabang (dead-end distribution system) atau kombinasi kedua sistem tersebut
(grade system). Bentuk jaringan pipa distribusi ditentukan oleh kondisi topografi, lokasi
reservoir, luas wilayah pelayanan, jumlah pelanggan dan jaringan jalan dimana pipa akan
dipasang.
Ketentuan – ketentuan yang harus dipenuhi dalam perencanaan denah system
distribusi adalah sebagai berikut :
1. Denah sistem distribusi ditentukan berdasarkan keadaan topografi wilayah pelayanan
dan lokasi instalansi pengolahan air.
2. Tipe sistem distribusi ditentukan berdasarkan keadaan topografi wilayah pelayanan.
3. Jika keadaan topografi tidak memungkinkan untuk sistem grafitasi seluruhnya, diusulkan
kombinasi sistem gravitasi dan pompa. Jika wilayah pelayanan semua relatif datar, dapat

IV - 27
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

digunakan sistem perpompaan langsung, kombinasi dengan menara air, atau


penambahan pompa penguat (booster pump)
4. Jika terdapat perbedaan elavasi wilayah pelayanan terlalu besar atau lebih dari 40 m,
wilayah pelayanan dibagi menjadi beberapa zona sedemikian rupa, sehingga memenuhi
persyaratan tekanan minimum. Untuk mengatasi tekanan yang berlebihan dapat
digunakan katup pelepas tekan (pressure reducing valve), sedangkan untuk mengatasi
kekurangan tekanan dapat digunakan pompa penguat.
Tabel VI.8
Kriteria Teknis Pipa Distribusi
No. Uraian Notasi Kriteria
1. Debit Perencanaan Qpuncak Kebutuhan air hari maksimum
Qmax = fpeak x Qrata-rata
2. Faktor hari maksimum fmax 1.15 – 3
3. Kecepatan aliran di dalam pipa :
a. Kecepatan minimum Vmin 0.3 – 0.6 m/det
b. Kecepatan maksimum Vmax
- Pipa PVC atau ACP 3.0 – 4.5 m/det
- Pipa DCIP atau baja 6 m/det
4. Tekanan air dalam pipa :
a. Tekanan minimum Hmin (0.5 – 1) atm, pada titik jangkauan
pelayanan terjauh
b. Tekanan maksimum Hmax
- Pipa PVC atau ACP 6 – 8 atm
- Pipa Baja atau DCIP 10 atm
- Pipa PE 100 12.4 Mpa
- Pipa PE 80 9 Mpa

4.2.4. Unit Pelayanan


Daerah pelayanan yang akan dijangkau oleh sistem penyediaan air bersih
dirancang dan disesuaikan berdasarkan :
1. Urgensi kebutuhan air
2. Kepadatan hunian
3. Kemudahan atas penjangkauan sistem daerah pelayanan
4. Efisiensi

4.2.4.1. Jenis Pelayanan


Jenis pelayanan yang didaerah perkotaan meliputi :

IV - 28
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

a. Domestik, yaitu :
 Kran umum
Sambungan Kran Umum adalah untuk melayani daerah dengan tingkat
sosial menengah ke bawah dan tidak mampu untuk menyambung
sambungan rumah langsung. Jumlah pemakai sambungan ini cukup banyak
yaitu diatas 50 jiwa per sambungan. Dengan pemakaian air berkisar 20 - 40
liter/org/hari.
 Pelayanan rumah tangga (sambungan rumah) A
Sambungan Rumah Tangga A adalah untuk melayani daerah dengan tingkat
sosial menengah ke atas. Jumlah pemakai sambungan ini adalah antara 5 -
7 jiwa per sambungan. Dengan pemakaian air berkisar 140 - 200
liter/org/hari.
 Pelayanan rumah tangga (sambungan rumah) B
Sambungan Rumah Tangga B adalah untuk melayani daerah dengan tingkat
sosial menengah. Jumlah pemakai sambungan ini adalah antara 5 - 7 jiwa
per sambungan. Dengan pemakaian air berkisar 100 - 150 liter/org/hari.
b. Non Domestik , yaitu :
 Sosial
Kebutuhan sambungan untuk fasilitas sosial diperinci menurut : Sekolah,
Peribadatan, Kesehatan
 Niaga pelayanan niaga besar
Kebutuhan sambungan niaga untuk keperluan aktivitas berskala kecil
diperinci seperti Pasar, Toko, Kantor, Rumah Makan
 Niaga pelayanan niaga kecil
Kebutuhan sambungan niaga B untuk keperluan aktivitas pada niaga besar
diperinci menurut : Losmen/hotel, Mall, Bioskop Gedung-gedung
 Industri pelayanan industri besar dan kecil
Kebutuhan sambungan industri kecil untuk keperluan pemasok air pada
aktivitas industri yang berskala kecil diperinci menurut : Home Industry
 Pelabuhan/Industri Besar
Kebutuhan sambungan industri besar untuk keperluan pemasok air pada
aktivitas industri besar diperinci menurut : Pabrik dan Pelabuhan.

IV - 29
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

4.2.4.2. Meter Air


Meter air dipasang setelah pompa atau outlet gravitasi dan pada zona pelayanan.
Untuk mendapat hasil pengukuran yang baik meter air harus terhindar dari
turbulensi air dalam pipa. Sistem perpipaan meter air harus dipasang sedemikian
rupa sehingga apabila ada perbaikan meter aliran air tidak boleh terganggu.


 

 
  


 
 
 
  
 
 

Gambar 4.8 Meter Air Induk

Gambar 4.9 Perletakan pompa pada pondasi

IV - 30
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

4.3. PERIODE PERENCANAAN


Sasaran pelayanan pada tahap awal prioritas harus ditujukan pada daerah yang
belum mendapat pelayanan air minum dan memiliki kepadatan penduduk yang tinggi serta
kawasan strategis. Setelah itu prioritas pelayanan diarahkan pada daerah pengembangan
sesuai dengan arahan dalam perencanaan induk kota. Suatu sistem penyediaan air minum
harus direncanakan dan dibangun sedemikian rupa, sehingga dapat memenuhi tujuan di
bawah ini :
a. Tersedianya air dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang memenuhi air minum.
b. Tersedianya air setiap waktu atau kesinambungan.
c. Tersedianya air dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat atau pemakai.
d. Tersedianya pedoman operasi atau pemeliharaan dan evaluasi.

Kriteria perencanaan untuk suatu wilayah dapat disesuaikan dengan kondisi


setempat. Dengan demikian periode perencanaan dalam Penyusunan RI SPAM untuk
berbagai klasifikasi kota dapat dilihat pada tabel IV.1 berikut ini.
Tabel VI.7
Matriks Kriteria Utama Penyusunan RISPAM
Untuk Berbagai Klasifikasi Kota
Kategori Kota
No. Kriteria Teknis Metro (>1 juta) Besar (500rb – Sedang (100- Kecil (20-
jiwa 1 juta) jiwa 500 rb) jiwa 100rb) jiwa
1 Jenis Pekerjaan Rencana Induk Rencana Induk Rencana Induk -
2 Horison 20 Tahun (15-20) Tahun (15-20) Tahun (15-20) Tahun
Perencanaan
3 Sumber Air Baku Investigasi Investigasi Identifikasi Identifikasi
4 Pelaksana Penyedia Jasa/ Penyedia Jasa/ Penyedia Penyedia
Penyelenggara/ Penyelenggara/ Jasa/ Jasa/
Pemda Pemda Penyelenggara Penyelenggar
/ Pemda a/ Pemda
5 Peninjauan Ulang Per 5 tahun Per 5 tahun Per 5 tahun Per 5 tahun
6 Penanggungjawab Penyelenggara/ Penyelenggara/ Penyelenggara Penyelenggar
Pemda Pemda / Pemda a/ Pemda
7 Sumber - Hibah LN - Hibah LN - Hibah LN - Pinjaman
Pendanaan - Pinjaman LN - Pinjaman LN - Pinjaman LN LN
- Pinjaman DN - Pinjaman DN - Pinjaman DN - APBD
- APBD - APBD - APBD
- PDAM - PDAM - PDAM

IV - 31
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Kategori Kota
No. Kriteria Teknis Metro (>1 juta) Besar (500rb – Sedang (100- Kecil (20-
jiwa 1 juta) jiwa 500 rb) jiwa 100rb) jiwa
- Swasta - Swasta - Swasta
Sumber: Per Men PU Nomor 18/PRT/M/2007

Rencana Induk SPAM harus memenuhi syarat sebagai berikut:


a. Berorientasi ke depan;
b. Mudah dilaksanakan atau realistis; dan
c. Mudah direvisi atau fleksibel.

Strategi Penanganan
Untuk mendapatkan suatu perencanaan yang optimum, maka strategi pemecahan
permasalahan dan pemenuhan kebutuhan air minum di suatu kota diatur sebagai berikut:
a. Pemanfaatan air tanah dangkal yang baik
b. Pemanfaatan kapasitas belum terpakai atau idle capacity
c. Pengurangan jumlah air tak berekening (ATR)
d. Pembangunan baru (peningkatan produksi dan perluasan sistem)

4.4. KRITERIA DAERAH LAYANAN


Kawasan Perdesaan adalah kawasan yang mempunyai kegiatan utama pertanian
termasuk pengelolaan sumber daya alam dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat
permukiman perdesaan, pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan
ekonomi. Kawasan Perkotaan adalah kawasan yang mempunyai kegiatan utama bukan
pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan,
pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan
ekonomi.

Klasifikasi perkotaan menurut SK SNI air minum adalah sebagai berikut :


 Kawasan Metropolitan adalah kawasan perkotaan yang terdiri atas sebuah
kawasan perkotaan yang berdiri sendiri atau kawasan perkotaan inti dengan
kawasan perkotaan di sekitarnya yang saling memiliki keterkaitan fungsional
yang dihubungkan dengan sistem jaringan prasarana wilayah yang terintegrasi
dengan jumlah penduduk secara keseluruhan sekurang-kurangnya 1.000.000
(satu juta) jiwa.

IV - 32
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

 Kawasan Kota Besar adalah kawasan perkotaan yang terdiri atas sebuah
kawasan perkotaan yang berdiri sendiri atau kawasan perkotaan inti dengan
kawasan perkotaan di sekitarnya yang saling memiliki keterkaitan fungsional
yang dihubungkan dengan sistem jaringan prasarana wilayah yang terintegrasi
dengan jumlah penduduk secara keseluruhan 500.000 s/d 1.000.000 jiwa.
 Kawasan Kota Sedang adalah kawasan perkotaan yang terdiri atas sebuah
kawasan perkotaan yang berdiri sendiri atau kawasan perkotaan inti dengan
kawasan perkotaan di sekitarnya yang saling memiliki keterkaitan fungsional
yang dihubungkan dengan sistem jaringan prasarana wilayah yang terintegrasi
dengan jumlah penduduk secara keseluruhan 100.000 s/d 500.000 jiwa.
 Kawasan Kota Kecil adalah kawasan perkotaan yang terdiri atas sebuah
kawasan perkotaan yang berdiri sendiri atau kawasan perkotaan inti dengan
kawasan perkotaan di sekitarnya yang saling memiliki keterkaitan fungsional
yang dihubungkan dengan sistem jaringan prasarana wilayah yang terintegrasi
dengan jumlah penduduk secara keseluruhan kurang dari 100.000 jiwa.

Sedangkan klasifikasi RI-SPAM meliputi :


 RISPAM dalam satu wilayah Kabupaten/Kota
 RISPAM lintas Kabupaten dan/atau Kota
 RISPAM lintas Provinsi

Strategi dalam pemenuhan air minum sesuai skala prioritas untuk mendapatkan
SPAM yang paling optimal meliputi :
1. Pemanfaatan Idle Capacity
2. Penurunan Non Revenue Water (NRW)
3. Pembangunan SPAM Baru

Untuk pedoman perencanaan air minum di PU Cipta Karya berdasarkan Petunjuk


Permen PU Nomer 27 tahun 2016, ditampilkan dalam tabel berikut.

IV - 33
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel VI.9
Pedoman Perencanaan Air Minum

Kategori Kota Berdasarkan Jumlah Penduduknya


No Uraian Kota Sedang Kota Kecil Perdesaan
100.000 – 500.000 20.000 – 100.000 3.000 – 20.000

1 Konsumsi unit 100-150 100-150 90-100


Sambungan Rumah
(SR) l/org/hari
2 Persentase konsumsi 25-30 20-25 10-20
unit non domestik
terhadap konsumsi
domestik
3 Persentase kehilangan 15-20 15-20 15-20
air (%)
4 Faktor Hari Maksimum 1.1 1.1 1.1-1.25
5 Faktor jam puncak 1.5-2.0 1.5-2.0 1.5-2.0
6 Jumlah jiwa per SR 6 5 4-5
7 Jumlah jiwa per Hidrant 100 100-200 100-200
Umum (HU)
8 Sisa tekan minimum di 10 10 10
titik kritis jaringan
distribusi (meter kolom
air)
9 Volume reservoir (%) 20-25 15-20 12-15
10 Jam operasi 24 24 24
11 SR/HU (dalam % jiwa) 80-20 70-30 70-30
Sumber: Per Men PU Nomor 27 tahun 2016

4.5. METODE ANALISIS KEUANGAN


4.5.1. Kebutuhan Investasi dan Sumber Pendanaan
Besaran kebutuhan investasi akan dibagi dalam tiga kelompok anggaran biaya,
yaitu kebutuhan biaya untuk jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.
Format rencana anggaran biaya pengembangan SPAM selanjutnya akan dibuat menurut
unit, yaitu: unit air baku, unit produksi, unit distribusi dan unit pelanggan.
Perhitungan kebutuhan biaya investasi akan dihitung dalam bentuk nilai sekarang
(present value) dan kemudian akan dikonversikan menjadi nilai masa datang (future value).
Penyusunan anggaran biaya tersebut memperhatikan:
a. Sumber dana
b. Kemampuan dan kemauan masyarakat

IV - 34
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

c. Kemampuan keuangan daerah

4.5.2. Sumber Pendanaan


Pola Investasi disesuaikan dan dilakukan dengan rencana pentahapannya (jangka
pendek, jangka menengah, dan jangka panjang) termasuk sumber pendanaan dapat
bersumber dari: dana APBD Kabupaten, PDAM, Swasta, Perbankan, APBD Provinsi, dan
APBN. Sumber pendanaan pengembangan SPAM selanjutnya dikelompokkan ke dalam:
a. Pengembangan SPAM di unit air baku sumber pendanaannya dari APBN SDA
b. Pengembangan SPAM di unit Produksi sumber pendanaannya dari APBN CK
c. Pengembangan SPAM di unit Distribusi sumber pendanaannya dari APBD I,
APBD II dan atau Swadaya

4.5.3. Dasar Penentuan Asumsi


Asumsi-asumsi yang berhubungan langsung dan tidak langsung dengan
perhitungan proyeksi keuangan seperti: tingkat inflasi, jangka waktu proyeksi, tingkat suku
bunga deposito, tingkat inflasi, kebijakan kenaikan tarif (yang diharapkan), masa tenggang
pembayaran bunga dan cicilan, loan disbursement, dan kebijakan lainnya.

4.5.4. Analisis Kelayakan Keuangan


Pengkajian kelayakan keuangan dilakukan terhadap manfaat keuangan yang
diterima oleh penyelenggara yang dianalisis berdasarkan asumsi-asumsi proyeksi
keuangan, antara lain:
- Tingkat inflasi
- Tahun dasar proyeksi
- Jangka waktu proyeksi
- Nilai investasi
- Kebutuhan modal kerja
- Rencana sumber pembiayaan
- Persyaratan pinjaman
- Biaya operasi dan pemeliharaan
- Biaya penyusutan/amortisasi
- Pajak
- Proyeksi tambahan pelanggan
- Tarif air
- Proyeksi pendapatan

IV - 35
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Analisis kelayakan keuangan dinilai dengan melihat kelayakan keuangan/finansial


untuk investasi pengembangan RI SPAM jangka pendek/mendesak, yaitu dengan
menghitung Pay Back Periode (PB), Internal Rate of Return (IRR), Net Present Value
(NPV), Benefit Cost Ratio (BCR) sensitivity analysis, serta kelayakan pendanaan dengan
parameter Debt Coverage Ratio (DCR) dan saldo kas akhir.
Suatu kegiatan investasi disebut layak secara keuangan atau finansial bila
memenuhi kriteria berikut ini:
a. Kelayakan proyek:
- FIRR > Rata-rata Tertimbang dari Biaya Modal ditambah alokasi resiko
- Net Present Value (NPV) > 0
- Benefit Cost Ratio (BCR) > 1
- PB < nilai ekonomis
b. Kelayakan pendanaan:
- DSCR Pemda ≥ 2,5; DSCR penyelenggara > 1,3
- Saldo kas akhir sekurang-kurangnya mencukupi untuk dua bulan operasi.

4.6. METODE ANALISIS KELEMBAGAAN


Kajian kelembagaan dilakukan pada lima komponen agar secara hukum dan
manajemen dapat dipertanggungjawabkan, adapun komponen tersebut adalah sebagai
berikut :

4.6.1. Aspek Regulasi Atau Hukum


Setiap produk hukum harus dilandasi pada konsepsi, pendekatan dan asas
penyusunan peraturan. Asas yang dipergunakan dalam pembentukan peraturan
perundang-undangan secara umum adalah:
1. Asas Tata Susunan Peraturan Perundang-undangan atau Lex Superior Derogate Lex
Inferiori. Peraturan perundang-undangan yang lebih rendah tidak boleh bertentangan
dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.
2. Asas Lex Specialis Derogate Lex Generalis. Peraturan perundang-undangan yang lebih
khusus mengenyampingkan peraturan perundang-undangan yang lebih umum.
3. Asas Lex Posterior Derogate Lex Priori. Peraturan perundang-undangan yang lahir
kemudian mengenyampingkan peraturan perundang-undangan yang lahir terlebih
dahulu jika materi yang diatur peraturan perundang-undangan tersebut sama.

IV - 36
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Di samping asas-asas tersebut yang merupakan asas utama dalam pembentukan


peraturan perundang-undangan, terdapat pula asas bersifat khusus, yaitu:
1. Asas Kejelasan Tujuan. Setiap pembentukan peraturan perundang-undangan harus
mempunyai tujuan yang jelas dan hendak dicapai.
2. Asas Kelembagaan atau Organ Pembentuk yang Tepat. Setiap jenis
peraturanperundang-undangan harus dibuat oleh lembaga/pejabat pembentuk
peraturan perundang-undangan yang berwenang. Peraturan perundang-undangan
tersebut dapat dibatalkan atau batal demi hukum apabila dibuat oleh lembaga/pejabat
atau peraturan yang lebih tinggi.
3. Asas Kesesuaian antara Jenis dan Materi Muatan. Dalam pembentukan peraturan
perundang-undangan harus benar-benar memperhatikan materi muatan yang tepat
dengan jenis peraturan perundang-undangannya.
4. Asas Dapat Dilaksanakan. Setiap pembentukan peraturan perundang-undangan harus
memperhitungkan efektivitas peraturan perundang-undangan tersebut di dalam
masyarakat, baik secara filosofis, yuridis maupun sosiologis.
5. Asas Kedayagunaan dan Kehasilgunaan. Setiap pembentukan peraturan
perundangundangan yang dibuat memang karena benar-benar dibutuhkan dan
bermanfaat dalam mengatur kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
6. Asas Kejelasan Rumusan. Setiap peraturan perundang-undangan harus memenuhi
persyaratan teknis penyusunan peraturan perundang-undangan, sistematika dan pilihan
kata atau terminologi, serta bahasa hukumnya jelas dan mudah dimengerti sehingga
tidak menimbulkan berbagai macam interpretasi dalam pelaksanaannya.
7. Asas Keterbukaan. Dalam proses pembentukan peraturan perundang-undangan mulai
perencanaan, persiapan, penyusunan, dan pembahasan, seluruh lapisan masyarakat
perlu diberi kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengetahui dan memberikan
masukan dalam proses pembuatan peraturan perundang-undangan agar peraturan
yang terbentuk menjadi populis dan efektif.

Sedangkan dalam kerangka pembentukan peraturan perundang-undangan


(termasuk Peraturan Daerah) dibentuk berdasarkan beberapa asas sebagai berikut:
1. Asas Keadilan. Setiap peraturan perundang-undangan harus dapat mencerminkan
keadilan bagi setiap warga negara tanpa terkecuali.
2. Asas Kepastian Hukum. Setiap peraturan perundang-undangan harus dapat menjamin
kepastian hukum dalam upaya untuk menciptakan ketertiban dalam masyarakat.

IV - 37
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

3. Asas Pengayoman. Setiap peraturan perundang-undangan harus berfungsi memberikan


perlindungan dalam rangka menciptakan ketentraman masyarakat.
4. Asas Mengutamakan Kepentingan Umum. Dalam peraturan perundang-undangan harus
memperhatikan keseimbangan antara berbagai kepentingan dengan mengutamakan
kepentingan umum.
5. Asas Kenusantaraan. Setiap peraturan perundang-undangan merupakan bagian dari
sistem hukum nasional berdasarkan kesatuan wilayah Indonesia atau wilayah tertentu
sesuai jenis peraturan perundang-undangannya.
6. Asas Kebhinekatunggalikaan. Materi muatan peraturan perundang-undangan harus
memperhatikan keragaman penduduk, agama, suku dan golongan, kondisi khusus
daerah, sistem nilai masyarakat daerah, khususnya yang menyangkut masalah-masalah
yang sensitif dalam kehidupan masyarakat.

4.6.2. Kewenangan
Kewenangan adalah apa yang disebut “kekuasaan formal”, kekuasaan yang berasal
dari kekuasaan yang diberikan oleh Undang-undang atau legislatif dari kekuasaan eksekutif
atau administratif. Karenanya merupakan kekuasaan dari segolongan orang tertentu atau
kekuasaan terhadap suatu bidang pemerintahan atau urusan pemerintahan tertentu yang
bulat. Sedangkan “wewenang” hanya mengenai suatu bagian tertentu saja dari
kewenangan.
Kewenangan diperoleh oleh seseorang melalui 2 (dua) cara yaitu dengan atribusi
atau dengan pelimpahan wewenang. Atribusi adalah wewenang yang melekat pada suatu
jabatan. Dalam tinjauan hukum tata Negara, atribusi ini ditunjukan dalam wewenang yang
dimiliki oleh organ pemerintah dalam menjalankan pemerintahannya berdasarkan
kewenangan yang dibentuk oleh pembuat undang-undang.
Selain secara atribusi, wewenang juga dapat diperoleh melalui proses pelimpahan
yang disebut dengan delegasi dan mandat. Delegasi adalah wewenang yang diberikan
antara organ pemerintah satu dengan organ pemerintah lain, dan biasanya pihak pemberi
wewenang memiliki kedudukan lebih tinggi dari pihak yang diberikan wewenang.
Sedangkan mandat umumnya diberikan dalam hubungan kerja internal antara atasan dan
bawahan.
Dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan yang efektif dan efisien melalui
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang pemerintah daerah maka pemerintah pusat
melimpahkan kewenangannya kepada pemerintah daerah melalui otonomi daerah.
Tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan dengan memposisikan pemerintah daerah

IV - 38
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

sebagai unit pemerintahan di tingkat lokal yang berfungsi untuk menyediakan pelayanan
publik secara efektif, efisien dan ekonomis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat
lokal. Pelayanan yang disediakan pemerintah daerah kepada masyarakat ada yang bersifat
regulatif (public regulations) seperti mewajibkan penduduk untuk mempunyai KTP, KK, IMB
dan sebagainya. Sedangkan bentuk pelayanan lainnya adalah yang bersifat penyediaan
public goods yaitu barang-barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat seperti jalan,
pasar, rumah sakit, terminal dan sebagainya.

4.6.3. Kelembagaan
Perubahan struktur organisasi menjadi suatu kebutuhan ketika organisasi dirasa
sudah tidak lagi sesuai dengan kebutuhan lingkungannya. Untuk melakukan perubahan
organisasi pada dasarnya dilakukan melalui tiga cara, yaitu:
a. Adaptive change, dalam hal ini organisasi melakukan perubahan dengan melakukan
penyesuaian terhadap perubahan-perubahan dengan mengadaptasi perkembangan
yang ada.
b. Inovative change, dalam hal ini organisasi melakukan perubahan dengan mencoba
melakukan pembaharuan untuk diterapkan dalam organisasi dengan harapan dapat
meningkatkan kinerja organisasi.
c. Radically inovative change, dalam hal ini organisasi melakukan perubahan secara
radikal terhadap keseluruhan sistem yang ada dalam organisasi.

Setiap cara perubahan mempunyai tingkat resiko yang berbeda baik kompleksitas,
biaya, ketidakpastian dan potensial kegagalan terhadap perubahan. Bila menggunakan
adaptive change, maka resiko yang mungkin timbul sangat rendah, sebaliknya bila
menggunakan radically inovative change tingkat resiko tinggi.
Secara umum dalam menyusun struktur organisasi dikenal dua bentuk prosedur,
yaitu structure follows strategy dan strategy follows structure. Dalam penataan
kelembagaan di Indonesia strategy follows structure merupakan prosedur yang populer
dilakukan. Setiap kali organisasi baru dibentuk atau organisasi lama hendak dibenahi, yang
pertama dilakukan adalah membentuk struktur organisasi.

4.6.4. Sumber Daya Manusia


Sumber daya merupakan hal yang penting didalam sebuah organisasi dan menjadi
penggerak utama didalam usaha organisasi untuk mencapai tujuan. Sumber daya didalam
organisasi terbagi menjadi 5 jenis yang terangkum dalam 5 M yaitu:

IV - 39
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

1. Man (Sumber Daya Manusia)


2. Machine (Peralatan)
3. Material (Bahan Baku)
4. Money (Keuangan)
5. Methode (Tata Kerja/Manajemen)
Permasalahan utama sehubungan dengan sumber daya organisasi adalah masalah
kelangkaan, dimana sumber-sumber daya tersebut sangat terbatas jumlahnya sehingga
harus diberdayakan seefisien mungkin guna mencapai tujuan organisasi. Dengan kata lain,
penggunaan atau pengelolaan sumber daya harus dipergunakan secara efektif dan efisien.

4.6.5. Pelayanan Publik


Pelayanan adalah suatu kegiatan atau urutan kegiatan yang terjadi dalam interaksi
langsung antara seseorang dengan orang lain atau mesin secara fisik, dan menyediakan
kepuasan pelanggan (Lukman, 1999:6).
Pelayanan menurut Sianipar adalah: “Pelayanan adalah cara melayani, membantu
menyiapkan, mengurus, menyelesaikan keperluan, kebutuhan seseorang atau sekelompok
orang, artinya objek yang dilayaninya adalah individu, pribadi-pribadi (seseorang), dan
organisasi (sekelompok anggota organisasi)” (Sianipar, 1998:5)
Dalam Kamus Besar bahasa Indonesia dijelaskan pelayanan sebagai usaha untuk
melayani kebutuhan orang lain. Sedangkan pelayanan publik dalam Keputusan Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 63 Tahun 2003 didefinisikan sebagai segala
kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai
upaya pemenuhan kebutuhan penerimaan pelayanan maupun pelaksanaan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik,
pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan
kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang undangan bagi setiap warga
negara dan penduduk atas barang, jasa, dan / atau pelayanan administratif yang disediakan
oleh penyelenggara pelayanan publik
Dari definisi tersebut dapat diketahui pelayanan publik merupakan suatu kegiatan
yang dilakukan oleh instansi/aparat pemerintah sebagai upaya dalam pemenuhan
kebutuhan masyarakat, baik kebutuhan akan barang maupun jasa yang sesuai dengan
ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Ruang lingkup pelayanan publik oleh aparat
pemerintah meliputi:
1. Pelayanan Barang dan Jasa Publik, Pelayanan barang dan jasa publik meliputi:

IV - 40
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

a. Pengadaan dan penyaluran barang dan jasa publik yang dilakukan oleh instansi
pemerintah yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari anggaran
pendapatan dan belanja negara dan/atau anggaran pendapatan dan belanja daerah.
Secara teoritis, dalam hal ini hanya pemerintah saja yang melakukan pelayanan
publik.
b. Pengadaan dan penyaluran barang dan jasa publik yang dilakukan oleh suatu badan
usaha yang modal pendiriannya sebagian atau seluruhnya bersumber dari kekayaan
negara dan/atau kekayaan daerah yang dipisahkan.
c. Pengadaan dan penyaluran barang dan jasa publik yang pembiayaannya tidak
bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara atau anggaran pendapatan
dan belanja daerah atau badan usaha yang modal pendiriannya sebagian atau
seluruhnya bersumber dari kekayaan negara dan/ atau kekayaan daerah yang
dipisahkan, tetapi ketersediaannya menjadi misi negara
2. Pelayanan Administratif yang Diatur dalam Peraturan Perundang-Undangan, selain
pelayanan publik dalam pengadaan barang dan jasa, aparat pemerintah juga melakukan
pelayanan publik yang bersifat administratif, antara lain:
a. Tindakan administratif pemerintah yang diwajibkan oleh negara dan diatur dalam
peraturan perundang-undangan dalam rangka mewujudkan perlindungan pribadi,
keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda warga negara.
b. Tindakan administratif oleh instansi non pemerintah yang diwajibkan oleh negara dan
diatur dalam peraturan perundang-undangan serta diterapkan berdasarkan perjanjian
dengan penerima pelayanan.

Azas-Azas pelayanan publik sebagaimana dicantumkan dalam Pasal 4 Undang-


Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, bahwa dalam rangka upaya
memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat terdapat asas - asas yang harus
dijadikan pedoman dalam pelayanan publik oleh aparat pemerintah adalah sebagai berikut:
1. Kepentingan umum, pemberian pelayanan tidak boleh mengutamakan kepentingan
pribadi dan/ atau golongan.
2. Kepastian hukum, jaminan terwujudnya hak dan kewajiban dalam penyelenggaraan
pelayanan.
3. Kesamaan hak, pemberian pelayanan tidak membedakan suku, ras, agama, golongan,
gender, dan status ekonomi.
4. Keseimbangan hak dan kewajiban, pemenuhan hak harus sebanding dengan
kewajiban yang harus dilaksanakan, baik oleh pemberi maupun penerima pelayanan.

IV - 41
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

5. Keprofesionalan, pelaksana pelayanan harus memiliki kompetensi yang sesuai


dengan bidang tugas.
6. Partisipatif, peningkatan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan
dengan memperhatikan aspirasi, kebutuhan, dan harapan masyarakat.
7. Persamaan perlakuan/ tidak diskriminatif, setiap warga negara berhak memperoleh
pelayanan yang adil.
8. Keterbukaan, setiap penerima pelayanan dapat dengan mudah mengakses dan
memperoleh informasi mengenai pelayanan yang diinginkan.
9. Akuntabilitas, proses penyelenggaraan pelayanan harus dapat dipertanggung
jawabkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
10. Fasilitas dan perlakuan khusus bagi kelompok rentan, pemberian kemudahan
terhadap kelompok rentan sehingga tercipta keadilan dalam pelayanan.
11. Ketepatan waktu, penyelesaian setiap jenis pelayanan dilakukan tepat waktu sesuai
dengan standar pelayanan.
12. Kecepatan, kemudahan dan keterjangkauan, setiap jenis pelayanan dilakukan secara
cepat, mudah, dan terjangkau.

Upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan kepuasan masyarakat,


Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dengan mendasarkan pada prinsip
pelayanan sebagaimana telah ditetapkan dalam Keputusan MenPAN Nomor 63 Tahun
2003, dikembangkan menjadi 14 unsur yang “relevan, valid, dan variabel” yang kemudian
menjadi unsur minimal yang harus ada dalam pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat
(Keputusan MenPAN Nomor 25 Tahun 2004) adalah sebagai berikut
1. Prosedur pelayanan, Kemudahan tahapan pelayanan yang diberikan kepada
masyarakat dilihat dari sisi kesederhanaan alur pelayanan.
2. Persyaratan pelayanan, Persyaratan teknis dan administratif yang diperlukan untuk
mendapatkan pelayanan sesuai dengan jenis pelayanan.
3. Kejelasan petugas pelayanan, Keberadaan dan kepastian petugas yang memberikan
pelayanan (nama, jabatan, serta kewenangan dan tanggung jawab)
4. Kedisiplinan petugas pelayanan, Kesungguhan petugas dalam memberikan pelayanan
terutama terhadap konsistensi waktu kerja sesuai ketentuan yang berlaku.
5. Tanggung jawab petugas pelayanan, Kejelasan wewenang dan tanggung jawab
petugas dalam penyelenggaraan dan penyelesaian pelayanan.
6. Kemampuan petugas pelayanan, Tingkat keahlian dan ketrampilan yang dimiliki
petugas dalam memberikan atau menyelesaikan pelayanan kepada masyarakat.

IV - 42
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

7. Kecepatan pelayanan, Target waktu pelayanan dapat diselesaikan dalam waktu yang
telah ditentukan oleh unit penyelanggara pelayanan.
8. Keadilan mendapatkan pelayanan, Pelaksanaan pelayanan dengan tidak
membedakan golongan / status masyarakat yang dilayani
9. Kesopanan dan keramahan petugas, Sikap dan perilaku petugas dalam memberikan
pelayanan kepada masyarakat secara spontan dan ramah serta saling menghargai
dan menghormati.
10. Kewajaran biaya pelayanan, Keterjangkauan masyarakat terhadap besarnya biaya
yang ditetapkan oleh unit pelayanan.
11. Kepastian biaya pelayanan, Kesesuaian antara biaya yang dibayarkan dengan biaya
yang telah ditetapkan.
12. Kepastian jadwal pelayanan, Pelaksanaan waktu pelayanan sesuai dengan ketentuan
yang telah ditetapkan.
13. Kenyamanan pelayanan, Kondisi sarana dan prasarana pelayanan yang bersih, rapi,
dan teratur sehingga dapat memberikan rasa nyaman kepada penerima pelayanan.
14. Keamanan pelayanan, Terjaminya tingkat keamanan lingkungan unit penyelenggara
pelayanan ataupun sarana yang digunakan, sehingga masyarakat merasa tenang
untuk mendapatkan pelayanan terhadap resiko-resiko yang diakibatkan dari
pelaksanaan pelayanan.

Pada prinsipnya filosofi terbitnya Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang


Pelayanan Publik adalah bahwa:
a. Kewajiban negara untuk memberikan pelayanan setiap warga negaranya dalam rangka
memenuhi hak dan kebutuhan dasarnya.
b. Perlunya penegasan atas hak dan kewajiban warga negara serta wujud tanggung jawab
negara dan korporasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik
c. Pentingnya peningkatan kualitas dan penjaminan penyediaan pelayanan publik sesuai
dengan asas-asas umum pemerintahan dan korporasi yang baik serta perlindungan bagi
setiap warga negara dan penduduk dari penyalahgunaan wewenang di dalam
penyelenggaraan pelayanan publik.

Pelayanan Publik didefinisikan sebagai kegiatan dan rangkaian kegiatan dalam


rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan
bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan atau pelayanan administrasi
yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Penyelenggara pelayanan publik

IV - 43
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

adalah setiap institusi penyelenggaraan negara, korporasi lembaga independen yang


dibentuk berdasarkan Undang-undang untuk kegiatan pelayanan publik dan badan hukum
lain yang dibentuk semata-mata untuk kegiatan pelayanan publik.
Dalam Kepmenpan Nomor 63/KEP/M.PAN/2003 tentang Pedoman Umum
Penyelenggaraan Pelayanan Publik, dinyatakan bahwa hakekat pelayanan publik adalah
pemberian pelayanan prima kepada masyarakat yang merupakan perwujudan kewajiban
pemerintah kepada masyarakat. Penyelenggaraan pelayanan publik berasaskan:
a. Kepentingan umum, artinya bahwa pemberian pelayanan tidak boleh mengutamakan
kepentingan pribadi dan/atau golongan.
b. Kepastian hukum, artinya bahwa jaminan terwujudnya hak dan kewajiban dalam
penyelenggaraan pelayanan.
c. Kesamaan hak, artinya bahwa pemberian pelayanan tidak membedakan suku, ras,
agama, golongan, gender, dan status ekonomi.
d. Keseimbangan hak dan kewajiban, artinya bahwa pemenuhan hak harus sebanding
dengan kewajiban yang harus dilaksanakan, baik oleh pemberi maupun penerima
pelayanan.
e. Keprofesionalan, artinya bahwa pelaksana pelayanan harus memiliki kompetensi yang
sesuai dengan bidang tugas.
f. Partisipatif, artinya bahwa Peningkatan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan
pelayanan dengan memperhatikan aspirasi, kebutuhan, dan harapan masyarakat.
g. Persamaan perlakuan/tidak diskriminatif, artinya bahwa setiap warga negara berhak
memperoleh pelayanan yang adil.
h. Keterbukaan, artinya bahwa setiap penerima pelayanan dapat dengan mudah
mengakses dan memperoleh informasi mengenai pelayanan yang diinginkan.
i. Akuntabilitas, artinya bahwa proses penyelenggaraan pelayanan harus dapat
dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
j. Fasilitas dan perlakuan khusus bagi kelompok rentan, artinya bahwa pemberian
kemudahan terhadap kelompok rentan sehingga tercipta keadilan dalam pelayanan.
k. Ketepatan waktu, artinya bahwa penyelesaian setiap jenis pelayanan dilakukan tepat
waktu sesuai dengan standar pelayanan.
l. Kecepatan, kemudahan, dan keterjangkauan, artinya bahwa setiap jenis pelayanan
dilakukan secara cepat, mudah, dan terjangkau.

IV - 44
Cv. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

PROYEKSI KEBUTUHAN AIR

5.1. RENCANA PEMANFAATAN RUANG


5.1.1. Rencana Struktur Tata Ruang Provinsi
Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kalimantan Utara tertuang dalam
Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Utara Nomor 1 Tahun 2017. Rencana Struktur
tata ruang Provinsi Kalimantan Utara ditetapkan dengan tujuan untuk meningkatkan
pelayanan pusat kegiatan, meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan jaringan
prasarana.
A. Sistem Perkotaan
Sistem perkitaan sebagaimana yang dimaksud dalam pasa 13 adalah terdiri
dari pusat kegiatan perkotaan dan fungsi pelayanan. Pusat kegiataan
perkotaan meliputi pusat kegiatan nasional (PKN) yang berbasis di Kota
Tarakan, Pusat kegiatan wilayah (PKW) meliputi di Tanjung Selor, Nunukan,
Tau Lumbis, Malinau Kota, dan Tideng pale. Pusat kegiatan wilayah promosi
meliputi sungai nyamuk di pulau sebatik. Sementara itu, pusat kegiatan
strategis nasional (PKSN) terdiri dari Long Midang di Nunukan, Tau Lumbis
dan Seimanggaris di Kab. Nunukan, Long Nawang di Kab. Malinau dan Kota
Tarakan.
B. Rencana Pola ruang Provinsi Kalimantan Utara
Pola ruang Provinsi Kalimantan Utara ditetapkan dengan tujuan untuk
mengoptimalkan pemanfaatan ruang sesuai dengan peruntukannya sebagai
kawasan lindung, kawasan budi daya dan kawasan hutan adat berdasarkan
daya dukung dan daya tampung lingkungan. Rencana pola ruang wilayah
provinsi terdiri dari rencana kawasan lindung, kawasan budidaya, kawasan
hutan adat.
(1) Kawasan Hutan Lindung
Dalam rencana kawasan Hutan Lindung, Kota Tarakan memiliki peranan
yang cukup penting. Wilayah Kota Tarakan termasuk dalam kawasan yang

V-1
Cv. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

memberikan perlindungan untuk kawasan Hutan Lindung, yaitu sebagai


kawasan resapan air.
(2) Kawasan Perlindungan setempat.
Dalam rencana kawasan perlindungan setempat, Kota Tarakan memiliki
peranan yang cukup penting. Wilayah Kota Tarakan termasuk dalam
kawasan yang memberikan perlindungan untuk kawasan sepadan pantai,
yaitu sebagai kawasan yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan
eksistensi kawasan permukiman penduduk lokal, kawasan pelabuhan,
kawasan pariwisata dan olahraga pantai dan kawasan pertahanan dan
keamanan. Kemudian Kota Tarakan memiliki peranan penting dalam
kawasan sekitar danau atau waduk dimana Kota Tarakan mengelola
beberapa embung dan waduk di Wilayah Pulau Tarakan sebagai sumber
air baku.
(3) Kawasan Suaka Alam, Kawasan Pantau Berhutan Bakau, Kawasan Taman
Hutan Raya, dan Kawasan Cagar Budaya dan ilmu pengetahuan. Kota
Tarakan berperan penting dalam mengelola kawasan suaka alam laut,
kawasan taman hutan raya, kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan.

5.1.2. Fungsi Kawasan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Tarakan
5.1.2.1. Ruang Lingkup Substansi RTRW Kota Tarakan

Rencana tata ruang Kota Tarakan merunut pada Peraturan Daerah Nomor 4
Tahun 2012 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Tarakan 2012-2032. Ruang
lingkup substansi RTRW Kota Tarakan ini meliputi, Tujuan, Kebijakan, dan Strategi
Penataan Ruang; Rencana Struktur Ruang Wilayah; Rencana Pola Ruang Wilayah;
Penetapan Kawasan Strategis Kota; Arahan Pemanfaatan Ruang; dan Ketentuan
Pengendalian Pemanfaatan Ruang. Arahan kebijakan dan Strategi Penataan ruang di
Wilayah Kota Tarakan bertujuan untuk mewujudkan Kota Tarakan sebagai kota pusat
perdagangan dan jasa serta pusat pelayanan umum yang berkualitas menuju
masyarakat yang berdaya saing tinggi dan sejahtera dengan memperhatikan aspek
lingkungan hidup demi keberlanjutan pembangunan.
Rencana struktur ruang wilayah daerah Kota Tarakan meliputi rencana sistem
pusat kegiatan, rencana sistem jaringan prasarana utama dan prasana lainnya.
Rencana sistem pusat kegiatan terdiri atas PPK; Sub PPK; dan Pusat Lingkungan.

V-2
Cv. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

A. Rencana Sistem Perkotaan di Kota Tarakan


Rencana pengembangan perkotaan di Kota Tarakan ditetapkan Rencana Tata
Ruang Wilayah Kota Tarakan 2012-2032. Dalam RTRW ini, penetapan arah
pengembangan ditujukan agar penanganan dan pengembangan kawasan perkotaan
berjalan sesuai karakteristik dan kandungan lokal di setap masing-masing daerah.
Sistem penetapan kawasan perkotaan di Kota Tarakan akan menggunakan
pendekatan secara konseptual sesuai teori dari ahli tata ruang. Menurut Undang-
undang No. 26 Tahun 2007, Kawasan perkotaan adalah wilayah yang mempunyai
kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat
permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintah,
pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi. Berdasarkan definisi yang tercantum dalam
Undang-undang, Kota Tarakan akan memiliki fungsi permukiman penduduk, distribusi
jasa layanan pemerintah, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.
Kota Tarakan merupakan kota yang berada dalam satu pulau. Fungsi-fungsi
perkotaan dalam Kota Tarakan juga beririsan dengan fungsi-fungsi yang lain. Fungsi
lain yang ada di Kota Tarakan bagian tengah pulau berupa kawasan lindung dan
kawasan budidaya. Kawasan lindung Kota Tarakan berupa hutan yang berada pada
elevasi tanah +20 meter di atas permukaan laut. Hutan ini berfungsi sebagai daerah
tangkapan hujan dalam siklus hidrologi. Kota Tarakan juga dipengaruhi oleh iklim laut,
sehingga pembentukan awan hujan juga dapat terjadi ketika musim kemarau. Hal ini
membuat ketersediaan air dapat terus terjaga karena air selalu terisi kembali melalui
proses presipitasi hujan dan perkolasi di tanah.
Rencana kawasan lindung dan konservasi lingkungan disesuaikan dengan RTRW
Kota Tarakan. Pada bab II sebelumnya, kawasan-kawasan yang ditetapkan sebagai
hutan lindung berlokasi di empat Kecamatan. Hal ini ada kaitannya dengan daerah
konservasi air tanah dan daerah aliran sungai di Kota Tarakan. Kota Tarakan perlu
membuat batasan yang jelas untuk kawasan yang berfungsi sebagai wilayah
konservasi air tanah sebagai cadangan penyediaan air minum. Empat wilayah
konservasi tanah ini yaitu:
1. Konservasi Mangrove yang berada menyebar di sepanjang Pulau Tarakan
2. Konservasi Mutlak yang berada relatif di kawasan Hutan Lindung (bagian utara
dan tengah) Kota Tarakan
3. Konservasi Pemanfaatan yang berada di bagian Barat dan Timur Kota Tarakan
4. Konservasi Penyangga yang berada di antara konservasi mutlak dan
pemanfaatannya.

V-3
Cv. Artha Gemilang Engineering Laporan Antara

Gambar 5.1 Peta Tata Guna Lahan Kota Tarakan


Sumber: RTRW Kota Tarakan, 2010 - 2030

V-4
Cv. Artha Gemilang Engineering Laporan Antara

Gambar 5.2 Peta Konservasi Air Tanah Kota Tarakan


Sumber: RTRW Kota Tarakan, 2010 - 2030

V-5
Cv. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Berdasarkan peta 5.1. pengembangan hutan lindung di Kota Tarakan perlu


diberi batas yang jelas. Hal ini bertujuan untuk menghindari alih fungsi lahan di
masa mendatang. Alih fungsi lahan dari hutan menjadi bukaan lahan, baik untuk
pertanian, perkebunan dan hutan industri akan mengurangi serapan air ke dalam
tanah dari 95% serapan plus 5% run off menjadi 60% serapan dan 40% run off.
Berikut ini merupakan rincian koefisien serapan dan limpasan air hujan yaitu:

Tabel V.1 Koefisien serapan dan limpasan air hujan berdasarkan jenis permukaan dan
tata guna lahan

No Tata Guna Lahan Koefisien Koefisien


serapan limpasan
1 Hutan dan ruang terbuka hijau
a. Tanah pasir, slope 2% 0,90 – 0,95 0,05 – 0,10
b. Tanah pasir, slope 2 - 7% 0,85 – 0,90 0,10 – 0,15
c. Tanah pasir, slope >7% 0,80 – 0,85 0,15 – 0,20
2 Bisnis
a. Pusat Kota 0,05 – 0,25 0,75 – 0,95
b. Daerah urban 0,30 – 0,50 0,50 – 0,70
3 Perumahan
a. Kepadatan 20 rumah/ha 0,40 – 0,50 0,50 – 0,60
b. Kepadatan 20 – 60 rmh/ha 0,20 – 0,40 0,60 – 0,80
c. Kepadatan 60 – 160 rmh/ha 0,10 – 0,30 0,70 – 0,90
4 Daerah industri
a. Industri ringan 0,20 – 0,50 0,50 – 0,80
b. Industri berat 0,10 – 0,40 0,60 – 0,90
5 Daerah pertanian dan perkebunan
a. Pertanian 0,45 – 0,55 0,45 – 0,55
b. Perkebunan 0,70 – 0,80 0,20 – 0,30
6 Kategori lain-lain
a. Tanah pekuburan 0,50 – 0,90 0,10 – 0,50
b. Taman bermain 0,65 – 0,80 0,20 – 0,35
c. Jalan Aspal 0,15 – 0,30 0,70 – 0,95
d. Jalan Beton 0,05 – 0,20 0,80 – 0,95
e. Jalan Batu 0,15 – 0,30 0,70 – 0,85

Sumber: Suripin, 2004

V-6
Cv. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Koefisien limpasan ini akan mempengaruhi debit banjir tahunan di suatu


daerah. Semakin tinggi lahan yang dibuka untuk tujuan tertentu maka, limpasan
hujan secara langsung akan semakin besar. Hal ini akan mengurangi daya
tampung dan daya dukung lingkungan suatu kawasan. Sebagai contoh
pembukaan lahan hutan dengan kebijakan alih fungsi lahan. Pertama-tama lahan
akan dibuka menjadi kawasan pertanian dan perkebunan. Seiring perjalan waktu
akan ada pembangunan kawasan permukiman yang jarang-jarang di daerah
tersebut. Setelah kawasan permukiman terbangun, pemerintah akan
meningkatkan fungsi sarana dan prasarana di daerah berkembang dengan
pembangunan infrastruktur jalan, jembatan dan sarana pendukung lainnya. Hal ini
menjadikan daerah tersebut menjadi daerah baru yang potensial bagi investor.
Kemudian, lahan pertanian dibeli oleh pengembang perumahan (investor) dan
menjadi kawasan terbangun maka, serapan air akan berkurang lagi menjadi 30%
serapan dan 70% run off. Itupun jika perumahan menerapkan keberadaan ruang
terbuka hijau di fasos dan fasum serta adanya sumur resapan setiap rumah. Jika
kawasan perumahan termasuk dalam kepadatan tinggi dan tidak ada lahan untuk
meresapkan air ke tanah, serapan akan menjadi 5% saja dan run off sebesar 95%.
Hal ini akan sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Suripin (2004).

Berdasarkan peta tata guna lahan Kota Tarakan, pengembangannya kota


diarahkan menuju daerah pesisir. Kawasan bagian tengah pulau Tarakan
diarahkan menjadi kawasan lindung dan konservasi air tanah. Kawasan ini
membentang dari utara hingga selatan Kota Tarakan. Dominasi air sungai berdebit
besar berhulu pada daerah perbukitan bagian tengah Kota Tarakan. Kawasan
hutan lindung ini memiliki luas lahan sebesar 6.998,03 Ha berlokasi di empat
kecamatan yaitu:

1. Kecamatan Tarakan Barat terdapat di Kelurahan Karanganyar


2. Kecamatan Tarakan Tengah terdapat di Kelurahan Kampungsatuskip
3. Kecamatan Tarakan Timur terdapat di Kelurahan Kampungenam
4. Kecamatan Tarakan Utara terdapat di Kelurahan Juatalaut, Kelurahan
Juatakerikil dan Kelurahan Juatapermai.

Jika kawasan-kawasan ini dilihat dari peta, kelurahan-kelurahan yang


disebutkan di atas sebagian besar wilayahnya memiliki fungsi sebagai kawasan
hutan lindung. Kecamatan Tarakan Utara dan Tarakan Tengah mendominasi
sebagai daerah yang terlingkupi hutan lindung.

V-7
Cv. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 5.3 Peta Daerah Imbuhan dan Lepasan Air Kota Tarakan
Sumber: RTRW Kota Tarakan, 2010 - 2030

V-8
Cv. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Kota Tarakan memiliki data Daerah Aliran Sungai (DAS). Data DAS ini
merupakan data konsolidasi dari seluruh DAS yang ada di Kota Tarakan. Data
DAS ini merupakan data debit ANDAL dari sungai dengan asumsi arah
pengembangan Kota Tarakan sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah
Tahun 2010 – 2030. Berikut ini rincian data DAS di Kota Tarakan yaitu:

Tabel V.2 Data Daerah Aliran Sungai Kota Tarakan


Potensi Debit untuk
Luas DAS Panjang Debit DAS
No Nama DAS Pemanfaatan penggelontor
(Km2) DAS (Km)1 (Liter/detik)1 (Liter/detik)2
(Liter/detik)2
1 DAS Maya 17,744 1,736.6 1.316 526 790
2 DAS Mangatal 12,008 204.4 910 364 546
3 DAS Mankepio 2,503 30.4 731 292 439
4 DAS Siabui 8,035 749.9 1.789 715 1.074
5 DAS Keterangan 3,556 373.0 1.506 602 904
6 DAS Indulung 36,406 1,787.0 579 231 348
7 DAS Binalatung 23,981 15,193.9 1.973 789 1.184
8 DAS Merarang 7,210 899.7 373 149 224
9 DAS Kuli 4,030 4,399.6 334 133 201
10 DAS Amal Baru 3,349 3,317.4 303 121 182
11 DAS Batu Mapan 3,309 3,996.5 274 109 165
12 DAS Slipi 2,866 3,227.0 126 50 76
13 DAS Bunyu Mambulua 3,053 3,070.4 177 71 106
14 DAS Mantogog 4,115 1,671.6 432 173 259
15 DAS Karungan 8,050 1,817.3 616 246 370
16 DAS Ngingitan 2,462 1,201.8 204 81 123
17 DAS Pamusian Buaya 21,281 9,271.9 2.080 832 1.248
18 DAS Sebengkok 1,642 329.7 165 66 99
19 DAS Selumit 1,813 2,061.8 147 59 88
20 DAS Karanganyar 5,290 7,917.7 493 197 296
21 DAS Sesanip 12,285 9,371.1 583 233 350
22 DAS Persemaian 18,333 12,043.3 1.290 516 74
23 DAS Bengawan 17,522 5,955.8 1.080 432 648
24 DAS Belalung 10,955 3,876.7 850 340 510
25 DAS Bunyu 8,428 4,528.4 662 265 397
26 DAS Semunti Besar 9,973 4,198.9 784 313 471
Total 250,199 103.231,8 19.777 7.911 11.866
Sumber: 1. PDAM Kota Tarakan, 2017; 2. Analisis Konsultan, 2019

V-9
Cv. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Berdasarkan data DAS Kota Tarakan, debit terbesar ada di DAS Pamusian Buaya
dengan debit mencapai 2.080 Liter per detik. Debit sungai lainya yang juga besar dan
menembus angka ribuan yaitu DAS Bengawan, DAS Persemaian, DAS Binalatung, DAS
Siabui, DAS Keterangan, DAS Maya. Daerah aliran sungai lainnya berada di bawah 1.000
Liter per detik. Potensi debit DAS ini dapat dijadikan air baku. Namun, ada batasan debit
sadapan yang boleh diambil dari sumber air permukaan. Alokasi sebesar 40% merupakan
debit maksimum yang dapat diambil. Sisanya sebesar 60% dibiarkan mengalir begitu saja
sebagai aliran penggelontor sungai dan pendukung kehidupan akuatik sungai. Hal itu
hanya berlaku untuk sungai yang manfaatnya sebagai drainase saja. Jika sungai juga
dimanfaatkan untuk pertanian, perikananan keramba dan transportasi maka, perlu adanya
persentase pembagian air. Persentase pembagian air ini harus berkoordinasi dengan
Dinas terkait. Dinas yang dimaksud yaitu Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian,
Dinas Pekerjaan dan Tata Ruang Bidang Manajemen Sumber Daya Air dengan pihak
pemanfaat sumber daya air permukaan.
Debit sungai ada hubungannya dengan tata guna lahan. Data debit tersebut hanya
berlaku jika Pemerintah Kota Tarakan benar-benar dapat mengontrol arah perkembangan
kota untuk tidak sampai membuka kawasan lindung. Permukiman di daerah pedalaman
perlu dikontrol dalam hal kepemilikan lahan. Hal ini untuk mempertahankan fungsi
kawasan lindung sebagai daerah imbuhan air. Contoh sederhana estimasi debit sungai
jika terjadi alih fungsi lahan sebagai berikut:
 Asumsi dasar lahan tertutup hutan lindung
 Koefisien run off dari tabel tata guna lahan permukiman diambil 0,5 (50%)
 Imbuhan air ke dalam tanah sebagai sumber air sungai 0,95 (95%)
 Debit sungai contoh diambil adalah Sungai Bengawan 1.080 Liter/detik
 Alih fungsi lahan 30% di kawasan imbuhan untuk permukiman dan 70% tetap
Perhitungan
1. Langkah pertama, hitung alih fungsi lahan
Semula nilai lahan 100% untuk imbuhan air DAS Bengawan, berubah menjadi
30% berubah menjadi permukiman dengan koefisien 0,5 dan lahan lindung tersisa
70% dengan koefisien 0,95, maka besar daerah imbuhan yang hilang adalah
= ∗ ,
= . ∗ ,
= .
= .

V - 10
Cv. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

2. Langkah kedua, hitung debit limpasan yang hilang


Semula debit ANDAL sungai merupakan simpanan air yang berada di kawasan
hutan lindung. Debit ini merupakan debit rata-rata aliran air sungai. Jika terjadi alih
fungsi lahan maka, debit limpasan yang hilang adalah
= ∗ ∗
.
= . ∗ , ∗
.

3. Langkah ketiga, hitung debit sungai di musim kemarau setelah dikurangi limpasan
Perhitungan contoh untuk debit sungai Bengawan, ketika sungai ini masuk musim
kemarau dikurangi debit limpasan yang hilang (tidak terimbuh ke dalam tanah
karena alih fungsi lahan) adalah:
= −

= . −

4. Langkah keempat, hitung debit sadapan maksimum yang diperbolehkan


Sungai telah mengalami penurunan debit sesuai langkah ketiga, tentunya hal ini
akan mengurangi debit sadapan untuk instalasi pengolah air minum, jika
persentase yang diperbolehkan sebesar 40% yaitu:
= ∗ ,

= ∗ ,

5. Langkah kelima, hitung kehilangan potensi debit sadapan


Potensi debit sadapan berkurang sebagai akibat alih fungsi lahan, maka potensi
manfaat yang hilang adalah:
= −

= −

= .

Kehilangan potensi debit sadapan ini baru akan dirasakan ketika masuk musim
kemarau, sedangkan musim penghujan akan terjadi penambahan limpasan air.

V - 11
Cv. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

B. Pembagian Fungsi Kawasan Perkotaan di Kota Tarakan


Sesuai arahan pengembangan kawasan lindung, Kota Tarakan akan dibagi-bagi
dalam fungsi kawasan yang mendukung arah pengembangan kota. Arahan
pengembangan agar sesuai dengan keberlanjutan perlindungan kawasan lindung dan
daerah konservasi air tanah maka, pusat-pusat pelayanan kawasan akan disesuaikan
dengan tata guna lahan dan pola ruang. Berikut ini pusat-pusat pelayanan yang ada di
Kota Tarakan yaitu:
1. Pusat Pelayanan Kawasan
Pusat Pelayanan Kawasan (PPK) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri
atas: a. Kelurahan Karang Anyar sebagai PPK Kota Lama yang wilayah pelayanannya
meliputi Kecamatan Tarakan Barat, Kecamatan Tarakan Tengah dan Kecamatan
Tarakan Timur, dengan arahan pengembangan fungsi primer pemerintahan,
perdagangan dan jasa, pertahanan keamanan, pariwisata, serta pendidikan; dan fungsi
sekunder permukiman; b. Kelurahan Juata Permai sebagai PPK Kota Baru yang
wilayah pelayanannya meliputi Kecamatan Tarakan Utara, dengan arahan
pengembangan fungsi primer pemerintahan, pariwisata, perdagangan dan jasa; serta
fungsi sekunder permukiman.
2. SUB Pusat Pelayanan Kawasan
Sub PPK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b yaitu Karang Anyar Pantai di
Kelurahan Karang Anyar Pantai, Mamburungan di Kelurahan Mamburungan, Pantai
Amal Baru di Kelurahan Pantai Amal, Juata Laut dan Tanjung simaya di Kelurahan
Juata Laut, dan Juata Kerikil di Kelurahan Juata Kerikil. Sub Pusat merupakan
kawasan yang melayani fungsi-fungsi pemerintahan penyangga dari primer. Berikut
juga untuk fasilitas pendidikan, perdagangan dan jasa, pariwisata, serta fungsi
sekunder pengembangan permukiman. Sub pusat ini menyediakan fungsi pelayanan di
daerah supaya masyarakat tidak perlu datang menuju kota dan sudah ada fasilitas
yang melayani mereka di tempat asal mereka atau tempat yang terdekat dengan
mereka tinggal.
3. Pusat Pelayanan Lingkungan
Pusat Pelayanan Lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c diarahkan
Kelurahan Karang Anyar, Kelurahan Lingkas Ujung, Kampung amal lama di Kelurahan
Pantai Amal, Tanjung selayung di Kelurahan Juata Laut, Tanjung binalatung di
Kelurahan Pantai Amal dan Tanjung Juata di Kelurahan Juata Laut. Pusat-pusat ini
berfungsi melayani berfungsi melayani kegiatan antar kelurahan di Kota Tarakan.
Pusat pelayanan ini tidak diarahkan menjadi daerah perdagangan, industri dan jasa.

V - 12
Cv. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 5.4 Peta Rencana Pola Ruang Kota Tarakan


Sumber: RTRW Kota Tarakan, 2010 - 2030

V - 13
Cv. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 5.5 Peta Penyusunan Strategi Pembangunan dan Permukiman Kota Tarakan
Sumber: RTRW Kota Tarakan, 2010 - 2030

V - 14
Cv. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

5.2. RENCANA DAERAH PELAYANAN


Rencana wilayah pelayanan SPAM Kota Tarakan meliputi sebagian wilayah
perkotaan Kota Tarakan. Wilayah pelayanan SPAM Kota Tarakan ditentukan berdasarkan
rekomendasi dari PDAM, dengan mempertimbangkan RTRW Kota Tarakan dan Acuan
RTRW Provinsi terkait pusat kegiatan nasional di wilayah Tarakan. Wilayah yang
ditetapkan sebagai wilayah teknis termasuk dalam wilayah perkotaan dalam Rencana
Tata Ruang Wilayah. Wilayah Pelayanan di Kota Tarakan dapat dijelaskan sebagai
berikut:

5.2.1. Wilayah Pelayanan Kota Tarakan


Rencana pengembangan SPAM Kota Tarakan untuk wilayah pelayanan Kota
Tarakan meliputi 4 Kecamatan, yaitu Kecamatan Tarakan Barat, Tarakan Tengah,
Tarakan Timur dan Tarakan Utara. Rencana wilayah pelayanan tersebut merupakan
wilayah yang pelayanan eksisting yang dikelola oleh PDAM Kota Tarakan.
Wilayah rencana pelayanan SPAM Kota Tarakan meliputi 4 Kecamatan, yaitu :
1. Kecamatan Tarakan Barat, meliputi :
a. Kel. Karang Anyar
b. Kel. Karang Anyar Pantai
c. Kel. Karang Balik
d. Kel. Karang Harapan
e. Kel. Karang Rejo
2. Kecamatan Tarakan Timur, meliputi :
a. Kel. Gunung Lingkas
b. Kel. Lingkas Ujung
c. Kel. Kampung 4
d. Kel. Kampung 6
e. Kel. Mamburungan
f. Kel. Mamburungan Timur
g. Kel. Pantai Amal
3. Kecamatan Tarakan Tengah, Meliputi;
a. Kel. Kampung 1 Skip
b. Kel. Pamusian
c. Kel. Sebengkok
d. Kel. Selumit
e. Kel. Selumit Pantai

V - 15
Cv. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

4. Kecamatan Tarakan Utara


a. Kel. Juata Kerikil
b. Kel. Juata Permai
c. Kel. Juata Laut
Rencana jangka pendek, menengah dan panjang terkait pelayanan air Perumda
Kota Tarakan merencanakan membentuk 3 wilayah operasional yaitu wilayah I meliputi
IPA Kp Bugis dan Persemaian, Wilayah II meliputi Kapung Satu dan Amal dan Wilayah III
merupakan wilayah pelayanan Juata laut dan Utara. Penduduk Kota Tarakan
berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2018 dari Kota Tarakan Dalam Angka 2019
sebanyak 262.025 jiwa yang terdiri atas 137.101 jiwa penduduk laki-laki dan 124.924 jiwa
penduduk perempuan. Jumlah penduduk yang termasuk dalam wilayah pelayanan
tersebut sebesar 262.025 jiwa. Namun sebagian penduduk sudah mendapat pelayanan
PDAM, yaitu sebesar 61,25% atau 26.661 SR.

5.3. PROYEKSI JUMLAH PENDUDUK


Data kependudukan memiliki kedudukan yang sangat penting. Pengguna data
kependudukan, khususnya para perencana dan pengambil kebijakan sangat
membutuhkan data penduduk yang berkesinambungan dari tahun ke tahun. Seperti
diketahui, semua rencana pembangunan perlu ditunjang dengan data jumlah penduduk,
persebaran dan susunannya menurut kelompok umur penduduk yang relevan dengan
rencana tersebut. Data yang diperlukan tidak hanya terkait keadaan pada waktu rencana
disusun, tetapi juga informasi masa lampau dan lebih penting lagi informasi perkiraan
pada waktu yang akan datang.
Proyeksi penduduk adalah suatu perhitungan ilmiah penduduk dimasa mendatang
berdasarkan asumsi-asumsi komponen pertumbuhan penduduk pada tingkat tertentu,
yang hasilnya akan menunjukan karakteristik penduduk, kelahiran, kematian dan migrasi.
Proyeksi jumlah penduduk ini diperlukan untuk menghitung pertambahan nilai penduduk
sampai akhir tahun perencanaan. Namun demikian, sumber data penduduk hanya
tersedia secara periodik, yaitu Sensus Penduduk (SP) pada tahun-tahun yang berakhiran
dengan angka 0 (nol) dan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) pada pertengahan
dua sensus atau tahun-tahun yang berakhiran dengan angka 5 (lima).
Proyeksi penduduk merupakan perhitungan ilmiah yang didasarkan pada asumsi
dari komponen-komponen laju pertumbuhan penduduk, yaitu kelahiran, kematian, dan
perpindahan. Ketiga komponen inilah yang menentukan besarnya jumlah penduduk dan
struktur umur penduduk di masa yang akan datang. Untuk menentukan masing-masing

V - 16
Cv. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

asumsi diperlukan data yang menggambarkan tren di masa lampau hingga saat ini,
faktor-faktor yang mempengaruhi komponen komponen itu, dan hubungan antara satu
komponen dengan yang lain termasuk target yang diharapkan tercapai pada masa yang
akan datang. Dalam menentukan metode proyeksi dilakukan analisis secara matematis
dan analisis dengan melihat pada rencana pengembangan kota. Analisis matematis
dilakukan dengan menghitung standar deviasi, rata-rata, koefisien variansi dan koefisien
korelasinya. Analisis dengan melihat pada rencana pengembangan kota dilakukan
dengan meninjau rencana tata ruang wilayah (RTRW) daerah perencanaan.
Pertumbuhan penduduk merupakan faktor utama dalam kepentingan perencanaan
dan perancangan serta evaluasi penyediaan air minum. Kebutuhan akan air bersih akan
semakin meningkat sesuai dengan peningkatan jumlah penduduk. Untuk itu dalam
perencanaan kebutuhan air minum pada masa yang akan datang diperlukan proyeksi
penduduk dari daerah perencanaan tersebut.
Untuk menentukan proyeksi kebutuhan air minum, terlebih dahulu harus
memproyeksikan jumlah penduduk daerah perencanaan sampai dengan akhir periode
desain (tahun 2039). Proyeksi penduduk dilakukan dengan menggunakan pendekatan
Metode Linier sesuai dengan arahan penggunaan proyeksi dari dokumen BPS Kota
Tarakan Tahun 2018. Metode linier digunakan menggunakan pendekatan rumus sebagai
berikut ini:
= 0 + (1 + )
Di mana:
Pt = Jumlah Penduduk pada Tahun t
P0 = Jumlah Penduduk tahun awal
r = Laju Pertumbuhan Penduduk
t = Periode waktu antara tahun dasar dan tahun t (dalam tahun)
Berikut ini jumlah penduduk 5 tahun terakhir di masing-masing kecamatan di Kota
Tarakan Provinsi Kalimantan Utara.
Tabel V.1.
Jumlah Penduduk di Kota Tarakan
Jumlah Penduduk (Jiwa)
No Kecamatan/Kelurahan
2014 2015 2016 2017 2018
1 Kecamatan Tarakan Barat
a Karang Rejo 8.051 8.346 8.651 8.964 9.282
b Karang Balik 9.257 9.596 9.948 10.307 10.674
c Karang Anyar 32.404 33.593 34.821 36.081 37.362
d Karang anyar Pantai 20.969 21.738 22.583 23.349 24.179
e Karang Harapan 8.927 9.255 9.594 9.941 10.295

V - 17
Cv. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Jumlah Penduduk (Jiwa)


No Kecamatan/Kelurahan
2014 2015 2016 2017 2018
Total Tarakan Barat 79.608 82.528 85.597 88.642 91.792
2 Kecamatan Tarakan Tengah
a Selumit Pantai 20152 20215 21051 21680 22410
b Selumit 7566 7688 7868 8466 8943
c Sebengkok 17687 18553 18979 19571 19974
d Pamusian 16708 17290 18020 18595 19156
e Kampung 1 Skip 9109 10090 10620 11000 11652
Total Tarakan Tengah 71.222 73.836 76.538 79.312 82.135

3 Kecamatan Tarakan Timur


a Mamburungan 8.777 9.100 9.433 9.775 10.122
b Mamburungan Timur 2.979 3.088 3.202 3.318 3.436
c Pantai Amal 5.303 5.497 5.699 5.904 6.113
d Kampung Enam 6.380 6.615 6.856 7.104 7.357
e Kampung Empat 5.325 5.520 5.723 5.930 6.141
f Gunung Lingkas 9.354 9.697 10.051 10.415 10.786
g Lingkas Ujung 12.382 12.836 13.305 13.787 14.278
Total Tarakan Timur 50.500 52.353 54.269 56.233 58.233
4 Kecamatan Tarakan Utara
a Juata Permai 8095 8391 8698 9013 9333
b Juata Kerikil 5525 5729 5939 6154 6373
c Juata Laut 12275 12728 13194 13672 14159
Total Tarakan Utara 25.895 26.848 27.831 28.839 29.865
Total Penduduk Kota Tarakan 227.225 235.565 244.235 253.026 262.025
Sumber: BPS Kota Tarakan, 2019

V - 18
CV. ARTHA GEMILANG ENGINEERING Laporan Akhir

Tabel V.2.
Proyeksi Penduduk Kota Tarakan Tahun 2019-2024
Jumlah Penduduk (Jiwa)
No Kecamatan/Kelurahan
2019 2020 2021 2022 2023 2024
1 Kecamatan Tarakan Barat
a Karang Rejo 9.583 9.891 10.199 10.507 10.815 11.123
b Karang Balik 11.020 11.374 11.729 12.083 12.438 12.792
c Karang Anyar 38.573 39.814 41.054 42.295 43.535 44.775
d Karang anyar Pantai 24.973 25.776 26.579 27.382 28.185 28.988
e Karang Harapan 10.629 10.971 11.313 11.656 11.998 12.340
Total Tarakan Barat 94.778 97.826 100.874 103.922 106.971 110.019
Kecamatan Tarakan
2
Tengah
a Selumit Pantai 22.896 23.494 24.092 24.690 25.288 25.886
b Selumit 9.166 9.519 9.872 10.225 10.579 10.932
c Sebengkok 20.630 21.189 21.749 22.308 22.867 23.426
d Pamusian 19.815 20.435 21.055 21.675 22.295 22.915
e Kampung 1 Skip 12.293 12.893 13.492 14.092 14.691 15.291
Total Tarakan Tengah 84.799 87.529 90.260 92.990 95.720 98.450

3 Kecamatan Tarakan Timur


a Mamburungan 10.451 10.787 11.124 11.460 11.797 12.133
b Mamburungan Timur 3.548 3.662 3.777 3.891 4.005 4.120
c Pantai Amal 6.311 6.514 6.717 6.919 7.122 7.325
d Kampung Enam 7.595 7.840 8.084 8.328 8.573 8.817
e Kampung Empat 6.340 6.545 6.749 6.953 7.157 7.361
f Gunung Lingkas 11.135 11.493 11.852 12.210 12.568 12.926
g Lingkas Ujung 14.741 15.215 15.689 16.164 16.638 17.112
Total Tarakan Timur 60.122 62.056 63.991 65.926 67.860 69.795
4 Kecamatan Tarakan Utara
a Juata Permai 9.635 9.945 10.255 10.565 10.875 11.184
b Juata Kerikil 6.580 6.792 7.005 7.217 7.429 7.641
c Juata Laut 14.619 15.090 15.562 16.033 16.504 16.975
Total Tarakan Utara 30.835 31.828 32.821 33.814 34.807 35.800
Total Penduduk Kota Tarakan 270.534 279.240 287.946 296.652 305.358 314.064
Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2019
Pada tahap pendek ini, proyeksi penduduk di Kota Tarakan menggunakan
pendekatan linier aritmatik yang disesuaikan dengan acuan dari proyeksi di Buku Pusat
Statistik Kota Tarakan tahun 2019. Kecamatan Tarakan Barat menjadi kecamatan
terpadat dalam perkembangan pertumbuhan penduduk di ikuti Kecamatan Tarakan
Tengah, Tarakan Timur dan Juata Laut.

V- 19
CV. ARTHA GEMILANG ENGINEERING Laporan Akhir

Tabel V.3.
Proyeksi Penduduk Kota Tarakan Tahun 2025-2030
Jumlah Penduduk (Jiwa)
No Kecamatan/Kelurahan
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Kecamatan Tarakan
1
Barat
a Karang Rejo 11.431 11.739 12.047 12.355 12.663 12.971
b Karang Balik 13.147 13.501 13.856 14.210 14.565 14.919
c Karang Anyar 46.016 47.256 48.497 49.737 50.977 52.218
d Karang anyar Pantai 29.791 30.594 31.397 32.201 33.004 33.807
e Karang Harapan 12.682 13.024 13.367 13.709 14.051 14.393
Total Tarakan Barat 113.067 116.115 119.163 122.212 125.260 128.308
Kecamatan Tarakan
2
Tengah
a Selumit Pantai 26.484 27.082 27.680 28.279 28.877 29.475
b Selumit 11.285 11.638 11.991 12.345 12.698 13.051
c Sebengkok 23.985 24.545 25.104 25.663 26.222 26.781
d Pamusian 23.535 24.155 24.775 25.396 26.016 26.636
e Kampung 1 Skip 15.891 16.490 17.090 17.689 18.289 18.889
Total Tarakan Tengah 101.180 103.911 106.641 109.371 112.101 114.831
Kecamatan Tarakan
3
Timur
a Mamburungan 12.470 12.806 13.143 13.479 13.816 14.152
b Mamburungan Timur 4.234 4.349 4.463 4.577 4.692 4.806
c Pantai Amal 7.528 7.730 7.933 8.136 8.338 8.541
d Kampung Enam 9.061 9.305 9.550 9.794 10.038 10.283
e Kampung Empat 7.566 7.770 7.974 8.178 8.382 8.587
f Gunung Lingkas 13.284 13.643 14.001 14.359 14.717 15.075
g Lingkas Ujung 17.587 18.061 18.535 19.010 19.484 19.958
Total Tarakan Timur 71.729 73.664 75.599 77.533 79.468 81.402
Kecamatan Tarakan
4
Utara
a Juata Permai 11.494 11.804 12.114 12.424 12.733 13.043
b Juata Kerikil 7.853 8.065 8.277 8.489 8.701 8.913
c Juata Laut 17.446 17.918 18.389 18.860 19.331 19.802
Total Tarakan Utara 36.794 37.787 38.780 39.773 40.766 41.759
Total Penduduk Kota
322.770 331.476 340.182 348.888 357.595 366.301
Tarakan
Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2019

V- 20
CV. ARTHA GEMILANG ENGINEERING Laporan Akhir

Tabel V.4.
Proyeksi Penduduk Kota Tarakan Tahun 2031-2035
Jumlah Penduduk (Jiwa)
No Kecamatan/Kelurahan
2031 2032 2033 2034 2035
Kecamatan Tarakan
1
Barat
a Karang Rejo 13.279 13.587 13.895 14.203 14.511
b Karang Balik 15.274 15.628 15.983 16.337 16.692
c Karang Anyar 53.458 54.699 55.939 57.179 58.420
d Karang anyar Pantai 34.610 35.413 36.216 37.019 37.822
e Karang Harapan 14.735 15.078 15.420 15.762 16.104
Total Tarakan Barat 131.356 134.404 137.453 140.501 143.549
Kecamatan Tarakan
2
Tengah
a Selumit Pantai 30.073 30.671 31.269 31.867 32.465
b Selumit 13.404 13.757 14.111 14.464 14.817
c Sebengkok 27.341 27.900 28.459 29.018 29.577
d Pamusian 27.256 27.876 28.496 29.116 29.736
e Kampung 1 Skip 19.488 20.088 20.687 21.287 21.887
Total Tarakan Tengah 117.562 120.292 123.022 125.752 128.482
Kecamatan Tarakan
3
Timur
a Mamburungan 14.489 14.825 15.162 15.498 15.835
b Mamburungan Timur 4.921 5.035 5.149 5.264 5.378
c Pantai Amal 8.744 8.946 9.149 9.352 9.555
d Kampung Enam 10.527 10.771 11.016 11.260 11.504
e Kampung Empat 8.791 8.995 9.199 9.403 9.608
f Gunung Lingkas 15.434 15.792 16.150 16.508 16.866
g Lingkas Ujung 20.432 20.907 21.381 21.855 22.330
Total Tarakan Timur 83.337 85.272 87.206 89.141 91.075
Kecamatan Tarakan
4
Utara
a Juata Permai 13.353 13.663 13.973 14.282 14.592
b Juata Kerikil 9.126 9.338 9.550 9.762 9.974
c Juata Laut 20.274 20.745 21.216 21.687 22.158
Total Tarakan Utara 42.752 43.745 44.738 45.731 46.725
Total Penduduk Kota
375.007 383.713 392.419 401.125 409.831
Tarakan
Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2019

V- 21
CV. ARTHA GEMILANG ENGINEERING Laporan Akhir

Tabel V.5.
Proyeksi Penduduk Kota Tarakan Tahun 2036-2039
Jumlah Penduduk (Jiwa)
No Kecamatan/Kelurahan
2036 2037 2038 2039
1 Kecamatan Tarakan Barat
a Karang Rejo 14.819 15.127 15.435 15.743
b Karang Balik 17.046 17.401 17.755 18.110
c Karang Anyar 59.660 60.901 62.141 63.381
d Karang anyar Pantai 38.625 39.428 40.232 41.035
e Karang Harapan 16.446 16.789 17.131 17.473
Total Tarakan Barat 146.597 149.645 152.694 155.742
2 Kecamatan Tarakan Tengah
a Selumit Pantai 33.063 33.661 34.260 34.858
b Selumit 15.170 15.523 15.877 16.230
c Sebengkok 30.137 30.696 31.255 31.814
d Pamusian 30.356 30.976 31.597 32.217
e Kampung 1 Skip 22.486 23.086 23.685 24.285
Total Tarakan Tengah 131.213 133.943 136.673 139.403

3 Kecamatan Tarakan Timur


a Mamburungan 16.171 16.508 16.844 17.181
b Mamburungan Timur 5.493 5.607 5.721 5.836
c Pantai Amal 9.757 9.960 10.163 10.365
d Kampung Enam 11.748 11.993 12.237 12.481
e Kampung Empat 9.812 10.016 10.220 10.424
f Gunung Lingkas 17.225 17.583 17.941 18.299
g Lingkas Ujung 22.804 23.278 23.753 24.227
Total Tarakan Timur 93.010 94.945 96.879 98.814
4 Kecamatan Tarakan Utara
a Juata Permai 14.902 15.212 15.522 15.831
b Juata Kerikil 10.186 10.398 10.610 10.822
c Juata Laut 22.630 23.101 23.572 24.043
Total Tarakan Utara 47.718 48.711 49.704 50.697
Total Penduduk Kota Tarakan 418.537 427.243 435.949 444.656
Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2019

Dari tabel V.2-V.5 dieketahui bahwa, peningkatan penduduk di Kota Tarakan


hingga tahun 2039 mengalami peningkatan sebesar 444.656 Jiwa, pemenuhan
kebutuhan air minum diwilayah ini harus memperhatikan faktor pertumbuhan penduduk
dari tahun 0 perencanaan hingga akhir perencanaan. Berikut ini rekapitulasi pertumbuhan
penduduk di Kota Tarakan Hingga tahun 2039.

V- 22
Cv. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 5.1.
Proyeksi Penduduk Kota Tarakan Berdasarkan Metode Aritmatik Tahun 2019-2039

V - 23
Cv. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

5.4. PROYEKSI KEBUTUHAN AIR MINUM


Perhitungan kebutuhan air minum didasarkan pada jumlah penduduk, jumlah dan
jenis kegiatan perkotaan yang memerlukan air, dan standar pemakaian air. Kebutuhan air
terdiri dari domestik dan non domestik, Kebutuhan domestik adalah kebutuhan yang
berdasarkan jumlah penduduk dan pemakaian air per orang. Kebutuhan non domestik
adalah kebutuhan air untuk kegiatan penunjang kota, yang terdiri dari kegiatan komersial
yang berupa industri, perkantoran, dan lain-lain, maupun kegiatan sosial seperti sekolah,
rumah sakit dan tempat ibadah.Berikut besar proyeksi kebutuhan air minum di wilayah
Kota Tarakan.

5.4.1. Kebutuhan Domestik


Kegiatan domestik adalah kegiatan yang dilakukan didalam rumah tangga.
Standar konsumsi pemakaian domestik ditentukan berdasarkan rata-rata pemakaian air
perhari yang diperlukan oleh setiap orang. Standar konsumsi pemakaian air domestik
dapat dilihat pada tabel V.6 berikut ini.
Tabel V.6.
Tingkat Konsumsi/Pemakaian Air Rumah Tangga Sesuai Kategori Kota
No. Kategori Kota Jumlah Penduduk Tingkat Pemakaian Air
1. Kota Metropolitan >1.000.000
>150
2. Kota Besar 500.000 – 1.000.000
150-120
3. Kota Sedang 100.000 – 500.000
90-120
4. Kota Kecil 20.000 – 100.000
80-120
5. Desa <20.000
60-80
Sumber: Permen PU No.18 Tahun 2007

Kebutuhan air untuk rumah tangga (domestik) dihitung berdasarkan jumlah


penduduk tahun perencanaan. Kebutuhan air untuk daerah domestik ini dilayani dengan
sambungan rumah (SR) dan hidran umum (HU). Kebutuhan air bersih untuk daerah
domestik ini dapat dihitung berdasarkan persamaan berikut :

Kebutuhan air = % pelayanan x a x b


Dimana :
a = jumlah pemakaian air (liter/ orang/ hari)
b = jumlah penduduk daerah pelayanan (jiwa)

V- 24
Cv. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

5.4.2. Kebutuhan Non-Domestik


Proyeksi kebutuhan air bersih untuk memenuhi sistem penyediaan air bersih non
domestik di Kabupaten Petanglong ditentukan sebesar 15 - 20% dari kebutuhan
domestik.

5.4.3. Kebutuhan Rata-Rata


 Pemakaian air rata – rata perhari
 Pemakaian air rata – rata dalam satu hari
Pemakaian air setahun dibagi dengan 365 hari

5.4.4. Kehilangan Air


Kehilangan air yang terjadi di SPAM Kabupaten Petanglong terdiri dari kehilangan
air di instalansi dan kehilangan air di tingkat distribusi. Kehilangan air berkisar antara 20-
30% (Ditjen Cipta Karya, Dept. PU, 1994).

5.4.5. Kebutuhan Maksimum (Qmax)


Faktor hari maksimum (fm) berkisar antara 1,15 sampai 1,7 (Ditjen Cipta Karya,
Dept. PU, 1994).

5.4.6. Kebutuhan Puncak (Qpeak)


Berdasarkan standar yang dikeluarkan oleh Ditjen Cipta Karya, DeptPU, 1994,
factor jam puncak (fp) berkisar antara 1,75 – 2,10.

5.4.7. Pendekatan Perhitungan


1. Kebutuhan air bersih rumah tangga (domestik) untuk tiap kabupaten dan kota
menurut data audit BPKP adalah sebagai berikut:
 Kota Tarakan : 150 liter/orang/hari
Untuk menentukan standar kebutuhan domestik, dapat dilakukan beberapa cara
sebagai berikut :
 Jika tingkat konsumsi air eksisting lebih rendah dari acuan standar kebutuhan,
maka digunakan standar sesuai dengan ketetapan yang ada.
 Jika tingkat konsumsi air eksisting sama dengan atau lebih tinggi dari acuan
standar kebutuhn, maka digunakan angka konsumsi air eksisting.
 Pada wilayah yangbelum ada SPAM, figunakan standar kebutuhan air sesuai
dengan ketetapan yang ada.

V- 25
Cv. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Dari cara penentuan standar kebutuhan domestik tersebut, dapat disimpulkan


bahwa kebutuhan air yang digunakan adalah kebutuhan standar sesuai ketetapan
Permen Pu No.18 Tahun 2007 karena kebutuhan air yang ddapat dari Audit BPKP
lebih rendah dari acuan standar kebutuhan, selain itu antisipasi terhadap
kebutuhan air dan jumlah penduduk yang semakin meningkat pada tahun
mendatang.
2. Tingkat kebocoran jaringan sebesar 20%.

V- 26
Cv. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel V.7.
Proyeksi Kebutuhan Air Minum Kecamatan Tarakan Barat Tahun 2019-2029
Eksisting Tahap 1 Tahap 2
No. Uraian Satuan
2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029
A KRITERIA
1 Penduduk Tarakan Barat jiwa 91.792 94.778 97.826 100.874 103.922 106.971 110.019 113.067 116.115 119.163 122.212 125.260
2 Rasio
a. SR % 97% 97% 97% 97% 97% 98% 98% 100% 100% 100% 100% 100%
b. HU % 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0%
3 Konsumsi Per Kapita
a. Per Kapita Kabupaten Pekalongan l/o/h 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150
b. Hu l/o/h 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40
4 Kebocoran Distribusi % 36,71 36,71 33 33 30 30 30 28 28 28 28 25
5 Faktor Pemakaian
a. Hari Maksimum 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2
b. Jam Puncak 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5
6 Penduduk Tiap Unit
a. SR jiwa 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6
b. HU unit 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
7 Konsumsi Non Domestik % 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15

B KEBUTUHAN DOMESTIK
1 Tingkat Pelayanan Air Minum Tarakan Barat % 77,51 81,18 86,81 92,69 96,11 99,11 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
2 a. Penduduk Terlayani jiwa 71.152 76.941 84.927 93.500 99.880 106.016 110.019 113.067 116.115 119.163 122.212 125.260
b. Sambungan Rumah(SR) unit 11.492 12.439 13.730 15.116 16.147 17.316 17.970 18.844 19.353 19.861 20.369 20.877
c. Hidran Umum (HU) unit - - - - - - - - - - - -
3 a. Kebutuhan Air Domestik l/dt 119,71 129,57 143,02 157,46 168,20 180,37 187,18 196,30 201,59 206,88 212,17 217,46
b. HU l/dt - - - - - - - - - - - -
TOTAL KEB DOMESTIK l/dt 119,71 129,57 143,02 157,46 168,20 180,37 187,18 196,30 201,59 206,88 212,17 217,46

C KEB NON DOMESTIK


Tarakan Barat l/dt 17,96 19,44 21,45 23,62 25,23 27,06 28,08 29,44 30,24 31,03 31,83 32,62

D KEBOCORAN
Tarakan Barat l/dt 43,94 47,57 47,20 51,96 50,46 54,11 56,16 54,96 56,44 57,93 59,41 54,37

E KEBUTUHAN AIR RATA2


Tarakan Barat l/dt 181,61 196,57 211,67 233,04 243,89 261,54 271,42 280,70 288,27 295,84 303,41 304,45

F KEBUTUHAN HARI MAK


Tarakan Barat l/dt 217,93 235,88 254,00 279,64 292,67 313,85 325,70 336,85 345,93 355,01 364,09 365,34

G KEBUTUHAN JAM PUNCAK


Tarakan Barat l/dt 272,41 294,86 317,50 349,55 365,84 392,32 407,13 421,06 432,41 443,76 455,11 456,68
Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2019

* Jumlah Penduduk Tahun 2018 Berdasarkan Kota Tarakan Dalam Angka Tahun 2019
* Prosentase Pelayanan 2018 berdasarkan data teknis PDAM Tirta Alam 2018

V- 27
Cv. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel V.8.
Proyeksi Kebutuhan Air Minum Kecamatan Tarakan Barat Tahun 2030-2039
Eksisting Tahap 3
No. Uraian Satuan
2018 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039
A KRITERIA
1 Penduduk Tarakan Barat jiwa 91.792 128.308 131.356 134.404 137.453 140.501 143.549 146.597 149.645 152.694 155.742
2 Rasio
a. SR % 97% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
b. HU % 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0%
3 Konsumsi Per Kapita
a. Per Kapita Kabupaten Pekalongan l/o/h 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150
b. Hu l/o/h 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40
4 Kebocoran Distribusi % 36,71 25 25 24 24 24 23 23 23 22 20
5 Faktor Pemakaian
a. Hari Maksimum 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2
b. Jam Puncak 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5
6 Penduduk Tiap Unit
a. SR jiwa 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6
b. HU unit 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
7 Konsumsi Non Domestik % 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15

B KEBUTUHAN DOMESTIK
1 Tingkat Pelayanan Air Minum Tarakan Barat % 77,51 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
2 a. Penduduk Terlayani jiwa 71.152 128.308 131.356 134.404 137.453 140.501 143.549 146.597 149.645 152.694 155.742
b. Sambungan Rumah(SR) unit 11.492 21.385 21.893 22.401 22.909 23.417 23.925 24.433 24.941 25.449 25.957
c. Hidran Umum (HU) unit - - - - - - - - - - -
3 a. Kebutuhan Air Domestik l/dt 119,71 222,76 228,05 233,34 238,63 243,92 249,22 254,51 259,80 265,09 270,38
b. HU l/dt - - - - - - - - - - -
TOTAL KEB DOMESTIK l/dt 119,71 222,76 228,05 233,34 238,63 243,92 249,22 254,51 259,80 265,09 270,38

C KEB NON DOMESTIK


Tarakan Barat l/dt 17,96 33,41 34,21 35,00 35,79 36,59 37,38 38,18 38,97 39,76 40,56

D KEBOCORAN
Tarakan Barat l/dt 43,94 55,69 57,01 56,00 57,27 58,54 57,32 58,54 59,75 58,32 54,08

E KEBUTUHAN AIR RATA2


Tarakan Barat l/dt 181,61 311,86 319,27 324,34 331,70 339,06 343,92 351,22 358,53 363,18 365,02

F KEBUTUHAN HARI MAK


Tarakan Barat l/dt 217,93 374,23 383,12 389,21 398,04 406,87 412,70 421,47 430,23 435,81 438,02

G KEBUTUHAN JAM PUNCAK


Tarakan Barat l/dt 272,41 467,79 478,90 486,52 497,55 508,58 515,88 526,83 537,79 544,77 547,53
Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2019
* Jumlah Penduduk Tahun 2018 Berdasarkan Kota Tarakan Dalam Angka Tahun 2019
* Prosentase Pelayanan 2018 berdasarkan data teknis PDAM Tirta Alam 2018

V- 28
Cv. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel V.9.
Proyeksi Kebutuhan Air Minum Kecamatan Tarakan Timur Tahun 2019-2029
Eksisting Tahap 1 Tahap 2
No. Uraian Satuan
2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029
A KRITERIA
1 Penduduk Tarakan Timur jiwa 58.233 60.122 62.056 63.991 65.926 67.860 69.795 71.729 73.664 75.599 77.533 79.468
2 Rasio
a. SR % 97% 97% 97% 97% 97% 98% 98% 100% 100% 100% 100% 100%
b. HU % 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0%
3 Konsumsi Per Kapita
a. Per Kapita Kabupaten Pekalongan l/o/h 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150
b. Hu l/o/h 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40
4 Kebocoran Distribusi % 36,71 36,71 33 33 30 30 30 28 28 28 28 25
5 Faktor Pemakaian
a. Hari Maksimum 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2
b. Jam Puncak 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5
6 Penduduk Tiap Unit
a. SR jiwa 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6
b. HU unit 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
7 Konsumsi Non Domestik % 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15

B KEBUTUHAN DOMESTIK
1 Tingkat Pelayanan Air Minum Tarakan Timur % 39,25 39,39 48,92 57,51 69,18 76,83 87,48 88,53 89,27 90,36 91,79 92,21
2 a. Penduduk Terlayani jiwa 22.858 23.683 30.360 36.802 45.606 52.134 61.058 63.500 65.760 68.309 71.164 73.281
b. Sambungan Rumah(SR) unit 3.531 3.829 4.908 5.950 7.373 8.515 9.973 10.583 10.960 11.385 11.861 12.213
c. Hidran Umum (HU) unit - - - - - - - - - - - -
3 a. Kebutuhan Air Domestik l/dt 36,78 39,88 51,13 61,98 76,80 88,70 103,88 110,24 114,17 118,59 123,55 127,22
b. HU l/dt - - - - - - - - - - - -
TOTAL KEB DOMESTIK l/dt 36,78 39,88 51,13 61,98 76,80 88,70 103,88 110,24 114,17 118,59 123,55 127,22

C KEB NON DOMESTIK


Tarakan Timur l/dt 5,52 5,98 7,67 9,30 11,52 13,31 15,58 16,54 17,12 17,79 18,53 19,08

D KEBOCORAN
Tarakan Timur l/dt 13,50 14,64 16,87 20,45 23,04 26,61 31,17 30,87 31,97 33,21 34,59 31,81

E KEBUTUHAN AIR RATA2


Tarakan Timur l/dt 55,80 60,51 75,67 91,72 111,36 128,62 150,63 157,65 163,26 169,59 176,68 178,11

F KEBUTUHAN HARI MAK


Tarakan Timur l/dt 66,96 72,61 90,80 110,07 133,64 154,34 180,76 189,18 195,91 203,50 212,01 213,74

G KEBUTUHAN JAM PUNCAK


Tarakan Timur l/dt 83,70 90,76 113,50 137,59 167,05 192,92 225,95 236,47 244,89 254,38 265,01 267,17
Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2019
* Jumlah Penduduk Tahun 2018 Berdasarkan Kota Tarakan Dalam Angka Tahun 2019
* Prosentase Pelayanan 2018 berdasarkan data teknis PDAM Tirta Alam 2018

V- 29
Cv. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel V.10.
Proyeksi Kebutuhan Air Minum Kecamatan Tarakan Timur Tahun 2030-2039
Eksisting Tahap 3
No. Uraian Satuan
2018 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039
A KRITERIA
1 Penduduk Tarakan Timur jiwa 58.233 81.402 83.337 85.272 87.206 89.141 91.075 93.010 94.945 96.879 98.814
2 Rasio
a. SR % 97% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
b. HU % 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0%
3 Konsumsi Per Kapita
a. Per Kapita Kabupaten Pekalongan l/o/h 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150
b. Hu l/o/h 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40
4 Kebocoran Distribusi % 36,71 25 25 24 24 24 23 23 23 22 20
5 Faktor Pemakaian
a. Hari Maksimum 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2
b. Jam Puncak 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5
6 Penduduk Tiap Unit
a. SR jiwa 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6
b. HU unit 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
7 Konsumsi Non Domestik % 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15

B KEBUTUHAN DOMESTIK
1 Tingkat Pelayanan Air Minum Tarakan Timur % 39,25 92,86 93,57 94,29 95,00 95,00 95,71 97,86 98,57 100,00 100,00
2 a. Penduduk Terlayani jiwa 22.858 75.588 77.980 80.399 82.846 84.684 87.172 91.017 93.588 96.879 98.814
b. Sambungan Rumah(SR) unit 3.531 12.598 12.997 13.400 13.808 14.114 14.529 15.169 15.598 16.147 16.469
c. Hidran Umum (HU) unit - - - - - - - - - - -
3 a. Kebutuhan Air Domestik l/dt 36,78 131,23 135,38 139,58 143,83 147,02 151,34 158,02 162,48 168,19 171,55
b. HU l/dt - - - - - - - - - - -
TOTAL KEB DOMESTIK l/dt 36,78 131,23 135,38 139,58 143,83 147,02 151,34 158,02 162,48 168,19 171,55

C KEB NON DOMESTIK


Tarakan Timur l/dt 5,52 19,68 20,31 20,94 21,57 22,05 22,70 23,70 24,37 25,23 25,73

D KEBOCORAN
Tarakan Timur l/dt 13,50 32,81 33,85 33,50 34,52 35,28 34,81 36,34 37,37 37,00 34,31

E KEBUTUHAN AIR RATA2


Tarakan Timur l/dt 55,80 183,72 189,53 194,02 199,92 204,36 208,85 218,06 224,22 230,42 231,59

F KEBUTUHAN HARI MAK


Tarakan Timur l/dt 66,96 220,46 227,44 232,82 239,91 245,23 250,62 261,67 269,07 276,51 277,91

G KEBUTUHAN JAM PUNCAK


Tarakan Timur l/dt 83,70 275,58 284,30 291,03 299,88 306,54 313,27 327,09 336,33 345,64 347,39
Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2019
* Jumlah Penduduk Tahun 2018 Berdasarkan Kota Tarakan Dalam Angka Tahun 2019
* Prosentase Pelayanan 2018 berdasarkan data teknis PDAM Tirta Alam 2018

V- 30
Cv. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel V.11.
Proyeksi Kebutuhan Air Minum Kecamatan Tarakan Tengah Tahun 2019-2029
Eksisting Tahap 1 Tahap 2
No. Uraian Satuan
2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029
A KRITERIA
1 Penduduk Tarakan Tengah jiwa 82.135 84.799 87.529 90.260 92.990 95.720 98.450 101.180 103.911 106.641 109.371 112.101
2 Rasio
a. SR % 97% 97% 97% 97% 97% 98% 98% 100% 100% 100% 100% 100%
b. HU % 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0%
3 Konsumsi Per Kapita
a. Per Kapita Kabupaten Pekalongan l/o/h 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150
b. Hu l/o/h 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40
4 Kebocoran Distribusi % 36,71 36,71 33 33 30 30 30 28 28 28 28 25
5 Faktor Pemakaian
a. Hari Maksimum 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2
b. Jam Puncak 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5
6 Penduduk Tiap Unit
a. SR jiwa 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6
b. HU unit 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
7 Konsumsi Non Domestik % 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15

B KEBUTUHAN DOMESTIK
1 Tingkat Pelayanan Air Minum Tarakan Tengah % 64,97 73,26 82,374 87,448 93,144 97,036 100 100 100 100 100 100
2 a. Penduduk Terlayani jiwa 53.363 62.124 72.101 78.930 86.614 92.883 98.450 101.180 103.911 106.641 109.371 112.101
b. Sambungan Rumah(SR) unit 8.247 10.043 11.656 12.760 14.003 15.171 16.080 16.863 17.318 17.773 18.229 18.684
c. Hidran Umum (HU) unit - - - - - - - - - - - -
3 a. Kebutuhan Air Domestik l/dt 85,91 104,62 121,42 132,92 145,86 158,03 167,50 175,66 180,40 185,14 189,88 194,62
b. HU l/dt - - - - - - - - - - - -
TOTAL KEB DOMESTIK l/dt 85,91 104,62 121,42 132,92 145,86 158,03 167,50 175,66 180,40 185,14 189,88 194,62

C KEB NON DOMESTIK


Tarakan Tengah l/dt 12,89 15,69 18,21 19,94 21,88 23,70 25,13 26,35 27,06 27,77 28,48 29,19

D KEBOCORAN
Tarakan Tengah l/dt 31,54 38,41 40,07 43,86 43,76 47,41 50,25 49,18 50,51 51,84 53,17 48,66

E KEBUTUHAN AIR RATA2


Tarakan Tengah l/dt 130,33 158,72 179,70 196,72 211,50 229,14 242,88 251,19 257,97 264,75 271,53 272,47

F KEBUTUHAN HARI MAK


Tarakan Tengah l/dt 156,39 190,46 215,64 236,07 253,80 274,97 291,45 301,43 309,57 317,70 325,83 326,96

G KEBUTUHAN JAM PUNCAK


Tarakan Tengah l/dt 195,49 238,07 269,55 295,08 317,25 343,71 364,32 376,79 386,96 397,13 407,29 408,70
Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2019
* Jumlah Penduduk Tahun 2018 Berdasarkan Kota Tarakan Dalam Angka Tahun 2019
* Prosentase Pelayanan 2018 berdasarkan data teknis PDAM Tirta Alam 2018

V- 31
Cv. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel V.12.
Proyeksi Kebutuhan Air Minum Kecamatan Tarakan Tengah Tahun 2030-2039
Eksisting Tahap 3
No. Uraian Satuan
2018 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039
A KRITERIA
1 Penduduk Tarakan Tengah jiwa 82.135 114.831 117.562 120.292 123.022 125.752 128.482 131.213 133.943 136.673 139.403
2 Rasio
a. SR % 97% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
b. HU % 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0%
3 Konsumsi Per Kapita
a. Per Kapita Kabupaten Pekalongan l/o/h 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150
b. Hu l/o/h 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40
4 Kebocoran Distribusi % 36,71 25 25 24 24 24 23 23 23 22 20
5 Faktor Pemakaian
a. Hari Maksimum 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2
b. Jam Puncak 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5
6 Penduduk Tiap Unit
a. SR jiwa 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6
b. HU unit 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
7 Konsumsi Non Domestik % 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15

B KEBUTUHAN DOMESTIK
1 Tingkat Pelayanan Air Minum Tarakan Tengah % 64,97 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
2 a. Penduduk Terlayani jiwa 53.363 114.831 117.562 120.292 123.022 125.752 128.482 131.213 133.943 136.673 139.403
b. Sambungan Rumah(SR) unit 8.247 19.139 19.594 20.049 20.504 20.959 21.414 21.869 22.324 22.779 23.234
c. Hidran Umum (HU) unit - - - - - - - - - - -
3 a. Kebutuhan Air Domestik l/dt 85,91 199,36 204,10 208,84 213,58 218,32 223,06 227,80 232,54 237,28 242,02
b. HU l/dt - - - - - - - - - - -
TOTAL KEB DOMESTIK l/dt 85,91 199,36 204,10 208,84 213,58 218,32 223,06 227,80 232,54 237,28 242,02

C KEB NON DOMESTIK


Tarakan Tengah l/dt 12,89 29,90 30,62 31,33 32,04 32,75 33,46 34,17 34,88 35,59 36,30

D KEBOCORAN
Tarakan Tengah l/dt 31,54 49,84 51,03 50,12 51,26 52,40 51,30 52,39 53,48 52,20 48,40

E KEBUTUHAN AIR RATA2


Tarakan Tengah l/dt 130,33 279,10 285,74 290,29 296,88 303,46 307,82 314,36 320,90 325,07 326,73

F KEBUTUHAN HARI MAK


Tarakan Tengah l/dt 156,39 334,92 342,89 348,35 356,25 364,16 369,39 377,24 385,09 390,09 392,07

G KEBUTUHAN JAM PUNCAK


Tarakan Tengah l/dt 195,49 418,66 428,61 435,43 445,31 455,20 461,73 471,55 481,36 487,61 490,09
Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2019
* Jumlah Penduduk Tahun 2018 Berdasarkan Kota Tarakan Dalam Angka Tahun 2019
* Prosentase Pelayanan 2018 berdasarkan data teknis PDAM Tirta Alam 2018

V- 32
Cv. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel V.13.
Proyeksi Kebutuhan Air Minum Kecamatan Tarakan Utara Tahun 2019-2029
Eksisting Tahap 1 Tahap 2
No. Uraian Satuan
2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029
A KRITERIA
1 Penduduk Tarakan Utara jiwa 29.865 30.835 31.828 32.821 33.814 34.807 35.800 36.794 37.787 38.780 39.773 40.766
2 Rasio
a. SR % 97% 97% 97% 97% 97% 98% 98% 100% 100% 100% 100% 100%
b. HU % 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0%
3 Konsumsi Per Kapita
a. Per Kapita Kabupaten Pekalongan l/o/h 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150
b. Hu l/o/h 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40
4 Kebocoran Distribusi % 36,71 36,71 33 33 30 30 30 28 28 28 28 25
5 Faktor Pemakaian
a. Hari Maksimum 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2
b. Jam Puncak 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5
6 Penduduk Tiap Unit
a. SR jiwa 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6
b. HU unit 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
7 Konsumsi Non Domestik % 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15

B KEBUTUHAN DOMESTIK
1 Tingkat Pelayanan Air Minum Tarakan Utara % 53,34 59,27 69,44 84,86 87,45 92,03 96,03 97,50 98,50 100,00 100,00 100,00
2 a. Penduduk Terlayani jiwa 15.929 18.275 22.100 27.853 29.569 32.032 34.380 35.874 37.220 38.780 39.773 40.766
b. Sambungan Rumah(SR) unit 2.905 2.954 3.573 4.503 4.780 5.232 5.615 5.979 6.203 6.463 6.629 6.794
c. Hidran Umum (HU) unit - - - - - - - - - - - -
3 a. Kebutuhan Air Domestik l/dt 30,26 30,78 37,22 46,91 49,80 54,50 58,49 62,28 64,62 67,33 69,05 70,77
b. HU l/dt - - - - - - - - - - - -
TOTAL KEB DOMESTIK l/dt 30,26 30,78 37,22 46,91 49,80 54,50 58,49 62,28 64,62 67,33 69,05 70,77

C KEB NON DOMESTIK


Tarakan Utara l/dt 4,54 4,62 5,58 7,04 7,47 8,17 8,77 9,34 9,69 10,10 10,36 10,62

D KEBOCORAN
Tarakan Utara l/dt 11,11 11,30 12,28 15,48 14,94 16,35 17,55 17,44 18,09 18,85 19,33 17,69

E KEBUTUHAN AIR RATA2


Tarakan Utara l/dt 45,91 46,69 55,08 69,42 72,20 79,02 84,82 89,06 92,40 96,28 98,74 99,08

F KEBUTUHAN HARI MAK


Tarakan Utara l/dt 55,09 56,03 66,10 83,30 86,64 94,83 101,78 106,87 110,88 115,53 118,49 118,90

G KEBUTUHAN JAM PUNCAK


Tarakan Utara l/dt 68,86 70,03 82,62 104,13 108,31 118,54 127,23 133,59 138,60 144,41 148,11 148,63
Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2019
* Jumlah Penduduk Tahun 2018 Berdasarkan Kota Tarakan Dalam Angka Tahun 2019
* Prosentase Pelayanan 2018 berdasarkan data teknis PDAM Tirta Alam 2018

V- 33
Cv. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel V.14.
Proyeksi Kebutuhan Air Minum Kecamatan Tarakan Utara Tahun 2030-2039
Eksisting Tahap 3
No. Uraian Satuan
2018 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039
A KRITERIA
1 Penduduk Tarakan Utara jiwa 29.865 41.759 42.752 43.745 44.738 45.731 46.725 47.718 48.711 49.704 50.697
2 Rasio
a. SR % 97% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
b. HU % 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0%
3 Konsumsi Per Kapita
a. Per Kapita Kabupaten Pekalongan l/o/h 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150
b. Hu l/o/h 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40
4 Kebocoran Distribusi % 36,71 25 25 24 24 24 23 23 23 22 20
5 Faktor Pemakaian
a. Hari Maksimum 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2
b. Jam Puncak 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5
6 Penduduk Tiap Unit
a. SR jiwa 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6
b. HU unit 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
7 Konsumsi Non Domestik % 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15

B KEBUTUHAN DOMESTIK
1 Tingkat Pelayanan Air Minum Tarakan Utara % 53,34 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
2 a. Penduduk Terlayani jiwa 15.929 42.752 43.745 44.738 45.731 46.725 47.718 48.711 49.704 50.697 42.752
b. Sambungan Rumah(SR) unit 2.905 7.125 7.291 7.456 7.622 7.787 7.953 8.118 8.284 8.449 7.125
c. Hidran Umum (HU) unit - - - - - - - - - - -
3 a. Kebutuhan Air Domestik l/dt 30,26 74,22 75,95 77,67 79,39 81,12 82,84 84,57 86,29 88,02 74,22
b. HU l/dt - - - - - - - - - - -
TOTAL KEB DOMESTIK l/dt 30,26 74,22 75,95 77,67 79,39 81,12 82,84 84,57 86,29 88,02 74,22

C KEB NON DOMESTIK


Tarakan Utara l/dt 4,54 11,13 11,39 11,65 11,91 12,17 12,43 12,69 12,94 13,20 11,13

D KEBOCORAN
Tarakan Utara l/dt 11,11 18,56 18,23 18,64 19,05 18,66 19,05 19,45 18,98 17,60 18,56

E KEBUTUHAN AIR RATA2


Tarakan Utara l/dt 45,91 103,91 105,57 107,96 110,36 111,94 114,32 116,70 118,22 118,82 103,91

F KEBUTUHAN HARI MAK


Tarakan Utara l/dt 55,09 124,69 126,68 129,55 132,43 134,33 137,19 140,04 141,86 142,59 124,69

G KEBUTUHAN JAM PUNCAK


Tarakan Utara l/dt 68,86 155,87 158,35 161,94 165,54 167,92 171,49 175,05 177,33 178,23 155,87
Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2019
Kebutuhan Pelayanan disesuaikan dengan target dari visi-misi pemerintahan Kota Tarakan dalam melayani penggunaan air yaitu 96% pada tahun 2024. Tarakan Barat mempunyai porsi pelayanan terbesar
karena tingkat kepadatan penduduk yang sangat tinggi. Seteah itu, Tarakan timur menjadi prioritas pengembangan karena memiliki pertumbuhan yang sangat tinggi, selain memperhatikan tingkat pelayananan
di Tarakan Utara yang masih kecil tingkat prosentasenya. Berikut ini grafik kebutuhan air minum di tiap kecamatan dan rekap proyeksi kebutuhan air di Kota Tarakan Tahun 2019-2039.

V- 34
Cv. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 5.1.
Grafik Proyeksi Kebutuhan Air Minum Kecamatan Tarakan Utara Tahun 2019-2039

V- 35
Cv. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 5.2.
Grafik Proyeksi Kebutuhan Air Minum Kecamatan Tarakan Tengah Tahun 2019-2039

V- 36
Cv. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 5.3.
Grafik Proyeksi Kebutuhan Air Minum Kecamatan Tarakan Timur Tahun 2019-2039

V- 37
Cv. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 5.4.
Grafik Proyeksi Kebutuhan Air Minum Kecamatan Tarakan Barat Tahun 2019-2039

V- 38
Cv. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel V.15.
Proyeksi Kebutuhan Air Minum Kota Tarakan Tahun 2019-2029
Eksisting Tahap 1 Tahap 2
No. Uraian Satuan
2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029
A KRITERIA
1 Penduduk Tarakan jiwa 262.025 270.534 279.240 287.946 296.652 305.358 314.064 322.770 331.476 340.182 348.888 357.595
2 Rasio
a. SR % 97% 97% 97% 97% 97% 98% 98% 100% 100% 100% 100% 100%
b. HU % 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0%
3 Konsumsi Per Kapita
a. Per Kapita Kabupaten Pekalongan l/o/h 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150
b. Hu l/o/h 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40
4 Kebocoran Distribusi % 36,71 36,71 33 33 30 30 30 28 28 28 28 25
5 Faktor Pemakaian
a. Hari Maksimum 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2
b. Jam Puncak 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5
6 Penduduk Tiap Unit
a. SR jiwa 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6
b. HU unit 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
7 Konsumsi Non Domestik % 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15

B KEBUTUHAN DOMESTIK
1 Tingkat Pelayanan Air Minum Tarakan % 61,25 66,7 72,00 78,00 83,75 91,38 94,88 95,38 96,50 97,63 97,63 97,63
2 a. Penduduk Terlayani jiwa 160.490 180.396 201.053 224.598 248.446 279.021 297.968 307.842 319.875 332.103 340.602 349.102
b. Sambungan Rumah(SR) unit 26.616 29.164 32.503 36.310 40.165 45.573 48.668 51.307 53.312 55.350 56.767 58.184
c. Hidran Umum (HU) unit - - - - - - - - - - - -
3 a. Kebutuhan Air Domestik l/dt 277,25 303,79 338,58 378,23 418,39 474,72 506,96 534,45 555,34 576,57 591,32 606,08
b. HU l/dt - - - - - - - - - - - -
TOTAL KEB DOMESTIK l/dt 277,25 303,79 338,58 378,23 418,39 474,72 506,96 534,45 555,34 576,57 591,32 606,08

C KEB NON DOMESTIK


Tarakan l/dt 41,59 45,57 50,79 56,73 62,76 71,21 76,04 80,17 83,30 86,49 88,70 90,91

D KEBOCORAN
Tarakan l/dt 101,78 111,52 111,73 124,82 125,52 142,42 152,09 149,65 155,49 161,44 165,57 151,52

E KEBUTUHAN AIR RATA2


Tarakan l/dt 420,62 460,88 501,10 559,78 606,67 688,35 735,09 764,26 794,13 824,49 845,59 848,51

F KEBUTUHAN HARI MAK


Tarakan l/dt 504,74 504,74 601,31 671,73 728,00 826,02 882,11 917,11 952,96 989,39 1.014,71 1.018,21

G KEBUTUHAN JAM PUNCAK


Tarakan l/dt 630,92 691,32 751,64 839,67 910,00 1.032,52 1.102,64 1.146,39 1.191,20 1.236,74 1.268,39 1.272,77
Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2019

V- 39
Cv. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel V.16.
Proyeksi Kebutuhan Air Minum Kota Tarakan Tahun 2030-2039
Eksisting Tahap 3
No. Uraian Satuan
2018 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039
A KRITERIA
1 Penduduk Tarakan jiwa 262.025 366.301 375.007 383.713 392.419 401.125 409.831 418.537 427.243 435.949 444.656
2 Rasio
a. SR % 97% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
b. HU % 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0%
3 Konsumsi Per Kapita
a. Per Kapita Kabupaten
l/o/h 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150
Pekalongan
b. Hu l/o/h 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40
4 Kebocoran Distribusi % 36,71 25 25 24 24 24 23 23 23 22 20
5 Faktor Pemakaian
a. Hari Maksimum 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2
b. Jam Puncak 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5
6 Penduduk Tiap Unit
a. SR jiwa 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6
b. HU unit 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
7 Konsumsi Non Domestik % 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15

B KEBUTUHAN DOMESTIK
Tingkat Pelayanan Air Minum
1 % 61,25 97,63 97,63 97,63 97,63 97,88 98,38 99,13 99,63 100,00 97,63
Tarakan
2 a. Penduduk Terlayani jiwa 160.490 366.100 374.600 383.099 391.598 401.122 411.736 423.505 434.315 444.656 366.100
b. Sambungan Rumah(SR) unit 26.616 61.017 62.433 63.850 65.266 66.854 68.623 70.584 72.386 74.109 61.017
c. Hidran Umum (HU) unit - - - - - - - - - - -
3 a. Kebutuhan Air Domestik l/dt 277,25 635,59 650,35 665,10 679,86 696,39 714,82 735,25 754,02 771,97 635,59
b. HU l/dt - - - - - - - - - - -
TOTAL KEB DOMESTIK l/dt 277,25 635,59 650,35 665,10 679,86 696,39 714,82 735,25 754,02 771,97 635,59

C KEB NON DOMESTIK


Tarakan l/dt 41,59 95,34 97,55 99,77 101,98 104,46 107,22 110,29 113,10 115,80 95,34

D KEBOCORAN
Tarakan l/dt 101,78 158,90 156,08 159,62 163,17 160,17 164,41 169,11 165,88 154,39 158,90

E KEBUTUHAN AIR RATA2


Tarakan l/dt 420,62 889,83 903,98 924,49 945,00 961,02 986,45 1.014,65 1.033,01 1.042,16 889,83

F KEBUTUHAN HARI MAK


Tarakan l/dt 504,74 1.067,79 1.084,78 1.109,39 1.134,00 1.153,23 1.183,74 1.217,58 1.239,61 1.250,59 1.067,79

G KEBUTUHAN JAM PUNCAK


Tarakan l/dt 630,92 1.334,74 1.355,97 1.386,74 1.417,50 1.441,53 1.479,68 1.521,97 1.549,51 1.563,24 1.334,74
Sumber: Hasil Analisis Konsultan, 2019

V- 40
Cv. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 5.5.
Grafik Proyeksi Kebutuhan Air Minum Kota Tarakan Tahun 2019-2039

V- 41
Cv. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 5.6.
Grafik Proyeksi Kebutuhan Air Minum Kota Tarkan Dibandingkan dengan Kondisi IPA Eksiting dan Kekurangan Air Baku Tahun 2019-2039

V- 42
Cv. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Berdasarkan data Kota Tarakan Dalam Angka (BPS) Tahun 2019, jumlah
penduduk pada tahun 2019 sebanyak 262.055 jiwa. Dibutuhkan data 5 tahun kebelakang
untuk menghitung proyeksi penduduk. Dari proyeksi penduduk tersebut akan dihitung
proyeksi kebutuhan air sampai pada tahun 2039.
Dari hasil proyeksi kebutuhan air, pada tahun 2019 jumlah penduduk Kota
Tarakan sebanyak 270.534 jiwa dengan tingkat kebutuhan air sebesar 449,26 liter/detik
dengan pelayanan 66,77%. Pada tahun 2024, jumlah penduduk meningkat menjadi
314.064 jiwa dengan tingkat kebutuhan air mencapai 735,09 liter/detik dengan prosentase
pelayanan 96%. Kebutuhan air tersebut terus meningkat seiring dengan peningkatan
jumlah penduduk dari hasil proyeksi. Jumlah penduduk pada tahun 2030 sebanyak
366.301 jiwa dengan tingkat kebutuhan air sebanyak 869,17 liter/detik dengan pelayanan
97,39%. Sampai dengan tahun 2039, kebutuhan air harian maksimum mencapai 1.250,59
liter/detik dengan jumlah penduduk sebesar 444.656 jiwa dengan pelayanan 100%
dengan tingkat kebutuhan air minum 150 Liter/Orang/Hari dengan jumlah jiwa setiap SR
adalah 6 Jiwa.

V-43
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

POTENSI AIR BAKU


6.1. Potensi Air Permukaan
6.1.1. Sungai
Salah satu air permukaan yang berpotensi digunakan untuk pengembangan
SPAM Kota Tarakan adalah yang berasal dari sungai. Sungai merupakan sumber daya
air yang terbesar di Kota Tarakan dan diperkirakan sungailah yang akan menopang
seluruh kebutuhan SPAM Kota Tarakan. Air permukaan menjadi salah satu alternatif
sumber air baku PDAM dalam penyediaan air untuk pelanggan. Secara kualitas, air
permukaan memiliki kualitas yang kurang baik untuk keperluan SPAM. Oleh karena itu,
penggunaan air permukaan sebagai sumber air baku harus disertai dengan instalasi
pengolahan air (IPA). Air permukaan yang digunakan dapat berupa sungai, danau,
embung dsb. Sungai di Kota Tarakan mempunyai sistem debit yang tidak stabil, hal ini
dikarenakan sistem sungai di Kota Tarakan mengandalakan sistem air hujan sebagai
sumber utama dan sungai-sungai tidak berasal dari Mata air yang besar seperti sungai-
sungai yang ada di pulau Jawa. Namun terdapat banyak sungai di Kota Tarakan, Hal ini
dapat dibuktikan dengan banyaknya sungai yang tersebar di seluruh wilayah Kota
Tarakan yang semuanya bermuara ke Laut seperti terlihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 5.1. Nama-nama Daerah Aliran Sungai Di Kota Tarakan


Debit
LUAS DAS PANJANG Debit Rata
No Nama DAS Minimum
(KM²) DAS (Liter/dtk) (Liter/dtk)

1 Das Maya 17.744 1.736,6 1.316 -

2 Das Mangatal 12.008 204,4 910 -

3 Das Mankepio 2.503 30,4 731 -

4 Das Siabui 8.035 749,9 1.789 -

5 Das Keterangan 3.556 373,0 1.506 -

6 Das Indulung 36.406 1.787,0 579 -

VI - 1
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Debit
LUAS DAS PANJANG Debit Rata
No Nama DAS Minimum
(KM²) DAS (Liter/dtk) (Liter/dtk)

7 Das Binalatung 23.981 15.193,9 1.973 395

8 Das Merarang 7.210 899,7 373 -

9 Das Kuli 4.030 4.399,6 334 -

10 Das Amal Baru 3.349 3.317,4 303 -

11 Das Batu Mapan 3.309 3.996,5 274 -

12 Das Slipi 2.866 3.227,0 126 -

13 Das Bunyu Mambulua 3.053 3.070,4 177 -

14 Das Mantogog 4.115 1.671,6 432 -

15 Das Karungan 8.050 1.817,3 616 -

16 Das Ngingitan 2.462 1.201,8 204 -

17 Das Pamusian_Buaya 21.281 9.271,9 2,08 -

18 Das Sebengkok 1.642 329,7 165 -

19 Das Selumit 1.813 2.061,8 147 -

20 Das Karang Anyar 5.290 7.917,7 493 99

21 Das Sesanip 12.285 9.371,1 583 -

22 Das Persemaian 18.333 12.043,3 1.290 258

23 Das Bengawan 17.522 5.955,8 1.080 900

24 Das Belalung 10.955 3.876,7 850 -

25 Das Bunyu 8.428 4.528,4 662 -

26 Das Semunti Besar 9.973 4.198,9 784 157

TOTAL
250.199 19.780
PROSENTASE
Sumber : Dinas PU SDA Kota Tarakan, 2019

Dari 26 sungai diatas, terdapat sungai yang sudah digunakan sebagai sumber air
baku yaitu, sungai persemaian, sungai kampung bugis dan sungai binalatung. Sungai
kampung bugis digunakan sebagai air baku dengan kapasitas pengolahan 60 L/Detik.
Kemudian sungai persemaian dan sungai binalatung digunakan untuk sumber air baku di
Instalasi Pengolahan Air IPA Persemaian dan IPA Kampung Satu. Berikut identifikasi
sungai Indulung, Sungai Persemaian, Sungai Karang Anyar, dan Sungai Binalatung.

VI - 2
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

1. Sungai Karang Anyar


Sungai Karang Anyar merupakan sungai yang ada di Wilayah Kampung Bugis di
Kecamatan Tarakan Barat. Sungai ini mempunyai debit Maksimum pada saat
penghujan yaitu 0,493 M3/Detik. Pada saat ini sungai dimanfaatkan untuk mengolah
air di IPA Kamp. Bugis dengan kapasitas 60 Liter/Detik namun pada musim kemarau
hanya mampu mengolahan 48 Liter/Detik. Adapun detail sungai ini adalah
Nama Sungai : Sungai Karang Anyar
Lokas Sungai : Kec. Tarakan Barat, Lokasi IPA Kmp. Bugis Kantor PDAM
Luas DAS : 5,641 Km2
Debit : 0,493 M3/Detik
Titik Koordinat sungai : 3°18'56.8"N 117°35'21.1"E

Gambar 6.1. Sungai Karang Anyar Pasca Hujan


Sumber: Dokumentasi Konsultan, 2018

2. Sungai Persemaian
Sungai Persemaian merupakan sungai yang menyuplai sumber air baku untuk
instalasi pengolahan air di IPA persemaian dengan kapasitas 85 L/detik (Data Teknik
PDAM 2019). Kondisi aliran sungai dan embung ini dalam kondisi normal

VI - 3
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

menghasilkan 154 L/Detik, namun pada saat musim kemaru embung dan aliran
sungai persemaian hanya dapat dimanfaatkan 50% atau hanya mampu 60 L/Detik
dari kapasitas maksimum 70 L/Detik. Berdasarkan data teknis dari Dinas SDA PUPR
Kota Tarakan, DAS ini mempunyai debit Sungai ini mempunyai debit Maksimum pada
saat penghujan yaitu 1,29 M3/Detik. Adapun detail sungai ini adalah
1. Nama Sungai : Sungai Persemaian
2. Lokas Sungai : Kec. Tarakan Barat, Lokasi IPA Persemaian
3. Luas DAS : 18,33 Km2
4. Debit : 1,29 M3/Detik
5. Titik Koordinat sungai : 3°35'68.3"N 117°56'75.9"E

3. Sungai Indulung
Sungai Indulung merupakans alah satu sungai yang mempunyai kapasitas debit
yang mumpuni untuk digunakan sebagai sumber air baku diwilayah Kecamatan
Tarakan Timur. Sungai ini mempunyai kapasitas 0,579 M3/Detik. Pada saat ini,

VI - 4
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

sungai indulung dimanfaatkan untuk pembuatan Embung Indulung dengan kapasitas


embung sebesar 123.982 M3. Lokasi sungai indulung dapat dijelaskan sebagai
berikut ini:
1. Nama Sungai : Sungai Indulung
2. Lokas Sungai : Kec. Tarakan Timur
3. Luas DAS : 36,406 Km2
4. Debit : 0,579 M3/Detik
5. Titik Koordinat sungai : 3°39'32.2"N 117°64'92.1"E

4. Sungai Binalatung
Sungai Binalatung merupakan sumber dari air baku yang memberikan aliran air ke
Embung Binalatung dengan kapasitas embung adalah 500.000 M3. Sungai ini juga
dimanfaatkan potensinya dengan kapasitas olahan 90 L/detik dari intake sungai
binalatung, dalam kondisi normal, kombinasi aliran sungai dan embung binalatung
dapat dimanfaatkan sebesar 123 L/detik (Data Teknis PDAM, 2019). Sungai

VI - 5
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Binalatung mempunyai kapasitas debit 1,973 M3/Detik dengan luas DAS Binalatung
adalah 23,98 Km2.

5. Sungai Semunti
Sungai Semunti merupakan sumber dari air baku yang memberikan aliran air ke IPA
Juata Laut dengan kapasitas debit adalah 0,784 M3/Detik. Sungai ini juga
dimanfaatkan potensinya dengan kapasitas olahan 35 L/detik dari intake sungai
Semunti, dalam kondisi normal, aliran sungai dan embung binalatung dapat
dimanfaatkan sebesar 25 L/detik (Data Teknis PDAM, 2019) namun pada saat
kemarau sungai ini hanya bisa dimanfatkan sebesar 13 L/Detik.

VI - 6
CV. ARTHA GEMILANG ENGINEERING Laporan Akhir

Gambar 6.1. Lokasi Wilayah DAS di Kota Tarakan

VI - 7
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

6.1.2. Embung
Alternatif selain dari sungai, sebagai potensi sumber air baku yang lain dalam
pengembangan SPAM yang berasal dari air permukaan adalah embung. Sebagaimana
diketahui kondisi sungai umumnya mempunyai fluktuasi yang tajam antara musim
penghujan dan kemarau, pada musim penghujan terjadi banjir tetapi pada musim
kemarau debitnya menyusut tajam dan beberapa diantaranya kering terutama anak
sungai. Untuk mengatasi kondisi ini, debit sungai yang berlimpah pada musim penghujan
bisa dimanfaatkan pada musim kemarau, untuk keperluan tersebut dibuat tampungan
yang disebut waduk, bendung, embung dan lumbung air. Perbedaannya hanya pada
luas genangan, untuk luas genangan pada skala besar biasanya disebut waduk atau
bendung, sedang skala menengah atau kecil biasanya disebut embung atau lumbung air.
Pertimbangan alternatif menggunakan sumber air embung untuk pengembangan SPAM
dibanding sungai atau mata air karena selain menjadi sumber air baku juga bisa sebagai
bangunan pengendap awal.
Secara eksisting sumber air yang potensial yang selama ini sudah dimanfaatkan
secara langsung adalah, Embung Binalatung dan Embung Peresemaian, Embung
Bengawan, sedangkan Embung Rawasari belum dimanfaatkan sementara itu, Embung
Indulung masih dalam tahap konstruksi yang direncanakan akan selesai pada akhir
tahun 2019. Embung yang ada di Kota Tarakan digunakan sebagai keperluan sumber air
baku, namun pada saat musim kemarau, embung-embung di Kota Tarakan mengelami
penurunan kapasitas debit Olahan. Berikut dijelaskan lebih detail dalam tabel di bawah ini
dan gambar lokasi wilayah embung di Kota Tarakan.

VI - 8
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel VI.1. Penerima Manfaat Embung Di Kota Tarakan


IPA KAPS
EMBUNG KAPASITAS JUMLAH KEBUTUHAN GAMBAR SITUASI
TERLAYANI (L/Detik)

BINALATUNG 500.000 M3 IPA 100 8,640 SUDAH


KAMPUNG M3/HARI DIMANFAATKAN
SATU
IPA 50 4,320
KAMPUNG M3/HARI
BUGIS

RAWASARI 112.000 M3 IPA 60 5,184 BELUM


PERSEMAIAN M3/HARI DIMANFAATKAN
IPA 60 5,184
KAMPUNG M3/HARI
BUGIS

VI - 9
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

IPA KAPS
EMBUNG KAPASITAS JUMLAH KEBUTUHAN GAMBAR SITUASI
TERLAYANI (L/Detik)

PERSEMAIAN 130,700 M3 IPA 85 7,344 SUDAH


PERSEMAIAN M3/HARI DIMANFAATKAN

BENGAWAN 145.000 M3 IPA 60 5,184 SUDAH


BENGAWAN M3/HARI DIMANFAATKAN
IPA JUATA 30 2,592
LAUT M3/HARI
IPA 70 6,048
PERSEMAIAN M3/HARI

VI - 10
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

IPA KAPS
EMBUNG KAPASITAS JUMLAH KEBUTUHAN GAMBAR SITUASI
TERLAYANI (L/Detik)

INDULUNG 135,000 M3 IPA 200 17,280 PROSES


KAMPUNG M3/HARI
SATU 2,592
IPA PANTAI 30 M3/HARI
AMAL

MAYA IPA PANTAI AMAL 30 2,592 RENCANA


IPA JUATA LAUT M3/HARI
35 3.024
M3/HARI
JUATA LAUT IPA JUATA LAUT 35 3.024 RENCANA
M3/HARI
Sumber: PDAM Tirta Alam, Kota Tarakan, 2019

VI - 11
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

6.1.3. Rencana Embung Baru


6.1.3.1. Rencana Embung Maya Dari Sumber Air Maya dan Mangantal
Potensi lain yang bisa dimanfaatkan adalah menggunakan sumber air sungai maya dan sungai mangantal di Tarakan Utara. Kedua
sungai ini mempunyai potensi sebagai air baku untuk pelayanan air minum diwilayah Tarakan Utara. Dari segi Kuantitas, Kontinuitas dan
Kualitas Sumber air baku ini bisa digunakan dalam produksi air minum, namun untuk sungai mangantal diperlukan treatment khusus
karena kondisi air nya masuk kategori air gambaut yang mempunyai kandungan asam yang tinggi. Sungai maya mempunya potensi 640
L/Detik sedangkan sungai mangantal mempunyai potensi debit aliran 20 L/detik.. Berikut ini kondisi sungai maya dan mangantal di
tarakan utara.

Gambar 6.2. Lokasi Sungai Maya dan Mangantal


Sumber: Dokumentasi Konsultan. 2019

VI - 12
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

6.1.3.2. Rencana Embung Borneo Dari Sungai Batumapan Potensi Pelayanan Univ. Borneo dan Pantai Amal

Pada lokasi studi terdapat aliran anak sungai yang bertemu di sungai Batu Mapan. Pada lokasi tersebut direncanakan akan dibangun
danau yang akan merubah fungsi dan bentuk aliran sungai. Penghitungan berdasarkan pengamatan dan pengukuran terhadap morfometri
sungai yang ada di sekitar lokasi studi disajikan pada Tabel VI.3
Tabel VI.3. Hasil Pengukuran Terhadap Morfometri Sungai Batu Mapan
Lebar Kedalaman Rata-Rata Kecepatan Aliran Debit Sesaat
Lokasi
(m) (m) (m/det) (m3/dtk)
Sungai Batu Mapan 1,80 0,2 0,3 0,108
Sumber : Hasil pengamatan, pengukuran dan perhitungan, 2018

Kegiatan Universitas Borneo Tarakan memanfaatkan air permukaan sungai Batu Mapan sebagai bahan baku air bersih, kemungkinan
dampak yang terjadi terhadap kualitas air perlu diperhatikan, guna menghindari terjadinya pencemaran kualitas air. Pengukuran
kualitas air permukaan dilakukan di Sungai Batu Mapan. Pengambilan sampel dilakukan pada kondisi cuaca cerah. Hasil pengukuran
kualitas air permukaan di sekitar lokasi studi disajikan pada VI.4

Tabel VI.4 Hasil Pengukuran Kualitas Air Permukaan Di Lokasi Studi


BAKU
NO PARAMETER SATUAN HASIL SPESIFIKASI METODE
MUTU
A FISIKA
1 TSS mg/L 50 4 SNI 06-6989.3-2004
2 TDS mg/L 1000 53,8 SNI 06-6989.27-2005
3 Kekeruhan NTU (-) 0,14 SNI 06-6989.25-2005
B KIMIA
COD mg/L 25 80 SNI 6989.73-2009
BOD5 mg/L 3 2,70 SNI 06-6989.2-2004
pH - 6,0 - 9,0 6,67 SNI 06-6989.11-2004
Minyak dan Lemak mg/L 1000 2,4 SNI 06-6989.30-2005

VI - 13
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

BAKU
NO PARAMETER SATUAN HASIL SPESIFIKASI METODE
MUTU
Fosfat (PO4-P) mg/L 10 0,218 SNI 06-6989.31-2005
Nitrit mg/L 3 0,059 SNI 06-6989.9-2004
Nitrat mg/L 50 0,054 SNI 06-6989.7-2003
Ammonia mg/L 1,5 0,024 SNI 06-6989.30-2005
Klorin Bebas (Cl2) mg/L 1 0,025 Colorimetric
C LOGAM
Besi mg/L 0,3 0,8 SNI 06-6989.34-2009
Mangan mg/L 0,4 0,03 SNI 6989.8-2009
Seng mg/L 3 0,1 SNI 6989.5-2009
Sumber : Hasil Analisa Laboratorium Kualitas Air FPIK UBT, 2018
Keterangan : Angka yang dicetak tebal adalah nilai yang telah melampaui baku mutu lingkungan.
Baku Mutu : Peraturan Pemerintah RI Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air Kelas II.
Lokasi : Sungai Batu Mapan

Berdasarkan hasil analisis kualitas air permukaan, terdapat beberapa parameter seperti COD dan Besi telah melampaui baku mutu
yang dipersyaratkan berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan
Pengendalian Pencemaran Air Kelas II. Hasil pengukuran yang telah dilakukan menunjukkan nilai COD di lokasi studi 80 mg/L
melebihi nilai ambang batas yang diperbolehkan sebesar 25 mg/L. Nilai COD yang tinggi menunjukkan bahwa semakin banyak
oksigen yang digunakan untuk mengurai senyawa-senyawa anorganik dalam cairan, sehingga oksigen yang digunakan sebagai
sumber kehidupan biota air menjadi semakin sedikit. Dibawah ini lokasi Embung daerah universitas Borneo.

VI - 14
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar VI. 6.4, Lokasi Rencana Embung Borneo


Sumber: ADDENDUM ANDAL RKL-RPL Tipe B

VI - 15
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

6.2. Potensi Air Permukaan Diluar Wilayah Kota Tarakan


6.2.1. Potensi Air Permukaan Dari Sungai Sekatak (Bulungan)
Dalam rangka mengantisipasi semua isu-isu strategis dalam penyelenggaraan
SPAM yang kini berkembang, Pemerinta Kota Tarakan mencoba merintis pengembangan
Kebijakan dan Strategi pengembangan SPAM Daerah diantara lainnya melalui
penyusunan penyusunan SID SPAM Sungai Sekatak-Tarakan ini sebagai langkah
terobosan terutama sekali setelah mendalami dan mencermati kebutuhan Air Minum
jangka panjang Kota Tarakan dsk. Juga dinilai penting kedepan adanya peningkatan
profesionalisme dalam sistem tatakelola dan pengaturan pengembangan SPAM regional
yang lebih terarah sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Terutama dalam
rangka mendorong peran serta dan kemitraan Dunia Usaha termasuk swadaya
masyarakat dalam pengembangan SPAM serta menciptakan iklim lebih kondusif untuk
investasi badan usaha swasta maupun koperasi, mengembangkan SPAM melalui
penerapan berbagai inovasi teknologi tepat guna di daerah terkait dengan perancangan
optimalisasi air baku, serta perlindungan dan pelestarian sumber air yang baik kualitas
maupun kuantitasnya kini cenderung semakin terbatas.
Sementara itu keputusan Mahkamah Konstitusi tanggal 18 Februari 2015 tentang
pembatalan secara keseluruhan Undang-undang Pengelolaan Sumber Daya Air No. 7
Tahun 2004 telah berimplikasi cukup serius, karena menyangkut perubahan pola pikir
dan cara pandang terhadap upaya penanganan dan pengembangan air baku SPAM yang
tengah berlangsung. Khususnya berkaitan dengan pengelolaan air baku kedepan,
kegiatan sementara waktu akan menginduk pada UU SDA lama No. 11 Tahun 1974
tentang Pengairan didukung Permen PU No. 48 Tahun 1990 dan Permen PU No. 63 Tahun
1993 dan lainnya; sampai ditetapkannya UU SDA pengganti sebagai payung hukum baru.
Mengingat kapasitas sungai Sekatak yang cukup besar serta area pengairan yang relatif
kecil, maka diprakirakan tak ada hambatan khusus yang akan terjadi terkait rencana
pemanfaatan debit air sungai ini sebesar ± 1,50 m3/dt untuk pemenuhan kebutuhan air
minum regional, mengacu pada Permen PU No. 11A Tahun 2008/2009. Dalam prinsip
tatakelola hulu-hilir air baku yang komprehensif serta sejalan pula dengan pola pikir dan
cara pandang penanganan SDA nasional yang tercermin dalam pembatalan UU SDA No. 7
Tahun 2004 diatas, maka rencana jangka panjang pengembangan SPAM Sungai Sekatak
ini masih sangat relevan sepanjang strategi penanganan serta pengaturan (kebijakan)
terutama di sektor paling hulu (daerah tangkapan air sampai BPA), sistem
pendistribusian air curah (lewat offtake reservoirs) dan strategi penanganan paling hilir

VI-16
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

yaitu sistem penagihan kepada masyarakat pelanggan tetap dikendali PemKot-PemKab


terkait (lewat PDAM).
Berdasar data TDS diatas survey lapangan mengarah pada pemanfaatan air baku
Sungai Sekatak yang berada di Desa Sekatak Buji Kabupaten Bulungan, sehingga
dilakukan pencermatan terhadap kondisi terrain serta lingkungan dari lokasi Intake (BPA)
rencana. Hasil pengamatan di lapangan, Sungai Sekatak ini memiliki kelebaran sampai
± 70 meter dengan kedalaman air rata-rata 5 - 10 meter perkiraan debit sumber yang
dilakukan oleh konsultan pada saat survei lapangan diperoleh debit sebesar lebih dari >
5.000 lt/detik. Angka ini sudah cukup memadai karena berdasarkan hasil perhitungan
proyeksi kebutuhan air minum dengan periode perencanaan selama 20 tahun. Untuk lebih
jelasnya Photo sumber dapat dilihat pada Gambar 6.2.

Gambar 6.3 Situasi Survey Lokasi Di Sungai Sekatak

Berikut adalah data-data mengenai sumber air baku yang akan


digunakan (STUDI SID Sungai Sekatak, Tahun 2016):
 Desa: Sekatak Buji Kabupaten Bulungan
 Jenis dan Nama Sumber Air Baku: Sungai Sekatak
 Elevasi muka air pada Bangunan Pengambilan Air (BPA): ± 15 m dpl
 Koordina: LU 3°17'16,11" ; 117°07'30.67" LT
 Debit Sumber Air Baku: > 5.000 l/dt

Berikut ini rencana implementasi pengembagan air baku dari sungai Sekatak
Kabupaten Bulungan untuk suplai air baku di Kota tarakan periode 2026-2039 (Jangka
Menengah dan Panjang).

VI-17
CV. ARTHA GEMILANG ENGINEERING Laporan Akhir

Gambar 6.5 Rencana Skematik Suplai Air Baku dari Sungai Sekatak
Sumber: STUDI SID Sungai Skatak, Tahun 2016

VI - 18
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

RENCANA INDUK DAN PRA DESAIN


PENYELENGARAAN SPAM
7.1. Rencana Pola Pemanfaatan Ruang Wilayah Studi
Pengambilan keputusan dalam hal kebijakan, struktur dan pola pemanfaatan
ruang merupakan suatu tindakan yang didasarkan pada kondisi eksisting dan rencana
pengembangan wilayah di masa mendatang. Pengambilan keputusan ini harus melihat
hasil kajian dan analisis arah perkembangan Kota Tarakan. Kajian analisis perkembangan
Kota harus terkait dengan perlindungan sumber mata air dan sumber air baku. Oleh
karena itu, kebijakan harus searah dengan pengembangan pelayanan SPAM di Kota
Tarakan. Strategi pengembangan adalah sebagai berikut:

7.1.1 Kebijakan Tata Ruang


Kota Tarakan telah memiliki PERDA RTRW. PERDA RTRW Kota Tarakan berlaku
tahun 2012 – 2032. Dalam RTRW ini, struktur dan pola ruang untuk pengembangan kota
dan permukiman di arahkan menuju Tarakan Barat. Kemudian, daerah industri dan
pembangkit listrik diarahkan menuju Tarakan Utara. Daerah kawasan ekonomi khusus
diarahkan menuju daerah Tarakan Timur. Terakhir, bagian tengah pulau Tarakan yaitu
Kecamatan Tarakan Tengah dan Tarakan Utara diarahkan menjadi kawasan hutan
lindung dan konservasi air tanah. Pada rincian struktur dan pola pemanfaatan ruang yang
telah ada dan yang akan dikembangkan, maka rekomendasi pengembangan Kota
Tarakan adalah:
A. Perlindungan Kawasan Hutan Lindung
Hutan lindung Kota Tarakan perlu diberikan batas-batas baru yang jelas. Pada
dokumen PERDA RTRW Kota Tarakan, lokasi hutan lindung banyak yang berdampingan
dengan fungsi-fungsi pelayanan lainnya. Sebagai contoh Kecamatan Tarakan Utara,
kawasan hutan lindung di daerah ini berbatasan langsung dengan kawasan industri dan
perumahan kepadatan sedang dan kepadatan tinggi. Hal ini perlu menjadi perhatian bagi
Pemerintah Kota Tarakan dan Kecamatan Tarakan Utara untuk memberi batas yang jelas
antara kawasan hutan lindung dengan permukiman padat dan industri. Berdasarkan

VII-1
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

kategorinya, Tarakan utara akan dijadikan pusat lingkungan. Pusat lingkungan


merupakan pusat pelayanan ekonomi, social dana tau/administrasi lingkungan kota. Arah
pengembangannya adalah bagian pesisir utara Kota Tarakan menjadi Sub PPK baru
utara di Kelurahan Juata Laut. Tanjung selayung sebagai Pusat Lingkungannya. Pusat-
pusat ini melayani sebagian Kelurahan Juata Laut. Oleh karena Tanjung Selayung
berfungsi sebagai pusat lingkungan, maka fungsi untuk melayani keseluruhan ekonomi,
sosial dan administrasi tidak ditujukan ke daerah ini. Akan tetapi, daerah ini menjadi pusat
kawasan industri dengan Pelabuhan Tanjung Selayung sebagai penghubung (hub)
transportasi barang dan jasa. Permukiman dengan kepadatan tinggi akan terbangun di
daerah ini sebagai tempat tinggal para pekerja dan karyawan pusat industri bagian utara.
Oleh karena itu, kawasan hutan lindung yang berdampingan persis dengan kawasan
permukiman dengan kepadatan tinggi dan pusat industri perlu diberi batas yang jelas
antar wilayah agar tidak terjadi invasi dan alih fungsi lahan di kawasan hutan lindung
Kecamatan Tarakan Utara.

Pada bagian timur Kota Tarakan, sebagian Kecamatan Tarakan Utara bagian timur
dan Kecamatan Tarakan Tengah serta sebagian kecil Kecamatan Tarakan Timur, hutan
lindung diberi batas sabuk hijau untuk membatasi kawasan hutan lindung dengan fungsi-
fungsi lain yang berdampingan dengannya. Kawasan permukiman dengan kepadatan
tinggi berada di daerah pesisir dan searah dengan jalan melingkar Kota Tarakan.
Tentunya, hal ini dapat berkembang tanpa harus bersinggungan langsung dengan
kawasan hutan lindung. Sub PPK baru di bagian timur berlokasi di Tanjung Simaya. Pusat
lingkungannya berlokasi di Tanjung Binalatung. Arah pengembangan bagian timur ini
untuk daerah pesisir adalah untuk daerah pariwisata. Hal yang perlu menjadi perhatian
adalah daerah DAS yang dilintasi oleh sungai-sungai besar dan bermuara di bagian timur
Kota Tarakan. DAS Sungai jangan sampai tertutup oleh sedimen dan sampah. Hal ini
sebagai konsekuensi dari pertumbuhan jumlah penduduk dan limpasan air hujan
membawa sedimen tanah daerah sekitarnya menuju DAS Sungai yang bermuara di
pesisir timur. Pola pengembangan yang baik adalah mengontrol pertumbuhan penduduk
sekaligus menyediakan sarana dan prasarana sanitasi yang baik. Pembukaan jalan
melingkar di Tarakan bagian timur dengan menyambung jalan dari timur hingga ke utara.
Penyambungan akses halan ini harus dibarengi pula dengan ketersediaan sanitasi berupa
sistem penyaluran limbah cair, sistem pengelolaan sumber daya air permukaan dan
drainase serta sarana dan prasarana manajemen persampahan yang memadai. Hal ini
akan mendukung program pengembangan Tarakan bagian timur sebagai daerah
permukiman dengan kepadatan sedang dan daerah pariwisata.

VII-2
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Pada bagian selatan Kota Tarakan, sebagian Kecamatan Tarakan Timur tidak
terdapat hutan lindung. Namun, Kecamatan Tarakan timur memiliki kawasan hutan
mangrove, dekat kelurahan Lingkas Ujung. Kelurahan Lingkasujung menjadi pusat
lingkungan untuk PPK Kota Lama. Perlindungan kawasan ini perlu dilakukan sebagai
tempat muara sungai Pamusian. Terlihat pada pola pengembangan Kota Tarakan, daerah
ini menjadi tempat usaha tambak. Pengembangan usaha tambak dengan membuka
kawasan Mangrove akan mengurangi fungsi perlindungan daerah ini. Pada umumnya,
daerah Mangrove merupakan daerah yang terpengaruh pasang-surut air laut. Mangrove
juga berfungsi sebagai penangkap sedimen sungai terutama muara Sungai Pamusian.
Sehingga, pengembangan daerah ini perlu diperhatikan untuk usaha tambaknya. Alokasi
debit sumber air dari sungai Pamusian juga turut diperhitungkan karena sungai ini juga
memberikan nutrient bagi wilayah pesisir dan kolam tambak. Pengambilan air tawar dari
Sungai Pamusian harus menyisakan sebagian air tawar untuk mengaliri tambak sehingga
air laut tidak mengintrusi terlalu dalam di daerah ini. Untuk pola pelayanan Kota, Kota
Kecamatan Memburungan Timur memiliki pola pengembangan kawasan permukiman
dengan kepadatan sedang berdampingan dengan hutan Kota. Daerah ini dialiri oleh DAS
Mantogog dan DAS Bunyu Mambulua. Akan tetapi, sumber pengisian air tidak berhulu
langsung dengan kawasan hutan lindung sehingga DAS Mentogog dan DAS Bunyu
Mambulua ini hanya mendapat suplai pengisian air tanah hanya dari Hutan Kota. Hal ini
menjadikan DAS Mentogog dan DAS Bunyu tidak direkomendasikan sebagai penyuplai
air baku karena kontinuitasnya pasti akan menyusut tajam ketika musim kemarau panjang

Pada bagian barat Kota Tarakan, sebagian besar Tarakan Barat merupakan Sub
PPK Kota Lama. Kelurahan Karang Anyar Pantai menjadi pusat Sub PPK Lama Barat.
Pusat Lingkungan berada di Kelurahan Karangbalik. Kecamatan Tarakan Barat telah
lama berkembang karena sudah dibanngun bertahun tahun yang lalu. Banyak
permukiman dengan kepadatan sedang dan tinggi mendominasi daerah ini. Kelurahan
Juata Kerikil merupakan kelurahan yang berbatasan langsung dengan kawasan Hutan
Lindung. Sebagian batas ada yang terpisahkan oleh Hutan Kota, sebagian lainnya
berbatasan dengan kawasan pertambangan dan sisanya berbatasan dengan kawasan
penduduk dengan kepadatan tinggi. DAS Persemaian merupakan sungai yang berhulu
langsung di hutan lindung dan trase DASnya melewati Kelurahan Juata Kerikil dan
Karang Harapan. Daerah perbatasan ini perlu diberi batas yang jelas dan kontrol
perkembangan permukiman agar tidak sampai masuk ke dalam kawasan Hutan Lindung.
Jika kawasan hutan lindung beralih fungsi maka DAS Persemaian merupakan wilayah
yang langsung terdampak. Dampaknya berupa pembuangan limbah cair dan sampah

VII-3
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

masuk ke sungai. Di musim kemarau, DAS akan mengalami penurunan debit. Jika DAS
ini dilihat dari Peta Imbuhan Sungai, kedalaman hulunya tidak sampai tengah-tengah
hutan lindung sehingga debitnya benar-benar merupakan pengisian air kembali bagian
pinggir hutan lindung. Untuk DAS Bengawan. DAS ini berhulu agak lebih dalam di Hutan
Lindung. Akan tetapi, trase DASnya melewati kawasan pertambangan. Hal yang perlu
diperhatikan adalah perlu perlindungan DAS Bengawan dari cemaran kawasan tambang.
Cemaran dapat berupa sedimen tanah hasil bukaan tambang dan juga limbah cair dari
usaha tambang. Hal ini perlu diperhatikan, mengingat posisi embung bengawan berada
setelah kawasan tambang sehingga dampaknya akan terasa ketika hujan besar yang
akan membawa banyak sedimen dan limbah masuk ke Embung Bengawan.
Pengembangan Kota di daerah ini berada di Kelurahan Juata Kerikil sebagai Sub PPK
baru selatan. Dengan adanya pengembangan baru untuk Sub PPK baru selatan,
Kelurahan Juata Kerikil perlu diperhatikan fungsinya sebagai pusat pelayanan ekonomi,
sosial dan administrasi Kota Tarakan. Kelurahan Juata Kerikil menjadi pusat ekonomi
baru dan administrasi yang menggantikan Sub PPK lama selatan di Mamburungan. Pusat
pelayanan kota administrasi, sosial dan ekonomi perlu suplai air bersih yang handal agar
tidak terjadi kemandekan dalam pertumbuhan ekonomi, kemasyarakatan dan administrasi
pemerintahan.

7.1.2 Struktur Tata Ruang yang Berkelanjutan


Konsep pengembangan struktur tata ruang wilayah Kota Tarakan perlu
memantapkan kembali fungsi dan peranan Kota Utama sebagai Pusat Pelayanan
Kawasan, Pusat Pelayanan Lingkungan serta Pusat Pelayanan baru hasil pengembangan
wilayah perkotaan. Pengembangan ini harus didukung oleh pengembangan aksesibilitas
dari segi infrastruktur dasar seperti air minum dan sanitasi (persampahan, limbah cair dan
drainase), pembukaan dan peningkatan kualitas jalan raya, penanggulangan kawasan
kumuh, peningkatan rasio elektrifikasi dan sarana sosial kemasyarakatan (Sekolah,
Rumah Ibadah dan Sarana Kesehatan). Berdasarkan uraian konsep tersebut, maka
strategi pengembangan struktur ruang wilayah Kota Tarakan yaitu:
A. Mengembangkan Sub Pusat Pelayanan Kota Baru Utara untuk melayani daerah
pengembangan perkotaan seperti Kelurahan Juata Laut untuk melayani daerah
Juata Laut dan sekitarnya.
 Pengembangan pelayanan daerah baru pengganti Sub PPK Kota Lama Barat.
Pelayanan administrasi pemerintahan, ekonomi dan sosial berpusat di Juatalaut

VII-4
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

 Pengembangan daerah berupa pembangunan kawasan industri terpadu dan


pembangkit listrik tenaga uap.
 Pengendalian pemanfaatan ruang Kota dari pertumbuhan permukiman
kepadatan sedang hingga kepadatan tinggi untuk tidak masuk ke batas kawasan
hutan lindung.
 Memberikan arahan penyusunan program-program infrastruktur dasar yang
terkait dengan tata ruang. Khusus untuk penyediaan air minum, sistem dibangun
untuk melayani sub pusat pelayanan Kota di Juatalaut terutama di permukiman,
kawasan industri, PLTU dan daerah pariwisata.
 Mengarahkan fungsi tata ruang yang harmonis agar tidak terjadi tumpang tindih
antar satu fungsi dengan fungsi lainnya yang berakibat terjadinya alih fungsi
lahan yang tidak sesuai peruntukannya.
 Meningkatkan pengembangan pusat industri dan daerah pariwisata sebagai
tempat berkembangnya ekonomi baru di Kota Tarakan. Kawasan permukiman
akan mengikuti perkembangan dua pusat ini. Kemudian, sistem penyediaan air
minum dibangun sesuai porsinya sehingga kemanfaatan dari kapasitas produksi
air minum dapat bermanfaat maksimal.
 Menyiapkan dukungan sarana dan prasarana sanitasi yang baik terutama di
bidang manajemen persampahan, limbah cair dan drainase. Upaya ini untuk
melindungi sumber daya air permukaan dari pencemaran yang mana sumber
daya air permukaan merupakan air baku utama dari sistem penyediaan air
minum Kecamatan Tarakan Utara.
 Integrasi penanggulangan kawasan kumuh bagian utara Kelurahan Juatalaut.
Daerah kumuh meliputi RT-11, RT-08, RT-07, RT-03, RT-17. Pembangunan
infrastruktur SPAM dengan tarif sosial bersubsidi untuk diberikan di daerah ini.
Hal ini akan mengatasi satu permasalahan dari empat bidang sanitasi (Air
minum, Persampahan, Penyaluran Limbah Cair dan Drainase Lingkungan).

B. Mengembangkan Sub Pusat Pelayanan Kota Baru Selatan untuk melayani daerah
pengembangan perkotaan seperti Kelurahan Juata Permai, Kelurahan Juata Kerikil,
dan Kelurahan Karang Harapan.
 Pengembangan pelayanan daerah baru pengganti Sub PPK Kota Lama Selatan.
Pelayanan administrasi pemerintahan, ekonomi dan sosial berpusat di Juata
Permai.

VII-5
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

 Pengendalian pemanfaatan ruang di Juata Permai Kota dari pertumbuhan


permukiman kepadatan sedang hingga kepadatan tinggi untuk tidak masuk ke
batas kawasan hutan lindung.
 Pengendalian pemanfaatan ruang lainnya yang juga ada di Juata Permai dari
pembukaan lahan untuk kawasan pertambangan galian C serta penutupan
lahan bekas tambang yang sudah tidak aktif dengan reklamasi serta
penghijauan sebagai hutan Kota. Hutan Kota ini berfungsi sebagai sabuk hijau
pembatas kawasan permukiman penduduk dengan hutan lindung.
 Memberikan arahan penyusunan program-program infrastruktur dasar yang
terkait dengan tata ruang. Khusus untuk penyediaan air minum, sistem
dibangun untuk melayani Kelurahan Juata Permai, Juata Kerikil dan Juata
Laut. Pusat perdagangan dan kawasan perkantoran sepanjang Jalan P. Aji
Iskandar memerlukan infrastruktur air minum (sistem perpipaan) yang handal
karena daerah ini menjadi pusat ekonomi dan administrasi.
 Mengarahkan fungsi tata ruang yang harmonis agar tidak terjadi tumpang
tindih antar satu fungsi dengan fungsi lainnya yang berakibat terjadinya alih
fungsi lahan yang tidak sesuai peruntukannya.
 Menyiapkan dukungan sarana dan prasarana sanitasi yang baik terutama di
bidang manajemen persampahan, limbah cair dan drainase. Upaya ini untuk
melindungi sumber daya air permukaan dari pencemaran yang mana sumber
daya air permukaan merupakan air baku utama dari sistem penyediaan air
minum Kecamatan Tarakan Barat.

C. Mengembangkan Sub Pusat Pelayanan Kota Baru Timur untuk melayani daerah
pengembangan perkotaan seperti Kelurahan Juata Laut bagian timur, Kecamatan
Tarakan Utara.
 Pengembangan pelayanan daerah baru pengganti Sub PPK Kota Lama
Timur. Pelayanan administrasi pemerintahan, ekonomi dan sosial berpusat di
Pantai Amal.
 Pengendalian pemanfaatan ruang lainnya yang juga ada di Juata Permai dari
pembukaan lahan untuk kawasan pertambangan galian C serta penutupan
lahan bekas tambang yang sudah tidak aktif dengan reklamasi serta
penghijauan sebagai hutan Kota. Hutan Kota ini berfungsi sebagai sabuk hijau
pembatas kawasan permukiman penduduk dengan hutan lindung

VII-6
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

 Pengendalian pemanfaatan ruang di Juatalaut dari pertumbuhan permukiman


kepadatan sedang hingga kepadatan tinggi untuk tidak masuk ke batas
kawasan hutan lindung. Fungsi sabuk hijau sebagai pembatas antara
kawasan pemukiman dengan hutan lindung perlu diberikan batas yang jelas
dan perizinan pemanfaatan sabuk hijau harus berkoordinasi dengan Dinas
Lingkungan Hidup.
 Memberikan arahan penyusunan program-program infrastruktur dasar yang
terkait dengan tata ruang. Khusus untuk penyediaan air minum, sistem
dibangun untuk melayani sub pusat pelayanan Kota di Juatalaut terutama di
permukiman, kawasan industri dan daerah pariwisata.
 Mengarahkan fungsi tata ruang yang harmonis agar tidak terjadi tumpang
tindih antar satu fungsi dengan fungsi lainnya yang berakibat terjadinya alih
fungsi lahan yang tidak sesuai peruntukannya.
 Menyiapkan dukungan sarana dan prasarana sanitasi yang baik terutama di
bidang manajemen persampahan, limbah cair dan drainase. Upaya ini untuk
melindungi sumber daya air permukaan dari pencemaran yang mana sumber
daya air permukaan merupakan air baku utama dari sistem penyediaan air
minum Kecamatan Tarakan Utara.

D. Meningkatkan kualitas infrastruktur sanitasi di Sub Pusat Pelayanan Kota Lama


Barat untuk melayani daerah pengembangan perkotaan seperti Kelurahan Karang
Anyar Pantai, Kelurahan Karang Anyar, Kelurahan Karang Rejo, Kelurahan Selumit,
Kelurahan Sebengkok, Kelurahan Gunung Lingkas, Kelurahan Lingkas Ujung dan
sebagian Kelurahan Kampung Satuskip.
 Peningkatan pelayanan Sub PPK Kota Lama Barat. Pelayanan administrasi
pemerintahan, ekonomi dan sosial berpusat di Karanganyarpantai.
 Pengendalian pemanfaatan ruang di Juata Kerikil dari pertumbuhan
permukiman kepadatan sedang hingga kepadatan tinggi untuk tidak masuk ke
batas kawasan hutan lindung. Fungsi sabuk hijau sebagai pembatas antara
kawasan pemukiman dengan hutan lindung perlu diberikan batas yang jelas
dan perizinan pemanfaatan sabuk hijau harus berkoordinasi dengan Dinas
Lingkungan Hidup.
 Memberikan arahan penyusunan program-program infrastruktur dasar yang
terkait dengan tata ruang. Khusus untuk penyediaan air minum, sistem
dibangun untuk melayani sub pusat pelayanan Kota di Karang Anyar Pantai

VII-7
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

terutama di permukiman, kawasan industri, pertambangan, perkantoran,


perdagangan dan daerah pariwisata.
 Mengarahkan fungsi tata ruang yang harmonis agar tidak terjadi tumpang
tindih antar satu fungsi dengan fungsi lainnya yang berakibat terjadinya alih
fungsi lahan yang tidak sesuai peruntukannya.
 Menyiapkan dukungan sarana dan prasarana sanitasi yang baik terutama di
bidang manajemen persampahan, limbah cair dan drainase. Upaya ini untuk
melindungi sumber daya air permukaan dari pencemaran yang mana sumber
daya air permukaan merupakan air baku utama dari sistem penyediaan air
minum Kecamatan Tarakan Barat.
 Integrasi penanggulangan kawasan kumuh bagian barat di Kelurahan
Sebengkok. Daerah kumuh meliputi RT-03, RT-02, RT-01, RT-24, RT-04,
RT-05, RT-15, RT-12, RT-08. Pembangunan infrastruktur SPAM dengan tarif
sosial bersubsidi untuk diberikan di daerah ini. Hal ini akan mengatasi satu
permasalahan dari empat bidang sanitasi (Air minum, Persampahan,
Penyaluran Limbah Cair dan Drainase Lingkungan).
 Integrasi penanggulangan kawasan kumuh bagian barat di Kelurahan
Lingkasujung. Daerah kumuh meliputi RT-05, RT-15, RT-12, RT-10, RT-17.
Pembangunan infrastruktur SPAM dengan tarif sosial bersubsidi untuk
diberikan di daerah ini.
 Integrasi penanggulangan kawasan kumuh bagian barat di Kelurahan Selumit
dan Selumit Pantai. Daerah kumuh Selumit meliputi RT-01, RT-02, RT-05,
RT-06. Daerah kumuh Selumit Pantai meliputi RT-01, RT-03, RT-04, RT-
05, RT-06, RT-08, RT-09, RT-10, RT-11, RT-13, RT-16, RT-18, RT-19, RT-21,
RT-22, RT-24, RT-25, RT-28, RT-29 Pembangunan infrastruktur SPAM
dengan tarif sosial bersubsidi untuk diberikan di daerah ini.
 Integrasi penanggulangan kawasan kumuh bagian barat di Kelurahan
Karangrejo. Daerah kumuh meliputi RT-01, RT-02, RT-03, RT-04, RT-05,
RT-08, RT-09, RT-11, RT-12, RT-13, RT-14. Pembangunan infrastruktur
SPAM dengan tarif sosial bersubsidi untuk diberikan di daerah ini.

E. Meningkatkan kualitas infrastruktur sanitasi di Sub Pusat Pelayanan Kota Lama


Selatan untuk melayani daerah pengembangan perkotaan seperti Kelurahan
Mamburungan, Kelurahan Mamburungan Timur, sebagian Kelurahan Kampung
Empat dan sebagian Kelurahan Pantai Amal.

VII-8
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

 Peningkatan pelayanan Sub PPK Kota Lama Selatan. Pelayanan administrasi


pemerintahan, ekonomi dan sosial berpusat di Mamburungan.
 Pengendalian pemanfaatan ruang di Lingkas Ujung, Gunung Lingkas dan
Kampung Empat dari pertumbuhan permukiman kepadatan sedang hingga
kepadatan tinggi untuk tidak banyak mengeksploitasi kawasan hutan
mangrove. Fungsi hutan mangrove sebagai pembatas daratan terpengaruh
pasang surut dan muara sungai pamusian. Hutan ini dapat menjadi
penangkap sedimen sungai dan mencegah intrusi air laut masuk ke dalam
sungai menuju ke arah daratan.
 Memberikan arahan penyusunan program-program infrastruktur dasar yang
terkait dengan tata ruang. Khusus untuk penyediaan air minum, sistem
dibangun untuk melayani sub pusat pelayanan Kota di Mamburungan Timur
terutama di permukiman, daerah pariwisata dan stadion olahraga.
 Mengarahkan fungsi tata ruang yang harmonis agar tidak terjadi tumpang
tindih antar satu fungsi dengan fungsi lainnya yang berakibat terjadinya alih
fungsi lahan yang tidak sesuai peruntukannya.
 Menyiapkan dukungan sarana dan prasarana sanitasi yang baik terutama di
bidang manajemen persampahan, limbah cair dan drainase. Upaya ini untuk
melindungi sumber daya air permukaan dari pencemaran yang mana sumber
daya air permukaan merupakan air baku utama dari sistem penyediaan air
minum Kecamatan Tarakan Selatan.
 Integrasi penanggulangan kawasan kumuh bagian timur di Kelurahan
Mamburungan Timur. Daerah kumuh meliputi RT-09, RT-18, RT-19, RT-20.
Pembangunan infrastruktur SPAM dengan tarif sosial bersubsidi untuk
diberikan di daerah ini.
 Integrasi penanggulangan kawasan kumuh bagian timur di Kelurahan
Pantaiamal. Daerah kumuh meliputi RT-08 dan RT-13. Pembangunan
infrastruktur SPAM dengan tarif sosial bersubsidi untuk diberikan di daerah ini.
 Integrasi penanggulangan kawasan kumuh bagian barat di Kelurahan Selumit
dan Selumitpantai. Daerah kumuh Selumit meliputi RT-01, RT-02, RT-05,
RT-06. Daerah kumuh Selumit Pantai meliputi RT-01, RT-03, RT-04, RT-
05, RT-06, RT-08, RT-09, RT-10, RT-11, RT-13, RT-16, RT-18, RT-19, RT-21,
RT-22, RT-24, RT-25, RT-28, RT-29. Pembangunan infrastruktur SPAM
dengan tarif sosial bersubsidi untuk diberikan di daerah ini.

VII-9
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

F. Meningkatkan kualitas infrastruktur sanitasi di Sub Pusat Pelayanan Kota Lama


Timur untuk melayani daerah pengembangan perkotaan seperti sebagian Kelurahan
Kampung Satuskip, sebgaian Kelurahan Pantai Amal, Kelurahan Kampung Enam
dan sebagian Kelurahan Kampung Empat.
 Peningkatan pelayanan Sub PPK Kota Lama Timur. Pelayanan administrasi
pemerintahan, ekonomi dan sosial berpusat di Pantai Amal.
 Pengendalian pemanfaatan ruang di Pantai Amal dari pertumbuhan
permukiman kepadatan sedang hingga kepadatan tinggi untuk
mempertahankan persentase daerah ruang terbuka hijau berupa hutan Kota
dan hutan Mangrove.
 Memberikan arahan penyusunan program-program infrastruktur dasar yang
terkait dengan tata ruang. Khusus untuk penyediaan air minum, sistem
dibangun untuk melayani sub pusat pelayanan Kota di Pantai Amal terutama
di permukiman, pusat pendidikan Universitas Borneo Tarakan dan kawasan
pariwisata.
 Mengarahkan fungsi tata ruang yang harmonis agar tidak terjadi tumpang
tindih antar satu fungsi dengan fungsi lainnya yang berakibat terjadinya alih
fungsi lahan yang tidak sesuai peruntukannya.
 Menyiapkan dukungan sarana dan prasarana sanitasi yang baik terutama di
bidang manajemen persampahan, limbah cair dan drainase. Upaya ini untuk
melindungi sumber daya air permukaan dari pencemaran yang mana sumber
daya air permukaan merupakan air baku utama dari sistem penyediaan air
minum Kecamatan Tarakan Timur.
 Integrasi penanggulangan kawasan kumuh bagian timur di Kelurahan Pantai
Amal. Daerah kumuh meliputi RT-08 dan RT-13. Pembangunan infrastruktur
SPAM dengan tarif sosial bersubsidi untuk diberikan di daerah ini.

7.1.3 Pemanfaatan Pola Ruang di Kota Tarakan


Rencana pola pemanfaatan ruang untuk pengembangan sistem jaringan
prasarana lingkungan perihal ini yaitu prasarana air minum di Kota Tarakan dalam RTRW
No 4 Tahun 2012 meliputi alokasi pemanfaatan ruang yaitu :
(1) Sistem Jaringan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam pasa 22 huruf c
terdiri atas sumber daya air baku, prasarana air baku untuk air bersih, dan sistem
pengendalian banjir. Sumber daya air baku sebagaimana yang dimaksud padal 25
ayat (1) adalah terdiri atas:

VII-10
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

a. Wilayah Sungai meliputi :


1. Sub DAS Maya
2. Sub DAS Mangantal
3. Sub DAS Selayung
4. Sub Das Siaboi
5. Sub DAS Simaya
6. Sub DAS Hanjalung
7. Sub DAS Binalatung
8. Sub DAS Kuli
9. Sub DAS Slipi
10. Sub DAS Amal Baru
11. Sub DAS Batu Mapan
12. SUB Das Mentogog
13. Sub DAS Karungan
14. Sub DAS Nangitan
15. Sub DAS Pamusian
16. Sub DAS Kampung Bugis
17. Sub DAS Sesanip
18. Sub DAS Persemaian
19. Sub DAS Bengawan
20. Sub Das Belalung
21. Sub DAS Bunyu
22. Sub Das Semunti besar dan kecil.
b. Sumber air baku Embung Meliputi:
1. Embung Persemaian di Kelurahan Karang Harapan, Kecamatan Tarakan
Barat,
2. Embung Batumapan di Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur,
3. Embung Binalatung di Kelurahan Kampung Satu/Skip, Kecamatan Tarakan
Tengah,
4. Embung Selayung di Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara,
5. Embung Simaya di Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara,
6. Embung Semunti di Kelurahan Juata Permai, Kecamatan Tarakan Utara, dan
Embung Bengawan di Kelurahan Juata Kerikil, Kecamatan Tarakan Utara,

VII-11
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 7.1 Peta Rencana Pola Ruang Kota Tarakan


Sumber: RTRW Kota Tarakan, 2012 - 2032

VII-12
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

7.2. Penyelenggaraan Daerah Pelayanan (Zonasi)


Rencana pengembangan sistem penyediaan air minum disesuaikan dengan
arahan pola ruang dan pengembangan Kota Tarakan. Berdasarkan rencana
pengembangan Pusat Pelayanan Kota Lama dan Sub Pusat Pelayanan Kota Baru,
pengembangan jangkauan layanan air minum disesuaikan dengan tingkat kebutuhan.
Tingkat kebutuhan air minum telah diperhitungkan pada Bab V Proyeksi Kebutuhan Air
Minum.
Selain berdasarkan pertimbangan pola struktur ruang, pengembangan penyediaan
air minum disesuaikan dengan kondisi topografi, ketersediaan air baku, akses jalan
sebagai jalur perpipaan dan rencana strategis lainnya akan menjadi bahan pertimbangan
dalam pentahapan program. Pertimbangan kepadatan penduduk dan kawasan strategis
menjadi hal utama, diikuti dengan program penanggulangan kawasan kumuh dan terakhir
untuk penyediaan air minum kawasan wisata dan industri. Pentahapan pengembangan air
minum dibagi dengan beberapa zona pelayanan air minum. Pentahapan ini
mempertimbangkan beberapa aspek utama yaitu:
1. Kepadatan penduduk.
Kepadatan penduduk yang tinggi memerlukan penanganan segera dalam
penyediaan air minum. Tingkat kepadatan penduduk yang tinggi akan berimbas pada
ketersediaan air bersih untuk kegiatan sehari-hari. Jika air yang digunakan adalah air
tanah, sumber air ini berpotensi terkena cemaran dari limbah cair tinja. Kawasan
kumuh akan termasuk dalam tipe penanganan SPAM dengan kepadatan penduduk
tinggi ini. Oleh karena itu, pertimbangan kepadatan penduduk tinggi menjadi prioritas
penanganan pertama.
2. Kawasan prioritas berdasarkan RTRW.
Kawasan prioritas berdasarkan RTRW dapat terlihat dari pola struktur ruang di Kota
Tarakan. Daerah perdagangan, perkantoran dan jasa merupakan daerah dengan
kebutuhan air minum yang tinggi. SPAM PDAM Kota Tarakan harus menjangkau
daerah ini agar tidak terjadi eksploitasi sumber daya air baik sumber daya air tanah
maupun sumber daya air permukaan.
3. Kawasan Industri
Kawasan ini membutuhkan air bersih dalam jumlah besar. Kebutuhan air minum
diperuntukkan bagi pekerja perusahaan. Proses produksi barang dan jasa terutama
industri perikanan membutuhkan air bersih. Kawasan industri menjadi prioritas ketiga
untuk pemenuhan air bersih.
4. Kawasan Wisata dan Daerah Strategis Pertahanan

VII-13
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Kawasan wisata dan daerah strategis pertahanan merupakan daerah pelayanan air
minum terakhir yang dapat dilayani. Hal ini disebabkan oleh kawasan ini tidak
membutuhkan air minum dalam jumlah besar. Walaupun begitu, rencana
pengembangan bisa diatur untuk sejalan arah perpipaannya dengan kawasan
prioritas paling tinggi (Pipa air minum dibuat ukuran lebih besar seukuran 125% untuk
mengakomodir penyambungan ke kawasan wisata dan daerah strategis pertahanan
militer).

7.2.1 Sistem Pelayanan Perpipaan


Tingkat pelayanan air minum hingga akhir tahun 2018 sebesar 60,64%. Dari
persentase tersebut, jumlah penduduk yang dilayani mencapai 157.050 penduduk.
Jumlah sambungan rumah yang terpsang sebanyak 26.175. Rencana bisnis PDAM Tirta
Alam Kota Tarakan akan melayani penyediaan air minum hingga 95,92 persen penduduk
Kota Tarakan pada tahun 2024. Peningkatan pelayanan ini cukup besar dan perlu upaya
luar biasa untuk membangun infrastruktur air minum berkapasitas besar dari hulu ke hilir.
Sistem penyediaan air minum di Kota Tarakan direncanakan akan dibagi menjadi
tiga (3) wilayah pelayanan distribusi air minum. Tiga wilayah pelayanan air minum
tersebut adalah sebagai berikut:
A. Zona Pelayanan Wilayah I (Pelayanan IPA Kp Bugis dan Persemaian)
Zona A melayani daerah Kecamatan Tarakan Barat dan Kecamatan Tarakan Tengah
Kota Tarakan.
 Kecamatan Tarakan Barat meliputi Kelurahan Karangrejo, Karanganyar dan
Karang balik.
 Kecamatan Tarakan Tengah meliputi Kelurahan Pamusian dan Sebengkok.
Zona IPA Persemaian
Zona B melayani daerah Kecamatan Tarakan Barat, Kecamatan Tarakan Tengah
dan Kecamatan Tarakan Utara
 Kecamatan Tarakan Barat meliputi Kelurahan Karangrejo, Karangrejo Pantai,
Karanganyar, Karangbalik, Katanganyar Pantai dan Karangharapan.
 Kecamatan Tarakan Tengah meliputi Kelurahan Selumit, Sebengkok,
Selumitpantai.
 Kecamatan Tarakan Utara meliputi Kelurahan Juata kerikil dan Juata permai.
B. Zona Pelayanan Wilayah II (Pelayanan IPA Kampung Satu dan Amal)
Zona C melayani daerah Kecamatan Tarakan Tengah dan Kecamatan Tarakan Timur

VII-14
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

 Kecamatan Tarakan Tengah meliputi Kelurahan Pamusian dan Kampung satu


skip.
 Kecamatan Tarakan Timur meliputi Kelurahan Lingkasujung, Gununglingkas,
Kampungempat, Kampungenam, Mamburungan, Mamburungan Timur dan
Pantaiamal.
C. Zona Pelayanan Wilayah III
Zona D melayani daerah Kecamatan Tarakan Utara
 Kecamatan Tarakan Utara meliputi Kelurahan Juata laut dan Juata permai.

Penduduk Kota Tarakan berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2018 dari Kota
Tarakan Dalam Angka 2019 sebanyak 262.025 jiwa yang terdiri atas 137.101 jiwa
penduduk laki-laki dan 124.924 jiwa penduduk perempuan. Jumlah penduduk yang
termasuk dalam wilayah pelayanan tersebut sebesar 262.025 jiwa. Namun sebagian
penduduk sudah mendapat pelayanan PDAM, yaitu sebesar 61,25% atau 26.661 SR.
Sistem penyediaan air minum di Kota Tarakan direncanakan akan dibagi menjadi
empat zona distirbusi air minum.

VII-15
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 7.1 Peta Zonasi Pelayanan SPAM Eksisting


Sumber: PDAM Kota Tarakan, 2019

VII-16
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 7.1b Peta Zonasi Pelayanan Pengembangan


Sumber: PDAM Kota Tarakan, 2019

VII-17
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

7.3. Tingkat Pelayanan


Dasar proyeksi tingkat pelayanan, biasanya diproyeksikan berdasarkan tingkat
pelayanan eksisting. Dalam penentuan tingkat pelayanan air minum di masing-masing
wilayah pelayanan di Kota Tarakan yaitu Barat, Timur, Tengah dan Utara, prosentase
pelayanan eksistin dimasing-masing wilayah pelayanan menjadi dasar dalam proyeksi
kebutuhan air.
Tingkat pelayanan pada tahun 2018, untuk Tarakan Timur sebesar 35,21%,
Tarakan Barat sebesar 78,24%, Tarakan Tengah sebesar 63,08% dan Tarakan Utara
sebesar 54,02%, merupakan tingkat pelayanan eksisting yang kemudian diproyeksikan
sampai tingkat pelayanan akhir periode (2039) yang mengacu pada jumlah debit sumber
yang tersedia, yakni 100% dari jumlah debit total dengan tingkat pelayanan per-5 tahun
secara bertahap seperti di tabel berikut :
Tabel VII.1.
Rencana Tingkat Pelayanan
Prosentase (%) Pelayanan
Keterangan
Tahun Kota
Timur Barat Tengah Utara /Tahapan
Tarakan
2018 35,21 78,24 63,08 54,02 57,6 Eksisting
2019 48,5 85,5 72,5 60,6 66,7 Eksisting
2020 56,5 89,5 76,5 65,5 72,0 Pendek
2021 66,5 93,5 81,5 70,5 78,0 Pendek
2022 77,5 95,5 86,5 75,5 83,7 Pendek
2023 86,5 100 90,5 88,5 91,3 Pendek
2024 90,5 100 94,5 94,5 94,8 Pendek
2025 90,5 100 95,5 95,5 95,3 Menengah
2026 90,5 100 95,5 100 96,5 Menengah
2027 90,5 100 100 100 97,6 Menengah
2028 90,5 100 100 100 97,6 Menengah
2029 90,5 100 100 100 97,6 Menengah
2030 90,5 100 100 100 97,6 Panjang
2031 90,5 100 100 100 97,6 Panjang
2032 90,5 100 100 100 97,6 Panjang
2033 90,5 100 100 100 97,6 Panjang
2034 90,5 100 100 100 97,6 Panjang
2035 91,5 100 100 100 97,8 Panjang

VII-18
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Prosentase (%) Pelayanan


Keterangan
Tahun Kota
Timur Barat Tengah Utara /Tahapan
Tarakan
2036 93,5 100 100 100 98,3 Panjang
2037 96,5 100 100 100 99,1 Panjang
2038 98,5 100 100 100 99,6 Panjang
2039 100 100 100 100 100 Panjang
Sumber : Analisis Konsultan, 2019

7.4. RENCANA PENTAHAPAN PENYELENGGARAAN (5 TAHUNAN)

Rencana Induk Pengembangan SPAM Kota Tarakan disusun untuk periode desain 20
tahun dimulai pada tahun 2020. Perencanaan akan dibagi dalam 3 (tiga) tahap
perencanaan. Pentahapan perencanaan adalah sebagai berikut :
1. Jangka Pendek / Tahap I (Tahun 2020 – 2024)
2. Jangka Menengah / Tahap II (Tahun 2025 – 2029)
3. Jangka Panjang / Tahap III (Tahun 2030 – 2039)

Dalam 3 tahap perencanaan di atas, direncanakan pengolahan sumber air baku


utama dari Sungai Karang anyar dengan debit 60 Liter/Detik, Sungai Persemeaian
dengan kapasitas hingga 85 Liter/Detik, Sungai indulung direncanakan diambil 30
Liter/Detik, sungai Binalatung dengan kapasitas 90 L/Detik, dan sungai semunti dengan
potensi pemanfaatan hingga 25 Liter/Detik. Beberapa sungai yang bisa dimanfaatkan
antara lain adalah sungai maya dan sungai mangatal diwilayah Tarakan Utara.
Selain sungai, embung juga digunakan sebagai sumber air baku di Kota Tarakan,
Embung yang sudah dimanfaatkan adalah sebagai berikut ini, Embung binlataung dengan
kapasitas 500.000 m3, Embung rawasari dengan kapasitas 112.000 m3, embung
persemaian dengan kapasitas 130.700 m3, dan bengawan dengan kapasitas 145.000 m3,
serta embung indulung dengan kapasitas 123.982 m3.
Tabel VII.2.
Rencana Alokasi Debit SPAM Wilayah Pelayanan Kota Tarakan

Total Total
No Sumber Air Baku Q (L/dtk) Q (L/dtk) Total (Q) L/Detik
Sungai Embungi
1. Sungai Kamp. Bugis 40 - 40
2. Sungai Persemaian 60 - 60
3. Sungai Binalatung 60 - 60

VII-19
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Total Total
No Sumber Air Baku Q (L/dtk) Q (L/dtk) Total (Q) L/Detik
Sungai Embungi

Sungai Semunti 15 - 15
Sungai Bengawan 30 - 30
Sungai Rawasari - - 0
Sungai Indulung 30 - 30
Embung Peresemaian 60 60
Embung Binalatung 100 100
Embung Bengawan Prediksi 70 70
Embung Rawasari Prediksi 65 65
Embung Indulung Prediksi 60 60
Embung S Maya prediksi 50 50
Embung S mangantal Prediksi 30 30
Embung Borneo Prediksi 10 10
Embung Mentogog Prediksi 30 30
Total 185 355 710
Sumber : 1. Analisis Konsultan dan 2. Pdam Kota Tarakan, 2019

Berdasarkan atas perhitungan supply air baku dan demand kebutuhan air seperti
grafik-grafik di bawah ini, Kota Tarakan membutuhkan 882,11 liter/detik air baku untuk
memenuhi kebutuhan air seluruh penduduknya pada tahun 2024 dengan tingkat
pelayanan 95%. Sementara itu, air baku eksisting hanya mampu mensuplai 710
Liter/Detik. Maka dari itu, rencana program perlu mengakomodir kekurangan tersebut. Di
samping sumber air baku utama yang berasal dari sungai, juga direncanakan
pengembangan SPAM yang bersumber air baku lain dengan menggunakan sumber air
baku dari wilayah diluar Pulau Tarakan yaitu air baku sungai Sekatak. Pengembangan
wilayah KEK juga memungkinkan menggunakan sistem pemanfataan penggunaan air laut
sebagai air baku untuk mensuplai wilayah pengembangan KEK dengan sistem SWRO.

VII-20
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 7.3. Kebutuhan Air Bersih VS Suplai PDAM di Kota Tarakan Perencanaan Tahun 2019-2039
Sumber: Analisis Konsultan, 2019

VII-21
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

7.4.1. Pentahapan Program Penyelenggaraan SPAM Jangka Pendek/Mendesak (2020-2024)


7.4.1.1. Pentahapan Program Pengembangan SPAM Wilayah I (Tarakan Barat dan Tengah)
Pengembangan pelayanan air minum untuk jangka pendek pada zona pelayanan air minum di bagian pelayanan Zona Tarakan Barat.
meliputi Kelurahan Karangrejo, Karangrejo Pantai, Karanganyar, Karangbalik, Karanganyar Pantai dan Karangharapan. Pelayanan
wilayah ini juga melayani wilayah Tarakan tengah yang meliputi Kelurahan sebengkok, selumit, selmuit pantai, dan pamusiman.
Berdasarkan kondisi eksisting, pelayanan air minum diwilayah ini mempunyai rata-rata pelayanan 77,51% dan 64,97% untuk wilayah
barat dan tengah. Dalam melaksanakan program kebijakan terbaru dalam pelayanan air minum di Kota Tarakan yaitu sesuai RPJIMD
Kota Tarakan, Dimana ditargetkan 96% pelayanan diwilayah Kota Tarakan terpenuhi hingga tahun 2024, Maka beberapa program
pembangunan untuk mendukung pengembangan SPAM zona Barat adalah sebagai berikut ini.
Tabel VII.3. Rencana Program Pengembangan di Wilayah Pelayanan Zona Barat dan Tengah

NO KEGIATAN TAHUN DESA TERLAYANI Keterangan


A. Progam Pengembangan Unit Air Baku (2020-2024)
Studi (DED) Normalisasi dan Pengembangan LS di Intake Sungai Kmp. Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
1 2020
Bugis dan Persemaian Barat dan tengah Konsultan
2020- Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
2 Normalisasi Embung Persemaian
2024 Barat dan tengah Kontraktor
Konstruksi Pengembangan Long Storage Intake Sungai Kmp. Bugis dan 2021- Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
3
Sungai Persemaian 2022 Barat dan tengah Kontraktor
Optimalisasi sistem pemompaan intake Persemaian dan Intake kmp. 2020- Desa di Tarakan Swakelola PDAM
4
Bugis 2024 Barat dan tengah Kota Tarakan
Desa di Tarakan Swakelola PDAM
5 Optimalisasi sistem pemompaan intake Embung Rawasari 2020
Barat dan tengah Kota Tarakan
2020- Desa di Tarakan Swakelola PDAM
6 Pengurangan Idle Capacity pada IPA Persemaian dan Kmp Bugis
2024 Barat dan tengah Kota Tarakan
Penambahan suplesi air baku dari embung bengawan ke IPA Desa di Tarakan Swakelola PDAM
7 2021
Persemaian Barat dan tengah Kota Tarakan

VII-22
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

NO KEGIATAN TAHUN DESA TERLAYANI Keterangan


Penyusunan Standar Operasional Prosedur masing-masing Unit Air 2020 - Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
8
Baku baik di Intake Sungai maupun Embung 2022 Barat dan tengah Konsultan
B. Progam Pengembangan Unit Pengolahan Air
Desa di Tarakan
Studi (DED) Pemindahan IPA kps. 60 lps (Persemaian) ke Wilayah Dikerjakan oleh
1 2020 Barat, tengah dan
Embung Bengawan Konsultan
utara
Swakelola PDAM
2 Pemindahan IPA kps 60 lps Persemaian ke Embung Bengawan 2020
Kota Tarakan
Dikerjakan oleh
3 Studi Optimalisasi IPA Kmp. Bugis Kps 120 lps 2020
Konsultan
Dikerjakan oleh
4 Studi Optimalisasi IPA Kmp. persemaian Kps 250 lps 2020
Konsultan
Studi (DED) penambahan kps reservoir di IPA kmp Bugis dengan Dikerjakan oleh
5 2020
kapasitas 500 m3 Konsultan
Dikerjakan oleh
6 Studi (DED) penambahan kps reservoir di IPA Persemaian kps 1500 m3 2020
Konsultan
Dikerjakan oleh
Studi (DED) penambahan kps reservoir di IPA Persemaian kps 500 m3 2024
Konsultan
Studi (DED) pergantian proses desinfeksi air olahan IPA dengan Dikerjakan oleh
7 2020
menggunakan garam industri di IPA kmp Persemaian dan kmp bugis Konsultan
Studi recyle hasil back wash dari filtrasi di IPA Kmp Bugis dan Swakelola PDAM
8 2020
persemaian untuk digunakan kembali ke proses pengolahan. Kota Tarakan
Desa di Tarakan
Pembangunan reservoir 1000 m3 di Wilayah Pelayanan Zona IPA kmp Dikerjakan oleh
9 2022 Barat, tengah dan
Bugis dan kelengkapannya. Kontraktor
utara
Desa di Tarakan
Pembangunan reservoir 2000 m3 di wilayah IPA Persemaian dan Dikerjakan oleh
10 2021 Barat, tengah dan
kelengkapannya Kontraktor
utara
Desa di Tarakan
Optimalisasi pompa dosing dan control panel di IPA Kmp. Bugis dan IPA 2020- Swakelola PDAM
11 Barat, tengah dan
Persemaian 2022 Kota Tarakan
utara

VII-23
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

NO KEGIATAN TAHUN DESA TERLAYANI Keterangan


Desa di Tarakan
Optimalisasi pengembangan pompa distribusi di IPA kmp. Bugis dan 2020- Swakelola PDAM
12 Barat, tengah dan
IPA Persemaian 2022 Kota Tarakan
utara
2022- Dikerjakan oleh
13 Pembongkaran IPA rusak di Persemaian
2024 Kontraktor
C. Progam Pengembangan Pipa Jaringan Transmisi dan Distribusi
Desa di Tarakan 400 mm (ID), 3.000
1 Pengembangan jaringan distribusi Res Gunung Selatan ke Kmp Bugis 2020 Barat, tengah dan m; Dikerjakan oleh
utara Kontraktor
Desa di Tarakan 300 mm (ID), 3.000
2 Pengembangan jaringan distribusi IPA Persemaian ke Simpang Intraca 2020 Barat, tengah dan m; Dikerjakan oleh
utara Kontraktor
Studi inventarisasi perpipaan di zona tarakan barat dengan perpaduan Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
3 2020
sistem GIS dan Program EPA CAD/WaterCAD. Barat dan Tengah Konsultan
100 mm (ID), 2.000
2020- Tarakan barat dan
4 Pengembangan jaringan tertier m; Dikerjakan oleh
2024 Tengah
Kontraktor
75 mm (ID), 3.500 m;
2020- Tarakan Barat dan
5 Pengembangan jaringan tertier Dikerjakan oleh
2024 tengah
Kontraktor
D. Progam Pengembangan Penambahan SR
SR Sesuai SK
Pengembangan penambahan SR diwilayah pemukiman Kumuh Sesuai Desa di Tarakan Pemukiman Kumuh;
1 2020
SK Wilayah Kumuh di Tarakan Barat Barat dan Tengah Swakelola PDAM
Kota Tarakan
Desa di Tarakan 1258 SR; Swakelola
2 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Barat 2020
Barat PDAM Kota Tarakan
Desa di Tarakan 1258 SR; Swakelola
3 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Barat 2021
Barat PDAM Kota Tarakan

VII-24
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

NO KEGIATAN TAHUN DESA TERLAYANI Keterangan


Desa di Tarakan 1258 SR; Swakelola
4 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Barat 2022
Barat PDAM Kota Tarakan
Desa di Tarakan 1258; Swakelola
5 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Barat 2023
Barat PDAM Kota Tarakan
Desa di Tarakan 1258; Swakelola
6 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Barat 2024
Barat PDAM Kota Tarakan
2021- Desa di Tarakan 1379; Swakelola
7 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Tengah
2024 Tengah PDAM Kota Tarakan
Pekerjaan optimalisasi sambungan rumah/penggantian sambungan 2020- Desa di Tarakan Swakelola PDAM
7
rumah 2021 Barat Kota Tarakan
Studi pengembangan DMA pada wilayah pelayanan Zona Tarakan Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
8 2020
Barat Barat Konsultan
Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
9 Pembangunan sistem DMA 2021
Barat Kontraktor
Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
10 Penambahan Unit IPA Kpasitas 100 lps di Persemaian 2023
Tengah Kontraktor
Penambahan suplesi air bersih dari embung Rawasari-Persemaian ke Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
11 2023
kmp. Bugis sebesar 75 lps. Tengah dan Barat Kontraktor
E. Peningkatan Kinerja Kepegawaian
1 Rekruitmen pegawai teknis S1 Teknik Lingkungan 2024 PDAM Tarakan
2 Pengembangan Sumberdaya manusia Staff dan Kabid PDAM 2024 PDAM Tarakan
2025-
3 Rencana Regenerasi TIM SPAM Kota Tarkan di PDAM PDAM Tarakan
2029
Berdasarkan pengembangan rencana Pelayanan SPAM sebesar 96% pada tahun 2024, Maka kebutuhan SR diwilayah Tarakan barat
adalah sebagai berikut ini.

VII-25
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel VII.4. Rencana Program Pengembangan SR di Wilayah Pelayanan Wilayah I


Prediksi Kebutuhan Penambahan Sambungan Rumah (SR)
No Wilayah Zona Pelayanan
Pelayanan SPAM Kota Tarakan
A Tarakan Barat 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039
1 Karang Rejo 206 165 179 188 54 51 51 51 51 51 51 51 51 51 51 51 51 51 51 51
2 Karang Balik 295 87 108 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59
3 Karang Anyar 784 322 515 207 207 207 207 207 207 207 207 207 207 207 207 207 207 207 207 207
4 Karang anyar Pantai 515 410 461 457 336 134 134 134 134 134 134 134 134 134 134 134 134 134 134 134
5 Karang Harapan 266 212 88 57 57 57 57 57 57 57 57 57 57 57 57 57 57 57 57 57
Total 2.066 1.196 1.350 967 713 508 508 508 508 508 508 508 508 508 508 508 508 508 508 508
Prediksi Kebutuhan Penambahan Sambungan Rumah (SR)
No Wilayah Zona Pelayanan
Pelayanan SPAM Kota Tarakan
B Tarakan Tengah
1 Selumit Pantai 1.057 529 440 415 298 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
2 Selumit 465 71 215 156 144 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59
3 Sebengkok 675 479 439 305 294 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93
4 Pamusian 499 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103
5 Kampung 1 Skip 411 118 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Total 3.109 1.301 1.297 1.079 940 455 455 455 455 455 455 455 455 455 455 455 455 455 455 455

Sumber: Analisis Konsultan, 2019

VII-26
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Minus
320 LPS
Minus
Minus
220 LPS
150 LPS

Gambar 7.4. Grafik Perbandingan Kebutuhan Air VS Suplai PDAM Wilayah Pelayanan Tarakan Barat

VII-27
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 7.5. Grafik Pengembangan Reservoir Wilayah IPA Kmp. Bugis

VII-28
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 7.6. Grafik Pengembangan Reservoir Wilayah IPA Persemaian

VII-29
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

7.4.1.2. Pentahapan Program Pengembangan SPAM Wilayah II (Kp Satu dan Amal) Jangka Pendek (2020-2024)
Pengembangan pelayanan air minum untuk jangka pendek pada zona pelayanan air minum di zona tarakan timur meliputi Kelurahan
mamburungan, mamburungan timur, pantai amal, kampung enam, kampung empat, gunung lingkas, lingkas ujung dan 1 kecamatan di
tarakan tengah yaitu kampung 1 Skip. Berdasarkan kondisi eksisting, pelayanan air minum diwilayah ini mempunyai rata-rata pelayanan
33,65%. Wilayah pelayanan daerah timur Kota Tarakan ini masih rendah dalam hal pelayanan air minum dibandingkan dengan
kecamatan lainnya yang ada di kota tarakan. Pantai amal mempunyai prosentase pelayanan air minum terkecil yaitu 0%. Dalam
melaksanakan program kebijakan terbaru dalam pelayanan air minum di Kota Tarakan yaitu sesuai RPJIMD Kota Tarakan, Dimana
ditargetkan 96% pelayanan diwilayah Kota Tarakan terpenuhi hingga tahun 2024, Maka beberapa program pembangunan untuk
mendukung pengembangan SPAM zona Timur adalah sebagai berikut ini.
Tabel VII.5. Rencana Program Pengembangan di Wilayah Pelayanan Wilayah II

NO KEGIATAN TAHUN DESA TERLAYANI Keterangan


A. Progam Pengembangan Unit Air Baku (2020-2024)
Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
1 Studi Normalisasi dan Pengembangan LS di Intake Sungai Binalatung 2020
Timur Konsultan
Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
2 Normalisasi Embung Binalatung 2020
Timur Kontraktor
2020- Desa di Tarakan Swakelola PDAM
3 Optimalisasi sistem pemompaan intake embung Binalatung
2021 Timur Kota Tarakan
2020- Desa di Tarakan Swakelola PDAM
4 Pengurangan Idle Capacity pada IPA kpm Satu
2024 Timur Kota Tarakan
Kurang pembebasan
Penambahan suplay air baku dari embung indulung denga pipa Desa di Tarakan lahan di H.Lindung;
5 2020
diameter 500 mm Timur Swakelola PDAM
Kota Tarakan
Univ. Borneo dan Swakelola PDAM
6 Pemanfaatan Air Baku embung Borneo (Instalasi 10 lps) 2021
Pantai Amal Kota Tarakan
7 Studi Kelayanan dan DED Embung Sungai Mentogog 2020 Dikerjakan oleh

VII-30
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

NO KEGIATAN TAHUN DESA TERLAYANI Keterangan


Konsultan

Dikerjakan oleh
8 Studi Inventarisasi Air Baku Wilayah Tarakan Timur 2021
Konsultan
B. Prrgam Pengembangan Unit Pengolahan Air
Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
1 Studi (Review DED) Optimalisasi IPA Kmp. Bugis Kps 250 lps 2024
Timur Konsultan
Studi penambahan kps reservoir di IPA kmp satu dengan kapasitas 500 Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
2 2020
m3 Timur Konsultan
Studi recyle hasil backwash dari filtrasi di IPA satu untuk digunakan Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
3 2020
kembali ke proses pengolahan. Timur Konsultan
Pembangunan reservoir 1000 m3 di wilayah IPA kmp satu dan Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
4 2022
kelengkapannya Timur Kontraktor
Pembangunan reservoir 1000 m3 di wilayah IPA kmp satu dan Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
2023
kelengkapannya Timur Kontraktor
Desa di Tarakan Swakelola PDAM
5 Optimalisasi pompa dosing dan control panel di IPA kmp satu 2020
Timur Kota Tarakan
Desa di Tarakan Swakelola PDAM
6 Optimalisasi pengembangan pompa distribusi di IPA kmp Satu 2020
Timur Kota Tarakan
Studi penggunaan Coagulant Garam pada aplikasi pengolahan air Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
7 2020
minum di wilayah IPA kmp Satu Timur Konsultan
Dikerjakan oleh
8 Studi Pemindahan IPA Kps 30 Lps ke Indulung 2020 Pantai Amal
Konsultan
30 lps; Dikerjakan
9 Pemindahan IPA Kps 30 LPS ke indulung 2022 Pantai Amal
oleh Kontraktor
C. Porgam Pengembangan Pipa Jaringan Transmisi dan Distribusi

VII-31
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

NO KEGIATAN TAHUN DESA TERLAYANI Keterangan


300 mm (ID) 3.000
Pengembangan jaringan distribusi IPA Kmp Satu ke Res Gunung 2020- Desa di Tarakan
1 m; Dikerjakan oleh
Selatan 2021 Timur
Kontraktor
Studi inventariasai perpipaan di zona tarakan barat dengan perpaduan Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
2 2020
sistem GIS dan Program EPA CAD/WaterCAD. Timur Konsultan
100 mm (ID), 2.000
2020-
3 Pengembangan jaringan tertier Tarakan Timur m; Dikerjakan oleh
2024
Kontraktor
75 mm (ID), 3.500 m;
2020-
4 Pengembangan jaringan tertier Tarakan Timur Dikerjakan oleh
2024
Kontraktor
D. Progam Pengembangan Penambahan SR
SR Sesuai SK
Pengembangan penambahan SR diwilayah pemukiman Kumuh Sesuai 2020- Desa di Tarakan Pemukiman Kumuh;
1
SK Wilayah Kumuh di Tarakan Timur 2024 Timur Swakelola PDAM
Kota Tarakan
Desa di Tarakan 1358 SR; Swakelola
2 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Timur 2020
Timur PDAM Kota Tarakan
Desa di Tarakan 1358 SR; Swakelola
3 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Timur 2021
Timur PDAM Kota Tarakan
Desa di Tarakan 1358 SR; Swakelola
4 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Timur 2022
Timur PDAM Kota Tarakan
Desa di Tarakan 1358 SR; Swakelola
5 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Timur 2023
Timur PDAM Kota Tarakan
Desa di Tarakan 1358 SR; Swakelola
6 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Timur 2024
Timur PDAM Kota Tarakan
Pekerjaan optimalisasi sambungan rumah/penggantian sambungan 2020- Desa di Tarakan Swakelola PDAM
7
rumah 2021 Timur Kota Tarakan
Studi pengembangan DMA pada wilayah pelayanan Zona Tarakan Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
8 2023
Timur Timur Konsultan

VII-32
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Berdasarkan pengembangan rencana Pelayanan SPAM sebesar 96% pada tahun 2024, Maka kebutuhan SR diwilayah Tarakan Timur
adalah sebagai berikut ini.
Tabel VII.6. Rencana Program Pengembangan di Wilayah Pelayanan Wilayah II
Prediksi Kebutuhan Penambahan Sambungan Rumah (SR)
No Wilayah Zona Pelayanan
Pelayanan SPAM Kota Tarakan
C Tarakan Timur
1 Mamburungan 404 223 161 90 263 111 156 157 96 121 160 56 56 56 56 56 56 56 56 56
2 Mamburungan Timur 59 65 134 74 147 13 13 13 51 14 14 14 56 58 16 61 63 65 19 19
3 Pantai Amal 109 115 237 132 285 24 24 24 65 25 25 98 27 27 27 27 190 30 200 34
4 Kampung Enam 282 142 194 204 164 40 40 81 41 41 41 41 41 41 41 41 41 41 41 41
5 Kampung Empat 143 115 125 69 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34
6 Gunung Lingkas 401 174 149 238 107 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60
7 Lingkas Ujung 598 218 316 249 365 195 79 79 79 79 79 79 79 79 79 79 79 79 79 79
Total 1.996 1.051 1.317 1.058 1.366 477 406 449 426 374 413 382 353 355 313 358 522 365 488 322
Sumber: Analisis Konsultan, 2019
Tabel VII.7. Rencana Program Pengembangan di Wilayah Pelayanan Sebagaian Tarakan Tengah

Prediksi Kebutuhan Penambahan Sambungan Rumah (SR)


No Wilayah Zona Pelayanan
Pelayanan SPAM Kota Tarakan
4 Pamusian 499 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103
5 Kampung 1 Skip 411 118 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Sumber: Analisis Konsultan, 2019

VII-33
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 7.7. Grafik Pengembangan Reservoir Wilayah Zona Timur

VII-34
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Minus
40 lps

Minus
130 lps

Gambar 7.8. Grafik Kebutuhan Air (Harian Maks) Vs Suplai PDAM

VII-35
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

7.4.1.3. Pentahapan Program Pengembangan SPAM Zona wilayah III (Tarakan Utara) Jangka Pendek (2020-2024)
Pengembangan pelayanan air minum untuk jangka pendek pada zona pelayanan air minum di zona tarakan Utara meliputi Kelurahan
Juata Laut, Juata kerikil, dan Juata Permai. Berdasarkan kondisi eksisting, pelayanan air minum diwilayah ini mempunyai rata-rata
pelayanan 53,34% pada tahun 2018. Permasalahan di wilayah utara adalah minimnya sumber air baku. Sungai semunti sebagai
pemasok utama dari air baku hanya dapat melayani pengolahan sebesar 25 lps pada musim normal, pada musim kemarau kemampuan
pengolahnnya turun menjadi 13 lps. Dalam melaksanakan program kebijakan terbaru dalam pelayanan air minum di Kota Tarakan yaitu
sesuai RPJIMD Kota Tarakan, Dimana ditargetkan 96% pelayanan diwilayah Kota Tarakan terpenuhi hingga tahun 2024, Maka beberapa
program pembangunan untuk mendukung pengembangan SPAM zona Utara adalah sebagai berikut ini.
Tabel VII.7. Rencana Program Pengembangan di Wilayah Pelayanan Zona Utara
DESA
NO KEGIATAN TAHUN Keterangan
TERLAYANI
A. Progam Pengembangan Unit Air Baku (2020-2024)
Studi (DED) Normalisasi dan Pengembangan LS di Intake Sungai Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
1 2020
Semunti Utara Konsultan
Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
2 Studi FS dan DED Embung Maya dan LS Intake Sungai maya 2020
Utara Konsultan
Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
3 Studi FS dan DED Embung Mangantal dan LS Intake Sungai Mangantal 2020
Utara Konsultan
2020- Desa di Tarakan Swakelola PDAM Kota
4 Pengurangan Idle Capacity pada IPA Juata Laut
2024 Utara Tarakan
Terkoneksi ke Pipa
Utama ke Arah Juata
Desa di Tarakan
5 Penambahan suplay air bersih dari IPA Embung Bengawan 2021 Laut hingga simpang
Timur
intraca; Dikerjakan oleh
Kontraktor
Kapasitas embung
Desa di Tarakan 100.000 m3-200.000
6 Pembangunan Embung Maya dan LS Intake Maya 2021
Utara m3; Dikerjakan oleh
Kontraktor

VII-36
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

DESA
NO KEGIATAN TAHUN Keterangan
TERLAYANI
Kapasitas embung
Desa di Tarakan 100.000 m3-200.000
7 Pembangunan Embung Mangantal dan LS intake Mangantal 2022
Utara m3; Dikerjakan oleh
Kontraktor
Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
8 Studi Inventarisasi Air Baku wilayah tarakan Utara 2023
Utara Konsultan
Desa di Tarakan Swakelola PDAM Kota
9 Optimalisasi Pompa dan daya di intake sungai semunti 2021
Utara Tarakan
B. Progam Pengembangan Unit Pengolahan Air
Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
1 Studi Optimalisasi IPA Juata Laut Kps 35 lps 2020
Utara Konsultan
Studi rescyle hasil back wash dari filtrasi di IPA untuk digunakan Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
2 2020
kembali ke proses pengolahan. Utara Konsultan
Desa di Tarakan Swakelola PDAM Kota
3 Optimalisasi pompa dosing dan control panel di IPA Juata laut 2020
Utara Tarakan
Desa di Tarakan Swakelola PDAM Kota
4 Optimalisasi pengembangan pompa distribusi di IPA Juata laut 2020
Utara Tarakan
Studi penggunaan Coagulant Garam pada aplikasi pengolahan air Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
5 2021
minum di wilayah IPA Juata laut Utara Konsultan
Kapasitas IPA 50 LPS;
Studi DED WTP Sistem Konvensional Sumber Air Baku sungai Maya Desa di tarakan
6 2020 Dikerjakan oleh
(Koagulasi-Flokukasi-Sedimentasi-Filtrasi) Utara
Konsultan
Kapasitas IPA 30 LPS;
Studi DED WTP Sistem Elektrokoagulasi Peruntukan Sumber Air Baku Desa di tarakan
7 2020 Dikerjakan oleh
Mangantal (Terdeteksi Air Gambut) Utara
Konsultan
Kapasitas 50 LPS
Desa Ditarakan
8 Pembangunan IPA (WTP) Maya 2022 (beton); Dikerjakan oleh
Utara
Konsultan

VII-37
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

DESA
NO KEGIATAN TAHUN Keterangan
TERLAYANI
Kapasitas 30 LPS
Desa Di tarakan
9 Pembangunan IPA (WTP) Mangantal – Elektrokoagulasi 2022 (FRP); Dikerjakan oleh
Utara
Konsultan
Pembangunan reservoir distribusi kapasitas 500 m3 dua unit di wilayah Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
10 2024
IPA Maya dan Mangantal Utara Kontraktor
Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
11 Pengembangan Booster Pump di Wilayah Tarakan Utara 2024
Utara Kontraktor
C. Progam Pengembangan Pipa Jaringan Transmisi dan Distribusi
250 mm (ID) 2.000 m;
2020- Desa di Tarakan
1 Pengembangan jaringan distribusi IPA Bengawan ke Simpang PNS Dikerjakan oleh
2021 Timur
Kontraktor
250 mm (ID) 10.000 m;
Desa di Tarakan
2 Pengembangan jaringan distribusi Juata laut ke simpang PNS 2021 Dikerjakan oleh
Utara
Kontraktor
300 mm (ID) 11.000 m;
Pengembangan jaringan transmisi IPA Maya dan mangantal ke Desa di Tarakan
3 2024 Dikerjakan oleh
Reservoir Bagi diJuata Laut Utara
Kontraktor
Desa di Tarakan 100 mm (ID), 1.000 m;
2020-
4 Pengembangan jaringan tertier Utara Dikerjakan oleh
2024
Kontraktor
Desa di Tarakan 75 mm (ID), 3.000 m;
2020-
5 Pengembangan jaringan tertier Utara Dikerjakan oleh
2024
Kontraktor
D. Progam Pengembangan Penambahan SR
SR Sesuai SK
Pengembangan penambahan SR diwilayah pemukiman Kumuh Sesuai Desa di Tarakan Pemukiman Kumuh;
1 2020
SK Wilayah Kumuh di Tarakan Utara Utara Swakelola PDAM Kota
Tarakan

VII-38
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

DESA
NO KEGIATAN TAHUN Keterangan
TERLAYANI
Desa di Tarakan 700 SR; Swakelola
2 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Utara 2020
Utara PDAM Kota Tarakan
Desa di Tarakan 700 SR; Swakelola
3 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Utara 2021
Utara PDAM Kota Tarakan
Desa di Tarakan 700 SR; Swakelola
4 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Utara 2022
Utara PDAM Kota Tarakan
Desa di Tarakan 700 SR; Swakelola
5 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Utara 2023
Utara PDAM Kota Tarakan
Desa di Tarakan 700 SR; Swakelola
6 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Utara 2024
Utara PDAM Kota Tarakan
Pekerjaan optimalisasi sambungan rumah/penggantian sambungan 2020- Desa di Tarakan Swakelola PDAM Kota
7
rumah 2021 Utara Tarakan
Berdasarkan pengembangan rencana Pelayanan SPAM sebesar 96% pada tahun 2024, Maka kebutuhan SR diwilayah Tarakan Utara
adalah sebagai berikut ini.
Tabel VII.8. Rencana Program Pengembangan SR di Wilayah Pelayanan wilayah III
Prediksi Kebutuhan Penambahan Sambungan Rumah (SR)
No Wilayah Zona Pelayanan
Pelayanan SPAM Kota Tarakan

D Tarakan Utara
1 Juata Permai 658 170 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52
2 Juata Kerikil 293 293 72 75 84 51 73 73 73 73 73 73 73 73 73 73 73 73 73 73
3 Juata Laut 434 454 168 339 292 163 79 79 79 79 79 79 79 79 79 79 79 79 79 79
Total 1.385 917 292 466 427 265 203 204 204 204 204 204 204 204 204 204 204 204 204 204
Sumber: Analisis Konsultan, 2019

VII-39
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 7.8. Grafik Kebutuhan Air (Harian Maks) Vs Suplai PDAM

VII-40
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 7.9. Pengembangan Kebutuhan Air Pelayanan Wilayah III

VII-41
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

7.4.2. Pentahapan Program Pembangunan SPAM Jangka Menengah (2025-2029)


7.4.2.1. Pentahapan Program Pengembangan SPAM Zona Wilayah II Jangka Menengah (2025-2029)
Pengembangan pelayanan air minum untuk jangka pendek pada zona pelayanan air minum di bagian pelayanan Zona Tarakan Barat.
meliputi Kelurahan Karangrejo, Karangrejo Pantai, Karanganyar, Karangbalik, Karanganyar Pantai dan Karangharapan. Pelayanan
wilayah ini juga melayani wilayah Tarakan tengah yang meliputi Kelurahan sebengkok, selumit, selmuit pantai, dan pamusiman.
Berdasarkan kondisinya, pelayanan air minum diwilayah ini mempunyai rata-rata pelayanan 96% untuk wilayah barat dan tengah. Dalam
melaksanakan program mempertahakan performa pelayanan 96% dan mengembangkan menuju 100% pelayanan, Maka beberapa
program pembangunan untuk mendukung pengembangan SPAM zona Barat dan tengah adalah sebagai berikut ini.
Tabel VII.9. Rencana Program Pengembangan di Wilayah Pelayanan Zona Barat dan Tengah

NO KEGIATAN TAHUN DESA TERLAYANI Ketrangan


A. Progam Pengembangan Unit Air Baku (2020-2024)
Normalisasi dan Pengembangan LS di Intake Sungai Kmp. Bugis dan Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
1 2025
Persemaian Barat dan tengah Konsultan
Optimalisasi sistem pemompaan intake Persemaian dan Intake kmp. 2026- Desa di Tarakan Swakelola PDAM
2
Bugis 2027 Barat dan tengah Kota Tarakan
Desa di Tarakan Swakelola PDAM
3 Optimalisasi sistem pemompaan intake embung rawasari 2026
Barat dan tengah Kota Tarakan
Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
4 Normalisasi embung bengawan 2026
Barat dan tengah Kontraktor
Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
5 Normalisasi embung rawasari 2027
Barat dan tengah Kontraktor
Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
6 Pengembangan Intake sungai bengawan sebagai sumber air baku 2025
Barat dan tengah Kontraktor
Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
7 Pembangunan intake air baku sungai bengawan 2026
Barat dan tengah Kontraktor
2026- Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
8 Instalasi pemompaan intake air baku sungai bengawan
2027 Barat dan tengah Kontraktor

VII-42
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

NO KEGIATAN TAHUN DESA TERLAYANI Ketrangan


Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
9 Studi pengembangan Air Baku dari Sungai Skatak (Kps 500 lps) 2025
Barat dan tengah Konsultan
Fase I (27.000 m,
Desa di Tarakan
10 Pemasangan pipa air baku Sungai Sekatak ke Tarakan 2029 800 mm) Dikerjakan
Barat dan tengah
oleh Kontraktor
Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
11 Pembangunan IPA Air Baku Sekatak Kps 250 lps (2 Unit) 2029
Barat dan tengah Kontraktor
B. Progam Pengembangan Unit Pengolahan Air
Optimalisasi pompa dosing dan control panel di IPA Kmp. Bugis dan IPA 2026- Desa di Tarakan Swakelola PDAM
1
Persemaian 2027 Barat dan tengah Kota Tarakan
Optimalisasi pengembangan pompa distribusi di IPA kmp. Bugis dan 2027- Desa di Tarakan Swakelola PDAM
2
IPA Persemaian 2028 Barat dan tengah Kota Tarakan
43.000 m (800 mm);
Desa di Tarakan
3 Studi DED Jaringan Sungai Sekatak ke IPA Pengolahan 2025 Dikerjakan oleh
Barat dan tengah
Konsultan
C. Progam Pengembangan Penambahan SR
Desa di Tarakan 508 SR; Swakelola
1 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Barat 2025
Barat PDAM Kota Tarakan
Desa di Tarakan 508 SR; Swakelola
2 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Barat 2026
Barat PDAM Kota Tarakan
Desa di Tarakan 508 SR; Swakelola
3 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Barat 2027
Barat PDAM Kota Tarakan
Desa di Tarakan 508 SR; Swakelola
4 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Barat 2028
Barat PDAM Kota Tarakan
Desa di Tarakan 508 SR; Swakelola
5 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Barat 2029
Barat PDAM Kota Tarakan
2025- Desa di Tarakan 508 SR; Swakelola
6 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Tengah
2029 Tengah PDAM Kota Tarakan

VII-43
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

NO KEGIATAN TAHUN DESA TERLAYANI Ketrangan


Pekerjaan optimalisasi sambungan rumah/penggantian sambungan Desa di Tarakan Swakelola PDAM 2025-
7
rumah Barat Kota Tarakan 2029
Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
8 Pengembangan DMA pada wilayah pelayanan Zona Tarakan Barat 2026
Barat Konsultan
Pembangunan sistem DMA pada wilayah pelayanan Zona Tarakan Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
9 2027
Barat Barat Kontraktor
Berdasarkan pengembangan rencana Pelayanan SPAM sebesar 96% pada tahun 2024, Maka kebutuhan SR diwilayah Tarakan barat
dan tengah dalam pengembangan pada tahun 2025-2029 adalah sebagai berikut ini.
Tabel VII.10. Rencana Program Pengembangan SR di Wilayah Pelayanan Wilayah II
Prediksi Kebutuhan Penambahan Sambungan Rumah (SR)
No Wilayah Zona Pelayanan
Pelayanan SPAM Kota Tarakan
A Tarakan Barat 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039
1 Karang Rejo 206 165 179 188 54 51 51 51 51 51 51 51 51 51 51 51 51 51 51 51
2 Karang Balik 295 87 108 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59
3 Karang Anyar 784 322 515 207 207 207 207 207 207 207 207 207 207 207 207 207 207 207 207 207
4 Karang anyar Pantai 515 410 461 457 336 134 134 134 134 134 134 134 134 134 134 134 134 134 134 134
5 Karang Harapan 266 212 88 57 57 57 57 57 57 57 57 57 57 57 57 57 57 57 57 57
Total 2.066 1.196 1.350 967 713 508 508 508 508 508 508 508 508 508 508 508 508 508 508 508

Prediksi Kebutuhan Penambahan Sambungan Rumah (SR)


No Wilayah Zona Pelayanan
Pelayanan SPAM Kota Tarakan
B Tarakan Tengah
1 Selumit Pantai 1.057 529 440 415 298 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
2 Selumit 465 71 215 156 144 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59
3 Sebengkok 675 479 439 305 294 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93
4 Pamusian 499 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103
5 Kampung 1 Skip 411 118 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Total 3.109 1.301 1.297 1.079 940 455 455 455 455 455 455 455 455 455 455 455 455 455 455 455

Sumber: Analisis Konsultan, 2019

VII-44
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Minus
320 LPS
Minus
Minus
220 LPS
150 LPS

Penambahan
dari Sungai
Sekatak 320
LPS

Gambar 7.10. Grafik Perbandingan Kebutuhan Air VS Suplai PDAM Wilayah Pelayanan Tarakan Barat

VII-45
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Penambahan
dari Sungai
Sekatak 120
LPS

Gambar 7.11. Diargam Pengembangan IPA dan Pelayanan Wilayah IPA Kmp. Bugis 2025-2029

VII-46
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Penambahan
dari Sungai
Sekatak 200
LPS

Gambar 7.12. Grafik Pengembangan Pelayanan Wilayah IPA Persemaian 2025-2029

VII-47
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

7.4.2.2. Pentahapan Program Pengembangan SPAM Zona Wilayah II Jangka Menengah (2025-2029)
Pengembangan pelayanan air minum untuk jangka pendek pada zona pelayanan air minum di zona tarakan timur meliputi Kelurahan
mamburungan, mamburungan timur, pantai amal, kampung enam, kampung empat, gunung lingkas, lingkas ujung dan 2 kecamatan di
tarakan tengah yaitu kampung 1 Skip dan Pamusiman. Dalam melaksanakan program mempertahankan prosentase pelayanan 96%
pada tahun 2024, Maka program tahun 2025-2029 merupakan program optimalisasi di wilayah Tarakan Timur. Beberapa program
pembangunan untuk mendukung pengembangan SPAM zona Timur tahun 2025-2029 adalah sebagai berikut ini.
Tabel VII.11. Rencana Program Pengembangan di Wilayah Pelayanan Wilayah II

NO KEGIATAN TAHUN DESA TERLAYANI Keterangan


A. Progam Pengembangan Unit Air Baku (2020-2024)
Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
1 Normalisasi dan Pengembangan LS di Intake Sungai Binalatung 2025
Timur Kontraktor
Desa di Tarakan Swakelola PDAM
2 Optimalisasi sistem pemompaan intake embung Binalatung 2025
Timur Kota Tarakan
Univ. Borneo dan Dikerjakan oleh
3 Normalisasi embung Borneo (Instalasi 10 lps) 2029
Pantai Amal Kontraktor
Dikerjakan oleh
4 Pembangunan Embung Sungai Mentogog 2026
Kontraktor
Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
5 Penambahan Air baku dari Embung Mentogog 2027
Timur Kontraktor
B. Prrgam Pengembangan Unit Pengolahan Air
Desa di Tarakan Swakelola PDAM
1 Optimalisasi pompa dosing dan control panel di IPA kmp satu 2025
Timur Kota Tarakan
Desa di Tarakan Swakelola PDAM
2 Optimalisasi pengembangan pompa distribusi di IPA kmp Satu 2026
Timur Kota Tarakan
Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
3 Studi DED IPA Embung Mentogog kps 30 lps 2027
Timur Konsultan

VII-48
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

NO KEGIATAN TAHUN DESA TERLAYANI Keterangan


Dikerjakan oleh
4 Studi DED IPA SWRO Dengan Air Baku Air Laut 2029 KEK Pantai Amal
Konsultan
C. Porgam Pengembangan Pipa Jaringan Transmisi dan Distribusi
27.000 m (800 mm);
Pengembangan jaringan transmisi Reservoir IPA air Baku Sekatak ke Desa di Tarakan
1 2027 Dikerjakan oleh
Reservoir Bagi wilayah Tarakan Timur Timur
Konsultan
D. Progam Pengembangan Penambahan SR
Desa di Tarakan 254 SR; Swakelola
1 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Timur 2025
Timur PDAM Kota Tarakan
Desa di Tarakan 254 SR; Swakelola
2 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Timur 2026
Timur PDAM Kota Tarakan
Desa di Tarakan 254 SR; Swakelola
3 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Timur 2027
Timur PDAM Kota Tarakan
Desa di Tarakan 254 SR; Swakelola
4 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Timur 2028
Timur PDAM Kota Tarakan
Desa di Tarakan 254 SR; Swakelola
6 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Timur 2029
Timur PDAM Kota Tarakan
Pekerjaan optimalisasi sambungan rumah/penggantian sambungan 2025- Desa di Tarakan Swakelola PDAM
7
rumah 2029 Timur Kota Tarakan
Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
8 Pengembangan DMA pada wilayah pelayanan Zona Tarakan Timur 2029
Timur Kontraktor

Berdasarkan pengembangan rencana Pelayanan SPAM sebesar 96% pada tahun 2024, Maka kebutuhan SR diwilayah Tarakan Timur
jangka menengan tahun 2025-2029 adalah sebagai berikut ini.

VII-49
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel VII.12. Rencana Program Pengembangan di Wilayah Pelayanan Wilayah II


Prediksi Kebutuhan Penambahan Sambungan Rumah (SR)
No Wilayah Zona Pelayanan
Pelayanan SPAM Kota Tarakan
2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039
C Tarakan Timur
1 Mamburungan 404 223 161 90 263 111 156 157 96 121 160 56 56 56 56 56 56 56 56 56
2 Mamburungan Timur 59 65 134 74 147 13 13 13 51 14 14 14 56 58 16 61 63 65 19 19
3 Pantai Amal 109 115 237 132 285 24 24 24 65 25 25 98 27 27 27 27 190 30 200 34
4 Kampung Enam 282 142 194 204 164 40 40 81 41 41 41 41 41 41 41 41 41 41 41 41
5 Kampung Empat 143 115 125 69 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34
6 Gunung Lingkas 401 174 149 238 107 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60
7 Lingkas Ujung 598 218 316 249 365 195 79 79 79 79 79 79 79 79 79 79 79 79 79 79
Total 1.996 1.051 1.317 1.058 1.366 477 406 449 426 374 413 382 353 355 313 358 522 365 488 322

Sumber: Analisis Konsultan, 2019


Tabel VII.13. Rencana Program Pengembangan di Wilayah Pelayanan Sebagaian Tarakan Tengah

Prediksi Kebutuhan Penambahan Sambungan Rumah (SR)


No Wilayah Zona Pelayanan
Pelayanan SPAM Kota Tarakan
4 Pamusian 499 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103
5 Kampung 1 Skip 411 118 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Sumber: Analisis Konsultan, 2019

VII-50
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Suplai Air Bersih


180 LPS dari IPA
Air Baku Sekatak

Gambar 7.13. Grafik Pengembangan Reservoir Wilayah II Tahun 2025-2029

VII-51
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Minus
40 lps

Minus
130 lps

Suplai Air Bersih


180 LPS dari IPA
Air Baku Sekatak

Gambar 7.14. Grafik Kebutuhan Air (Harian Maks) Vs Suplai PDAM Tahun 2025-2029

VII-52
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

7.4.2.3. Pentahapan Program Pengembangan SPAM Wilayah III Jangka Menengah (2025-2029)
Pengembangan pelayanan air minum untuk jangka pendek pada zona pelayanan air minum di zona tarakan Utara meliputi Kelurahan
Juata Laut, Juata kerikil, dan Juata Permai. Dalam melaksanakan program kebijakan terbaru dalam pelayanan air minum di Kota Tarakan
yaitu sesuai RPJIMD Kota Tarakan, Dimana ditargetkan 96% pelayanan terpenuhi hingga tahun 2024. Maka pada tahun 2025-2029
program yang dikembangkan adalah program optimalisasi diwilayah pelayanan tarakan utara. Maka beberapa program pembangunan
untuk mendukung pengembangan SPAM zona Utara adalah:
Tabel VII.14. Rencana Program Pengembangan di Wilayah Pelayanan Wilayah III
DESA
NO KEGIATAN TAHUN Keterangan
TERLAYANI
A. Progam Pengembangan Unit Air Baku (2025-2029)
Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
1 Normalisasi dan Pengembangan LS di Intake Sungai Semunti 2025
Utara Kontraktor
Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
2 Normalisasi dan Pengembangan LS di Intake Sungai Maya 2025
Utara Kontraktor
Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
3 Normalisasi dan Pengembangan LS di Intake Sungai Mangantal 2026
Utara Kontraktor
Desa di Tarakan Swakelola PDAM Kota
3 Optimalisasi Pompa dan daya di intake sungai semunti 2025
Utara Tarakan
Desa di Tarakan Swakelola PDAM Kota
4 Optimalisasi Pompa dan daya di intake dan embung sungai Maya 2026
Utara Tarakan
Desa di Tarakan Swakelola PDAM Kota
5 Optimalisasi Pompa dan daya di intake dan embung sungai Mangantal 2026
Utara Tarakan
B. Progam Pengembangan Unit Pengolahan Air
Desa di Tarakan Swakelola PDAM Kota
1 Optimalisasi pompa dosing dan control panel di IPA Juata laut 2027
Utara Tarakan
Desa di Tarakan Swakelola PDAM Kota
2 Optimalisasi pengembangan pompa distribusi di IPA Juata laut 2026
Utara Tarakan

VII-53
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

DESA
NO KEGIATAN TAHUN Keterangan
TERLAYANI
Desa di Tarakan Swakelola PDAM Kota
3 Optimalisasi pompa dosing dan control panel di IPA Maya 2027
Utara Tarakan
Desa di Tarakan Swakelola PDAM Kota
4 Optimalisasi pengembangan pompa distribusi di IPA Mangantal 2028
Utara Tarakan
C. Progam Pengembangan Pipa Jaringan Transmisi dan Distribusi
100 mm (ID) 2.000 m;
2026- Desa di Tarakan
1 Pengembangan jaringan distribusi tertier Dikerjakan oleh
2027 Timur
Kontraktor
75 mm (ID) 4.000 m;
2026- Desa di Tarakan
2 Pengembangan jaringan distribusi tertier Dikerjakan oleh
2027 Utara
Kontraktor
D. Progam Pengembangan Penambahan SR
Desa di Tarakan 265 SR; Dikerjakan
1 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Utara 2025
Utara oleh Kontraktor
Desa di Tarakan 203 SR; Dikerjakan
2 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Utara 2026
Utara oleh Kontraktor
Desa di Tarakan 204 SR; Dikerjakan
3 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Utara 2027 oleh Kontraktor
Utara
Desa di Tarakan 204 SR; Dikerjakan
4 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Utara 2028 oleh Kontraktor
Utara
Desa di Tarakan 204 SR; Dikerjakan
5 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Utara 2029
Utara oleh Kontraktor
Pekerjaan optimalisasi sambungan rumah/penggantian sambungan 2025- Desa di Tarakan Swakelola PDAM Kota
6
rumah 2029 Utara Tarakan

Berdasarkan pengembangan rencana Pelayanan SPAM sebesar 96% pada tahun 2024, Maka kebutuhan SR diwilayah Tarakan Utara
pada tahap menengah (2025-2029) adalah sebagai berikut ini.

VII-54
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel VII.15. Rencana Program Pengembangan SR di Wilayah Pelayanan Wilayah III


Prediksi Kebutuhan Penambahan Sambungan Rumah (SR)
No Wilayah Zona Pelayanan
Pelayanan SPAM Kota Tarakan

D Tarakan Utara
1 Juata Permai 658 170 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52
2 Juata Kerikil 293 293 72 75 84 51 73 73 73 73 73 73 73 73 73 73 73 73 73 73
3 Juata Laut 434 454 168 339 292 163 79 79 79 79 79 79 79 79 79 79 79 79 79 79
Total 1.385 917 292 466 427 265 203 204 204 204 204 204 204 204 204 204 204 204 204 204

Sumber: Analisis Konsultan, 2019

VII-55
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

7.4.3. Pentahapan Program Pembangunan SPAM Jangka Panjang (2030-2029)


7.4.3.1. Pentahapan Program Pengembangan SPAM Zona Wilayah I Jangka Panjang (2030-2029)
Pengembangan pelayanan air minum untuk jangka pendek pada zona pelayanan air minum di bagian pelayanan Zona Tarakan Barat.
meliputi Kelurahan Karangrejo, Karangrejo Pantai, Karanganyar, Karangbalik, Karanganyar Pantai dan Karangharapan. Pelayanan
wilayah ini juga melayani wilayah Tarakan tengah yang meliputi Kelurahan sebengkok, selumit, selmuit pantai, dan pamusiman.
Berdasarkan kondisinya, pelayanan air minum diwilayah ini mempunyai rata-rata pelayanan 96% untuk wilayah barat dan tengah. Dalam
melaksanakan program mempertahakan performa pelayanan 96% dan mengembangkan menuju 100% pelayanan, Maka beberapa
program pembangunan untuk mendukung pengembangan SPAM zona Barat dan tengah jangka Panjang (2030-2029) adalah sebagai
berikut ini.
Tabel VII.16. Rencana Program Pengembangan di Wilayah Pelayanan Wilayah I

NO KEGIATAN TAHUN DESA TERLAYANI Ketrangan


A. Progam Pengembangan Unit Air Baku (2030-2039)
Normalisasi embung dan LS di Intake Sungai Kmp. Bugis dan Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
1 2030
Persemaian Barat dan tengah Kontraktor
Optimalisasi sistem pemompaan intake Persemaian dan Intake kmp. Desa di Tarakan Swakelola PDAM
2 2031
Bugis Barat dan tengah Kota Tarakan
Desa di Tarakan Swakelola PDAM
3 Optimalisasi sistem pemompaan intake embung rawasari 2032
Barat dan tengah Kota Tarakan
Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
4 Normalisasi embung bengawan 2033
Barat dan tengah Kontraktor
Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
5 Normalisasi embung rawasari 2034
Barat dan tengah Kontraktor
2030- Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
6 Pengembangan Air Baku dari Sungai Skatak (Kps 500 lps)
2034 Barat dan tengah Konsultan
Fase (II) 43.000 m
2030- Desa di Tarakan
7 Pemasangan pipa air baku Sungai Sekatak ke Tarakan (800 mm); Dikerjakan
2034 Barat dan tengah
oleh Kontraktor

VII-56
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

NO KEGIATAN TAHUN DESA TERLAYANI Ketrangan


B. Progam Pengembangan Unit Pengolahan Air
Optimalisasi pompa dosing dan control panel di IPA Kmp. Bugis dan IPA Desa di Tarakan Swakelola PDAM
1 2031
Persemaian Barat dan tengah Kota Tarakan
Optimalisasi pengembangan pompa distribusi di IPA kmp. Bugis dan Desa di Tarakan Swakelola PDAM
2 2030
IPA Persemaian Barat dan tengah Kota Tarakan
Fase II (27.000) 800
Pengembangan jaringan transmisi Reservoir IPA air Baku Sekatak ke Desa di Tarakan
3 2030 mm (ID); Dikerjakan
Reservoir Bagi wilayah Tarakan Barat dan tengah
oleh Kontraktor
C. Progam Pengembangan Penambahan SR
Desa di Tarakan 508 SR; Swakelola
1 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Barat 2030
Barat PDAM Kota Tarakan
Desa di Tarakan 508 SR; Swakelola
2 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Barat 2031
Barat PDAM Kota Tarakan
Desa di Tarakan 508 SR; Swakelola
3 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Barat 2032
Barat PDAM Kota Tarakan
Desa di Tarakan 508 SR; Swakelola
4 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Barat 2034
Barat PDAM Kota Tarakan
508 SR per tahun;
2035- Desa di Tarakan
5 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Barat 508 SR: Swakelola
2039 Barat
PDAM Kota Tarakan
455 SR per tahun;
2030- Desa di Tarakan
6 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Tengah 508 SR: Swakelola
2039 Tengah
PDAM Kota Tarakan
Pekerjaan optimalisasi sambungan rumah/penggantian sambungan 2025- Desa di Tarakan 508 SR: Swakelola
7
rumah 2029 Barat PDAM Kota Tarakan
Desa di Tarakan Dikerjakan oleh
8 Pengembangan DMA pada wilayah pelayanan Zona Tarakan Barat 2035
Barat Kontraktor

VII-57
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Berdasarkan pengembangan rencana Pelayanan SPAM sebesar 96% pada tahun 2024, Maka kebutuhan SR diwilayah Tarakan barat
dan tengah dalam pengembangan pada tahun 2030-2039 adalah sebagai berikut ini.

Tabel VII.17. Rencana Program Pengembangan SR di Wilayah Pelayanan Wilayah I


Prediksi Kebutuhan Penambahan Sambungan Rumah (SR)
No Wilayah Zona Pelayanan
Pelayanan SPAM Kota Tarakan
A Tarakan Barat 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039
1 Karang Rejo 206 165 179 188 54 51 51 51 51 51 51 51 51 51 51 51 51 51 51 51
2 Karang Balik 295 87 108 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59
3 Karang Anyar 784 322 515 207 207 207 207 207 207 207 207 207 207 207 207 207 207 207 207 207
4 Karang anyar Pantai 515 410 461 457 336 134 134 134 134 134 134 134 134 134 134 134 134 134 134 134
5 Karang Harapan 266 212 88 57 57 57 57 57 57 57 57 57 57 57 57 57 57 57 57 57
Total 2.066 1.196 1.350 967 713 508 508 508 508 508 508 508 508 508 508 508 508 508 508 508

Prediksi Kebutuhan Penambahan Sambungan Rumah (SR)


No Wilayah Zona Pelayanan
Pelayanan SPAM Kota Tarakan
B Tarakan Tengah
1 Selumit Pantai 1.057 529 440 415 298 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
2 Selumit 465 71 215 156 144 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59
3 Sebengkok 675 479 439 305 294 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93
4 Pamusian 499 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103
5 Kampung 1 Skip 411 118 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Total 3.109 1.301 1.297 1.079 940 455 455 455 455 455 455 455 455 455 455 455 455 455 455 455

Sumber: Analisis Konsultan, 2019

VII-58
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Minus
320 LPS
Minus
Minus
220 LPS
150 LPS

Penambahan
dari Sungai
Sekatak 320
LPS

Gambar 7.15. Grafik Perbandingan Kebutuhan Air VS Suplai PDAM Wilayah Pelayanan Tarakan Barat

VII-59
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Penambahan
dari Sungai
Sekatak 120
LPS

Gambar 7.16. Diargam Pengembangan IPA dan Pelayanan Wilayah IPA Kmp. Bugis 2025-2029

VII-60
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Penambahan
dari Sungai
Sekatak 200
LPS

Gambar 7.17. Grafik Pengembangan Pelayanan Wilayah IPA Persemaian 2025-2029

VII-61
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

7.4.3.2. Pentahapan Program Pengembangan SPAM Wilayah II Jangka Panjang (2030-2039)


Pengembangan pelayanan air minum untuk jangka pendek pada zona pelayanan air minum di zona tarakan timur meliputi Kelurahan
mamburungan, mamburungan timur, pantai amal, kampung enam, kampung empat, gunung lingkas, lingkas ujung dan 2 kecamatan di
tarakan tengah yaitu kampung 1 Skip dan Pamusiman. Dalam melaksanakan program mempertahankan prosentase pelayanan 96%
pada tahun 2024, Maka program tahun 2030-2039 merupakan program optimalisasi di wilayah Tarakan Timur. Beberapa program
pembangunan untuk mendukung pengembangan SPAM zona Timur tahun 2030-2039 adalah sebagai berikut ini.
Tabel VII.18. Rencana Program Pengembangan di Wilayah Pelayanan Wilayah II

NO KEGIATAN TAHUN DESA TERLAYANI Keterangan


A. Progam Pengembangan Unit Air Baku (2030-2039)
Normalisasi dan Pengembangan embung dan LS di Intake Sungai Desa di Tarakan
1 2030
Binalatung Timur
Desa di Tarakan
2 Optimalisasi sistem pemompaan intake embung Binalatung 2030
Timur
Univ. Borneo dan
3 Normalisasi embung Borneo (Instalasi 10 lps) 2031
Pantai Amal
Desa di Tarakan
4 Normalisasi Embung Sungai Mentogog 2032
Timur
2033- Desa di Tarakan
5 Pengembangan jalur air baku sungai Sekatak ke Tarakan
2039 Timur
B. Progam Pengembangan Unit Pengolahan Air
Desa di Tarakan
1 Optimalisasi pompa dosing dan control panel di IPA kmp satu 2032
Timur
Desa di Tarakan
2 Optimalisasi pengembangan pompa distribusi di IPA kmp Satu 2032
Timur
Desa di Tarakan
3 Pembagunan IPA Embung Mentogog kps 30 lps 2033
Timur

VII-62
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

NO KEGIATAN TAHUN DESA TERLAYANI Keterangan


2034- Desa di Tarakan
4 Pengembangan IPA sungai Sekatak Kps 180 lps 60 lps 3 Unit
2039 Timur
2035- Desa di Tarakan
5 Pembangunan IPA Air Baku air Laut sistem EC-SWRO Kps 40 lps
2039 Timur
C. Porgam Pengembangan Pipa Jaringan Transmisi dan Distribusi
Pengembangan jaringan distribusi IPA Kmp Satu ke Res Gunung 2030- Desa di Tarakan
1 300 mm (ID) 3.000 m
Selatan 2034 Timur
Pengembangan jaringan transmisi Reservoir IPA air Baku Sekatak ke 2033- Desa di Tarakan Fase II (27.000 m
2
Reservoir Bagi wilayah Tarakan Timur 2039 Timur (800 mm))
D. Progam Pengembangan Penambahan SR
Desa di Tarakan
1 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Timur 2030 387
Timur
Desa di Tarakan 387
2 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Timur 2031
Timur
Desa di Tarakan 387
3 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Timur 2032
Timur
Desa di Tarakan 387
4 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Timur 2033
Timur
2034- Desa di Tarakan 387 per tahun
5 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Timur
39 Timur
Pekerjaan optimalisasi sambungan rumah/penggantian sambungan 2030- Desa di Tarakan
6
rumah 2099 Timur
2035- Desa di Tarakan
7 Pengembangan DMA pada wilayah pelayanan Zona Tarakan Timur
2039 Timur

Berdasarkan pengembangan rencana Pelayanan SPAM sebesar 96% pada tahun 2024, Maka kebutuhan SR diwilayah Tarakan Timur
jangka menengan tahun 2030-2039 adalah sebagai berikut ini.

VII-63
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel VII.19. Rencana Program Pengembangan di Wilayah Pelayanan Wilayah II


Prediksi Kebutuhan Penambahan Sambungan Rumah (SR)
No Wilayah Zona Pelayanan
Pelayanan SPAM Kota Tarakan
2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039
C Tarakan Timur
1 Mamburungan 404 223 161 90 263 111 156 157 96 121 160 56 56 56 56 56 56 56 56 56
2 Mamburungan Timur 59 65 134 74 147 13 13 13 51 14 14 14 56 58 16 61 63 65 19 19
3 Pantai Amal 109 115 237 132 285 24 24 24 65 25 25 98 27 27 27 27 190 30 200 34
4 Kampung Enam 282 142 194 204 164 40 40 81 41 41 41 41 41 41 41 41 41 41 41 41
5 Kampung Empat 143 115 125 69 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34 34
6 Gunung Lingkas 401 174 149 238 107 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60
7 Lingkas Ujung 598 218 316 249 365 195 79 79 79 79 79 79 79 79 79 79 79 79 79 79
Total 1.996 1.051 1.317 1.058 1.366 477 406 449 426 374 413 382 353 355 313 358 522 365 488 322

Sumber: Analisis Konsultan, 2019


Tabel VII.20. Rencana Program Pengembangan di Wilayah Pelayanan Sebagaian Tarakan Tengah

Prediksi Kebutuhan Penambahan Sambungan Rumah (SR)


No Wilayah Zona Pelayanan
Pelayanan SPAM Kota Tarakan
4 Pamusian 499 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103 103
5 Kampung 1 Skip 411 118 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Sumber: Analisis Konsultan, 2019

VII-64
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Suplai Air Bersih


40 LPS Sistem
EC-SWRO –
Pelayanan
Industri Suplai Air Bersih
180 LPS dari IPA
Air Baku Sekatak

Gambar 7.18. Grafik Pengembangan Reservoir Wilayah Zona Timur Tahun 2030-2039

VII-65
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Minus
40 lps

Minus
130 lps

Suplai Air Bersih


40 LPS Sistem
EC-SWRO –
Pelayanan Suplai Air Bersih
Industri
180 LPS dari IPA
Air Baku Sekatak

Gambar 7.19. Grafik Kebutuhan Air (Harian Maks) Vs Suplai PDAM Tahun 2025-2029

VII-66
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

7.4.3.3. Pentahapan Program Pengembangan SPAM Zona Wilayah III Jangka Panjang (2030-2039)
Pengembangan pelayanan air minum untuk jangka pendek pada zona pelayanan air minum di zona tarakan Utara meliputi Kelurahan
Juata Laut, Juata kerikil, dan Juata Permai. Dalam melaksanakan program kebijakan terbaru dalam pelayanan air minum di Kota Tarakan
yaitu sesuai RPJIMD Kota Tarakan, Dimana ditargetkan 96% pelayanan terpenuhi hingga tahun 2024. Maka pada tahun 2030-2039
program yang dikembangkan adalah program optimalisasi diwilayah pelayanan tarakan utara. Maka beberapa program pembangunan
untuk mendukung pengembangan SPAM zona Utara adalah:
Tabel VII.20. Rencana Program Pengembangan di Wilayah Pelayanan Zona Utara
DESA
NO KEGIATAN TAHUN Keterangan
TERLAYANI
A. Progam Pengembangan Unit Air Baku (2030-2039)
Desa di Tarakan
1 Normalisasi dan Pengembangan LS di Intake Sungai Semunti 2031
Utara
Desa di Tarakan
2 Normalisasi dan Pengembangan LS di Intake Sungai Maya 2032
Utara
Desa di Tarakan
3 Normalisasi dan Pengembangan LS di Intake Sungai Mangantal 2033
Utara
Desa di Tarakan
3 Optimalisasi Pompa dan daya di intake sungai semunti 2031
Utara
Desa di Tarakan
4 Optimalisasi Pompa dan daya di intake dan embung sungai Maya 2032
Utara
Desa di Tarakan
5 Optimalisasi Pompa dan daya di intake dan embung sungai Mangantal 2033
Utara
B. Progam Pengembangan Unit Pengolahan Air
Desa di Tarakan
1 Optimalisasi pompa dosing dan control panel di IPA Juata laut 2031
Utara
Desa di Tarakan
2 Optimalisasi pengembangan pompa distribusi di IPA Juata laut 2032
Utara

VII-67
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

DESA
NO KEGIATAN TAHUN Keterangan
TERLAYANI
Desa di Tarakan
3 Optimalisasi pompa dosing dan control panel di IPA Maya 2032
Utara
Desa di Tarakan
4 Optimalisasi pengembangan pompa distribusi di IPA Mangantal 2032
Utara
C. Progam Pengembangan Pipa Jaringan Transmisi dan Distribusi
2030- Desa di Tarakan
1 Pengembangan jaringan distribusi tertier 100 mm (ID) 2.000 m
2039 Timur
2030- Desa di Tarakan
2 Pengembangan jaringan distribusi tertier 75 mm (ID) 4.000 m
2039 Utara
D. Progam Pengembangan Penambahan SR
Desa di Tarakan
1 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Utara 2030 265
Utara
Desa di Tarakan 203
2 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Utara 2031
Utara
Desa di Tarakan 204
3 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Utara 2032
Utara
Desa di Tarakan 204
4 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Utara 2033
Utara
Desa di Tarakan 204
5 Pengembangan penambahan SR di Tarakan Utara 2034
Utara
Pekerjaan optimalisasi sambungan rumah/penggantian sambungan 2035- Desa di Tarakan
6
rumah 2039 Utara

Berdasarkan pengembangan rencana Pelayanan SPAM sebesar 96% pada tahun 2024, Maka kebutuhan SR diwilayah Tarakan Utara
pada tahap menengah (2030-2039) adalah sebagai berikut ini.

VII-68
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel VII.21. Rencana Program Pengembangan SR di Wilayah Pelayanan Wilayah III


Prediksi Kebutuhan Penambahan Sambungan Rumah (SR)
No Wilayah Zona Pelayanan
Pelayanan SPAM Kota Tarakan

D Tarakan Utara
1 Juata Permai 658 170 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52
2 Juata Kerikil 293 293 72 75 84 51 73 73 73 73 73 73 73 73 73 73 73 73 73 73
3 Juata Laut 434 454 168 339 292 163 79 79 79 79 79 79 79 79 79 79 79 79 79 79
Total 1.385 917 292 466 427 265 203 204 204 204 204 204 204 204 204 204 204 204 204 204

Sumber: Analisis Konsultan, 2019

VII-69
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

7.5. KEBUTUHAN AIR


7.5.1. Klasifikasi Pelanggan
Klasifikasi penggunaan air dalam perencanaan Review Rispam Kota Tarakan ini dibagis
atas Klasfifikasi Domestik, Non Domestik dan Industri. Berikut ini klasifikasi kebutuhan air
di Kota tarakan
Tabel VII.22. Klasifikasi Pelanggan Air Minum di Kota Tarakan (2020-2039)
No Uraian Satuan 2020 2024 2029 2034 2039
1 Domestik Unit 32.362 49.183 58.439 66.018 74.109
2 Non Domestik Unit 6.472 9.837 11.688 13.204 14.822
Sumber: Analisis Konsultan, 2019

7.5.2. Kebutuhan Air Domestik


Kebutuhan Air Domestik untuk SPAM Zona Barat, Tengah, Timur dan Utara yang akan
dikembangkan sampai akhir periode perencanaan dibagi dalam 5 tahunan adalah sebagai
berikut.
Tabel VII.23. Kebutuhan Air Domestik di Kota Tarakan (2020-2039)
No Uraian Satuan 2020 2024 2029 2034 2039
1 Domestik L/Detik 337,1 512,3 608,7 687,7 772,0
Sumber: Analisis Konsultan, 2019

7.5.3. Kebutuhan Air Non Domestik


Kebutuhan Air Non Domestik untuk SPAM Zona Barat, Tengah, Timur dan Utara yang
akan dikembangkan sampai akhir periode perencanaan dibagi dalam 5 tahunan adalah
sebagai berikut.
Tabel VII.24. Kebutuhan Air Non Domestik di Kota Tarakan (2020-2039)
No Uraian Satuan 2020 2024 2029 2034 2039
1 Non Domestik L/Detik 50,57 76,85 91,31 103,15 115,80
Sumber: Analisis Konsultan, 2019
7.5.4. Kehilangan Air
Kehilangan air dalam studi Rispam di target mengalami penurnan dari 33% menjadi 20%
pada akhir perencanaan. Tingkat kehilangan air secara fisik dan kehilangan air secara
komersial dan dilengkapi dengan diagram kehilangan air dalam SPAM Kota Tarakan
adalah Sebagai berikut.
Tabel VII.24. Kehilangan Air di Kota Tarakan (2020-2039)
No Uraian Satuan 2020 2024 2029 2039
1 Kebocoran Air L/Detik 111 154 152 154
Sumber: Analisis Konsultan, 2019

VI-70
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 7.20. Diagram Kehilangan Air 2020-2039


Sumber: Analisis Konsultan, 2019

7.5.5. Rekapitulasi Kebutuhan Air


Proyeksi kebutuhan air untuk tiap sistem zona pelayanan yang akan dikembangkan
sampai dengan akhir periode perencanaan dan proyeksi kebutuhan air untuk tiap zona
pelayanan setiap tahapan 5 tahunan dalam bentuk tabulasi.
Kebutuhan air bersih untuk pelayanan di Kota Tarakan dapat diperjelas pada tabel
berikut ini.

VI-71
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel VII.25. Rekapitulasi Kebutuhan Air di Wilayah Kota Tarakan (2020-2029)


Tahap 1 Tahap 2
No. Uraian Satuan
2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029

E KEBUTUHAN AIR RATA2


Tarakan l/dt 498,92 576,13 626,37 687,40 742,87 773,33 797,77 824,19 848,38 852,24

F KEBUTUHAN HARI MAK


Tarakan l/dt 598,70 691,35 751,64 824,88 891,45 928,00 957,33 989,03 1.018,05 1.022,68

G KEBUTUHAN JAM PUNCAK


Tarakan l/dt 748,37 864,19 939,55 1.031,10 1.114,31 1.159,99 1.196,66 1.236,29 1.272,56 1.278,35

Tabel VII.26. Rekapitulasi Kebutuhan Air di Wilayah Kota Tarakan (2030-2039)


Tahap 3
No. Uraian Satuan
2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039

E KEBUTUHAN AIR RATA2


Tarakan l/dt 874,42 896,83 912,75 935,15 955,89 971,37 997,37 1.019,95 1.036,89 1.042,16

F KEBUTUHAN HARI MAK


Tarakan l/dt 1.049,30 1.076,19 1.095,29 1.122,17 1.147,07 1.165,64 1.196,85 1.223,94 1.244,27 1.250,59

G KEBUTUHAN JAM PUNCAK


Tarakan l/dt 1.311,62 1.345,24 1.369,12 1.402,72 1.433,84 1.457,05 1.496,06 1.529,92 1.555,34 1.563,24
Sumber: Analisis Konsultan, 2019

Tabel VII.27. Rekapitulasi Kebutuhan Air di Wilayah Kota Tarakan (2020-2039)


Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3
No. Uraian Satuan
2020 2025 2030 2035 2039

E KEBUTUHAN AIR RATA2


Tarakan l/dt 498,92 773,33 874,42 971,37 1.042,16

F KEBUTUHAN HARI MAK


Tarakan l/dt 598,70 928,00 1.049,30 1.165,64 1.250,59

G KEBUTUHAN JAM PUNCAK


Tarakan l/dt 748,37 1.159,99 1.311,62 1.457,05 1.563,24
Sumber: Analisis Konsultan, 2019
Perencanaan kapasitas air bersih Kota Tarakan sebesar 850 liter/detik (Pengembangan) untuk pelayanan hingga tahun 2039, sedangkan eksisting pada saat kondisi kemarau ketersediaan air baku
hanya 413 L/Detik dengan pengambilan air baku dari berbagai embung yang ada di kota tarakan. Berikut analisis Demand-Supply penyediaan air bersih SPAM di Wilayah Kota Tarakan.

VI-72
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel VII.28. Analisis Demand-Supply penyediaan air bersih SPAM di Wilayah Kota Tarakan Kondisi Optimum
Proyeksi Demand dan Suplai Penyediaan Air Bersih (Kota Tarakan)
No Keterangan Satuan
2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039
1 Jumlah Penduduk Jiwa 279.240 287.946 296.652 305.358 314.064 322.770 331.476 340.182 348.888 357.595 366.301 375.007 383.713 392.419 401.125 409.831 418.537 427.243 435.949 444.656
Kebutuhan Air Hari
2 L/Detik 598,70 691,35 751,64 824,88 891,45 928,00 957,33 989,03 1.018,05 1.022,68 1.049,30 1.076,19 1.095,29 1.122,17 1.147,07 1.165,64 1.196,85 1.223,94 1.244,27 1.250,59
Maksimum
Suplai Eksisting
3
IPA Kmp Bugis (LS
L/Detik 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120
Intake Kmp Bugis)
IPA Parsemaian
(Ebg. Persemaian,
LS Persemaian, L/Detik 250 250 250 250 250 250 250 250 250 250 250 250 250 250 250 250 250 250 250 250
ebg. Rawasari dan
Ebg. Bengawan
IPA KMP Satu (Ebg.
Indulung dan
L/Detik 310 310 310 310 310 310 310 310 310 310 310 310 310 310 310 310 310 310 310 310
Binalatung, LS
intake Binalatung)
IPA Juata Laut (LS
L/Detik 35 35 35 35 35 35 35 35 35 35 35 35 35 35 35 35 35 35 35 35
Sei Semunti)
IPA Indulung (Intake
L/Detik 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
Indulung) Rencana
IPA Embung
4 L/Detik 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60
Bengawan
Intake Sungai
5 L/Detik 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
Bengawan
6 Embung Maya L/Detik 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50
7 Embung Mangantal L/Detik 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
8 Embung Mentogog L/Detik 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
Embung Borneo
9 L/Detik 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10
Batu Mapan
Air Baku Sungai
10 L/Detik 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500
Sekatak
EC-SWRO Untruk
11 L/Detik 40 40 40 40 40
Industri
Total Air Yang
L/Detik 715 805 835 885 955 955 955 955 955 1455 1455 1455 1455 1455 1455 1495 1495 1495 1495 1495
Dihasilkan

Optimalisasi IPA eksisting akan menyebabkan potensi IPA akan optimum sehingga kapasitas terpasang 715 lps akan memberikan pelayanan SR yang maksimal.
SWRO digunakan untuk pelayanan KEK di Wilayah Pantai Amal,
Air baku dari sungai Sekatak digunakan untuk menjaga kestabilan air bersih di Kota Tarakan.

VI-73
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel VII.29. Analisis Demand-Supply penyediaan air bersih SPAM di Wilayah Kota Tarakan (Kondisi Kemarau)
Proyeksi Demand dan Suplai Penyediaan Air Bersih (Kota Tarakan)
No Keterangan Satuan
2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039
1 Jumlah Penduduk Jiwa 279.240 287.946 296.652 305.358 314.064 322.770 331.476 340.182 348.888 357.595 366.301 375.007 383.713 392.419 401.125 409.831 418.537 427.243 435.949 444.656
Kebutuhan Air Hari
2 L/Detik 599 691 752 825 891 928 957 989 1.018 1.023 1.049 1.076 1.095 1.122 1.147 1.166 1.197 1.224 1.244 1.251
Maksimum
3 Suplai PDAM Eksisting
IPA Kmp Bugis (LS
L/Detik 95 95 95 95 95
Intake Kmp Bugis)
IPA Parsemaian (Ebg.
Persemaian, LS
Persemaian, ebg. L/Detik 163 163 163 163 163
Rawasari dan Ebg.
Bengawan
IPA KMP Satu (Ebg.
Indulung dan Binalatung, L/Detik 128 128 128 128 128
LS intake Binalatung)
IPA Juata Laut (LS Sei
L/Detik 27 27 27 27 27
Semunti)
IPA Indulung (Intake
L/Detik 30 30 30 30 30 30 30 30 30
Indulung)
4 IPA Embung Bengawan L/Detik 60 60 60 60 60 60 60 60 60
5 Intake Sungai Bengawan L/Detik 30 30 30 30 30 30 30 30
6 Embung Maya L/Detik 50 50 50 50 50 50 50
7 Embung Mangantal L/Detik 30 30 30 30 30 30
8 Embung Mentogog L/Detik 30 30 30 30 30 30
Embung Borneo Batu
9 L/Detik 10 10 10 10 10 10
Mapan
10 Air Baku Sungai Sekatak L/Detik 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500
Air Olahan EC-SWRO
11 L/Detik 40 40 40 40 40
Untruk Industri
Total Air Yang Dihasilkan L/Detik 413 503 533 583 653 893 893 893 893 1393 1393 1393 1393 1393 1393 1433 1433 1433 1433 1433
Sumber: Analisis Konsultan, 2019

VI-74
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Tabel VII.30. Analisis Demand-Supply penyediaan air bersih SPAM di Wilayah Kota Tarakan (Kondisi Optimum)
Proyeksi Demand dan Suplai Penyediaan Air Bersih (Kota Tarakan)
2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039
279.240 287.946 296.652 305.358 314.064 322.770 331.476 340.182 348.888 357.595 366.301 375.007 383.713 392.419 401.125 409.831 418.537 427.243 435.949 444.656
599 691 752 825 891 928 957 989 1.018 1.023 1.049 1.076 1.095 1.122 1.147 1.166 1.197 1.224 1.244 1.251

Pengembangan SR dari Optimalisasi Sumber Eksisting (Kps IPA


Terpasang 715 lps atau bisa digunakan menjadi 57.200 SR

600 600 600 600


1.200 1.200 1.200 1.200
300 300 300 300 300 300 300 300
571 571 571 571 571 571 571
400 400 400 400 400 400
400 400 400 400 400 400
133 133 133 133 133 133
4.000 4.000 4.000 4.000 4.000 4.000 4.000 4.000 4.000 4.000 4.000
3.200 3.200 3.200 3.200 3.200
1800 2100 2671 3605 1805 1805 1805 1805 5805 4000 4000 4000 4000 4000 7200 7200 7200 7200 7200

Tabel VII.31. Analisis Demand-Supply penyediaan air bersih SPAM di Wilayah Kota Tarakan (Kondisi Kemarau)
Proyeksi Demand dan Suplai Penyediaan Air Bersih (Kota Tarakan)
2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039
279.240 287.946 296.652 305.358 314.064 322.770 331.476 340.182 348.888 357.595 366.301 375.007 383.713 392.419 401.125 409.831 418.537 427.243 435.949 444.656
599 691 752 825 891 928 957 989 1.018 1.023 1.049 1.076 1.095 1.122 1.147 1.166 1.197 1.224 1.244 1.251

413 lps dapat dioptimalkan menjadi 33.040. Terdapat Idel


Sejumlah 302 lps, optimalisasi sumber air baku dapat
memanfaatkan kapasitas Idle, dan mendatkan 24.000 SR Baru

600 600 600 600


1.200 1.200 1.200 1.200
300 300 300 300 300 300 300 300
571 571 571 571 571 571 571
400 400 400 400 400 400
400 400 400 400 400 400
133 133 133 133 133 133
4.000 4.000 4.000 4.000 4.000 4.000 4.000 4.000 4.000 4.000 4.000
3.200 3.200 3.200 3.200 3.200
1800 2100 2672 3601 5410 893 893 893 4893 4893 4893 4893 4893 4893 8.093 8093 8093 8093 8093
Sumber: Analissi Konsultan, 2019

VI-75
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

7.6. ALTERNATIF RENCANA PENYELENGGARAAN


Berisi setiap alternatif rencana Penyelenggaraan SPAM untuk setiap sistem yang
akan dikembangkan dan alternatif terpilih yang direkomendasikan berdasarkan
pembagian tahap penyelenggaraan yang direncanakan. Dilengkapi dengan skematik
sistem untuk masing-masing sistem yang akan dikembangkan penggunaan sumber air
baku yang digunakan dalam sistem yang dikembangkan.
7.6.1. Sistem Pelayanan Wilayah I
Pelayanan zona tarakan barat dan tengah merupakan zona pelayanan IPA Kmp Bugis
dan IPA Persemaian. Program yang dikedepankan adalah sebagai berikut:
 Sumber air baku yang digunakan adalah sebagai berikut ini
1. Long Storage Intake Sungai Kmp Bugis Pelayanan IPA Kmp Bugis
2. Embung Binalatung Transfer air baku ke IPA Kmp Bugis
3. Long Storage Intake Sungai persemaian ke IPA Persamain
4. Embung Persemaian ke IPA persemaian
5. Embung Rawasari Ke IPA Persemaian
6. Embung Bengawan ke IPA Bengawan pelayanan Juata Keriki l(Intraca)
7. Embung Bengawan ke IPA Persemaian ke IPA kps 250 lps
8. Sungai Sekatak (Bulungan) alternatif air baku

 Rencana Sistem Pelayanan Zona Tarakan Barat dan Tengah:


1. Tahap I
a. Normalisasi Embung dan Long Storage (Sungai Kmp Bugis, Sungai
Persemaian, Embung Binalatung, Embung Persemaian).
b. (Integrasi Air Baku) Pemanfaatan Embung rawasari dan embung
bengawan sebagai sumber air baku untuk pelayanan IPA
persemaian (embung rawasari) dan embung bengawan sebagai
suplai air baku ke ipa bengawan suplasi pelayanan air bersih di
juata kerikil (Simpang Intraca). Embung bengawan menyuplai ke
IPA Persemaian berkapasitas 250 lps.
c. Optimalisasi pemompaan intake LS dan Embung
d. Optimalisasi pemompaan dosing IPA dan Pemompaan jaringan
pompa distribusi.
e. Optimalisasi jaringan transmisi air baku dan distribusi air bersih.
f. Penambahan Reservoir Distribusi
g. Penambahan SR dan Optimalisasi Jaringan di Pemukiman Kumuh

VI-76
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

h. Optimalisasi IPA Kapasitas 60 liter perdetik (Unit 1)


2. Tahap II
a. Normalisasi Embung dan Long Storage (Sungai kmp bugis,
persemaian, embung binalatung, embung persemaian).
b. (Integrasi Air Baku) Pemanfaatan Embung rawasari dan embung
bengawan sebagai sumber air baku untuk pelayanan IPA
persemaian (embung rawasari) dan embung bengawan sebagai
suplai air baku ke ipa bengawan suplasi pelayanan air bersih di
juata kerikil (Simpang Intraca). Embung bengawan suplesi ke IPA
persemain kps 250 lps.
c. Optimalisasi pemompaan intake LS dan Embung, Optimalisasi
pemompaan dosing IPA dan Pemompaan jaringan pompa
distribusi.
d. Optimalisasi unit IPA (60 lps) Unit II.
e. Program Pengembangan Jaringan air baku Sungai Sekatak
f. Penambahan Reservoir Distribusi
g. Penambahan SR

3. Tahap III
a. Normalisasi Embung dan Long Storage (Sungai kmp bugis,
persemaian, embung binalatung, embung persemaian).
b. (Integrasi Air Baku) Pemanfaatan Embung rawasari dan embung
bengawan sebagai sumber air baku untuk pelayanan IPA
persemaian (embung rawasari) dan embung bengawan sebagai
suplai air baku ke ipa bengawan suplasi pelayanan air bersih di
juata kerikil (Simpang Intraca). Embung bengawan suplesi ke IPA
persemain kps 250 lps.
c. Optimalisasi pemompaan intake LS dan Embung, Optimalisasi
pemompaan dosing IPA dan Pemompaan jaringan pompa
distribusi.
d. Pemanfaatan air baku Sekatak (kps 500 lps)
e. Penambahan SR

VI-77
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 7.21. Sekmatik Tahap I Pelayanan IPA Kmp Bugis dari Sumber Air Baku Ls Sungai kmp Bugis dan Embung Binalatung

Note: Kapasitas desain 120 lps namun kapasits produksi ril hanya 98 lps, kurangnya sumber air baku menjadi masalah dari proses di IPA
ini, oleh karena itu normalisasi sungai dan embung menjadi alternatif terbaik selain optimalisasi IPA Kapasitas 120 LPS.

VI-78
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 7.22. Sekmatik Tahap I Pelayanan IPA Persemaian dari Sumber Air Baku Ls Sungai Persemaian dan integrasi sumber air baku
dari embung persemaian, embung rawasari dan embung bengawan.

Note: Secara eksisting Terdapat 405 Lps kapasits terpasang, namun yang berfungsi adalah 250 lps + 60 lps dan 30 lps, ipa 60 lps akan
dipindah ke Embung Bengawan, dan 30 lps ke embung indulung. Sedangkan sisanya mengalami kerusakan.

VI-79
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 7.23. Sekmatik Tahap I Pelayanan IPA Bengawan dari embung Bengawan untuk Suplesi Juata Kerikil (Intraca)

VI-80
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 7.24. Sekmatik Tahap II & III Pelayanan IPA Persemaian dan Kmp Bugis dan Dibantu Suplesi air bersih Dari Sistem Pengolahan
Air Baku dari Sungai Sekatak Kps 500 lps

VI-81
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

7.6.2. Sistem Pelayanan Wilayah II


Pelayanan zona tarakan timur merupakan zona pelayanan IPA Kmp satu. Program yang
dikedepankan adalah sebagai berikut:
 Sumber air baku yang digunakan adalah sebagai berikut ini
1. Long Storage Intake Sungai Binalatung
2. Embung Indulung Transfer air baku ke IPA Kmp Satu
3. Alternatif air baku rencana embung borneo
4. Alternatif air baku rencana embung sungai metogog
5. Long Storage Intake sungai indulung
6. Embung Indulung Untuk IPA kps 30 lps
7. Alternatif Air baku dari sungai Sekatak (kpasitas 500 lps)
8. Alternatif air baku dari air laut (EC-SWRO)
 Rencana Sistem Pelayanan Zona Tarakan Timur
1. Tahap I
a. Normalisasi Embung dan Long Storage (Sungai Binlatung dan
embung binalatung).
b. (Integrasi Air Baku) Pemanfaatan Embung indulung sebagai
sumber air baku untuk pelayanan IPA kmp satu.
c. Optimalisasi pemompaan dosing IPA dan Pemompaan jaringan
pompa distribusi.
d. Optimalisasi jaringan transmisi air baku dan distribusi air bersih.
e. Penambahan Reservoir Distribusi
f. Penambahan SR dan Optimalisasi Jaringan di Pemukiman Kumuh
g. Studi FS dan DED EC-SWRO
2. Tahap II
a. Normalisasi Embung dan Long Storage (Sungai Binalatung dan
Embung Binalatung).
b. (Integrasi Air Baku) Pemanfaatan embung indulung sebagai
sumber air baku untuk pelayanan IPA kmp satu.
c. Optimalisasi pemompaan intake LS dan Embung, Optimalisasi
pemompaan dosing IPA dan Pemompaan jaringan pompa
distribusi.
d. Program Pengembangan Jaringan air baku Sungai Sekatak
e. Penambahan Reservoir Distribusi
f. Penambahan SR

VI-82
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

g. Aplikasi pemanfaatan EC-SWRO Kapasitas 40 Lps


h. Instlasi IPA Kapasitas 30 LPS diwilayah Rencana Embung Metogog
3. Tahap III
a. Normalisasi Embung dan Long Storage (Sungai Binalatung dan
Embung Binalatung).
b. (Integrasi Air Baku) Pemanfaatan embung indulung sebagai
sumber air baku untuk pelayanan IPA kmp satu.
c. Optimalisasi pemompaan intake LS dan Embung, Optimalisasi
pemompaan dosing IPA dan Pemompaan jaringan pompa
distribusi.
d. Pemanfaatan air baku Sekatak (kps 500 lps)
e. Penambahan Reservoir Distribusi
f. Penambahan SR

VI-83
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 7.25. Sekmatik Tahap I Pelayanan IPA Kmp Satu Dari Integrasi Air Baku Emung Indulung-Embung Binlatung dan Sungai
Binalatung

VI-84
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 7.26. Sekmatik Tahap I Pelayanan IPA Indulung Dari Embung Indulung Pelayanan Pantai Amal

VI-85
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 7.27. Sekmatik Tahap II & III Pelayanan IPA Kmp Satu Dari Integrasi Air Baku Emung Indulung-Embung Binlatung dan Sungai
Binalatung dan Terintegrasi suplesi air Bersih dari IPA Hasil Proses Air Baku Sungai Sekatak

VI-86
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Electrocoagulation
System For Pre
Treatment

Gambar 7.28. Sekmatik Tahap III Pemanfaatan Air Laut Menjadi Sumber Air Baku Pelayanan Non Domestik

VI-87
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

7.6.3. Sistem Pelayanan Wilayah III


Pelayanan zona tarakan utara merupakan zona pelayanan IPA semunti, secara eksisting
terdapat kapasitas terpasang dengan jumlah 35 lps namun hanya berfungsi sebesar 15
lps ketika pada musim kemarau. Program yang dikedepankan adalah sebagai berikut:
 Sumber air baku yang digunakan adalah sebagai berikut ini
1. Long Storage Intake Sungai Semunti pelayanan IPA Juata Laut
2. Rencana air baku dari embung sungai Maya kps 100.000 m3 -200.000 m3
3. Rencana Air baku dari embung sungai mangantal kps 100.000 m3 -200.000
m3
4. Rencana Intake sungai maya dan mangantal
 Rencana Sistem Pelayanan Zona Tarakan Barat dan Tengah:
1. Tahap I
a. Normalisasi Long Storage (Sungai Semunti).
b. Rencana pemanfaatan embung Sungai Maya dan Mangantal
sebagai air baku pelayanan Tarakan Utara
c. Instalasi IPA Sungai Maya kps 50 Lps
d. Instalasi IPA sungai Mangantal Sistel Elektrokoagulasi-
Sedimentasi-Filtrasi kps 30 lps.
e. Optimalisasi pemompaan intake LS
f. Optimalisasi pemompaan dosing IPA dan Pemompaan jaringan
pompa distribusi.
g. Optimalisasi jaringan transmisi air baku dan distribusi air bersih.
h. Suplesi air bersih dari IPA Bengawan
i. Penambahan SR dan Optimalisasi Jaringan di Pemukiman Kumuh
2. Tahap II
a. Normalisasi Long Storage (Sungai Semunti).
b. Normalisasi embung Sungai Maya dan Mangantal sebagai air baku
pelayanan Tarakan Utara
c. Optimalisasi pemompaan embung maya dan mangantal
d. Optimalisasi pemompaan intake LS dan Embung,
e. Optimalisasi pemompaan dosing IPA dan Pemompaan jaringan
pompa distribusi.
f. Penambahan Reservoir distribusi 500 m3
g. Penambahan SR

VI-88
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

3. Tahap III
a. Normalisasi Long Storage Sungai Semunti.
b. Normalisasi embung Sungai Maya dan Mangantal sebagai air baku
pelayanan Tarakan Utara
c. Optimalisasi pemompaan intake LS dan Embung,
d. Optimalisasi pemompaan dosing IPA dan Pemompaan jaringan
pompa distribusi.
h. Penambahan Reservoir Distribusi 500 m3
e. Penambahan SR

VI-89
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Suplesi air
Bersih Dari
IPA

Gambar 7.29. Sekmatik Tahap I Pelayanan IPA Juata Laut dan Rencana Suplesi Air Bersih dari IPA Bengawan Ke Pelayanan Tarakan
Utara

VI-90
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Suplesi air
Bersih Dari
IPA

Embung Maya
dan Mangantal

Gambar 7.30. Sekmatik Tahap II Pelayanan IPA Juata Laut dan Rencana Suplesi Air Bersih dari IPA Embung Maya dan Mangantal
Tarakan Utara

VI-91
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tahun 2014 s.d. 2019 memfokuskan program pada 3 masalah strategis di PDAM
yaitu:
 Tarif FCR dimana adanya ketentuan PDAM yang mempunyai kondisi sehat sudah FCR
 Penurunan kehilangan air rata-rata nasional menjadi ≤ 20%
 Pemanfaatan idle capacity

Gambar 7.31. Skema Penanggulangan Idle Capacity


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tetap berkomitmen untuk program yang sudah/sedang berlangsung dalam
meningkatkan kinerja PDAM seperti restrukturisasi utang, bantuan program, perbankan, hibah air minum, dll. Untuk skenario
pengembangan SPAM di Kota Tarakan sebagai berikut:

VI-92
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Pengembangan pendekatan advanced teknologi


menggunakan Elektrokoagulasi dan Elektroklorinasi
Kusus air baku dengan kandungan gambut

Gambar 7.32. Program Pengembagan SPAM Kota Tarakan

VI-93
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

7.7. PENURUNAN TINGKAT KEBOCORAN


7.7.1. Penurunan Kebocoran Teknis
Tingginya angka air tak berekening (non-revenue water–NRW) dapat mengancam
kondisi finansial PDAM karena mencerminkan jumlah volume air yang hilang melalui
kebocoran, pencurian atau pengukuran pemakaian air yang tidak akurat, sehingga tidak
dapat ditagihkan kepada pelanggan dan akhirnya hanya akan meningkatkan biaya
operasional PDAM. Selain itu, NRW juga dapat memperburuk kualitas air yang
“dihasilkan” oleh PDAM sebelum air mencapai rumah pelanggan.
Beberapa program pengurangan NRW yang diusulkan adalah peningkatan
kesadaran terhadap NRW, program peningkatan kinerja metering, monitoring dan kontrol
dan penerapan district meter area (DMA) yang valid. Program-program tersebut
diharapkan dapat mengurangi secara signifikan tingkat kehilangan air di PDAM Kota
Tarakan yang saat ini mencapai 36,71% sehingga mencapai target penurunan kehilangan
air menjadi 20% di akhir tahun perencanaan (2039). Untuk dapat mengontrol dan
melakukan tindakan untuk mengurangi kehilangan air secara fisik maka diperlukan hal-hal
sebagai berikut:
Tabel VII.32. Upaya Mengurangi Kehilangan Air Secara Fisik
No Klasifikasi Program
Akurasi meter di unit produksi
Reservoir overflow control
1 Metering
Program akurasi meter pelanggan
Inter-zone metering

SCADA dan GIS (real time)


2 Monitoring dan Kontrol Call center
Program Konservasi SDA

Penyesuaian Jaringan Transmisi dan Distribusi


Inter-zone metering
3 DMA Deteksi dan perbaikan kebocoran
Program penggantian pipa
Manajemen tekanan

Survey dan pendataan (GIS)


4 Perawatan Aset Perawatan
Perbaikan dan penggantian aset yan rusak

VI-94
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

No Klasifikasi Program

Manajer NRW, senior engineers dan engineers


5 Staffing Senior staf bagian hubungan pelanggan
Senior staf bagian key account customers
Sumber: Analisis Konsultan, 2019

7.7.2. Penurunan Kebocoran Non Teknis


Berisi hal-hal yang direkomendasikan/langkah-langkah yang harus dilakukan untuk
penurunan kebocoran air non teknis. Dalam upaya mengurangi kehilangan air secara
non fisik maka harus dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
No Klasifikasi Program
Kampanye Internal PDAM
Kampanye kepada pelanggan PDAM
1 Awareness
Komitmen PDAM terhadap NRW
Komitmen pelanggan terhadap NRW

Inventarisasi pelanggan meliputi : lokasi, tipe/kelas,


dimensi meteran dan pemakaian airnya.
Data teknis meteran pelanggan : jenis/tipe, tahun
pembuatan, tahun pemasangan, informasi
2 Metering
perbaikan/kalibrasi yang pernah dilakukan
Program akurasi meter pelanggan
Pembacaan meteran pelanggan secara cermat dan
teratur
Sumber: Analisis Konsultan, 2019

7.8. POTENSI SUMBER AIR BAKU


7.8.1. Perhitungan Water Ballance
Water ballance dalam proses perhitungan yaitu water ballance pemanfaatan sumber
baru yaitu sumber air sungai maya dan sungai mangantal.

7.8.2. Rekomendasi Sumber Air Yang Digunakan


1. Sungai Maya dan mangantal
Berdasarkan pertimbangan berbagai aspek rekomendasi sumber air yang potensial untuk
digunakan dalam Penyelenggaraan SPAM. Untuk sumber air baku RISPAM Kota Tarakan

VI-95
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

terdapat beberapa sumber yang bisa digunakan diantaranya yaitu sumber air Maya,
Mangantal dan Borneo.

Gambar 7.33. Lokasi Sungai Maya dan Mangantal

Berdasarkan hasil survei lapangan potensi dari debit sungai maya dalah 640 l/Detik
sedangkan Mangantal adalah 20 L/Detik. Sungai ini mempunyai potensi untuk dijadikan
embung yang dapat digunakan sebagai sumber air baku. Berdasarkan karakteristik
airnya, Sungai mangantal mempunyai jenis air yang relatif berwarna kecoklatan sehingga
membutuhkan treatment yang tidak konvensioanl seperti koagulasi flokulasi konvensional,
proses elektrokimia sangat dianjurkan untuk kondisi ini. Untuk menjaga kontinuitas suplai
air diperlukan penanganan-penangangan yang tepat. Salah satu penanganan yang dapat
dilakukan adalah dengan melakukan pembangunan embung mengingat di tarakan
mempunyai potensi air hujan yang melimpah. Tindakan penanganan tersebut dapat
berupa pembangunan long storage yang berlokasi lebih ke hulu dari lokasi titik intake
kedua sungai tersebut.

2. Sungai Sekatak
Situasi umum perkotaan ini menentukan kebijakan dan strategi pengembangan jaringan
PDAM ke depan terutama sekali berkenaan dengan adanya gagasan untuk membangun
jaringan transmisi utama SPAM Sekatak. Ujung jalur transmisi air bersih ini baru berakhir
pada outlet sifon yang dirancang akan masuk Pulau Tarakan dari pantai Barat di seputar
perbatasan Kecamatan Tarakan Utara dengan Kecamatan Tarakan Tengah dengan
maksud agar tidak perlu melintasi bagian laut pesisir yang terdalam. Di lokasi ini akan

VI-96
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

dibangun unit post klorinasi (menggunakan gas klor) sehingga memasuki Dari titik ini jalur
2 jalur transmisi-distribusi utama DCIP Ø 800 terpecah menjadi 4 JDU utama
menggunakan pipa DCIP atau HDPE dipilih yang lebih murah (harga on site) masing-
masing adalah :
a. Perkuatan suplai daerah pelayanan Kec Tarakan Barat, di 5 kelurahan :
Karangrejo, Karang balik, Karanganyar, Karanganyar Pantai dan Karang Harapan
menggunakan pipa DCIP Ø 600 mm
b. Melayani kebutuhan Kec Tarakan Tengah, melayani sebagian daerah pelayanan di
5 kelurahan : Selumit, Selumit Pantai, Pamusian, Sebengkok dan Kampung
Satu/Skip; menggunakan pipa DCIP Ø 700 mm, juga sebagian Kec Tarakan Timur
(7 kelurahan) yang belum terjangkau pelayanan IPA eksisting (melalui perencanaan
zonning distribusi yang menyeluruh)
c. Interkoneksi dengan JDU eksdisting Kec. Tarakan Utara, yang belum terjangkau
IPA Juata Laut, menggunakan pipa DCIP/HDPE Ø 400 mm, melalui perencanaan
ulang zona distribusi di wilayah pelayanan ini, mencakup Kel. Juata Permai dan Kel.
Juata Kerikil.
d. Melayani kebutuhan pesisir pantai barat (selat Bali Indah) termasuk Kampung
nelayan, pelabuhan penyeberangan/Roro dll menggunakan pipa HDPE Ø 250 mm.
Pemilihan jenis pipa distribusi primer-sekunder (JDU-JDP) didasarkan atas harga
termurah sedang untuk daerah pelayanan (JDL) disarankan menggunakan pipa HDPE
karena khususnya untuk diameter kecil lebih fleksibel. Khusus untuk jalur distribusi primer
(JDU) menuju Kec. Tarakan Timur dan Kota Lama bagian selatan, termasuk Pelabuhan,
dan Bandar udara diprakirakan akan membutuhkan dukungan menara air dan pompa
booster.
Maka untuk memenuhi kebutuhan fase-2 (mulai 2025) kapasitas Sistem direncanakan
berdasar kapasitas rata-rata pemakaian perhari sebesar 500-1000 L/det. Sedang jaringan
distribusi utamanya untuk mengantisipasi beban puncak 1.200 L/det. Untuk meningkatkan
lagi kapasitas jaringan dari itu dianggap terlalu mahal untuk investasi PDAM Kota Tarakan
Dari hasil perhitungan kebutuhan air di atas jumlah penduduk yang akan dilayani pada
tahun 2039 adalah sebanyak 421.145 jiwa. Mengingat karakteristik serta pola pemakaian
penduduk setempat potensi pelanggan PDAM diprakirakan maksimal 70 persen dari
jumlah itu, yaitu kurang lebih 74.000 SR selebihnya dilayani SPAM Eksisting.
Berdasarkan Studi yang FS Jaringan Air Baku Sekatak ke Tarakan, jaringan terpilih untuk
rencana penyaluran air baku adalah sebagai berikut ini.

VI-97
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Gambar 7.34. Rencana Jaringan Pipa Transmisi air Baku Sungai Sekatak ke Tarakan.

VI-98
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Berdasar data TDS diatas survey lapangan (Hasil FS) mengarah pada pemanfaatan air
baku Sungai Sekatak yang berada di Desa Sekatak Buji Kabupaten Bulungan, sehingga
dilakukan pencermatan terhadap kondisi terrain serta lingkungan dari lokasi Intake (BPA)
rencana. Hasil pengamatan di lapangan, Sungai Sekatak ini memiliki kelebaran sampai ±
70 meter dengan kedalaman air rata-rata 5 - 10 meter perkiraan debit sumber yang
dilakukan oleh konsultan pada saat survei lapangan diperoleh debit sebesar lebih dari >
5.000 lt/detik. Angka ini sudah cukup memadai karena berdasarkan hasil perhitungan
proyeksi kebutuhan air minum dengan periode perencanaan selama 20 tahun. Untuk lebih
jelasnya Photo sumber dapat dilihat pada Gambar 7.36

Gambar 7.35 Situasi Survey Lokasi Di Sungai Sekatak

Berikut adalah data-data mengenai sumber air baku yang akan digunakan :
 Desa: Sekatak Buji Kabupaten Bulungan
 Jenis dan Nama Sumber Air Baku : Sungai Sekatak
 Elevasi muka air pada Bangunan Pengambilan Air (BPA): ± 15 m dpl
 Koordinat : LU 3°17'16,11" ; 117°07'30.67" LT
 Debit Sumber Air Baku : > 5.000 l/dt

Pengoperasian unit produksi meliputi pengoperasian seluruh komponen bangunan, dan


sarana penunjang yang masuk dalam unit produksi yaitu dimulai dari inlet air baku,
sampai air hasil olahan ditampung di reservoir dan sudah diberi desinfektan atau
menggunakan sistem elektrokimia. Komponen Sistem berdasarkan hasil Studi FS adalah
1. Sumber air baku adalah Sungai Sekatak Kapasitas > 5000 l/dt.
2. Intake akan dibangun di seberang bangunan “Intake existing PDAM Bulungan”
dekat hulu Sungai Sekatak.
3. Ground Reservoi : Kapasitas 20.000 m3.
4. Jaringan pipa distribusi akan melayani daerah pelayanan Kota Tarakan.
5. Unit Jaringan Pipa Distribusi Utama Kondisi elevasi di daerah pelayanan berbukit
dan datar, sebagian lokasi mempunyai elevasi yang lebih rendah, dimana letak

VI-99
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

reservoir lebih tinggi dari area pelayanan atas kondisi demikian pengaliran
dilakukan secara Gravitasi.
 Fungsi : Menyalurkan air dari reservoir ke daerah pelayanan
 Elevasi : awal pelayanan 50 m dpl, akhir 2 - 3 m dpl
 Untuk penggunaan pipa distribusi air bersih ke daerah pelayanan
menggunakan diameter 100 – 50 mm, dengan faktor peak 1,30.
 Pipa Transmisi-Distribusi menggunakan pipa DCIP dengan perincian sbb:
- Jaringan distribusi Utama (JDU):
- Tahap 1 Ø 700 mm, panjang 27.000 m (2 jalur)
- Tahap 2 Ø 500 mm, panjang 27.000 m

Outlet
Sifon

Gambar 7.36. Arah prioritas pengembangan pelayanan Fase-2 dalam RISPAM Kota
Tarakan

VI-100
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

7.9. Keterpaduan Dengan Prasarana Dan Sarana Sanitasi


Keterpaduan Penyelenggaraan SPAM yang direncanakan dengan Penyelenggaraan
Prasarana dan Sarana Sanitasi. Keterpaduan dengan prasarana dan sarana sanitasi
adalah bahwa penyelenggaraan pengembangan SPAM dan Prasarana Sarana (PS)
Sanitasi memperhatikan keterkaitan satu dengan yang lainnya dalam setiap tahapan
penyelenggaraan, terutama dalam upaya perlindungan terhadap baku mutu sumber air
baku. Keterpaduan SPAM dengan PS Sanitasi dilaksanakan berdasarkan prioritas
adanya sumber air baku. Terkait dengan hal tersebut maka hal yang perlu mendapat
perhatian terpusat pada hal sebagai berikut:
• Potensi pencemaran air baku
• Area perlindungan air baku
• Pengolahan buangan lumpur dari IPA
Indikator sasaran kegiatan pengawasan kualitas air dan sanitasi meliputi : desa yang
melaksanakan STBM (Sanitasi Total BerbasisMasyarakat), proporsi penduduk akses air
minum dan proporsi penduduk akses jamban. Jenis sarana akses air minum yang
dipantau meliputi :
• Sumur Gali (SGL) Terlindung
• Sumur Gali (SGL) dengan Pompa
• Sumur Bor dengan Pompa
• Terminal Air (TA)
• Mata Air Terlindung
• Perpipaan BPSPAM
Persentase penduduk dengan akses air minum layak di Kota Tarakan adalah sebesar
diatas 60%.

7.9.1. Potensi Pencemaran Air Baku


Ketersediaan air tanah tidak dapat diandalkan dalam hal kualitas, maka air baku yang
akan digunakan untuk SPAM Kota tarakan adalah dari air permukaan. Berkaitan dengan
masalah kualitasnya, potensi pencemaran bagi sumber air baku tersebut adalah sebagai
berikut:
• Pencemaran dari limbah rumah tangga, baik grey water maupun black water.
• Pembuangan sampah kota yang dilakukan secara individu maupun oleh kegiatan
masyarakat dalam bentuk buangan limbah.
Untuk mencegah terjadinya pencemaran terhadap air baku secara berkelanjutan maka
perlu dilakukan antisipasi terhadap kondisi yang telah mulai berlangsung saat ini.

VI-101
CV. Artha Gemilang Engineering Laporan Akhir

Buangan industri harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke badan air. Perlu
regulasi yang tegas untuk melaksanakan kebijakan ini. Masalah pencemaran dari limbah
rumah tangga dapat diatasi dengan meningkatkan penggunaan prasarana sanitasi baik
secara on site maupun off site. Mengenai buangan sampah dan peningkatan kekeruhan
air baku akibat kegiatan masyarat, maka hal yang perlu dilakukan adalah dengan
mengadakan penyuluhan dan pengawasan agar kegiatan masyarakat tersebut dapat
terkendali, dilaksanakan dengan yang benar sehingga dampaknya dapat dieliminasi.
Pencemaran yang terjadi di aliran sungai kota tarakan kususunya di wilayah kmp bugis
sebagian besar karena pencemaran limbah domestik. Program-program yang bisa
dikedepankan adalah
1. Program Pengendalian Pencemaran dan Pengrusakan Lingkungan
 Mengurangi beban pencemaran badan