Anda di halaman 1dari 2

Nama : Yuhanis Anri

NIM : 1926026
Matkul : Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman
Prodi : Agribisnis

PERTEMUAN KE 7 PERLINTAN

3.2. Cendawan

Bentuk cendawan yang paling sederhana hanya terdiri atas satu sel, misalnya ragi (yeast),
tetapi umumnya cendawan terdiri atas banyak sel yang bentuknya seperti benang halus dan
disebut hifa. Kumpulan hifa tersebut disebut miselium. Hifa tidak dapat terlihat tanpa
mikroskop. Namun demikian, miseliumnya dapat dilihat meskipun tanpa mikroskop, karena
sudah merupakan kumpulan yang terdiri atas banyak sekali hifa, misalnya jamur upas yang
warnanya putih kemerahan. Hifa tersebut ada yang bersekat dan ada yang tidak bersekat.
Miselium dari cendawan parasit dapat tumbuh di atas permukaan atau di dalam tubuh inang.
Miselium yang terletak di permukaan inang, biasanya berwarna keputihan halus, menyerupai
benang sarang laba-laba atau benang hitam atau coklat yang membuat jalinan tidak teratur
pada permukaan tubuh inang, misalnya cendawan tepung dan cendawan jelaga.

Cendawan tidak berhijau daun, sehingga tidak dapat berasimilasi C. Oleh karena itu,
makanannya diperoleh dari organisme yang telah mati (saprofit) atau dari organisme yang
masih hidup (parasit). Bila miselium dalam bentuk parasit atau saprofit mulai berkembang
dari satu titik, maka perkembangan selanjutnya akan terjadi secara radial menuju ke segala
arah (kecuali untuk beberapa substrat).

Hifa dari satu miselium kadang berkumpul menjadi satu membentuk ikatan menyerupai
benang berwarna coklat tua, merah kekuningan atau putih. Bentuk berubah- ubah dari tipis
sampai tebal. Rhizomorph dapat bercabang banyak atau sedikit dan sering bercampur dan
membentuk suatu jaringan. Rhizomorph tersebut dapat memanjang dan menyimpan bahan
makanan yang dapat dibawa ke bagian lain.

Sclerotia disebut organ penyimpanan makanan. Terjadi karena adanya kumpulan hifa yang
padat dan berisi bahan makanan berbentuk minyak atau senyawa lain. Sclerotia ada yang
agak sulit dilihat mata, tetapi ada juga yang mudah dilihat.

3.2.1. Perkembangbiakan cendawan

Cendawan berkembangbiak dengan berbagai cara, baik secara aseksual maupun secara
seksual. Perkembangbiakan secara aseksual dilakukan tanpa penggabungan sel kelamin
betina dan kelamin jantan, tetapi dengan pembentukan spora atau kembangbiak secara
vegetatif (pemutusan hifa atau miselium yang kemudian dapat berkembang biak lagi).
Pembentukan individu secara seksual terjadi dengan penggabungan sel kelamin jantan dan
betina, yang kemudian juga akan membentuk spora. Dalam keadaan temperatur,
kelembaban, dan inang yang sesuai, spora akan tumbuh membentuk miselium.

Spora tersebut terbentuk dengan bermacam-macam cara, di antaranya adalah:


(1) Konidi.
(2) Klamidospora
(3). Zoospora atau spora yang dapat bergerak.
(4). Askospora.
(5) Basidiospora. Spora pada Basidiomycetae;
(6). Zygospora. Spora yang terbentuk dari penggabungan dua sel yang mirip atau gamet;
(7). Oospora. Spora yang dibentuk dengan cara penggabungan dari gamet betina besar dan
pasif dengan gamet jantan, kecil tetapi aktif.