Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

EKONOMI INTERNASIONAL

PASAR VALUTA ASING

NAMA : NINA PUTRIYANA BR NASUTION

NIM : 170203027

PRODI : AKUNTANSI 01

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SAMUDERA

LANGSA

Periode 2020/2021
KATA PENGANTAR

Syukur atas kehadrat Allah SWT senantiasa selalu memberikan taufiq dan hidayahnya
kepada kita semua seru sekalian alam baik kesehatan maupun kesempatan dalam memberikan
dorongan dan motivasi sehingga terselesainya tugas ini. Selanjutnya kami selaku mahasiswa
yang mengikuti program sarjana pada jurusan Ekonomi bidang khisus Akuntansi, diberikan tugas
khusus untuk menyelesaikan tugas mata kuliah “Akuntansi internasional” sebagai salah satu
persyaratan untuk melengkapi tugas yang dimaksudkan, maka kami menulis .

Materi ini ditulis berdasarkan informasi didapatkan dari hasil perkuliahan serta informasi
dari referensi bacaan lainnya yang mendukung. Pada struktur mata kuliah ekonomi pembahasan
tulisan ini berkemungkinan jauh dari sasaran dan kesempurnaan yang diharapkan, maka saya
pelaku menulis mengharapkan respon yang positif agar tulisan ini akan lebih spesifik dan
terstruktur. Kiranya atas sumbangsih fikiran baik dari bapa selaku dosen mata kuliah ekonomi
internasional. Kiranya atas sumbangan fikuran baik dari bapak maupun rekan-rekan seprofesi
diucapkan terimakasih.

Langsa April
2020

            Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………i

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………..ii

BAB   I       PENDAHULUAN

        1.1       Latar Belakang Masalah………………………………………………………..1

1.2 Rumusan Masalah………………………………………………………………1

1.3 Tujuan Penulisan………………………………………………………………..1

BAB II PEMBAHASAN

1.1. Pengertian Valuta asing dan Pasar Valuta Asing………………………………...2

1.2. Penjelasan fungsi dari valuta asing……………………………………………....3

1.3. Penjelasan tentang interest parity……………………………………………..….4

1.4. Penjelasan yang dimaksud dengan spekulasi……………………………………..4

1.5. Penjelasan yang dimaksud dengan kurva permintaan dan penawaran valuta asing..5

1.6. Penentuan Nilai Tukar……………………………………………………………7

1.7. Penjelasan System kurs valuta asing yang terdiri dari system kurs yamng berubah-
ubah dan system kurs yang stabil……………………………………………………………….8

1.8. Penjelasanm tentang devisa (Exchange control)………………………………….9

1.9. Penjelasan theory purchasing power parity (PPP) serta berikan contoh………..10

BAB III KESIMPULAN…………………………………………………………………13

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………….14
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Dalam perdagangan internasional, para eksportir menerima valuta asing yang tidak dapat
mereka gunakan dan karenya harus ditukarkan dengan alat-alat pembayaran dalam negeri. Para
importer yang baru mulai dengan modal mata uang dalam negeri memerlukan valuta asing untuk
membeli barang-barang di luar negeri. Tidak dapat diterimanya uang asing untuk hasil ekspor
dan tidak dapat diterimanya uang local untuk keperluan pembayaran, impor, merupakan suatu
pasar dimana uang-uang asing diperdagangkan.

Pasar Valuta Asing berfungsi terutama mentransfer daya beli dan memungkinkan
terjadinya transaksi kea rah yang sebaliknya. Bagi kebanyakan orang, pasar valuta asing
merupakan suatu subjek yang misterius dan gelap serta memerlukan studi yang lama dan berat.
Kebanyakan kesukaran ditimbulkan oleh fakta bahwa orang dapat melihat pada suatu transaksi
yang sama dari dua pihak. Dalam barang-barang kita sebagian besar hanya melihat kepada harga
dollar untuk gandum tapi tidak sebaliknya harga gandum untuk dollar.

1.2. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan Valuta Asing dan Pasar Valuta Asing?

2. Bagaimana Sistem Kurs Valuta Asing dalam Transaksi Keuangan Internasional?

3. Bsgaimana Penerapan Hedging di Indonesia dalam Meminimalisir Resiko Nilai Tukar?

1.3. Tujuan Penulisan

Untuk memahami lebih dalam mengenai valuta asing dan pasar valuta asing.Untuk
memahami sistem kurs valuta asing dalam transaksi keuangan Internasional. Untuk memahami
penerapan hedging resiko nilai tukar.
BAB II

PEMBAHASAN

1.1. Pengertian Valuta asing dan Pasar Valuta Asing

Penjelaskan tentang pasar valuta asing

A. Pengertian valuta asing

Valuta Asing yang biasa disingkat valas atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan
sebagai forex (Foreign Exchange), yang berarti pertukaran uang dari nilai mata uang yang
berbeda. Valuta asing merupakan suatu mekanisme di mana orang dapat mentransfer daya beli
antar negaram memproleh atau menyediakan kredit untuk transaksi perdagangan internasional,
dan meminamalkan kemungkinan resiko kerugian (exposure of risk) akibat terjadinya fluktuasi
kurs suatu mata uang. Pasar valuta asing mnyediakan pasar sarana fisisk mupun dalam pasar
kelembagaan untuk melakukan perdagangan mata uang asing, menentukan nilai tukar mata uang
asing, dan menerapkan managemen mata uang asing.

Ada dua jenis transaksi mata uang asing, yaitu:

1. Transaksi spol

Terdiri dari transaksi valas yang biasanya selesai dalam maksimal dua hari kerja. Di
pasar valuta internasional, jarang transaksi dilakukan untuk tanggal valuta yang sama (valaue to
day). Hanya sedikit bank yang dapat memberikan pelayanan transaksi value to day. Kesulitan ini
disebabkan oleh sempitnya waktu bagi bank untuk menyelesaikan pembayarannya.

Transaksi spot merupakan transaksi mata uang yang dilakukan dengan segera dan
secepatnya, sehingga waktu yang digunakan untuk transaksi paling lama dua hari kerja. Bagi
transaksi dengan nilai kecil, transaksi yang dilakukan memungkinkan untuk dilakukan dalam
satu hari, sedangkan dalam jumblah besar dan perlu adanya negosiasi antar bank (baik antar bank
di demostik atau dengan bank lain di luar negeri), transaksi ini dilakukan dengan acuan batas
waktu pembayaran dan penerimaan dalam dua hari kerja, jadi spot dapat didefinisikan sebagai
transaksi jual beli mata uang dengan kesepakatan pembyaran dan penerimaan maksimal dua hari
kerja.
Dalam pasar spot, dibedakan tiga jenis transaksi:

a. Cash, dimana pembayaran suatu mata uang dan pengiriman mata uang lain diselesaikan pada
hari yang sama.

b. Tom, (kependekatan dari tomorrow/besok), dimana pengiriman dilakukan pada hari


berikutnya.

c. Spot, dimana pengiriman diselesaikan dalam tempoi 48 jam setelah perjanjian.

2. Transaksi forward merupakan transaksi valas dimana pengiriman mata uang dilakukan
pada pasa suatu tanggal tertentu dimasa mendatang. Kurs di manaa transaksi forward akan
diselesaikan telah detentukan pada saat kedua belah pihak menyetujui kontrak untuk me,beli dan
menjual. Transaksi forwad biasanya terjadi bila eksp[ortir, importer dan pelak ekonomi lain yan
terlibat dalam pasar valuta asing harus membayarkan atau menerima sejumblah mata uang asing
pada waktu tertentu di masa mendatang.

1.2. Penjelasan fungsi dari valuta asing

Beberapa fungsi pasar valuta asing dalam membantu lalu-lintas pemayaran internasional yaitu:

1. Transfer Daya Beli (Transfer of purchasing power)

Sangat diperlukan terutama dalam perdagangan internasional dan transaksi modal yang
biasanya melibatkan pihak-pihak yang tinggal di Negara yang memiliki mata uang
yang berbeda.

2. Penyediaan Kredit

Pengiriman barang antar Negara dalm perdagangan internasional membutuhkan waktu,


oleh karena itu harus ada suatu cara untuk membiayai barang-barang dalam perjalanan
pengiriman tersebut termasuk setelah barang sampai ke tempat tujuan yang biasanya
memerlukan beberapa waktu untuk membiayai barang-barang dalam perjalanan
pengiriman tersebut termasuk setelah barang sampai ke tujuan yang biasanya
memerlukan beberapa waktu untuk kemudian dijual kepada pemilik.

3. Mengurangi Resiko Valas

Importir mengharapkan memperoleh keuntungan dalam usaha perdagamngan. Dalam


kondisi normal dai kemungkinan resiko yang tidak diperkirakan misalnya terjadi
perubahan kurs, yang tiba-tiba sehingga mempengaruhi besarnya keuntungan yang
telah diperkirakan.
1.3. Penjelasan tentang interest parity

a. Interest Rate Parity theory (Teori Paritas Suku Bunga)

Paritas Suku Bunga (Interest Rate Parity-IRP) adalah kondisi ekuilibrium dimana
selisih suku bunga antara dua valuta diimbangi oleh selisih kurs forward dengan kurs spot
(Madura,1997 : 192). Paritas suku bunga merupakan teori yang menyatakan bahwa besaran
premi (atau diskon) kurs forward seharusnya seimbang dengan perbedaan suku bunga dari
keduavnegara terkait. Pada keseimbangan tersebut, kurs forward berbeda kurs spot pada jumblah
tertentu yang dapat mengompensasi perbedaan suku bunga antara dua mata uang. Paritas tingkat
bunga memainkan peran penting dalam pasar valuta asing menghubungkan suku bunga, nili
tukar spot dan kurs valuta asing.

Paritas suku bunga berkaitan erat dengan suku bunga. Suku bunga sendiri memiliki
definisi adalah harga dari penggunaan uang untuk jangka waktu tertentu (Boediono, 1999.75).
Pengertian tingkat suku bunga sebagai harga dapat juga dinyatakan sebagai harta yang harus
dibayar apabila terjadi pertukaran antara satu Rupiah sekarang dengan satu Rupiah di waktu
mendatang.

Suatu tingkat suku bunga akan meningkat, bilamana jumblah uang yang beredar lebih
kecil dari pada permintaan terhadap uang. Sebaliknya tingkat suku bunga akan menurun
bilamana permintaan teradap uang.

1.4. Penjelasan yang dimaksud dengan spekulasi

Pengertian spekulasi dalam valuta asing adalah melakukan transaksi jual beli mata uang terbaru
dengan motif bunga untuk mendapatkan untung dari naik uang kurs mata uang asing.

a. Cara Kerja Spekulasi

Misalnya,real estat dapat mengaburkan batas antara investasi dan spekulasi kompilasi
membeli property dengan tujuan menyewkannya. Meskipun ini akan memenuhi persyaratan
sebagai investasi, membeli beberapa kondomonium dengan pembayaran uang muka minimal
untuk tujuan menjualnya kembali dengan cepat tanpanmenambah lagi akan dianggap sebagai
spekulasi.

Spekulasi dapat menyediakan likuiditas pasar dan mempersempit spread bid-ask,


memungkinkan produsen untuk melakukan lindung nilai permintaan barang efisien. Shor-selling
spekulatif juga dapat mempertahankan bullish yang merajalela dan mencegah kenaikan harga
asset melalui pertaruhan terhadap hasil ang berhasil.

1.5. Penjelasan yang dimaksud dengan kurva permintaan dan penawaran valuta asing

1. Permintaan penawaran Valuta Asing

Perdagangan antar Negara melibatkan pertukaran timbal balik mata uang berbeda.
Mata uang yang diperdagangkan dalam mata uang yang khusus ada dalam pasar valuta asing.
Trnsaksi yang dlakukan di pasar valuta asing menetukan harga dari mata uang –mata uang yang
dipertukarkan. Ada dua transaksi kurs, transaksi spot/tunai (spot transaction) meliputi
pertukaran segera (dua hari) dari depposito (simpanan bank). Transaksi forward (forward
transaction) meliputi pertukaran deposito bank untuk beberapa waktu waktu depan. Apabilla
suatu mat uang nilainya menurun disebut mengalami depresiasi.

Seperti halnya harga barang apapun atau aset dalam pasar bebas, kurs ditentukan oleh
interaksi penawaran dan permintaan. Kurs ditentukan ke dalam dua bagian, kurs yang ditentukan
dalam jangka panjang dan kurs yang ditentukan dalam jangka pendek. Dalam jangka panjang,
empat faktor utama yang memengaruhi kurs adalah tingkat harga relatif, tarif dan kuota, prefensi
untuk barang domestik dibandingkan luar negeri, dan produktifitas. Segala sesuatu yang
meningkatkan permintaan untuk barang-barang yang diproduksi secara domestik yang
diperdagangkan relatif terhadap barang-barang luar negeri cenderung untuk menguatkan mata
uang domestik karena barang domestik akan terjual ketika mata uang domesik lebih tinggi. Sama
halnya apapun yang meningkatkan pemintaan untuk barang luar negeri relatif terhadap barang
domestik cenderung untuk melemahkan mata uang domestik karena barang domestik akan terus
terjual hanya jika mata uang domestik lebih rendah.

Dalam jangka panjang, kenaikan tingkat harga suatu negara (relatif terhadap
tingkat harga luar negeri) menyebabkan mata uangnya terdepresiasi, dan penurunan tingkat harga
relatif menyebabkan mata uangnya terapresiasi. Meningkatnya hambatan perdagangan
menyebabkan mata uang suatu negara menguat dalam jangka panjang. Meningkatnya permintaan
untuk ekspor suatu negara meyebabkan mata uangnya menguat dalam jangka panjang,
sebaliknya meningkatnya permintaan untuk impor menyebabkan mata uang domestik melemah.
Dalam jangka panjang, kalau suatu negara menjadi lebih produktif secara relatif terhadap negara
lain, mata uang negara tersebut terapresiasi. Terkadang kurs menunjukkan perubahan yang
begitu besar (hingga beberapa persen) dari hari ke hari (kurs spot) ditentukan dalam jangka
pendek. Perilaku kurs jangka pendek adalah mengetahui bahwa kurs adalah harga dari aset
domestik (deposito bank, obligasi, saham dan lain-lain yang didominasikan dalam mata uang
domestik) dinyatakan dalam aset luar negeri. Faktor yang memengaruhi aset domestik dan luar
negeri adalah harapan atas aset-aset ini relatif terhadap satu sama lain. Ketika orang dalam negeri
dan luar negeri mengharapkan tingkat pengembalian dari aset rupiah naik relatif lebih tinggi
terhadap tingkat pengembalian aset luar negeri, akan membuat permintaan terhadap mata uang
domestik lebih tinggi dan sebaliknya penurunan permintaan untuk aset luar negeri.

Kondisi saat ini di mana banyak mobilitas modal, mempermudah orang asing untuk
membeli aset luar negeri. Aset-aset tersebut diasumsikan merupakan substitusi yang sempurna.
Ketika mobilitas modal bergerak fleksibel, apabila perkiraan tingkat pengembalian atas aset luar
negeri, baik orang asing atau orang dalam negeri hanya akan memegang aset domestik dan tidak
ingin memegang aset luar negeri. Persamaan ini disebut kondisi paritas suku bunga. Jika suku
bunga domestik lebih tinggi daripada suku bunga luar negeri, ini artinya ada perkiraan apresiasi
positif dari mata uang asing.

Ms ($USD) S

1.05------------------a


1.00-------------------------b

0,95-----------------------------------------c

Jumlah uang beredar (Rp)

Gambar 7. Keseimbangan dalam Pasar Valuta Asing Sumber :

Frederic S. Mishkin

Dalam analisis penawaran dan permintaan pasar berada dalam keseimbangan ketika jumlah aset
rupiah yang diminta sama dengan yang ditawarkan. Pada Gambar 7. keseimbangan terjadi pada
titik b, perpotongan antara kurva permintaan dan penawaran. Pada titik b kurs adalah 1.00 mata
uang $USD terhadap rupiah. Analisis penawaran dan permintaan mengenai pasar valuta asing
dapat menjelaskan bagaimana dan mengapa kurs berubah. Kurva penawaran adalah vertikal pada
suatu jumlah dan tidak bergeser karena jumlah uang beredar ($USD) pada nilai berapapun tidak
akan menggeser jumlah uang (Rp) atau dapat disimpukan tidak saling mempengaruhi. Dengan
asumsi ini, kita hanya perlu melihat pada faktor-faktor yang dapat menggeser kurva pemintaan
aset rupiah untuk menjelaskan bagaimana kurs berubah sepanjang waktu. Pergeseran permintaan
untuk aset domestik dapat berpengaruh dari suku bunga domestik, suku bunga luar negeri,
perkiraan tingkat harga domestik, perkiraan hambatan perdagangan, perkiraan permintaan impor,
perkiraan permintaan ekspor dan perkiraan produktivitas.

2. Nilai Tukar Rupiah

Nilai tukar mata uang atau kurs, menurut Paul R Krugman dan Maurice (2005) adalah
harga sebuah mata uang dari suatu negara yang diukur atau dinyatakan dalam mata uang lainnya.
Sedangkan menurut Sadono Sukirno kurs/nilai tukar adalah suatu nilai yang menunjukkan
jumlah mata uang dalam negeri yang diperlukan untuk mendapatkan satu unit mata uang asing.
Nilai tukar terbagi atas nilai tukar nominal dan nilai tukar riil. Nilai tukar nominal (nominal
exchange 21 rate) adalah nilai yang digunakan seseorang saat menukar mata uang suatu negara
dengan mata uang negara lain, sedangkan nilai riil (real exchange rate) adalah nilai yang
digunakan seseorang saat menukar barang dan jasa dari suatu negara dengan barang dan jasa dari
negara lain (Mankiw, 2006). Jadi, dapat disimpulkan nilai tukar rupiah adalah suatu
perbandingan antara nilai mata uang negara Indonesia (rupiah) dengan mata uang negara lain.
Nilai tukar mencerminkan keseimbangan permintaan dan penawaran terhadap mata uang dalam
negeri maupun mata uang asing (Sukirno, 2006). Merosotnya nilai tukar rupiah merefleksikan
menurunnya permintaan masyarakat terhadap mata uang rupiah karena menurunnya peran
perekonomian nasional atau karena meningkatnya permintaan mata uang asing $US sebagai alat
pembayaran internasional. Semakin menguat kurs rupiah sampai batas tertentu berarti
menggambarkan kinerja di pasar uang semakin menunjukkan perbaikan. Sebagai dampak
meningkatnya laju inflasi maka nilai tukar domestik semakin melemah terhadap mata uang
asing. Hal ini mengakibatkan menurunnya kinerja suatu perusahaan dan investasi di pasar modal
menjadi berkurang.

1.6. Penentuan Nilai Tukar

1. Kurs Dalam Pendekatan Tradisional

Penjelasan mengenai fluktuasi Kurs dengan model pendekatan tradisional didasarkan


pada kajian terhadap pertukaran barang dan jasa antar Negara. Artinya sejauh mana nilai kurs
antara dua mata uang dari dua Negara ditentukan berdasarkan besarnya nilai perdagangan barang
dan jasa diantara dua Negara tersebut. Oleh karena itulah model ini disebut sebagai model
pendekatan perdagangan (trade approach) atau pendekatan elastisitas terhadap pembentukan
1kurs (elasticity approach to exchange rate determination). Menurut pendekatan ini, equilibrium
kurs adalah kurs yang akan menyeimbangkan nilai ekspor dan nilai impor suatu negara. Dalam
pendekatan ini kurs ditentukan dari keseimbangan nilai ekspor dan nilai impor. Jika nilai ekspor
lebih kecil dari pada nilai impor, maka nilai mata uang suatu Negara akan mengalami depresiasi
(penurunan). Begitu sebaliknya, jika nilai ekspor lebih besar, maka nilai kurs akan mengalami
apresiasi (peningkatan) terhadap nilai tukar mata uang mitra dagangnya secara internasional.
Dalam sistem kurs bebas dan atau mengambang kurs yang mengalami depresiasi atau apresiasi
akan mendorong terjadinya arus perubahan ekspor dan impor dari barang dan jasa suatu Negara,
sehingga akan tercapai keseimbangan nilai kurs di mana nilai ekspor sama besarnya dengan nilai
impor. Paul A. Samuelson dan William D. Nordhaus menjelaskan hal ini. Menurutnya:
“meningkatnya kurs pound (Inggris) akan menjadikan impor barang dan jasa dari Inggris akan
lebih mahal bagi Amerika, sehingga permintaan Amerika terhadap barang – barang ekspor dari
Inggris menjadi turun. Karena kurs dollar lebih murah bagi Negara – Negara Eropa terutama
Inggris, maka mereka (Negara – Negara Eropa) akan mengimpor lebih banyak barang – barang
dan jasa dari Amerika.”

1.7. Penjelasan System kurs valuta asing yang terdiri dari system kurs yamng berubah-
ubah dan system kurs yang stabil

a. Pengertian Kurs Valuta Asing

Kurs ialah harga atau nilai mata uang suatu Negara yang diukur dengan mata uang luar
negeri ketika bebelanja atau membeli barang di luar negeri.

Valuta Asing adalah mata uang Negara lain. Mata uang yang dipertukarkan dengan
mata uang lain disebut transaksi valas (forein exchange/forex), yaitu nilai mata uang
dibandingkan dengan mata uang lain disebut tukar atau nilai tukar mata uang.

Forex adalah mata uang suatu Negara yang dikeluarkan dan ditukar menjadi instrument
pembayaran yang sah di Negara lain.

Jadi Kurs Vauta Asing adalah perbandingan nilai atau harga antar mata uang asing yang
dinyatakan atau ditukar dengan nilai mata uang domestic

b. Jenis Kurs Valuta Asing

• Kurs Jual adalah harga yang diberikan oleh bank kepada seseorang yang ingin membeli
mata uang asing.

• Kurs beli adalah harag yang diberikan oleh bank kepada seeorang yang ingin menukar
mata uang asing.

• Kurs tengah adalah harga yang diberikan oleh bank antara kurs jual dan kurs beli
(jumblah kurs beli dan kurs jual dibagi dua)
1.8. Penjelasanm tentang devisa (Exchange control)

a. Pengerian Devisa

Devisa adalah dapat diartikan sebagai kekayaan dalam bentuk mata uang asing yang
dimiliki oleh Negara. Devinisi ini terdiri dri valuta asing yang berupa mata uang yang diakui
serta diterma oleh semua Negara didunia. Beberapa Negara tesebut diantaranya adalah mata
uang us Dollar,, Euro, (Erops), Dolar Kanada, France, (Prancis), Yen (Jepang). Selai itu, devisa
juga dapat berupa Emas, surat berharga dan berlalu dalam pembayran internasional.

Sebelumya, perlu diketahui bahwa tidak setiap mata uang asing yang berbeda di Indonesia dapat
dikatakan sebagai devisa. Mata uang asing yang dikatakan sebagai devisa yaitu mata uang asing
yang beredar dalam negeri daN Bank Indonesia. Oleh karena itu, mata uang tersebut tidak
termasuk dala devisa Negara. Dalam pembahasan tentang pengertian devisa, sangat dkat dengan
istilah cadangan devisa. Cadangan devisa merupakan sejumblah valuta asing yang ditampung
atau dicadangkan oleh Bank Indonesia. Tujuan pencadangan tersebut adalah untuk memenuhi
kebutuhan pembiyaan dan kewajiban luar negeri.

Cadangan devisa adalah salah satu indicator yang menunjukan lemah atau kuatnya satu
perekonomian Negara. Jika Negara memiliki cadangan devisa yang besar, maka stabilitas
moneter dan ekonomi Negara akan terjamin. Pada suatu Negara pastinya menginginkan suatu
persediaan atau cadangan devisa, Negara lain. Selain itu, Negara juga dapat membiayai
perjalanan dinas keluar negeri, membayar hutang atau mencicil hutang dan lain sebagainya.

Fungsi devisa agi Negara adalah sebagai berikut:

1. Menjadi alat pembayaran jasa impor dan barang-barang internasional

2. Menjadi alat pembayaran cicilan hutang kepada luar negeri beserta dengan bunganya.

3. Menjadi sumber pendapatan Negara dalam membiayai pembangunan-pembangunan


inernasional

4.Menjadi stabilisator nilai mata uang didalam luar negeri.

5. Dijadikan sebagai pembiayaan hubunga, bantuan luar negeri, biaya perjalanan dinas penjabat
dan luar negeri, seperti biaya diplomatic, bantuan luar negeri, biaya perjalan dinas penjabat dan
lain sebagainya.
Tujuan penggunaan devisa bagi Negara adalah sebagi berikut:

1.Memberikan bantuan yang berupa sumbangan kepada Negara lain yang sedang mengalami
musibah atau kesusahan.

2. Membiayai pengiriman kelompok keluar negeri seperti dalam bidang olahraga, kesenian dan
lain sebagainya.

3. Membiayai mahasiswa atau beasiswa untuk mahasiswa luar negeri.

4. Membiayai korps diplomatic kepada luar negeri.

5. Untuk membangun fasiitas umum yang ada di dalam negeri.

6. Membayar jasa keluar negeri seperti jasa pembangunan, pelayaran dan lain sebagainya.

7. Mmembayar barang modal sebagai hasil impor seperti mesin pabrik.

1.9. Penjelasan theory purchasing power parity (PPP) serta berikan contoh

a. Purchasing power Theory (Teori Paritas Daya Beli)

Paritas Daya Beli (purchasing power parity-PPP) adalah teori yang menyatakan bahwa
nilai tukar akan menyesuaikan diri dari waktu ke waktu untuk mencerminkan selisih inflansi
antara dua negara, akibatnya daya beli konsumen untuk membeli produk-produk domestic akan
sama dengan daya beli mereka untuk membeli produk-produk luar negeri (Madura,1997,208)

Paritas daya beli berkaitan erat dengan inflansi. Definisi inflansi sendiri adalah suatu
keadaan dimana senantiasa terjadi peningkatan. Harga-harga pada umumnya atau suatu keadaan
dimana terjadi penurunan nilai uang. Hal ini disebabkan karena semakin meningkatnya jumblah
uang yang beredar dalam masyarakat. Kenaikan harga-harga yang disebabkan karena factor-
faktor seperti musim menjelang hari-hari besar atau yang terjadi sekalisaja tidak disebut inflansi.

b. Formula Paritas Daya Beli

Formula Paritas Daya Beli adalah:

ef – Ih If

Yaitu persentase perubahan nilai tukar kurang lebih harus sama dengan selisih laju
inflansi cukup kecil. Formula ini tepat jika inflansi cukup kecil.
c. Bentuk Paritas Daya Beli (PPP)

•Absolute Purchasing Power Parity

Absolute Purchasing Power Parity menyatakan hubungan diantara harga barang-


barang dan jasa dengan nilai tukar mata uang asing dengan persamaan sebagai berikut:

E= P⸏

Pf

E adalah nilai tukar mata uang (mata uang domestic per satuan mata uang asing),
P adalah indeks harga domestic dan Pf adalah indeks harga di luar negeri. Untuk
mendapatkan indeks harga, harus ditentukan terlebih dahulu harga dan barang-barang dan
jasa yang akan dimoniter. Kemudian harga dari aneka barang dan jasa ini ditentukan
bobotnya. Indeks harga tersebut adalah rata-rata terimbang dari harga barang-barang dan
jasa yang diteliti.

Persamaan diatas menunjukkan bahwa nilai tukar atau uang di antara dua neegaa
adalah sama dengan perbandingan indeks harga di antara kedua Negara tersebut.
Persamaan tersebut dapat dilukiskan sebagai berikut:

P = EPf

Persamaan ini disebut dengan Law of One Price dan menunjukkan bahwa barang-
barang dijual dengan harga yang sama di seluruh dunia.

d. PPP Menentukan Nilai Tukar Dalam Jangka Pendek

Pengumuman tentang perubahan suku bunga, perubahan dalam persepsi dari jalan
pertumbuhan ekonomi dan sebagainya merupakan factor –faktor yang mendorong nilai tukar
dalam jangka pendek. PPP, dengan perbandingan, menggambarkan perilaku jangka penjang nilai
tukar. Kekuatan-kekuatan ekonomi di belakang PPP pada akhirnya akan menyamakan daya beli
mata uang. Proses ini memerlukan waktu bertahun-tahun.

e. Menghitung PPP

Cara paling mudah untuk menghitung paritas daya beli antara dua Negara adalah untuk
memandingkan harga sebuah “standart” kebaikan yang sebenarnya identik lintas Negara. Versi
lebih canggi PPP melihat sejumblah besar barang dan jasa. Salah satu masalah utama adalah
bahwa orang-orang di berbagai Negara konsumen sangat berbeda set barang dan jasa. Sehingga
sulit untuk membandingkan daya beli antar Negara.
f. Contoh kasus

Sebagai contoh, apabila harga sebuah hamburger McDonalds ukuran bic mac di AS
U$200 dan di Indonesia Rp. 7,000 maka nilai tukar U$ Terhadap Rupiah seharusnya 1 dollar
=Rp 3,500.(7000 : 2) Begitu juga kalau harga 1 kg gandum di AS $2.00 dan inggris STG 1.00
maka nilai tukarnya 1 STG = U$2.00. Teori ini juga disebut sebagai “the law of one price”, yang
menggatakan harga dua barang yang serupa dari dua Negara akan sama apabila diukur dengan
mata uang yang sama (common currency). Apabila karena suatu hal, misalnya karena panen
raya, harga gandum di AS turun menjadi U$1,50 per kg, maka akan terjadi penggeseran
permintaan gandum dari inggris ke AS. Pada harga ini setiap 1 STG dapat digunakan untuk
membeli 1 1/3 kg gandum di AS. Orang inggris akan ramai-ramai memborong gandum gandum
Amerika, sehinga karena desakan permintaan, harga gandum AS akan naik lagi menjadi
katakana, U$1,80 per k. Sebaliknya di inggris karena kurangnya permintaan (karena harganya
dianggap masih mahal) akan mendoron harga gandum turun menjadi, misalnya STG0.90. Pada
tingkat harga ini maka nilai tukar akan menjadi STG 0.90 = U$ 1,80 atau akan mengembalikan
ke paritas daya beli semulanya yaitu STG 1.00 = U$2.00
BAB III

KESIMPULAN

Dari tulisan diatas kita dapat menarik kesimpulan:

1. Pasar valas dibuat dengan tujuan untuk memudahkan pertukaran valuta jadi mempermudah
transaksi jual beli perdagangan internasional.

2. Tempat bertemunya penawaran dan permintaan valuta asing disebut dengan bursa valuta
asing.

3. Jenis-jenis pasar valas adalah pasar spot, forward, currency futures, dan pasar currency
options.

4. Para pelaku pasar valas adalah perusahaan, individu, bank umum, broker, pemerintah, bank
sentral, spekulan, dan arbitraser.

5. Ada yang menguntungkan dan juga kerugian yang harus diperhatikan dalam melakukan
transaksi valas. Karena kita tidak bias memahaminya, maka kita hanya akan dirugikan
DAFTAR PUSTAKA

https://developmant.wordpress.com/2012/12/04/makalah -valuta-asing-dan-kurs/

https://www.scribd.com/doc/56081437/Makalah-Pasar-Valuta-Asing

https://putracenter.net/2012/09/20/jenis-jenis-transaksi-valuta-asing

https://retnoyuliyanti.wordpress.com/2012/04/01/makalah-pasar-uang-dan-valuta-asing-6/

https://faradillauke.blogspot.com/2013/06/pengertian-kurs-valuta-asing-dan-jenis.html

http://ilerning.com/index.php?option=com_conten&=article&id=640:paritas-suku-buna-dan-
arbitrase-internasional&caitid=40:mnc-a-kurs&Itemid=72

https://forexindonesia.org/belajarforex/apa-yang-dimaksud-dengan-spekulasi.html

https://kso.page.link./wps

https://finanta.id/pengertian-devisa/

http://muchakkinen.blogspot.com/2011/12/paritas-suku-bunga-dan-arbitrase..html

http://catalog.flatworldknowledge.com/bookhub/reader/27#web-203640

Anda mungkin juga menyukai