Anda di halaman 1dari 14

Dosen : Dr. Defidelwina, SP., M.

Sc
E-mail: defidelwina@upp.ac.id

PENGUJIAN
DUA SAMPEL
BERPASANGAN
Pertemuan IX

Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian


Universitas Pasir Pengaraian
Uji Chi Kuadrat (χ 2 )
Mc. Nemar
Untuk menguji perbedaan atau perubahan proporsi
dua buah populasi yang hanya memiliki dua
kategori berdasarkan proporsi dua sampel
Fungsi berpasangan. Uji ini banyak dipakai untuk
mengetahui apakah ada perbedaan atau perubahan
Pengujian : proporsi sebelum dan sesudah kelompok sampel
tertentu yang hanya memiliki dua kategori diberi
perlakuan, dimana anggota kelompok sampel
tersebut merupakan kontrol terhadap dirinya
sendiri.
Persyaratan Data :
Dapat digunakan untuk data berskala nominal
dengan dua kategori.
Model ringkas pada uji
McNemar berbentuk tabel 2x2
disajikan pada tabel 1 berikut
Tabel 1. Model Uji McNemar

Kondisi 2 (Post-Test) Penjumlahan Baris


Respon Respon
kategori 1 kategori 2
Kondisi 1 Respon kategori a b a+b=n1
(PreTest) 1
Respon kategori c d c+d=n2
2
Penjumlahan a+c b+d n=n1+n2
Kolom
Asumsi-asumsi yang
terpenuhi dalam Uji
McNemar adalah:
1. Sampel yang berasal dari n subyek harus dipilih secara acak dari populasi yang
mewakili;
2. Setiap n observasi yang terdapat pada tabel 2x2 independen atau tidak
berhubungan dengan observasi yang lain;
3. Nilai subyek dalam tabel 2x2 bersifat dikotomi dan bersifat mutually exclusive; dan
4. Beberapa literatur menyatakan Uji McNemar tidak tepat dijalankan pada ukuran
sampel yang sangat kecil. Bila terpaksa menggunakan sampel dengan jumlah kecil,
maka untuk akurasi hasil sebaiknya perlu dihitung probabilitas binomial yang nyata.
Beberapa literatur juga menyarankan menggunakan correction of continuity bila
terpaksa menggunakan sampel ukuran kecil untuk menjamin nilai chi-square hitung
menghasilkan estimasi yang akurat dari dari distribusi binomial.
Contoh soal 1 (mengevaluasi
perbedaan antara dua data
yang berpasangan)
• Seorang mahasiswa Fakultas Pertanian, melakukan penelitian yang berkaitan dengan
“Efektivitas Penyuluhan Peternakan Mengenai Cara Mengandangkan Ayam Petelur”
• Dasar pemikiran penyelenggaraan penyuluhan tersebut yaitu ingin memberikan inovasi
kepada peternak tentang cara mengandangkan ayam petelur yang higienis. Penyuluhan
diberikan kepada 100 orang peternak, dengan maksud memberikan dua alternatif cara
mengandangkan ayam. Jenis pertama yaitu cara mengandangkan ayam dengan alas
litter dan cara kedua dengan alas kawat.
Contoh soal 1….
• Untuk mengetahui efektivitas penyuluhan tersebut, sebelum penyuluhan dilaksanakan,
100 orang calon peserta yang dipilih secara random diteliti terlebih dahulu, dan
diperoleh data 23 orang menggunakan alas litter serta 77 orang lagi menggunakan alas
kawat. Peneliti memperkirakan dengan dilaksanakannya penyuluhan tersebut akan
terjadi perubahan cara mengandangkan ayam. Hipotesis penelitian ini adalah :
• Ho : p1 = p2
• H1 : p1 ≠ p
• Pengujian dilakukan pada taraf nyata (level of significance) α = 0,05.
1. Dari jumlah 23 orang yang asalnya
(sebelum penyuluhan) memelihara
ayam dengan alas litter, hanya tinggal
Setelah semua 10 orang yang masih memakai cara
tersebut, sedangkan sisanya (13 orang)
peternak mengikuti sudah menggantinya dengan alas
penyuluhan, dilakukan kawat.
penelitian kembali, 2. Dari jumlah 77 orang yang sebelum
dan didapatkan data penyuluhan memakai kandang beralas
sebagai berikut: kawat, ada 41 orang diantaranya yang
kemudian beralih menggunakan alas
litter, sementara 36 orang yang lainnya
tetap menggunakan alas kawat
Berdasarkan data hasil penelitian tersebut
dapat dibuat Tabel yang berisi perubahan
frekuensi peternak dalam hal cara
mengandangkan ayam (Tabel 2).

Tabel 2. Perubahan Frekuensi Peternak yang Menggunakan Alas Kawat dan Litter
Sebelum dan Setelah Mengikuti Penyuluhan

Setelah penyuluhan Penjumlahan


Alas litter Alas kawat Baris
Sebelum Alas litter 10 13 23
penyuluhan Alas kawat 41 36 77
Penjumlahan Kolom 51 49 100
Menghitung Statistik
Uji McNemar Kondisi 2 (Post-Test)
Respon
kategori 1
Respon
kategori 2
Penjumlahan Baris

Kondisi 1 Respon kategori 1 a b a+b=n1


(PreTest) Respon kategori 2 c d c+d=n2
𝑓0 −𝑓𝑒 2
• 𝜒2 = Penjumlahan
Kolom
a+c b+d n=n1+n2

𝑓𝑒
• Karena hanya sel b dan c yang diperhatikan, maka rumus di atas menjadi:
𝑏+𝑐 2 𝑏+𝑐 2
𝑏− 𝑐− 𝑏−𝑐 2
• 𝜒2 = 𝑏+𝑐
2
+ 𝑏+𝑐
2
⇒ 𝜒2 =
𝑏+𝑐
2 2
• 𝑑𝑓 = 𝑟 − 1 𝑥 𝑐 − 1
• r = jumlah baris dan c = jumlah kolom.
• Untuk tabel 2x2 maka df = (2-1) x (2-1) = 1
Karena distribusi chi-square
yang bersifat kontinyu dan 2 𝑏−𝑐 −1 2
simetris digunakan untuk
•𝜒 =
𝑏+𝑐
mendekati distribusi diskrit, 13−41 −1 2
maka rumus di atas pada tahun • 𝜒2 =
13+41
1934 oleh Yates dikoreksi 2
dengan cara mengurangi selisih • 𝜒 = 13,5
b dan c atau b-c dengan angka
1, sehingga rumusnya menjadi:
Interpretasi Hasil
• Hasil perhitungan 𝜒 2 = 13,5 dibandingkan dengan Tabel
Distribusi Chi-Square dengan derajat kebebasan = 1 pada taraf 𝛼
= 0,05 yaitu 3,841 (tabel terlampir). Nilai hitungan 𝜒 2 = 13,5
lebih besar dari nilai tabel 𝜒 2 = 3,841, sehingga tolak H0.
• Jadi berdasarkan pengujian di atas dapat disimpulkan bahwa
terdapat perubahan yang nyata cara mengandangkan ayam,
sebelum dan setelah para peternak mengikuti penyuluhan.