Anda di halaman 1dari 9

STRATEGI PELAKSANAAN (SP I)

Hari Senin tgl 07/12/2020

A. PROSES KEPERAWATAN.
1. Kondisi Pasien :
DS:
- Pasien mengatakan saat sendiri pasien melihat anaknya yang Di bawa
oleh seseorang dengan badan yang penuh darah
DO:
- Ada kontak mata saat diajak bicara
- pasien kooperatif
- Pasien terlhat selalu sendiri karena dirawat diruang yang terpisah
dengan klien lain
2. Diagonosa Keperawatan :
Gangguan sensori persepsi : Halusinasi pengelihatan
3. Tujuan Khusus (TUK) :
Pasien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat
4. Tindakan Keperawatan :
a. Bina hubungan saling percaya pada pasien
b. Bertanya permasalahan yang dialami pasien

B. STRATEGI KOMUNIKASI
1. FASE ORIENTASI
a. Salam terapeutik :
“Assalamualaikum wr. wb. Selamat Pagi buk, perkenalkan nama saya
LENI. Saya mahasiswa STIKes medika nurul islam sigli yang akan
merawat ibuk, saya praktek disini selama 8 hari,saya dinas dari jam
14:00 – 20:00 wib. Nama ibuk siapa? Usianya berapa ibuk?”
b. Evaluasi / validasi :
“Bagaimana kabar ibuk sore ini? Apa keluhan ibuk saat ini?”
c. Kontrak
Topik : “Bisa kita berbincang-bincang tentang perasaan ibuk saat
ini?”
Waktu : “Berapa lama kita dapat berbincang-bincang ibuk?”
Tempat : “Dimana buk?”

2. FASE KERJA
“Buk. tujuan saya ingin berkenalan dengan ibuk, ingin mendapat informasi
dari keluhan dan masalah ibuk yang di ceritakan kepada saya untuk
dijadikan tugas kampus buk.”

3. FASE TERMINASI
a. Evaluasi respons pasien terhadap tindakan keperawatan
“Bagaimana ibuk perasaan setelah berkenalan dengan saya sehingga
kita bisa saling mengenal dan mempercayai?”
“Tolong ibuk ulangi lagi apa yang sudah kita bicarakan tadi? Nah,
coba sebutkan lagi nama saya siapa?
b. Rencana Tindakan Lanjut :
“Buk karena sudah 20 menit kita ngobrol-ngobrol ya mbak, saya kira
cukup sampai disini dulu percakapannya kita. Jangan lupa
perkenalannya di praktikan ketemen-temen yang lain juga ya mbak.
Saya besok akan menemui ibu lagi untuk menanyakan tetang masalah
ibu khususnya halusinasi yang ibu alami, dan menanyakan sudah
berapa teman yang dikenal.”
c. Kontrak yang akan datang
“Baiklah buk, besok kita berdiskusi tentang halusinasi ya?”
“Besok kita ngobrol lagi kira-kira jam 10:30 ya? kurang lebih 30 menit
ya?”
“Bagaimana kalau besok ngobrolnya disini lagi buk?”
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

Nama :Ny.s Ruang : ruang Rawat Jiwa No RM :00280867


No IMPLEMENTASI EVALUASI
1 DS: S:
Pasien mengatakan masih melihat Pasien mengatakan sudah
Anaknya yang di bawa oleh melakukan perkenalan dengan
seseorang yang yang tidak ia teman yang lain
kenali. Pasien mampu berkenalan
dan berinteraksi dengan baik. O:
- Pasien mampu berkenalan
Kemampuan pasien dengan teman yang lain
berkenalan dan berinteraksi - Pasien mengingat nama
dengan baik. perawat.
- Kontak mata kurang
Diagnosa Keperawatan:
Gangguan sensori persepsi: A :
halusinasi penglihatan. Kognitif : klien mampu
melakukan perkenalan dengan
Intervensi: perawat
Tindakan ke pasien Afektif : klien dapat membina
1. Melakukan perkenalan kepada hubungan saling percaya dengan
pasien perawat
2. Menjelaskan tujuan yang akan Psikomotor : pasien dapat
dilakukan kepada pasien berjabat tangan

RTL: P:
Pasien Pasien : Melakukan perkenalan
Melakukan perkenalan dengan dengan teman yang lain
teman yang lain
Perawat : Melatih pasien untuk
Perawat mengontrol halusinasi dengan
Melatih pasien untuk mengontrol cara menghardik
halusinasi dengan cara
menghardik

STRATEGI PELAKSANAAN (SP II)


Hari selasa tgl 8 desember 2020
A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi Pasien :
Pasien banyak diam sudah mulai berani eye contact
2. Diagonosa Keperawatan :
Gangguan sensori persepsi : Halusinasi Penglihatan
3. Tujuan Khusus (TUK) :
Pasien dapat mengenal jenis halusinasi, isi halusinasi, waktu halusinasi,
frekuensi halusinasi, situasi yang menimbulkan, respon terhadap
halusinasi, menghardik halusinasi, menganjurkan pasien memasukkan
cara menghardik dalam jadwal kegiatan harian.
4. Tindakan Keperawatan :
a. Bina hubungan saling percaya pada pasien
b. Bantu pasien mengenal halusinasinya meliputi isi, waktu, frekuensi,
situasi, pencetus dan perasaan saat terjadi halusinasi
c. Latih pasien untuk mengontrol halusinasinya

B. STRATEGI KOMUNIKASI FASE ORIENTASI


1. FASE ORIENTASI
a. Salam terapeutik :
“Selamat pagi buk (Assalamu’alaikum)”
b. Evaluasi / validasi :
“Bagaimana kabar ibuk hari ini ? apa keluhan buk saat ini?”
c. Kontrak
“Bisa kita berbincang-bincang tentang perasaan buk saat ini?”
“Berapa lama kita dapat berbincang-bincang?”
“Dimana buk?”

2. FASE KERJA
“Mari kita lanjutkan perbincangan kita sekarang tentang perasaan saat ini,
masalah yang buk alami saat ini?”
“Apa saja yang bapak lakukan selama ini ?apakah itu hal yang baik /
buruk?”
“apakah ibuk sering melihat sesuatu yang tidak ada wujudnya?”
“Apa yang ibuk lihat saat itu? Berapa kali ibuk mengalaminya? Pada saat
apa ibu mengalaminya? Apa yang ibuk rasakan ketika melihat sesuatu?
Apa yang dilakukan ibuk ketika melihat?”
“Buk ada 4 cara untuk mencegah hal tersebut muncul yang pertama
dengan menghardik, kedua dengan bercakap dengan orang lain, ketiga
melakukan kegiatan terjadwal, keempat dengan minum obat secara
teratur.”
“Bagaimana jika kita belajar 1 dulu yaitu menghardik? Jadi jika buk
mendengar / melihat sesuatu bukbilang “ pergi pergi saya tidak mau
mendengar / melihat lagi pergi sana”
3. FASE TERMINASI
“Bagaimana dengan perasaan ibuk setalah kita ngobrol tadi?”
“Coba buk sebutkan bagaimana cara untuk mencegah suatu / bayangan
agar tidak muncul lagi?”
“Bagaimana kalau kegiatan ini dilakukan rutin setiap ibukmendengar
sesuatu / melihat sesuatu, buk bisa melakukan yang tadi sudah di ajarkan
dan menulis di jadwal harian?”
“cara yang kita praktikan tadi baru salah satunya ada cara ke 2 yaitu
bercakap dengan orang lain.”
“bagaimana kalau nanti kita latihan yang ke 2? Bagaimana kalau 15 menit
saja?”
“kita latihan di ruangan ini lagi ya bu?”

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI


Nama : Ny. S Ruang : Psikiatri No RM : 00280867
No IMPLEMENTASI EVALUASI
1 Data: S:
Pasien mengatakan masih melihat Pasien mengatakan sudah
Anaknya yang dibawa oleh seseorang melakukan cara
yang tidak ia kenali. Pasien sudah mengontrol halusinasi
mampu berinteraksi dengan pasien dengan menghardik
lain
O:
Kemampuan pasien berkenalan - Pasien mampu
dengan teman yang lain secara mengontrol halusinasi
mandiri. dengan menghardik.
- Pasien tenang,
Diagnosa Keperawatan: kooperatif.
Gangguan sensori persepsi: halusinasi - Kontak mata kurang
pengelihatan.
A:
Intervensi: Kognitif : pasien tahu cara
Tindakan ke pasien menghardik
1. Evaluasi kegiatan pasien dalam Afektif : pasien mau
berkenalan dengan teman yang lain. melakukan pengontrolan
2. Jelaskan cara mengontrol halusinasi dengan cara menghardik
dengan cara menghardik. Psikomotor: pasien dapat
menghardik halusinasi
3. Memasukkan pada jadwal kegiatan
untuk latihan menghardik P :
halusinasi. Pasien : Berlatih
mengontrol halusinasi
dengan menghardik.
RTL:
Pasien Perawat :Melatih pasien
untuk mengontrol
Melakukan latihan mengontrol
halusinasi dengan cara
halusinasi yang telah diajarkan sesuai
jadwal. bercakap-cakap dengan
orang lain.

Perawat
Melatih pasien untuk mengontrol
halusinasi dengan cara bercakap-cakap
dengan orang lain.

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI


Nama :Ny.s Ruang : psikiatri No RM :00280867

No IMPLEMENTASI EVALUASI
Pasien sudah dibolehkan pulang oleh Intervensi dihentikan
dokter dan sudah dijemput kleuarga