Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN SEMENTARA

PRAKTIKUM FARMASETIKA II

ELIXIR DAN OBAT TETES ORAL

Dosen pembimbing : Muladi Putra Mahardika.,S.Farm,Apt.

Disusun oleh : Kelompok 3

Diana Putri A 190209038

Fantidyah Utami 190209042

Intan Fatna Andhika 190209045

Irna Sulistyaningsih 190209046

LABORATORIUM FARMASETIKA PRODI FARMASI


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS DUTA BANGSA
SURAKARTA

2020
LAPORAN SEMENTARA PRAKTIKUM FARMASETIKA II

ELIXIR

Hari/tanggal : kamis , 17 Desember 2020

Dosen pembimbing : Muladi Putra Mahardika.,S.Farm,Apt.

I. Tujuan Praktikum
Untuk membuat sediaan elixir paracetamol
II. Resep

R/ Elixir Paracetamol 80 ml
s.p.r.n. Cth I (Febris)

Pro: Raganing Abdi (12 tahun)

Resep standar Acethaminopheni Elixir (Fornas hal.3)


Acethaminopheni Elixir,tiap5 ml mengandung :

R/ Acetaminophen 120mg

Glycerolum
2,5ml

Propilenglikol
500µl

Sorbitol solution 70%


1,25ml

Aethanolum
500µl
III. Keabsahan dan kelengkapan resep
1) Keabsahan resep
- Nama dokter tidak ada
- Nomor izin praktik dokter tidak ada
- Tanda tangan dan paraf tidak ada
2) Kelengkapan resep
a. Inscription
Nama dokter tidak ada
Tempat tanggal penulisan resep tidak ada
Tanda R/ ada
b. Ordination
Nama obat ada
Jumlah obat ada
Cara pembuatan ada
c. Signature
Aturan pakai ada
Nama pasien ada
Umur pasien ada
Alamat pasien tidak ada
d. Subscriptio
Tanda tangan dokter tidak ada

IV. Fungsi masing – masing bahan dan indikasi bentuk sediaan obat
- Acetaminophen (Paracetamol) : analgetik, antipiretik
- Propilenglikol : zattambahan, pelarut
- Gliserol : zat tambahan
- Etanol : zat tambahan
- Sorbitol : zat tambahan
- Aquades : zat tambahan, pelarut
V. Problema resep danpenyelesaiannya
- Problema : beberapa sediaan dinyatakan dalam jumlah volume
- Penyelesaian : pengambilan bahan dilakukan dengan mengukur
sejumlah volume yang diinginkan dengan menggunakan gelas ukur
VI. Perhitungan dosis maksimal :
- DL Paracetamol (500mg/500mg-2000mg)
Penyesuaian :
12
1xp : x 500 mg=300 mg
20
12
Shr : x 500−2000 mg=300 mg−1.200 mg
20
Pemakaian :
5
1xp : x 120=120 mg
5
Shr : 120mg x 2 = 240mg
Presentase :
120
1xp : x 100 %=40 %
300
240
Shr : x 100 %=20 %
1200

Kesimpulan = R/ dapat dibuat

VII. Penimbangan bahan


- Paracetamol : 120mg/5ml x 80 ml= 1920 mg
- Gliserol : 2,5ml/5ml x 80ml = 40 ml
- Propilenglikol : 0,5ml/5ml x 80ml = 8 ml
- Sorbitol 70% : 1,25ml/5ml x 80ml = 20 ml
- Aethanolum : 0,5ml/5ml x 80ml = 8 ml
- Aqua ad 80ml
VIII. Cara kerja

Menyiapkan alat dan bahan,


menyetarakantimbangan,
kalibrasibotol300ml

Mengukurdanmengambildenganjumlah yang samayaitu 8ml


untukpropilenglikoldanaethanolum. Mengukurdanmengambil 20ml sorbitol 70%,
40ml gliserol.

Menimbang 1920mg paracetamol, lalumasukkandalam mortar gerusadhalus,


tambahkanpropilenglikoldanaethanolumsatupersatuadukadlarutsempurna.Masukkan
sorbitol adukadhomogen,
tambahkangliseroladukadhomogen.Masukkankedalambotol yang telahdikalibrasi
,kemudiankocokadtercampurhomogen.

Diberietiketwarnaputih, label
“KocokDahulu”

IX. Etiket dan label

APOTEK SEHAT
Jl. Pinang Cemani Sukoharjo
KOCOK DAHULU
Apoteker : Cinta Sekar, S.Pharm.,Apt
SIPA : 3314/SIPA/I/17/V/2019
No. 1Tgl : 17 Desember 2020

Tn./Ny./An./Sdr. : Raganing Abdi (12 tahun)


1 x sehari 1 sendok teh

Sebelum/Sesudah/BersamaMakan
paraf
X. Copy resep
- tidak diperlukan copy resep
XI. Wadah dan cara penyimpanan obat
Wadah : botol
Cara penyimpanan : Simpan obat di tempat kering dan terlindung dari
sinar matahari. Tutup botol sirup dengan rapat
LAPORAN SEMENTARA PRAKTIKUM FARMASETIKA II

OBAT TETES ORAL

Hari/tanggal : kamis , 17 Desember 2020

Dosen pembimbing : Muladi Putra Mahardika.,S.Farm,Apt.

I. Tujuan Praktikum
Untuk membuat sediaan obat tetes oral
II. Resep

R/ Sol. Lugoli 25
s.t.d.d.gtt. V

Pro: Tn. Samuddin

Resep standar obat tetes oral (CMN halaman 147)


Solutio lugoli fortio
R/ lodii 1
Lodeti kalii 2
Aquadest 20

III. Keabsahan dan kelengkapan resep


1) Keabsahan resep
- Nama dokter tidak ada
- Nomor izin praktik dokter tidak ada
- Tanda tangan dan paraf tidak ada
2) Kelengkapan resep
e. Inscription
Nama dokter tidak ada
Tempat tanggal penulisan resep tidak ada
Tanda R/ ada
f. Ordination
Nama obat ada
Jumlah obat ada
Cara pembuatan ada
Umur pasien tidak ada
g. Signature
Aturan pakai ada
Nama pasien ada
Alamat pasien tidak ada
h. Subscriptio
Tanda tangan dokter tidak ada

IV. Fungsi masing – masing bahan dan indikasi bentuk sediaan obat
- Iodium ( FI III hal.316)
Kegunaan : sebagai zat tambahan
- Kalium iodida ( FI III hal. 330)
Kegunaan : sebagai anti jamur
- Aquadest (FI III hal. 96)
Kegunaan : sebagai pelarut
V. Problema resep dan penyelesaiannya
- Problema : mencari resep standar, penimbangan bahan
yangdiperlukan, car pemakaian, etiket penggunaan.
- Penyelesaian : iodium ditimbang menggunakan kaca arloji dan ditutup
dengan kaca arloji agar tidakmenguap, dilarutkan dalam etanol
VI. Perhitungan dosis maksimal :
-
VII. Penimbangan bahan
- Iodium 1 gr
- Kalium iodida 2 gr
- Aquadest 22 ml

VIII. Cara kerja

Setarakan timbangan, Ditimbang bahan satu persatu

Masukkan iodium kedalam mortir, lalu di tetesi sedikit


etanol aduk ad larut

Dimasukkan kalium iodida kedalam mortir tadi secaar sedikit


demi sedikit gerus kuatad homogen

Tambahkan aquades sedikit demi sedikit gerus kuat hingga


larut dan hingga tidak terdapat endapan iodium

Masukkan dalam botol berwarna coklat dan ditutup rapat

Beri etiket biru dengan signa untuk pemakaian luar


IX. Etiket biru

APOTEK SEHAT
Jl. Pinang Cemani Sukoharjo
Apoteker : Cinta Sekar, S.Pharm.,Apt
SIPA : 3314/SIPA/I/17/V/2019
No. 1Tgl : 17 Desember 2020

Tn. : Samuddin

3 x sehari 5 tetes

paraf

X. Copy resep
- tidak diperlukan copy resep
XI. Wadah dan cara penyimpanan obat
Wadah : botol
Cara penyimpanan : Simpan obat di tempat kering dan terlindung dari
sinar matahari.