Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM

ANATOMI DAN FISIOLOGI IKAN


KONSUMSI OKSIGEN
PADA IKAN YANG BERBEDA JENIS
Laporan Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Anatomi Dan Fisiologi Ikan
Pembimbing Mulya S.,A.Md.

Disusun oleh :
INGGIT UTAMI EKA PUTRI
NPM : 20742047

D3 BUDIDAYA PERIKANAN
FAKULTAS PETERNAKAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

2020
BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Setiap makhluk hidup didunia ini memerlukan bernafas, secara tidak langsung
memerlukan oksigen untuk system respirasinya. Respirasi sendiri adalah roses
mobilisasi energi yang dilakukan jasad hidup melalui pemecahan senyawa berenergi
tinggi (SET) untuk digunakan dalam menjalankan fungsi hidup. Dalam pengertian
kegiatan kehidupan sehari-hari, respirasi dapat disamakan dengan pernapasan. Namun
demikian, istilah respirasi mencakup proses-proses yang juga tidak tercakup pada istilah
pernapasan. Respirasi terjadi pada semua tingkatan organisme hidup, mulai dari individu
hingga satuan terkecil, sel. Apabila pernapasan biasanya diasosiasikan dengan
penggunaan oksigen sebagai senyawa pemecah, semua respirasi tidak melibatkan
oksigen.
Oksigen atau zat asam adalah unsur kimia dalam sistem tabel periodik yang
mempunyai lambang O dan nomor atom 8. Ia merupakan unsur golongan kalkogen dan
dapat dengan mudah bereaksi dengan hampir semua unsur lainnya (utamanya menjadi
oksida).Menurut massanya, oksigen merupakan unsur kimia paling melimpah di biosfer,
udara, laut, dan tanah bumi. Oksigen merupakan unsur kimia paling melimpah ketiga di
alam semesta, setelah hidrogen dan helium. Sekitar 0,9% massa Matahari adalah
oksigen. Oksigen mengisi sekitar 49,2% massa kerak bumi dan merupakan komponen
utama dalam samudera (88,8% berdasarkan massa).
Ikan merupakan hewan poikiloterm, suhu tubuhnya akan menyesuaikan
diridengan suhu lingkungannya. Suhu media air akan mempengaruhi kandungan
oksigenterlarut yang akan berakibat terhadap proses respirasi ikan.Ikan mas merupakan
salah satu jenis ikan yang sensitif terhadap kandunganoksigen terlarut dalam media air
tempat hidupnya.

Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui, memahami, dan menghitung
konsumsi oksigen pada ikan yang berbeda jenis.

ManfaatPraktikum
Manfaat dari praktikum ini kita dapat menghitung jumlah kadar oksigen yang
dikonsumsi pada ikan yang berbeda jenis
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Hewan Vertebrata telah memiliki sistem sirkulasi yang fungsinya antara lain
untuk mengangkut gas pernapasan (O2) dari tempat penangkapan gas menuju sel-sel
jaringan. Begitu pula sebaliknya, untuk mengangkut gas buangan (CO2) dari sel sel
jaringan ke tempat pengeluarannya.
Ikan bernapas menggunakan insang. Insang berbentuk lembaran-lembaran tipis
berwarna merah muda dan selalu lembap. Bagian terluar dari insang berhubungan
dengan air, sedang bagian dalam berhubungan erat dengan kapilerkapiler darah. Tiap
lembaran insang terdiri dari sepasang filamen dan tiap filamen mengandung banyak
lapisan tipis (lamela). Pada filamen terdapat pembuluh darah yang memiliki banyak
kapiler, sehingga memungkinkan O2 berdifusi masuk dan CO2 berdifusi keluar.
Pada ikan bertulang sejati (Osteichthyes) insangnya dilengkapi dengan tutup
insang (operkulum), sedangkan pada ikan bertulang rawan (Chondrichthyes) insangnya
tidak mempunyai tutup insang. Selain bernapas dengan insang, ada pula kelompok ikan
yang bernapas dengan gelembung udara (pulmosis), yaitu ikan paru-paru (Dipnoi).

DO (Dissolved Oxygen)

Oksigen terlarut adalah tingkat saturasi udara di air yang dinyatakan dalam kadar
mg per liter air atau part per million (ppm).Oksigen terlarut (Dissolved Oxygen =DO)
dibutuhkan oleh semua jasad hidup untuk pernapasan, proses metabolisme atau
pertukaran zat yang kemudian menghasilkan energi untuk pertumbuhan dan pembiakan.
Disamping itu, oksigen juga dibutuhkan untuk oksidasi bahan-bahan organik dan
anorganik dalam proses aerobik. Sumber utama oksigen dalam suatu perairan berasal
sari suatu proses difusi dari udara bebas dan hasil fotosintesis organisme yang hidup
dalam perairan tersebut (Salmin, 2000).
Kecepatan difusi oksigen dari udara, tergantung sari beberapa faktor, seperti
kekeruhan air, suhu, salinitas, pergerakan massa air dan udara seperti arus, gelombang
dan pasang surut. Odum (1971) menyatakan bahwa kadar oksigen dalam air laut akan
bertambah dengan semakin rendahnya suhu dan berkurangdengan semakin tingginya
salinitas.
Kandungan oksigen terlarut (DO) minimum adalah 2 ppm dalam keadaan nornal
dan tidak tercemar oleh senyawa beracun (toksik). Kandungan oksigen terlarut minimum
ini sudah cukup mendukung kehidupan organisme (Swingle, 1968).
Idealnya, kandungan oksigen terlarut tidak boleh kurang dari 1,7 ppm selama
waktu 8 jam dengan sedikitnya pada tingkat kejenuhan sebesar 70% (Huet, 1970). KLH
menetapkan bahwa kandungan oksigen terlarut adalah 5 ppm untuk kepentingan wisata
bahari dan biota laut (Anonimous, 2004).
DO merupakan perubahan mutu air paling penting bagi organisme air, pada
konsentrasi lebih rendah dari 50% konsentrasi jenuh, tekanan parsial oksigen dalam air
kurang kuat untuk mempenetrasi lamela, akibatnya ikan akan mati lemas (Ahmad dkk,
1998). Kandungan DO di kolam tergantung pada suhu, banyaknya bahan organik, dan
banyaknya vegetasi akuatik (Lelono, 1986 dalam Anonim, 2008).

DO :Kelarutan suatu gas pada cairan. Penurunan kadar oksigen terlarut dapat
disebabkan oleh tiga hal:
1. Proses oksidasi (pembongkaran) bahan-bahan organik.
2. Proses reduksi oleh zat-zat yang dihasilkan baktri anaerob dari dasar perairan.
3. Proses pernapasan orgaisme yang hidup di dalam air, terutama pada malam hari.
“Semakin tercemar, kadar oksigen terlerut semakin mengecil (Abdilanov, 2011).

Suhu
Suhu di perairan dapat mempengaruhi kelarutan dari oksigen. Apabila suhu
meningkat maka kelarutan oksigen berkurang. Oksigen terlarut yang biasanya dihasilkan
oleh fitoplankton dan tanaman laut, keberadaannya sangat penting bagi organisme yang
memanfaatkannya untuk kehidupan, antara lain pada proses respirasi dimana oksigen
dibutuhkan untuk pembakaran bahan organik sehingga terbentuk energi yang diikuti
dengan pembentukan CO2 dan H2O. Oksigen sebagai bahan pernafasan dibutuhkan oleh
sel untuk berbagai reaksi metabolisme. Oleh sebab itu kelangsungan hidup ikan
ditentukan oleh kemampuannya memperoleh oksigen yang cukup dari lingkungannya.
Ikan adalah hewan berdarah dingin (poikilothermal) yang metabolisme tubuhnya
dipengaruhi oleh suhu lingkungan (Neuman et al. 1997). Engelsma et al. (2003)
menyatakan bahwa suhu juga berpengaruh terhadap parameter hematological dan daya
tahan terhadap penyakit. Pemberian suhu tinggiataupun suhu rendah yang mendadak
dapat meningkatkan jumlah sel darah putih pada ikan mas. Proses fisiologis dalam ikan
yaitu tingkat respirasi, makan, metabolisme, pertumbuhan, perilaku, reproduksi dan
tingkat detoksifikasi dan bioakumulasi dipengaruhi oleh suhu (Fadhil et al. 2011).
Jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk pernafasan biota budidaya tergantung
ukuran, suhu dan tingkat aktivitasnya dengan batas minimum adalah 3 ppm. Kandungan
oksigen di dalam air dianggap optimum bagi budidaya biota air adalah 4-10 ppm,
tergantung jenisnya. Laju respirasi terlihat tetap pada batas kelarutan oksigen antara 3-4
ppm pada suhu 20-30 oC (Ghufran & Kordi 2007). Ernest (2000) ikan mas dapat
bertahan hidup pada konsentrasi DO minimum sebesar 2 mg/L. Doudoroff dan
Shumway (1970) menyatakan bahwa kebutuhan minimum oksigen untuk ikan mas (C.
carpio) adalah 0,2-2,8 mg/L. Boyd (1990)menjelaskan juga bahwa kandungan DO
kurang dari 1 mg/L dapat menyebabkan lethal atau menyebabkan kematian dalam
beberapa jam.
BAB III
METODOLOGI

Waktu dan Tempat


Praktikum Fisiologi Hewan Air ini dilaksanakan hari selasa , 03 november 2020 di
desa Manisak, Kec.Ranto Baek, Kab.Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Prosedur Kerja Praktikum


Alat dan bahan
 Benih lele dan nila masing masing 50 ekor yang sudah di timbang.
 Air 6 liter
 Plastik packing dan karet
 DO meter
Langkah kerja
 Siapkan plastik packing yang akan di gunakan, kemudian ikat bagian ujung-
ujungnya.
 Masukkan tiga liter air kedalam plastik packing, kemudian masukkan benih ikan
lele yang sudah di timbang dengan hati hati.
 Hitunglah jumlah oksigen awal menggunakan DO meter
 Ikatlah plastik packing dengan karet, dun usahakan jangan sampai ada ruang
udara di dalamnya.
 Setelah itu biarkan selama 1 jam
 Setelah 1 jam lakukan pengamatan konsentrasi oksigen pada media dengan
mengukurnya menggunakan DO meter.
 Hitunglah konsentrasi oksigen yang terpakai
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil
Penghitungan hasil konsumsi ikan
Keterangan Satuan A B
Jenis ikan Nila Lele
Bobot ikan gr 16 20
Volume air Liter 3 3
Konsumsi
oksigen di awal Mg O2 / liter 4,3 6,3
pengamatan
Konsumsi
oksigen di akhir Mg O2 / liter 2,2 2,8
pengamatan
Lama waktu Jam 1 1
Konsumsi
Mg O2 / Liter 0,39 0,52
oksigen ikan

Konsumsi oksigen ikan = ( kons O2 awal – kons O2 akhir x vol air)


Bobot ikan

Pembahasan
Proses pernafasan ikan ada 3 tahap yaitu yang pertama adalan ventilasi insang,
yaitu pengaliran air ke permukaan lamella insang melalui rongga mulut dan dikeluarkan
melalui operculum, kedua difusi O2 dan CO2 dan yang ketiga pengangkutan O2.
Ketersediaan oksigen dalam air sangat sedikit oleh karena itu oksigen sering
disebut sebagai factor pembatas, karena daya larut oksigen dalam air kecil. Apabila
kandungan oksigen dalam air rendah makaikan dan organism akuatik lain harus
memompa air dalam jumlah tertentu kepermukassn insang untuk mendapatkan oksigen
yang cukup agar kecepatan metabolismenya stabil.
Oksigen sebagai bahan pernafasan di butuhkan oleh sel untuk berbagai reaksi
metabolisme. Oleh sebab itu, kelangsungan hidup ikan sangat ditentukan oleh
kemampuannya memperoleh oksigen yang cukup dari lingkungannya. Berkurangnya
oksigen terlarut dalam perairan, tentu saja akan mempengaruhi fisiologi respirasi ikan,
dan hanya ikan yang memiliki sistem respirasi yang sesuai dapat bertahan hidup
(Fujaya, 2004).
Sebagai mana menurut Zonneveld, 1991 (dalam Aristiawan, 2012) bahwafaktor
yang mempengaruhi konsumsi oksigen pada ikan, yaitu (1) aktifitas, ikan dengan
aktifitas tinggi misalnya ikan yang aktif berenang akan mengkonsumsi oksigen jauh
lebih banyak dari pada ikan yang tidak aktif; (2)ukuran, ikan yang ukurannya lebih
kecil, kecepatan metabolismenya lebih tinggi daripada ikan yang ukurannya lebih besar
sehingga konsumsi oksigennya lebih banyak;(3) umur, ikan yang masih berumur masih
muda akan mengkonsumsi oksigen lebih banyak daripada ikan yang lebih tua; (4)
temperatur,ikan yang berada pada temperatur tinggi laju metabolismenya tinggi
sehingga konsumsi oksigennya lebih banyak.
BAB V
KESIMPULAN

Kesimpulan
Pada praktikum “Konsumsi Oksigen Pada Ikan Yang Berbeda Jenis” dapat
disimpulkan bahwa, setiap organism membutuhkan proses respirasi. Pada praktikum ini
konsumsi oksigen pada ikan mas di pengaruhi beberapa factor yaitu dari bobot ikan,
umur ikan, ukuran ikan, gerakan aktifitas ikan serta tingkat stress ikan.
Faktor-faktor tersebut dikarenakan bila umur suatu organism terlalu tua, maka
laju metabolismenya juga semakin rendah. Umur ikan juga mempengaruhi ikan, dan
jenis ikan yang berbeda membutuhkan O2 yang berbeda. Ikan yang aktif membutuhkan
O2 lebih banyak dibandingkan ikan yang pasif.

Saran
Pada praktikum kali ini diharapkan para praktikan, sangat memahami cara
mengambil oksigen terlarut di perairan dengan menggunakan reagen, serta dapat
mengetahui cara pakai alat DO meter, dan lebih teliti dalam melaksanakan praktikum

Anda mungkin juga menyukai