Anda di halaman 1dari 28

REPUBLIK INDONESIA

Advertorial

RAPBN
2021
Percepatan
Pemulihan Ekonomi
dan Penguatan Reformasi
REPUBLIK INDONESIA

Advertorial

RAPBN
2021
Percepatan
Pemulihan Ekonomi
dan Penguatan Reformasi

Disusun oleh
Tim Kementerian Keuangan

Editor:
Direktorat Penyusunan APBN

Direktorat Jenderal Anggaran


Gedung Sutikno Slamet Lantai 12
Jalan Dr Wahidin Raya No.1
www.anggaran.kemenkeu.go.id
1

SEKILAS
RAPBN 2021
Perekonomian global dan domestik di tahun
2021 diproyeksikan membaik meskipun diliputi
ketidakpastian yang tinggi. Diharapkan
ketersediaan vaksin akan menambah keyakinan
masyarakat dan dunia usaha dalam
mempercepat pemulihan ekonomi

Pemerintah akan tetap melanjutkan


kebijakan countercyclical di tahun 2021
melalui RAPBN yang ekspansif-konsolidatif
untuk mendukung percepatan pemulihan
ekonomi dan memperkuat reformasi struktural.

RAPBN tahun 2021 akan menjadi instrumen


penting untuk mewujudkan sasaran
pembangunan nasional.

Prioritas pembangunan nasional akan


difokuskan pada bidang Kesehatan,
Pendidikan, Teknologi Informasi dan
Komunikasi, Ketahanan Pangan, Perlindungan
Sosial, Infrastruktur, dan Pariwisata.
RAPBN 2

2021
Tekanan Covid-19
Menyebabkan Perekonomian
Dunia Mengalami Kontraksi
Terutama pada triwulan kedua tahun 2020

PERTUMBUHAN EKONOMI KUARTALAN (% YOY)


Q1 Q2

3,8

3,2
3,0

2,7
2,4

1,6
1,4

0,4
0,3
-0,3
-0,7

-0,7
-1,4

-1,5
-1,7

-1,8
-2,0
-2,3

-2,3
-2,4

-2,7

-2,8

-2,9
-3,1

-3,8
-4,1

-5,3
-5,5
-5,7

-6,8
-9,0
-9,1
-9,5
-9,8
-10,7
-11,7
-12,8
-13,2
-14,4
-14,5
-15,0
-16,5

-16,5
-17,3
M E K S I K O -18,9
P E R A N C I S -19,0
I N G G R I S -21,7
S P A N Y O L-22,1

BELGIA

KAZAKHSTAN

VIETNAM
EU

AUSTRIA
EURO AREA

SINGAPURA

AMERIKA SERIKAT

HONG KONG
PORTUGAL

JERMAN

CEKO

LITHUANIA

TIONGKOK
LATVIA

INDONESIA

KOREA SELATAN

TAIWAN
ITALIA

FILIPINA

Sumber: Bloomberg dan Trading Economics

Pertumbuhan ekonomi Kontraksi terdalam dialami Terdapat deviasi antara


Q2-2020 terkontraksi di negara-negara dengan proyeksi pertumbuhan
sebagian besar restriksi yang lebih ketat, ekonomi di berbagai negara.
perekonomian dunia, serta memiliki Menunjukkan ketidakpastian
akibat dari kebijakan ketergantungan tinggi yang tinggi serta sulitnya
restriksi ketat untuk terhadap sektor tertentu melakukan proyeksi di masa
mencegah penyebaran seperti ekspor dan pandemi.
Covid-19. pariwisata.

IMF World Bank


2020 2021 2020 2021 2020 2021
Jan 3,3 3,4 Jan 2,5 2,6

Apr -3,0 5,8 Mar 2,4 3,3

Jun -4,9 5,4 Jun -5,2 4,2 Jun -7,6 s.d -6,4 2,8 s.d 5,2

Pemulihan Ekonomi Dunia diperkirakan mulai terjadi di tahun 2021


faktor ketersedian vaksin akan menentukan langkah dan pola pemulihan

Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi


RAPBN 3
2021

Tahun 2021 menjadi


momentum penting
bagi pemulihan ekonomi nasional sekaligus memperkuat reformasi dan
transformasi ekonomi menuju Indonesia Maju 2045

Pemulihan Ekonomi dampak Melanjutkan


pandemi Covid-19 Reformasi
Mempercepat recovery dunia usaha Menjaga keberlanjutan reformasi
yang terdampak pandemi Covid-19 struktural untuk mendukung
pertumbuhan ekonomi jangka
Melanjutkan penanganan pemulihan menengah – panjang
kesehatan dan perlindungan sosial
dampak pandemi Covid-19

Peningkatan Daya Akselerasi Transformasi


Saing Ekonomi Ekonomi
Meningkatkan daya saing ekonomi Mempercepat transformasi industri
dengan mendorong peningkatan manufaktur
kapasitas inovasi dan adaptasi
Mendorong Produk Manufaktur
teknologi
Indonesia dengan produk
berteknologi tinggi

Pemanfaatan Kondisi Keluar dari Middle


Demografi Income Trap
Peningkatan penyediaan lapangan Bertahap keluar dari middle income
pekerjaan untuk meningkatkan trap dengan perbaikan
pertumbuhan dalam jangka pendek produktivitas, peningkatan daya
saing dan kualitas SDM – Tenaga
Kerja

Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi


RAPBN
4

2021
Asumsi Dasar
Ekonomi Makro
Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan kembali menuju
trajectory jangka menengah, nilai tukar relatif menguat dan harga
minyak diperkirakan meningkat

Proyeksi pertumbuhan ekonomi


Indonesia 2020 cenderung
Pertumbuhan bergerak ke bawah, akibat
Ekonomi (%) Inflasi (%) perkembangan Covid-19 yang
4,5 - 5,5 3,0 tidak pasti

(1,1) - 0,2 2,0 - 4,0


Ekonomi Indonesia 2021 diproyeksi
tumbuh 4,5% - 5,5% dengan
mempertimbangkan faktor vaksin
Rp Covid-19, reformasi struktural, dan
Rp
$ dukungan ekspansi fiskal
Nilai Tukar Tingkat Bunga *)
Rupiah (Rp/USD) SBN 10 Tahun (%)
14.600 7,29 Perkembangan inflasi akan dipengaruhi
kekuatan pemulihan permintaan dan daya
14.400-14.800 beli masyarakat. Penambahan likuiditas di
Tingkat Bunga masyarakat dapat mendorong naiknya
SPN 3 Bulan (%) permintaan. Ketersediaan pasokan pangan
3,0 - 4,0 dan kelancaran distribusi menjadi faktor
kunci stabilitas harga dan mendukung
ketahanan pangan

Harga Minyak Lifting Minyak


(US$/barel) (ribu barel/hari) Kondisi global di tahun 2021 diperkirakan
membaik, namun volatilitas di sektor
45 705 keuangan global masih tetap perlu
35 - 40 705 diwaspadai. Pemulihan ekonomi domestik
di 2021 akan semakin menarik arus modal
masuk dan memperkuat Rupiah

Lifting Gas
(ribu barel setara
minyak/hari)
RAPBN 2021
1.007 Outlook 2020

992

*) Suku Bunga SBN 10 Tahun menggantikan Suku Bunga SPN 3 Bulan di tahun 2021

Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi


5

RAPBN 2021
Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi

triliun Rupiah

Pendapatan Negara untuk mendukung pemulihan ekonomi


dengan target yang terukur dan insentif yang terarah 1.776,4
1.699,9

Belanja Negara fokus pada dukungan Program Prioritas


Pembangunan untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi 2.747,5
2.739,2
Rasio defisit thd PDB tahun 2021 menunjukkan arah
(971,2) ekspansif konsolidatif dalam mendukung akselerasi
recovery ekonomi
(1.039,2)
Pembiayaan anggaran sebagai alat fiskal Pemerintah
untuk mendukung kebijakan ekspansif konsolidatif 971,2
1.039,2

Pendapatan Negara Belanja Negara Defisit Anggaran Pembiayaan Anggaran Perpres 72/2020

Defisit RAPBN 2021 pada kisaran 5,50% PDB dalam rangka


mendukung Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi

“ Dengan tingginya ketidakpastian


berakhirnya pandemi Covid-19,
dibutuhkan kebijakan countercyclical
yang kuat untuk akselerasi
Pendapatan Negara
Perpajakan

PNBP
1.481,9

293,5
1.404,5


294,1

pemulihan ekonomi nasional Hibah 0,9 1,3

Pertumbuhan Ekonomi (%) Defisit


6,34 (% terhadap PDB)

6,34
Belanja Negara
5,50
Belanja 1.951,3 1.975,2
Pemerintah Pusat
5,17

5,02
5,02

5,07

4,5 - 5,5

Transfer ke Daerah
796,3 763,9
dan Dana Desa
(1,1) - 0,2

2,49 2,51
2,20
1,82

Pembiayaan Anggaran
antara lain:
2016 2017 2018 2019 2021
Pembiayaan Utang 1.142,5 1.220,5
2020

Pandemi Covid-19 masih Tahun 2021 dukungan Pembiayaan Investasi (169,1) (257,1)
menimbulkan ketidakpastian, pemulihan ekonomi akan tetap
arah ekonomi global/domestik dilanjutkan, ekspansi fiskal
diproyeksikan membaik dibutuhkan untuk membiayai
namun risiko ketidakpastian pemulihan ekonomi sekaligus RAPBN 2021 Perpres 72/2020
masih tinggi penguatan reformasi (triliun Rupiah) (triliun Rupiah)

Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi


6
RAPBN
2021
Pokok-pokok
Kebijakan Fiskal RAPBN 2021
Menjaga dan mempercepat

Tema Pemulihan Ekonomi Nasional


Melanjutkan dan menuntaskan
penanganan Covid-19
Pemulihan ekonomi dan memperkuat
ketahanan ekonomi domestik

Penguatan Reformasi
Struktural
Peningkatan iklim investasi,
mendorong inovasi dan daya
saing (competitiveness).
Perbaikan kualitas SDM dan

Percepatan peningkatan produktivitas melalui


reformasi bidang pendidikan,

Pemulihan
pelatihan vokasi, penelitian,
reformasi bidang kesehatan, dan
reformasi perlindungan sosial.

Ekonomi dan Reformasi APBN

Penguatan Meliputi bidang Penerimaan


Perpajakan dan PNBP, reformasi
belanja dan TKDD

Reformasi Meningkatkan kualitas belanja


(spending better) yang fokus pada
pelaksanaan program prioritas

Menjaga kesehatan dan


sustainabilitas fiskal dalam jangka
menengah-panjang.

Prioritas Pembangunan
Nasional
Mengakselerasi pembangunan
dengan prioritas bidang Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK),
kesehatan, pendidikan,
infrastruktur, ketahanan pangan,
pariwisata, dan perlindungan sosial
untuk mendorong tercapainya
sasaran pembangunan tahun 2021

Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi


RAPBN
7

2021
APBN Menjadi Instrumen Utama
dalam Penanganan Dampak Covid-19
dan Pemulihan Ekonomi Nasional 2021
Kebijakan PEN dilanjutkan di tahun 2021 untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi Indonesia

*)
2021: Rp25,40 T
2020: Rp87,55 T

Kesehatan
- Pengadaan vaksin Covid-19
- Imunisasi, Sarpras, Lab, Litbang
- Cadangan Bantuan Iuran BPJS utk
PBPU/BP
2021: Rp110,2 T
2021: Rp20,40 T *)Sebagian besar dana PEN (Rp24,3 T) diluar Pagu Kemkes Rp84,3 T,
2020: Rp203,9 T
2020: Rp120,61 T
Belanja Pusat Kesehatan Lainnya Rp22,2 T dan TKDD Kesehatan RP39,0 T

Insentif Usaha Perlindungan


- Pajak DTP
Sosial
- Pembebasan PPh 22 Impor - PKH 10 jt KPM
- Percepatan Pengembalian - Kartu Sembako 18,8 juta KPM
Pendahuluan PPN @200 ribu
- Pra Kerja-> vokasi offline & online
- Dana Desa --> BLT Desa dan
mendukung BUMDes
- Bantuan Sosial Tunai 10 Juta KPM
2021 @200 ribu selama 6 bulan

Rp356,5 T
2021: Rp14,9 T
2020: Rp53,57 T 2020: Rp695,2 T
Pembiayaan
Korporasi
2021: Rp136,7 T
2020: Rp106,11 T
- PMN kpd Lembaga penjaminan Sektoral K/L &
4 Pemda
(LPEI)
- PMN kepada BUMN yang
menjalankan penugasan (HK, - Dukungan Pariwisata
ITDC, Pelindo III, KIW) - Ketahanan Pangan
- Penjaminan backstop loss limit - Pengembangan ICT
2021: Rp48,8 T
2020: Rp123,46 T - Pinjaman ke daerah

UMKM - Padat Karya K/L


- Kawasan Industri
- Subsidi bunga KUR reguler - Cadangan Belanja PEN
- Dukungan Pembiayaan thd
KUMKM
- Penempatan Dana di perbankan
- Penjaminan Loss Limit
- Cadangan Pembiayaan PEN

Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi


8
RAPBN
2021
Penerimaan
Perpajakan
Penerimaan perpajakan di masa pemulihan tahun 2021 diproyeksikan
tumbuh optimal 5,5% dengan fokus kebijakan mendukung pemulihan
ekonomi dan melanjutkan reformasi

1.518,8 1.546,1 1.481,9


1.285,0 1.343,6 205,5 213,5 1.404,5
213,4
Penerimaan 179,0 192,5
205,7

Perpajakan 13,0
(triliun Rupiah)
3,6 4,6 1,8 5,5

Pajak (9,2)
Bea Cukai
1.106,0 1.151,1 1.313,3 1.332,7 1.198,8 1.268,5
Growth (%)

2016 2017 2018 2019 2020 2021

Mendukung Pemulihan Kebijakan Optimalisasi


Ekonomi dan Transformasi dan Reformasi Perpajakan
Pemberian insentif perpajakan yang Pemajakan atas perdagangan melalui sistem
selektif dan terukur elektronik (PMSE)

Peningkatan kualitas sumber daya Ekstensifikasi dan pengawasan berbasis individu


manusia dan kewilayahan
Pemeriksaan, penagihan, dan penegakan hukum
Penguatan sektor strategis dalam rangka
yang berbasis risiko dan berkeadilan
transformasi ekonomi
Meneruskan reformasi perpajakan yang meliputi
bidang organisasi, SDM, IT dan basis data, proses
bisnis, serta peraturan pajak

Pengembangan fasilitas kepabeanan dan


harmonisasi fasilitas fiskal lintas K/L

Penerimaan

Rp
Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi
9
RAPBN
2021
Penerimaan
Pajak
didukung oleh penerimaan PPh dan PPN yang diproyeksikan
meningkat mengikuti prospek membaiknya aktivitas ekonomi

Pajak 772,3
750,0
Penghasilan 666,2 646,8 670,4 699,9
(triliun Rupiah)
14,0 14,9
PPh Migas
PPh Nonmigas 4,1 3,2
Growth PPh Nonmigas (%) (5,3)
(10,5)
PPh Non migas diproyeksikan tumbuh 3,2%
dengan memperhatikan sektor ekonomi
penyumbang pajak utama belum sepenuhnya
recovery dampak pandemi Covid-19 2016 2017 2018 2019 2020
(Perpres 72/2020)
2021

546,1
Pajak 480,7
537,3 531,6
507,5
Pertambahan
(triliun Rupiah)
Nilai 412,2
16,6
11,8
7,6
PPN
(1,1)
(4,5)
Growth PPN (%)

Peningkatan kinerja penerimaan PPN (2,7)


yang tumbuh 7,6% sejalan dengan
membaiknya aktivitas ekonomi

2016 2017 2018 2019 2020


(Perpres 72/2020)
2021

Insentif
Pajak
sebagai instrumen fiskal dalam
1 Percepatan
Pengembalian
Pendahuluan PPN

Membantu cashflow
2 Insentif
PPh 22
Impor

Dalam rangka memenuhi impor


mendukung pemulihan perusahaan untuk kembali kebutuhan bahan baku produksi
melakukan aktifitas usaha untuk sektor-sektor yang masih
ekonomi nasional dan terdampak Covid-19
penguatan transformasi

3 4
ekonomi

Pajak
Ditanggung Tax Holiday
Pemerintah dan Tax Allowance

pajak
Mendukung daya saing dan Menarik penanaman modal untuk
keekonomian sektor tertentu meningkatkan investasi di dalam
negeri dalam rangka mendorong
diversifikasi ekonomi, membuka
lapangan kerja dan mempercepat
pertumbuhan wilayah

Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi


10
RAPBN
2021
Kepabaenan
dan Cukai
meningkat seiring dengan perluasan basis cukai dan perbaikan
perdagangan Internasional di tahun 2021

172,4 172,2 178,5


153,3 159,6
143,5

Cukai 6,8
8,0
(triliun Rupiah) 4,1 3,6
(0,1)
Cukai
Growth Cukai (%) (0,8)

2016 2017 2018 2019 2020


(Perpres 72/2020)
2021

17,0
10,6
4,4
Pajak 1,5
(10,5)
Perdagangan (18,4)
Internasional 6,8
3,0 4,1 3,5 1,8
(triliun Rupiah) 1,7
Bea Keluar
Bea Masuk 32,5 35,1 39,1 37,5 31,8 33,2
Growth Pajak Perdagangan
Internasional (%)
2016 2017 2018 2019 2020
(Perpres 72/2020)
2021

Dukungan Pemulihan Dukungan Reformasi untuk


Ekonomi Nasional Transformasi Ekonomi optimalisasi penerimaan
Insentif kepabeanan terutama Penyempurnaan Sistem National Pengembangan sistem
untuk kemudahan ekspor dan Logistics Ecosystem (NLE) pengawasan cukai terintegrasi
impor memenuhi kebutuhan dengan target a.l: (excise connection).
bahan baku lokal dan relaksasi - Menurunkan biaya logistik Pemberantasan dan menurunkan
bagi Kawasan Berikat (KB) &
- Menurunkan waktu logistik dari 111 jam peredaran Barang Kena Cukai
KITE
menjadi 55,8 jam Ilegal
- Peringkat Trading Across Border (TAB)
dalam EODB naik dari 116 ke 87

Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi


11
RAPBN
2021
Penerimaan Negara
Bukan Pajak
didukung oleh prospek meningkatnya harga komoditas utama dunia terutama minyak
bumi serta optimalisasi penerimaan dari pelayanan PNBP Kementerian/Lembaga dan
BLU sejalan dengan membaiknya aktivitas masyarakat

409,3 409,0
228,7 254,1

311,2
294,1 293,5
200,1
261,9 215,1 192,0
197,1 31,5

PNBP
(triliun Rupiah) 2,5
18,8
180,6
(0,2)
PNBP SDA (0,8)
(0,1)
PNBP Non SDA 111,1
101,6
154,9 79,1
Growth PNBP (%) 64,9
(28,1)

2016 2017 2018 2019 2020


(Perpres 72/2020)
2021

2021 2020
(triliun Rupiah)

SDA SDA Kekayaan Negara PNBP Pendapatan


Migas NonMigas Dipisahkan Lainnya BLU
72,4 29,1 26,1 107,0 58,8
53,3 25,8 65,0 100,1 50,0

PNBP Sumber Daya Alam (SDA) dari Migas Penerimaan Kekayaan Negara yang
mengikuti pergerakan harga dan lifting Dipisahkan dari dividen BUMN mengalami
minyak dan gas bumi sementara PNBP SDA penurunan dengan mempertimbangkan
Nonmigas terutama akan dipengaruhi harga dampak Covid-19 pada pelemahan kinerja
dan produksi Batu Bara. BUMN

Langkah optimalisasi lifting migas dilakukan Pelayanan PNBP KL pada tahun 2021
antara lain melalui peningkatan iklim diharapkan akan lebih optimal seiring
investasi sektor migas dan mengendalikan PELAYANAN dengan pemulihan aktivitas ekonomi
Cost Recovery UMUM

Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi


RAPBN 12
2021
Belanja
Pemerintah Pusat
Percepatan Pemulihan Sosial - Ekonomi dan Penguatan Reformasi
untuk menuju Indonesia Maju

32,0
15,0
9,6
2,8
(2,5) 1.975,2 (1,2)

1.951,3
1.455,3 1.496,3
1.265,3
1.154,0
921,4
608,8 622,9 1.138,9
Belanja 469,8
500,2

Pemerintah Pusat
Belanja K/L
Belanja Non K/L
Growth (%) 684,2 765,1 846,6 873,4 836,4 1.029,9

2016 2017 2018 2019 Outlook 2021


2020 *)
*) Perpres 72/2020

Fokus Efisiensi belanja, melalui Mendukung prioritas


Belanja penajaman biaya operasional pembangunan untuk
sejalan dengan perubahan percepatan pemulihan ekonomi
Pemerintah Pusat proses kerja

Optimalisasi Teknologi Redesign Sistem Penganggaran


Informasi untuk meningkatkan Menggunakan pendekatan belanja
kualitas layanan publik dalam yang lebih baik (spending better)
penyelenggaraan pemerintahan yang fokus pada pelaksanaan
dan pemberian pelayanan program prioritas, berbasis pada
(service delivery) hasil (result based), dan efisiensi
kebutuhan dasar, serta antisipatif
terhadap berbagai tekanan
(automatic stabilizer)

Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi


RAPBN 13
2021
Belanja
Kementerian/ Lembaga
diarahkan untuk mendukung upaya pemulihan sosial-ekonomi dan
penguatan reformasi
149,8

10 K/L
137,0

Pagu Terbesar
117,9
115,4

(triliun Rupiah)
112,0

Realisasi 2019
104,4
100,6

Outlook 2020
98,2

RAPBN 2021
92,8
92,6

84,3

81,5
78,5
75,6

70,7

67,0
67,3

63,9
62,4
57,7

45,7

43,3
39,5
39,0
39,7
36,5

32,7

21,8
19,4
14,0

*)
Kemen PUPR Kemenhan Polri Kemensos Kemenkes Kemendikbud Kemenag Kemenhub Kemenkeu **) Kementan

*) pengalihan pendidikan tinggi dari Kemenristek ke Kemendikbud


**) termasuk anggaran BLU di Kemenkeu (thn 2019: Rp13,8T; Thn 2020: Rp15,2T; Thn 2021: Rp8,5 T)
antara lain BLU Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit dan LPDP

Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi


RAPBN 14
2021

Anggaran
Kesehatan
diarahkan untuk percepatan pemulihan kesehatan pasca pandemi, diikuti
peningkatan akses dan mutu layanan melalui penguatan sistem kesehatan

(Triliun Rupiah)
Rencana Pencapaian
87,0
300 Bidang Kesehatan
33,8 18,3 3,7 50
-0,6
250
212,5 -20,1 0 Rp48,8 T Rp2,4 T
200 169,7 -50 Bantuan Iuran Bantuan Iuran PBPU
-100 Peserta PBI JKN dan BP kelas III
150
109,0 113,6 -150 96,8 juta jiwa
92,8 92,2
100 -200
-250
50 Rp18,0 T Rp3,7 T
-300
Antisipasi Antisipasi
00 -350 pengadaan Vaksin pelaksanaan
2016 2017 2018 2019 Outlook RAPBN
2020 *) 2021
Covid-19 untuk Imunisasi untuk
160 juta jiwa 160 juta jiwa
Belanja K/L Belanja Non K/L TKDD Pembiayaan % Pertumbuhan
*) Perpres 72/2020

Rp2,8 T Rp10,7 T Rp2,0 T Rp1,1 T


Layanan Bantuan Bantuan Penyediaan Makanan
Pengendalian Operasional Operasional KB Tambahan bagi
Penyakit TB Kesehatan 238.000 Ibu Hamil
145 layanan 10.143 Puskesmas 5.737 Balai Kurang Energi Kronis
Penyuluhan KB 441.000 Ribu Balita Kurus

Pembangunan/ Pembangunan Prevalensi Stunting


Rehabilitasi Puskesmas 21,1 persen
559 RS Rujukan 971 puskesmas Perluasan Prioritas
Intervensi pada
360 kota/kab

Kebijakan
Percepatan pemulihan kesehatan akibat Reformasi JKN melalui perbaikan mutu
Covid-19 melalui peningkatan dan layanan dan efektivitas biaya JKN, penyesuaian
pemerataan supply side, penguatan iuran JKN dan validitas data PBI JKN, serta
koordinasi, dan antisipasi untuk pengadaan penguatan peran Pemda
vaksin
Health Security Preparedness melalui
Penguatan program early childhood penguatan pencegahan, deteksi, dan respon
melalui peningkatan nutrisi ibu penyakit, serta sistem kesehatan terintegrasi
hamil/menyusui dan balita, serta akselerasi
penurunan stunting

Penguatan Sinergi dan Koordinasi Pusat


dan Daerah dalam perencanaan,
penganggaran, dan pembiayaan untuk
mendukung supply side, serta untuk
memperkuat program promotif dan preventif

Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi


RAPBN 15
2021

Anggaran
Pendidikan
diarahkan untuk meningkatkan mutu hasil pendidikan melalui penguatan
penyelenggaraan PAUD dan peningkatan kompetensi guru sehingga skor PISA
meningkat

(triliun Rupiah)
19,0
9,5 6,3 6,8 RAPBN 2021 Outlook 2020
0,31
(5,0) (triliun Rupiah) (triliun Rupiah)

547,8 549,5 Melalui Belanja Pemerintah Pusat


460,3

199,4 187,9
406,1 431,7
370,8

Melalui Transfer ke Daerah

299,1 284,5
Melalui Pembiayaan
Outlook

51,0 75,4
2016 2017 2018 2019 *) RAPBN
2020 2021
BPP TKDD Pembiayaan Pertumbuhan (%)
*) Perpres 72/2020

Rencana Pencapaian di bidang Pendidikan


2021 2020

Program Beasiswa Bantuan TPG Penerimaan


Indonesia Pintar Bidik Misi/ Operasional Non PNS Beasiswa LPDP
KIP Kuliah Sekolah
(juta jiwa)
(ribu guru) (mahasiswa)

(ribu mahasiswa) (juta siswa)

Kemendikbud Kemendikbud TKDD Kemendikbud Kemendikbud


17,9 17,9 1.095,1 985,0 46,8 45,8 274,6 274,6 4.000 - 5.000
Kemenag Kemenag Kemenag Kemenag 5.000
2,2 2,2 52,6 52,6 8,9 8,9 270,9 270,9

Reformasi Pendidikan Kebijakan Pendidikan Lainnya


Transformasi kepemimpinan kepala sekolah Penguatan vokasi dan kartu prakerja (link and match
dengan industri,serta penguatan R&D)
Transformasi Pendidikan dan pelatihan guru
(transformasi PPG untuk menghasilkan Penguatan penyelenggaraan PAUD (melalui BOP PAUD
generasi guru baru) dan Dana Desa untuk PAUD di desa)
Mengajar sesuai tingkat kemampuan siswa Peningkatan efektivitas penyaluran bantuan Pendidikan
(menyederhanakan kurikulum --> lebih (BOS, PIP, dan LPDP)
fleksibel dan berorientasi pada kompetensi)
Percepatan peningkatan kualitas sarpras pendidikan
Standar Penilaian global terutama untuk daerah 3T
Kemitraan Daerah dan Masyarakat Sipil Penajaman KIP Kuliah dan Pendanaan Pendidikan Tinggi

Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi


RAPBN 16
2021

Pengembangan Bidang
Teknologi Informasi & Komunikasi
difokuskan untuk pengembangan dan pemanfaatan teknologi pada beberapa
sektor guna mendukung dan meningkatkan kualitas serta delivery layanan
kepada masyarakat

Program Strategis
Penyediaan Base Tranceiver Station (BTS) Pengendalian Penyelenggaraan Sistem
sebanyak 5.053 lokasi Elektronik
Penyediaan kapasitas satelit di 12.377 lokasi Pemutakhiran DTKS, perangkat IT dan
layanan publik Jaringan Komunikasi
Pembangunan Pusat Data Nasional Mendukung digitalisasi pendidikan seperti
Literasi Digital, Transformasi Digital Sektor pengadaan alat TIK dan media pembelajaran
Strategis, Digital Technopreneur

INFORMASI Belanja K/L Rp21,5 T


Kemen Kominfo Rp14,7 T
Kemensos Rp1,5 T
Kemenkeu Rp2,1 T
Kemen ATR/BPN Rp1,0 T
K/L Lainnya Rp2,2 T

TKDD Rp9,0 T
Total Anggaran Rp30,5 T

Kebijakan
Akselerasi Transformasi Digital untuk Mengkonsolidasi dan mengoptimasi
penyelenggaraan pemerintahan; infrastruktur dan layanan bersama (shared
services);
Mewujudkan public service delivery yang
efisien dan cepat antara lain di bidang Mewujudkan inklusi masyarakat di wilayah
pendidikan dan kesehatan; prioritas pembangunan dan mendorong
kesetaraan dengan tambahan akses internet
pada sekitar 4.000 desa/kelurahan 3T

Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi


17
RAPBN
2021

Anggaran
Perlindungan Sosial
Kebijakan Perlinsos 2021 untuk mendukung reformasi sistem
perlindungan sosial secara bertahap

(triliun Rupiah)

4% 6% 28% 7% 31%
-15%

495,0
Kebijakan
419,3
Melanjutkan Perlinsos untuk akselerasi
pemulihan (a.l. Kartu Sembako, PKH, Bansos
378,2 Tunai dan Kartu Pra kerja)
353,9
Mendorong program perlinsos yang
275,7 komprehensif berbasis siklus hidup dan
261,2 antisipasi aging population (reformasi
perlindungan sosial)
Integrasi Program Bansos dengan subsidi
energi secara bertahap dan berhati-hati
Penyempurnan DTKS dan perbaikan
mekanisme penyaluran program perlinsos,
2019 Outlook
serta penguatan monev
2016 2017 2018 RAPBN
*) Perpres 72/2020 2020 *) 2021

Rencana Pencapaian di bidang Perlindungan Sosial


2021 2020

Cakupan KPM Cakupan KPM Jumlah Siswa


menerima menerima Menerima
Bantuan PKH Bantuan Pangan Bantuan PIP
10,0 juta penerima manfaat 18,8 juta penerima manfaat 20,1 juta siswa
10,0 juta penerima manfaat 20,0 juta penerima manfaat 20,1 juta siswa

Jumlah Jumlah KPM Jumlah Mahasiswa


Penduduk menerima Bansos Memperoleh KIP
Peserta PBI JKN Tunai Kuliah
96,8 juta penduduk 10,0 juta penerima manfaat 1,1 juta mahasiswa
96,8 juta penduduk 9,0 juta penerima manfaat 1,0 juta mahasiswa

Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi


RAPBN 18
2021

Anggaran Program
Ketahanan Pangan
Program Ketahanan Pangan 2021 diarahkan peningkatan produksi pangan serta
dukungan pemulihan ekonomi
300,0
40
250,0
30,2
20
0,2 -4,9
200,0 -9,1 -10,8 -6,0 0

150,0 -20
110,4 104,2
100,3 -40
(Triliun Rupiah)

100,0 89,5 85,1 80,0


-60
50,0
-80
- -100
2016 2017 2018 2019 Outlook *)
RAPBN
2020 2021
Belanja K/L Belanja Non K/L TKDD % Pertumbuhan
*) Perpres 72/2020

Kebijakan
Mendorong Produksi Komoditas Pangan Pengembangan Food Estate di Kalteng,
dengan membangun sarpras dan Sumsel, dan Papua (Merauke) Untuk
penggunaan teknologi Meningkatkan Produktivitas Pangan antara
Revitalisasi Sistem Pangan Nasional antara lain dengan pemberdayaan
lain dengan memperkuat korporasi transmigrasi/petani eksisting dan investasi
petani/nelayan dan distribusi pangan small farming pada lahan seluas 165.000 Ha

Rencana Pencapaian
di bidang Ketahanan Pangan Produksi Padi Produksi Jagung Produksi Kedelai
(juta ton) (juta ton) (juta ton)
58,50 24,20 0,42

Produksi Daging Pembangunan Bendungan Peningkatan/Rehabilitasi


(juta ton) Irigasi
43 unit on-going
0,44 4 unit baru 51.000 Ha

Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi


RAPBN 19
2021

Anggaran
Infrastruktur
diarahkan untuk penyediaan layanan dasar, peningkatan konektivitas,
serta dukungan pemulihan ekonomi

500,0
47,3
100,0 Total Anggaran Rp414,0 T
41,6 2020: Rp281,1 T
450,0 5,1 3,4 0,0 -28,7
0,0
400,0 -100,0 2021 2020
414,0 (triliun Rupiah)
350,0 381,2 394,0 394,1 -200,0
300,0 -300,0
Pemerintah 236,3 140,1
Pusat
250,0
269,1 281,1 -400,0
200,0 -500,0
TKDD 131,9 112,5
150,0 -600,0
100,0 -700,0
50,0 -800,0
Pembiayaan 45,8 28,5
0,0 -900,0
2016 2017 2018 2019 Outlook RAPBN
2020 *) 2021
Anggaran Infrastruktur (Triliun Rupiah) Pertumbuhan (%)
*) Perpres 72/2020

Kebijakan
Melanjutkan pembangunan infrastruktur Pembangunan sarana Kesehatan
pascapandemi Covid 19 melalui masyarakat dan penyediaan kebutuhan
penguatan infrastruktur digital dan dasar (air, sanitasi , pemukiman) untuk
mendorong efisiensi logistik dan mendukung penguatan sistem
konektivitas kesehatan nasional
Diarahkan dalam bentuk infrastruktur Penyelesaian kegiatan prioritas 2020
padat karya yang mendukung Kawasan yang tertunda
industri dan pariwisata

Rencana Pencapaian di bidang Infrastruktur

Pelayanan Dasar Konektivitas Energi dan TI dan


Ketenagalistrikan Informasi
Rumah Susun & Pembangunan
Rumah Khusus Jalan 678,0 km Jaringan Gas Penyediaan BTS
11.650 unit Bumi utk di daerah 3 T
Rumah Tangga di 5.053 lokasi
Akses Sanitasi & Jembatan 120.776 SR
Persampahan 13,1 km
1.037.010 KK
Konversi BBM Palapa Ring:
ke BBG untuk Barat 40%;
Bendungan Jalur KA Nelayan 25 ribu Tengah 30 %;
47 unit (43 on 378 km’sp unit Timur 30 %
going & 4 baru)

Jaringan irigasi Bandara


20 ribu Ha 10 unit

Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi


RAPBN 20
2021

Subsidi Subsidi
diarahkan untuk lebih tepat sasaran, terintegrasi, dan mendukung
UMKM dan Koperasi
30,3%

-6,3% -4,5% -7,0% -4,8% -10,0%


(triliun Rupiah)

-52,6%
216,9
201,8 192,0
186,0
174,2 166,4 172,9
63,4
64,9
66,9 96,4
67,4 68,8 64,8

153,5 136,9
119,1 106,8 108,1
97,6 95,6

2015 2016 2017 2018 2019 Outlook *) RAPBN


2020 2021
Subsidi Energi Subsidi Non Energi
*) Perpres 72/2020

Subsidi Energi Subsidi Nonenergi


Subsidi tetap solar Rp500/lt (2020: Penajaman subsidi pupuk melalui
Rp1.000/lt) penyempurnaan data petani
e-RDKK penerima subsidi dengan
Subsidi listrik Rumah Tangga
basis data NIK dan alamat (by name
diberikan kepada RT daya 450 VA
by address).
dan 900 VA sesuai data DTKS
Efisiensi HPP dan perubahan
Volume Subsidi Energi:
komposisi pupuk NPK sebagai
LPG 3 Kg ---> 7,0 juta MT
langkah efisiensi anggaran.
Solar ---> 15,8 juta kiloliter
Minyak tanah ---> 0,5 juta kiloliter Insentif perpajakan melalui subsidi
pajak ditanggung pemerintah (DTP)
Integrasi secara bertahap dan
berhati-hati subsidi energi ke Mendukung peningkatan
bantuan sosial melalui pelayanan umum bidang
pengendalian volume transportasi publik dan penyediaan
informasi publik
Plafon KUR naik dari Rp190 T (2020)
menjadi Rp220 T (2021)

Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi


21
RAPBN
2021

Transfer ke Daerah
dan Dana Desa
Peningkatan quality control TKDD dan mendorong peningkatan peran pemerintah
daerah dalam pemulihan ekonomi, serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan

813,0 796,3
742,0 757,8 763,9
710,3
623,1
TKDD 14,0
Growth (%) 8,6 7,3
4,5 2,1 4,2
-6,0

2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021


(Perpres RAPBN
72/2020)

Dukungan TKDD untuk


Program Prioritas
Pengembangan UMKM Ketahanan Pangan dan Pengembangan
Dukungan pembangunan dan Kesejahteraan Pariwisata
revitalisasi sentra IKM, serta
pelatihan, pendampingan dan
Petani/Nelayan Dukungan penyediaan sarana,
Peningkatan dan pemberdayaan amenitas, akses jalan pariwisata
pemberdayaan UMKM dan dan pengembangan Desa
BUMDes usaha pertanian/ perikanan, yang
didukung penyediaan akses jalan Wisata, yang diikuti pemberian
dan konservasi sumber air insentif perpajakan, peningkatan
kualitas tata kelola destinasi
Reformasi Pendidikan dan wisata dan kapasitas masyarakat
pelaku usaha pariwisata
Kesehatan
o Dukungan perbaikan dan Peningkatan Infrastruktur
peningkatan sarana prasarana dan Konektivitas Pembangunan ICT
pendidikan berdasarkan target Dukungan untuk peningkatan
“ketuntasan intervensi” dalam Dukungan digitalisasi
akses dan konektivitas darat
mendukung program merdeka pendidikan dan kesehatan, serta
maupun air dalam rangka
belajar pengembangan desa digital
pemulihan ekonomi
o Dukungan peningkatan
kesiapan sistem kesehatan
termasuk ketersedian sarana,
prasarana dan alkes Fasyankes
di daerah dan desa

Arah Kebijakan
Mendukung upaya pemulihan ekonomi sejalan Mendorong belanja Infrastruktur daerah melalui
dengan prioritas nasional, melalui: creative financing seperti pinjaman daerah,
- Pembangunan aksesibilitas dan konektivitas KPBU daerah, serta kerjasama antardaerah
kawasan sentra pertumbuhan ekonomi. untuk mendukung pencapaian target RPJMN.
- Dukungan insentif kepada daerah untuk Redesain pengelolaan TKDD, terutama DTU dan
menarik investasi, perbaikan sistem pelayanan DTK dengan penganggaran berbasis kinerja dan
investasi, dan dukungan terhadap UMKM. peningkatan akuntabilitas.
Mensinergikan TKDD dan Belanja K/L dalam Meningkatkan kinerja anggaran TKDD dan
pembangunan human capital (Pendidikan dan melakukan reformasi APBD melalui
Kesehatan). implementasi Standar Harga Satuan Regional
(SHSR) dan Penyusunan Bagan Akun Standar
(BAS).

Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi


RAPBN 22
2021

Transfer ke Daerah
dan Dana Desa

Rencana Pencapaian DAK Fisik


*Angka Output masih sementara

PENDIDIKAN KESEHATAN
- Peningkatan sarana dan prasarana - Pembangunan 971 Gedung Puskesmas
SEKOLAH

23.016 unit - Pembangunan/Rehabilitasi 559 RS


- Pembangunan 34 unit dan Rujukan
Rehabilitasi 36 unit Gedung Fasilitas - Penguatan Intervensi stunting di 360
Layanan Perpustakaan Umum kab/kota

LHK TRANSPORTASI PERAIRAN


- Pembangunan Pusat Daur Ulang - Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan 60
Sampah 17 unit Pelabuhan
- Penanaman Hutan Rakyat 16.750 Hektar - Pembangunan Bus Air 10 Unit dan Bus Air
Roro 10 Unit

PARIWISATA AIR MINUM


Pembangunan amenitas kawasan - Pembangunan SPAM JP 167.110 SR
pariwisata dan Pembangunan Atraksi - Perluasan SPAM JP 117.097 SR
daya tarik wisata di 154 daerah

JALAN SANITASI
- Pemeliharaan/Rehabilitasi Jalan 2.375 KM Pengembangan dan Pembangunan
- Rekonstruksi/Peningkatan Kapasitas 33.975 SR Sistem Pengelolaan Air
Struktur Jalan 10.076 KM Limbah Domestik Terpusat skala
- Pembangunan Jalan 229 KM Permukiman dan 465 SR skala
- Pembangunan Jembatan 699 M Perkotaan

KELAUTAN & PERIKANAN PERUMAHAN & PEMUKIMAN


- Pembangunan/Rehabilitasi dan - Peningkatan kualitas rumah 40.000
Pengadaan Sarpras Pelabuhan Unit
Perikanan di 111 Pelabuhan Perikanan - Pembangunan baru rumah layak
- Pembangunan/Rehabilitasi Unit huni 10.000 Unit
Perbenihan Prov/Kab/Kota 255 Unit

IRIGASI IKM
- Rehabilitasi jaringan irigasi 335.584 Ha - Pembangunan Sentra IKM 20 Sentra
- Pembangunan jaringan irigasi 41.488 Ha - Revitalisasi Sentra IKM 100 Sentra

TRANSPORTASI PEDESAAN PERTANIAN


- Pembangunan dan Peningkatan Jalan - Pembangunan 3.355 unit sumber air
Pedesaan strategis 1.769 KM - Pembangunan 1.000 km jalan usaha
- Pengadaan Sarana Transportasi Perairan tani/jalan produksi
dibawah 20 GT sebanyak 585 unit

Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi


23
RAPBN
2021

Dana Desa
Meningkatkan kinerja pelaksanaan dana desa serta mendukung pemulihan
ekonomi dan sektor prioritas
69,8 71,2 72,0
59,8 59,9

46,7

20,8 124,8
Dana Desa 28,0 0,2 16,6 2,0 1,1
(Rp Triiliun)

Growth 0,0
(%)
2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
(Perpres RAPBN
72/2020)

Arah Kebijakan
Reformulasi Fokus untuk Pemulihan Mendukung
Pengalokasian Perekonomian Desa Pengembangan Sektor
dan Penyaluran Dana - Memperkuat kesinambungan Prioritas
Desa program padat karya tunai. - Mendukung program
- Memberdayakan UKM dan pengembangan teknologi
- Meningkatkan porsi alokasi informasi dan komunikasi
sektor usaha pertanian.
formula, guna memperbaiki (TIK) melalui pengembangan
proporsi alokasi dana desa - Mendorong transformasi
ekonomi desa melalui desa desa digital.
per desa sesuai karakteristik
desa. digital - Mendukung program
pengembangan pariwisata
- Penguatan alokasi kinerja melalui pembangunan desa
untuk mendorong kinerja wisata.
desa dalam meningkatkan
transformasi perekonomian - Mendukung ketahanan
desa. pangan melalui
pengembangan usaha
budidaya pertanian,
peternakan dan perikanan.

CAPAIAN OUTPUT DANA DESA 2015-2019

Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi


RAPBN 24
2021

Pembiayaan
Anggaran
Mendorong pengembangan skema pembiayaan inovatif untuk mendukung
kebijakan ekspansif konsolidatif

2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021

Defisit (2,6) (2,5) (2,5)


(1,8) (2,2)
(% terhadap PDB) (5,5)

(6,3)
Defisit Anggaran
(% thd PDB)

Kebijakan Pembiayaan Arah Kebijakan Utang


Pengembangan pembiayaan kreatif dan Fleksibel dengan kehati-hatian -->
inovatif untuk mendukung fleksibilitas pembiayaan utang yang
countercyclical stabilisasi ekonomi (a.l. responsif terhadap kondisi pasar keuangan
penguatan KPBU, SWF, SAL, BLU, dan namun tetap menjaga rasio utang dalam
fleksibilitas pinjaman tunai) batas yang aman; Peningkatan outstanding
Mendukung restrukturisasi BUMN, BLU, dan debt to GDP ratio dikarenakan
SWF untuk mendukung pemulihan kebutuhan pembiayaan yang meningkat di
ekonomi dan akselerasi pencapaian tengah tekanan resesi ekonomi global dan
target; dukungan untuk mengatasi pandemi
Covid-19
Meningkatkan akses pembiayaan bagi
KUMKM, UMI dan perumahan bagi MBR; Efisiensi Biaya Utang --> Pendalaman pasar
(perluasan basis investor, penyempurnaan
Mendorong pendalaman pasar dan
infrastruktur pasar SBN, diversifikasi
efisiensi cost of borrowing, (perluasan
pembiayaan utang a.l. penerbitan SDG
basis investor/kanal pembayaran SBN
bonds dan mendorong penerbitan
ritel serta mendorong penerbitan
obligasi/sukuk daerah)
obligasi/sukuk daerah)
Keseimbangan --> menjaga komposisi
Efektivitas kuasi fiskal untuk portofolio optimal untuk menjaga
mengakselerasi penguatan kualitas keseimbangan makro.
daya saing SDM serta peningkatan
ekspor.

Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi


RAPBN 25

2021

Pembiayaan
Investasi
Penguatan kelembagaan UMKM,
SDM Berkualitas UMi, Asuransi & Penjaminan
Peningkatan produktivitas/daya saing SDM Pengembangan dan Pemberdayaan UMKM
Sektor UMi
Menjamin keberlangsungan program
pendidikan bagi generasi berikutnya Peningkatan akurasi data dan perbaikan
sebagai bentuk pertanggungjawaban penyaluran,
antar generasi. Memperkuat struktur permodalan dan
meningkatkan kapasitas perseroan

Anggaran Pendidikan
Melalui Pembiayaan Rp51,0 T Dukungan Kelembagaan
dan Pemberdayaan
Rp22,0 T

Akselerasi Meningkatkan Peran Serta


Pembangunan Infrastruktur Indonesia Di Dunia Internasional
Meningkatkan daya saing investasi dan Mempertahankan dan memperkuat
ekspor posisi Indonesia di dalam organisasi
Pembangunan infrastruktur sarpras Lembaga Keuangan Internasional
transportasi, pemukiman dan infrastruktur
ketahanan energi

Anggaran Peran serta


Anggaran
Infrastruktur Rp45,1 T Indonesia di Dunia
Internasional
Rp2,9 T

Mendorong Program Ekspor Nasional


Mendukung industri barang/jasa yang
berorientasi ekspor
Penguatan daya saing barang/jasa dalam
negeri di pasar internasional

Anggaran Program
Ekspor Nasional Rp5,0 T

Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi


KEMENTERIAN KEUANGAN
DIREKTORAT JENDERAL ANGGARAN
Jalan Dr Wahidin Raya No. 1
Gedung Sutikno Slamet Lt.12
www.anggaran.kemenkeu.go.id

Anda mungkin juga menyukai